Amelo : makasih banyak untuk para reader yang sudah membaca fanfic absurd ini sampe abis. Amel benar-benar berterima kasih kepada para reader yang memberikan sarannya di kotak review dan para silent reader. Terima kasih banyak *bow*

.

.

.

.

.

Bad Girl In Teiko

Disclaimer : selamanya milik Fujimaki-sensei

Rated : T. buat jaga-jaga aja sih .-.

Genre : fren ama romance. Tapi lebih ke frennya.

Warning : OOC, abal, gajetot, alur kecepetan, TYPO, dll.

Amel note : ada yg nyadar amel ganti penname? Ga ada? Baguslah! /plak. Ini bakal jadi chapter terakhir. Terserah mau ngapain, yang penting amel udh mikirin sekuelnya dan gak tau ini panjang ato pendek. Dan maaf aja kalo agak keluar jalur dari cerita Orijinalnnya /?

DON'T LIKE DON'T READ

NEKAD?

HAPPY READING


CHAP 7

Kelulusan SMP. SMP Teiko akan mengadakan kelulusan para murid kelas 3 esok hari. Semua sudah melihat hasil nilai mereka saat seminggu setelah Ujian Terakhir mereka saat SMP. Ada yang bagus, dan ada juga yang jelek. Yah, esok hari menjadi hari yang buruk bagi Hasami. Kenapa? Karena selama 1 tahun ini, ia menghabiskan banyak waktu dengan Kiseki No Sedai, dan itu hilang begitu saja. Dan dikamar Hasami, Hasami tampak menenggelamkan wajahnya kedalam bantalnya. Isakan kecil terdengar. Wajar jika kau menangis ketika jika teman yang kau banggakan menghilang dan tak mempedulikanmu sama sekali.

"Kenapa? Kenapa jadi seperti ini?" tanya Hasami sambil terisak. Ia mengingat bagaimana jadinya Akashi yang menjadi lebih dingin, Aomine yang makin menjadi nakal dan dingin, Murasakibara yang sudah tak peduli dengan perintah siapapun bahkan dengan Akashi saja juga tidak. Ia bahkan mengancam bahwa ia akan menghancurkan semua yang menghalanginya. Kise yang lebih peduli dengan rekor basket dan modelnya juga tidak terlalu hangat seperti dahulu, dan juga Midorima yang lebih menjadi pangeran es. Berbicara ketika dia sangat memerlukannya. Momoi? Bahkan ia menjadi sangat tertutup dengan Hasami.

Ia masih bisa memahami jika mereka seperti itu karena ulangan akhir sudah dekat. Tapi, yang anehnya adalah ketika ulangan sudah berakhir, mereka semakin mencekam dan membuat deklarasi perang satu sama lain dalam dunia perbasketan. Dan ia melihat itu dengan mata kepalanya sendiri. Sunggu menyakitkan bukan?

Hasami pun bangkit dan duduk dikasurnya. Ia tak mengenal teman-temannya yang sekarang. Ia tak mengenalnya. Andai saja jika waktu bisa diputar kembali, ia akan sangat menginginkan itu. Tapi, ada yang mengganjal dipikirannya Hasami. Ada satu yang terlupakan.

Ya, satu orang yang sangat penting, Kuroko Tetsuya. Oh Hasami benar-benar lupa dengan bocah dengan hawa tipis tersebut. Ia pun mengambil ponselnya dan mengirimkan e-mail ke Kuroko.


To : Kuro-kun

From : Hasami

Kuro-kun? Apa kau mengetahui tentang mereka? Mereka yang saling menantang satu sama lain itu?


Hasami menunggu dengan cemas. Ia berharap Kuroko tidak tau. Walaupun tau, setidaknya ia tidak berubah seperti yang lainnya.

#DRRT #DRRT

Hasami mengecek handphone-nya dengan cepat


To : Shirokawa-san

From : Kuroko Tetsuya

Ya, aku tau. Aku sudah menduga bahwa itu akan terjadi. Jangan khawatir Shirokawa-san. Semua akan baik-baik saja seperti kata Momoi-san.


