Beautiful Pain © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, etc.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, Drama.

Rated: T

Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).

Summary: Kyuhyun berusaha untuk menikmati cintanya yang bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan tanpa status yang jelas bersama Siwon. Seberapa pun kerasnya ia mencoba untuk merasa baik-baik saja, rasa sakit itu selalu saja menghampiri.

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

Chapter 5: The Confusion


Malam ini bulan bersinar terang di tengah kelamnya langit malam. Hujan sempat turun rintik-rintik namun tidak bertahan lama, setelah itu awan pun kembali kering.

Sudah menjadi kebiasaan Kyuhyun selama tinggal di rumah Siwon untuk membuatkan dua cangkir teh dari bunga sakura untuk dirinya dan juga Siwon selepas makan malam. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda yang mengubah kebiasaannya tersebut, ia tak lagi membuatkan dua buah cangkir teh saja melainkan ia harus membuat tiga cangkir teh dengan hadirnya Zhoumi.

Zhoumi. Pemuda itu datang tadi siang, pemuda yang langsung mengajaknya mengobrol panjang lebar tanpa memperkenalkan namanya yang sempat membuat Kyuhyun bingung. Namun setelah ia menyadarkan Zhoumi bahwa ia belum memberi tahu Kyuhyun siapa namanya barulah Zhoumi tersadar sambil tersenyum malu.

"Ah maaf, aku lupa. Namaku Zhoumi, sepupu Siwon, dan aku adalah orang China yang pernah tinggal lama di Korea" begitulah kiranya yang dikatakan Zhoumi, itu pun yang Kyuhyun ingat.

Malam ini setelah ia bersama Siwon dan Zhoumi selesai makan malam, Kyuhyun segera berkutat di dalam dapur untuk membuat tiga cangkir teh. Setelah selesai, Kyuhyun segera membawanya dengan nampan menuju ruang tengah di mana Siwon dan Zhoumi sedang mengobrol.

"Aku bawakan teh untuk kalian" kata Kyuhyun begitu ia tiba di hadapan mereka. Siwon dan Zhoumi menyambutnya antusias.

"Wah? Kau membuat teh apa?" tanya Zhoumi.

"Teh sakura kesukaan Siwon"

Kyuhyun meletakan tehnya di atas meja.

"Sepertinya pemandangan malam di luar sedang indah-indahnya" kata Zhoumi, "Apa kalian tidak keberatan kallau aku ingin menikmati teh hangat ini di luar?"

Siwon mengangguk, "Tidak masalah. Lagi pula aku ada tugas yang harus segera dikerjakan. Aku akan membawa tehnya ke kamar saja. Kau juga bisa ikut menikmati teh di luar kalau kau mau, Kyu" begitu katanya.

Kyuhyun mengangguk, setelah itu Siwon membawa cangkirnya dan berjalan masuk menuju kamarnya. Setelah ia benar-benar hilang di balik pintu itu, Zhoumi mengajaknya keluar.

"Ayo kita minum teh di luar?"

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Ia dan Zhoumi berjalan beriringan menuju halaman belakang rumah Siwon. Disana selalu tersedia satu set kursi dan sebuah meja kecil yang dikhususkan untuk bersantai.

"Jadi Kyuhyun-ssi," kata Zhoumi.

"Ah, tidak usah memanggilku dengan menggunakan –ssi, panggil saja aku Kyuhyun" sela Kyuhyun saat Zhoumi baru saja akan memulai pembicaraan malam itu.

"Baiklah jika kau tak keberatan." Katanya. "Aku penasaran, sepertinya kau memiliki hubungan yang dekat dengan Siwon? Apa benar begitu?"

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Errr tidak sedekat yang kau pikirkan" jawab Kyuhyun.

Zhoumi menyesap tehnya sebentar sebelum bibir tipis dan lebarnya itu kembali berucap,"Kupikir tidak begitu," katanya. "Baru kali ini Siwon berteman hingga seperti ini, bahkan ia membiarkanmu menginap di rumah pribadinya. Asal kau tahu saja, Siwon sendiri tidak pernah mengijinkan orang tuanya untuk menginap disini jika mereka datang kemari untuk menemuinya. Hanya aku yang mungkin pernah menginap beberapa kali di rumah ini. Jadi tidak mungkin kalau kau tidak begitu dekat dengannya." Sambungnya.

