Beautiful Pain © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, etc.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, Drama.

Rated: T

Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).

Summary: Kyuhyun berusaha untuk menikmati cintanya yang bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan tanpa status yang jelas bersama Siwon. Seberapa pun kerasnya ia mencoba untuk merasa baik-baik saja, rasa sakit itu selalu saja menghampiri.

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

Chapter 2: Feel The Broken Heart

"Kyuhyun-ah! Tunggu aku!"

"Ung? Siwon?" Kyuhyun sedang berjalan keluar dari kelasnya saat seseorang memanggilnya dari belakang. Siwon, pria itu berjalan tergesa-gesa menghampiri Kyuhyun sambil memasang senyum terbaiknya.

Kyuhyun berubah cerah saat Siwon sudah berada dihadapannya. Sedikit berjinjit kecil untuk meraih batang hidung Siwon dengan hidungnya sendiri dan menggesekkannya bersama, menimbulkan kekehan geli dari Siwon.

"Salam persahabatan seperti biasa~ hehe" kata mereka bersamaan.

Kyuhyun dan Siwon telah dekat satu sama lain sejak kurang lebih empat bulan yang lalu. Pertemuan konyol yang dialami Kyuhyun dan Siwon membawa mereka berdua menjadi sahabat dekat yang tak terpisahkan. Dimana ada Kyuhyun, disitu pasti ada Siwon, begitu pula sebaliknya. Hal ini merupakan sebuah nasib baik bagi Kyuhyun.

"Kyu, apa kau ada acara setelah ini?" Siwon bertanya pada Kyuhyun.

"Eum, ani. Ada apa? Ingin aku temani menggambar lagi?" jawab Kyuhyun santai seakan-akan ia telah terbiasa dengan pertanyaan Siwon tersebut. Siwon mengangguk cepat.

"Kau tahu saja"

Semenjak berteman, mereka sering menghabiskan waktu bersama, seperti halnya menggambar sesuatu bersama-sama dibawah pohon beringin tempat mereka pertama kali bertemu –yang kini telah berubah status menjadi 'markas' mereka.

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya diatas rerumputan hijau di area taman kampus dimana 'markas' beringin mereka berada. Ia membaringkan tubuhnya nyaman dibawah pohon sedangkan Siwon mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun sambil mengeluarkan peralatan menggambarnya dari dalam tas yang sedari tadi digendongnya.

"Aku masih tak mengerti mengapa kau senang sekali menggambar dibawah pohon ini, Siwon-ah" Kyuhyun membuka pembicaraan mereka kembali sambil matanya menatap langit cerah yang menaunginya.

"Bukankah sudah sering kukatakan padamu, aku senang sekali menggambar disini karena pemandangan disini indah, ditambah lagi dengan adanya makhluk manis yang ada disampingku ini. Hahaha"

Seketika wajah Kyuhyun berubah memerah saat mendengar perkataan Siwon tadi. Ia tahu betul siapa yang Siwon maksud, ia juga tahu bahwa Siwon berkata seperti itu hanyalah untuk menggodanya, tetapi tetap saja hal itu dapat membuat Kyuhyun merasa kegeeran.

"Yah! Jangan menggodaku seperti itu!" kata Kyuhyun kesal yang membuat Siwon tertawa kecil.

Suasana berubah hening, Siwon terlihat mulai serius dengan pekerjaannya. Hanya suara gemerisik dedaunan yang saling bergesekan dari pohon rimbun tak jauh dari posisi mereka lah yang terdengar. Kyuhyun mengubah posisi berbaringnya menjadi menelungkup, tak peduli bila bajunya akan kotor terkena tanah. Angin-angin nakal mengayunkan helaian rambutnya yang lembut, membuat Kyuhyun tersenyum damai.

Matanya beralih menatap sosok kawannya. Sampai saat ini, masih sulit dipercaya olehnya jika ia bisa berada sedekat ini dengan seorang Choi Siwon.

He's living like a dream.

Choi Siwon, makhluk yang sangat sempurna; secara tiba-tiba menjadi seorang sahabat dari Cho Kyuhyun yang notabenenya adalah seorang manusia yang biasa-biasa saja.

