Disclaimer of Fairy tail is

Hiro Mashima

.

.

.

Lucy menjitak Natsu dengan keras. "Ja-jangan berbicara seperti itu!" Natsu menatap bingung Lucy "Huh? Bukankan bagus melakukan sesuatu yang baik? Cana bilang 'itu' baik bukan? Kenapa kita tidak mencobanya?"

Lucy berniat untuk menjitaknya lagi, tapi panggilan Erza mengurunkan niatnya "Ada apa Erza?" Lucy bertanya kepada Erza yang sedari tadi memandang ke layar Laptop.

"Hum… kau bukan hanya selalu di pasangkan dengan Natsu.. Lucy … tapi juga dengan Gray…"

"APAAAAA!" Teriakan seorang Water Mage menggelegar di dalam ruangan. "Lucy-san! Juvia tahu, Lucy –san akan mengambil Gray-sama!" Aura gelap sudah keluar dari tubuhnya.

"Ta-tapi … Ano… Juvia… aku tak mungkin begitu …"

"Betul Juvia! Lagi pula Luce tidak mau melakukan sesuatu hal yang baik 'Itu ' dengan Underwear Prince!" Natsu menunjuk tepat diwajahnya.

"Huh? Apa? Maksudmu Lucy tidak mau denganku? Kau tidak lebih baik dari pada aku Flame-Head!"

"Kenapa kau bawa-bawa 'itu' lagi…." Saat ini Lucy ingin menangis. "Lucy-san… mendahului Juvia… dengan Gray-sama…"

"Luce tidak mungkin mau denganmu Stripper!"

"Hey! Itu akan menjijikan jika ia melakukannya denganmu Flame-Head!"

"Kita Cuma melakukan hal baik! Pria boxer!"

"Kau bahkan tidak tahu arti kata 'itu'!"

"Tidak masalah! Luce akan mengajari aku caranya! Benar kan Luce?" Natsu menampakan cengirannya kearah Lucy.

Lucy hanya mengurut pelipisnya yang terasa sakit "Kalian! hentikan!" Erza berteriak "Lucy juga bukan hanya dengan kalian! tapi… di cerita ini, Laxus pun juga…"

"APAAAA?!"

"Lu-chan! Apa kau serius!"

"Bunny-Girl memilih lelaki tua itu?" Gajeel pun menganga karna shock.

"Lucy… kau sudah kupasangkan dengan Natsu! kenapa kau mengambil yang lain juga… kau membuatku kehilangan pekerjaan sebagai matchmaker~" Mira memanyunkan bibirnya.

"Jadi Laxus… seorang gadis yang jauh lebih muda darimu huh?" Cana menampakan cengiran jahilnya. Laxus hanya berdecak kesal tidak menjawab.

Disaat semuanya sedang ribut dan bersahutan, Lisanna memandang layar laptop menyerngitkan dahinya. "Lisanna? Ada apa?" Elfman menghampiri adik perempuannya.

Suara Elfman yang besar membuat beberapa anggota guild memandang Lisanna. "Lisanna? Kau kenapa ? kau seperti kesal?" Lucy datang menghampirinya.

Tiba-tiba Lisanna berdiri "Lucy-san! Kenapa peranku selalu jahat di cerita ini?"

"Maksudmu?"

"Maksudku… aku , kau dan Natsu selalu dikategorikan 'cinta segitiga' dan… kenapa disini selalu berakhir Natsu dan Lucy-san~"

Levy membaca ringkasan cerita itu sebentar "Di ringkasan cerita ini bilang akan berakhir Nalu? Apa itu Nalu?"

"Nalu? Hmm… Natsu dan Lucy!" Happy tersenyum lebar "Kalian~ saling suka~" Natsu dan Lucy hanya tertunduk malu.

"Hey hey!" Mira melambai-lambaikan tangannya mencoba mendapatkan perhatian dari yang lainnya "Semua cerita ini berdasarkan fakta jika kalian tahu!" Mira mengambil papan tulis(?) dan menggambar sebuah sketsa.

Lucy=Natsu=Lisanna

Lucy=Gray=Juvia

Lucy x Laxus (?)

"Kalian lihat? Semua ini… Lisanna dengan Natsu memang dekat… tapi Lucy dan Natsu juga tidak kalah dekat, Lalu… Juvia dan Gray memang sudah kupasangkan … tapi Lucy dan Gray tidak buruk juga! Lucy dan Laxus…. Jujur aku agak kaget… tapi bayangkan jika mereka bersama! Mereka akan mempunyai anak-anak pirang!"

"Kau benar Mira! Tapi… aku tidak ingin sahabatku dengan lelaki yang sudah hampir tua!" Levy menyambar penghapus dari tangan Mira, dan menghapus 'LucyxLaxus'.

"Apa maksud perkataanmu kutu buku?" Laxus sudah mengeluarkan petirnya "Ti-tidak… hanya saja… ya… hehehe" Levy tertawa gugup.

"Jadi? Sekarang hanya tinggal… Lucy dengan Natsu atau Lucy dengan Gray?" Erza menggosok dagunya.

"Kita lihat Lucy memilih siapa Stripper~" Natsu tersenyum seram menyeringai.

"Huh? Boleh saja Flame-Head~" Gray membalas senyumannya.

Mereka kembali beradu kening.

"Lucy-san… Juvia akan membunuhmu…." Aura Juvia sudah menusuk kulit Lucy yang lembut. "Ti-tidak Juvia.. aku hanya menganggap Gray seperti saudara…" Lucy tertawa gugup.

"Huoooo! Jadi Lucy! Kau memilih Nastu? Okeh! " Mira menghapus 'Lucy=Gray=Juvia'

Natsu tersenyum puas melihat Gray berdecak kesal "Yeeey! Juvia mendapatkan Gray-sama kembali!" Juvia memeluknya. Gray menggeliat mencoba melepaskan diri dari Water Mage itu.

"Jadi Natsu? Mana yang kau pilih? Lucy …. atau Lisanna?"

Semuanya kini menatap Natsu yang secara bergantian menggerakan bola matanya kearah Lucy dan Lisanna.

"Natsu …" Lisanna melingkarkan lengannya pada lengan Natsu "Aku dan kau sudah bersama sejak kecil bukan~" Lisanna memberikan tatapan manisnya.

"Yup! " Natsu menjawab senang. "Tapi Natsu… Apartemen siapa yang selalu kau tinggali dan memakan semua persedian makanan orang itu?"

"Lu-Lucy…" Natsu tersenyum gugup.

"Okeh! Pilih Natsu!" Mira memerintahkannya.

"Aku pilih… Lucy…" Lisanna menepas tangannya "NATSU!"

"Tidak! Tidak ! aku pilih Lisanna!" Lucy menaikan satu alisnya "Baiklah aku dengan Gray saja…" Lucy berjalan menghampiri Gray.

"Apa! Um… Tunggu! Tunggu! Lucy! Tidak! Pilih Lisanna! Eh.. Umm… Lucy? Agh! Aku tidak tahu!" Natsu mengacak rambutnya frustasi.

"Geez… cepat lah Salamander…."

"Oke.. Okeh… ini yang terakhir… aku pilih…."

.

.

.

Jadi siapa yang Natsu pilih :p

Pairingnya gak Cuma satu atau dua pasang aku

Berniat membuat banyak ^^