Apa jadinya jika Haruno Sakura si gadis kutu buku dan culun tetapi pemberani bertemu dan tinggal satu atap bersama 2 mafia sekaligus? Bagaimanakah kisah Sakura menjalani hidupnya bersama dua mafia tersebut?
Cherry'UchihaSakura'Blossom
Proudly Present
Most Wanted Boy in My House
Warning : Gaje, Miss typo(s), Lemon
Desclaimer : Naruto belongs Masashi Kishimoto
Dont like? So don't read! It's so easy right?
Last Preview….
" Nah, ayo kita pergi." Kata Sakura siap. Rambutnya tetap ia kepang tak lupa juga dengan kacamatanya. Ia mengenakan kaus lengan panjang kedodoran dengan warna yang senada dengan rambutnya dipadu dengan jeans hitam
" Hn, " Sasuke berdiri dari pijakannya.
Sakura sedikit mengamati Sasuke." Aah, kau mau keluar seperti ini? Kau akan tertangkap. Kusarankan sebaiknya kau menyamar."
" Hn."
" Dan penyamaran seperti apa yah…." Sakura memutar otaknya. Ia meneliti seluruh tubuh Sasuke dan triing!
" Ah! Aku tahu. Dan kali ini kau tidak akan tertangkap." Seringai Sakura.
Ahh, Uchiha kau masuk ke dalam perangkapku. Dan kali ini aku akan mengerjaimu habis-habisan. Hihihi.
Chapter 3
" Mari ikut aku ke kamar." Ajak Sakura.
At bedroom…..
" Nah, kau duduk di depan meja rias. Aku harus mencari seseatu." Sakura beranjak meninggalkan Sasuke yang beranjak duduk di depan meja rias. Sakura berjalan menuju lemari besar yang ada di sudut kamarnya.
" Umm, kayaknya aku menyimpannya deh." Sakura membuka pintu lemari berwarna kecoklatan itu. Ia mengobrak-abrik isi lemari itu. " Uhh, dimana yah?" Katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Sementara Sasuke memandang Sakura heran.
Hn, apa yang akan dilakukan cewek bodoh itu? Sasuke bertanya-tanya dalam hati.
Sakura terus mengobrak-abrik isi lemari hingga barang-barang di dalamnya telah berserakan di lantai.
" Hei sebenarnya kau mau apa sih?" Tanya Sasuke. Ia sudah capek melihat Sakura terus mengobrak-abrik isi lemarinya sendiri.
" Diamlah!" Sahut Sakura yang kini kapalanya telah menelusup ke dalam lemari.
" Hn, "
" Ahhh! Ketemu juga!" Sakura mengeluarkan kepalanya dari dalam lemari dan menunjukkan seseatu yang panjang pada Sasuke.
" Kau mau apakan wig itu hah?" Sasuke mulai merasakan firasat yang tidak enak tentang dirinya.
" Inilah yang akan kau pakai." Sakura menjulur-julurkan wig hitam panjang pada Sasuke. " Ini adalah wig waktu pesta haloowen-ku dulu. Nah, pakai ini!"
" Kau gila!" Sasuke terlonjak. " Aku tidak akan memakai benda usang dan kotor seperti itu di kepalaku!"
" Aku sudah susah payah mencari ini tahu!" Sakura melipat tangannya di depan dada. " Pokoknya kau harus pakai ini. Ini masih bagus dan bersih. Lagipula lihat wig ini tidak kusut kan?" Sakura membelah belah helaian rambut palsu itu.
" Pokoknya sekali tidak tetap tidak." Sasuke memalingkan wajahnya.
Sakura mendengus kesal. " Kalau begitu ya sudah! Kau keluar dengan dandanan seperti itu saja. Kujamin baru beberapa langkah kau keluar, kau pasti akan langsung tertangkap." Kata Sakura acuh.
Sasuke berpikir sejenak. Wig atau ditangkap? " Hn, baiklah. Terserah kau sajalah."
" Ok! Mari kita mulai! Tapi sebelum kita mulai kau pakai penutup mata ini dulu." Sakura melemparkan sehelai kain panjang hitam ke arah Sasuke. Sasuke dengan gesit menangkap kain itu.
" Kenapa aku harus pakai ini?" Tanya Sasuke. Nadanya terdengar sedikit agak kesal.
" Kau tidak usah banyak bicara. Turuti saja kataku." Jawan Sakura.
Dengan ogah-ogahan Sasuke memasang penutup mata itu.
