Beautiful Pain © The Bloody Phoenix
Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.
Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, etc.
Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)
Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, Drama.
Rated: T
Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).
Summary: Kyuhyun berusaha untuk menikmati cintanya yang bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan tanpa status yang jelas bersama Siwon. Seberapa pun kerasnya ia mencoba untuk merasa baik-baik saja, rasa sakit itu selalu saja menghampiri.
Hope you guys enjoy the story,
Don't like don't read please~
. . .
.
Chapter 6: Fight
.
Satu tahun berlalu dengan sangat cepat...
Kyuhyun berjalan mondar-mandir di ruang tengah sambil mendorong vacuum cleaner. Rumah ini terasa sepuluh kali lebih besar saat ia harus membersihkan rumahnya seorang diri. Dirinya masih tinggal di rumah Siwon selama satu tahun terakhir. Terjebak mungkin lebih tepatnya.
Jam dinding berbunyi tik-tok tik-tok tiada hentinya menemani keheningan Kyuhyun. Sinar matahari merembes masuk melalui gorden putih tipis yang menutupi jendela-jendela besar rumah Siwon.
Krieeet
Suara pintu yang terbuka perlahan membuyarkan keheningan pagi itu. Kyuhyun berbalik untuk melihat siapa yang telah membuka pintu. Ternyata Siwon, berjalan terhuyung-huyung kearahnya dengan mata setengah terpejam. Tangan besar lelaki itu memeluk leher Kyuhyun dari belakang dan menumpukan sebagian beban tubuhnya.
"Aih, lepaskan. Kau berat."
Kyuhyun melepaskan tangan Siwon yang melingkar di lehernya dan menuntunnya untuk duduk di atas sofa dan membiarkannya berbaring di sana. Kyuhyun menghampiri vacuum cleanernya lagi dan meneruskan pekerjaannya yang terhenti.
"Semalam kau pulang jam berapa?" tanya Kyuhyun tanpa melihat Siwon. Siwon menguap lebar sebelum menjawab.
"Jam dua."
"Pergi ke bar lagi?"
"Tidak. Tadi malam aku ke rumah temanku untuk membicarakan proyek teater kami."
Kyuhyun melirik Siwon sebentar, hendak mengatakan sesuatu namun tidak jadi.
"Hari ini kau ada kuliah?" tanyanya kemudian. Siwon mengangguk, "Ada, pukul sepuluh nanti."
Kyuhyun melihat jam dinding, pukul sembilan kurang beberapa menit. "Lebih baik kau mandi, hampir jam sembilan. Aku akan menyiapkan sarapannya."
Siwon mengangguk patuh dan bangun, memeluk Kyuhyun sebelum pergi ke kamar mandi. "Terimakasih sayang." Bisiknya di telinga Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafasnya dan mematikan vacuum cleanernya. Setelah menepuk-nepuk pipinya pelan, dia pun pergi ke dapur untuk memasak.
.
.
~WonKyu~
.
.
Kyuhyun berjalan memasuki sebuah toko buku di salah satu pusat perbelanjaan yang dekat dengan kampusnya. Matanya mengelilingi toko yang tidak terlalu besar itu dan menemukan sosok yang dicarinya sedang berdiri di depan sebuah rak buku.
"Zhoumi!"
Zhoumi yang dipanggil pun menoleh dan melambaikan tangannya begitu Kyuhyun berjalan ke arahnya. Kyuhyun memeluk Zhoumi singkat sambil tersenyum.
"Sudah lama menunggu?" tanya Kyuhyun. Zhoumi mengecek jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Tidak. Baru sekitar sepuluh menit."
Kyuhyun menghela nafas dan tersenyum, "Terimakasih sudah mau menemaniku sekarang. Padahal kau baru kembali dari China."
Zhoumi mengibaskan tangannya, "Ah, bukan masalah besar. Lagipula sudah cukup lama aku tidak bertemu denganmu."
