Kuroko no Basket

© Fujimaki Tadatoshi

.

Hallo~ Minna~

Arigatou naa~ buat yg Review QAQ #nangis darah

Chapter 4 Upp !

Semoga berkenan dihati Anda sekalian~

.

Sudah dikasih warning ya~~ nekad baca ?

.

Warning :

OOC, Gaje, Ngga EYD, Fem!Takao, Fem!Akashi, Fem!Reo, Normal!Kise (jarang pake panggilan aneh aneh *ditampar kise*) Normal!Mdorima (ngga pake embel-embel nodayo juga). Akashi member AKB w9 LOL

.

.

Summary :

Takao Kazunami terus menunggu kedatangan cinta pertamanya pada waktu kecil, sampai suatu hari ia bertemu kembali dengannya. Namun dia sudah berubah menjadi orang yang Nami tak kenali, dan juga dia telah memiliki seorang tunangan. Bagaimanakan Namii menghadapi cinta pertamanya itu? Akankah dia mendapatkan cintanya kembali?

.

FIRST LOVE

*Chapter 4*

.

"Gawat!" kata Aomine-kun sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya

"ia, bakalan terjadi hal yang gawat nih" tembal Kise-kun

"sebenarnya ada apa sih? Siapa gadis itu?" Tanya ku pada mereka berdua

"kau akan tahu nanti, setelah melihatnya" jawab Kise-kun

.

.

Aku masih bingung dengan apa yang dikatakan mereka berdua, sepertinya mereka kenal dengan gadis ini. Sebelum kebingungganku hilang ternyata semuanya terjawab dengan cepat melalui aksinya

"minggir kalian semua!" katanya lembut namun ada penekanan kata pada nadanya pada semua orang yang mengerubungi Shin

"apa?! kau pikir kau siapa menyuruh kami menyingkir? " jawab Reo

"kalian diajarkan sopan satun tidak sih, aku bilang minggir ya minggir" kata gadis itu lembut tapi menyidir semua

"siapa kau yang tiba-tiba masuk dan berbicara seperti itu pada kami?" kata Reo

"nenek sihir satu ini, bisakah kau minggir dari hadapanku?" sindirnya pada Reo.

Kami hampir saja tertawa mendengar ucapannya tapi kami sekuat tenaga menahannya. Aku melihat Shin yang sepertinya tersenyum sedikit karena ucapan gadis itu, tapi dia tetap diam di posisinya tanpa mempedulikan keributan yang akan terjadi dihadapannya

"apa?! Kau memanggilku nenek sihir?" Tanya Mariya dengan marah

"kau tidak dengar yah? Kasihan sekali pendengaranmu itu" jawab sang gadis

"kau! Jangan mentang-mentang dari sekolah elite jadi bisa menghinaku yah" katanya geram

"aku tidak menghinamu, aku hanya berbicara kenyataannya." Jawabnya tenang

"KAUUUU!"

"Sudah cukup!" kata Shin yang berdiri dari bangkunya, kelihatannya dia terganggu dengan kelakuan mereka berdua

"Sei-chan, minta maaf padanya, Sekarang!" pintanya pada si gadis itu, tapi gadis itu malah menghampirinya dan memukuli Shin dengan sangat keras

"Ittai!" keluh Shin

"Shin-chan, Baka!, Baka! Baka!" gadis yang dipanggil Sei-chan oleh Shin itu malah memarahinya

"Padahal aku sudah jauh-jauh datang kesekolah ini untuk menemuimu tapi kau malah dikerumuni oleh orang-orang ini dan membela nenek sihir itu ketimbang aku? Kau Baka!" sambungnya

"Ittai,ittai,, Sei-chan Ittai,,"

"Biar saja kau rasakan"

"Baiklah, aku minta maaf, Gomen nee! Sei-chan, aku tidak akan membela siapapun lagi selain dirimu" ucap Shin sambil mengelus kepala gadis itu dengan tersenyum, gadis itu pun berhenti memukulinya dan memeluknya dengan segera, sontak semua orang yang ada di kelas pun kaget apa lagi Reo, tapi sepertinya Kise-kun dan Aomine-kun tidak sekaget itu

"sepertinya tidak seribut biasanya" kata Kise-kun

"fuuu~ untunglah… hanya seperti ini" Aomine-kun menambahkan

"aku penasaran, memangnya siapa gadis itu? Kalian mengenalnya?" Tanya ku pada mereka

