Hari ini adalah hari senin, hari pertama diadakannya ujian pertengahan semester ganjil. Hari yang tentunya paling ditakuti para siswa, tak terkecuali Jongdae. Ia seharusnya telah terbiasa dengan hal ini, mengingat statusnya sebagai siswa yang berada di tingkat dua di Exo Senior High School.
Namun nyatanya, namja bermarga Kim ini masih belum terbiasa. Seperti pagi ini, ia sengaja berangkat lebih awal ke sekolah degan alasan yang sama dengan siswa lainnya, untuk mencuri waktu belajar beberapa saat sebelum ujian di mulai.
"Kyungsoo, apa itu contekan? "
"Ahni, ini poin inti dari setiap sub judul pelajaran kita. Lebih mudah bagiku untuk mengingat semuanya dengan cara ini. " Jongdae mengangguk mengerti.
Kyungsoo memang selalu terencana, tidak sepertinya yang memakai sistem menghafal seluruh materi hanya dalam semalam. Sayangnya cara itu kurang efektif. Jongdae hanya sanggup menguasai setengahnya, dan itu tidak cukup untuk menyelamatkan nilainya nanti.
"Kyungsoo ya, maukah kau melakukan tanya-jawab denganku? Gunakan kertas poliomu itu, aku ingin tahu apa saja yang kau dapatkan. "
"Aah nde, dengan begini kita bisa lebih mudah untuk mengingat. "
Sementara itu, Chanyeol dan Baekhyun yang duduk di belakang keduanya tengah melakukan aktifitas masing-masing. Baekhyun tengah menyusun alat tulisnya di atas meja. Namja Byun itu menempatkan pensil, penghapus, dan penggaris disana. Tak lupa papan abo bergambar tokoh kartun Haikyuu, Hinata x Kageyama.
Baekhyun terlihat begitu tenang dan santai. Seolah ia tak akan menghadapi ujian dalam jangka waktu kurang dari lima belas menit lagi. Ia tengah asyik mengatur, lebih tepatnya memamerkan seluruh isi kotak pensilnya yang bertema haikyuu couples. Tidak ada yang tahu apakah mereka membutuhkan selusin pensil, pengapus, dan mistar untuk ujian ini.
Lain Baekhyun, lagi pula halnya dengan Chanyeol. Namja Park itu tidak menghabiskan waktunya dengan menyusun peralatan tulis bertema Iron Man edisi terbatas yang ia beli hingga menghabiskan satu bulan uang jajannya seperti yang dilakukan Baekhyun; atau menghafal dengan tanya-jawab seperti Jongdae dan Kyungsoo. Ia memiliki kasus yang berbeda.
Park Chanyeol termasuk tipe siswa yang lebih mudah mengingat hal yang didengarnya. Oleh karena itu, ia tidak perlu memaksa otaknya untuk menghafal semua yang tertulis di buku catatannya. Bagi Chanyeol, dengan duduk di belakang Jongdae dan Kyungsoo, sudah cukup membantunya dalam belajar. Ia cukup mendengarkan bagaimana kedua namja di depannya ini saling mengingatkan poin-poin dari pelajaran mereka, dan semua akan direkam dengan baik oleh otaknya.
Setelah Kyungsoo dan Jongdae selesai dengan sesi tanya-jawab mereka, Chanyeol pun mengangguk.
"Gomawo. " ujarnya singkat.
"Cheonma. " balas Kyungsoo dan Jongdae serempak. Keduanya telah terbiasa dengan hal ini ketika ulangan harian.
Chanyeol memang tergolong siswa yang pintar. Ia dapat begitu saja menguasai materi hanya dengan mendengarkan hafalan mereka. Meskipun terkadang, tak semua yang mereka bahas ada di soal ulangan atau ujian. Paling tidak, Chanyeol sekurang-kurangnya sudah pasti mendapatkan skor delapan puluh persen.
Lain halnya dengan Baekhyun. Kedua namja yang duduk di depan namja bermata sipit tersebut hanya bisa menggeleng kepala melihat kelakuannya. Saat ini Baekhyun tengah melakukan sandiwara tunggal dengan koleksi pensilnya. Kyungsoo yang merupakan tetangga sebelah Baekhyun di dorm, sudah tidak asing lagi dengan tingkah 'unik' namja berbibir mungil ini.
Sedangkan Jongdae masih berupaya memahami namja tersebut, mengingat Jongdae berbeda lantai dengan mereka. Ia berada di lantai tiga, tempat dimana para sunbae kelas tiga berada. Namun, dikarenakan jumlah siswa tingkat dua melebihi kapasitas dorm, Jongdae terpaksa tinggal disana.
"Baekhyun, kenapa kau membutuhkan pensil sebanyak itu untuk ujian? Kau tak akan kehabisan satu pensil meski kau gunakam sampai ujian selesai senin depan. " ujar Jongdae mengingatkan. Baekhyun mengerutkan dahinya dan bibir mungilnya mengerucut.
"Wae? Lagipula siapa bilang aku akan memakai salah satu dari Karasuno* yang berhargaku!" ujarnya mendekap semua pensil dengan penghapus berbentuk kepala karakter tim Karasuno.
