FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 15
Author : Han Hye Neul
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Chapter sebelumnya ~
"Aku sangat menyayangi sungmin dan ia. Tapi begitu menyakitkan saat orang yang sangat kau cintai mengkhianatimu. Aku melihatnya tidur dengan laki-laki lain disatu ranjang. Dengan mata kepalaku sendiri.",lanjut siwon lagi.
"Apa ahjussi berpikir jika kibum ahjumma akan berbuat seperti itu ?",tanya kyuhyun. Siwon seketika tubuhnya menegang.
"Kibum ahjumma sakit parah bukan? Bahkan ia benar-benar putus asa tentang kelanjutan hidupnya. Apa ahjussi pernah berpikir bahwa ia hanya melakukan ini untuk menjaga perasaan ahjussi ? Ini hanya pemikiranku saja...",
Otak cerdas siwon sepertinya bekerja keras. Dipikirannya berkecamuk berbagai jenis kemungkinan.
'Apa benar yang diucapkan kyuhyun?'
'Apa kibum hanya menjaga perasaanku?'
'Apa aku yang tidak bisa percaya?'
"Kibummie...",lirih siwon.
~ o0o ~
- Story Begin -
" come on hurry up michelle, you really want to make your the pretty aunty late to the airport huh? ", oceh wanita berambut hitam bergelombang itu pada perempuan berambut pirang cantik yang tengah merapikan riasannya didepan cermin yang cukup besar itu.
"Ohh c'mon my pretty aunty, i must looks charming",alasan perempuan itu.
Dengan agak sedikit kesal wanita yang bisa dikatakan ahjumma -karena umurnya kini sudah mendekati kepala 4- mendekati yeoja pirang itu.
"Awww, ahjumma! Kau merusak tatanan riasanku, aish!",akhirnya aksen korea itu terdengar juga. Ia akan memanggil aunty cantiknya dengan 'ahjumma' jika sedang pirang itu mengusap pipinya yang sedikit chubby yang kini agak sedikit memerah karena dicubit gemas oleh sang 'aunty'.
"Itu karena kau membuat aunty gemas kau tahu? Bahkan kau sudah menghabiskan waktu 30 menit untuk bersolek. Kajja! I won't we are late to the airport!",ucap pretty aunty itu sambil berbalik dan mengambil kopernya. Namun sepertinya michelle benar-benar belum selesai dengan acara mari-kita-bersolek miliknya.
"Tck! We. Must. Go. Now. Miss. Toronto. Runner. Up. Two!",ucap pretty aunty itu sambil menekankan nadanya pada setiap kata.
"Aunty! Berhenti meledekku seperti itu",ucap michelle sambil mengerucutkan bibirnya kesal. Sedangkan pretty aunty hanya terkekeh melihat yeoja itu.
"Ayolah, aku benar-benar tak ingin terlambat okay?",
Akhirnya michelle menuruti aunty cantiknya itu. Ia kini menyelesaikan bersoleknya dan menyeret koper miliknya yang sudah ia sediakan.
Selama didalam mobil mereka berdua sibuk dengan smartphone masing-masing. Sampai akhirnya michelle memecahkan keheningan yang terjadi antara mereka berdua.
"Kibum aunty apa nanti setelah kita sampai di Seoul , aunty akan menemui'nya' ?",sontak pertanyaan Michelle membuat ahjumma -yang kini kita ketahui adalah Kibum- menegang.
"Hahhh~ bukankah kita sudah sepakat tidak akan membahas ini lagi ? Dan satu lagi, panggil aku Kath", ucap Kibum -Kath- sebal.
"But aunty, are you forget with your family ? I mean, you won't met with your baby sungmin? I think better you comeback to your family",ucap Michelle lagi. Kibum memandang yeoja yang kini duduk disampingnya lalu tersenyum.
