Beautiful Pain © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, etc.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, Drama.

Rated: T

Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).

Summary: Kyuhyun berusaha untuk menikmati cintanya yang bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan tanpa status yang jelas bersama Siwon. Seberapa pun kerasnya ia mencoba untuk merasa baik-baik saja, rasa sakit itu selalu saja menghampiri.

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

Chapter 4: Who's that boy?


Hari kedua setelah kematian ibunda Kyuhyun. Matahari musim panas terbit terlambat hari ini, setelah terbit pun cahayanya begitu redup, seredup cahaya mata Kyuhyun. Pagi ini Siwon dan Kyuhyun pulang kembali ke Seoul setelah kemarin mereka menginap di Busan untuk mengurus proses pemakaman Nyonya Cho. Masih dengan motor sport kesayangan Siwon mereka kembali pulang. Siwon mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata, ia tidak ingin mencelakai seseorang yang telah diamanatkan padanya, ia juga khawatir Kyuhyun yang sedang melamun diboncengannya terjatuh jika ia mengemudi dengan cepat.

Siwon menghela nafas ketika melihat Kyuhyun melalu kaca spionnya, terduduk tanpa gairah dengan kepala yang disenderkan di punggungnya, tangan Kyuhyun yang seputih salju melilit kuat di perutnya; ia yakin Kyuhyun melamun terus di sepanjang perjalanan.

Ckiit

Motor sport biru itu berhenti tepat di depan gedung apartemen yang Kyuhyun tempati. Siwon menoleh ke belakang, Kyuhyun masih tak berpindah posisi, sepertinya Kyuhyun tidak sadar kalau mereka telah sampai. Siwon mengusap wajahnya perlahan, rasanya Kyuhyun membutuhkan seseorang untuk mendampinginya selama masa-masa sulit ini, tidak mungkin jika Siwon harus menurunkan Kyuhyun disini dan membiarkannya tinggal sendirian. Siwon merasa perlu untuk membawa pulang Kyuhyun ke rumahnya.

Maka setelah itu pun Siwon kembali melajukan motornya, memutar arah, dan pergi menuju rumahnya. Setelah sampai Siwon memarkirkan motornya ke dalam garasi, berhubung ia tinggal sendiri jadi ia bisa bebas membawa siapapun ke rumahnya. Masih sama seperti sebelumnya Kyuhyun tidak berpindah posisi, hanya saja sekarang matanya menatap ke sekeliling.

"Kita ada dimana?"

"Dirumahku. Apa kau lupa?"

Kyuhyun menggeleng. Kemudian ia memutuskan untuk turun dari motor, Siwon pun menyusulnya. Setelah mengunci motornya, Siwon menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam rumah. Kyuhyun menurut saja, ia mengekori Siwon dihadapannya.

"Sekarang lebih baik kau tinggal bersamaku dulu. Aku tidak ingin kau menyimpan bebanmu sendirian, jadi anggaplah ini rumahmu sendiri" kata Siwon. "Dan berhubung aku belum merapikan kamar tamu, jadi kau tidur bersamaku. Dan jika kau ingin berganti baju, pakai saja bajuku terlebih dahulu. Mungkin besok aku akan ke apartemenmu untuk mengambil baju"

Kyuhyun hanya mengangguk tanda mengerti, bibirnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. "Ayo, lebih baik kau istirahat sekarang. Aku juga lelah" ajak Siwon sambil masuk ke kamarnya disertai Kyuhyun. Mereka merebahkan dirinya diatas tempat tidur yang begitu empuk, begitu Siwon mempelkan tubuhnya pada kasur, matanya langsung terasa berat karena ia kurang tidur semalam.

Baru saja mata Siwon akan tertutup, terdengar suara yang begitu pelan memanggilnya. "Siwon," panggil Kyuhyun, Siwon yang berbaring di sebelahnya menoleh. "Ada apa? Ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanyanya, Kyuhyun menggeleng, "Ebsseo. Tapi bisakah aku memelukmu sebentar saja?" sebuah pertanyaan yang seharusnya tak usah Kyuhyun tanyakan lagi pada Siwon.

