Amelo : makasih banyak untuk para reader yang sudah membaca fanfic gajetot ini. Terima kasih yang udah review, fav, dan favorite. Author senang sekali *nangis sambil gigit saputangan* #?

Hasami : cukup amel. Itu menjijikan

Amelo : bukannya Hasa-chan sedang sakit, kok disini?!

Hasami : aku sudah sembuh bodoh. Lagipula saatnya menghajar si emperor boncel merah itu *evil smile*

Amelo : hiii! Da-daripada Hasami ga sabar buat ngehajar Sei-sama, mendingan dimulai aja deh! *kabur*

.

.

.

.

.

Bad Girl In Teiko

Disclaimer : selamanya milik Fujimaki-sensei

Rated : T. buat jaga-jaga aja sih .-.

Genre : fren ama romance. Tapi lebih ke frennya.

Warning : OOC, abal, gajetot, alur kecepetan, TYPO, dll.

DON'T LIKE DON'T READ

NEKAD?

HAPPY READING

CHAP 5

Normal POV

Hasami tak akan pernah menyangka ini. Setelah dirinya mengantar Aomine pulang, ia menemukan orang tuanya berada didalam rumah. Oh ya, nama Ayahnya adalah Shirokawa Touho, dan ibunya Shirokawa Haruhi. Uniknya, kedua orang tuanya benar-benar bersurai putih. Bukan karena ubanan ya. Dengan segera Hasami memasuki ruang tengah dan memeluk ibunya.

"Aku kangen ibu!" kata Hasami sambil memeluk Haruhi erat.

"Ibu juga sayang" balas Haruhi sambil mengelus surai putih Hasami.

"Hasami! Kau berkelahi lagi rupanya!" teriak Touho yang membuat Hasami tercengang. Hasami pun melepas pelukannya dan menatap Touho dengan tatapan sendu.

"Maaf… Ayah…" ujar Hasami sambil menunduk. Sedangkan sang ibu menatap Touho dengan tatapan memohon. Memohon agar Hasami dimaafkan.

"Yah… Ayah sudah mendengarnnya dari Shuko. Jadi, kau berkelahi untuk menyelamatkan temanmu, kan? Kalau begitu baguslah. Kau sudah melakukan hal baik." Touho menepuk kepala Hasami dan pergi kelantai atas. Hasami hanya diam, rasanya ia merasa sangat senang. Hingga senyum pun terukir diwajahnya.

"Ehem. Hasami, sebenarnya Ayah dan Ibu, akan tinggal disini selama kurang lebih 3 hari. Tak apa, kan?" tanya Haruhi lembut.

"tak apa bu" jawab Hasami.

"Dan, hari ini ada pesta di gedung Empire. Kau harus ikut!" tegas Haruhi sambil menunjuk Hasami.

"Apa?! Tidak tidak! Aku tidak mau pergi ke pesta! Ibu tau kan kalau aku gak suka pake Dress? Pokoknya aku gak mau ikut!" jawab Hasami sambil teriak.

"Hasami! Jika kau tak ikut, kau akan kupiting!" teriak Touho dari lantai atas yang membuat Hasami merinding.

"Ta-tapi, aku kan masih terluka. Tak mungkin ikut dong." Elak Hasami.

"Ibu tau kepalamu itu sudah tidak sakit. Perban ditanganmu bisa ditutup dengan sarung tangan. Perban dikaki juga bisa ditutupi dengan gaun dress-nya." Jawab Haruhi yang membuat Hasami terpojok.

"Ba-baiklah… dress-nya sepanjang apa?"

"semata kaki" Hasami hanya menghela nafas. Memang jika ia kangen dengan kedua orang tuanya, tapi sikap orang tuanya pula yang kadang membuat Hasami jengkel sendiri.

"Dress-nya sudah disiapkan dikamarmu. Dan.. kau tak akan bosan disana. Karena ada teman yang akan menemanimu." Haruhi pun mengedipkan sebelah matanya. Melihat hal itu, Hasami makin merinding sendiri. Pasalnya jika Ibunya sudah seperti itu, maka ada rencana yang bakal dibenci oleh Hasami.

