Kuroko no Basket

© Fujimaki Tadatoshi

...

Hallo~ Minna~

Sudah dikasih warning ya~~ nekad baca ?

...

Warning :

OOC, Gaje, Ngga EYD, Fem!Takao, Fem!Akashi, Fem!Reo, Normal!Kise (jarang pake panggilan aneh aneh *ditampar kise*) Normal!Mdorima (ngga pake embel-embel nodayo juga). Akashi member AKB w9 LOL

...

Summary :

Takao Kazunami terus menunggu kedatangan cinta pertamanya pada waktu kecil, sampai suatu hari ia bertemu kembali dengannya. Namun dia sudah berubah menjadi orang yang Nami tak kenali, dan juga dia telah memiliki seorang tunangan. Bagaimanakan Namii menghadapi cinta pertamanya itu? Akankah dia mendapatkan cintanya kembali?

...

FIRST LOVE

*Chapter 3*

"ano, Midorima-sama, bisakah aku mengambil liontinku? Aku akan segera pulang" kataku sedikit ragu

"ah, ya, gomen telah menahanmu disini." Dia memberikan liontinnya dan berkata padaku

"dari mana kau mendapatkan itu?"

"iya? Oh ini, aku mendapatkannya dari teman masa kecilku ketika dia pegri dan aku tak tahu dia pergi kemana, dia hanya meninggalkan ini dan surat padaku" aku menjawabnya panjang lebar.

...

Hampir satu minggu telah berlalu dari dia menanyakan tentang liontinku, dan sikapnya padaku sudah sedikit berubah. Hingga ketika pulang sekolah dia memintaku pulang bersamanya, sontak aku kaget dan sepertinya aku bakalan dimusuhi oleh semua siswi sekolah ini.

"nanda?" Tanya ku

"nande monai." Jawabnya dingin, aku bingung dia yang mengajakku pulang bareng tapi dia sendiri tidak berbicara apapun padaku

"maukah kau menemaniku ke taman itu?" dia menunjuk taman yang dulu menjadi tempat pertama kali kami bertemu

"tentu saja" jawabku riang

"Takao-san…"

"ya?"

"apakah kau…"

"apa? Jangan bicara setengah-setengah dong. Aku kan jadi bingung" kataku sebal

"Mi-chan…"

"hee?"

"apakah kau adalah Mi-chan?" aku kaget mendengar dia menanyakan itu, aku mencoba menjawabnya

"yah, dulu ada teman kecilku yang memanggilku seperti itu, dan hanya dia yang memanggilku begitu, tapi kenapa kau tahu itu? jangan-jangan kau itu dia yah?" aku tertawa hambar dan melihat ekspresi wajahnya, aku pun berhenti tertawa melihat wajahnya yang menatapku lurus

"tidak mungkin, jangan-jangan kau memang Shin?" tanyaku tak percaya, dia hanya menatapku dari ayunan itu dan dia hanya berkata

"Mi-chan…." Dengan suara yang lembut, sangat lembut

"Iie, kau pasti bukan dia," aku menyakinkan diriku sendiri dan menatapnya tapi tiba-tiba air mataku meluncur menuju pipiku "kau, kau tahu? Berapa lama aku menunggu mu disini? Berapa banyak waktu yang kuhabiskan disini hanya untuk menunggu mu? Tapi, kau tak pernah kunjung datang, dan menghilang dari hadapanku selama 10 tahun?" aku mulai menangis, aku tak tahu kenapa aku menangis. Dia mulai bangkit dari tempatnya duduk semula dan menghampiriku, bukan dia bukan hanya menghampiriku tetapi dia memelukku dan berkata

"maafkan aku Mi-chan, maafkan aku, Hontou ni Gomen Nasai Mi-chan, aku tahu aku salah padamu, maafkan aku.." dia membisikkan kata-kata itu ditelingaku.