Hasami masih belum puas dengan jawaban itu. Ia benar-benar merasakan bahwa diantara dia dan Kuroko, Kuroko lah yang lebih merasakannya. Karena Hasami murid pindahan dan Kurokolah yang lebih mengenal mereka? Benar sekali. Hasami pun membalas e-mail tersebut.

"Besok temui aku ditaman belakang! Harus!"

Setelah mengirim e-mail tersebut, Hasami langsung menaruh handphone-nya sembarangan dan langsung tertidur. Berharap semua yang terjadi hanyalah ilusi.

-skip time ; keesokan harinya-

Banyak murid yang senang karena mereka lulus, tapi ada juga yang sedih karena harus berpisah dengan teman baik mereka. Salah satunya adalah Hasami. Sesuai janjinya kemarin ia mendatangi taman belakang tempat bertemunya ia dengan Kuroko. Saat sampai, ia tak mendapati Kuroko sama sekali ditempat itu.

"Haah… sudah kuduga aku datang kecepatan…" ujar Hasami.

"Tidak Shirokawa-san.. aku datang lebih cepat dari kau." Ujar Kuroko.

.

.

.

.

1 detik

.

.

.

2 detik, Hasami hanya melihat Kuroko

.

.

.

.

.

3 detik

.

.

.

.

"GYAAA! Kau sejak kapan disitu?!" teriak Hasami histeris.

"Sejak sebelum Shirokawa-san kesini." Jawab Kuroko datar.

"Syukurlah kau tidak berubah Kuro-kun." Ujar Hasami sambil duduk dan menyenderkan badannya kedahan pohon sakura.

"Maksudnya?"

"Kau tahu kan? Semuanya berubah sejak hari itu. Seandainya aku tidak seperti itu, mungkin hal ini tidak akan terjadi." Hasami hanya tersenyum masam.

"Itu bukan salah Shirokawa-san. Shirokawa-san pasti reflek mengatakan hal itu, kan? Aku juga jika berada diposisi Shirokawa-san akan seperti itu juga." jawab Kuroko.

"Semua akan baik-baik saja seperti katamu bukan? Kau percaya itukan?" tanya Hasami sambil menatap Kuroko penuh harap sambil tetap mempertahankan senyumannya.

"Entahlah. Aku juga tidak yakin. Tapi, mungkin aku akan berhenti bermain basket." Jawab Kuroko dengan suara kecil sambil melihat langit.

"Berhenti?! Kenapa?!" Hasami langsung berdiri. Rupanya ia mendengar hal tersebut.

"Aku juga tidak tahu. Rasanya sesak jika aku bermain basket lagi. Jadi, aku berhenti bermain basket saja." Jawab Kuroko sambil tersenyum tipis.

"Lagipula, aku tidak akan mampu menang jika melawan mereka berlima jika aku bermain basket." Tambah Kuroko.

"Gak boleh…"

"Shirokawa-san?"

"Kuro-kun tak boleh berhenti bermain basket! Walaupun kau termasuk yang terlemah diantara mereka.. tapi kau gak boleh berhenti bermain basket seperti lainnya! Kau pernah bilang kalau kau cinta basket, kan?! Karena itu jangan berhenti!" Hasami tampak sangat kesal. Kuroko hanya tersenyum kecil.

"Yah… aku memang mencintai basket. Tapi, mungkin akan sesak jika bermain basket. Tetapi aku tak bisa hidup tanpa basket. Jadi mungkin aku akan tetap main walaupun tak menjadi pemain reguler." Kuroko hanya menutup matanya sambil tersenyum.