"Lalu bagaimana kau akan mengisi lembaran jawabanmu? Kau tidak mau memakai satupun dari selusin pensilmu, ditambah lagi sedari tadi kau sibuk menyusunnya hingga tak menghafal. Apa kau pikir kau sepintar Chanyeol? " Chanyeol yang memang kurang tidur semalam karena menguping tetangga mereka bersama Baekhyun, hampir saja tertidur kalau saja Jongdae tidak menyeretnya dalam perdebatan.
"Eoh, wae? Apa Baekhyunna membuatmu kesal lagi, Jongdae? " tanyanya.
"Aku bukannya kesal, tapi aku hanya heran, kenapa dia membawa pensil sebanyak ini dan malah tidak mau menggunakanya? Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya. Kenapa kau bisa betah sekamar dengannya Chanyeol ah? "
Kyungsoo yang sedari tadi hanya memperhatikan perdebatan mereka akhirnya angkat suara.
"Jongdae ah, kau hanya tidak tau bahwa mereka adalah tipe yang sama." Jongdae baru saja ingin menanyakan apa maksud dari ucapan Kyungsoo, namun Kyungsoo malah memberi isyarat diam dengan jari telunjuk di bibirnya sendiri.
"Geunde, aku juga baru saja membeli semua ini dan sangat sayang jika harus memakainya. " cerita namja Park itu seraya mengeluarkan isi kotak pensilnya yang merupakan koleksi lengkap dari armors*.
"Kyungsoo ya / Kyungja~ " namja Do itu telah terlebih dahulu mengeluarkan dua pensil untuk keduanya. Ia mereupakan teman sekelas mereka saat kelas satu. Hal seperti ini sering terjadi, ketika itu Chanyeol memiliki koleksi Deadpool dan ia bahkan tidak ingat koleksi apa saja yang dimiliki Baekhyun saking banyaknya.
"Yak, neol pabboya? " hardik Jongdae tak percaya dengan kelakuan keduanya. Chanyeol dan Baekhyun hanya tersenyum bodoh mendengar ucapan temannya.
Ketika para siswa tengah sibuk menghafal dan mempersiapkan diri, disaat itulah Song Saenim berjalan ke dalam kelas dengan bunyi dentuman heels-nya memenuhi ruangan yang mendadak sunyi. Wanita paruh baya itu bukanlah sosok yang menyeramkan, dia malah begitu rupawan. Namun jika menyangkut perihal mengawas ujian, percayalah, kau akan berpikir sebaliknya.
"Jinja, apa semuanya tak bisa lebih buruk lagi? Seperti peruntunganku terlalu banyak saja sehingga harus diselipkan kesialan yang bertubi-tubi. Aku belum menguasai materi, tidak sempat memakan roti isi yang dibuatkan Kyung, dan sekarang aku kelaparan. Parahnya lagi, dengan kau dan kemampuan otakmu, ini sama sekali tak membantu sebagai teman sebangku. Lebih baik aku menggunakan otakku saja. Dan gawatnya, Song Saem yang akan mengawasi kita. Hidupku akan berakhir disini. "
Gerutuan dan rengekan Jongin adalah nyanyian pengisi pagi di hari senin yang cerah ini. Sehun hanya menatapnya malas dalam diam. Ia tahu Jongin seperti ini bukan karena alasan yang disebutkannya barusan. Melainkan, karena posisi duduk mereka yang telah diacak, yang memisahkannya dari Kyungsoo. Mengetahui hal ini tadi pagi, semakin merusak suasana hatinya.
Apa boleh buat, ia sangat ketergantungan pada namja bermata belo itu hingga sudah tergolong dalam tahap tidak sehat. Meski Jongin dan dirinya telah berteman sejak sekolah menengah pertama, dan mereka baru mengenal Kyungsoo tiga bulan yang lalu; kedekatan mereka berada di level yang berbeda.
"Kau tidak bisa menyalahkanku atas ketidak beruntunganmu. Lagipula, gerutuanmu tidak akan membawa Kyungsoo duduk di sebelahmu. Dan lagi, hal inu baik bagi Kyungsoo untuk sesekali terlepas dari gulma yang sulit disingkirkan sepertimu. " ujar Sehun tersenyum sinis layaknya kucing Cheshire dalam film Alice. Jongin terkesiap, ia tak percaya sahabatnya - S karang mantan sahabat, mengatainya gulma.
"Tarik ucapanmu kembali, aku bukan gulma! Dasar kau... cadel! " Sehun mengangkat bahu tanda tak peduli dan memulai ujiannya. Jongin baru saja ngin kembali protes saat Song saem menegurnya.
"Siswa Kim, jangan ganggu Sehun. Isilah lembar jawabanmu sendiri. "
Jongin ingin sekali melempar sesuatu ke arah wajah menyebalkan Sehun yang tersenyum jahat sekarang. Jika saja ia tidak sedang menjadi pusat perhatian satu kelas sekarang.
.
C U next ?
*Karasuno = nama tim bola voli dimana Kageyama dan Hinata bergabung dalam komik Haikyuu.
*Armors = para robot dummy / Iron man suits.
If you have any questions just ask me. Promise I won't bite~ ? (only if you're not a chocolate ?)
Wp link : my. /dC9v0rWonN
