Desclaimer : Aoyama Gosho

Warning ! : OOC, Typos

Terima Kasih untuk Coffeelover98 dan uchiha azaka yang sdh mau repot-repot ngereview di chappy sblmnya. :)


Stay on My Side

Shiho POV

Aku membuka mata ku perlahan, mengangkat tanganku untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan mataku. Aku baru menyadari spring bed di kamarku ternyata berukuran Queen Size, pada hal kemarin seingatku ukurannya tidak sebesar ini. Setelah mataku benar-benar terbuka dan berkeliling mengamati ruangan ini. Tunggu dulu, seperti ada yang salah,

Ini bukan kamar apartmen ku….

"HHhh, dimana ini..." Tanyaku pada diriku sendiri yang masih setengah sadar. Tiba-tiba aku teringat kejadian kemarin sebelum aku pingsan. Mataku membulat sempurna.

Aku tidak bisa memungkiri bahwa saat ini wajahku terasa panas, mungkin sudah memerah karena teringat kejadian itu. Kejadian yang sangat memalukan untukku. Tiba-tiba kesadaranku yang tadinya hanya 50% menjadi 101% karena teringat kejadian itu, kejadian yang menurutku hanya ada di cerita drama film. Tapi sialnya malah menimpa diriku. Oh, tidakk.

"Bodoh, apa yang ku lakukan. Bisa-bisanya menangis di depan orang itu.. " Ucapku sambil memukul-mukul kepala ku dengan tangan.

"Jangan-jangan aku ada di..." Tanpa basa basi aku langsung berdiri dari tempat tidur, merapihkan baju,,,, Tunggu,, baju…. baju siapa ini, seingatku aku tidak mengenakan baju ini kemarin.

"hhahaha…"

Hhh, aku seperti mendengar suara orang tertawa. Ku toleh kan kepala ku kesamping.

End Shiho POV

Normal POV

Di sanalah ia, seorang Saguru Hakuba menyandarkan diri di daun pintu kamar, menatap geli gadis itu sambil berusaha menahan tawanya yang ternyata gagal, karena suara tawanya begitu kencang menggema di ruangan besar itu.

"Ada apa dengan wajahmu itu,, jangan pasang wajah bodoh seperti itu." Ucap Saguru

Sing…

Setelah beberapa detik Shiho menyadari apa yang terjadi..

"Apa kau bilang...? Wajah bodoh..?" Ucap Shiho setelah beberapa saat sadar, sambil menghadiahkan deathglare terbaiknya pada Saguru. Bagaimana tidak, orang yang sedang ada dipikirannya saat ini, orang yang menurutnya menyebalkan dan sangat tidak diharapkan kehadirannya justru malah muncul sambil tertawa terbahak-bahak dan dengan santainya mengatakan 'bodoh' ?

'Aaa-a a pa itu..' ucap saguru dalam hati, sambil bergidik ngeri. Dan langsung berhenti tertawa saat di hadiahi death glare. Hanya beberapa saat saja, ia segera mengabaikannya.

"Kauu sekarang ada di rumahku, berhubung orang tua ku sedang ada di luar negeri, jadi kau ku bawa ke sini." Ucap Saguru sambil melihat Shiho intensif, dari bawah sampai ke atas.

"Apa yang kau lihat.." Ucap Shiho dengan wajah sedatar mungkin.

"Tenang, percayalah, aku tidak akan bilang siapa-siapa tentang bentuk tubuhmu itu." Goda Saguru, karena melihat kekhawatiran Shiho tadi sambil menyeringai.

"hhh." Shiho membulatkan matanya.

"Mesuummm…." Teriak Shiho.

"Sepertinya kondisi mu sudah membaik. Lebih baik sekarang kita turun, di bawah sudah ada sarapan, lagipula dari semalam kau juga belum makan kan.." Ucap Saguru sambil jalan keluar. Tak lama, ia kembali lagi ke kamar.

Saguru hanya mendengus dan berjalan mendekati Shiho yang masih berdiri mematung.

"Kau baik-baik sajakan.." Tanya Saguru sambil menaruh punggung tangannya ke dahi Shiho. Shiho yang sedang mematungpun sontak melangkah mundur akibat tindakan Saguru itu.

"Bagaimana mungkin aku baik-baik saja setelah ada seseorang yang dengan seenaknya mengganti bajuku..." ucap Shiho kesal.

"Eerr.. itu,, kau benar-benar percaya rupanya.."

"Tenang saja, aku hanya menggodamu tadi. Biarpun aku hanya sendiri, tapi bayak pelayan wanita di rumah ini, dia yang menggantikan bajumu tadi ." Ucap Saguru sambil menunjuk salah satu pelayan perempuan yang lewat di depan kamar.

"Sudahlah cepat bersihkan dirimu dan segera turun, aku sudah sangat lapar. Dan satu lagi, jangan pasang wajah itu saat nanti kau turun, ok? Aku tidak mau nafsu makanku berkurang karna lihat wajah jelek mu itu." Ucap Saguru panjang lebar sambil berlalu pergi.