Tangan Siwon pun meraih tubuh Kyuhyun, mendekapnya hangat dan membelai puncak kepalanya. Tubuh Kyuhyun terasa rileks saat Siwon memeluknya, ia menyusupkan kepalanya pada cerukan leher pria tampan disampingnya itu.

"Pelukanmu mengingatkanku akan umma.." kata Kyuhyun lirih, suaranya bergetar. Siwon menghela nafasnya perlahan.

"Menangislah Kyu selagi kau menginginkannya. Kau berhak untuk meluapkan isi hatimu" tawar Siwon. Terasa gelengan kecil menggesek lehernya.

"Tidak, aku ingin mencoba untuk tidak menangisi kepergian ummaku lagi, karena bagaimana pun itu adalah takdir yang telah Tuhan tentukan" jawab Kyuhyun mencoba tegar. Siwon tersenyum salut padanya.

"Kau hebat. Tetapi ingat, jika kau ingin menangis, kau masih memiliki aku sebagai pelabuhanmu. Nah, tidurlah!" tutur Siwon seraya mencium puncak kepala Kyuhyun lembut.

.

.

~WonKyu~

.

.

Kyuhyun terbangun pada saat hari mulai beranjak petang. Ia tak menemukan sosok Siwon yang tadi berbaring disampingnya. Mungkin Siwon sedang berada di ruang tengah atau semacamya, begitulah pikir Kyuhyun.

Dengan langkah gontai akibat tidur terlalu lama yang membuat kepalanya pusing, ia melangkah untuk mencari Siwon. Kyuhyun berjalan melintasi ruang tengah yang juga berfungsi sebagai ruang televisi, tetapi ia tak menemukan Siwon disana. Kemudian Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju dapur, dengan mudah ia menemukan Siwon sedang terduduk di atas meja makan.

"Won.." Kyuhyun berjalan mendekati Siwon yang terlihat sedikit melamun, kemudian Kyuhyun menyenggol lengannya perlahan. "Kenapa melamun?"

"Eh, Kyu, kau sudah bangun rupanya" Siwon tersadar, "Tidak apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawabnya singkat sambil tersenyum. Kyuhyun membulatkan bibirnya, kemudian ia mengambil posisi duduk disamping Siwon.

Hening sejenak sebelum Siwon menyentuh tangannya perlahan. "Kyu," panggilnya. Kyuhyun menoleh, menatap Siwon untuk apa yang akan di bicarakannya.

"Aku.. aku sudah memutuskan Tifanny" kata Siwon. Dahi Kyuhyun mengerut, "Ah, ye?" tanyanya tak mengerti.

"Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Tifanny" kata Siwon lagi. Dahi Kyuhyun semakin berkerut heran.

"Kau bercanda?" tanyanya memastikan, oh apakah Siwon berniat mengerjainya ditengah situasi seperti ini? Kalau iya, keterlaluan sekali.

"Tidak aku serius. Aku ingin memenuhi keinginan ibumu untuk menjagamu. Kupikir sangat tidak tepat jika sekarang aku masih menjalin hubungan dengan Tifanny, karena yah kau tahu, aku tidak ingin melukai perasaanmu karena kau menaruh hati padaku. Mungkin sekarang ini waktunya kurang memungkinkan untuk memiliki kekasih" jelas Siwon. Mata Kyuhyun melotot, jadi Siwon benar-benar putus dengan Tifanny?

"Lalu bagaimana dengan Tifanny sendiri? Dan bukankah kau mencintainya?" tanya Kyuhyun sedikit sangsi. Siwon tersenyum.

"Sejauh ini Tifanny mengerti dengan alasan mengapa aku memutuskannya. Aku memang mencintainya, tetapi apalah yang lebih penting dari memenuhi permintaan terakhir dari mendiang ibu sahabat terbaikku ini?" jawabnya. Mata Kyuhyun panas, sebegitu besarkah pengorbanan Siwon demi memenuhi keinginan terakhir ibunya?

"Terimakasih. Kau sangat baik, Siwon." hanya itu yang dapat Kyuhyun ucapkan sebagai ungkapan rasa terimakasihnya pada Siwon. Pria tampan dihadapannya mengangguk, ia menarik Kyuhyun kedalam pelukannya.