" Ok! Let's we start! Kata Sakura bersemangat.
Skiptime
Cih jika tahu akan begini. Aku tidak akan menuruti perkataan si bodoh itu! Batin Sasuke kesal.
Hihihi. Tahu rasa kau Uchiha. Sakura berusaha menahan tawanya agar tidak meledak. Bagaimana ia tidak tertawa ia telah sukses mendandani Sasuke.
Kalian ingin tahu dandanan Sasuke? Mari kita tengok sama-sama.
Tampilan dari atas biasa saja sama seperti cewek pada umumnya. Rambut palsunya tergerai panjang. Riasan yang tipis tapi cukup membuat cantik wajah Sasuke. Dress selutut dipadu dengan legging hitam panjang dengan perut yang membuncit. Hahaha! Sasuke kini telah menjadi nyonya Haruno yang tengah hamil! Boleh kuulang H-A-M-I-L! Bisa di bayangkan seorang mafia disulap menjadi seperti itu?
Sakura terus memegangi perutnya yang sudah sakit menahan tawa. Ia melirik ke aras Sasuke yang wajahnya kini memerah.
Cih! Si bodoh ini pasti mengerjaiku. Liat saja pembalasanku nanti! Rutuk Sasuke.
Sakura mengingat kejadian saat ia memaksa Sasuke keluar dengahn dandanan seperti itu.
Flashback
" Hwaaaaaaa! What the hell? Kau apakan aku ini?" Geram Sasuke. Ia tidak akan menyangka Sakura akan mendandaninya seperti wanita. Pantasan saja ia tetap harus mengenakan penutup mata saat berganti baju.
" Dan yang terakhir kau gunakan ini." Sakura melempar bantal kecil. " Ganjal ini di perutmu!"
" Kau sudah gila! Mau kau apakan lagi aku?"
" Jika kau seperti itu, polisi masih bisa mengenalimu. Tapi jika kau memakai ini, kujamin polisi atau siapapun pasti tidak akan mengenalimu."
" Tidak! Aku tidak akan melakukan itu. Aku sudah cukup malu dengan dandananku seperti yang sekarang. Kau mau aku tambah malu lagi?"
Yes! Batin Sakura.
" Kumohon Sasuke. Jika kau tertangkap kau pasti akan repot.. Jadi pakai ini yah." Sakura memohon dengan puppy eyes-nya.
" Hn, "
" Kuanggap itu jawaban iya." Sahut Sakura.
Sasuke akhirnya memakai bantal itu di perutnya. " Kau puas sekarang, huh?"
Sakura mengacungkan jempolnya. " Kau mirip sekali dengan ibuku sekarang."
End of Flashback
" Sasuke kau santai saja. Lihat mukamu merah tuh." Kata Sakura.
" Cih!" Sasuke mendecih.
Hihihi…
" Nah Sasuke pilih sesukamu. Disini baju sangat banyak loh." Sakura mengacungkan telunjuknya. " Aku mau ke bagian sana dulu Tapi sebelum itu jangan lupa beli kacamata, kontak lensa, dan wig baru untukmu." Sakura beranjak meninggalkan Sasuke yang asal memasukkan berbagai macam baju. Mulai dari dalaman, kaus oblong, kaus lengan panjang, blazer, jeans puntung, hingga jeans panjang.
Ia melirik ke Sakura, ia sedang asyik memilah-milah baju. Cih, it's time for pay back. Sasuke menyeringai. Ia berjalan ke arah kasir lalu membayar semua bajunya.
" Bisa kau titip ini untukku?" Sasuke membuat suaranya layaknya perempuan. Bisa dibayangkan?
" Tentu saja." Kata pelayan itu ramah. Ia mengambil dua kantung penuh belanjaan Sasuke.
Ia lalu berjalan menuju Sakura. Fikirannya sudah penuh dengan rencana-rencana yang akan ia lakukan pada Sakura.
" Ahh, kau sudah selesai berbelanja?" Tanya Sakura.
Sasuke tidak menjawab, di tariknya Sakura menuju ke ruang ganti. Ia memasukkan Sakura ke ruang ganti lalu menguncinya bersama dirinya di dalam.
" Hn, sudah puas kau mengerjaiku?" Tanya Sasuke diikuti dengan seringai khas-nya.
" Umm, apa maksudmu?" Kata Sakura pura-pura bodoh.
Sasuke mendecih, " Kau akan menerima pembalasannya Sakura." Ia mengunci tangan Sakura dengan tangannya. Ia himpit Sakura di dinding ruang ganti itu.
