FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 18
Author : Han Hye Neul
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Chapter sebelumnya ~
Saat motor Kyuhyun melewati perempatan jalan. Ekor matanya menata sosok yang -sepertinya- ia kenal. Ia menepikan motornya agak jauh dari kedai dipinggir jalan yang menjadi objek pandangannya itu. Ia membuka helmnya dan menajamkan pandangannya pada objek itu.
"H-henry ?",gumam Kyuhyun.
Kyuhyun memutuskan untuk menghampiri Henry. Sepertinya namja berdarah China itu agak tidak fokus. Kyuhyun mengalihkan matanya ke meja Henry. Ada 3 botol soju yang sudah kosong bertengger disana. Kyuhyun berdecih lalu duduk dihadapan Henry. Sepertinya Henry tidak menyadari Kyuhyun duduk dihadapannya dan ia masih sibuk menuang soju kedalam gelasnya.
Merasa diacuhkan Kyuhyun menyambar gelas yang hendak diminum oleh Henry.
"Hey!",protes Henry namun Kyuhyun seolah tuli, ia meneguk soju itu.
"Aish! Pelajar macam apa kau ini?! Selarut ini menghabiskan soju seperti ini!",oceh Kyuhyun. Henry tersenyum miring lalu mengambil kembali gelas yang direbut Kyuhyun.
"Apa hanya orang dewasa saja yang boleh minum hik- soju hik udara sedang hik dingin",ucap Henry ditengah cegukannya. Namun Henry masih berusaha menenggak minuman berakohol itu.
"Cih! Jika hanya untuk menghangatkan tubuh tidak perlu sebanyak ini babo! Tak ku sangka kau benar-benar babo!",oceh Kyuhyun -lagi-.
Henry terkekeh,"Kau benar Cho Kyuhyun hik- aku memang babo! Hik- jelas-jelas aku hik- sudah kalah dari awal hik- tapi aku masih saja nekad mengejar Sungmin hik-",Henry berceloteh. Kali ini Kyuhyun mulai paham kenapa namja yang dihadapannya kini ingin mabuk. Kyuhyun membiarkan Henry mengoceh sepuasnya.
"Aku membencimu Cho! Aish! Hik- bahkan aku yang menemaninya bertahun-tahun tidak tahu dengan benar kondisinya hik- dia sakit Kyu! Sakit! Aish",geram Henry bahkan namja chubby itu memukul meja dengan keras. Untungnya meja itu sepertinya terbuat dari kayu jati yang cukup untuk menahan hentaman dari tangan Henry.
"Arra. Tapi kau tidak perlu begini! Hahh~ aku benci mengatakan ini, tapi... Kau itu tidak jelek, kau bisa saja mendapatkan yeoja lain selain Sungmin diluar sana! Jangan buat hidupmu sia-sia! Kau ini benar-benar babo!",kali ini Kyuhyun mengoceh. Henry terkekeh pelan setelah itu ia menjatuhkan kepalanya di atas meja dan bergumam tak jelas. Sepertinya henry sudah benar-benar tidak sadar.
"Aish! Bocah ini menyusahkan saja!",gerutu Kyuhyun sambil menatap Henry tajam.
Tak lama kemudian tatapan Kyuhyun melembut bahkan lesu.
"Kumohon jangan seperti ini babo! Aku membutuhkanmu untuk menjaga Sungmin sementara. Jebal",gumam Kyuhyun pelan.
~ Story Begin ~
"Eunghh~" ,satu kenguhan itu lolos dari bibir tebal Henry saat bias-bias cahaya matahari yang mencuri masuk kedalam celah-celah jendela yang tak tertutup rapat mengusik tidurnya.
Dengan perlahan ia mencoba bangun. Namun rasa pusing yang menyerang kepalanya lebih dominan hingga akhirnya namja tembam itu mengurungkan niatnya. Ia kembali merebahkan tubuhnya dikasur single size itu. Seketika matanya membulat, ia menatap sekelilingnya. Dahinya mengerut.
