Amelo : makasih banyak untuk para reader yang sudah membaca fanfic gajetot ini. Terima kasih yang udah review, fav, dan favorite. Author senang sekali *nangis lebay*

Akashi : udah ah! Cepat mulai! *lempar gunting ke Amelo*

Amelo : aahhh! Sei-sama yg melempar gunting memang keren! / *menghindar dengan kecenya*

Midorima : biarkanlah Author sarap itu-nanodayo

Hasami : benar! Sebaiknya para reader menikmati cerita ini ya! Story… starto!

.

.

.

Bad Girl In Teiko

Disclaimer : selamanya milik Fujimaki-sensei

Rated : T. buat jaga-jaga aja sih .-.

Genre : fren ama romance. Tapi lebih ke frennya.

Warning : OOC, abal, gajetot, alur kecepetan, TYPO, dll.

DON'T LIKE DON'T READ

NEKAD?

HAPPY READING

CHAP 3

-di ruang OSIS-

"Kau seharusnya membuat kesan yang baik saat pertama kali bertemu-nanodayo" ucap Midorima sambil menaikan kacamatanya.

"Yang baik? Untuk gadis ukuran dia tak perlu memberi kesan yang baik." Jawab Akashi sambil merapikan kertas-kertas yang tadinya cukup ( baca : ga sama sekali ) berantakan itu.

"Kau ingin dijauhi oleh Shirokawa?"

"Tidak. Ini hanya bagian dari rencanaku saja. Bagaimana pun juga, ia akan patuh kepadaku cepat atau lambat." Jawab Akashi sambil menyeringai penuh arti.

"huh! Sebaiknya kita harus cepat pergi ke Gym. Kau tak ingin membuat mereka menunggu, kan?" kata Midorima sambil berdiri dan berjalan menuju pintu.

"Ya. Latihan harus dijalankan secepatnya agar tak membuang-buang waktu." Akashi pun ikut berdiri. Dan pasangan sejoli itu #plak maaf salah ketik. Maksudnya kedua lelaki beda surai itupun bersama-sama berjalan menuju Gym.

Saat mereka sampai di depan Gym, mereka mendengar suara yang sangat ribut didalam. Yah.. lebih tepatnya terdengar seperti teriakan. Kedua pria tampan nan pintar itupun masuk kedalam Gym untuk melihat apa yang terjadi. Dan mereka melihat 3 eh bukan maksudnya 4 lelaki dan 1 perempuan sedang mengerumuni seorang gadis dengan surai putih.

"Tidak bisa-ssu! Shirokawa-cchi harus one-on-one denganku dulu!" rengek sang surai kuning.

"Tidak bisa Kise! Aku yang pertama kali melihat permainannya! Dan kenapa kalian mengganggu pertandinganku?!" protes di Dim dengan surai biru tua.

"Kalau ingin bertanding, aku juga mau dengan Shiro-chin." Ujar si raksasa ungu sambil memakan cemilannya.

"Tidak boleh! Hasami-chan itu perempuan! Tak mungkin bisa melawan kalian semua satu-satu!" protes si dada F Cup /? Sambil memeluk gadis bersurai putih itu.

"Itu benar. Kalian tidak boleh seperti itu. Shirokawa-san akan sangat terbebani dengan tingkah kalian." Tambah si aura minim dengan surai Baby Blue itu.

"Kyaaa! Tetsu-kun sependapat denganku!" si dada F Cup itupun memeluk sisurai Baby Blue.

Sebenarnya apa yang terjadi? Kita liat kembali Flashback-nya

FLASHBACK

Saat itu Hasami yang sedang bermain sendirian dikejutkan dengan suara nge-bass /? Seorang lelaki. Dan yang mengejutkan adalah, sang lelaki itupun menantangnya one-on-one.

"Hoi! permainanmu keren sekali! Ayo one-on-one denganku!" pinta si lelaki yang ternyata dim itu sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Boleh saja sih. tapi, kau siapa?" tanya Hasami sambil menatapnya datar.