Sakura menelan ludah. " A-ano, soal itu aku hanya bercanda Sasuke. Ti-tidak serius."
" It's too late honey. And let's we start this game." Sasuke langsung mencium penuh-penuh mulut Sakura. Ia lumat habis bibir itu. Sesekali ia jilati.
Sakura mencoba memberontak. " Hmmpphh...lepaskan aku Sasuke."
Sasuke tidak memperdulikan kata-kata Sakura. Ia terus melakukan kegiatannya. Kali ini ia menggigit bibir bawah Sakura agar Sakura membuka mulutnya.
" Auwww!" Sakura membuka mulutnya. Kesempatan emas seperti ini tentu tidak disia-siakan oleh Sasuke. Sasuke menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Sakura. Ia menjelajahi rongga basah itu sesekali mengabsen satu persatu gigi Sakuara.
" Kumohon Sasuke lepaskan..." Rintih Sakura di sela-sela ciuman panasnya.
Sasuke sama sekali tidak menghiraukan kata-kata Sakura. Bosan dengan mulut ia beranjak menuju rahang Sakura terus ke bawah hingga ke leher. Sakura terus melakukan perlawanan terhadap aksi Sasuke. Ia mendorong dan menjambak rambut Sasuke.
" Ku...mohon Shasukehh~~~ Henti~~~~ahhh~~~~" Sakura mendesah akibat perlakuan liar Sasuke yang menggigit kecil leher jenjangnya. Terus ia ciumi leher putih itu. Ia ciumi, hisap, gigit, lalu ia jilati. Begitu seterusnya. Hingga menciptakan tanda merah yang banyak.
" Enggh~~~ Sasu~~~keh~. Kumohonn. Nghhh~~" Sakura mulai tidak terkontrol. Bulir-bulir air mata mulai menetes dari pelupuk matanya.
Sasuke sama sekali tidak merespon kata-kata Sakura, kini ia menbuka satu persatu kancing baju Sakura hingga ia merasa seseatu air menetes di pipinya.
Ia langsung menghentikan aktivitasnya itu. " Sa-Sakura..."
Sakura terus terisak. Ia sangat berantakan dengan baju yang hampir terbuka.
" Hikz hikz hikz." Sakura terus terisak.
" Sakura ma...,"
Plak! Sakura menampar Sasuke. " Aku benci kau!" Sakura segera mengancing bajunya lalu berlari menembus kerumunan orang yang sedang mengantri masuk departement store itu.
Ia berlari tak tentu arah. Ia biarkan kakinya melangkah menjauh dari Sasuke. Tak lama ia berlari, ia akhirnya sampai di taman.
Kakinya cukup lelah berlari. Ia mencari-cari bangku taman. Setelah ia menemukannya, ia duduki bangku itu.
" Huh, aku benci orang itu!" Sakura mengusap matanya. Ia menyentuh bibirnya yang sudah dicium paksa Sasuke. Ia menggosok-gosok bibirnya berharap bekas ciuman tadi hilang. Ia juga menyentuh lehernya. Ia mengusap pelan lehernya. Uh, agak sedikt sakit.
" Sakura." Seseorang menepuk pundaknya pelan. Ia sudah tahu benar tepukan ini.
" Gaara senpai."
" Sedang apa kau disini?" Tanya Gaara ramah.
" Sedang duduk santai saja." Sakura mencoba tersenyum.
Ada yang aneh dari Sakura. Batin Gaara. Ia mencermati tubuh Sakura dan akhirnya ia menemukan keanehan itu. Terdapat banyak kemerahan pada leher putih gadis itu. Pikiran Gaara langsung berkecamuk
" Sakura. Lehermu kenapa? Kok merah?" Tanya Gaara halus.
" Ahhh, ini tadi digigit nyamuk pas membereskan kolong tempat tidur." Sakura nyengir. Mana mungkin ia mengatakan hal yang sebenarnya pada Gaara.
Gaara sedikit lega. " Kau pasti capek. Mau kutraktir? Sekalian kita berjalan-jalan. Aku bawa motor." Tawar Gaara.
Kali ini Sakura tidak akan menolak ajakan Gaara. Lagipula ia juga malas pulang ke rumah.
. Sakura mengangguk
" Tapi sebelum itu kau harus menutupi tanda-tanda merah ini. Jika terlihat orang pasti akan malu." Gaara menarik ikatan rambut Sakura hingga kepangannya terlepas. Rambut Sakura yang sepunggung akhirnya tergerai. Rambutnya agak sedikit keriting mengingat Sakura sering sekali mengepangnya.