"bisa dibilang begitu tapi dia hanya mau bicara dan akrab pada Shintarou saja. Kami ini teman kecilnya" jawab Aomine-kun

Oh, pantas saja, pikirku, dan melihat kembali pada mereka berdua

"aku kangen kamu Shin-chan" katanya menjadi manja

"Boku moo" jawab Shin, sambil tersenyum yang sangat memukau

"kau bodoh, tidak memberitahu ku akan pulang ke jepang. Untung kakek memberitahu ku"

"haha, kukira kau sudah tau makanya aku tak memberitahumu"

"Hai Aka-chan!" sapa Kise-kun yang dengan sekejab sudah berada di dekat mereka

"yo! Apa kabarmu Akashi?" kata Aomine-kun yang sama seperti Kise-kun sudah berada didekat mereka. Dia hanya menolehnya dengan wajah dingin

"kenapa kalian ada disini?" tanyanya sinis

"Sei-chan, mereka memang sekolah disini" jawab Shin

"Huuh!" tiba-tiba ada dua orang pengawal yang masuk dan berkata

"nona muda sudah saatnya anda kembali kesekolah, kalau tidak anda akan terlambat"

"ayo, kau harus kembali kesekolahmu dulu" kata Shin

"tapi.."

"sudah, kembali kesekolahmu, setelah pulang dari sekolah kau boleh datang ke rumah ku. Aku akan bersamamu, dan menemanimu. kalau kau tidak ada jadwal latihan ataupun yang lainnya" Shin kembali menebarkan senyum manisnya pada gadis itu dan mengelus kepalanya, yah itu yang membuat hati-ku sakit. Aku penasaran sebenarnya hubungan apa yang mereka miliki sampai-sampai Shin menebar senyum indah hanya padanya?

"Baiklah, kalau kau berbicara begitu, bye~" yang dilakukannya membuat kami semua tersontak lagi, ketika ia mengucapkan selamat tinggal, ia sambil mencium bibir Shin. Dan Shin pun tidak mengelak malah senyum setelahnya. Itu membuatku semakin penasaran dan sakit.

Semua siswi dikelas berteriak melihat adegan itu, sedangkan Shin hanya tersenyum dan Kise-kun serta Aomine-kun hanya menggelengkan kepala mereka. Aku menghampiri mereka dan segera bertanya pada Shin yang sepertinya masih mengingat adegan itu, ia masih terseyum sambil memegangi bibirnya. Aku pun berdahem dan mulai bertanya

"sebenernya dia siapa sih?" tanyaku bingung dan sedikit jelous

"oh iya, aku belum memberitahumu yah Mi-chan?" katanya riang

"tentu saja belum kita kan baru ketemu lagi sekarang" kataku agak sinis padanya

"haha.. baiklah-baiklah akan ku beri tahu kau, dia adalah Tunangan-ku" katanya dengan wajah gembira.

Katanya itu membuat aku terpana seperti ada panah besar yang menancap di jantungku rasanya sakit sekali, kan bukan hanya panah yang meremukan hatiku tapi seolah palu raksasa pun ikut menghantam hatiku. Berarti penentianku selama 10 tahun ini sia-sia? Karena dia sudah mempunyai tunangan yang sangat cantik. Aku pun hampir meneteskan air mata tapi aku sadar dan cepat-cepat bilang

"Hontou? Kau tidak memberitahu ku hal sepenting ini?" kataku sedikit bersemangat

"Gomen nee, aku tak memberitahumu.." katanya agak malu-malu

"sebenernya ada apa sih dengan kalian? Kok jadi beda sikapnya gitu?" tanya Riko

"haha.. aku lupa berkata padamu tadi, sebenernya Shin ini teman masa Kecilku. Yang menolongku dari anak-anak nakal dulu" kataku dengan perasaan nyesek

"eeeee? Hontou desuka" teriak Riko dan Momoi padaku

"Hai!" kata ku bersemangat

Anak-anak yang lainpun terkejut dengan apa yang aku katakan, belum lama setelah keterkejutan mereka atas adegan dan pengakuan Shin sekarang mereka terkejut lagi dengan perkataanku. Walaupun aku terlihat ceria, tapi hatiku menangis dan merasakan sakit yang amat sanagt luar biasa.

.

TBC

.

.

Note :

Aneh yaa ? ._.

silahkan bila ada saran dan kritiknya m(_ _)m

arigatou naaa~~

mind to review ?