"Kau tak kenal denganku?!" tanya si dim dengan teriakan. Hasami hanya menggeleng.

"Baiklah baiklah. Kuperkenalkan diriku. Aomine Daiki. Seorang Ace!" jawab lelaki dim yang bernama Aomine itu dengan pede-nya.

"Ace? Kau?" tanya Hasami tak percaya.

"Tentu! Kenapa?" tanya balik Aomine.

"Kupikir kau awalnya center, lho. Tapi, ayo one-on-one!" kata Hasami sambil bersemangat. Aomine hanya sweatdrop karena gadis didepannya ini mengira dirinya seorang center.

Akhirnya one-on-one pun dimulai. Hasami yang ingin melihat kemampuan Aomine hanya memperlonggar defense-nya. Ternyata Aomine benar-benar seorang Ace. Ia bisa melihat dari cara berlari Aomine dan dunk-nya itu. Merasa tak ingin ketinggalan, Hasami pun menyerang. Aomine ternyata serius dengan Hasami. Terbukti ia sangat serius dengan pergerakan-pergerakan Hasami. Hasami hanya bergeser kekiri lebih cepat dari respon Aomine dan ia melakukan Three-point. Aomine hanya diam. Bahkan Aomine tak mau mengambil bola yang dibawah ring.

"Hei! Apa yang kau lakukan? Ambil bolanya!" perintah Hasami sambil menunjuk bola.

"Kau… seorang Shooting Guard?" tanya Aomine tiba-tiba.

"Tidak tau. Aku bisa melakukan Three-point dan bisa nge-dunk. Ah karena ajaran temanku, aku juga bisa melakukan beberapa fake." Jawab Hasami.

"Wuuaahh! Ternyata kau sangat menarik!" teriak seseorang sambil membuka ( baca : mendobrak ) pintu Gym itu. Dan masuklah seseorang dengan surai kuning, ungu, pink, dan Baby Blue.

"Siapa namamu?" tanya sang surai pink berlari dan menggenggam tangan Hasami.

"Eh? Shirokawa Hasami. Tapi, kau dan mereka.. siapa?" tanya Hasami melihat mereka semua heran. Karena rambut mereka yang warnanya unik.

"Eh? Kau tak mengenalku-ssu?" tanya si surai kuning menunjuk dirinya sendiri. Hasami hanya menggeleng.

"Ternyata Kise-chin tidak terlalu terkenal dikalangan gadis." Ujar si surai ungu sambil memakan wafer.

"Hahaha… rasakan itu Kise! Kau tak terkenal!" kata Aomine sambil tertawa lebar.

"Urusai-ssu!" kata si surai kuning sambil menggembungkan pipinya. Hasami yang merasa bosan hanya memutar bola matanya.

"Jadi… kalian siapa?" tanya Hasami ulang.

"Aku Kise Ryouta. Seorang model-ssu. Masa Shirokawa-cchi tidak mengenalku?" tanya Kise sambil merengek.

"Kise? Ah model itu. Aku tidak terlalu tertarik membaca majalah yang bukan tentang olahraga." Jawab Hasami enteng.

"kau tau tentangku-ssu?" tanya Kise dengan mata berbinar.

"sedikit. Itu pun aku tau dari teman perempuan-ku. Ia selalu membicarakan sosok seorang Kise." Jawab Hasami sambil mengangkat bahunya. Kemudian Hasami melirik sisurai ungu. Yang dilirik segera memberhentikan acara makannya.

"Murasakibara Atsushi. Salam kenal Shiro-chin" Murasakibara mengangguk kecil dan melanjutkan makannya.

"Aku Momoi Satsuki! Boleh aku memanggilmu Hasami-chan?" tanya sisurai pink. Hasami hanya mengangguk.

"Kuroko Tetsuya desu. Hajimimasite.." ujar si Baby Blue yang menganggetkan semua orang didalam Gym kecuali Hasami.

