Hermione's Pov
Aku terpaku di depan pintu. Orang yang sejak tadi mengganggu pikiranku, sekarang berada tepat didepanku dengan senyuman manisnya. Tubuhku serasa ringan, tetapi jantungku berpacu cepat. Ini hampir sama dengan perasaan saat aku dekat dengan Ron dulunya. Kali ini, rasanya lebih.
Sepertinya aku terperosok terlalu dalam. Akan susah untuk kembali. Walaupun jika bisa, aku yakin perjalanannya akan membuat beberapa luka di hatiku. Tapi aku Hermione, aku harus berani dengan perasaanku sendiri.
Bukankah aku selalu menang dalam segala bidang. Kenapa kali ini harus mengalah dengan orang lain? Tidak! Aku Hermione Jean Granger, seorang muggle-born yang tidak mau kalah dengan orang lain. Ya, aku siap dengan perasaanku.
Look at me
.
Chapter 6
.
Disclaimer : Semua tokoh yang ada di fic ini milik J.K Rowling. Yang tidak kalian ketahui, itu punya saya. Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun. Saya hanya seorang fans yang suka berimajinasi.
DMXHG
Warning : Not Perfect
.
Yuzka's Present
Happy Read ^^
.
Created : 12 Mei 2014
Publish : 12 Mei 2014
.
Aku memberikan senyuman tipisku padanya. "Hey Draco," aku berjalan menuju dad dan mengecup keningnya. "baik baik saja dad?" setelah mendapat anggukan darinya pertanda ia baik baik saja (walau aku tau apa yang sebenarnya) aku menoleh pada Draco. "Sedang apa kau disini?"
Ia mengerucutkan bibir layaknya seorang anak kecil yang sedang ngambek. "kau tidak memberikanku kecupan?" ucapnya seraya memberikan wajah cemberut, dan aku tau itu hanya pura pura.
Aku tertawa kecil mendengarnya, dengan cepat aku mengecup pipinya. "Sudah puas?" Aku merasa berubah 180 derajat dari tadi pagi. Aku harus memanfaakan waktu terakhirku dengannya. Karena setelah ia menikah dengan wanita lain, mungkin aku tidak akan beremu dengannya. Aku dapat menangkap dari sudut mataku bahwa dad sedang tesenyum, kesenanganku jadi 2× lipat.
"Tidak," ia masih dengan wajah cemberutnya, "aku inginnya disini." Ucapnya seraya menunjukkan bibirnya, dan seringai miliknya keluar begitu saja.
Aku mendengus mendenganya, walau sebenarnya aku mau, seperti kataku tadi untuk memanfaatkan waktu. "kapan kapan saja ya." Jawabku dengan memberikan seringaiku juga, dia kira aku tidak punya.
"Akan kutagih segera." Seringainya masih terpampang di wajanya, aku dapat mengira bahwa ia memiliki rencana licik di kepala berambut pirangnya itu. Tetapi aku memilih tidak peduli, aku terlalu rindu dengan ayahku.
Waktu terus berlalu. Kami bebincang bincang tentang segala hal diselingi dengan tawa. Draco ternyata humoris, memang ia sering membuat lelucon dengan para ular itu. Tapi aku tidak pernah menganggap lucu lelucon mereka, karena sasaran leluconnya tak lain dan tak bukan adalah aku, Mudblood dan Muggle. Yang terpenting, sekarang adalah aku merasa nyaman dengan 2 orang ini.
Aku dan Draco harus pulang. Sesampainya di rumah, aku menuju kamarku yang terpisah dengan Draco tentunya. Aku tertidur dengan senyuman lebar di sepanjang tidurku.
~Dramione~
Aku terbangun masih dengan senyuman lebar di wajahku. Setelah mandi dan berpakaian lengkap, aku segera turun menuju ruang makan. Aku hanya memandang heran meja makan yang kosong sekarang. Aku dapat melihat Draco yang menyeringai disana, apa maunya? Mungkin ini rencana liciknya tadi malam, membiarkanku kelaparan seharian. Tapi ia tidak bisa, aku penyihir terpintar di angkatanku, aku bisa membeli makanan nanti. "terkejut Mrs.?" Ucapnya seperti memainkanku.
Aku menatapnya malas, "Aku bisa membeli makanan di kantor nanti." Jawabku seraya naik ke kamaku untuk mengambil keperluan kantorku dan segera berangkat.
"Siapa yang bilang kau akan bekerja hari ini?" ucapnya lalu terkekeh pelan.
Aku behenti dan menatapnya curiga. "Bukan kau yang mengatur aku bekeja atau tidak Malfoy." Apa rencananya? Membuatku tak bisa bekerja mungkin. Tidak bisa tentu saja, aku tidak mau pekerjaanku menumpuk nanti karenanya. Aku melanjutkan perjalananku menuju kamar.
"Kau dipecat oleh kementrian," dari caranya berbicara, aku sudah tau bahwa ia berbohong dan aku memilih mengabaikannya "mereka bilang mereka tidak butuh pekerja keras kepala sepertimu, surat mereka baru saja sampai." Ucapnya sambil menunjukkan sebuah surat dengan stempel MoM, itu sangat jelas bahwa itu memang dai kementrian.
Aku langsung berlari ke arahnya dan mengambil paksa surat itu. Aku dapat melihat Draco sedikit terkejut dengan gerakanku yang tiba tiba ini. Maka dari itu, sangat mudah bagiku untuk mengambil surat itu. Dengan serius aku membaca surat –
TUNGGU
INI BUKAN SURAT PEMECATAN
INI SURAT PENGKONFIRMASIAN PERMINTAAN CUTI
Aku menatap tajam Draco yang sedang sibuk menahan tawanya. "kau yang melakukan semua ini?" ucapku dengan suara terdinginku. Tentu aku marah, seenak jidatnya ia membuatku mengambil cuti.