"Tentu saja aku tidak melupakan Sungmin kecil-ku, aku yakin ia juga tumbuh sehat dan sudah sebesarmu. Tapi itu sudah 10 tahun yang lalu Chell, bahkan aku tak yakin 'dia' masih sendiri",kini senyuman indah tadi berubah menjadi senyuman miris.
"Kau terlalu banyak membuat asumsi Kath aunty, bahkan kau belum pernah bertemu dengannya lagi. Bagaimana kau bisa tahu?",ucap Michelle lagi.
"Hanya saja aku tak mau terlalu banyak berharap. Kau tahu 'dia' itu namja yang sangat tampan, sangat tidak mungkin jika sampai sekarang ia masih sendiri.",
"Oh my! Bahkan kau masih memujinya Kath aunty, tidakkah kau ingin melihatnya sekali lagi?"
"Jika aku melihatnya nanti, aku tak yakin bisa melepasnya lagi. Aku mohon jangan bahas ini lagi okay ? Aku hanya ke Seoul karen tuntutan kerja. Please Chelle",ucap kibum sambil menatap yeoja yang sudah ia anggap sebagai keponakannya itu dengan tatapan memohon.
"Hahh~ what ever. Nanti setelah kita sampai di Seoul, kita akan tinggal di rumah ku, okay? I really miss my brother",ucap Michelle lagi.
~ o0o ~
"Eunggghhh~", suara lenguhan itu berasal dari bibir yeoja cantik yang sedari tadi sleeping beauty. Namun kini tidur cantiknya terusik manakala ia merasakan usus-usus diperutnya benar-benar membutuhkan bahan makanan yang perlu diolah.
Yeoja itu mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyamankan retina matanya dari pencahayaan kamarnya. Ia melirik jam mungil hello kitty yang ada dinakas disamping tempat tidurnya.
"Jam 9 malam.. MWO?!",seketika ia membulatkan mata sipitnya. Ia kini menambah kerjapan matanya. Ekspresinya kini benar-benar lucu. Dengan cepat ia terduduk ditempat tidurnya.
"Bukankah tadi aku masih di kereta bersama kyuhyun? Ah! Kyuhyun? Eoddiseo?",dengan agak panik ia mengambil handphonenya yang ada disaku roknya. Dengan cepat jari-jari lentik itu mengetik nomor kyuhyun. Tak lama kemudian setelah bunyi nada sambung akhirnya kyuhyun mengangkat. Tanpa memberikan kesempatan pada kyuhyun untuk menyapa sungmin, sungmin sudah bicara.
"Kyuhyun-ah neo eoddiseo ? Bagaimana bisa sekarang aku berada dikamar ? Apa kau baik-baik saja ?",tanya sungmin panik.
"Hey, tenanglah chagi.. Kau tadi tertidur sangat pulas, sekalipun aku sudah membangunkanmu namun sepertinya alam mimpimu lebih menarik sampai kau tak mau bangun. Dan hey, Aku baik-baik saja, memangnya ada apa eung ?",
"Jeongmal? Hmm... Aku hanya takut saja kyu, saat terbangun aku sudah berada dikamar. Aku pikir tadi kita dirampok dan mereka membuangku dipinggir jalan dan seseorang membawa ku pulang namun kau malah diculik oleh penjahat itu",sungmin menerangkan dengan seksama namun kyuhyun malah tak bisa menyembunyikan gelak tawanya.
"Buahahahaha.. Aigoo, bagaimana bi.. Hahahaha. Imajinasimu terlalu tinggi sayang, hahaha!",kyuhyun masih tidak bisa menghentikan tawanya padahal jika saja ia tahu kini sungmin sudah menekuk wajahnya. Dia kesal. Bagaimana tidak kesal? Ia hanya 'mengkhawatirkan' kekasihnya namun malah dianggap lelucon belaka.
"Tidak lucu Cho! Jadi kau pikir kekhawatiranku itu lelucon! Kau menyebalkan!",tanpa mendengar jawaban kyuhyun sungmin langsung memutuskan teleponnya.
