Desclaimer : Aoyama Gosho

Catatan Penulis :

uchiha azaka : Arigatou review nya.. :)

Mari lanjutkan ceritanyaa...

Warning : Alur ga jelas, kadang lambat kadang cepet..


Stay On My Side

Sepanjang jalan pulang itu mereka hanya diam saja, tenggelam di pikiran mereka masing-masing. Seperti biasa, Haibara hanya melamun dan Conan jalan sambil menjugling bola sepaknya. Sampai akhirnya, Haibara yang memang berjalan beberapa meter di depan Conan melintasi penyebrangan, ketika lampu merah hanya tinggal beberapa detik saja…

"Haibara… Awass.!" Teriak bocah itu ketika melihat Haibara yang sedang menyebrang, lampu yang tadinya merah sudah berubah hijau.

Gadis itu menoleh dan…. Ping Pong..! Tepat di depan mata, haibara melihat truk yang melaju kencang siap untuk menghantamnya. Ia hanya bisa menutup matanya dan ia merasa seseorang memeluk dan menghantamnya ke trotoar.

Dan ketika ia buka mata..

Yaa, dia bengong melihat pemuda itu, pemuda yang selama ini diam-diam dia cintai. Pemuda yang selama ini berkali kali menyelamatkan nyawanya dan berkali kali juga menyakiti hatinya, sedang memeluk dan menahan kepala nya agar tidak terbentur trotoar.

"Baroo..! Apa yang kau lakukan.. berjalan sambil melamun begitu? Kau hampir terhantam truk bodohh, seperti bukan dirimu saja" omel bocah itu, memecah lamunan sang gadis..

Setelah tersadar dari lamunannya gadis itu hanya berdiri dan menunduk.

"Gomen" Ucap gadis itu singkat, padat, sambil berlalu pergi..

"ehhh" Sementara Conan hanya bisa mngerjap kerjapkan matanya.

'Kenapa kau selalu ada dan selalu menyelamatkanku di saat-saat nyawaku hampir terenggut Kudo-kun. Kau tau,, aku benci diriku sendiri yang tidak bisa menerima bahwa kau melindungiku hanya karena aku yang bisa membuat prototype penawar ATPX4869 dan bukan karena kau memiliki perasaan yang istimewa padaku. Seperti apa yang aku rasakan padamu. Aku benci Kudo-kun aku benci perasaan ku ini, karna aku sadar, aku tidak berhak atas mu dan aku tidak boleh membiarkan perasaan ini lebih dalam lagi..'

Hari hari berikutnya berjalan damai dan lancar, namun gadis itu tetap betah berlama-lama di ruang bawah tanahnya. Hingga saat itu pun tiba…

Beberapa Bulan Kemudian…

Di Lab. Bawah Tanah Rumah Hakase..

Seorang gadis kecil sedang tersenyum puas sambil menatap 2 butir kapsul berwarna merah-putih.

"Akhirnya… Ku harap kali ini akan berhasil. Aku akan mencobanya terlebih dahulu, kalau tubuh normal ku tidak kembali menyusut dalam 3 hari berarti sudah kupastikan bahwa prototype ini benar-benar permanen." Gumam ilmuan muda itu pada dirinya sendiri.

Ia pun meminum penawar racun itu, dan tak lama suara erangan kesakitan pun terdengar ke seluruh penjuru rumah itu.

"Ai-kun.. Ai-kun.. ada apa?" Tanya Professor gembul itu khawatir. Sambil mengetuk pintu ruang bawah tanah yang terkunci.

Ceklek.. Tak lama terdengar suara pintu terbuka

"A A Ai – kun, kau kah itu?" Tanya professor tergagap melihat sosok gadis berambut coklat cantik di depannya.

"Jadi begitu, kau mencoba penawar racun itu, dan kalau sudah lebih dari 3 hari kau tak menyusut maka racun itu adalah penawar permanen". Ulang professor itu setelah mendengar penjelasan dari gadis yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Tentu percakapan ini terjadi setelah Haibara meminta Conan untuk mencabut semua penyadap yang ada di "rumahnya".

"Ya begitulah, maka dari itu tolong buat alasan agar anak-anak itu tidak mencariku, karena aku tidak akan ke sekolah lagi. Dan jangan beri tahu Kudo dulu tentang hal ini, Hakase."

"Ya, baiklah. Shiho-kun. Tapi jujur saja, aku terkejut saat lihat sosok mu yang asli, sangat berbeda dengan yang ada di video itu".

Memang Haibara versi dewasa yang di depan Hakase ini terlihat sangat cantik, sangat terlihat berbeda dengan Shiho yang muncul di video kebakaran gubuk di hutan Gunma itu, banyak coreng di wajahnya dan tentu saja sangat beda dengan Shiho versi samaran Kaito Kid.