'Entah ini sebuah mukjizat Tuhan yang patut kusyukuri atau malah harus kusesali,

Karena pada nyatanya hal ini membuatku semakin menyukainya; dan mungkin hal ini sedang membawaku menuju rasa cinta yang mendalam'

Ketahuilah wahai Cho Kyuhyun, rasa cintamu terhadap Siwon akan berubah menjadi sebuah kesalah besar kelak.

.

.

~WonKyu~

.

.

Suatu Hari...

Matahari bersinar terik siang ini. Korea baru saja memasuki hari pertama di musim panas, seluruh wilayah yang ada di negara ini dan juga dibeberapa bagian dunia yang lain sedang dilanda cuaca yang sangat membakar.

"Aigooo~ kenapa siang ini panas sekali sih?" Kyuhyun berlari-lari kecil di sepanjang koridor kampusnya sambil mengusap peluh yang sesekali turun dari dahinya. Ia baru saja menyelesaikan kelas musiknya dan tak lama setelah itu Siwon mengiriminya sebuah pesan singkat yang memberitahu Kyuhyun agar menemuinya di bawah pohon beringin setelah kelasnya usai. Hal itu lah yang membuat Kyuhyun berlarian seperti ini.

Tak lama Kyuhyun telah sampai di tempat tujuannya, ia tersenyum ketika melihat Siwon sedang duduk menunggunya dibawah pohon. Dengan kaki-kaki jenjangnya ia melangkah menghampiri Siwon.

"Hey Siwon-ah" Kyuhyun menyapanya dari belakang. Siwon menoleh cepat, wajahnya menunjukkan sebuah semangat pada senyumnya.

"Kenapa terlihat semangat sekali, eoh? Ada apa?" Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya disamping Siwon, orang yang diajaknya bicara hanya tersenyum-senyum aneh.

"Kau tahu Kyu, aku sedang jatuh cinta. Aigooo" Siwon mengguncangkan pundak Kyuhyun dengan semangatnya.

Gulp

"S-siapa?"Kyuhyun tersentak.

"Siapa apanya?"

"Orang yang beruntung itu?" Kyuhyun memperjelas pertanyaannya. Siwon tersenyum.

"Kau tahu Tifanny Hwang? Dia mahasiswa seni disini, kudengar dia juga sekelas denganmu."Jawab Siwon.

Kyuhyun terdiam, jelas saja dia tahu siapa itu Tifanny Hwang. Dia adalah wanita cantik yang cukup cemerlang di fakultasnya, ia juga sangat populer di kampus ini, tak mungkin tidak ada yang tidak tahu siapa dia. Terlebih Tifanny adalah teman sekelasnya, ia mengetahui bagaimana keaktifannya saat mengikuti kelas.

"Oh Tifanny rupanya. Selamat Siwon-ah, kau memilih seseorang yang tepat,"Kyuhyun tersenyum tanpa melihat kearah Siwon. "A-aku masih ada kelas, kita bertemu lagi nanti."

Kyuhyun bergegas pergi dari sana tanpa melihat kearah Siwon lagi. Perasaannya terasa tak menentu saat tahu bahwa Siwon memintanya untuk menemuinya hanya untuk menceritakan hal tak penting semacam itu.

"Kyu! Titipkan salamku pada Tiffany ya!"

Kyuhyun tidak mampu untuk sekedar mengiyakannya apalagi untuk berbalik.

Ia merasa air matanya akan segera tumpah ruah.

.

.

~WonKyu~

.

.

Kyuhyun terduduk lesu ditepi tempat tidurnya. Perkataan Siwon tadi siang masih terngiang dikepalanya, ada sebuah perasaan aneh yang menyergap hatinya.

Ia tahu ia menyukai –atau lebih tepatnya mencintai?- Siwon, tapi ia tidak tahu kalau memendam sebuah perasaan seperti ini akan terasa begitu sakit. Ia baru saja menyampaikan salam dari Siwon untuk Tiffany, dan kelihatannya Tiffany menyambut perasaan Siwon dengan baik.

Oh, ini baru permulaan saja, tapi kenapa Kyuhyun sudah merasakan nyeri di hatinya? Sempat terpikir olehnya untuk menyerah saja, tapi itu sama sekali bukan gayanya. Untuk apa ia menyerah sekarang setelah ia bersusah payah mengamati Siwon dari jauh selama ini? He will get nothing.