Dengan hentakan kaki kesal sungmin keluar dari kamarnya untuk pergi ke dapur. Sepertinya air yang dingin mampu mendinginkan hatinya juga. Namun langkah kakinya terhenti mana kala berpapasan dengan appanya -siwon- ditangga.
"Kau sudah bangun? Baru saja appa ingin mengecheck ke kamarmu, apa kau su-...", baru saja siwon ingin menawari sungmin makan namun dengan cepat sungmin memotongnya.
"Tak usah mencoba memperdulikanku. Cukup anggap aku tak ada", setelah mengucapkan itu sungmin melanjutkan langkah kakinya menyusuri anak tangga dan melewati siwon. Namun langkah kaki berikutnya tertahan karena tangannya kini dipegang siwon.
"Lee Sungmin! Apa kau tidak sedikit saja merindukan appa ? Kau tahu appa sangat merindukanmu.", ucap siwon dengan nada memohon. Sungmin berbalik kini ia melihat wajah siwon benar-benar lesu. Bohong jika ia bilang tidak merindukan siwon. Hanya saja ia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa karena appanya inilah eommanya 'meninggal'.
"Aku tidak me-...",
Kruyukkkkk~
Dengan tidak etisnya perut mungil sungmin protes minta diisi. Sungmin berdecak.
"Ayo kita makan. Kau tidak suka makan sendiri 'kan? Appa akan membuatkan sesuatu untukmu dan jangan menolak karena appa tahu kau belum bisa memasak."
"Aku bisa meminta Kim ahjumma untuk memasakan sesuatu untukku"
"Dan tega membangunkannya yang baru saja beristirahat hanya untuk masak untukmu. Ayolah minnie, beri appa kesempatan kali ini saja.. Appa benar-benar membutuhkanmu", sungmin benar-benar tidak tega melihat appanya mengemis seperti ini padanya. Toh perutnya juga sudah tidak dapat berkompromi lagi. Apa salah kali ini ia menuruti perintah appanya.
"Baiklah~", setelah mengucapkan kata itu sungmin menepis tangan siwon dan beranjak menuju dapur disusul siwon yang tersenyum senang.
~ o0o ~
"Cha! Satu porsi omelet keju pesanan Tuan putri sudah jadi",ucap siwon ala-ala chef yang tengah membuat makanan untuk anak kecil.
"Ohh ayolah, aku bukan anak kecil lagi",protes sungmin.
"Tentu saja bukan. Bahkan kini kau sudah mempunyai namjachingu",ucap siwon yang membuat pergerakan sendok sungmin berhenti. Kini pipi chubbynya mulai merona.
"Sok tahu sekali",jawab sungmin ketus untuk menutupi kegugupannya.
Siwon mendudukan dirinya tepat dibangku yang ada dihadapan sungmin.
"Bagaimana tidak tahu? Bahkan ia membawa putriku satu-satunya semalaman, dan dengan santainya membawamu pulang sambil menggendongmu begitu",ucapan siwon kali ini membuatnya tambah memerah.
"Aish! Jangan berpikiran yang tidak-tidak!",ucap sungmin kesal dan lebih memilih memakan omelet dipiringnya.
"Tentu saja appa tidak berpikir macam-macam. Appa percaya padanya. Dia sudah jatuh padamu min.",sungmin mendongak dan menatap siwon.
"Tck! Kami baru pacaran belum lama. Tidak mungkin.",
"Hey, appa itu seorang namja. Appa tahu arti tatapannya saat menatapmu. Appa yakin ia sangat mencintaimu dan tidak akan mungkin merusakmu. Appa hanya berharap kau bisa menjaga baik-baik cinta yang telah ia berikan kepadamu. Karena dia mungkin akan jatuh kedalam jurang yang lebih dalam lagi jika kau menyakitinya",sungmin melongo mendengar penuturan siwon. Bahkan ia tidak bisa berkomentar apapun. Baru kali ini siwon bicara panjang lebar dengannya , semenjak insiden cerai itu.
