FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 17
Author : Han Hye Neul
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Chapter sebelumnya ~
"Mungkin ini terdengar lancang...tapi maukah kau rujuk kembali denganku Siwon-ssi, Sungmin membutuhkan saudara kandung yang bisa menolongnya.. Jadi ku pikir kita bi...",ucapan Kibum itu dengan cepat dipotong Siwon.
"Kibummie, kau serius ?",
- Story Begin -
Sungmin terus termenung sepi menatap taman kecilnya dari balkon kamarnya. Bukan hanya Siwon yang merindukan Kibum tapi dia juga. Sungmin yang selama ini hidup tanpa sang eomma begitu merindukan pelukan hangat dari eommanya. Berbagai kenangan masa kecilnya di taman kecil itu menyeruak begitu saja tanpa ampun pada benak Sungmin.
Bahkan karena terlalu larut dalam kenangannya, Sungmin sampai tak menyadari sudah beberapa tetes air mata membasahi pipi chubbynya. Tak ada isakan disana. Hanya ada sebuah tatapan sendu. Seperti sebuah efek alam yang sengaja diciptakan untuk menemani kesedihan Sungmin, langit senja kini terlihat muram dan siap mengguyur kota metropolitan itu dengan berkubik-kubik tetesan airnya. Namun seolah menikmati tetes demi tetes yang turun, Sungmin seolah enggan terusik. Berbagai pikiran tentang eommanya begitu menyesakan dadanya, sampai akhirnya Sungmin sudah tidak mampu tak mengeluarkan isakannya.
"Hikss...hikss...eomma...",isakan Sungmin semakin menjadi. Namun saat rintik-rintik hujan tak terasa lagi dipucuk kepalanya, ia menghentikan tangisannya. Ia memiringkan kepalanya ke sisi kiri, kini ia mendapati wajah tampan Kyuhyun berada tepat disampingnya. Dengan jaket lebarnya yang Kyuhyun rentangkan untuk melindungi kedua kepala mereka.
"Kita masuk kedalam eum? Aku tidak ingin kau harus kembali ke kamar rumah sakit lagi, arratji?",seperti enggan berdebat dengan Kyuhyun, Sungmin mengangguk pasrah.
Kyuhyun menggiring Sungmin kembali masuk kedalam kamar dan mendudukan yeoja manis itu disisi ranjang. Bola mata Sungmin mengedar mengikuti siluet namjachingunya itu. Sepertinya Kyuhyun tengah sibuk didalam kamar mandi pribadi Sungmin. Kepalanya melongo keluar kamar mandi,"Dimana kau meletakan handukmu? Kulihat dikamar mandi tak ada",tanya Kyuhyun.
Sungmin menunjuk lemari kecil yang ada di samping lemari bajunya. Kyuhyun mengangguk dan menuju lemari kecil itu. Ia mengambil salah satu handuk pink yang tersusun rapi dilemari itu, lalu menghampiri Sungmin yang masih duduk tenang disisi ranjangnya. Sungmin masih menatap Kyuhyun lekat sedangkan Kyuhyun mengembangkan senyumnya. Jemari besar Kyuhyun kini mengusapkan handuk itu lembut dirambut Sungmin yang agak basah itu. Sungmin memejamkan matanya sejenak untuk menikmati usapan Kyuhyun.
"Hey, jangan buat aku khawatir lagi ne? Kau jelas-jelas tahu diluar itu hujan, jangan berdiam diri saat tubuhmu diterpa air hujan seperti tadi",oceh Kyuhyun sambil terus mengusap rambut Sungmin.
"Arra eomma...",ucap Sungmin serak. Kyuhyun menghentikan usapannya dan menatap Sungmin lekat-lekat. Yeoja itu masih menutup matanya. Namun siapa tahu mata foxynya tengah menumpuk air matanya yang siap jatuh kapan saja. Tepat saat Sungmin membuka kelopak matanya, airmatanya terjatuh bebas membentuk sungai kecil dipipi chubbynya. Ia tersenyum menatap Kyuhyun. Tapi senyuman ini lebih tepat menggambarkan kemirisan.
"Aku merindukan eomma, Kyu...",ucap Sungmin lagi, kali ini diselingi beberapa isakan.