Kyuhyun menampilkan ekspresi keterkejutannya walau pun sedikit samar,"Benarkah itu? Wah, aku baru tahu"

"Tentu saja. Aku sendiri terkejut bisa mendapatimu tinggal di rumah ini sudah hampir seminggu lamanya, apalagi dengan kenyataan Siwon membiarkanmu untuk tidur di kamarnya begitu aku datang"

"Ah, sebelum kau datang pun aku sudah sekamar dengannya" ralat Kyuhyun.

"Ah! Benar! Ini aneh. Tapi semoga saja dengan begitu Siwon bisa lebih terbuka sikapnya kepada orang lain. Jujur saja, kadang-kadang aku kasihan padanya, ia selalu hidup kesepian. Sejak kecil ia selalu ditinggal orang tuanya yang harus pergi bekerja, ia juga tidak memiliki banyak teman. Saat SMP aku pernah menyuruhnya untuk mencari seorang gadis yang bisa ia pacari agar tak kesepian lagi. Tetapi ia menolak usulku itu." Kata Zhoumi sambil memandang gelapnya langit malam.

"Kenapa dia menolak?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Karena Siwon bilang tak semudah mengedipkan mata jika ingin mencintai seseorang. Ia adalah tipikal orang yang sangat sulit untuk jatuh cinta. Tetapi jika ia sudah mulai memperlihatkan rasa sukanya pada seseorang, itu tandanya Siwon benar-benar serius menyukainya" jelas Zhoumi lebih lanjut.

Kyuhyun tidak jadi menyesap teh yang cangkirnya sudah berhadapan dengan mulutnya. Jadi ketika Siwon bilang ia menyukai Tiffany, ia benar-benar serius? Lalu sekarang setelah ia berhasil mendapatkan Tiffany, Siwon harus putus dengannya karena Kyuhyun?

Oh. Perkataan Zhoumi tadi terus saja menari dalam benaknya.

.

.

~WonKyu~

.

.

Setelah selesai berbincang-bincang dengan Zhoumi di halaman belakang rumah Siwon tadi Kyuhyun memutuskan untuk segera masuk ke kamarnya bersama Siwon. Ia mendapati pemuda dengan tubuh gagah itu terduduk memunggunginya di hadapan sebuah meja belajar.

"Siwon," Kyuhyun menghampiri Siwon dan memeluk lehernya dari samping. "Kau sedang apa?" tanyanya.

Siwon menoleh dan tersenyum mendapati Kyuhyun memeluknya, "Aku sedang menyelesaikan sketsa gambarku untuk besok"

Kyuhyun membulatkan mulutnya. Kemudian ia beranjak duduk ke tepi kasur sambil mengarahkan posisinya ke pada Siwon.

"Oh begitu.. Oh iya, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu," kata Kyuhyun.

"Apa?" tanya Siwon sambil tetap memfokuskan matanya pada lembar sketsanya.

"Umm soal Tiffany. Maaf kalau pertanyaanku sedikit lancang. Ini perihal hubunganmu dengan Tiffany.." kata Kyuhyun. Siwon segera menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Apa kau masih mencintai Tiffany?" tanya Kyuhyun sedikit berhati-hati.

"Kalau iya memangnya kenapa?" Siwon balik bertanya.

Kyuhyun membasahi bibir bawahnya sebelum ia kembali berkata, "Kau dan Tiffany, itu pun jika kau mau, kalian bisa kembali menjalin hubungan seperti sedia kala sebelum 'hadirnya' aku" kata Kyuhyun pelan.

Siwon menatapnya sebentar, kemudia ia memalingkan pandangannya dan merebahkan kepalanya ke atas meja.

"Entahlah." Jawab Siwon. "Kalau aku kembali kepada Tiffany, lalu bagaimana denganmu?" bibirnya kini gantian melontarkan pertanyaan pada Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam sebentar sebelum kemudian menjawabnya dengan suara yang terdengar sedikit tidak pasti.

"Aku.. tidak akan apa-apa. Lagipula aku hanya tidak ingin menjadi egois dengan 'merebutmu' secara tidak langsung dari Tiffany. Dan soal wasiat ibuku, aku rasa ibuku hanya memintamu untuk menjagaku, bukan untuk menjadi kekasihku bukan? Jadi itu semua tidak akan menjadi masalah" jawabnya.

Siwon menghela nafasnya pelan kemudian beranjak dari duduknya. Ia bergerak menaiki ranjang dan menarik Kyuhyun untuk berbaring di sampingnya.

