Kuroko no Basket

© Fujimaki Tadatoshi

.

Hallo~ Minna~

Arigatou naa~ buat yg Review QAQ #nangis darah

Chapter 5 Upp !

Semoga berkenan dihati Anda sekalian~

.

Sudah dikasih warning ya~~ nekad baca ?

.

Warning :

OOC, Gaje, Ngga EYD, Fem!Takao, Fem!Akashi, Fem!Reo, Normal!Kise (jarang pake panggilan aneh aneh *ditampar kise*) Normal!Mdorima (ngga pake embel-embel nodayo juga). Akashi member AKB w9 LOL

.

Summary :

Takao Kazunami terus menunggu kedatangan cinta pertamanya pada waktu kecil, sampai suatu hari ia bertemu kembali dengannya. Namun dia sudah berubah menjadi orang yang Nami tak kenali, dan juga dia telah memiliki seorang tunangan. Bagaimanakan Namii menghadapi cinta pertamanya itu? Akankah dia mendapatkan cintanya kembali?

.

.

FIRST LOVE

*Chapter 5*

"haha.. aku lupa berkata padamu tadi, sebenernya Shin-chan ini teman masa Kecilku. Yang menolongku dari anak-anak nakal dulu" kataku dengan perasaan nyesek

"eeeee? Hontou desuka" teriak Riko dan Momoi padaku

"Hai!" kata ku bersemangat

Anak-anak yang lainpun terkejut dengan apa yang aku katakan, belum lama setelah keterkejutan mereka atas adegan dan pengakuan Shin-chan sekarang mereka terkejut lagi dengan perkataanku. Walaupun aku terlihat ceria, tapi hatiku menangis dan merasakan sakit yang amat sanagt luar biasa.

Seharian itu aku jadi bad mood, tapi aku harus terpaksa tersenyum di hadapan Shin-chan dan yang lainnya. Semua siswi seluruh sekolah telah mengetahui kejadian tadi pagi, rupanya berita itu cepat sekali menyebar dan sepertinya telah diputuskan kalau hari ini adalah hari menangis untuk semua siswi sekolah ini, karena –yah kau tau apa itu—idola yang mereka puji-puji, yang mereka sukai, ternyata telah memiliki seorang tunangan.

"akhirnya, sekolah telah usai" kata teman sebangku-ku, untuk pertama kalinya aku mendengar Shin-chan berkata seperti itu, biasanya walaupun bel ganti pelajaran, bel istirahat maupun bel pulang dia selalu tidak mempedulikannya. Aku tahu dia pasti tidak sabar untuk bertemu dengan tunangannya itu.

"tidak biasanya, kau berkata begitu?" tanyaku

"hontou?" jawabnya

"tentu saja-ssu, dia kan akan bertemu dan menemani Aka-chan seharian" sahut Kise-kun

"sebentar lagi pasti ada yang membanting pintu" tambah Aomine-kun

"ehh?" aku bingung, saat itu juga Reo menghampiri meja kami dan berbicara pada Shin-chan

"Midorima-sama, benarkah gadis tadi itu Tunanganmu?" tanyanya dengan sedikit tidak ikhlas

Sebelum Shin-chan menjawabnya, seperti yang dikatakan Aomine-kun tadi ada yang membanting pintu dan yang terlihat adalah gadis tadi pagi. Awalnya dia senang datang kekelas kami namun sepertinya setelah melihat Reo dekat-dekat Shin-chan, dia kembali cemberut dan menghampiri Shin-chan.

"kenapa nenek sihir ini selalu berada didekatmu?" tanyanya sedikit marah, dia terlihat sangat manis kalau seperti itu, Shin-chan pun hanya tersenyum

"kenapa kau tersenyum? Kau tidak lupa dengan kata-katamu tadi kan" bibirnya semakin cemberut

"tidak kenapa-napa, itu karena kau terlihat manis, tentu saja aku takan melupakan janji-ku padamu" goda Shin-chan pada gadis mungil itu, pipi gadis itu sedikit merona, tapi sekejab saja dia melihat kearahku dan pandangan matanya berubah jadi sinis lagi

"lalu? Kenapa kau disebelah Shin?" tanyanya

"eh? Aku? Anu Shin-chan.." sebelum aku menyelesaikan kalimatku dia semakin meledak

"kau memanggilnya Shin-chan?" bentaknya

"ano~ Sei-chan, dia adalah teman kecilku, jadi dia terbiasa menanggilku begitu" bela Shin-chan, aku sedikit senang tapi sepertinya tunangan Shin-chan kurang senang dengan pembelaannya dan tambah cemberut, tiba-tiba Reo berbicara lagi

"jadi bagaimana? Midoroma-sama? Siapa dia?" tanyanya

Gadis itu akan berbicara namun Shin-chan terlebih dahulu merangkulnya, mendekatkan dia pada dirinya. Gadis itu terdiam dengan rona merah diwajahnya, dia malu-malu. Semua orang melihat kejadian ini dan mendengar pengakuan dari Shin-chan yang membuatku tambah sakit hati.

"baiklah, akan ku jawab pertanyan-mu." Katanya memulai

"dia adalah Tunangan-ku. Akashi Seishina-chan." Dia mengatakannya dengan tersenyum yang superrrrr indahhh.

Semua siswi benar-benar menangis sekarang mereka berteriak 'tidak' dan mulai meneteskan air mata, yah aku pun sama tapi hanya dalam hati ku.