Kyuhyun beralih merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapannya. Sesekali telapak tangan kekarnya menepuk lembut punggung Sungmin. Kyuhyun membiarkan Sungmin menumpahkan kesedihannya didada bidangnya itu.
"Apa benar eomma masih hidup ?"
"Apa benar eomma masih mengingatku ?"
"Kenapa eomma tidak menjengukku langsung ?"
"Apa eomma sudah memiliki keluarga baru ?"
"Kenapa eomma tidak menanyakan keadaanku ?"
"Kenapa eomma tidak pernah menemuiku ?", Sungmin terus berceloteh ditengah-tengah isakannya.
"Semua pertanyaan itu membuat dadaku sesak,Kyu..hikss...hikss.. Eottokhae?",suara Sungmin semakin pilu menyapa telinga Kyuhyun.
"Ssssttt...",kyuhyun hanya mencoba menenangkan Sungmin dengan desisan dan usapan lembut dipunggung mungil yeoja itu.
Saat terasa tak ada isakan lagi, Kyuhyun melepas pelukannya dan menghapus sisa-sisa jejak airmata dipipi Sungmin dengan kedua ibu jarinya.
"Setiap orang mempunyai alasan bukan ? Percayalah, Kibum ahjumma punya alasan yang kuat untuk ini",ucap Kyuhyun lembut lalu tersenyum.
"Lebih baik kau istirahat, aku tak ingin yeojachinguku kembali ke kamar inap dirumah sakit lagi. Apa kau tidak ingin pergi sekolah eum?",tanya Kyuhyun lembut sambil mengusap lembut rambut lembab Sungmin. Sungmin mengangguk. Kyuhyun menggiring Sungmin untuk merebahkan tubuhnya diranjang dan menyelimuti yeoja itu sebatas dada lalu mengecup singkat dahinya.
Kyuhyun menarik kursi yang ada disudut ruangan dan menaruhnya disisi kanan ranjang Sungmin. Tangan kekar Kyuhyun menggenggam tangan kanan sungmin, sesekali menepuknya penuh kelembutan.
"Tidurlah, aku akan menemanimu sampai terlelap. Setelah itu baru aku pulang",ucap Kyuhyun yang seperti sugesti untuk membuat Sungmin memejamkan matanya.
~ o0o ~
"Aku tak menyangka hari ini benar-benar akan datang! Hahh~ lega sekali rasanyaa",ucap Siwon sambil merekahkan senyuman diwajah tampannya.
Siwon terus mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Kibum. Kedua tangan itu seperti enggan terpisahkan. Mereka saling jalan berdampingan bahkan tak memperdulikan bahwa mereka kini sedang berada di trotoar di daerah Gangnam yang tentu saja banyak orang yang berlalu lalang.
Kibum tersenyum menanggapi celotehan Siwon. Hatinya juga merasa lega. Bahkan sangat lega. Dia sangat bersyukur bahwa Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk bersama kembali dengan laki-laki yang sangat ia cintai sampai detik ini. Semuanya patut disyukuri bukan?
"Kau berlebihan wonnie, kita seperti pasangan muda saja",ucap Kibum malu-malu. Kini kibum mulai mengayunkan tautan tangan mereka.
"Biar saja. Biar semua orang dapat melihat betapa bahagianya kita. Kau tahu ?",Siwon menghentikan langkah kakinya yang otomatis membuat Kibum juga menghentikan langkah kakinya. Siwon membimbing Kibum untuk menatapnya.
"Mwo?",tanya Kibum bingung.
"Aku bahagia Kibummie, sangat bahagia. Berjanjilah untuk tetap disisiku apa pun yang terjadi, kumohon",ucap Siwon dengan tatapan memohon. Kibum menatap Siwon lekat-lekat, kemudian ia mengangguk. Tanpa pandang sekitar, Siwon langsung memeluk Kibum erat. Kali ini Kibum tak menolak, ia membalas pelukan Siwon. Ia sangat merindukan aroma -mantan- Suaminya itu.
"Gomawo Kibummie, saranghae",ucap Siwon sambil mengecup pucuk kepala Kibum. Tak lama mereka melepaskan pelukannya dan saling bertatapan.