"Aku tidak tahu. Mungkin hal itu akan aku pertimbangkan dulu. Lebih baik kita tidak membicarakan hal ini lebih lanjut karena aku sudah lelah" katanya sembari memejamkan mata.

Diam-diam Kyuhyun menatapnya dengan penuh emosi. Ia bimbang, ia takut jika harus menghadapi kenyataan saat Siwon kembali bersama orang lain. Tetapi Kyuhyun juga menyadari jika semuanya terus menerus seperti ini ia bisa berubah menjadi sosok yang penuh dengan keegoisan.

.

.

~WonKyu~

.

.

Dua hari berlalu semenjak Kyuhyun menyinggung soal hubungan Siwon dan Tiffany malam itu. Tidak ada pergerakan berarti yang ditunjukkan Siwon, hal itu membuat Kyuhyun sedikit tenang. Itu mungkin sebuah pertanda jika Siwon tidak tertarik untuk kembali lagi pada Tiffany.

Siang ini Kyuhyun berjalan sendirian di lorong kampus yang entah kenapa begitu sepi. Awalnya ia berniat untuk pergi ke perpustakaan kampus, namun langkahnya terhenti ketika ia berbelok ke arah kanan menuju taman yang biasa ia gunakan sebagai jalan pintas menuju perpustakaan.

Disana ia melihat ada dua orang, ani, hanya satu orang yang sosoknya begitu familiar di mata Kyuhyun. Itu Tiffany dan seorang namja berambut raven –yang jika ia tak salah melihat- sedang saling mencumbu di balik sebuah tanaman rambat yang lebat.

Mata Kyuhyun melebar, dengan refleks ia bergerak untuk mencari tempat persembunyian. Akhirnya ia berhasil bersembunyi di belakang sebuah tong sampah besar yang ada di dekatnya. Tangannya merogoh saku jaket yang dikenakannya, menarik keluar sebuah posel yang memunculkan sebuah penanda pesan pada layarnya.

.

From: Siwon

Kyu, aku sudah memikirkan soal hubunganku dengan Tiffany yang waktu itu kita bicarakan. Aku sudah memutuskan untuk memintanya kembali padaku. Hari ini kau langsung saja pulang ke rumah, aku akan pergi ke taman. Kata temanmu Tiffany sedang ada disana. Baiklah, doakan aku!

Received on 14:25

.

Astaga! Ini pesan Siwon yang ia terima sekitar lima menit yang lalu. Ia bilang ia akan datang ke taman untuk menemui Tiffany, sedangkan dengan mata kepala Kyuhyun sendiri ia melihat Tiffany sedang bercumbu bersama orang lain? Ini tak mungkin dibiarkan!

Kyuhyun segera mengetik pesan balasan untuk Siwon. Ia pikir saat ini belumlah terlambat bagi Kyuhyun untuk menghentikan Siwon yang akan datang kemari. Bukan tanpa alasan ia melakukannya, ia hanya tidak ingin Siwon kecewa melihat Tiffany sedang bersama orang lain seperti itu.

Belum sempat Kyuhyun menekan tombol 'send' pada ponselnya, telinganya mendengar suara gaduh tak jauh dari tempatnya bersembunyi. Kyuhyun pun mengintip dari balik tong sampah. Begitu terkejutnya ia begitu mendapati siapa yang memicu kegaduhan tersebut. Siwon.

Jarak yang cukup jauh dari posisinya menuju tempat dimana Siwon, Tiffany, dan seorang namja asing itu berada membuat Kyuhyun tidak mampu untuk mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, ia hanya mendengarnya samar-samar. Namun Kyuhyun cukup cerdas membaca situasi, jadi ia mengerti apa yang sedang mereka ributkan.

Terlihat Siwon menyerang si pemuda asing dengan satu tonjokan keras pada wajahnya yang langsung dibalasnya tak terima. Ia juga bisa melihat Tiffany yang berusaha melerai keduanya. Namun lagi-lagi Siwon melayangkan pukulannya pada pemuda berambut raven tersebut hingga muncul lebam pada pipinya. Setelah itu ia melihat Tiffany mendorong Siwon dengan kuat dan ia mulai berbicara panjang lebar. Setelah itu Tiffany menarik tangan pemuda itu dan membawanya pergi.

Tak tahan melihatnya, Kyuhyun pun bangkit dari posisinya. "Siwon!" ia memanggilnya dengan suara keras yang lansung membuat Siwon berbalik ke arahnya.

"Kyu?" dengan tergesa Kyuhyun langsung berlari kecil menghampiri Siwon.