"Dimana aku ?", ucapnya pelan.
CEKLEK
Saat pintu kayu bewarna coklat itu terbuka nampak Kyuhyun membawa nampan dengan sebuah mangkuk dan segelas teh hangat. Henry mengerutkan keningnya banyak.
"Sedang apa kau disini ?",tanya Henry to the point. Ya walaupun agak ragu, karena ini tentu saja bukan kamarnya. Saat mendengar pertanyaan Henry, Kyuhyun mencibir. Ia menaruh nampan penuh itu di nakas samping tempat tidur yang ditempati Henry.
"Kurasa sangat aneh kau bertanya sedang apa aku disini, jelas-jelas ini kamarku",ledek Kyuhyun. Henry mendengus.
"Untuk apa kau membawaku kesini ?",tanya Henry lagi.
"Lalu kau pikir aku mau membawamu pulang kerumahmu dengan keadaan mabuk berat seperti semalam dan dicap sebagai teman yang menjerumuskan ? Oh tidak terima kasih",ucap Kyuhyun sambil berkacak pinggang didepan Henry.
"Kalau kau tidak ikhlas ya lebih baik tinggalkan saja aku dijalan, dasar babo!",gerutu Henry.
PLETAK
Jitakan itu mulus mendarat dikepala Henry."Sudahlah jangan banyak bicara, aku sudah susah payah mencarikan Sup ini supaya kau tak muntah, cepat habiskan! Kau tidak ingin membolos sekolah kan hari ini?",ucap Kyuhyun jengah. Baru saja Kyuhyun berniat melangkahkan kaki jenjangnya untuk keluar dari kamarnya namun langkah kakinya terhenti saat suara Henry menegangkan tubuhnya.
"Kau berniat pergi?",tanya Henry. Diam. Ya Kyuhyun hanya bisa diam."Lalu meninggalkan Sungmin ?",lanjut Henry. Dengan langkah gontai ia melangkahkan kakinya menghampiri Kyuhyun yang kini tengah berdiri tepat menghadap pintu.
"Apa maksudmu?",tanya Kyuhyun tanpa membalikan posisinya.
"Kau sangat paham maksudku Cho, kau pikir dengan aku mabuk aku benar-benar hilang kesadaran ? Ya well memang tak sepenuhnya aku mengingat semuanya tapi kurasa aku sangat ingat jelas kau mengatakan kalau kau akan pergi lalu menitipkan Sungmin padaku.",ucap Henry yang diakhiri kekehan. Kyuhyun hanya bisa diam. Sebenarnya dia juga belum yakin dengan keputusannya.
"Kurasa orang-orang salah besar saat bilang kau memiliki otak yang jenius. Ya walaupun kuakui memang benar tapi.. apa gunanya mempunyai otak yang jenius namun tidak sinkron dengan hati ? Apa yang kau pikirkan Cho dengan meninggalkan Sungmin ? Kau akan cepat-cepat menyelesaikan sekolahmu, lalu kuliah dibelahan dunia lain dan beberapa tahun kemudian pulang lagi ke Korea dengan harapan bisa menjadi pendamping yang pantas untuk Sungmin? Begitukah rencana idiot yang ada dikepala jeniusmu Cho?",ucap Henry yang mbuat Kyuhyun membalikkan tubuhnya. Ia menatap tajam Henry yamg tingginya setara dengannya.
"Apa Cho ? Ahh, atau jangan-jangan semua yang kukatakan itu benar ? Hahaha, kau terlalu banyak melihat film drama cengeng Cho! Sadarlah, yang kau hadapi sekarang itu KENYATAAN ! Kau tidak bisa seenaknya membuat skenario sendiri. Jika kau benar-benar merealisasikan rencana yang kujabarkan tadi. Aku bisa jamin Cho, saat kau kembali maka yang kau temukan hanya gundukan tanah dengan nisan bertuliskan Lee Sungmim!",bemtak Henry yang berhasil menyulutkan emosi Kyuhyun. Dengan cepatan ia menarik baju Henry.