"Kau butuh istirahat dear," jawabnya dimanis-maniskan "kau tidak pernah meluangkan waktumu untukku. Aku membutuhkanmu."
Aku sedikit tersanjung mendengarnya, sebagai perempuan normal, tentu aku senang mendengarnya membutuhkanku. Tapi sepertinya, emosiku terlalu tingi sekarang. Apa dia mau membuatku mendapatkan setumpuk perkamen sebesar gunung besok. Aku bisa saja masuk, tapi aku tidak mau dicap sebagai orang tidak bertanggung jawab yang membiarkan suaminya mengirim surat permintaan cuti. "Jika kau ingat dear," suaraku ikut dimaniskan sepertinya. "kau juga bekerja, jadi aku harus apa? Menunggumu di depan rumah?"
"Kau cuti, aku juga," aku terbelalak mendengarnya, semudah itukah ia mengambil cuti. Kudengar ia orang yang sibuk saat memegang Malfoy Corps. "bagaimana kalau jalan jalan di Diagon Alley?"
Aku semakin terheran dibuatnya, kenapa tidak memilih pada saat akhir pekan saja. "Aku mempunyai pekerjaan hari ini yang harus diselesaikan." Jawabku dengan menahan emosiku, untuk saat ini masih bisa kukontrol emosiku.
"Kau pikir aku tidak punya pekerjaan hari ini?" sepertinya tidak ada yang mau mengalah sekarang. "kalau kau menolak, jangan harap kau tetap bekerja di kementrian. Apa keberatan mengorbankan 1 harimu denganku? Aku lebih seksi dai perkamen pekamen itu bukan?"
Aku hanya terdiam mendengarnya.
~Dramione~
Entah bagaimana ceritanya, aku menyetujui begitu saja ajakan aneh Draco. Dan disini aku sekarang, pertokoan Diagon Alley dengan Draco disampingku dan tangan yang saling betautan, karena sekarang kami sedang di depan public dan aneh rasanya jika pengantin muda saling menjauh dengan salah satunya berjalan dengan wajah cemberut. Jika ditanya, apakah aku senang? Aku tidak bisa menjawab tidak. Tapi saat aku teringat setumpuk perkamen di meja kantorku besok, aku semakin kesal saja dengan Draco.
Sepertinya aku tidak bisa memuntahkan emosiku pada Draco kali ini. Draco sangat pintar membuaku nyaman. Kami mengelilingi Diagon Alley, mendatangi toko barang barang antik atau mendatangi beberapa butik. Draco tidak behenti membuat lelucon lelucon yang menurutku sangat lucu.
Setelah puas menjelajahi Diagon Alley, kami mampir ke sebuah Restoran di Diagon Alley. Restoran classic yang tentunya untuk kalangan bangsawan. Draco memaksa untuk datang ke Cafe ini. Aku tentu saja lebih nyaman di Cafe untuk anak muda walau aku sudah bukan anak muda lagi.
Setelah memesan beberapa makanan – tentunya dengan harga fantastis – aku dan Draco berbincang bincang ringan tentang segala macam yang dapat kami bicarakan. Sekali lagi, aku sangat nyaman bersamanya, aku merasa seperti seorang remaja yang sedang berkencan sekarang.
Tiba tiba saja, Draco mengambil kedua tanganku dan mengecupnya. Kedua matanya melihat ke dalam mataku. "Apa kau mencintaiku Mione?" tanyanya dengan penu harap menurutku.
Belum sempat kujawab, sebuah suara mengganggu kebersamaanku dengan Draco. "Menjalankan misimu jalang," Itu Lucius Malfoy, suara dinginnya membuaku tak bisa melakukan apa apa, aku hanya menatap kedua mata Draco yang menenangkan. Tenyata kedua Malfoy senior ditambah Greengrass itu ada disini sekarang. "inikah alasanmu tidak bekerja Draco." Suara dinginnya ditambah emosi semai menakutkan untukku.
"KAU TIDAK PANTAS MENJADI MALFOY, GRANGER!"
Aku dapat merasakan seluruh pengunjung restoran menatapku.
.
~TBC~
Selesai... entah kenapa aku lebih suka pake sudut pandang pertama :p Makasih yang udah mau baca ({}) Maaf updatenya lama, lagi gk mood (?) Masih berkenankah untuk review?
Ini balasan review, yang punya akun, kubalas lewat PM ;)
Nong: maaf ya kependekan Thx sudah review, review lagi?
Guest: Ya -,- memang kurang banyak, chap ini juga... Thx sudah review, review lagi?
ZeeMe: Thank you ^^ Amin... kurang greget ya :p yang greget gimana? Thx sudah review, review lagi?
Dramione Always: Maaf, gk bisa cepet update. Panjangin? Sory, gk bisa gk mood sih -_- Thx sudah review, review lagi?
Guest: Makasih :D Thx sudah review, review lagi?
Adellia Malfoy: Dramione tetep satu kok ;) Makasih Adel *cium* Thx sudah review, review lagi?
Tidakpenting: kamu penting kok buat aku :D Gk bisa lebih panjang '-' sory :'( Thx sudah review, review lagi?
Farah Zafirah: bagus? Yang bener? :p Thank you ^^ gk papa, yang penting review... Typo? Maaf ya itu salah satu kelemahanku yang berusaha kuhilangkan (?) maaf gk bisa update kilat, tapi sudah update nih... Review lagi?
Jember – Jawa Timur
12 Mei 2014, 18:19
Lovelyuzka~