"Kau tidak apa-apa?"

Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Siwon malah balas bertanya dengan datar.

"Kau melihatnya?" tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk dengan serba salah. "Y-ya, aku tak sengaja melihatnya.." jawabnya.

"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk segera pulang?!" bentak Siwon tiba-tiba yang langsung membuat Kyuhyun menatapnya kaget.

"Loh? Kenapa kau malah marah padaku? Kan aku bilang aku tidak sengaja melihatnya!" balas Kyuhyun membentak tidak terima. Seakan tersadar, Siwon langsung mengusap wajahnya frustasi.

"Maaf. Aku hanya kaget mendapatimu ada di sini, dan lagi aku merasa malu sekarang. Kau sudah melihatnya, aku ditolak Tiffany begitu saja."

"Sudah, tidak apa-apa. Lebih baik kau tenangkan dirimu terlebih dahulu" saran Kyuhyun. Siwon mengangguk.

"Tapi aku ingin sendiri dulu. Kalau begitu aku pergi" kata Siwon. Pemuda tampan itu bangkit dan berjalan meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

.

.

~WonKyu~

.

.

Merasa tak memiliki suatu hal yang perlu dikerjakan, sore ini Kyuhyun hanya duduk termenung di beranda rumah Siwon. Ia memikirkan kejadian tadi siang yang ia lihat. Siwon yang ditolak Tiffany ketika ia memintanya untuk kembali, Kyuhyun merasa kasihan pada Siwon. Malang sekali nasibnya.

Kalau sekarang Siwon tidak kembali bersama Tiffany, mungkinkah Siwon akan berpaling padanya setelah ini? Ah, itu tidak mungkin. Harapan Kyuhyun terlalu melambung tinggi. Sudah pasti semua itu mustahil untuk terjadi karena Siwon itu 'waras', tidak sama seperti dirinya.

Lamunan Kyuhyun pecah ketika sesuatu yang dingin menyapa pipinya. Ternyata Zhoumi, pemuda Chinese itu menempelkan sekaleng minuman bersoda pada pipinya.

"Sedang apa kau sore-sore duduk disini?"

"Ah, tidak. Aku hanya sedang melamun saja" jawab Kyuhyun.

Zhoumi duduk di samping Kyuhyun, membuka kaleng minumannya sendiri dan meminumnya seteguk.

"Bagaimana kuliahmu hari ini, Mi?" tanya Kyuhyun pada Zhoumi.

"Well, kuliah pertamaku sebagai mahasiswa pertukaran berjalan lumayan lancar. Hanya saja aku masih sedikit sulit beradaptasi dengan lingkungan kampus" jawab Zhoumi. Ya, Zhoumi datang ke Korea untuk melaksanakan studinya disini selama kurang lebih satu tahun dengan status mahasiswa pertukaran, ia berkuliah dalam jurusan bisnis dan ia satu tingkat diatas Kyuhyun dan Siwon yang berkuliah di jurusan seni.

"Oh begitu. Aku doakan semoga kuliahmu disini akan berjalan lancar ya" kata Kyuhyun. Zhoumi mengangguk dan tersenyum.

"Omong-omong ada apa dengan wajahmu? Terlihat kusut sekali" tanya Zhoumi.

Kyuhyun ikut-ikutan membuka kaleng minumannya, "Tidak ada apa-apa kok" jawabnya singkat.

Zhoumi mendekat kearah Kyuhyun kemudian menatap namja manis itu dengan seksama.

"Aku pernah melihat beberapa orang sepertimu sebelumnya," kata Zhoumi. "Kau pasti sedang bingung karena masalah percintaan. Benar begitu bukan?" tebak Zhoumi.

Kyuhyun mendelik, "Tidak! Kau sok tahu sekali sih?!" elak Kyuhyun.

"Ayolah, aku mengenal tipe orang sepertimu. Kau pasti sedang dipusingkan dengan hal berbau cinta, apalagi mungkin dengan perasaan 'cinta' yang sedikit tidak lazim" kata Zhoumi.

"H-hah? Tidak lazim seperti apa maksudmu?" tanya Kyuhyun kaget.

"Ya apa saja asalkan hal itu tidak lazim. Seperti kemelut dalam rasa cinta terhadap sesama jenis mungkin?" Kata-kata Zhoumi itu langsung membuat Kyuhyun terdiam. Kenapa Zhoumi bisa menebak semudah itu?