Kyuhyun melemparkan tatapan mengejek pada Zhoumi, "Wooow, kau hanya pergi seminggu dan kau merasa sangat lama karena rindu padaku?." Zhoumi tidak menjawab dan mereka berdua tertawa.
Kyuhyun asik memilih buku yang akan dibelinya, kebanyakan novel fantasi dan buku sejarah, sedangkan Zhoumi mengekor di belakangnya. Sesekali Kyuhyun meminta pendapat Zhoumi apakah buku yang dipilihnya harus dibeli atau tidak.
"Kyu."
"Hmmm." Jawab Kyuhyun sambil tetap asik pada buku-buku di rak.
"Kau kelihatan lelah. Kau tidak tidur semalam?" tanya Zhoumi. Kyuhyun berhenti beberapa saat dari kegiatannya.
"Tidak, aku tidur kok. Hanya saja semalam aku mengerjakan tugas hingga larut, jadi aku terlambat tidur." Jawab Kyuhyun seadanya.
Zhoumi maju selangkah hingga berada tepat di samping Kyuhyun. "Itu.. Apa selama aku pergi, Siwon berulah lagi?"
Kyuhyun menggigit bibir bagian dalamnya, "Ya. Tiga kali."
Zhoumi menggeleng tak percaya, "Ya Tuhan.. Lalu pada saat itu kau tetap tinggal di rumah?"
"Begitulah. Aku tak punya pilihan. Kau sedang pergi ke China dan kunci apartemenku disimpan Siwon. Lagipula saat itu Siwon selalu mabuk berat, dan biasanya jika ia terlalu mabuk akan mudah mengamuk di pagi hari jika melihat aku tidak ada. Dan untunglah teman-temannya itu selalu pergi sebelum fajar menyingsing." Kata Kyuhyun berat dan lelah.
Zhoumi tak habis pikir, mengapa Kyuhyun bisa sangat kuat menghadapi Siwon yang seperti itu. Sejak hubungannya dengan Tifanny kandas, Siwon mulai berubah. Dulu, setahu Zhoumi, jika Siwon putus dari kekasih yang sangat dicintainya ia pasti akan berubah menjadi orang yang menderita patah hati berkepanjangan, tapi itu pun tidak akan berlangsung lebih dari dua bulan. Sedangkan sekarang, dengan kasus berbeda, Siwon berubah menjadi sosok tak terduga. Playboy kelas kakap. Dan perubahan itu berlangsung hampir selama satu tahun. Belum terlihat tanda-tanda Siwon akan kembali seperti semula.
Zhoumi sendiri sudah pindah dari rumah Siwon setelah sekitar sebulan tinggal bersamanya. Ia menyewa sebuah apartemen yang tak jauh dari kawasan perumahan yang ditinggali Siwon. Biasanya jika Siwon membawa teman kencannya pulang ke rumah, Kyuhyun akan mengungsi ke apartemen Zhoumi. Sebab, Kyuhyun yang notabenenya adalah housemate sekaligus roommate Siwon, harus mengalah ketika Siwon memilih bermesraan di kamar tidurnya.
"Aku sudah selesai. Aku akan pergi membayarnya dulu." Kata Kyuhyun sambil berlalu dan menghilang menuju sudut lain ruangan itu untuk membayar buku-bukunya.
.
.
~WonKyu~
.
.
Setelah selesai berbelanja buku bersama Zhoumi tadi pagi Kyuhyun langsung pergi ke kampusnya karena ia memiliki beberapa jadwal kuliah yang tak bisa ia tinggalkan. Hari ini terasa begitu berat baginya. Entah kenapa hari ini semua orang sepertinya sangat senang membuat ia kesal dan marah.