"Wonnie, sepertinya ini sudah hampir malam. Aku harus pulang",baru saja Kibum ingin melepaskan tautan tangan mereka namun Siwon mengeratkan genggamannya. Kibum menatap Siwon bingung.
"Waeyo ?",
"Kau tak akan pulang kemanapun kecuali pulang kerumah 'kita' bersama",ucap Siwon telak.
~ o0o ~
"Eunghh~",Sungmin sedikit melenguh saat ia terjaga dari tidurnya. Tenggorokannya terasa kering. Mungkin ini efek pasca menangis tadi. Saat ia berniat bangun namun tangan kanannya terasa berat. Ia menoleh ke sisi kanan. Kini ia mendapati Kyuhyun tidur terlelap dengan posisi duduk dan kepalanya di sisi ranjang Sungmin dan jangan lupakan tangannya yang menggenggam tangan kanan Sungmin. Sungmin tersenyum tipis melihat wajah polos Kyuhyun yang tengah tertidur.
"You looks like baby when you sleeping like this. It makes me love you more. Saranghaeyo Kyuhyun-ah~",gumam Sungmin sangat pelan seraya merapikan anak poni Kyuhyun dengan tangan kirinya.
Namun sepertinya gerakannya sepertinya menganggu acara tidur tampannya Kyuhyun. Lelaki itu menegakkan tubuhnya dan mengucek sebentar kelopak matanya.
"Kau bangun ? Apa kau haus?",tanya Kyuhyun.
"Kau tak pulang ?",pertanyaan Kyuhyun kini dibalas pertanyaan lagi oleh Sungmin. Kyuhyun menggeleng.
"Sepertinya aku ketiduran. Apa kau haus ?",tanya Kyuhyun lagi. Kali ini Sungmin mengangguk.
"Baiklah, aku ambilkan ne ?",baru saja Kyuhyun berniat bangkit namun gerakannya ia urungkan ketika tangan Sungmin menahannya.
"Ini sudah larut, orang tuamu pasti khawatir. Apa perlu aku menelepon taksi untuk mengantarmu pulang ?",tanya Sungmin.
"Tidak perlu. Aku bawa motor, aku ambilkan minummu oke?",ucap Kyuhyun lagi. Sungmin menggeleng. Ia malah menggandeng tangan Kyuhyun menuju keluar kamar.
"Kita bersama, aku akan mengantarmu sampai depan. Kau harus pulang, ini sudah larut. Kajja!",ucap Sungmin final. Akhirnya Kyuhyun hanya bisa menurut saja.
~ o0o ~
SREKK SREKK
Langkah kaki Kyuhyun dan Sungmin terhenti saat ditangga. Sungmin yang jalan didepan Kyuhyun berbalik menatap Kyuhyun yang ada dibelakangnya.
"Ada suara apa itu? Sepertinya dari dapur",ucap Sungmin bingung.
"Mungkin appamu baru pulang ?",tebak Kyuhyun. Sungmin menggedikan bahunya. Akhirnya Kyuhyun memilih jalan lebih dulu dari Sungmin. Ia menuju dapur.
Kyuhyun membulatkan matanya melihat sosok yang ada didapur itu dan tak lama disusul Sungmin yang sedikit berlari kecil menyusul Kyuhyun. Sungmin tertabrak kecil dengan punggung Kyuhyun karena namja itu berhenti.
"Yak! Neo mwo-... Eo-mma?",Sungmin mengedip-edipkan matanya berkali-kali saat melihat sosok wanita paruh baya kini sedang menggunakan apron pink miliknya.
Kibum -wanita itu- menghentikan aktivitasnya memasak dan mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin dan Kyuhyun. Tak lama Siwon datang dengan pakaian santai dan jangan lupakan handuk yang masih ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.
"Kyuhyun ada disini?",tanya Siwon kepada Kyuhyun dan Sungmin. Dan kedua sejoli itu mengangguk lemah dengan kompak.
"Eung..kajja! Aku sudah membuatkan ttobokki",ucap Kibum memecahkan keheningan. Kyuhyun dan Sungmin berjalan menuju meja makan dan duduk berdampingan, berhadapan dengan Siwon dan Kibum.
