Desclaimer : Aoyama Gosho

Balasan Review :

Ichirukilover30 : Ok ini di update lagi ceritanya,

may-meuza : thanks reviewnya.

M4dG4rl : Arigatou, ini di lanjut. Mari kita eksiskan pairing super cute kita ini.

coffeelover98 : Ok, ini di lanjut :)

raralarhas : Penulis si maunya ShinShi. Tp blm tau jg tergantung kelanjutan cerita, soalnya cerita ini di leppi jg msh blm selesai.

Terima Kasih untuk semua yang sudah mau review, bikin semangat penulis makin menggebu-gebu untuk segera menyelesaikan cerita ini :)

Ini dia chapter selanjutnya, Happy reading, minna...

Warning : Alur ga jelas, kadang lambat kadang cepet..


Stay on My Side

Masih terlalu pagi bagi gadis ini untuk pergi, bahkan ayam pun belum mengeluarkan suaranya. Setelah beberapa saat mengitari rumah dan menikmati detik-detik akhirnya berada di rumah itu, akhirnya terdengar suara mobil yang sudah di kenalnya.

"Kau sudah siap Shiho?" Tanya Jodie dari dalam mobil.

"Sangat siap". Jawab Shiho tegas. 'Akhirnya.. Kudo-kun, kau pasti akan bahagia setelah kepergianku. Tidak akan ada lagi yang merepotkanmu dan kau bisa menjaga dan kembali pada gadis mu itu. Selamat tinggal Kudo-kun. Berbahagialah…' ucap Shiho dalam hati.

"Baiklah kita berangkat sekarang."

Di tempat berbeda,,,

"HHhhhh,, ada apa ini, kenapa tiba tiba perasaan ku tidak enak". Ungkap Conan yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

XXX

Seperti biasa para anak-anak yang yang mengklaim diri mereka sebagai grup detektif cilik ini, berangkat sekolah bersama dan sedang menunggu bocah Edogawa itu. Tapi, ada yang berbeda ,,

"Daijobu Conan-kun, kenapa dari sarapan tadi kau melamun terus? Ada yang sedang kau pikirkan ?". Tanya Ran pada adik angkatnya itu.

"Ehh, daijobuka Ran-neechan. Tidak ada yang sedang kupikirkan. Baiklah itu teman-teman ku, sampai jumpa Ran-neechan.. ".

"Ada apa dengan kalian semua, kenapa wajah kalian sedih begitu?" Tanya Conan ketika melihat teman-temannya sedih tidak ceria seperti biasanya.

"Sudahlah Ayumi-chan, kau jangan menangis terus seperti itu. Aku jadi tambah sedih." Ungkap Genta.

"oi oi ada apa sebenarnya.."

"Kenapa Haibara-san pergi tanpa pamit dengan kita…" ungkap Mitsuhiko sedih. Memotong ucapan Conan sebelumnya.

"Apa ? Massaka…" tanpa berpikir panjang Conan berlari tapi bukan ke arah Sekolah, tapi ke arah sebaliknya,

Conan berlari ke rumah Hakase tanpa memperdulikan orang-orang yang ditabraknya dan menatapnya heran di jalan.

"Haibara ?" ucap Conan mendobrak pintu rumah Agasa

"Shinichi-kun…" ucap Hakase heran.

"Dimana Haibara Hakase?"

" Jangan bilang kalau dia pergi,,!" Ucap Conan sambil berlari menuju kamar Haibara

"Maaf Shinichi-kun aku tidak bisa mencegahnya. Dan dia menitipkan ini untukmu.." ucap Hakase sambil memberikan kotak kecil yang ditittipkan Haibara kepadanya.

"I..iinii, penawar racun itu.." gumam Conan tidak percaya

"Ya, Shinichi. Shiho-kun sudah berhasil menyempurnakan prototype penawar racun itu. Makanya ia pergi." Ucap Professor sambil berlalu meninggalkan bocah itu.

Entah apa yang bocah itu harapkan, ia langsung bergegas berlari menuju bandara Narita. Mungkin ia berharap bahwa pesawat yang akan di tumpangi gadis itu delay dan masih bisa mencegahnya untuk pergi. Tapi ia tau itu hal yang sia-sia saja, karena cuaca sedang sangat cerah belakangan ini. Tapi segala kemungkinan bisa terjadi kan, begitulah pikirnya.

"Haibara… apa kau sudah tak percaya padaku..?" tanya bocah itu pada dirinya sendiri, begitu sampai di Bandara.

Sesaat setelah itu, bocah itu kembali dan duduk di sebuah bangku taman. Ketika itu ia sedang mamandangi kotak yang di berikan gadis itu, lalu membukanya..

"Apa ini? Surat?" tanpa buang-buang waktu langsung dibukanya surat itu.

Hai Kudo-kun..