Setelah bergulat dengan segala macam prasangka buruknya, Kyuhyun memilih untuk diam saat ini. Ia akan mencoba mengamati perkembangan Siwon dan Tiffany secara tersembunyi, ia tidak memiliki gambaran pasti bagaimana nasibnya jika saja Siwon berhasil mendapatkan Tiffany. Yang jelas ia akan menunggu kelanjutan dari semua ini.

Semoga saja Siwon tidak benar-benar bisa mendapatkan Tiffany, do'a Kyuhyun sesaat sebelum ia menjemput damainya.

.

.

~WonKyu~

.

.

Hari demi hari berlalu, waktu terasa berjalan sangat lambat bagi Kyuhyun. Beberapa hari ini pula Kyuhyun mencoba untuk menjauhkan dirinya dari Siwon untuk sementara waktu. Ia mencoba menyibukkan dirinya sendiri agar ia bisa meminimalisir rasa rindu juga penasarannya akan Siwon.

Kyuhyun terduduk sendirian disini, tidak di bawah pohon beringin seperti biasa, ia lebih memilih untuk berdiam diri di perpustakaan kampus sambil menghadapi setumpuk buku yang sama sekali tidak menarik dimatanya.

"Kau tahu Siwon si anak tampan dari jurusan seni?" bisik-bisik dua orang yeoja dihadapan sebuah rak buku sejarah dimana Kyuhyun juga sedang berada disana.

Merasa bahwa nama Siwon menyapa indra pendengarannya, Kyuhyun melirik sekilas pada dua yeoja tersebut. Telinganya bersiap mendengarkan sesuatu yang akan menambah pengetahuannya tentang perkembangan Siwon.

"Akhir-akhir ini banyak sekali yang membicarakannya, kau tahu, ia adalah idola dikampus ini. Kudengar lagi, ternyata ia sudah memiliki kekasih"

BUK

Tubuh Kyuhyun limbung. Ia butuh kepastian sekarang.

.

.

~WonKyu~

.

.

Kyuhyun berlari seakan kesetanan. Ia butuh Siwon, ia butuh sesuatu yang jelas.

Kyuhyun berlari menuju pohon beringin mereka berdua, itulah satu-satunya tempat yang Kyuhyun ketahui jika seandainya ia ingin menemui Siwon, walaupun kini hanya sedikit saja kemungkinan ia dapat menemukannya disana.

Mata besar Kyuhyun bergerak cepat mencari sesosok tegap yang menjadi pujaan hatinya. Gerak tubuhnya begitu gelisah. Dan akhirnya ia menemukan batang hidung Siwon yang sedang berbaring diatas rerumputan musim ini. Tanpa berpikir dua kali Kyuhyun segera menerjang Siwon.

"A-ah! Yah! Kyuhyun?! Ada apa?!" Siwon berteriak panik kala ia merasakan beban pada tubuhnya bertambah secara tiba-tiba.

Kyuhyun bergeming, ia mengeratkan pelukannya pada leher Siwon, sedangkan Siwon sendiri masih terperangkap dibawahnya. Mata Kyuhyun terasa panas.

"K-kau.. benarkah?" cicit Kyuhyun pada telinga Siwon membuat yang mendengarnya mengernyit heran.

"Apa maksudmu, Kyu? Kenapa tiba-tiba kau seperti ini?" Siwon mencoba melepaskan kungkungan tangan Kyuhyun pada lehernya, namun Kyuhyun bersikeras tidak ingin melepaskannya.

"Kau.. Ti-Tiffany.." tanya Kyuhyun sekali lagi. Jantungnya berdegup kencang.

"Oh, kebetulan sekali kalau begitu, aku baru saja ingin memberitahumu. Aku dan dia sekarang resmi berpacaran. Tidak bisakah kau bayangkan betapa bahagianya aku? Haaa"

Ini. Sudah. Terlambat.

Kyuhyun pikir begitu, ia tidak lagi bisa mencegah Siwon dan Tiffany untuk bersatu.

Perlahan tapi pasti Kyuhyun melonggarkan pelukannya pada Siwon dalam diam. Tidak ada reaksi yang diberikannya pada Siwon, percuma, ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada dirinya sendiri sekarang ini. Kyuhyun beringsut melepaskan dirinya dari Siwon dan membiarkan pria dihadapannya bangkit.