"Jangan berkata sembarangan! Lee Sungmin tidak akan kemana-mana!",teriak Kyuhyun kalap.
"KAU ITU BODOH ATAU APA ? JELAS-JELAS SUNGMIN SUDAH BERGANTUNG PADAMU! SUNGMIN TIDAK AKAN KEMANA-MANA JIKA KAUPUN SAMA!",bentak Henry membalas ucapan Kyuhyun hingga terengah-engah. Hening. Keduanya saling melempar tatapan tajam. Tak lama kemudian Kyuhyun melepaskan cengkramannya dan membalikkan tubuhnya.
"Kau benar aku memang bodoh, sudahlah kau habiskan saja sup itu lalu berangkat ke sekolah. Aku berangkat duluan",ucap Kyuhyun datar lalu meninggalkan Henry begitu saja.
"Arrrgghhh!",geram Henry.
~ 규민 ~
"Gomawo appa eomma sudah mengantarku!", ucap Sungmin semangat sambil mencium kedua orang tuanya dari jok belakang tempat ia duduk.
"Semuanya untukmu chagi, maaf ya kalau siang nanti kau pulang dengan Kyuhyun ya ? Eomma dan appa akan ke apartemen untuk mengambil beberapa barang eomma",jelas Kibum.
"Tenang saja eomma , minnie sudah besar sekarang. Tapi kalau eomma dan appa ingin membuat perencanaan pernikahan lagi jangan lupa libatkan minnie ya, arra ?", ucap Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Siwon dan Kibum tersenyum mendapati tingkah Sungmin yang seperti ini. Sepertinya sudah sangat lama bagi Siwon dan Kibum tak melihat nada merajuk dari putri semata wayang mereka. Akhirnya ketiga kelingking itu berpautan gemas.
"Tenang saja chagi, akhir minggu ini sepertinya kita akan sibuk karena minggu depan appa akan mengadakan pesta pernikahan",ucap Siwon sambil mengerlingkan matanya sebelah untuk menggoda kibum. Kibum sontak merona dan melepaskan tautan jari kelingkingnya.
"Kau terlalu terburu-buru wonnie-ah",ucap Kibum.
"Kau tahu dengan jelas chagi, Sungmin membutuhkan adik baru.. jika tidak... ahh sudah lah kenapa kita jadi membahas ini.. cha! Anak appa yang manis, sudah saatnya masuk sekolah kan? Kau ingin terus disini terus dan membolos eung ?",ucap Siwon.
Sungmin menghela napasnya."Jadi apa mengusirku eoh ? Baiklah, untung saat ini ada Kyunnie, yasudah minie pergi dulu ya, annyeong appa eomma",pamit Sungmin setelahnya ia mengecup Siwon dan Kibum bergantian. Saat Sungmin keluar dari mobil ia melihat Kyuhyun baru saja memasukki gedung sekolah. Dengan berlari kecil Sungmin menghampiri Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah!",Sungmin memanggil Kyuhyun cukup kencang hingga namja berambut cokelat brunette itu menolehkan kepalanya kearah sumber suara. Seulas senyuman tipis Kyuhyun sunggingkan untuk Sungmin. Saat yeoja itu sudah berada tepat dihadapannya tatapan mata Kyuhyun berubah sendu. Sungmin memandang Kyuhyun bingung.