Siwon yang melihat ekspresi sungmin menjadi salah tingkah sendiri. Seolah-olah dia itu mengucapkan kata yang salah. Ia beranjak dari tempat duduknya."Kau sudah hampir selesai 'kan? Kalau begitu appa tidur lebih dulu ya?",
'Aku tak akan menyakitinya',ucap sungmin dalam hati.
Saat sungmin mencoba untuk bangun namun kepalanya benar-benar terasa pusing.
'Oh tidak! Jangan sekarang, aku mohon',batin sungmin.
"Arrrgggghhh",geram sungmin yang membuat siwon membalikan badannya dan kini ia terkejut. Ia melihat sungmin berdiri dengan tangan kanan memegang kepalanya dan tangan kiri berpegangan dengan meja makan seolah untuk menopang dirinya.
"Lee sungmin!",teriak siwon buru-buru berlari menuju sungmin. Tepat saat sungmin terjatuh. Siwon tambah terkejut manakala cairan berbau anyir itu merembes dihidung sungmin.
"Lee sungmin irreona!",ucap siwon sambil menepuk-nepuk pipi sungmin.
~ o0o ~
Siwon tak henti-hentinya memanjatkan doa pada Tuhan. Tangan kekarnya juga senantiata mengusap dan menggenggam tangan sungmin yang bebas dari selang infusan. Air mata kini mengalir bebas dipipi tirusnya.
"Ohh Tuhan, appa macam apa aku ini? Bahkan penyakit sungmin saja baru ku ketahui sekarang, saat sudah separah ini. Kau gagal Lee Siwon! hikss..", isakan kecil itu lolos dari bibir siwon. Ia benar-benar hancur melihat putri kesayangannya kini terbaring lemah. Dokter memberikan suntikan pereda rasa sakit seperti bius. Namun tak ada yang tahu kapan efek bius itu akan menghilang. Hanya sungmin lah yang dapat memastikan itu.
Suara mesin yang sedari tadi meramaikan suasana di dalam ruangan pasien ini. Bahkan sepertinya siwon sudah lelah untuk menangis. Yang ia lakukan kini hanya menggenggam tangan sungmin dan terus-terusan berdoa. Sepertinya Siwon juga belum menyadari bahwa sekarang sudah siang.
Tak lama pintu geser itu terbuka dan muncullah Kim ahjumma.
"Ahjumma bisa pulang sekarang, kau butuh istirahat, biar aku yang menunggui sungmin",ucap siwon. Sepertinya Kim ahjumma tidak ingin membantah ucapan siwon. Mengingat kondisi siwon yang kini sedang rapuh ,akhirnya ia memilih pergi. Sebelum benar-benar pergi Kim ahjumma berbalik.
"Tapi Tuan juga jangan sampai lupa pergi ke kantor. Sejak tadi pagi ponsel Tuan terus berbunyi, sepertinya ada hal yang penting",ucapnya lalu benar-benar pergi darisana.
Saat Kim ahjumma sudah pergi, siwon melirik nakas yang ada disamping tempat tidur sungmin. Ia meraih ponselnya. Memang ia akui ponselnya terus bergetar sejak tadi pagi. Tapi apa yang harus ia lakukan jika sekarang saja sungmin tengah sakit seperti ini. Semua isi panggilan itu sama. Dari sekretarisnya.
"Hahhh~",siwon menghela nafas panjang. Ia benar-benar bingung.
~ o0o ~
Suasana kelas pagi ini sudah cukup ramai. Namun sejak tadi kyuhyun merasa gelisah. Pasalnya yeojachingunya belum datang juga padahal 5 menit lagi pelajaran akan dimulai.
"Apa dia terlambat?",gumam kyuhyun pelan.
Bughh
Donghae dengan santainya menepuk pungggung kyuhyun lalu terkekeh.