Siwon menatap Kyuhyun bingung melihat sikapnya, Kyuhyun dihadapannya seakan tidak mengenalinya lagi setelah ia melepaskan pelukannya. "Kyu, gwenchana?" tanyanya.

Kalau Kyuhyun boleh berteriak saat ini, ia akan bertanya pada dunia apakah ini yang dinamakan patah hati? Jangankan untuk menatapnya, untuk berkedip saja mata ini terasa berat sekali. Seakan ada jutaan muatan molekul air yang akan tumpah membanjiri tanah yang dipijaknya.

"Hiks..." sebuah isakan berhasil lolos dari mulutnya yang terasa kelu, ia sudah tak peduli bila saja Siwon menganggapnya lemah atau pun aneh.

"Kyu, gwenchana? Sebenarnya ada apa denganmu?" mendengar pertanyaan panik Siwon membuat Kyuhyun semakin tak bisa menahan tagisnya. Isakan pilu beserta lelehan air mata itu memecah diamnya Kyuhyun, membuat tanda tanya besar berkembang dikepala Siwon.

"Andwaeee.. Jangan Tifanny, aku, aku, harusnya aku.."racau Kyuhyun. Merasa tak tega melihatnya, Siwon menarik Kyuhyun kedalam pelukannya, dan itu malah membuat tangis Kyuhyun semakin hebat.

"Ssshh, tenanglah Kyu, ceritakan sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Siwon sambil mengusap punggung Kyuhyun yang bergetar.

Kyuhyun mendongak menatap wajah Siwon dihadapannya, memamerkan matanya yang basah. Siwon menatap caramel yang seolah meleleh itu dalam, ia seakan tersedot kedalamnya oleh sesuatu yang tak terlihat.

Entah atas dorongan darimana, setelah melihat mata itu sebentar Siwon menggerakkan kepalanya mendekati wajah Kyuhyun. Begitu pula dengan Kyuhyun, melihat wajah Siwon yang mendekat kearahnya ia juga ikut memajukan kepalanya.

Dan entah bagaimana hal itu bisa terjadi, bibir keduanya bersentuhan. Air mata Kyuhyun langsung mengering, ia tak mengerti mengapa Siwon menciumnya.

Tak lama, Siwon memutuskan kontak fisik mereka. Ia menatap dalam pada Kyuhyun, ada sesuatu yang dapat ditangkapnya dari pemuda itu.

"Jangan menangis.." Siwon mengusap jejak air mata dipipi Kyuhyun. "Aku tahu kau menyukaiku.."

Hanya empat kata dari Siwon yang dapat membuat Kyuhyun membeku total. Wajahnya memanas, ia malu, kenapa harus disaat seperti ini perasaanya terbongkar?

Siwon tersenyum tipis, ia menatap Kyuhyun tanpa suara. Tangan kokohnya bergerak membelai helaian rambut Kyuhyun.

"Terimakasih karena kau mau menyukai seorang lelaki sepertiku,"

"Tapi maaf, aku tidak bisa meninggalkan Tiffany untukmu.."

Dan Siwon pun berlalu begitu saja. Menyisakan patahnya hati Kyuhyun untuk yang pertama kalinya.

TO BE CONTINUED


A/N: Annyeooooong! Akhirnya saya bisa kembali lagi dengan membawakan kisah lanjutan dari Beautiful Pain untuk kalian semua *nangis*. Akhirnya setelah sekian lama saya menganggurkan ff ini, kemarin saya mendapatkan pencerahan(?) untuk kembali menulis chapter ini. Semoga ceritanya tidak garing dan pasaran (_ _)v, dan maaf kalau ada yang merasa bahwa alur ceritanya kecepetan hehehe..

Dan sepertinya jalan cerita dari fanfic ini akan menjadi sangat panjang, saya sendiri tidak tahu ff ini akan memuat berapa chapter (u,u) But i'll try my best till the end (^q^). Hehehe sudahlah, saya tidak ingin curhat panjang-panjang kali ini. Kurang dan lebihnya dari chapter ini mohon dimaafkan. Sampai bertemu lagi di chapter berikutnya! ^w^)/

Sign,

The Bloody Phoenix