"Kau kenapa kyu ? Apa kau sakit ?", tanya Sungmin khawatir. Kyuhyun tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Sungmin gemas lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Apa hari ini aku tidak tampan hingga kau menyangkaku sakit eum ?",goda Kyuhyun. Sungmin menepuk pelan bahu Kyuhyun gemas
"Kali ini aku yakin kau benar-benar sehat. Mana ada orang sakit yang memiliki percaya diri yang terlampau akut sepertimu.. sudahlah kajja kita kekelas ?",Kyuhyun hanya bisa diam saja membiarkan Sungmin menyeret dirinya ke kelas.
~규민~
"Ming~", panggil Kyuhyun saat mereka sudah duduk bersebelahan di kelas. Sungmin menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun dan berdehem menanggapi panggilan Kyuhyun. Saat ini hanya ada mereka berdua saja di deretan bangku belakang, seluruh siswa dikelasnya tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Boleh aku bertanya ? Tapi kau janji jangan marah ne ?",ucap Kyuhyun kini ia memandang Sungmin dengan tatapan memohon.
"Tanya saja Kyu",ucap Sungmin sambil mengambil tangan kanan Kyuhyun dan mengusapnya lembut. Kyuhyun terlihat menghela napasnya berat.
"Apa yang akan kau lakukan jika aku pergi sementara ?",ucapan Kyuhyun membuat usapan tangan Sungmin terhenti. Sungmin menatap Kyuhyun serius. Sangat serius. Jujur saja ia agak takut mendengar ucapan Kyuhyun sekarang. Wajah Sungmin langsung berubah datar
"Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ada dijangkauan matamu ?",alih-alih menjawab pertanyaan Kyuhyun, Sungmin malah melontarkan pertanyaan kembali.
"Tentu saja aku tidak bisa tenang",jawab Kyuhyun spontan.
"Jika kau tidak akan menemukanku lagi bagaimana ?",ucap Sungmin dingin. Pertanyaan Sungmin kali ini entah kenapa membuat Kyubyun takut. Dengan tiba-tiba namja jangkung itu merengkuh yeoja mungilnya dengan posesif sambil menggelengkan kepalanya. Ia begitu takut membayangkan jika itu benar-benar terjadi. Sungmin membulatkan matanya mendapati Kuhyun yang malah memeluknya begitu.
"Tidak akan terjadi, jangan berkata begitu lagi. Bahkan untuk membayangkannya saja aku takut. Lebih baik aku ikut menghilang saja",ucap Kyuhyun tak sabaran. Ia benar-benar takut Sungminnya akan pergi. Dengan lembut Sungmin mengusap punggung Kyuhyun, seolah menenangkan namjanya itu.
"Seharusnya itu ucapanku Cho, kalau kau tak ada bagaimana bisa aku bertahan ? Jadi jangan pernah bertanya begitu lagi, arra ?",Kyuhun mengangguk seperti anak kecil yang baru saja dinasehati oleh orang tuanya. Tak lama setelah itu Sungmin yang pertama kali melepaskan pelukan mereka, tentu saja ia tidak ingin menjadi tontonan gratis teman-tmen sekelasnya 'kan ?
Sungmin menatap Kyuhyun penuh selidik."jangan bilang kau benar-benar mau pergi meninggalkanku ya ?",
Bukannya menjawab Kyuhyun malah menyenderkan kepalanya di bahu Sungmin. "Tenang saja aku akan tetap disini, geogjongma",ucapan Kyuhyun menenangkan Sungmin.
Baru saja Sungmin mau menanggapi Kyuhyun namun niatannya terhenti saat sebuah suara mengalihkan Kyumin.
"Annyeong min, kau sudah masuk ? Apa sudah tidak sakit lagi ?",ucap Henry mengabaikan keberadaan Kyuhyun yang jelas-jelas kini ikut menatap Henry tajam disebelah Sungmin.
"Ahh ,Henry-ah.. geogjongma aku sudah baik-baik saja. Mian membuatmu khawatir",ucap Sungmin sambil tersenyum manis. Ya sangat manis hingga Kyuhyun sebal dibuatnya. Ia tidak mempermasalahkan yeojanya tersenyum hanya saja ia sebal karena senyuman itu ditujukan pada orang selain dirinya.