"Pestanya dimulai jam 7 malam. Besok hari minggu, kan? Jadi kita bisa disana cukup lama" tambah Haruhi sambil beranjak kelantai atas. Hasami hanya menghempaskan dirinya ke-sofa dan memakan cemilan yang ada diatas meja.

"Teman? Rasanya aku tak pernah punya teman dalam urusan pekerjaan ayah. Siapa ya?" gumam Hasami sambil tetap memakan cemilan.


-skip time ; pukul 6.30 malam-

Hasami sudah siap dengan penampilannya. Kalau bisa dibilang, Hasami itu amat-amat cantik. Jika ia berpakaian seperti itu disekolah, maka fans-nya akan bertambah. Hasami memakai Dress berwarna putih dengan panjang semata kaki. Pita merah yang mengikat pinggangnya dan beberapa renda merah yang menghiasi bagian atas Dress. Ia memakai sarung tangan yang bewarna putih sepanjang sikunya. Rambutnya digerai dan dipakai pita berwarna merah. Untuk sepatu, ia memakai sepatu dengan hak sedang, berwarna merah.

Kedua orang tuanya, memakai pakaian full putih. Dari baju, sepatu, tas. Semuanya full putih. Lalu, kenapa Hasami memakai yang ada warna merahnya?

"Firasatku gak enak, nih!" gumam Hasami saat berada diperjalanan.


-gedung empire-

Didalam gedung tersebut, lumayan banyak orang. Dan dalam sekejap, teman Ayah Hasami langsung mendatangi Ayahnya. Kadang bertanya siapa Hasami. Dan jika ada teman Touho yang membawa anak lelaki, saat melihat Hasami maka lelaki itu langsung nge-blush. Mau yang dibawah umur, seumuran, bahkan yang diatas umur pun terkadang blush saat melihatnya.

Merasa bosan, Hasami menghampiri ibunya. Menanyakan apa teman yang dimaksud sang ibu sudah datang atau belum.

"Hem, mereka orang yang tepat waktu. Seharusnya mereka sudah datang." Haruhi menengok kearah kanan dan kiri. Setelah beberapa saat, ia menemukan orang yang dimaksud. Ia pun menggandeng Touho dan membisikan sesuatu. Dan Touho pun tersenyum.

"Hasami, ayo kemari. Akan ayah perkenalkan kepadamu teman ayah." Hasami hanya mengangguk. Dan mengikuti ayahnya dari belakang. Saat ayahnya berhenti, Hasami tetap dia dibelakang ayahnya. Firasatnya makin ga enak.

"Sudah lama tidak bertemu Akashi. Bagaimana perusahaanmu?" tanya Touho dengan seseorang.

#DEG

Akashi? Akashi? Jangan bilang…

"Wah… apa ini anakmu? Tampan sekali. Siapa namanya Mio-san?" tanya Haruhi dengan riang. Demi apapun, Hasami ingin kabur sekarang juga.

"Namanya Akashi Seijuuro. Sei-kun, perkenalkan dirimu." Jawab Akashi Mio. Istri dari Akashi Seiho sekaligus ibunya Akashi Seijuuro. Dan Hasami pun kabur. Tapi, ditahan tangannya oleh ayahnya.

"Ayah! Lepaskan!" erang Hasami dalam hati.

"Akashi Seijuuro. Hajimimasite Shirokawa-san." Ujar Akashi sambil membungkuk sedikit.

"Wah, sopan sekali.." puji Haruhi.

"Sopan apanya?!" teriak Hasami dalam hati. Sambil berusaha kabur.

"Dimana anakmu Shirokawa? Bukannya kau berjanji akan mengajaknya ikut?" tanya Akashi Seiho kepada Touho.

"Tentu saja aku mengajaknya. Hasami, perkenalkan dirimu." Touho menarik Hasami agar keluar. Sekarang, Hasami bisa melihat sosok Akashi Seijuuro yang hem… cukup keren menurut Hasami dan sangat tampan menurut Amelooo! #?

Kembali ke cerita, Hasami dengan muka masam pun akhirnya memperkenalkan dirinya.