" Nah lebih baik. Kau juga kelihatan cantik." Ujar Gaara membuat Sakura agak sedikit tersipu.
" Sekarang ayo kita berangkat."
Tak lama motor Gaara akhirnya melaju kencang.
Sakura paling suka saat ia naik motor karena ia merasa nyaman saat angin menerpa kulit wajahnya dan menerbangkan helaian rambutnya. Ia merasa seakan masalahnya juga turut terbawa pergi bersama angin yang melewatinya.
" Senpai, kita mau kemana?" Tanya Sakura saat Gaara bebelok
" Kita makan dulu terus kita jalan lagi." Jawab Gaara. " Di sini ada kedai sushi yang enak loh."
Sementara Sakura sedang asyik makan sushi bersama Gaara, Sasuke yang kini sudah mengganti pakaiannya mencari Sakura. Kali ini ia terlihat sedikit lebih baik dengan kaus hitam oblong dan jeans hitam panjang. Tak lupa ia memakai kacamata kotak bergagang putih. Warna iris matanya kini telah disamarkan yang semula berwarna hitam legam kini menjadi warna hazel. Rambut emonya kini tertutupi dengan rambut palsu yang sedikit agak spike berwarna biru dongker. Tak lupa juga dengan sepatu keats Adidas warna putih.
Siapapun yang melihatnya pasti langsung jatu hati. Buktinya saat ia melewati kerumunan gadis-gadis muda, para gadis-gadis itu terlihat berbisik sesekali ada yang memandangnya dengan tatapan takjub.
Tapi sungguh, itu tak ia hiraukan. Kini tujuan utamanya adalah mencari Sakura. Ia sedikit menyesal atas perbuatannya pada Sakura. Memang sih, agak kelewatan. Pemuda satu ini juga mangakuinya.
Ia mencari di setiap sudut yang ia lewati, tapi tidak menemukan si gadis pinkie itu. Akhirnya ia putuskan untuk menyerah juga.
Tiba-tiba handphone di sakunya bergetar. Ia melihat ke layar.
" Hn, mau apa lagi si Dobe ini?" Hanya si Dobe bodoh itu yang tahu nomor handphone-nya. Maklum, Sasuke harus menyembunyikan identitasnya. Nama rekening, kartu kredit telah ia palsukan begitu juga dengan nama registrasi kartu handphonenya.
Ia menekan tombol hijau da layar Handphone touch screen itu.´" Hn,"
' Hei Teme! Apa kabar? Kau baik-baik saja?'
" Apa ada masalah?"
' Sejauh ini sih belum. Ibiki belum bisa melacakmu. Kau ini di mana sih? Aku mau mengunjungimu tahu!"
" Aku ada di pinggiran kota Tokyo. Nanti alamat rumah tempat aku tinggak akan kukirimkan. Tapi dandananmu jangan mencolok. Jangan menggunakan kendaraan pribadimu ke sini! Pokoknya jangan menarik perhatian!"
' Tentu saja! Aku juga tidak mau ditangkap tahu!'
" Hn." Sasuke memutuskan sambungan teleponya. Si Dobe alias Naruto adalah mafia yang menjadi anggota kelompok mafia Uchiha. Dia adalah sahabat karib dari Uchiha Sasuke. Sudah turun temurun klan-nya dan klan Naruto bekerja sama.
Ia mengingat kembali insiden beberapa tahun lalu saat klan Naruto terbunuh karena pemboman besar-besar distrik Namikaze yang pelakunya masih menjadi misteri. Sejak saat itu Naruto diangkat menjadi anak oleh almarhum ayahnya dan dijadikan sebagai kelompok rahasia mafia Uchiha yang pergerakannya tersembunyi. Tindakan itu dilakukan untuk mengamankan Naruto dari penciuman polisi. Jadi selama ini dia tidak menjadi buronan karena pergerakannya ataupun keberadaan belum tercium oleh polisi. Untuk saat ini.
Ia segera mengetik alamat rumah Sakura lalu ia kirimkan pada sahabatnya sekaligus saudara angkatnya itu.
Sebaiknya dia pulang, pasti tak lama lagi Naruto akan datang. Itu pandapat Sasuke. Ia buru-buru menyetop taksi.
Si bodoh itu pasti akan pulang juga.
