Desclaimer : Gosho Aoyama

Warning : OOC, Typos

Happy Reading..


Stay on My Side

Normal POV

"Halo.. Ya, kau kembalilah. Tugasmu selesai"

"…"

"Tak apa, kirimkan saja alamatnya padaku. Aku akan terbang malam ini juga."

"….."

"Terima kasih sudah mengawasinya selama ini."

"…tut…tut…tut…"

'Ya, karna ini adalah tugasku.'

Tiba-tiba saja ingatan Shinichi, kenangan-kenangannya bersama Shiho satu persatu muncul di kepalanya, kebersamaannya dulu saat mereka dan detektif boys memecahkan kasus, bagaimana Shiho selalu ada disisinya untuk membantunya, mendiskusikan segalanya. Apapun, apapun yang ternyata membuat mereka terlihat sangat akrab, memahami satu sama lain, saling membantu. Membuat seseorang yang melihat kebersamaan mereka mengira mereka memiliki dunia mereka sendiri.

"Bodoh, kenapa aku tidak pernah menyadari keberadaan mu selama ini Shiho, betapa pentingnya kau. Justru aku baru sadar setelah kau tiada, tapi aku janji, aku akan berusaha dan aku akan memperbaiki semuanya. Dan aku akan menghancurkan organisasi itu untukmu." Gumam Shinichi pada dirinya sendiri.

Sungguh ironis bukan, bahwa pada akhirnya mereka harus berakhir seperti ini.

End POV

.

.

.

.

.

Shiho POV

"Jadi, apa yang kau lakukan disini?." Tanya orang itu.

"Tidak ada waktu berurusan dengan mu." Ucapku seraya berniat untuk melangkah pergi, karna dari pengalaman sebelumnya, akan sangat panjang jika berurusan dengan orang yang satu ini. Belum sempat aku melangkahkan kakiku, dia sudah menggamit tangan ku.

"Kau mau lari ya, lihat bajuku basah begini." Ucapnya sambil menunjukkan bagian belakang bajunya yang basah karena terkena tumpahan jusku tadi.

"Aku tidak bilang aku mau lari, tapi aku benar-benar tidak ada waktu, krna jam istirahatku 5 menit lagi habis. Kau mau membuatku di 'semprot' apa.."

"Kalau boleh ku tebak, kau bekerja di sana kan. Tenang saja, tidak aka nada yang berani 'menyemprot' mu."

"…"

"Selamat siang tuan Hakuba, apa yang sedang anda lakukan disini.." Ucap Sonya sambil menundukkan kepalanya pada orang itu.

Ya, orang yang ku tabrak adalah Hakuba yang menyebalkan itu. Aku semakin tidak mengerti dengan sikap Sonya. Oh, jangan bilang kalau dia..

"Shiho, kau mengenal tuan Hakuba..?" Tanya Sonya berbisik padaku.

"Seperti biasa, aku hanya melakukan pengontrolan rutin disini." Jawab orang itu sok cool. Membuat ku muak melihatnya.

Ternyata benar dugaanku, Saguru Hakuba adalah anak pemilik perusahaan tempatku bekerja. Bahkan menurut kabar yang beredar, Ayahnya akan benar-benar memberikan Perusahaan ini ke tangannya karena Ayahnya harus mengurus Perusahaan yang lain.

"Maaf ya Sonya, boleh aku pinjam temanmu sebentar." Ucap Saguru pada Sonya yang bisa ku tebak, dia tau nama nya karena ia melihat name tag yang dikenakan temanku itu,

.

.

.

Disinilah aku, berdiri menatap kesal kearahnya karena dengan seenaknya ia memegang tanganku dan menarikku ke sebuah taman.

"Apa yang kau inginkan?" ucapku sambil menarik tangan ku dari genggamannya.

"Aku tidak ingin apa-apa darimu." Ucapnya santai.

Aku memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah itu aku membalik badanku untuk pergi.

"Hei, tunggu mau kemana kau?" Ucapnya sambil memegang tanganku, lagi.

"Sepertinya kau senang sekali ya, memegang tanganku." Ucapku dingin.

"Aku hanya bertanya kau mau kemana?"

"Menurut mu? Aku ingin kembali kerja. "

"Wah wah.. sepertinya kau sangat berdedikasi pada pekerjaanmu. Yang berarti itu menguntungkanku."

"Ya ya, karena aku punya komitmen pada pilihanku. Unlike someone." Ucapku sambil meliriknya.