Dimulai dari seorang dosen salah satu mata kuliah yang menolak mentah-mentah tugas yang Kyuhyun kumpulkan hari itu dan menyuruhnya untuk merevisi seluruh bagiannya dan harus dikumpulkan di hari itu juga. Padahal sebelumnya Kyuhyun sudah memastikan tidak ada yang salah pada tugas yang ia kerjakan semalaman itu. Lalu pada kelas berikutnya, Kyuhyun mendapatkan tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok. Dan betapa sialnya nasibnya hari itu, Kyuhyun mendapatkan kelompok berisi orang-orang menyebalkan yang bisanya hanya menyuruh-nyuruhnya mengerjakan semua tugas dan menyalahkannya apabila ada sesuatu yang salah dari tugas yang telah dikerjakan itu.
Kyuhyun pulang ke rumah Siwon saat malam mulai sudah turun. Pukul setengah delapan malam ia pulang dengan perasaat lelah dan kesal luar biasa. Saat ia masuk ke dalam rumah, Siwon menyambutnya dengan hangat.
"Selamat datang~" Siwon muncul di hadapan Kyuhyun dengan piyama abu-abunya. Kyuhyun hanya tersenyum malas sambil mendengung dan berjalan melewati Siwon. Kyuhyun menyimpan tasnya di kamar dan setelah berganti baju ia berjalan menuju dapur. Siwon sedang duduk di meja makan dengan sebotol wine menemaninya.
Kyuhyun beberapa butir telur dari dalam kulkas dan bersiap-siap untuk memasak. Ia melirik Siwon sambil bertanya, "Sudah makan malam?." Siwon menggeleng dan Kyuhyun tidak bertanya lagi.
Tak lama, makanannya sudah matang. Hanya omelet rice sederhana yang sebenarnya lebih cocok di makan saat sarapan. Tapi Kyuhyun sangat malas untuk memasak yang rumit-rumit, ia hanya perlu memenuhi kebutuhan perutnya yang mendesak sekarang.
Kyuhyun duduk di seberang Siwon yang sedang asik dengan wine dan handphonenya. Kyuhyun meletakkan piring berisi omelet untuk Siwon di samping botol winenya. Ia sendiri langsung menyantap makanannya lahap.
Terdengar suara Siwon terkikik sambil terus memainkan handphonenya sambil sesekali meminum wine dari gelasnya. Makanannya sama sekali belum disentuh. Kyuhyun yang sedang lelah dan tidak dalam mood yang baik otomatis merasa tersinggung, merasa tak dihargai.
"Kau tak memakan omeletnya?" tanya Kyuhyun dengan suara amat datar yang jarang sekali keluar dari mulut Kyuhyun.
"Hnnngg. Nanti dulu." Sahut Siwon tak acuh dan tak mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun.
"Tch, benar-benar tak tahu cara menghargai orang lain ya!"
Mendengar Kyuhyun bicara dengan nada yang naik satu oktaf , Siwon menatapnya heran. "Loh, kenapa kau jadi marah?"
Kyuhyun menatapnya sengit. "Setidaknya kau makan omeletku sedikit walau hanya sekedar untuk menghormati. Kau tahu aku lelah tapi setidaknya aku masih mau membuatkanmu makan malam, dan kau hanya memerhatikan handphonemu saja! Sebegitu pentingkah perempuan-perempuan murah itu?!"
Siwon tak terima disalahkan seperti itu, maka ia membalasnya juga dengan sengit. "Memang siapa yang menyuruhmu membuatkan makan malam? Aku tidak menyuruh! Jadi itu bukan salahku kalau aku tidak memakannya. Lagipula siapa kau berani berkata seperti itu terhadap kekasih-kekasihku, hah?!"
Di dahi Kyuhyun tampak urat-urat bermunculan, pertanda kekesalannya mulai memuncak. "Aku?! Aku tawananmu yang paling menyedihkan di muka bumi ini!"
Kata 'tawanan' membuat Siwon terdengar seperti seorang penjahat. Kemarahan Siwon terpancing karena tersinggung perkataan Kyuhyun. Ia bangkit dan menghampiri Kyuhyun, matanya berkilat.