"Mulai sekarang kau ada dibawah lindunganku. Aku menyayangimu"

Kalimat terakhir Siwon membuat Kyuhyun tertegun. Siwon menyayanginya?

.

.

~WonKyu~

.

.

Seminggu berlalu sejak hari yang paling buruk dalam hidup Kyuhyun datang. Kini kehidupan Kyuhyun kembali berjalan normal dengan cepat berkat bantuan Siwon. Sudah tidak ada lagi gurat-gurat kesedihan pada wajahnya, senyum mulai terpajang kembali pada paras manisnya seiring berjalannya waktu.

"Kyu, hari ini mau pulang bersamaku?" kali ini Siwon baru saja selesai menunggui Kyuhyun keluar dari kelasnya. Mereka berjalan beriringan sepanjang jalan.

"Entahlah. Mungkin sebaiknya aku kembali pulang ke apartemenku saja, sudah terlalu lama aku tinggal di rumahmu" jawab Kyuhyun sambil mengangkat bahunya. Siwon mendesah.

"Yaah kenapa begitu? Padahal aku tak keberatan kalau kau tinggal lebih lama di rumahku. Kalau kau pulang ke apartemenmu, bagaimana jika seandainya kau kesepian?" tanya Siwon. Kyuhyun meliriknya heran.

"Kesepian apanya? Bukankah biasanya aku memang tinggal sendiri? Aneh" balas Kyuhyun. Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Iya juga ya.."

"Kalau kau ingin kembali ke apartemenmu, biar aku antar hingga sampai" tawar Siwon. Kyuhyun tidak bisa menolak, ia mengangguk saja.

Setibanya di halte bis, mereka segera menaiki bis yang dapat membawa mereka ke tempat dimana apartemen Kyuhyun berada. Kebetulan Siwon tidak membawa motornya hari ini, jadilah mereka pergi dengan menaiki bis.

Setelah sampai Kyuhyun segera merogoh sakunya untuk mengambil kunci pintu apartemennya yang selalu ia bawa. Cklek, pintu pun terbuka, Kyuhyun mempersilahkan Siwon untuk masuk.

"Duduklah. Aku akan membuatkanmu minuman terlebih dahulu" Kyuhyun pun segera berlalu menuju dapur.

Sekitar lima menit Kyuhyun meninggalkan Siwon yang sedang duduk duduk santai diatas sofa yang ada di kamar Kyuhyun. Tiba-tiba terdengar suara asing dari arah dapur.

PRAAAANG

Siwon segera meloncat dari duduknya, ia berjalan menuju dapur yang terletak disamping kamar Kyuhyun. Betapa terkejutnya ia begitu melihat Kyuhyun terduduk diatas lantai dengan tubuh bergetar.

"Kyu? Kau kenapa?" segeraa saja Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun untuk menjauhkannya dari pecahan-pecahan kaca yang berserakan disekitarnya. Kyuhyun dalam rangkulannya menggeleng keras.

"Andwae, pasti aku tidak salah lihat.." bisik Kyuhyun pelan, Siwon membawa Kyuhyun ke kamar dan mendudukkannya diatas tempat tidur.

"Tunggu disini, biar aku bereskan pecahan gelasnya dulu" kata Siwon sambil kembali ke dapur. Ia memunguti pecahan gelasnya satu persatu hingga bersih. Setelah dirasa tidak ada lagi pecahan kaca yang dapat membahayakan, Siwon kembali menuju kamar Kyuhyun.

Dilihatnya disana Kyuhyun sedang terduduk gelisah sambil menggigiti kukunya.

"Kyu, tadi kau kenapa?" tanya Siwon sambil mengusap kepala Kyuhyun. Kyuhyun mendongak menatap Siwon yang berdiri dihadapannya.

"Aku melihat umma, Siwon!" jawab Kyuhyun setengah berteriak. Siwon mengangkat sebelah alisnya.

"Kau berhalusinasi, Kyu" balasnya tak percaya. Kyuhyun menggeleng.