"Menurutmu, aku tidak punya komitmen, begitu?."

"…"

"Karena ko mit men mu itu, mungkin aku bisa menaikkan pangkatmu nanti." Ucapnya sambil menyeringai padaku. Aku hanya menatapnya kesal.

"Jadi, apa maumu, tuan detektif? Atau harus ku panggil tuan muda?" Tanyaku lagi, sambil menyerringai.

'komitmen…'

"Ayo kembali." Ucapnya tiba-tiba sambil menggamit tanganku. Lagi lagi dan lagi.

.

.

.

"Maaf ya, Hakuba-san. Ini sudah sampai dan aku ingin kembali ke ruanganku. Bisakah kau lepaskan tanganku?" Ucapku membuyarkan lamunannya sepanjang perjalanan tadi.

"eehh"

End Shiho POV

xxx

Saguru POV

"komitmen ya…" mungkin benar kata miyano, aku tidak punya komitmen sampai-sampai hubunganku dengan Akako jadi berantakan.

'Aku sangat yakin dengan perasaanku padanya dan aku memilihnya. Tapi kenapa harus jadi begini..' Benar-benar aneh, aku yang seorang detektif bahkan kesulitan dalam hal seperti ini.

End Saguru POV

Ya, sejak pertemuan pertamanya dengan Shiho, entah kenapa perhatian Saguru teralihkan pada Shiho bukan pada pacarnya itu lagi, Akako. Akako yang merasa sebagian dari diri pacarnya itu entah kemana, ia jadi kurang perhatian padanya, tidak pernah menghubungi nya, selalu ia yang menghubunginya duluan, bahkan saat mereka kencanpun Nyawa Saguru seolah tidak berada sepenuhnya ada, karna ia selalu melamun dan kebanyakan diam. Entah apa yang dipikirkannya, Akako berpikir mungkin ada kasus kriminal yang sulit ataupun pekerjaan yang sedang menumpuk, sehingga selama ini Akako hanya memakluminya saja, tanpa pernah bertanya.

Sampai pada akhirnya Akako yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya pada Saguru, meluapkannya dan meneriakkinya sampai Saguru merasa heran sendiri dengan kelakuan pacarnya itu, tapi setelah ia mendengar semua luappan Akako, akhirnya Saguru baru sadar bahwa dirinya yang salah, karna tidak perhatian lagi pada Akako. Dan dia baru menyadari bahwa selama ini pikkirannya hanya di penuhi oleh Shiho.

'Ada apa denganku ini. Bodohnya..' Pikir Saguru

'Bodoh..' Lagi-lagi mengingatkan dirinya pada Shiho. Shiho yang suka memanggilnya bodoh pada saat itu.

.

.

.

Saguru ternyata tidak main-main dengan ucapannya, keesokkan harinya Shiho di pindah kerja. Setelah melihat kinerja dan kemampuan yang dimiliki Shiho, ia memutuskan untuk menempatkan Shiho sebagai kepala Laboratorium di kantor pusat. Setidaknya ia tidak perlu mencari alasan untuk Shiho ataupun dirinya sendiri ketika ia ingin bertemu Shiho, karena mereka sekarang satu kantor. Entah kenapa, sebenarnya ada penolakkan dalam diri Saguru saat memikirkan ini, tapi disisi lain ia pun merasa senang karena bisa bertemu Shiho setiap hari. Karena bagaimanapun juga, tindakkannya ini merupakan bentuk penghianatan pada kekasihnya sendiri, Akako.

XXX

20:00

Shiho masih setia duduk di kursi kantornya, masih berkutat dengan setumpuk file-file yang harus segera ia analisa. Seharusnya jam kerja sudah berakhir dari siang tadi, tapi karena pekerjaan yang sangat menumpuk, membuatnya tidak punya pilihan lain.

Selama beberapa menit merebahkan dirinya di kursi, menaruh tangan kiri di pelipisnya sambil menggerak-gerakkannya, berharap akan sedikit mengurangi penat dan pusing yang melandanya sejak tadi. "gghhh, selesai juga.."

Menarik nafas dalam-dalam, Shiho berdiri sambil memutar tubuhnya ke kanan dank e kiri, merapikan file-file yang selesai di kerjakan, mengambil tas kecilnya lalu pergi keluar.

Saguru yang melihat Shiho berjalan menuju lobby dari jauh, berniat untuk menggodanya ketika ia menyadari ada yang beda dari gadis itu, Shiho yang tidak baik-baik saja. Wajahnya yang agak pucat, hidung yang memerah, mata yang terlihat sayu dan rambut yang agak berantakan, membuatnya mengurungkan niatnya itu.

Cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu memang membuat siapapun mudah terserang penyakit, bukan? Begitulah pikir Saguru.

"Heyyy, apa yang kau lakukan…." Ucap Shiho karena kaget, tiba-tiba lengannya di gamit oleh seseorang dan di bawa sampai ke parkiran.

"Ngapain sih…. Lepasin.!" Bentak Shiho.

"Kau ini, tidak ada sopan-sopannya ya, berani membentak bos mu sendiri." Ucap Saguru setelah melepas lengan Shiho.

"Ya, ya, kau memang bos ku. Tapi coba kau perhatikan, sekarang kita ada di luar kantor dan jam kerjapun sudah habis. Jadi, saat ini kau bukan…-"

Ucapan Shiho terhenti setelah saguru mendorongnya masuk ke dalam mobil dan disusul oleh saguru.

'Benar-benar seenaknya sendiri' Gerutu Shiho dalam hati, Ia hanya bisa pasrah dengan kelakuan bos nya itu.

.

.

.

Shiho hanya bisa mendengus kesal setelah ia dan Saguru sudah duduk da salah satu sofa sebuah kafe.

"Hey, ada apa dengan wajahmu itu? Kau tidak suka?"

"…" Tidak ada jawaban dari Shiho, ia hanya berfikir bagaimana mungkin ia menanyakan hal itu, jelas ia tidak suka dengan kelakuan bosnya yang seenaknya seperti itu.

"Nikmati saja dan jangan banyak mengeluh." Ucap Saguru lagi.

"Memang kau mendengar aku mengeluh dari tadi?." Jawab Shiho kesal.

"Tidak. Tapi raut wajahmu berkata demikian."

"…" Shiho hanya memutar bola matanya.

"…"

"…"

"Ku beri tahu ya, wajahmu semakin tambah aneh kalau cemberut begitu." Ucap Saguru

"Kau ini, puas banget ya, kalau ngejek orang." Jawab Shiho.

"Loh,, ga ngejek kok. Hanya bicara apa adanya." Ucap Saguru sambil mengeluarkan gadget.

"Rambutmu berantakan dan hidungmu sangat merah. Di tambah lagi bibirmu yang melengkung ke bawah dan kerutan di keningmu itu. Wajar saja kan kalau ku bilang aneh..?" Ucapnya sambil tersenyum mengejek dan menunjukkan gadgetnya yang sudah dalam mode kamera depan, sehingga Shiho bisa melihat wajahnya sendiri.

"Aa-aku ke toilet dulu." Ucap Shiho sambil berlalu.

"Wajahmu memang terlihat sangat aneh, tapi kau tetap terlihat manis. Shiho-chan." Ucap Saguru setelah Shiho pergi.

.

.

.

"Apa yang kau lihat..?" Ucap Shiho setelah dari toilet dan duduk kembali, malah menangkap basah Saguru yang sedang menatap ke arahnya, dengan wajah yang sedikit merona.

"A—a-ah tidak." Jawab Saguru gelagapan setelah tertangkap basah sedang menatap Shiho. 'Ohh, ada apa dengan diriku ini, kenapa perasaan ku begini, seperti perasaan ku pada Akako. Apa jangan-jangan aku benar-benar… ahh, tidak mungkin,' Ucap Saguru dalam hati.

'dasar aneh' Shiho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Jadi, kau menyeretku dari tadi hanya untuk mengejekku atau hanya untuk menemanimu minum kopi..?" Ucap Shiho, membuyarkan Saguru yang sedang berkutat dengan pikirannya sendiri .

"Kau salah nona, justru aku ingin membantumu. Ini, minumlah.." Ucap Saguru sambil menyodorkan minuman pada Shiho.

"Apa itu?" Shiho hanya menatap curiga minuman itu.

"Hey, kau segitu curiganya padaku? Aku tidak memasukkan apapun keminuman itu." Ucap Saguru yang menyadari kecurigaan Shiho.

"Ini namanya 'wedang jahe', minuman herbal khas Indonesia. Hanya ada di kafe ini, karna yang punya nya orang Indonesia. Aku selalu datang kesini untuk minum itu, apalagi kalau cuaca sedang dingin dan berangin seperti ini. Bagus juga di minum saat sedang flu, bisa menghangatkan tubuh." Jelas Saguru.