"Tawanan, huh?! Kalau begitu biar kutunjukkan bagaimana rasanya menjadi tawananku yang sesungguhnya!"
Siwon menerjang tubuh Kyuhyun hingga terjungkal ke belakang beserta kursinya. Suara berdebum keras memenuhi dapur dan ruang makan seiring terjatuhnya Kyuhyun ke lantai. Siwon merangkak menaiki tubuh Kyuhyun dan dengan ganas menyambar bibirnya. Bau anggur dan alkohol menusuk hidung Kyuhyun, tangannya berusaha mendorong tubuh Siwon yang menindihnya.
"Berhenti menciumku, sialan!" maki Kyuhyun sambil terus berusaha mendorong Siwon dengan kedua tangannya.
"Kau sendiri yang mengakui kalau kau tawananku. Harus kau ingat kalau aku akan memperlakukan tawananku seperti ini."
Siwon meremas area terprivat Kyuhyun sambil terus menciumnya, tangannya mulai menarik-narik resleting celana Kyuhyun. Kyuhyun memberontak, membuat Siwon semakin liar. Saat Siwon mencoba melepas resleting celananya sendiri dan melepaskan bibirnya, Kyuhyun melihat kesempatan untuk lepas. Kyuhyun mengangkat tubuh bagian atasnya seperti saat melakukan sit-up dan tanpa ragu membenturkan kepalanya pada kepala Siwon hingga Siwon mengerang kesakitan.
"Ahhhh. Sialan!." Siwon berguling ke samping sambil memegangi kepalanya. Kyuhyun yang sudah terbebas bangkit dan berjalan meninggalkan Siwon. Naik ke lantai dua, ia akan tidur disana malam ini.
.
.
~WonKyu~
.
.
Pertengkaran antara Siwon dan Kyuhyun ternyata berkembang semakin besar dan berlangsung cukup lama. Padahal awalnya bermula dari masalah sepele. Dengan suasana hati dan fisik Kyuhyun yang kelelahan membuat masalah kecil yang berkaitan langsung dengan Siwon akan dibesar-besarkan. Siwon sendiri suasana hatinya selalu kurang baik karena pertengkaran dan alkohol yang terus menerus dikonsumsinya membuat otaknya jadi kacau.
Sudah tiga hari Kyuhyun tidak pulang ke rumah Siwon. Siwon sendiri awalnya tidak peduli, tapi lama kelamaan ia merasa ada sesuatu yang kurang di rumah. Sepi sekali suasananya. Biasanya ada Kyuhyun yang selalu ceria sepanjang hari, mengisi atmosfer rumahnya dengan kebahagiaan.
Di lain sisi Kyuhyun juga sedikit merasakan hal yang sama. Hanya sedikit. Egonya yang biasanya terkontrol kini tiba-tiba naik ke permukaan dan membuat Kyuhyun menyangkal rasa rindunya sendiri pada Siwon. Sudah lebih dari seminggu Kyuhyun kurang istirahat, membuat moodnya bertambah buruk.
Selama pergi dari rumah Siwon, Kyuhyun menginap di apartemen Zhoumi. Pria China itu selalu menemaninya saat ia memiliki waktu luang. Zhoumi juga sudah tahu tentang pertengkaran Kyuhyun dan Siwon, dan ia memilih untuk tidak ikut campur dalam masalahnya.
Malam itu adalah malam Kamis. Seoul sedang diguyur hujan deras. Di apartemen Zhoumi, Kyuhyun sedang berbaring di atas kasur dengan pria China berambut merah di sebelahnya. Mereka berbaring diam sambil menatap langit-langit.
"Kyu." Zhoumi memecah keheningan diantara mereka. Kyuhyun mendengung untuk meresponnya.