"Kyuhyun-ah apa yang kau lakukan disini ? Kau lihat bukan ini sudah hampir jam 11 malam?",ucap Siwon agak kesal, membuat Kyuhyun tersentak.
"Ahh~ itu. Aku menemani Sungmin sampai ia tertidur, tapi ternyata aku malah ketiduran. Hehehe",ucap Kyuhyun smabil terkekeh pelan.
PLAK
Kibum sedikit mencondongkan tubuhnya untuk memukul bahu Kyuhyun.
"Jadi kalian berduaan dikamar ? Dan apa ? Tidur ? Aishh",ucap Kibum gemas.
"Aww, appo ahjumma!",sungut Kyuhyun sambil mengusap bahunya. Siwon dan Sungmin terkekeh melihat tingkah Kibum dan Kyuhyun.
"Itu karena kau sudah keterlaluan Kyuhyun-ah, aishh! Bagaimana bisa putriku mempunyai namjachingu sepertimu!",ucap Kibum kesal. Sepertinya naluri seorang ibunya kini sedang berkobar-kobar. Bahkan ia bersiap memukul Kyuhyun lagi namun urung karena Siwon menahannya dan Sungmin juga berlaku seolah melindungi Kyuhyun.
"Sudahlah eomma, Kyuhyun tidak melakukan hal-hal yang ada dikepala cantik eomma. Dia hanya menemaniku saja, tidak lebih",jelas Sungmin.
"Ahh~ akhirnya kau membelaku ming. Makanya eommonim jangan berprasangka buruk dulu padaku ?",ucap Kyuhyun yang membuat ketiga orang disana membulatkan matanya.
"Eommonim ?",ulang Siwon.
Kyuhyun mengangguk mantap,"terima atau tidak, akulah yang nanti jadi menantu keluarga Lee",ucap Kyuhyun percaya diri.
"Cih! Kau terlalu percaya diri, Cho!",cibir Sungmin. Semuanya terkekeh sampai Sungmin membuka percakap serius.
"Eomma kembali ?",tanya Sungmin sambil menatap Kibum lekat-lekat.
Kibum mengangguk,"apa kau tidak senang minnie-ya ?",ucap Kibum sambil menatap Sungmin lesu.
"Dalam waktu cepat, eomma dan appa akan rujuk minnie.",tambah Siwon. Sungmin membulatkan matanya, lalu ia bangkit dari tempat duduknya. Tubuh Kibum menegang. Ia berpikir bahwa Sungmin akan menolak rencana ini. Namun tanpa diduga yeoja manis itu berjalan dan berdiri diantara Siwon dan Kibum. Dengan bersamaan Sungmin memeluk appa dan eommanya itu.
"Gomawo eomma appa! Minnie senang!",ucap Sungmin terharu. Bahkan airmatanya sampai menetes. Kyuhyun memandang keluarga dihadapannya lalu tersenyum.
~ o0o ~
"Apa kau senang ?",tanya Kyuhyun saat Sungmin mengantarnya sampai ke pintu depan. Kini dua sejoli itu berhadapan, kedua tangannya saling bertautan. Sungmin mengangguk pasti.
"Apa bahumu masih sakit ? Sepertinya tadi eomma memukulmu cukup keras. Maafkan ya ?",ucap Sungmin sambil menatap bahu Kyuhyun cemas. Kyuhyun berpura-pura merajuk dengan mempoutkan bibirnya.
"Ini sangat sakit kau tahu",ucap Kyuhyun dengan nada kesal yang dibuat-buat.
Tanpa diduga Sungmin mendekat dan mengecup singkat bahu Kyuhyun yang terbalut jaket kulit itu lalu mengusapnya lembut. Kyuhyun mengerjapkan matanya terkejut.
"Tak lama lagi pasti akan sembuh",ucap Sungmin sambil memamerkan deretan giginya. Kyuhyun berpikir sejenak lalu tersenyum miring. Ia menundukan tubuhnya agar sejajar dengan wajah sungmin.
"Kau benar! Cara itu sangat ampuh untuk menyembuhkanku. Dan sepertinya disini juga membutuhkan kecupan itu",ucap Kyuhyun jahil sambil menunjuk bibirnya dengan telunjuknya.