"Tetsu! Jangan muncul tiba-tiba dong!" ketus Aomine.

"Kuroko-cchi sejak kapan disini?" tanya Kise yang masih shock.

"Kuro-chin, tidak baik mengagetkan seseorang." Tambah Murasakibara sambil memakan L*ys.

"Mou.. Tetsu-kun.. kau membuatku jantungan" ujar Momoi sambil memegang dadanya.

"Aku sudah disini dari tadi." Jawab Kuroko sambil tetap bermuka datar.

"Benar. Saat kalian masuk Gym, dia ada bersama kalian." Tambah Hasami sambil menunjuk Kuroko.

'Uso?! Ada orang yang bisa melihat Kuroko secara langsung kecuali Akashi/cchi/kun/chin?!' batin mereka semua.

"Daripada itu, aku ingin one-on-one dengan Shirokawa-cchi!" pinta Kise bersemangat.

"Tidak bisa! Aku lah yang pertama kali memintanya bermain!"

"Eh?! Gantian dong Aomine-cchi!" pinta Kise.

"Tidak!"

"Huh! Ero egois-ssu!"

"nani?!"

END FLASHBACK

Nah, dengan ejekan Kise, adu mulut pun terjadi sampai si tampan merah dan hijau ini pun masuk kedalam Gym. Hasami yang menyadari kehadiran 2 makhluk tampan itupun menatap mereka.

"Are? Akashi dan Midorima-kun?" renspon Hasami membuat semua orang disana menoleh kearah 2 makhluk yang paling keren.

"Hasami. Mau apa kau disini? Kau bukan anggota basket dank au tidak bersangkutan sama sekali dengan klub basket." Tanya Akashi dingin. Hasami hanya mengernyit aneh, sejak kapan jelmaan iblis ini memanggil namanya?

"Aku hanya ingin mencoba bermain basket di Gym ini." Jawab Hasami seadanya.

"Iya-ssu! Shirokawa-cchi hanya bermain basket! Dan Akashi-cchi harus melihat cara bermainnya! Hebat sekali!" kata Kise semangat.

"Dia bisa bermain basket-nanodayo?" tanya Midorima sambil menaikan kacamatanya.

"Tentu! Hasami-chan bisa melakukan Three-point, dunk, dan dia bisa melakukan fake! Keren kan?" jawab Momoi.

"Ne Akashi-cchi, tolong jadikan Shirokawa-cchi menjadi Manager kedua-ssu. Kan kita bisa meningkatkan permainan kita dengan adanya Shirokawa-cchi. Lagipula Momo-cchi sepertinya membutuhkan teman-ssu." Usul Kise.

"Ah Ki-chan! Kau tahu saja apa yang mau kubicarakan!" Momoi menepuk punggung Kise.

"Tak perlu. Satsuki saja sudah cukup." Jawab Akashi tegas.

"Tapi kau harus melihat bahwa Shirokawa bisa bermain dengan hebat! Kan lumayan menjadi patokan untuk kemampuan kami!" kata Aomine.

"Hebat? Kalau begitu, Atsushi. Lawan dia. Jika dia bisa mencetak angka dari Atsushi walaupun hanya satu, akan kuijinkan dia menjadi Manager kedua!" perintah Akashi.

"Baiklah…" Hasami pergi ketengah lapangan.

"Atsushi, setidaknya seriuslah sedikit. Kau tau kan apa akibatnya jika kau tak serius?" tanya Akashi tampa sedikitpun menoleh kearah Murasakibara.

"Tentu saja~ dan aku memang ingin sedikit serius dengan Shiro-chin~" jawab Murasakibara sambil berjalan menuju bawah ring.

"Tidak dari tip-off?" tanya Hasami.

"Langsung saja. Kita juga harus latihan." Jawab Akashi. Hasami hanya mengangguk. Hasami pun mendrible bola kearah dimana Murasakibara menjaga ring.