"Apa kau tahu bagaimana rasanya menyukai seseorang yang menyukai orang lain?"
Kyuhyun mengangguk. "Aku tahu. Sangat tahu."
Zhoumi ikut mengangguk. "Rasanya sangat tidak nyaman, benar bukan?"
"Ya."
"Sayang, sekarang aku yang harus merasakannya." Zhoumi menghembuskan nafasnya keras-keras. Tertarik, Kyuhyun menoleh pada Zhoumi.
"Kenapa bisa? Apa yang terjadi?" tanya Kyuhyun.
"Tidak tahu. Yang jelas, aku jatuh cinta pada seseorang yang menyukai orang lain. Menurutmu, apa yang akan kau lakukan ketika kau sedang berada sangat dekat dengan orang yang kau sukai, sehingga dengan ujung jari pun kau dapat dengan mudah meraihnya. Apakah kau akan mengungkapkan perasaan secara terang-terangan tanpa memedulikan apakah orang yang kau sukai itu menyukai orang lain, atau kau hanya akan menyimpannya sendiri hingga kesempatan itu mendatangimu lagi?"
Kyuhyun terdiam beberapa saat. Berpikir.
"Kalau aku jadi kau, mungkin aku akan megambil sikap yang pertama."
Zhoumi tersenyum, terlihat puas dengan jawaban Kyuhyun. Beberapa detik berlalu, kemudian Zhoumi kembali bersuara.
"Sejujurnya Cho Kyuhyun, aku sangat menyukaimu." Zhoumi menghadapkan tubuhnya pada Kyuhyun. "Sangat sangat menyukaimu, sejak pertama kali bertemu. Awalnya aku selalu berharap aku dapat memilikimu, tapi melihat kau yang selalu memberikan rasamu pada Siwon, aku jadi merasa hal itu mustahil."
Kyuhyun tertegun, tanpa disadari jantung Kyuhyun berdegup sedikit lebih cepat menunggu apa yang akan dikatakan Zhoumi selanjutnya.
"Tapi mendengar jawabanmu tadi yang lebih memilih mengungkapkan perasaan secara terang-terangan tanpa peduli bahwa sebenarnya orang yang disuka itu menyukai orang lain, aku jadi ingin melakukannya juga. Sudah kukatakan, aku sangat menyukaimu, tak peduli kalau kau sebenarnya lebih menyukai Siwon."
Zhoumi berhenti berbicara, di wajahnya tersungging segaris senyuman tipis. Kyuhyun mengira Zhoumi masih akan melanjutkan ucapannya, namun melihat Zhoumi diam Kyuhyun langsung bereaksi.
Kyuhyun memeluk Zhoumi dari samping. Semakin dekat, semakin kencal pula pelukannya. Zhoumi menoleh, melihat Kyuhyun memeluk dadanya dan menenggelamkan wajahnya di sana. Kyuhyun diam, Zhoumi juga. Namun akhirnya terdengar juga suara dari mulut Kyuhyun.
"Terimakasih karena kau sudah menyukaiku. Maafkan aku karena selama ini aku lebih menyukai Siwon dan menjadikanmu tempat curhatan hatiku tentangnya. Seharusnya aku tahu lebih awal, jadi aku tidak akan membuat hatimu terluka."
Zhoumi mengelus kepala Kyuhyun, "Tidak apa-apa."
"Mi, kau harus tahu, aku juga menyayangimu, walaupun belum mencintaimu. Aku akan merasa sangat senang kalau kau mau mengajarkan aku bagaimana cara mencintaimu. Karena meskipun aku mencintai Siwon, sesungguhnya di hatiku masih ada ruang lain yang kosong. Aku ingin mengisinya dengan cintamu."
Zhoumi tersenyum secerah sinar mentari yang telah lama tenggelam. "Jadi kau akan memberiku kesempatan?"
Kyuhyun mengangguk.