10 P.M...
Sakura Pov
" Terima kasih atas hari ini senpai." Ujarku pada Gaara senpai.
Dia hanya tersenyum. " Sebaiknya kau cepat masuk. Sudah malam. Untung besok libur, jadi kau bisa tidur sepuasnya." Tak lama motor Gaara senpai akhirnya melaju juga.
Cih,
Denagn menenteng satu kotak takoyaki aku memasuki rumah. Takoyaki ini buat si bodoh itu. Aku baik kan?
" Aku pulang." Sahutku
" Hn, kenapa kau baru pulang?" Tanya Sasuke kepadaku. Matanya masih tetap tertuju pada layar TV.
" Bukan urusanmu!" Jawabku ketus. " Nih aku bawa takoyaki. Kau makan saja."
" Hn. " Kata Sasuke singkat. " Umm, Sakura..."
" Apa?"
Sasuke menggaruk-garuk kepalanya, " Maaf atas kejadian tadi siang. Aku menyesal."
Hah! Si bodoh ini bisa juga minta maaf? Ku kira dia itu manusia robot. Aku tersenyum, kumaafkan saja deh, lagipula aku juga salah.
" Hn, tak apa. Aku sudah melupakannya." Kataku. " Sekarang kau makan ini saja." Aku meyodorkan takoyaki itu padanya.
Sasuke mengambil takoyaki itu. Ia buka lalu ia masukkan satu ke dalam mulutnya.
" Bagaimana? Enak?" Tanyaku antusias. Walaupun baru beberapa hari aku tinggal bersama Sasuke, aku sudah agak merasa nyaman dengannya.
Sasuke mengangguk. Ia memasukkan satu lagi ke dalam mulutnya.
" Jika kau mau kapan-kapan kita bisa ke kedainya. Aku yang traktir." Aku duduk di sebelah Sasuke.
" Hn."
" Bagaimana dengan bajumu? Kau tidak lupa membeli wig, kontak lensa dan kacamata?"
" Hn, "
" Oi Teme ada orang?" Sahut seseorang dari dapur. Tak lama seseorang pria muncul. Siapa lagi sekarang?
" Hei kau! Kau tidak boleh seenaknya membawa oang ke dalam rumahku tahu!" Tuduhku. Ia hanya mengedikkan bahunya.
" Aaa... maaf kalau aku lancang." Kata orang itu sopan. Lumayan tampan. " Sasuke sudah menceritakan semuanya. Kau pasti Haruno Sakura?"
Aku mengangguk.
" Perkenalkan aku Uzumaki Naruto. Teman Sasuke."
Berarti jangan=jangan...
" Apa kau juga mafia?" Tanyaku ragu-ragu.
Ia hanya mengangguk. Oh Kami-sama, belum satu, satunya datang lagi.
Aku memijit-mijit kepalaku. Kenapa sih nasibku setragis ini?
" Tapi tenang, aku tidak seperti Sasuke kok. Aku mafia yang baik." Jarinya membentuk peace. " Sakura-chan izinkan aku tinggal disini yah. Kumohon."
Oh Kami-sama. Aku sudah tidak sanggup.
" Terserah kau sajalah. Asalkan kau tidak merepotkan." Kataku pasrah.
Ia tersenyum. " Terima kasih Sakura-chan." Sahutnya. " Umm, bau enak apa ini?"
" Oh itu takoyaki." Jawabku.
" Takoyaki? Kesukaanku! Dan kau tidak membagi takoyaki itu padaku Teme? Jahat!" Ia buru-buru berlari kearah Sasuke lalu merampas takoyaki itu. " Semua ini punyaku."
Aku sedikit terkikik geli melihat tingkah Naruto. Ia sangat beda sekali dengan Sasuke.
" Oh ya Sakura-chan sekarang kau boleh tidur di kamarmu kembali. Aku dan Sasuke yang akan tidur di sofa." Katanya.
Benarkah itu? Oh thanks God!
" Aku tidak mau tidur di sofa. Apalagi bersamamu." Sahut Sasuke yang langsung mendapat jitakan dari Naruto.
" Auww! Kau ini kenapa sih?" Gerutu Sasuke sambil memegang bekas jitakan Naruto.
" Tidak usah perdulikan Sasuke. Kau istirahat saja Sakura-chan."
" Baiklah." Aku berjalan menuju kamarku.
Huuhhh, tahun ini pasti akan jadi tahun yang panjang bagiku. Tinggal bersama dua orang mafia sekaligus. Semoga saja aku tidak akan bunuh diri karena saking frustasinya.