Murasakibara membentangkan tangannya membuat Hasami sedikit takut akan maju. Hasami hanya diam dengan mendrible bola sambil memikirkan strategi. Setelah mendapat strategi, Hasami maju menuju Murasakibara. Ia meloncat dan ingin melakukan dunk.

"Kalau hanya itu aku bisa menghentikannya Shiro-chin.." Murasakibara melompat. Tapi saat Murasakibara melompat Hasami tidak melakukan dunk. Melainkan mencetak angka dengan cara melempar bola kearah ring dari samping tangan kiri Murasakibara. Dan bola itu pun masuk kedalam ring. Semua hanya terkesima saat bola basket itu masuk kedalam ring. Dan mereka tersadar saat bola basket itu memantul.

"Sugee..! shirokawa-cchi kakkoi-ssu!" teriak Kise.

"Bukannya itu gayaku?!" protes Aomine.

"Hehehe.. aku pernah melihat gaya ini saat pertandingan di tv. Tak kusangka itu kau ya?" Hasami hanya tersenyum mengejek kearah Aomine.

"Beraninya kau mencuri gayaku!" Aomine hendak mau memukul Hasami tetapi ditahan Momoi dan Kuroko.

"Bagaimana Akashi? Dia sudah melakukannya-nanodayo." Tanya Midorima sambil melirik Akashi yang disebelahnya yang ternyata sedang menyeringai.

"Sejak awal aku memang ingin menjadikannya manager. Jadi, tentu saja aku menerimanya." Jawab Akashi tetap menyeringai.

"Kalau begitu, kenapa permintaan Kise tadi tidak langsung disetujui?" tanya Midorima.

"Kalau aku langsung menyetujui-nya pasti ada yang aneh. Maka dari itu, aku menggunakan cara ini." Jawab Akashi sambil memperhatikan Hasami yang sedang dipeluk oleh Kise tapi dilepas secara paksa oleh Hasami dan ditendang olehnya.

"Terserah kau saja-nanodayo.." Midorima hanya menghela nafasnya.

Setelah itu Midorima dan Akashi menghampiri kerumunan makhluk berwarna-warni itu.

"Baiklah! Hasami kau resmi menjadi manager kedua. Tetapi, tugasmu hanya membantu Satsuki dan menjadi patokan kemampuan pemain reguler." Perintah Akashi.

"Baiklah!" jawab Hasami semangat.

Dan Hasami tidak tau kalau karenanya pula ia akan membuat semua anggota Kiseki No Sedai dalam kesulitan dalam kedepannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Amelo : wuah! Ini fanfic gagal total! Bener deh! *headtable* /?

Kise : gambatte ne Amelo-cchi! Ayo selesaikan fic ini!"

Momoi : tapi, di fic ini ada pairing tidak Amelo-chan?

Amelo : pairing? Ya ada dong. Sebenarnya pasti Hasami ujung-ujungnya ama Akashi. Tapi, saya ingin bikin Akashi brokoro dulu. Kan seru tuh Akashi brokoro =w=

Hasami : kenapa harus sama si boncel merah?

Amelo : itu adalah kehendak Amelo yang tak bisa digugat. hehe

Midorima : bagaimana kalau kau sisipkan AkaKuro? Sepertinya menarik-nanodayo.

Amelo : kalau hanya sedikit bisa sih. tapi kalau kebanyakan ntar ada fanservice untuk fujoshi lagi. Nanti ujung-ujungnya ke 'itu'. Oh tidak! Jangan membuatku berpikir seperti itu! *mimisan*

Momoi : aku mengerti ne Amelo-chan *puk pukin Amelo*

Hasami : daripada mikirin Author yang pikirannya udh kemana-mana, mendingan tutup aja deh ini chapter

Murasakibara : nyem~ kalau begitu, Mind RnR minna-chin? *makan pizza*

Aomine : jangan lupa tinggalkan beberapa review untuk Author gaje itu

Kuroko : See You Next Chapter Minna :)