Sungmin menepuk pelan bibir Kyuhyun."Dasar namja mesum!",oceh Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.
"Tapi kau mencintaiku",ucap Kyuhyun kini yang membuat Sungmin tak mampu balas mengatainya.
Sungmin mengusap lembut pipi tirus namja dihadapannya kini."Kau benar, sialnya aku benar-benar mencintaimu",ucap Sungmin diakhiri kekehan kecil.
"Jja! Kau masuklah, langsung istirahat",ucap Kyuhyun menasehati. Sungmin mengangguk.
"Kau juga hati-hati dijalan",ucap Sungmin.
~ o0o ~
Saat motor Kyuhyun melewati perempatan jalan. Ekor matanya menata sosok yang -sepertinya- ia kenal. Ia menepikan motornya agak jauh dari kedai dipinggir jalan yang menjadi objek pandangannya itu. Ia membuka helmnya dan menajamkan pandangannya pada objek itu.
"H-henry ?",gumam Kyuhyun.
Kyuhyun memutuskan untuk menghampiri Henry. Sepertinya namja berdarah China itu agak tidak fokus. Kyuhyun mengalihkan matanya ke meja Henry. Ada 3 botol soju yang sudah kosong bertengger disana. Kyuhyun berdecih lalu duduk dihadapan Henry. Sepertinya Henry tidak menyadari Kyuhyun duduk dihadapannya dan ia masih sibuk menuang soju kedalam gelasnya.
Merasa diacuhkan Kyuhyun menyambar gelas yang hendak diminum oleh Henry.
"Hey!",protes Henry namun Kyuhyun seolah tuli, ia meneguk soju itu.
"Aish! Pelajar macam apa kau ini?! Selarut ini menghabiskan soju seperti ini!",oceh Kyuhyun. Henry tersenyum miring lalu mengambil kembali gelas yang direbut Kyuhyun.
"Apa hanya orang dewasa saja yang boleh minum hik- soju hik udara sedang hik dingin",ucap Henry ditengah cegukannya. Namun Henry masih berusaha menenggak minuman berakohol itu.
"Cih! Jika hanya untuk menghangatkan tubuh tidak perlu sebanyak ini babo! Tak ku sangka kau benar-benar babo!",oceh Kyuhyun -lagi-.
Henry terkekeh,"Kau benar Cho Kyuhyun hik- aku memang babo! Hik- jelas-jelas aku hik- sudah kalah dari awal hik- tapi aku masih saja nekad mengejar Sungmin hik-",Henry berceloteh. Kali ini Kyuhyun mulai paham kenapa namja yang dihadapannya kini ingin mabuk. Kyuhyun membiarkan Henry mengoceh sepuasnya.
"Aku membencimu Cho! Aish! Hik- bahkan aku yang menemaninya bertahun-tahun tidak tahu dengan benar kondisinya hik- dia sakit Kyu! Sakit! Aish",geram Henry bahkan namja chubby itu memukul meja dengan keras. Untungnya meja itu sepertinya terbuat dari kayu jati yang cukup untuk menahan hentaman dari tangan Henry.
"Arra. Tapi kau tidak perlu begini! Hahh~ aku benci mengatakan ini, tapi... Kau itu tidak jelek, kau bisa saja mendapatkan yeoja lain selain Sungmin diluar sana! Jangan buat hidupmu sia-sia! Kau ini benar-benar babo!",kali ini Kyuhyun mengoceh. Henry terkekeh pelan setelah itu ia menjatuhkan kepalanya di atas meja dan bergumam tak jelas. Sepertinya henry sudah benar-benar tidak sadar.
"Aish! Bocah ini menyusahkan saja!",gerutu Kyuhyun sambil menatap Henry tajam.
Tak lama kemudian tatapan Kyuhyun melembut bahkan lesu.
"Kumohon jangan seperti ini babo! Aku membutuhkanmu untuk menjaga Sungmin sementara. Jebal",gumam Kyuhyun pelan.
TBC
#plak *ditimpukin reader grgr kelamaan update*
Mianhae ya readerdeul karena updatenya lama begini :(
Semoga masih ada yang mau baca deh, ditunggu komennya ya^^