'huhh, ternyata dia lucu juga..' tambah Saguru dalam hati . 'hahh, apa yang kupikirkan. Aku rasa aku benar-benar kelaparan.' Tambah Saguru. Lagi.

'Hhhaah, apa maksudnya itu, nafsu makannya berkurang karna lihat wajahku?. Dia pikir aku mau apa makan dengannya.' Ucap Shiho sweatdrop.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya di meja makan, perang mulut pun terjadi, entah kenapa mereka berdua tidak bisa mempertahankan wajah datar mereka seperti biasanya, keduanya bisa saling ejek dan di akhiri dengan tawa yang membuat rumah yang biasanya tenang mendadak menjadi sangat berisik. Merekapun sudah tidak canggung lagi dan Saguru mengantar Shiho kembali ke Apartment dengan mobilnya.

"Dari tadi kita bicara, aku memanggilmu cewek aneh dan kau memanggilku laki-laki bodoh, kita belum tau nama masing-masing. Bukankah itu sangat lucu?" Ungkap Saguru, setelah ia menghentikan mobilnya di depan apartmen Shiho.

"Ya baiklah, perkenalkan namaku Miyano. Shiho Miyano." Ucap Shiho memperkenalkan dirinya.

"Baiklan Shiho, perkenalkan juga namaku Saguru Hakuba dan aku seorang detektif terkenal." Ucap Saguru.

"Detektif terkenal? Kurasa Detektif arogan lebih cocok untukmu."

'Aku tidak habis pikir, kenapa setiap detektif yang ku kenal selalu arogan dan sok cool, apa semua detektif seperti itu ya..' ucapku dalam hati. "Dan lagi, aku tidak mengijinkanmu memanggilku dengan nama depanku. Panggil aku Mi-ya-no." Tambahku.

"Teruss… kalau aku tetap mau memanggilmu Shiho kenapa? Lagipula kau saja ku ijinkan memanggilku dengan nama depanku."

"Tapi sayangnya aku tidak mau memanggilmu dengan nama depanmu. Dan kalau kau masih memanggilku dengan nama depanku, aku akan memanggilmu 'detektif bodoh', bagaimana? " Jawab Shiho cepat.

"Hhhh, kenapa kau suka sekali menyebutku bodoh." Gerutu Saguru.

"Yahh, aku tidak salahkan. Kau tidak bisa menyebut Mi-ya-no, berarti kau bodoh kan..?" Ungkap Shiho sambil senyum penuh kemenangan.

"Terserah kau saja Mi-ya-no." Ucap Saguru dengan penekanan pada namanya. 'lebih baik aku mengalah dulu darinya, tapi lain kali, lihat saja aku tidak akan kalah. Dasar gadis ini.' Gerutu Saguru dalam hati.

Karena sungguh, Saguru sangat tidak tahan terus-terusan dibilang bodoh oleh gadis ini, karena biar bagaimanapun juga baru kali ini dia direndahkan oleh seseorang, apalagi seorang perempuan. Biasanya semua orang apalagi perempuan 'normal' selalu mengagungkan dan meng elu-elu kan dirinya. Bagaimana tidak, dimata orang-orang itu Saguru adalah seorang yang sangat sempurna, dia tampan, cerdas, terkenal dan sangat kaya. Dan biasanya Saguru selalu bersikap sok cool di hadapan semua orang, mungkin ada pengecualian untuk gadis disampingnya ini.

"Baiklah, terima kasih atas tumpangannya dan.. terima kasih untuk yang kemarin." Ucap Shiho membuyarkan lamunan Saguru, sambil membuka pintu mobil untuk keluar.

XXX

Markas Besar FBI. Washington DC. AS

Disanalah para agen-agen FBI berkumpul untuk merencanakan pemusnahan Organisasi Hitam yang selama ini menjadi momok kejahatan yang mengancam, biarpun mereka bergerak secara sembunyi-sembunyi, diantaranya ada James Black, Shuichi Akai, Jodie Saintemillion, Camel dan beberapa agen-agen lainnya termasuk Shinichi Kudo yang ternyata juga di undang kedatangannya oleh James. Biarpun dia seorang detektif, tapi pemikirannya sangat di butuhkan oleh FBI.

"Jadi, ada hal penting apa, sehingga para agen berkumpul dan juga mengundangku kesini?." Tanya Shinichi ketika ia baru sampai.

"Maaf, cool guy. Kami jadi menunda keberangkatanmu ke London karena undangan yang mendadak ini." Jawab Jodie.

Yah, memang saat Shinichi mendapat pangilan dari FBI itu, ia sedang berada di Bandara untuk pergi ke London. Untuk apa? Tentu saja untuk mencari orang yang selalu membuatnya khawatir atas keselamatannya dan orang yang selalu ia cemaskan ketika ia tak berada di sisinya. Ai Hai—tidak-Shiho Miyano.

"Untuk saat ini, kau tak perlu cemas, kami sudah mengirim satu agen kami, untuk mencari dan menjaga gadis itu dari jarak jauh." Ungkap Akai ketika melihat gurat kecemasan pada wajah detektif itu.

Shinichi hanya menengok ke arahnya sekilas.