"Pasangan baru ini benar-benar ya, sudah kemarin tidak masuk bersama kini. Namjanya seperti anak ayam kehilangan induknya saat sang yeoja chingu tak kunjung datang",ucap donghae mendramatisir keadaan dan diakhiri dengan gelak tawa dari yesung dan donghae.
"Diamlah hyung!",ucap kyuhyun kesal.
"Lagipula kau kemarin kemana kyu? Pakai acara membawa sungmin segala hingga menginap. Kau tahu si henry seperti orang yang kesetanan terus meneleponi kami menanyakan kau dimana. Tck!",oceh yesung.
"Mianhae hyungdeul. Kau tahu kurasa aku dan sungmin benar-benar berjodoh",ucap kyuhyun sambil senyum-senyum.
Pletakk
Donghae dengan tidak etisnya kembali memberikan serangan kini dikepala jenius kyuhyun."Yak hyungggg!",protes kyuhyun.
"Lagian ucapanmu itu semakin melantur cho!"
"Aishh! Aku serius hyung! Kau tahu ternyata minnie yang selama ini aku cari itu Sungmin! Dan betapa menyenangkannya saat tahu ia juga mencari GaemGyu, padahal Gaemgyunya itu adalah namjachingu-nya sendiri. Bukankah ini bukan kebetulan semata? Tapi memang jodoh bukan? Bahkan sebelum bertemu sungmin aku sudah memimpikannya. Aku sangat yakin itu adalah JODOH",ucap kyuhyun panjang lebar dan mantap. Tanpa ketiga orang ini sadari henry tengah terpaku mendengar penuturan yang kyuhyun lontarkan.
'Jadi dia benar-benar Gaemgyu? Cih, bahkan kau sudah kalah sejak awal Henry Lau! Terima saja kekalahanmu itu',batin henry sambil tersenyum miris.
Dengan langkah gontai ia menghampiri ketiga orang itu.
"Yak! Evil babo!"Panggil henry yang membuat kyuhyun langsung menatapnya tajam.
"Hey! Namaku Cho Kyuhyun bukan evil babo, lagipula aku kan pintar",jawab kyuhyun sambil memamerkan name tag diseragamnya.
"Terserahlah. Bisakah kau menolongku?",ucap henry yang kini membuat ketiga namja itu melongo.
"Wahh ini jarang terjadi, apa yang bisa aku bantu bocah?",ledek kyuhyun.
"Tck! Sepertinya memang salah aku meminta bantuanmu untuk menjaga sungmin dirumah sakit. Yasudahlah biar aku saja yang kesana",ucap henry yang kini benar-benar membuat kyuhyun terkejut. Dengan cepat ia berdiri dan menahan henry yang tadi ingin beranjak dari sana.
"Apa maksudmu menjaga sungmin? Dan hey dirumah sakit?",cecar kyuhyun.
"Hahh~ betapa sialnya aku harus menjemput seseorang nanti di airport. Jadi ku harap kau bisa ke rumah sakit nanti siang. Tadi malam sungmin masuk rumah sakit, itu yang dikatakan Kim ahjumma padaku",ucap henry yang membuat rahang kyuhyun menegang.
"Tak perlu nanti siang , sekarangpun aku bisa menjaganya",ucap kyuhyun lalu melepas tangan henry dan berniat pergi ke rumah sakit.
"Dan kau ingin di cap buruk oleh appa sungmin karena ternyata namjachingu putri kesayangannya itu suka membolos."
Kyuhyun berbalik dan menatap henry bingung."Apa maksudmu? Apa Siwon ahjussi ada disana?",
"Ya begitulah, lebih baik saat pulang sekolah kau menjenguknya. Ya itupun jika kau mau mendengarkan saranku",ucap henry acuh lalu ia beranjak pergi ke kursinya.
'Ada benarnya juga yang ucapkan bocah itu',batin kyuhyun."Hahhh~ baiklah Cho! Kau harus memberikan kesan yang baik pada Calon mertuamu",ucap kyuhyun menyemangati dirinya sendiri. Walau tak bisa ia pungkiri juga kalau ia benar-benar khawatir dengan keadaan sungmin.