"Hehehe, sudahlah. Aku hanya bercanda, itu hanya tebakan iseng saja. Tidak usah kau pikirkan" Zhoumi menepuk bahu Kyuhyun sambil terkekeh geli sedangkan Kyuhyun sendiri masih terdiam.

"Umm, Zhoumi, bolehkah aku menceritakan sesuatu padamu?" tanya Kyuhyun dengan nada serius.

"Cerita apa?" tanya Zhoumi sedikit penasaran.

"Tapi kau janji akan mendengarkannya dan tak akan membocorkannya pada siapa pun?" tanya Kyuhyun lagi. Tanpa harus berpikir panjang-panjang Zhoumi pun mengangguk.

"Sebenarnya apa yang kau tebak itu benar adanya" kata Kyuhyun pelan sambil menunduk.

"Hah?!"

"Ya. Mungkin tadi kau hanya iseng menebak, tetapi tebakanmu itu benar. Entah mengapa tiba-tiba aku ingin bercerita padamu, padahal aku belum pernah menceritakannya pada siapa pun,"

Zhoumi memfokuskan tatapannya pada Kyuhyun. "Kau tahu, apa yang kau katakan bahwa aku sedang dipusingkan masalah percintaan itu memang benar. Dan cinta itu memang tidak 'lazim' seperti katamu" lanjut Kyuhyun. "Aku sedang bingung.. Aku bingung karena aku mencintai seorang laki-laki, dan sialnya ia straight" sampai disitu Kyuhyun menghela nafasnya sebentar.

Zhoumi diam, ia memberikan Kyuhyun waktu untuk menyelesaikan ceritanya. Dan setelah itu meluncurlah cerita Kyuhyun sedikit demi sedikit dengan Zhoumi yang setia mendengarkannya, sesekali pemuda jangkung itu mengangguk pertanda bahwa ia menyimaknya.

"Jadi intinya, kau bingung karena perasaan cinta sepihakmu itu?" tanya Zhoumi menyimpulkan.

"Ya begitulah. Aku dan laki-laki yang aku suka itu sama-sama tahu perasaan kami masing-masing, aku yang menyukainya dan dia yang masihlah seseorang yang 'waras'. Tetapi ia tidak pernah mejauhiku, ia malah terus berada di dekatku, bersikap manis padaku, bersikap seolah dialah yang paling dekat denganku. Di satu sisi ia seperti memberikan secercah harapan padaku, tetapi saat aku melihatnya dari sisi yang lain ternyata semuanya tidak berarti apa-apa. Aku jadi seperti terus menerus menelan harapan kosong" kata Kyuhyun panjang lebar.

Zhoumi mengangguk pertanda mengerti. Kemudian pemuda yang memiliki rambut merah itu kembali bersuara.

"Walaupun saat bercerita kau tidak pernah menyebutkan siapa nama laki-laki yang kau sukai itu, tapi aku tahu siapa orang kau maksud. Dia Siwon bukan?"

.

.

~WonKyu~

.

.

Hingga tengah malam Kyuhyun duduk termangu menunggu kepulangan Siwon di ruang tengah. Ia sudah lelah dan ingin tidur, tetapi mengetahui Siwon belum pulang membuatnya sedikit khawatir.

Sudah berkali-kali Kyuhyun berusaha menghubunginya tetapi selalu gagal. Hingga jam dinding klasik itu berdentang untuk yang ke dua puluh empat kalinya hari ini terdengar pintu rumah itu diketuk keras dari luar.

Kyuhyun segera meloncat bangkit, kemudian tergesa-gesa membuka pintu. Betapa kagetnya ia ketika menemukan Siwon berdiri di hadapannya dengan tampang yang kacau.

"Siwon?!"

"Ungghh.."

Kyuhyun segera meraih tubuh Siwon dan mencoba untuk memapahnya ke dalam rumah. Tercium bau alkohol menyengat dari mulutnya.

"Kau mabuk?" tanya Kyuhyun cukup bodoh.

Kyuhyun membawa Siwon menuju kamar. Kemudian ia membaringkannya ke atas kasur. Kyuhyun bergerak menuju lemari pakaian Siwon dan mengeluarkan satu set piyama, ia berniat mengganti pakaian Siwon yang ternodai bau alkohol yang membuat perutnya mual.

"Berbaringlah Siwon. Biar aku ganti pakaianmu"

Namun bukannya berbaring, Siwon malah menarik Kyuhyun ke atas kasur hingga sahabatnya yang manis itu terpelanting dan piyama yang digenggamnya terjatuh. Siwon langsung bergerak naik, mengunci pergerakan Kyuhyun dengan menahan kedua lengannya di atas kepala.