"Tidak Siwon, aku melihat umma dengan nyata! Ia berdiri dihadapanku dan memelukku, saat aku ingin membalas pelukannya dia segera hilang!" jawab Kyuhyun kukuh. Siwon menggelengkan kepalanya, ia rasa Kyuhyun belum benar-benar 'sembuh' dari rasa sedihnya.

"Kyu, aku rasa belum saatnya kau kembali tinggal sendiri. Kau masih membutuhkan teman. Lebih baik kau kembali pulang ke rumahku saja, bagaimana?" saran Siwon. Kyuhyun yang terlihat seperti orang kebingungan mau tak mau mengangguk juga, ia juga merasa bahwa jika ia tinggal disini sekarang hidupnya mungkin akan terasa kurang tenang.

"Baiklah. Aku akan kembali ke rumahmu" jawab Kyuhyun. Siwon mengangguk, kemudian ia menarik tangan Kyuhyun.

"Lebih baik kita pergi sekarang saja!" ajaknya.

.

.

~WonKyu~

.

.

Rumah ini lagi. Rumah besar yang hanya ditempati Siwon sendiri kembali menyapanya, rumah ini pula yang ia tempati selama beberapa hari terakhir. Disini ia merasakan aman dan damai bersama Siwon yang senantiasa mendampinginya, ia merasa nyaman berada di dalam rumah ini.

"Haaah, tidak adakah sesuatu yang menarik yang dapat aku lakukan disini?" keluh Kyuhyun sambil berguling bosan diatas sofa besar milik Siwon. Siwon yang diseberangnya sedang menonton televisi hanya menyahut sekenanya.

"Tidak ada" sahutnya. Kyuhyun yang merasa bosan berpindah ke sofa yang diduduki Siwon dan duduk disebelahnya. Kyuhyun bergelayut manja pada Siwon.

Dep

Ia dapat melihat dari ekor matanya bahwa Siwon menatapnya aneh. Kyuhyun tersadar akan apa yang ia lakukan

"Umm, ma-maaf" kata Kyuhyun kikuk seraya menjauhkan kepalanya yang tadi ia sandarkan pada bahu tegap Siwon. Tangannya yang tadi memeluk Siwon langsung melepaskannya dan ia menggaruk kepalanya canggung.

"A—aku selalu begitu ketika bosan. Hehe" sambung Kyuhyun. Siwon mengangkat alisnya sedikit.

"Aku baru tahu sekarang kalau kau punya kebiasaan seperti itu" jawab Siwon sedikit ragu, tetapi pria itu tidak mempersalahkannya lebih lanjut. Kemudian ia menarik tubuh Kyuhyun yang tadi sempat menjauh untuk kembali mendekat.

"Sudah, kalau kau bosan kau boleh memelukku sepuasmu" kata Siwon sambil kembali mengalungkan tangan Kyuhyun pada lengannya.

Wajah Kyuhyun memanas, sesuatu dalam hatinya kembali bergetar hebat. Siwon membuat rasa cintanya semakin besar.

"Terimakasih Siwon. Aku mencintaimu" Kyuhyun mengatakannya dengan suara yang pelan, namun telinga Siwon masih mampu mendengarnya.

Siwon tidak merespon, ia hanya tersenyum. Senyumnya seolah berkata 'kau boleh mencintaiku sepuas hatimu'.

Menit-menit berlalu dalam kebisuan yang tak lagi berarti bagi Kyuhyun. Suara jarum jam dinding terdengar begitu indah ditelinganya. Dalam hati Kyuhyun bersyukur, tidak selamanya suatu musibah selalu membawa semua hal yang buruk. Buktinya dari hal paling buruk yang telah Kyuhyun lewati membawakannya sesuatu yang belum tentu bisa ia rasakan jika hal buruk tersebut tidak menimpa Kyuhyun. Lebih 'dekat' dengan Siwon adalah salah satunya.

Ting tong

Ting tong

Suara bel pada pintu masuk menghantam keheningan yang melanda. Siwon dan Kyuhyun saling bertatap dan bertukar pandangan.