"Apa itu tidak masalah kalau saja nanti cintaku akan mendominasi hatimu dan merebut ruang yang kau beri untuk Siwon?"
"Selama itu akan membuatku bahagia, aku tak masalah."
Zhoumi tersenyum sangat lebar, hampir membelah kepalanya menjadi dua. Tangannya yang panjang meraih wajah Kyuhyun mendekat ke wajahnya. Zhoumi membisikkan sesuatu di telinga Kyuhyun
"Wo ai ni"
Dan setelah itu Zhoumi memberanikan diri mencium Kyuhyun. Mulanya hanya kecupan, namun semakin dalam saat Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya. Waktu bergulir dan mereka masih tak ingin lepas satu sama lain. Tensinya mulai meningkat, atmosfer berubah menjadi semakin panas. Tanpa kata-kata Kyuhyun dan Zhoumi melepaskan pakaiannya masing-masing. Dengan sukarela, tanpa ada paksaan.
Belum pernah sebelumnya Kyuhyun mau melakukan 'hubungan intim' dengan seseorang secara senang hati. Bahkan tidak sekalipun saat melakukannya dengan Siwon.
.
Siwon menerjang hujan di malam yang dingin. Berjalan menuju tempat tujuannya, dimana ia akan menemui Kyuhyun dan membawanya pulang. Gedung apartemen tinggi menjulang berdiri tegak di depan matanya. Tanpa ragu ia naik ke lantai delapan, menuju apartemen Zhoumi yang ia yakini 100% kalau Kyuhyun ada di sana.
Siwon menekan bel pada pintu apartemen dan menunggu hingga ada yang membukanya. Tapi setelah bel dibunyikan beberapa kali, tidak ada seorang pun yang membukakan pintu untuknya.
Siwon melihat tombol input password apartemen di dinding kanan di samping pintu. Siwon mencoba mengingat password rumah Zhoumi yang pernah diberitahukannya saat membantu Zhoumi pindah.
2-9-1-6-0
Klik
Pintu terbuka.
Siwon melangkahkan kakinya memasuki apartemen. Sepi, seperti tidak ada orang di rumah. Siwon pergi mengecek ke berbagai ruangan dan semuanya kosong, tidak menunjukkan tanda adanya orang di apartemen itu.
Namun Siwon langsung menghentikan langkahnya ketika melewati pintu kamar utama. Kenapa baru terpikir sekarang, batinnya.
Siwon mencoba untuk memutar kenop pintu perlahan-lahan untuk bisa mengintip ke dalamnya. Walaupun tidak sopan, tapi apa daya, ruangan ini adalah satu-satunya ruangan yang belum ia cek.
Siwon melongokkan kepalanya sedikit, berusaha melihat kedalam kamar. Gelap, namun ada suara-suara aneh di sana. Terlihat bayangan gelap bergerak-gerak di atas ranjang. Dan dari dua suara yang ia dengar, ia mendengar satu suara yang sangat akrab di kepalanya. Suara yang selalu memenuhi kepalanya.
Kyuhyun.
Dan... TUNGGU! Kenapa Kyuhyun mendesah seperti itu?!
.
Hampir saja Siwon mematahkan pintunya.
.
.
.
TO BE CONTINUED
A/N: Halo semuanyaaa~ Saya kembali membawa cerita lanjutan dari Beautiful Pain.pheeew, saya lega akhirnya saya bisa lanjutin ff ini setelah ffnya sempat behenti selama kurang lebih tujuh bulan. Huahahaha
entah ada angin apa saya bisa kerjain ini nggak sampai sehari penuh, cuma beberapa jam aja. Tapi saya harap kalian yang kangen ff ini (kalau ada wkwk) kangennya bisa terobati hehehe. Buat yang baru pertama kali baca, terimakasih sudah mau membaca.
Akhir kata, saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya bagi yang sudah menunggu. Reviewnya ya kawan kawan :3