"Tentu saja harus seperti itu. Ngomong-ngomong Kuro-kun akan masuk SMA mana?" -Hasami

"Tentu saja yang berbeda dari Kiseki No Sedai." -Kuroko

"Eh?! Serius?!" -Hasami

"Tentu. Lagipula tak baik juga terlalu mengandalkan mereka. Dan mungkin aku akan memilih SMA Seirin." –Kuroko

"oh SMA yang itu? Bagus juga." –Hasami

"Shirokawa-san tau?" –Kuroko

"Tentu saja. mereka adalah klub basket terbaru dan sudah masuk keperempatan final Inter-High. Sudah pasti mereka lumayan kuat." Jawab Hasami sambil memasang pose berpikir.

"Shirokawa-san akan masuk SMA mana?" –Kuroko

"Sepertinya Rakuzan di Kyoto." –Hasami

"Jauh sekali. Kenapa disana?" –Kuroko

"Tentu saja karena si Emperror cebol itu! Ayah menginginkan aku satu sekolah lagi dengannya. Dan ayahnya si Emperror itu menginginkannya sekolah dikampung halamannya, Kyoto. Merepotkan saja!" keluh Hasami. Kuroko hanya tersenyum.

"Ne.. Kuro-kun. Aku percaya. Suatu hari nanti kita pasti bisa bermain bersama lagi! Dan mungkin dengan pemain lainnya! Aku sangat percaya!" ujar Hasami bersemangat disertai anggukan dari Kuroko.

"Wah! Sudah jam segini! Aku harus pergi dulu! Terima kasih atas percakapannya Kuro-kun! Aku sangat menikmatinya! Jaa ne!" teriak Hasami sambil melihat jamnya. Hasami pun berlari meninggalkan Kuroko sambil melambaikan tangannya. Saat Hasami sudah menghilang, terlihat sesuatu di mata Kuroko, seperti tergenang air mata.

"Aku… percaya padamu… Shirokawa-san. Karena itu aku akan mengikutimu…" ujar Kuroko sambil menghapus genangan air matanya dan pergi meninggalkan tempat itu.

Dan disinilah… Kisah sebenarnya dimulai!

~FIN~


OMAKE

Beberapa bulan kemudian… menginjak hampir satu tahun…

"Haah… haah… haah…" ujar gadis bersurai putih yang berlari dengan sekuat tenaga menuju bangku penonton paling depan untuk melihat satu arena.

"SMA Seirin berhasil menang dengan skor 101-100! Menunduk!" ujar wasit memberikan hasil pertandingan

"Terima Kasih banyak!" ujar 10 orang pemain yang 2 orangnya sangat dikenal gadis itu.

"Haah… akhirnya kau bisa mengalahkan Si Bakamine itu Kuro-kun. Dan kau berhasil mengalahkan Kise-kun dalam pertandingan latihan juga Midorima-kun saat penyisihan Inter-High. Kau juga punya cahaya baru. Berarti sekarang giliranku untuk maju!" ujar gadis tersebut lega sembari menyeringai kecil.

"Saatnya mewujudkan harapan itu saat sudah final~" gadis tersebut riang sembari berbalik membelakangi arena tersebut.

DI EN


AMEL NOTE :

Yah.. gimana chap terakhirnya… agak dramatisir yak? amel selipin KuroShiro didalemnya. Gapapa ya… habisnya Kuroko kan jadi bagian yang lumayan penting di ff ini /maksudloapa

Sekuelnya settingnya pas udah selesai final Winter Cup. Jadi, Amel bakal nunggu hasil winter-cup versi orijinalnya walaupun masih lama. Tapi, yang penting bisa nyambung. /plak.

Satu lagi. Amel mau nanya, ff yang "My Imouto" apa dimasukin ke Rated M aja ya. Amel takutnya terlalu berbahaya jika masih memegang gelar rated T. tapi terserah reader sih. kalo pada milih T, amel usahakan agar masih cukup aman. Tapi kalo kebanyakan milih di rated M… amel pasti kebablasan. Jadi silahkan pilih~

SEE YOU NEXT HASAMI ACTION! /?