"Shirokawa Hasami. Douzo Yoroshiku Onegaishimasu." Ucap Hasami sambil membungkuk kecil. Ia pun melihat Akashi Seijuuro yang sedang tertawa kecil. Oh yeah.. Hasami tau apa yang dipikirkan Emperor boncel itu.

"Hasami yang terkenal galak dan sangar disekolah, lebih suka memakai celana ketika latihan, dan mengikat rambutnya… dan sekarang ia memakai Dress panjang, dan rambutnya digerai. Oh.. bukan Hasami banget."

Hasami hanya membuang muka saat Akashi menatap dirinya. Jujur, lebih baik ia pulang sendiri sekarang juga. daripada menikmati makanan yang tersaji dipesta yang katanya luar biasa enak.

"Wah.. wah.. sepertinya Hasami-chan dan Sei-kun memakai pakaian yang seperti pasangan ya. Mirip sekali…" ujar Mio sambil tertawa kecil. Hasami melihat pakaian Akashi. Akashi memakai kemeja merah juga dasi putih, lalu memakai Tuxedo putih dan celana panjang putih. Di ujung lengannya terdapat garis merah. Lalu, Akashi memakai sepatu kulit berwarna putih.

Orang tuanya? Mio pakai dress merah. Seiho memakai tuxedo hitam dan kemeja merah. Oh Tuhan, apakah kedua pasang orang tua ini sudah merencanakan hal ini?

"Merah dan Putih. Cocok sekali bukan Touho?" tanya Haruhi sambil tersenyum penuh arti kepada Touho.

"Ya… sangat cocok. Bagaimana menurutmu Akashi?" tanya Touho kepada Seiho.

"Ya.. mereka sangat cocok. Bagaimana kalau mereka ditunangkan?" tanya Seiho yang membuat Hasami tersedak. ( A/N : Tadi Hasami sempat ngambil minuman dingin.) Sedangkan Akashi, diwajahnya terlihat kaget. Tapi beberapa detik kemudian digantikan seringai. Oh tidak… Hasami tau arti seringai itu.

"uhuk! Uhuk! A-apa?! Aku tidak mau." Tolak Hasami hingga membuat kedua pasang ortu menengok kearahnya.

"Kenapa Hasami? Seijuuro-san sangat baik untukmu. Dia baik, sopan, dan berpendidikan tinggi. Cocok denganmu bukan?" tanya Haruhi. Hasami hanya sebal sendiri.

"Dia lebih pendek dariku." Ujar Hasami pelan tetapi tegas. Haruhi pun menatap Akashi.

"Seijuuro-san, berapakah tinggimu?"

"173 cm."

"dia tak terlalu jauh denganmu. Hanya beda 1 cm saja. Kenapa kau sangat menentang, Hasami?" tanya Haruhi serius.

"Karena ibu tak tau sifat aslinya."

"Memang apa sifat aslinya?"

"kejam, tak berperikemanusiaan, dan juga egois! Satu lagi, aku benci padanya sejak aku pertama kali melihatnya!"

"Kau tetap akan bertunangan dengannya Hasami. Aku tak menerima penolakan." Ucap Touho tegas dan tiba-tiba.

"Ta-tapi ayah…"

"Sekali bertunangan tetap bertunangan. Akashi juga sudah menyetujuinya. Dan kau, harus bertunangan dengan Seijuuro secepatnya."

"A-apa?! Ukh… baiklah…" Hasami hanya menghela nafas. Ia sudah sangat tau bagaimana sikap Akashi kedirinya dan kelima temannya yang lain. Dan sejak insiden hari pertama itu, Hasami benar-benar tak menyukai Akashi.

"Sei-kun, bagaimana kalau kau mengajak Hasami-chan untuk berdansa. Otousan dan Okaasan ada perlu dengan kedua orang tua Hasami-chan." Ujar Mio lembut. Akashi hanya mengangguk dan mengulurkan tangannya ke Hasami.

"Apa?" tanya Hasami sinis.

"Berdansa. Maukah?" Akashi bertanya sambil tersenyum. Tapi bagi Hasami itu adalah seringai. Dari raut wajah Hasami jelas-jelas kalau dia menolaknya. Tapi, karena tatapan ayahnya yang menyuruhnya untuk menerimanya, dengan berat hati Hasami menerimanya.