"Baguslah, kau pindah tempat duduk ?", tanya Henry karena Sungmin kembali ke tempat duduk semulanya yaitu disebelah Kyuhyun.
"Ck! Ku koreksi ya, Sungmin itu kembali duduk disini bukan pindah kesini.. jelas-jelas awalnya memang ia duduk disini.",jelas Kyuhyun dengan nada menyebalkan membuat Henry mendengus. Hahh.. sungmin menghela napas saja melihat perdebatan kecil kedua namja dihadapannya kini.
"Sudahlah, ini hanya perkara sepeleh.. henry-ah, tidak apa-apa kan jika aku duduk disini ?",ucap Sungmin dengan nada memelas. Henry yang melihatnya gemas. Tanpa menghiraukan Kyuhyun, ia mengusap pucuk kepala Sungmin lembut.
"Gwaenchana ,asal itu membuatmu nyaman..",ucap Hnery. Kyuhyun menggeram kesal. Ia merasa tak dianggap. Bagaimana bisa mereka berlovey dovey sementara namjachingunya ada disana juga.
"Jauhkan tanganmu dari yeojachinguku!",teriak Kyuhyun sambil menarik Sungmin kedalam pelukannya.
Sungmin hanya terkekeh dalam rengkuhan Kyuhyun sedangkan Henry hanya bisa mendengus.
"Henry opppaaaaaaa!",teriakan nyaring itu berhasil mengalihkan perhatian seisi kelas. Sosok mungil yang tengah berdiri dipintu kelas itu hanya menyengir polos kala semua mata tertuju padanya.
"Aish, mau apa lagi yeoja itu",gerutu Henry.
"Mau apa kau ?!", tanya Henry tak santai. Yeoja itu hanya mendengus dan menghampiri Henry.
"aish! Kau pikir aku mau repot-repot ke kelasmu jika tidak ada perlu",oceh yeoja itu sambil menghentakan kakinya sekali ke lantai ya menandakan ia sedang kesal sekarang.
"Baiklah, ada apa Hyeneul-ssi ?", ucap Henry dengan nada yang dibuat sopan.
"Kau kan menjadi tutor matematikaku, besok aku ada test dan oppa harus mengajariku!", ucapnya mantap.
"Shirreo! Belajar saja sana sendiri!", tolak Henry sambil mendorong Hyeneul menyuruhnya keluar.
"Yakk! Oppa sudah berjanji pada Seonsaeng untuk menjadi tutorku menggantikan Kyuhyun oppa, jika oppa tidak mau maka...",ucap Hyeneul menggantung. Henry memandang Hyeneul was-was.
"Apa yang akan kau lakukan eoh?",tantang Henry.
"Aku akan bilang bahwa oppa menciptakan sebuah lagu dengan piano untuk s..hhmhhmmmmpppttt",secepat kilat Henry membekap mulut Hyeneul. Kyumin dari kursi belakang hanya menatap keduanya bingung.
"Baiklah! Aishh, nanti pulang sekolah tunggu aku diperpustakaan, sudah sana pergi",usir Henry. Awalnya Hyeneul ingin keluar namun saat menyadari ada Kyuhyun disana. Ia mengurungkan niatnya dan berbalik menghampiri Kyuhyum dan Sungmin dibelakang.
"Annyeong Kyuhyum oppa, Sungmin sunbae",sapa Hyeneul. Sungmin mengangguk menanggapi sapaan Hyeneul sedangkan Kyuhyun hanya menatap Hyeneul datar.
"Kurasa kita tidak ada urusan apa-apa Hyeneul-ssi",ucap Kyuhyun dingin. Dan melihat tingkah Kyuhyun membuat Hyeneul jadi merasa tak enak.