"Siapa yang bertamu ya? Tumben sekali?" tanya Siwon entah pada siapa. Sehalus mungkin ia melepaskan tautan tangan Kyuhyun. Kemudian ia berjalan untuk membukakan pintu masuk bagi tamunya yang datang.

Cklek

"Siwon-ah!"

Seseorang betubuh jangkung berdiri di depan pintu masuk. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Tampan sekali, mirip dengan Siwon.

"Kau? Sejak kapan kau tiba?" tanya Siwon sumringah. Pemuda dihadapannya tersenyum, kemudian ia menjawab.

"Kemarin. Oh ya, apa kau menerima suratku minggu lalu? Seperti yang aku katakan dalam surat itu, aku akan ikut tinggal bersamamu selama satu tahun kedepan"

Siwon membantu pemuda itu membawa barang bawaannya ke dalam rumah. Siwon berkata, "Tentu saja. Aku sangat senang kau datang," Siwon berhenti sebentar di ruang tengah dimana Kyuhyun masih terduduk diatas sofa coklat miliknya,"Perkenalkan, ini Kyuhyun, ia temanku yang juga tinggal disini" Siwon mengenalkan Kyuhyun pada pemuda yang baru saja tiba itu.

Si pemuda mengulurkan tangannya pada Kyuhyun, "Senang bertemu denganmu, Kyuhyun-ssi". Kyuhyun pun membalas uluran tangan pemuda itu seraya tersenyum manis. Sesaat, pemuda itu menaruh pandangannya pada Kyuhyun sedikit lama. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya dari Kyuhyun.

"Baiklah. Kalau begitu kamar mana yang bisa aku tempati? Bukankah kamar di rumah ini hanya ada dua? Yang satu kamarmu dan yang satu kamar tamu?" tanya pemuda itu pada Siwon sambil melirik Kyuhyun sekilas. Siwon mengibaskan tangannya.

"Tenang saja, kau bisa gunakan kamar tamu untuk kau tempati" jawab Siwon.

"Lalu Kyuhyun-ssi?"

"Ia tidur bersamaku"

Lagi-lagi pemuda itu menatap Kyuhyun agak lama, kali ini dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Baiklah, aku mengerti" jawabnya seraya berjalan kembali menuju kamar tamu dengan dua buah koper ditangannya.

Kyuhyun menatap tubuh jangkung pemuda itu yang baru saja berlalu. Pemuda aneh, itulah kesan pertama yang ditangkapnya. Tubuh jangkung berbalut kaos bermotif tribal dengan celana jeans 2/3, wajahnya tak kalah tampan dari Siwon, begitulah kiranya yang Kyuhyun dapat deskripsikan dari penampilan pemuda itu. Tetapi sepertinya ia melupakan satu hal, pemuda itu belum memperkenalkan namanya.

Pemuda itu, pemuda jangkung yang Kyuhyun anggap aneh itu, akan memberikan warna baru dalam perjalanan kisah cinta Kyuhyun selanjutnya.

Pemuda yang akan membawa Kyuhyun menuju 'zona' yang berbeda.

TO BE CONTINUED


A/N: Annyeong Yeorobuuun! I'm back~ aduuh udah hampir sebulan saya nggak apdet! Maaf ya teman-teman (/\). Kemarin-kemarin mood saya jelek banget buat nulis, haduh, makanya sekarang tulisan saya semakin jelek begini =_= hehehe, harap dimaklum ya. Oiya, Thanks a lot buat Kiryuu Kaitou atas sarannya di review chapter kemarin :3

Buat kedepannya saya mau nulis cerita ini berdasarkan satu tema perchapternya (maksudnya biar ceritanya nggak terlalu panjang gitu. Itu juga kalau jadi, huhuhu) dan juga maaf kalau di chapter ini nggak ada konfliknya sama sekali dan ceritanya garing, pendek dan gatot banget soalnya otak saya benar-benar lagi nggak punya ide T_T Sudah deh, nanti saya malah keterusan lagi curhatnya. Pokoknya thanks banyak buat yang udah ngasih review dan yang udah nungguin kelanjutan cerita ini. Tolong doakan semoga di chapter depan tulisan saya kembali membaik. See you next time! :D

With Love,

The Bloody Phoenix