Kuroko no Basket
© Fujimaki Tadatoshi
Hallo~ Minna~
Arigatou naa~ buat yg Review QAQ #nangis darah
Chapter 2 Upp !
Semoga berkenan dihati Anda sekalian~
Sudah dikasih warning ya~~ nekad baca ?
Warning :
OOC, Gaje, Ngga EYD, Fem!Takao, Fem!Akashi, Fem!Reo, Normal!Kise (jarang pake panggilan aneh aneh *ditampar kise*) Normal!Midorima (ngga pake embel-embel nodayo juga). Akashi member AKB w9 LOL
Summary :
Takao Kazunami terus menunggu kedatangan cinta pertamanya pada waktu kecil, sampai suatu hari ia bertemu kembali dengannya. Namun dia sudah berubah menjadi orang yang Nami tak kenali, dan juga dia telah memiliki seorang tunangan. Bagaimanakan Namii menghadapi cinta pertamanya itu? Akankah dia mendapatkan cintanya kembali?
FIRST LOVE
*Chapter 2*
"oh begitu, maafkan kami yah Nami-chan sudah berteriak padamu" kata Momoi padaku
"tak apa, lebih baik sekarang kita kekelas sebelum Hyuga-sensei masuk kelas" ajakku pada mereka
Ketika sampai dikelas aku segera duduk dibangkuku, aku duduk sendirian karena saat perpindahan tempat duduk tak ada yng mengambil no disebelahku, yah aku sih bersyukur karena aku bisa pindah kedekat jendela kalau bosan, kebetulan Momoi dan Riko bangkunya bersebelahan, didepanku ada bangku yang yah.. kata anak-anak lain tuh malaikat, karena ganteng (baby face tepatnya), dan perfect lah. Itu adalah bangku Kise Ryouta (Model terkenal, dengan surai Kuning dan iris hazzel) dan sahabatnya Aomine Daiki (cowok berkulit Tan, bersurai biru tua serta beriris sapphire).
"Gakusei, Ohayou~" sapa Hyuga-sensei dengan nada ceria.
"Ohayou.."
"kelas kalian beruntung karena mulai saat ini cucu dari pemilik sekolah kita tercinta ini akan belajar bersama disini" aku terkejut mendengar apa yang dikatakan Hyuga-sensei, sedangkan anak-anak perempuan yang lain terlihat sangat senang terutama Reo, padahal aku berdo'a supaya kami tidak sekelas.
"silahkan, Midorima-sama"
"terima kasih sensei, minna mungkin kalian sudah tahu namaku tapi untuk lebih jelas aku akan memperkenalkan diri lagi, nama saya Midorima Shintarou, senang bisa bertemu dengan semuanya" dia membungkuk pada murid-murid di kelas.
"baiklah, sekarang dimana anda akan duduk? Adakah bangku yang kosong?" Tanya Sensei
Semua orang melihat ke arahku, 'ke,kenapa semua orang melihatku seperti itu?' pikirku, butuh waktu lama untuk menyadarinya bahwa satu-satunya bangku yang kosong hanya di sebelahku.
"Ehhh?" Tanyaku bingung
"ah, benar juga bangku disebelah Takao-san kosong bukan? Anda bisa duduk disana Midorima-sama" kata-kata itu berarti yang duduk disebeahku itu adalah dia? 'TIDDDDAAAAKKKK' teriakku dalam hati
"baiklah sensei" dia bejalan kearahku dengan diperhatikan oleh seluruh siswa yang ada dikelas ini.
"ano, aku Takao Kazunami, mohon bantuannya" kali ini dia tidak membalas ucapanku, dia mengabaikanku.
"baiklah anak-anak, sekarang buka buku kalian hal 249 dan kerjakan soal no 1 sampai 10 itu lalu kumpulkan." Hyuga-sensei menyuruh kami, akhirnya 2 jam pelajaran matematika -yang tidak aku sukai ini—berakhir juga dan artinya setelah ini adalah pelajaran bebas, alias homeroom yang gurunya sedang cuti.
TENG TENG TENG TENG
akhirnya bel tanda istirahat telah berbunyi, aku segera menghapiri meja teman-temanku untuk memakan bento kami bersama-sama.
"bagaimana?" Tanya Riko padaku
"bagaimana apanya?" jawabku singkat
"tentu saja duduk bersebelahan dengan cucu kepala sekolah itu. Bagaimana rasanya?" lanjutnya
"oh, biasa saja tuh" jawabku lagi
"huu, anak ini, kau tidak bisa merasakan sensasinya yah? Nami-chan?"