Kami terus berada dalam posisi itu sampai aku berhenti menangis dan matahari sudah mulai tenggelam, aku melepaskan diri dari pelukannya dan menghapus air mataku, aku tersenyum padanya

"akan aku maafkan, ayo, kita berteman lagi seperti dulu" ajakku padanya, ia pun tersenyum dan mengangguk. Dia mengantarkanku sampai rumah dan berpamitan padaku, aku segera memasuki rumah dan menuju lantai atas yaitu kamarku. Aku senang akhirnya setelah sekian lama aku menunggu dia kembali ! Shin Kembali ! dan dia masih menginggatku, betapa bahagianya aku. Tapi aku tak tahu apa yang akan menimpa ku setelah ini.

...

"Ohayou~ minna!" sapa ku pada seluruh murid dikelas dengan riang

"ada apa dengannya?" Tanya Riko pada Momoi

"ntahlah, akupun tak tahu, kenapa ia riang sekali hari ini" jawab Momoi

Aku segera menghampiri mejaku dan ternyata dia sudah ada disana yup, siapa lagi kalau bukan si cucu pemilik sekolah ini dan yang ternyata dia adalah teman kecilku, aku pun menyapanya

"Ohayou, Shin!" semua anak menengok kearahku dan sepertinya mereka kaget dengan sapaan ku itu pada Cucu pemilik sekolah ini

"Ohayou moo, Mi-chan" mendengar jawaban dari Shin sepertinya semua murid tambah bingung dan gempar, aku pun ditarik oleh Riko dan Momoi yang langsung menanyaiku macam-macam

"apa? Kenapa?" Tanya Riko bingung

"kenapa apanya Riko-chan?" jawabku santai

"kau, kau memanggil namanya hanya dengan nama kecilnya saja? Bukankah selama ini kau dan dia tidak akur? Apa yang terjadi?" tanyanya terus berlangsung

"oh, itu.. R-A-H-A-S-I-A dong" jawabku.

"Nami-chan jangan membuatku penasaran" kata Riko

"haha, nanti aku ceritakan pada kalian berdua" kataku

"lihat, gara-gara sapaan mu itu semua siswi menggerubungi meja Midorima-sama" kata Momoi

"ia, aku kasihan melihatnya"

Benar juga dia dikerumuni oleh seluruh siswi, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bertubi tubi silih berganti dengan cepat tanpa ia bisa menjawabnya. Tiba-tiba pintu kelas kami di buka denagn sekuat tenaga sehingga semua perhatian tertuju pada siapakah yang melakukannya, ternyata dia adalah seorang gadis yang sangat cantik, berkulit putih, rambutnya yang berwarma merah darah yang panjang dan lurus tapi sedikit ikal di bagian bawahnya, Iris matanya yang terbilang cukup unik dengan perpaduan merah dan emas, lucu, imut, tapi memiliki charisma dan sepertinya dia bukan dari seklah ini – karena dia memakai seragam yang berbeda—dia memakai seragam dari salah satu sekolah putri dan itu adalah seragam dari Hime Academy 48, sekolah putri yang super elite, yang hanya bisa dimasuki oleh kaum bangsawan tingkat dewa (Dunia maksudnya), aku berpikir untuk apa dia datang kesekolah kami. dia terlihat sedang mencari seseorang dengan wajah yang cemberut, dan sepertinya dia telah menemukan orang yang ia cari tapi mukanya tambah cemberut, dia pun segera menuju kearahku bukan lebih tepatnya ke gerombolan yang mengerumini Shin.

"Gawat!" kata Aomine-kun sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya

"iya, bakalan terjadi hal yang gawat nih" tembal Kise-kun

"sebenarnya ada apa sih? Siapa gadis itu?" Tanya ku pada mereka berdua

"kau akan tahu nanti, setelah melihatnya" jawab Kise-kun

.

.

.

Note :

saya bingung harus masukin cerita yg gimana lgi QAQ

sankyuu yg udah review~ *o*

saya menyadari chapter ini sangaaaaaaaaaaaaaattt pendek~ m(_ _)m

tunggu chapter 4 yaaaaaaaa~~~