~ o0o ~
Srett
Dengan gerakan hati-hati kyuhyun menggeser pintu geser ruang inap pasien itu. Tak sengaja ia melihat sungmin yang tengah menatap siwon. Namun saat merasakan kedatangan orang lain, ia buru-buru menutup kembali matanya seolah-olah tertidur. Kyuhyun sedikit terkekeh melihat itu. Namun sepertinya kekehan kecil itu mampu membangunkan siwon yang tertidur dikursi disebelah tempat tidur sungmin.
Siwon menatap kyuhyun sambil sesekali mengerjapkan matanya karena cahaya ruangan itu cukup terang ditambah bias-bias matahari.
"Eoh, kau datang?",ucap siwon dengan suara serak. Kyuhyun mengangguk.
"Sepertinya ahjussi lelah, lebih baik ahjussi pulang dan istirahat biar aku yang menjaga kelinci nakal itu",sepertinya kyuhyun berniat menggoda sungmin'nya' yang kini tengah -pura pura- tidur.
DRRRTTTT DDDRRTTTT
Belum sempat menanggapi ucapan kyuhyun kini ponsel siwon kembali bergetar."Angkat saja",ucap kyuhyun.
Dengan perlahan siwon mengangkat panggilan itu.
"Yeoboseyo Sekretaris Park"
"..."
"Tak bisakah kau yang mewakiliku untuk menemui klien itu?"
"..."
Siwon menatap sungmin sekilas lalu menghembuskan nafasnya panjang."Ohh ayolah hyung, putriku sedang membutuhkanku dirumah sakit. Jangan membuatku sulit dengan kondisi ini"
"Untuk kali ini lebih baik aku kehilangan proyek bodoh itu, sekalipun kau bilang ini proyek besar. Bagiku yang terpenting adalah putriku, arra ? Nanti jika dia sudah membaik baru aku akan ke kantor",lanjut siwon tanpa memberikan kesempatan sekretarisnya untuk bicara, ia langsung memutuskan telepon itu sepihak.
Siwon memijit pelipisnya perlahan. Dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi putrinya. Mungkin jika bisa memilih, ia akan memilih melihat sungmin tak menganggapnya daripada harus melihat putri kesayangannya itu harus terbaring tak berdaya seperti ini.
"Ahjussi lebih baik pergi ke kantor saja. Aku yakin mereka sangat membutuhkan ahjussi disana. Biar urusan sungmin aku saja yang menjaganya",baru saja siwon mau menolak tawaran kyuhyun.
"Aku sudah mengetahui kondisi sungmin, kyu. Bagaimana aku bisa meninggalkannya saat putriku hanya sendiri memperjuangkan hidupnya? Ayolah, jangan semakin membuatku seperti appa yang gagal. Hikss...",untuk pertama kalinya siwon memperlihatkan sisi rapuhnya didepan sungmin. Sungmin sangat kaget. Bahkan tanpa sengaja ia membuka matanya dan menatap siwon yang tengah memunggunginya. Bahu siwon bergetar. Iya bergetar! Dan sungmin tak salah lihat itu. Ia menatap punggung itu sendu.
Saat merasa siwon akan berbalik dengan cepat sungmin menutup kembali matanya. Kyuhyun agak jengah melihat tingkah yeojachingunya itu.
"Ahjussi.. Lebih baik ahjussi pergi kekantor. Jika karena hal ini ahjussi membuat kantor bangkrut maka bagaimana ahjussi akan membantu sungmin untuk sembuh.",kyuhyun menghampiri siwon.
"Jangan khawatir ada aku disini. Biar aku yang menjaganya selama ahjussi pergi"
"Kau benar. Akan kulakukan apapun untuk membuatnya sembuh. Hahhh~ tolong jaga dia kyu. Hubungi ahjussi jika ia sudah sadar, ahjussi hanya pergi sebentar",akhirnya siwon memilih untuk pergi. Saat siwon sudah pergi, kyuhyun mendekat ke ranjang sungmin dan duduk disisi ranjang itu.