Saat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak di Japan lagi. Bagaimana? Apa kau senang Kudo-kun.. karena biar bagaimanapun tidak akan ada lagi orang yang merepotkan dan membuat mu kesal lagi.

Aku tebak, pasti sekarang kau sedang mengomel padaku kan.. tapi aku yakin setelah kau tau apa isi dari kotak itu kau akan sangat bahagia. Karena keinginan terbesarmu akan terwujud.

Maaf ya, Kudo-kun aku pergi tanpa mengatakan sepatah katapun padamu, makanya aku tulis surat ini. Aku hanya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya padamu, atas segalanya yang telah kau berikan padaku, atas segala yang telah kau lakukan untukku. Aku tak akan pernah melupakan dirimu dan segala kebaikanmu padaku Kudo-kun. Dan maaf, aku tidak bisa membalas kebaikanmu selama ini, dan sesuai janjiku aku hanya bisa memberikan penawar permanen itu untukmu.

Oh ia, satu lagi Kudo-kun. Karena Conan Edogawa sudah menepati janjinya pada Ai Haibara, dan Ai Haibara sudah menepati janjinya pada Conan Edogawa maka dengan ini aku melepaskan segala janjimu untuk selalu melindungiku. Kau benar-benar terbebas dari ku ke tubuh aslimu dan kembalilah ke kehidupan yang selama ini kau impi-impikan.

Saranku, jangan pernah usik organisasi itu lagi, kembalilah ke kehidupan normalmu. Organisasi itu biar aku dan para agen FBI yang urus, tugasmu hanyalah menjaga Hakase dan yang lainnya, termasuk keinginan terbesarmu kembali dan menjaga gadis anak detective itu.

Berbahagialah Kudo-kun…

Miyano. S

"Hhhh, menepati janji, katamu.. bahkan organisasi itu masih berkeliaran. Apanya yang kau sebut menepati janji, Haibaraaa." Ucap Conan, dengan nada yang lebih tinggi di kalimat terakhirnya.

Sebenarnya ia sangat ingin meremas lalu membuang surat itu, biar bagaimanapun ia merasa kesal dengan kelakuan partnernya yang dengan seenaknya pergi, menyuruhnya tidak mengusik organisasi lagi padahal jelas-jelas ia tau semua kejahatan yang dilakukan organisasi itu, bagaimana mungkin ia bisa melupakan dan tidak melakukan apa-apa?. Belum lagi dengan bodohnya ia mau melawan organisasi itu sendiri tanpa dirinya, padahal ia sangat tau bagaimana reaksinya kalau sudah bertemu anggota organisasi itu.

Tapi entahlah, ia merasa ia tidak bisa..

XXX

"Tapi kenapa Conan-kun?" Tanya Ran, sedih.

"Maaf, Ran-neechan. Aku rindu orang tua ku dan aku sudah memutuskan bahwa aku akan tinggal lagi bersama mereka di Amerika."

"Kalau itu sudah keputusanmu, ya mau bagaimana. Kalau kau bahagia aku juga ikut bahagia Conan-kun.."

"Terima kasih Ran-neechan, besok orang tua ku akan menjemputku".

'maaf Ran, aku harus pergi dulu, demi kebaikan kita semua. Dan kau, jangan harap kau bisa pergi lama-lama dariku karena aku akan menemukanmu, Hai—Shiho Miyano….' Batin bocah itu.

Begitulah rencana seorang Shinichi kudo, ia akan akan ke Amerika sebagai Conan Edogawa yang dijemput orang tuanya, dan meminum penawarnya di Amerika. Karena Shinichi Kudo belum boleh terlihat di Japan kan, apa lagi di hadapan gadis dari kantor detektif itu..

Keesokan Hari..

"sekali lagi kami ucapkan terima kasih, karena sudah mau merawat dan menjaga anak kami selama ini." Ucap Yusaku yang menyamar menjadi ayah Conan pada Ran dan Kogoro, yang saat ini sedang ada di Bandara.

"Jannee Ran-neechan.." ucap bocah itu dengan senyum has anak-anaknya.

"Janne, Conan-kun. Hati-hati dan jangan lupakan aku.." ucap Ran sedih.

Mereka berlalu menuju pesawat yang akan ditumpangi dan duduk di bangku pesawat.

"Apa kau yakin dengan rencanamu ini Shin-chan?" ucap Yukiko pada anak semata wayangnya itu.

"tentu aku sangat yakin,"

"bagaimana dengan perasaanmu, kau meninggalkan Ran, apa kau baik-baik saja?" jelas Yukiko

"Untuk saat ini, inilah yang terbaik, aku harus menyelesaikan masalahku dulu, aku tidak bisa melibatkan Ran dalam hal ini" jawab Conan

"dan bagaimana dengan teman-teman kecilmu?" Tanya Yukiko

"ohh mereka. Aku sudah minta Hakase untuk mengurusnya." Ucap bocah itu.

TBC