"Aww, kau mau apa?!" tanya Kyuhyun sedikit panik begitu Siwon menatapnya dengan sorot mata yang menyeramkan.

"Kau tahu Kyu," kata Siwon dengan suaranya yang serak. "Aku baru tahu kalau wanita bisa sejahat itu. Hahaha" kata Siwon melanjutkan dengan sorot mata yang penuh kebecian disusul dengan tawanya yang tiba-tiba. Kyuhyun mengerutkan keningnya.

"Kau meracau! Lepaskan aku! Lebih baik kau tidur saja, kau benar-benar mabuk!" kata Kyuhyun dengan suara yang keras. Siwon mendecih.

"Tsk, aku akan membalas semua perlakuan wanita-wanita seperti dia yang ada di dunia ini." Siwon menyeringai, "Mungkin sekarang kau bisa jadi temanku dulu malam ini? Kasihanilah aku sekarang"

Tanpa pernah Kyuhyun bayangkan sebelumnya, Siwon langsung mencium bibirnya kasar, tangannya yang besar meremas area terprivatnya.

Kyuhyun bingung harus merasa terbuai atau harus menjerit ketakutan.

.

.

~WonKyu~

.

.

Setelah malam itu semuanya berjalan seakan tidak pernah terjadi apa-apa antara Siwon dan Kyuhyun. Siwon tidak pernah mengingat saat ia 'menyentuh' Kyuhyun, dan Kyuhyun tidak pernah mencoba untuk menceritakannya.

Pagi ini kyuhyun baru saja datang setelah pergi jogging saat Siwon masih terlelap di kamarnya. Saat memasuki rumah, tempat pertama yang ia tuju adalah dapur. Dengan sedikit terengah-engah Kyuhyun membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin. Tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari belakang.

"Hey!"

Kyuhyun terlojak kaget, ia menengokkan kepalanya. "Oh Siwon! Kau mengagetkanku!"

Siwon hanya terkekeh tanpa dosa dan duduk di meja makan. "Kau dari mana berkeringat seperti itu?" tanya Siwon berbasa basi.

Kyuhyun melap keringatnya dengan sebuah handuk kecil, "Aku baru saja jogging tadi" kata Kyuhyun. Siwon hanya ber-oh ria dan mengeluarkan handphone dari dalam saku piyamanya.

"Pagi-pagi sudah menyalakan handphone. Radiasinya akan dengan mudah mencapai otakmu di pagi hari, kau tahu?" tanya Kyuhyun sambil merebut handphone yang dipegang Siwon.

"Aish kembalikan! Aku tahu, kau sudah terlalu sering mengatakannya padaku!" kata Siwon tidak terima saat handphonenya direbut begitu saja. Kyuhyun sempat melihat sebuah pesan yang muncul di layarnya, tertera nama seorang wanita disana.

"Umm, kau sedang berkirim pesan dengan siapa?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Kekasihku, memangnya kenapa?"

"Hah?! Uhuk uhuk.." Kyuhyun melotot. Air yang ada di mulutnya tersembur begitu saja.

"Kenapa kaget seperti itu? Wajar saja kan kalau aku punya pacar, aku kan tampan" kata Siwon sambil terus mengetikkan sesuatu di handphonenya. Kyuhyun terdiam.

"Ah! Aku lupa, hari ini aku ada janji untuk menjemput Haeri. Gawaaat!"

Tiba-tiba Siwon bangkit dan berlari pergi menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun dengan kerutan di dahinya.

Kyuhyun mencium sesuatu yang tidak beres.

TO BE CONTINUED


A/N: Huwaaa kenapa semakin kesini ceritanya semakin nggak jelas dan bertele-tele? T_T Aduuuh saya harus gimana lagi dong, rasanya saya hampir gila waktu ngerjain ini karena nggak dapet feel-nya sama sekali T_T Huweeee #curcol

Btw saya ngesketsa part ini ditengah uts matematika loh XD saya nulis-nulis ceritanya di kertas yang dipakai buat menghitung. Jadi maklum deh ya kalau feelnya bener-bener nggak sampe U,U

Sudah deh, sekarang saya mau tanya sama kalian. Kira-kira ceritanya dilanjut apa nggak ya? tolong masukannya kawan-kawan semua (/\)

Salam,

The Bloody Phoenix