"Jwisonghamnida Kyuhyun oppa , Sungmin sunbae. Kurasa karena pernyataanku kemarin sunbaedeul jadi salah paham. Aku benar-benar tidak bermaksud, mianhamnidaa",ucap Hyeneul benar-benar menyesal.
Sungmin tersenyum melihat Hyeneul. Ia bangkit dan merengkuh yeoja yang sama mungilnya dengan ia. Setelahnya Sungmin menatap Hyeneul lembut."panggil aku eonni, arra ?",ucap Sungmin.
"Gwaenchana, kemarin aku juga yang terlalu cepat menyimpulkan.. chingu?",ucap Sungmin lagi sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Hyeneul tersenyum lalu menautkan kelingkingnya juga.
"Yeoja itu memang tidak dapat dipahami ya? Padahal aku yang mati-matian mencari cara biar Sungmin tidak salah paham lagi, tapi kenapa sekarang mereka berdua malah bisa jadi berteman dengan mudah ?",gerutu Kyuhyun.
"Cha cha! Sudah waktunya masuk kelas lebih baik kau kembali kekelasmu sana!",ucap Henry sambil menyeret Hyeneul keluar kelas meninggalkan wajah bingung Sungmin.
Sungmin kembali ketempat duduknya masih dengan dahi mengerut."Ada hubungan apa Henry dengan Hyeneul ? Baru kali ini aku melihat Henry bersikap seakrab itu dengan yeoja selain aku",ucap Sungmin monolog. Mendengar ucapan Sungmin entah kenapa membuat Kyuhyun kesal.
"Lalu kau cemburu ? Kau tidak suka mochi kesayanganMU dekat dengan yeoja lain ?",tuduh Kyuhyun. Sungmin langsung menoleh kearah Kyuhyun.
"Kau ini kenapa sih Kyu ? Aku hanya heran saja. Itu saja, kau berlebihan",ucap Sungmin.
"Justru kau yang berlebihan minnie chagi~ kenapa kau malah jadi terlalu memikirkan dengan siapa mochi babo itu berteman?", ucap Kyuhyun sebal.
"Aku tidak berlebihan Kyu!",ucap Sungmin kesal. Alih-alih melanjutkan perdebatan tak penting ini lebih baik Kyuhyun menyenderkan kepalanya dibahu Sungmin saja.
"Sudahlah aku mau tidur saja, bangunkan aku jika pelajaran sudah dimulai",ucap Kyuhyun yang dihadiahi helaan napas oleh Sungmin. Namun sepertinya Sungmin terlalu menyayangi Kyuhyun saat dirasakan terpaan napas teratur dari Kyuhyun, Sungmin mengusap kepala Kyuhyun lembut.
"Seharusnya kau bisa dapatkan yeeja yang lebih dariku Kyu.. mianhae",gumam Sungmin pelan. Tak disadari kedua insan itu ada sepasang mata yang menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit dijabarkan.
~규민~
Bel jam terakhir sudah berkumandang. Kini mulai satu persatu siswa meninggalkan kelas dan meninggalkan Kyumin berdua dikelas. Sungmin masih sibuk memasukkan peralatan sekolahnya kedalam tas. Sungmin menoleh kearah Kyuhyun saat sudah selesai membereskan barang-barangnya. Ia cukup tersentak saat melihat Kyuhyun tengah memandangnya dengan posisi kepalanya ditaruh diatas meja tanpa alas dan mengarah ke Sungmin.
"Waeyo ?",tanya Sungmin sambil duduk menghadap Kyuhyun. Kyuhyun bangkit dari posisinya dan menangkup kedua pipi Sungmin dengan telapak tangannya yang cukup besar itu. Sungmin tersenyum mendapati tingkah namjachingunya.
Kyuhyun menggeleng."kau masih terlihat pucat minnie, appo ?",tanya Kyuhyun lembut.
"Aniyo, aku merasa sehat Kyu..",ucap Sungmin seolah meyakinkan Kyuhyun bahwa ia baik-baik saja.