"sensasi apa sih? Jangan bicara yang sulit untuk ku pahami dong"
"sudahlah, lihat tuh si cucu kepala sekolah sedang dikerumuni siswi lainnya," kami bertiga melihat ke arahnya dan benar saja dia dikelilingi yah, hampir semua siswi dikelas ini kecuali kami. Terutama Reo yang sibuk sendiri memperkenalkan dirinya
"Midorima-sama, perkenalkan aku Reo, salam kenal" katanya dengan nada yang -genit? – 'Midorima-sama', huh aku ingin tertawa mendengar semuanya memanggil dia seperti itu, apakah karena dia cucu pemilik sekolah ini, padahal dia kan sama seperi kita siswa kelas 2 SMA, wajahnya malah lebih terlihat seperti -ntahlah aku tak mengerti-
Cucu dari pemilik sekolah itu hanya tersenyum tipis dan tidak menjawab sapaan Reo hingga Kise-kun dan Aomine-kun menghampirinya.
"yo! Shintarou, bagaimana kabarmu?" sapa Aomine-kun yang sepertinya sudah lama mengenalnya
"iya, bagaimana kabarmu selama ini Shin-kun?" Tanya Kise-kun kali ini
"aku baik-baik saja, bagaimana dengan kalian sendiri?" tanyanya dengan wajah yang lembut beda dengan yang diperlihatkannya padaku maupun Reo tadi
"kami juga baik, tidak kusangka kau akan pindah kemari. Tanpa memberi kabar terlebih dahulu lagi" kata Aomine-kun
"iya, kami kaget saat dikumpulkan kepala sekolah dan ternyata murid barunya itu dirimu Shin-kun" sambung Kise-kun
"maaf-maaf, aku tidak mengabari kalian dahulu" jawab sang cucu pemilik sekolah sambil tersenym lembut, yang yah aku yakin semua siswi yang melihat senyumnya itu akan terbang melayang entah kemana.
Akhirnya bel pulang telah berbunyi, aku segera merapihkan barang-barangku dan tanpa sengaja melihat Midorima-sama memainkan sebuah gelang yang berliontin berbentuk tameng kerajaan dengan symbol yang sepertinya tak asing dimata-ku. Aku berpikir dimana aku pernah melihatnya dan aku teringat dengan kalung yang ku pakai, aku segera melihat liontin dari kalung ku dan melihat symbolnya dan ternyata memang sama. Aku mencoba untuk bertanya padanya.
"hey, symbol di liontinnya sama seperti punya-ku" kataku, aku tahu dia pasti mengacuhkan ku seperti sebelumnya, tapi aku kaget ternyata dia menengok kearahku.
"na-nani?" Tanya ku gelagapan
"bolehkah aku melihat liontinnya?" tanyanya padaku
"hah?" aku bingung dan kaget, sedangkan dia hanya melihat lurus kearahku
"te-tentu saja." Jawabku, aku segera melepaskan kalungku dan memberikannya pada Midorima-sama. Dia sedikit terkejut setelah melihat liontinku. Dia mencoba menusukkan liontinku pada liontinnya dan berkata "Mi-chan…" suaranya sangat kecil sehingga orang lain mungkin tak akan mendengarnya tapi aku mendengarnya dan aku kaget mendengar apa yang ia katakan itu.
Hanya satu orang yang memanggilku seperti itu yaitu Shin, teman masa kecilku dan sekaligus cinta pertamaku. Aku masih tidak percaya dia mengatakan kalimat itu sampai Momoi memanggilku
"Nami-chan, ayo kita pulang" katanya, aku terbangun dari lamunanku
"iya" jawabku singkat
"anoMidorima-sama, bisakah aku mengambil liontinku? Aku akan segera pulang" kataku sedikit ragu
"ah, ya, gomen telah menahanmu disini." Dia memberikan liontinnya dan berkata padaku
"dari mana kau mendapatkan itu?"
"iya? Oh ini, aku mendapatkannya dari teman masa kecilku ketika dia pegri dan aku tak tahu dia pergi kemana, dia hanya meninggalkan ini dan surat padaku" aku menjawabnya panjang lebar.
Note : Chapter ini kependekan yaaa ? ._.
semoga bisa memuaskan daripada yang sebelumnya m(_ _)m
sankyuu for reading~ Review ?