"Ya. Baiklah." Jawab Hasami sembari menerima uluran tangan Akashi. Akashi dan Hasami pun pergi ke area dansa yang merupakan ditengah-tengah ruangan.

"Yang akrab ya." pesan Touho untuk Akashi dan Hasami.

"Mereka akan susah untuk akrab." Ujar Haruhi.

"Tak apa ne. kurasa Sei-kun bisa mengajaknya untuk akrab dengan dirinya." Mio menenangkan Haruhi.

"Kapan anak kita akan bertunangan?" tanya Touho.

"Secepatnya. Dan aku sudah memikirkan tanggal yang bagus." Jawab Seiho sambil menyeringai.

Sementara itu Akashi dan Hasami….

"Kau badmood sekali. Ini pesta, nikmatilah Hasami." Ujar –coret-perintah- Akashi sambil berdansa dengan Hasami. Hasami hanya memutar bola matanya bosan.

"yang membuatku badmood adalah kau. Aku tak akan pernah menikmati pesta ini jika bukan karena ayahmu yang mengatakan hal yang tidak-tidak. Satu hal lagi, aku tak mau akrab denganmu." Jawab Hasami sinis.

"Oh ya? Kupikir cepat atau lambat kau akan akrab denganku. Karena itu adalah hal yang pasti." Ujar Akashi dengan percaya diri. Hasami hanya menatap iris hetero Akashi sinis.

"percaya diri sekali. Aku tak akan pernah percaya hal itu akan terjadi Akashi."

"Hem.. sepertinya aku harus memberimu bukti." Akashi perlahan tapi pasti mendekatkan wajahnya kewajah Hasami. Hasami pun terlihat sedikit panik.

"A-apa yang mau kau lakukan?!" Hasami menginjak kaki Akashi dengan hak sepatunya. Walaupun itu sepatu kulit, tetap saja rasa sakitnya terasa.

"Aw! Kau memang perempuan liar." Kata Akashi sambil menjauhkan dirinya darimu. Ia melihat sepatunya yang terdapat seperti penyokan akibat hentakan dari hakmu itu.

"Bodo amat ah!" Hasami pergi meninggalkan Akashi yang malah menyeringai.

"perempuan cantik yang liar itu sangat jarang. Dan itu sangat menarik buatku, Hasami." Batin Akashi sambil menatap Hasami yang pergi menjauhinya. Akashi menatap Hasami seolah menatap mangsa yang sangat empuk. Tetapi susah didapat.

Akashi dan Hasami tak mengetahui, sepasang mata dan telinga sudah mengikuti apa yang terjadi antara Akashi dan Hasami di pesta. Ia hanya menggeram kesal.

"Tak akan kubiarkan Shirokawa menjadi milikmu, Akashi!" geramnya sambil pergi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC


Amelo : karena dari hasil voting ripiu lebih banyak ke AkaShiro, ane nyoba bikin. Tapi... apa ini?! Nyoba bikin AkaShiro tapi rasanya… err banget! Nama ibunya Akashi ini Amel FIX ngarang. lagipula bingung mau dikasih nama apa. ya udah deh begitu jadinya. Ini apa banget pula, Amel fangirling sendiri pas bikin adegan mau ditunangin! Hadeuh =w=

Hasami : tak ada bagian aku meninjunya?!

Amelo : tadi kan udah diinjek. Masa ditinju lagi. Kan kasian Sei-sama.

Hasami : aku tak pernah merasa kasihan terhadap bocah merah itu! Pokoknya aku tak mau tunangan dengannya!

Amelo : tapi, biar brokoronya kerasa kamu harus meng-PHP-in sei-sama dulu tau. Gimana sih?

Hasami : huh! Mau brokoronya kerasa atau gak, yang penting aku gak mau tunangan ama dia!

Amelo : terserah Hasami. Tapi Amel maunya Hasami tunangan ama sei-sama :p

Hasami : mau mati? *bawa kapak*

Amelo : hiiii! Tidaaakkkk! *kabur naik kuda ala koboi* #?

Hasami : karena author gembelan itu udh kabur duluan, saya tutup ini. Mind RnR?

Amelo : *teriak* SEE YOU NEXT CHAPTER!