"Arra arra, kajja kita pulang.. bisa-bisa appamu mengamuk kalau anak gadisnya pulang terlambat.",setelahnya Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin keluar kelas. Mereka berdua terlihat sangat serasi berjalan beriringan sepanjang koridor sekolah. Sesekali canda tawa terlontar dari keduanya.
"Hey minnie chagi, bagaimana calon suami idamanmu eoh ?",tanya Kyuhyun sambil mengusap tangan Sungmin yang tengah ia genggam. Sungmin tersenyum menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Ia memasang pose berpikir.
"Hmm.. bagaimana yaa ? Yg jelas ia harus tampan",ucap Sungmin.
'Tampan ? Ah bahkan aku sangat tampan',batin Kyuhyun.
"Ia harus lebih tinggi dia daripadaku",
'Tinggi ? Well itu sudah jelas terlampaui',batin Kyuhyun lagi.
"Ia harus mencintaiku dan keluargaku",
'Cinta ? Kurasa ini tak perlu ku jawab, kekeke',
"Dan yang terpenting ia harus mapan!",ucap Sungmin final. Ucapan terakhir Sungmin menghentikan langkah kaki Kyuhyun. Seketika otak jenius Kyuhyun berpikir.
'Mapan ? Bahkan sekarang saja aku masih menggunakan seragam?',batin Kyuhyun nelangsa.
"Kyuhyun-ah! Waeire ?",ucap Sungmin yang menyentakkan Kyuhyun.
"A-aniyo.. sudah kajja",ucap Kyuhyun yang berniat menarik Sungmin ke tempat parkiran namun langkah kaki keduanya terhenti saat sebuah suara menginstrupsinya.
"Minnie!",panggil seseorang. Kyumin menoleh ke sumber suara. Seketika mata Kyuhyun membulat saat Sungmin melepaskan tautan tangannya dengan Kyuhyun dan berlari kearah sumber suara.
"Jungmo oppa!",teriakan Sungmin berbarengan dengan tubrukan ke pelukan namja jangkung bernama jungmo itu.
"Kau sudah kembali ?",tanya Sungmin semangat mengabaikan tampang murka Kyuhyun.
Namja bernama Jungmo itu melepas pelukan keduanya dengan lembut dan beralih mengusap pucuk kepala Sungmin.
"Tentu saja aku disini sekarang. Kenapa kau selalu menyimpan masalah sendiri eum ? Untung Siwon appa memberitahuku tentang kondisimu. Dengan penerbangan pertama oppa langsung ke Korea",ucap Jungmo dengan nada sedikit merajuk yang membuat Kyuhyun mencibirnya.
"Mianhae oppa, ahh apa oppa sudah mendapat gelar sarjana sekarang ?",tanya Sungmin lagi.
"Tentu saja.. bahkan mulai besok oppa sudah resmi menjadi salah satu dokter di Seoul International Hospital, untuk pemeriksaan berikutnya kau akan oppa tangani, arra? Oppa tak akan biarkan minnie chagi oppa ditangani dokter sembarangan",ucap Jungmo. Kali ini Kyuhyun benar-benar kesal. Kehadirannya disana bahkan tak dianggap sama sekali. Kyuhyun mengamati namja bernama jungmo ini dari atas sampai bawah.
"Gomawo oppa, oppa benar-benar suami idaman",ucap Sungmin diakhiri kekehan. Namun ucapan Sungmin barusan seperti batu besar yang menimpa kepala Kyuhyun.
'Tampan'
'Tinggi',
'mapan ?',
'Dan lagi ? Choi appa ?',
"ANDWAEEEEEE!",teriak Kyuhyun.
~Tbc~
huee mianhae readerdeul baru bisa muncul.
Mian klo chapter ini ga ada feel, semoga next chapternya bisa cepet update deh kalau bnyk yang minat :)