"Y, terima kasih karena kau mau memenuhi undangan ini, ini berhubungan dengan Organisasi itu. Kemarin kami mendapat info dari Kir bahwa organisasi itu akan berkumpul dan mengadakan pertemuan besar dengan Big Boss mereka, 2 bulan terhitung mulai dari hari ini, tepatnya tgl 28 dua bulan lagi." Jelas James.

Terlihat jelas, kobaran api yang menggebu-gebu dari manik mata Shinichi setelah mendengar penjelasan James tentang organisasi itu. Bagaimanapun juga ini merupakan janji, janjinya yang belum bisa ditepati pada gadis itu. Memusnahkan Organisasi Hitam.

"Walau begitu, kita harus tetap waspada. Biar bagaimanapun juga kami butuh pemikiranmu cool guy." Tambah Jodie.

"Baiklah, nanti akan ku hubungi untuk pertemuan selanjutnya, untuk menyusun strategi." Tambah James.

xxx

Malam harinya, ketika Shiho sedang bersantai di kamarnya, ia teringat kejadian tadi pagi ketika bersama Saguru.

"Jadi dia seorang detektif ya, tapi kalau di lihat dari rumahnya yang sangat besar, beberapa kendaraan mewahnya belum lagi pelayan-pelayannya yang banyak, kurasa kalau dia hanya seorang detektif swasta ia tak akan bisa sekaya itu." Ucap Shiho pada dirinya sendiri, mencoba menganalisa orang yang baru dikenalnya itu.

"Mungkin suatu saat, kita bisa bertemu lagi." Tambah Shiho. Memang… baik Shiho ataupun Saguru memiliki tingkat ke gengsian setinggi langit, jadi mana mungkin salah satu dari mereka mau meminta duluan alamat email atau pun masing-masing. Yah biarpun pada kenyataannya memang sebenarnya mereka, mau.

Tiba-tiba saja, Saguru yang seorang detektif, mengingatkan dirinya pada seseorang. Mungkin seseorang yang sangat dirindukannya saat ini.

Walaupun Shiho bilang bahwa saat ini ia membenci detektif itu, tapi tetap di dalam hati kecilnya ia selalu merindukan bahkan tetap mencintainya dengan tulus.

"Kenapa kau selalu ada di pikiranku Kudo-kun.." erang Shiho frustasi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

XXX

Keesokan harinya Shiho memutuskan untuk keluar, dan mencari pekerjaan. Menurutnya kalau ia sibuk bekerja, ia tidak akan sempat memikirkan Shinichi, lagipula ia harus membiayai hidupnya juga kan..

Setelah berkeliling seharian akhirnya ia mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan farmasi, dan besok ia sudah mulai bekerja.

"Miyano, sebaiknya kau istirahat dulu, jam istirahat tinggal 15 menit lagi." Ucap salah satu teman Shiho mengingatkan.

Sudah seminggu ia bekerja disana, Shiho memang sudah mendapatkan beberapa teman, salahh satunya adalah Sonya ini, dia adalah teman pertama Shiho ketika ia baru masuk di hari pertama kerja dan sudah menjadi teman yang baik bagi Shiho sehingga baru seminggu tapi mereka sudah sangat akrab. Selain itu, Shiho juga berusaha membuka dirinya untuk orang lain biar bagaimanapun juga Shiho ingin hidup senormal mungkin kan..

"Hemm," ucap Shiho yang masih berkutat dengan setumpuk file-file di atas mejanya.

"Ayo cepat,, itukan masih bisa dikerjakan nanti, kau ini kebiasaan." Ucap Sonya yang merasa ucapannya dihiraukan oleh Shiho, dia langsung menarik tangan Shiho dan menyuruhnya ke Kantin kantor.

"ya, yaa baiklah. Tunggu aku merapikan ini sebentar."

"Tuh kaan, ga biasanya makanan sudah habis begini, terpaksa deh Cuma minum jus." Gerutu Sonya ketika mereka sampai di kantin ternyata semua makanan sudah ludes, dan mereka terpaksa keluar mencari sesuatu yang bisa mengganjal perut mereka.

"Lagipula kenapa kau tidak ke kantin duluan saja tadi." Ucap Shiho saat mendengar gerutuan temannya itu.

"Kau ini bagaimana, bagaimana mungkin aku meninggalkan mu bekerja sendiri sementara aku enak-enakan makan di kantin?" Ucap Sonya sambil memasang muka kesalnya.

"kau ini.." Ucap Shiho yang diam diam tersenyum tipis karena ucapan teman barunya itu. Ya, teman yang menurutnya sangat baik dan pengertian padanya.

Saati itu Shiho dan Sonya sedang berjalan bahkan setengah berlari, karena waktu istirahat yang sudah semakin mepet. Shiho yang berlagak dingin dan terkesan cool pun berlari dengan malas di belakangnya. Hingga akhirnya ia tak sengaja menabrak punggung seseorang yang sedang berjalan santai.

"Hhh, maaf-maaf aku gak sengaja." Ucap Shiho.

Ketika orang itu membalikkan badan untuk melihat siapa yang sudah menabraknya dari belakang…

"Kkkaaauu…"

- TBC -