XXX

Seperti biasa pagi ini anggota Shounen Tantei berangkat Sekolah bersama dan sedang menunggu anak berkaca mata itu di perempatan jalan.

"Ale.. Conan-kun tunggu apa lagi, ayo berangkat. Kami sudah dari tadi menunggumu" ucap gadis manis berbando itu.

"Cepat Conan-kun nanti kita terlambat" sahut bocah berbintik bernama Mitsuhiko.

"ahh iyaa..matte yo. Jahh Ran-neechan" jawab Conan. "Mana Haibara, tumben sekali dia terlambat" Tanya bocah itu pada dirinya sendiri ketika sudah duduk di bangku di kelasnya.

"hee kau tidak tau Conan-kun, Haibara-san sampai 3 hari kedepan kan ijin tidak masuk Sekolah, Hakase bilang katanya dia dan Haibara pergi ke Hokkaido, untuk menghadiri undangan teman sesama ilmuan Hakase yang tinggal disana" jelas Mitsuhiko.

"Haa begitu?" jawab Conan. 'Aneh sekali, tidak seperti biasanya Hakase tidak bilang apa-apa padaku.'

Begitulah, Shiho dan Professor memang pergi selama 3 hari ke daerah Hokkaido untuk menghindari anak-anak itu dan tentu saja untuk menghindar dari naluri detective bocah kaca mata itu.

XXX

Setelah 3 hari berlalu

"waah Shiho-kun sepertinya penawar yang kau buat kali ini berhasil. Selamat ya, aku ikut senang" ucap Hakase

"ya, Hakase. Akhirnya aku.… eh?" jawab Shiho dengan nada tanggung.

"eh, ada apa Shiho-kun" Tanya hakase

"iiee, mau kah kau menemaniku membeli oleh-oleh untuk anak-anak itu Hakase?" Ya, ia memang mau memberikan kenang-kenangan pada temen-teman ciliknya itu, sebelum ia benar-benar pergi.

XXX

"Apa? Kenapa mendadak sekali Shiho-kun?". Teriak Hakase. Kaget.

"Maaf Hakase, aku melakukan ini, karena aku tidak mau berubah pikiran"

"Tapi kenapa Shiho-kun?" Tanya Hakase menyesal. Shiho berjalan mendekati orang yang sudah ia anggap ayah nya sendiri, duduk disampingnya dan memegang tangannya erat.

"Hakase, aku menyayangimu, aku pergi bukan karena dirimu. Aku sangat berterima kasih padamu atas semua yang telah kau lakukan untukku."

"Lalu? Apa kau tega meninggalkan aku sendirian Shiho-kun?" ucap hakase miris

"Ku mohon jangan buat keyakinan ku goyang Hakase, aku pergi untuk kebaikan kalian semua. Percayalah. Dengan kondisi tubuhku yang sekarang, aku tak boleh berlama-lama disini Hakase, nyawa kalian semua terancam." jelas Shiho

"Shinichi bisa melindungi kita dari Oranisasi itu Shiho, dan Shinichi pasti akan marah kalau kau tiba-tiba hilang". 'tidak akan hakase, dia marah karna hanya aku yang bisa membuatnya kembali ke tubuh aslinya dan sekarang aku sudah membuat penawarnya, jadi dia tidak akan marah'

"Tidak Hakase, percayalah. Aku tak bisa membiarkan nyawa kalian terancam, aku ga bisa lagi kehilangan orang-orang yang aku sayangi,." Gumam Shiho

"Shiho-kun… Berjanjilah, kau akan menjaga dirimu baik-baik disana dan berjanjilah kalau kau akan kembali kesini Shiho-kun.." tuntut Hakase. "Berjanjilah padaku Shiho-kun…"

"Ya, aku berjanji." Ucap Shiho sambil tersenyum lembut.

'Aku janji Hakase, tentu saja kalau aku bisa selamat.' Tambah Shiho dalam hati.

XXX

"Kau jadi pergi besok Shiho-kun?" Tanya Hakase ketika sedang melihat Shiho sedang mengemasi barang-barangnya

"Oh ayolah Hakase, kita sudah membicarakan ini kan.."

"Entahlah Shiho-kun, tapi aku percaya kau akan menepati janjimu padaku." Ucap hakase sambil tersenyum. Shiho hanya membalasnya dengan senyuman juga.

"Tolong ya Hakesa, berikan hadiah-hadiah itu pada mereka. Dan juga penawar itu pada Kudo-kun. Dia pasti akan sangat senang. Dan besok Jodie-senpai akan menjemputku pagi-pagi sekali." Jelas Shiho.

TBC

What did you think ? See yahh...