"Akashi Seishina?" Tanya Reo kaget

"iya, kenapa nenek sihir?" jawabnya

"Akashi Seishina, yang anggota dari AKB48? Idolgroup yang terkenal itu?" sambung Reo

"tentu saja, memangnya ada lagi orang yang bernama Akashi Seishina?" dia mengibaskan surai crimson panjang dan lembutnya kebelakang

Pantas saja aku serasa pernah melihat gadis ini, ternyata dia adalah salah satu anggota dari idolgroup favoritku yaitu AKB48, 'kenapa aku tidak menyadarinya dari awal?' Bodohnya aku.

Kejadian itu terus terbayang dan sesampainya dirumah, aku langsung menuju kamarku dan meminta ibu ku untuk tidak mengajakku makan malam karena aku masih kenyang. Aku bergegas menuju kamarku dilantai atas dan sesampainya disana aku mengunci pintu ku dan menarik selimutku serta mulai menangis.

"jadi penantianku selama 10 tahun ini menunggu mu hanyalah sia-sia belaka?" rintihku

"harus ku kemanakan, perasaan selama 10 tahun ini?"

"Tuhan, apa yang harus ku lakukan? Orang yang kusukai dan yang kucintai serta yang kutunggu selama ini ternyata telah memiliki seorang tunangan yang lebih baik dari pada diriku. Apakah aku harus merelakannya begitu saja? Setelah bertahun-tahun menunggunya kembali ke sisi-ku? Ataukah aku harus mempertahankan perasaanku padanya dan menunggu berakhirnya hubungan mereka berdua? Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan." Aku menangis terisak

Esok paginya mataku bengkak dan hidungku merah. Aku malas untuk pergi kesekolah tapi hari ini ada test matematika dari Hyuga-sensei, jadi aku tetap pergi kesekolah. Riko dan Momoi bertanya ada apa dengan wajahku, aku hanya menjawab aku terkena flu, karena kemarin malam aku menangis menonton dorama 1 liter of tears. Yah tentu saja itu bohong, padahal aku menangis karena Shin-chan.

"ohayou~ Mi-chan.." sapa Shin-chan pagi itu dengan cerianya

"ohayou~"

"kau.. ada apa dengan mata mu sampai bengkak begitu?" tanyanya khawatir

"ahh, ini.."

"dia menangis gara-gara nonton dorama 1 liter of tears semalaman, dan terkena flu deh" sambung Riko

"sou ka~"

"tapi kau tidak panas tuh," kata Shin-chan sambil menempelkan punggung tangannya pada dahi ku.

"yo! Shintarou! Bagaimana harimu kemarin ?" sapa Aomine-kun dengan senyum nakal (?)-nya.

"hari ku ?" tanyanya kaget

"tentu saja harimu Shintarou-kun~" sambung Kise-kun dengan nada menggoda

"haha, hariku biasa-biasa saja." Jawab Shin-chan kalem

"kau bohong-ssu! Buktinya wajahmu ceria pagi ini. Pasti ada apa-apanya kemarin" sahut Kise-kun

"hayo~ apa yang kau lakukan bareng Aka-chan ?" goda Aomine-kun kali ini

"kalian ini, aku hanya menemaninya seharian saja" jawabnya dengan tersenyum malu-malu

"benarkah ? benarkah ? benarkah ?" goda mereka berdua

"ahh,, sudahlah ! pelajaran sudah mau dimulai." Sahut Shin-chan sambil duduk dibangkunya. Aneh sekali dengan sikapnya yang satu ini.

"hahahahahaha, benarkan kataku Kise ? pasti ada 'apa-apa'nya" tebak Aomine-kun

"Yoi" sahut Kise-kun

Bel pelajaran pun dimulai dan Shin-chan masih dalam senyumannya, sepertinya benar apa yang dikatakan Aomine-kun dan Kise-kun, pasti terjadi sesuatu antara Shin-chan dan tunangannya itu. Ahhh, membayangkan apa yang telah mereka lakukan kemarin hatiku semakin sakit. Aku telah memutuskan aku akan menyatakan perasaanku pada Shin-chan walaupun aku tahu dia tidak akan menerimanya.

Dan semenjak saat itu Akashi Seishina-chan setiap satu minggu sekali selalu datang kesekolah ini khususnya ke kelas kami. Yah tentu saja untuk bertemu dengan Shin-chan tunangannya. Kadang dia tetap marah-marah dan cemberut saat Shin-chan dikerumuni siswi-siswi, kadang dia juga jadi terlihat manja dihadapan Shin-chan. Malah sempat dia tidak mau kembali kesekolahnya hanya karena Shin-chan.

Aku tahu aku ini tidak sempurna seperti Akashi-san tapi aku tak akan menyerah sampai Shin-chan sendiri yang mengatakan kalau dia tidak bisa pacaran denganku walaupun aku sudah tahu itu tidak mungkin terjadi. Aku bertekad ! Aku akan mengatakannya besok pada Shin-chan.

.

.

TBC

.

.

Note :

Ahhhh~ gomen minna~ ceritanya absurd banget -/\-

Gomen jugga updatenya lama T_T~ lagi ada proyek Q_^_Q #Author_sok_sibuk

Ide nya buntu~ QAQ ada yg mau bantu ? *kriiikk kriiikk kriiik*

Terima kasih yang menyempatkan diri untuk membaca~ m(_ _)m

Review ? ;) ;) ;)