Somewhere...
" Apa kau sudah bisa melacak si Uchiha itu?" Tanya pria berjas hitam kepada pria berjas hitam lainnya.
Pria itu menghela nafas panjang lalu menggeleng.
" Jika kita belum bisa menemukan Uchiha, komandan pasti akan membunuh kita." Jawabnya putus asa.
Tiba-tiba seseorang mendeham dari belakang.
" Komandan Ibiki." Kedua orang itu memberi hormat.
" Tenang saja, aku tidak akan membunuh kalian. Tapi aku punya permintaan lain lagi." Kata Ibiki sambil menghisap cerutunya
" Apa itu Komandan?"
" Kali ini target perburuan kita tidak hanya pada si Uchiha. Tapi juga pada bocah Namikaze."
Kedua pria itu terkejut. " Tapi bukannya seluruh klan Namikaze telah habis waktu pemboman kita?"
" Itu menurut kalian. Tapi aku baru mendapatkan sumber bahwa waktu pemboman besar-besaran keluarga Namikaze, tidak ditemukan mayat anak kecil. Dugaan sementara, waktu insiden, bocah itu tidak berada di rumah atau bisa saja mereka sudah mengetahui soal pemboman untuk antisipasi bocah itu diangkat sebagai anak oleh Fugaku Uchiha. Tidak menutup kemungkinan kalau saja nama anak itu atau marga anak itu telah diubah oleh Fugaku untuk meyamarkan identitas asli anak itu. Dan jika memang benar seperti itu, berarti dia juga masuk ke dalam angota Uchiha dan berarti dia juga adalah musuh."
" Tapi selama ini kita sama sekali tidak tahu pergerakan mengenai si bocah Namikaze itu. Kita tidak cukup kuat untuk memasukkannya dalam target pemburuan kita."
Ibiki menyeringai. " Siapapun itu maupun warga sipil sekalipun jika dia berkomplot dengan Uchiha, berarti dia adalah target perburuan kita."
Kedua pria ini sudah mengerti benar obsesi Ibiki betapa inginnya Ibiki menangkap habis seluruh mafia Uchiha ini dikarenakan dendam membara Ibiki akan mafia ini. Dendam yang sudah lama tersimpan. Dan ia sudah bersumpah sampai matipun ia tidak akan melepaskan salah satu anggota mafia itu bersama dengan komplotannya. Jadi karena alasan itulah ia membom habis distrik Namikaze yang diduga adalah partner kerja dari mafia itu. Dan insiden itu hanya mereka bertiga saja yang tahu.
" Jadi sudah ditetapkan?"
" Ya, sudah ditetapkan target kedua kita adalah si bocah Namikaze itu."
To be Continued...
Chapter 3 selesai! Jawaban dari tebakan hampir benar. Tapi belum spesifik. Tapi nggak papa deh semua jawaban diterima kok. Dan buat senpai yang nyumbangin ide ceritanya. Terima kasih banyak. Insya Allah ide cerita senpai saya akan masukin. Terma kasih banyak lagi atas senpai-senpai dan reders yang sudah membaca fic ini. Apalagi yang meriview. Dan nama-nama di bawah inilah yang sudah meriview fic ini dari chap 1 dan 2. Arigatou ne... Semoga nanti tambah banyak yang review fic abal-abal saya ini.
Uchihaiykha, Hime Youichi Uchiha, Sky Pea-chan, Akira Mayumi, Riku Aida, LoveHeero, Green Tea, Raynfals, 4ntk4-cH4n, cuteshii beauty, Yuki Hasegawa, Rizuka Hanayuuki, HarunoZuka, Pinky Blue Onyx, noonaSyea, Bakapabo, Misaki Aozora, Tamichi Uchiha, Tabita Pinkynunny, Helnachi, Chiwe-SasuSaku, Fidya Raina Malfoy, Diosas, DEVIL'D, Shubi Shubi, Rierye.
Chapter ini juga merupakan kunci dari cerita ini. Chap ini agak lumayan berbelit juga. Saya aja yang nulis butuh waktu untuk memhami karya saya sendiri. Hheehe... Saya juga nggak nyangka fic ini lumayan banyak yang suka. Saya jadi bersemangat ngelanjutin fic ini sampai tamat deh.
Maaf fic kali ini agak pendek. Soalnya Dewa ide lagi nggak berpihak pada saya. Oh ya, sekian dulu bacotnya dan jangan lupa
Review plisssss...
Jaa nee...