"Hey, bangunlah kelinci nakal. Aku tahu kau sudah bangun sejak tadi. Kalau kau merin-...",ucapan kyuhyun terhenti manakala sungmin langsung duduk dan memeluk tubuhnya.
"Hiksss...hikss... Aku... Aku membencinya kyu! Tapi ke-.. Hikss. Kenapa ia masih memikirkanku? Hikss hikss",tangis sungmin pecah dalam pelukan itu. Pelukannya terus mengerat. Kyuhyun membalas dengan menepuk lembut punggung sungmin.
"Ssssttt... Itu karena ia menyayangimu, putri satu-satunya. Ssssttt.. Uljima"
"Tapi dia sudah meninggalkan eommaku kyu, bahkan ia membuat eomma meninggal! Aku membencinya kyu! Hiksss..."
~ o0o ~
"Oppa!",teriak michelle saat ekor matanya menatap namja tampan yang kini tengah menunggunya di depan airport. Ia melambaikan tangannya semangat ke arah namja itu.
"Let's go Kath aunty! He is my brother",ucap Michelle semangat. Kibum hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Michelle.
"Annyeong henry oppa!",ucapnya semangat.
"Aigoo apa yang kau lakukan pada rambutmu eoh?! Aishh jinjja!",kini henry menarik michelle dan menjepit kepala cantiknya itu diantara ketiaknya.
"Aaarrgghhh! Oppa lepaskan!",akhirnya henry melepaskan kungkungannya itu. Kibum tertawa kecil melihat tingkah kakak beradik itu.
DDRRTTT DDRRTTT
Tak lama ponsel Kibum bergetar. Dengan cepat ia menyambar panggilan itu.
"Yes. I already in the Incheon Airport."
"..."
"Now ?"
"..."
"Ohh okay, tell me that address"
"..."
"Okay, i know that place."
"..."
"My pleasure, see you Ms. Park"
Kibum menyelesaikan telepon itu dan beralih menatap kakak adik itu.
"Maybe i must go first",ucap Kibum.
"Tapi aunty, apa perlu oppa babo ini menjemputmu nanti ?",ucap michelle yang dihadiahi deathglare dari henry.
"Yeah, maybe i could pick up you later ?",tawar henry.
"Hahaha, eobsoyo. Aku sudah mengenal Seoul dengan baik jadi jangan khawatir. Aku bisa pulang sendiri nanti, cukup beri aku alamatnya saja, okay aku harus pergi dulu ne.",ucap Kibum yang membuat henry melongo. Lalu kibum meninggalkan mereka berdua.
"Apa ahjumma itu orang Korea ?",tanya henry tak paham.
~ o0o ~
Sudah 15 menit Kibum menunggu kliennya di Seoul. Namun sepertinya partner bisnisnya itu belum datang juga. Kini kibum hanya bisa menyeruput sesekali Coffee Latte yang dipesannya dari Cafe ini. Ia melihat sisi jendela, tampak orang berlalu lalang. Ia benar-benar sangat merindukan masa-masa bersama'nya' dulu.
Karena terlalu memperhatikan luar jendela, bahkan Kibum sampai tak menyadari bahwa ada seorang pria tengah berjalan kearahnya dengan tergesa-gesa.
"I'm sorry too late. So crowded...",ucap namja itu terhenti saat kibum menolehkan wajahnya ke namja yang mengajaknya bicara. Keduanya menegang.
"K-kau..."
~ TBC ~
Hehehe, mianhae TBC lagi. Ayo komen-komen. Author bakal sempetin ngetik deh buat selesain Fic ini, walaupun lagi UAS *ketahuan males belajar* ㅋㅋㅋ ~
Author tunggu komennya yaa ^^ #bow