"…"

"Tunggu apa lagi, minumlah.. Sebelum kau benar-benar menggigil disini."

.

.

.

"Hey, Terima Kasih." Ucap Shiho malas, ketika Saguru sudah menghentikan mobilnya di depan Apartmen Shiho.

Saguru yang mendengarnya hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah gadis di sampingnya itu. "Bisakah kau mengucapkannya dengan lebih ikhlas..?"

Ya, Shiho merasa memang ia harus berterima kasih pada Saguru karena biar bagaimanapun ia sudah repot-repot mau mengajaknya ke kafe dan memberinya minuman itu. Yang hasilnya, kini ia merasa penat dan pusing di kepalanya perlahan sudah mulai menghilang, tubuhnya terasa lebih ringan dan hangat.

"Terima Kasih Hakuba-san.." Ucap Shiho, sedang Saguru masih terkekeh geli.

"Tapi, kenapa kau melakukannya?" Ucap Shiho keceplosan. Mendengar nada suara Shiho yang berbeda, Saguru menolehkan perhatiannya pada Shiho.

"Ah, sudahlah.. tak perlu di-"

"Kau tau, bagaimanapun juga keselamatan pegawai adalah tanggung jawab bos nya." Jawab Saguru nge-les .

"Jadi, kalau kau sakit ataupun ada masalah kau bisa mendiskusikannya padaku dan jangan memaksakan dirimu untuk bekerja." Tambah Saguru. Entah kenapa tatapan mata Saguru jadi melembut menatap gadis itu.

Menyadari suasana yang mulai canggung, Shiho kembali ke mode biasanya.

"Maaf-maaf saja ya, aku ini pekerja keras lagipula aku sangat berdedikasi pada pekerjaan yang ku jalani. Jadi sepertinya aku tidak bisa tidak memaksakan diri." Ucap Shiho malas.

Saguru hanya bisa menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Shiho. "Ya, terserah pada mu saja, tapi kalau kau sampai jatuh sakit jangan melarangku kalau aku yang akan langsung merawatmu." Sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah nya,

Shiho hanya bisa menautkan alisnya, mendengar ucapan bosnya itu yang terdengar seperti ancaman. "Ter se rah.. Selamat malam." Ucap Shiho sambil membuka pintu mobil dan masuk ke apartmennya.

xxx

Begitulah kehidupan Shiho seterusnya, ia menjadi lebih dekat dengan Saguru karena Saguru sering mengantar jemput Shiho ke kantor, Saguru beralasan bahwa arah rumah mereka searah dan mereka sering menghabiskan waktu istirahat bersama. Tidak seperti orang-orang pada umumnya, biarpun mereka sering bersama tidak berarti mereka jadi semakin akur, justru di setiap kebersamaan mereka selalu di hiasi oleh ejekan-ejekan menyebalkan, tapi juga menyenangkan. Mungkin itulah arti akrab menurut mereka.

"Aku heran, waktu pertama kita bertemu, kau memperkenalkan dirimu sebagai detektif kan padaku. Tapi, kenapa kau tidak pernah memecahkan kasus ya, justru kau lebih banyak mengurusi Perusahaan ini." Tanya Shiho ketika mereka sedang istirahat makan siang.

"Jadi, apa mau mu. Mi ya no" Jawab Saguru,

"Aku hanya bertanya, tidak seperti detektif yang ku kenal . Atau jangan-jangan kau sudah tidak laku jadi detektif atau kau tidak pernah memecahkan kasus dengan benar.." Ucap Shiho dengan senyum mengejek.

'tidak seperti detektif yang ia kenal..?' Tanya Saguru dalam hati.

"hahh, lucu sekali .. Mungkin karena ayah ku yang meminta untuk aku serius mengurus Perusahaan ini, dan lagi kasus criminal di London semakin berkurang akhir-akhir ini."

"Ku rasa kau harus menentukan salah satu."

"Maksudmu?"

"Ya, kau bisa memilih kau mau jadi detektif professional atau kau ingin jadi businessman dan megurus Perusahaan ini."

"Maaf ya Nona. Menjadi detektif, mengungkap trik, memecahkan kasus itu adalah passion ku tapi menjadi businessman adalah cita-citaku. Jadi ku rasa aku akan menjalani keduanya selama aku mampu."

"Ya, entahlah tapi kurasa kau harus punya komitmen dalam hidupmu."

"…"

"…"

"Hey, kau mau kemana.." Ucap Saguru yang melihat Shiho sudah meninggalkan kantin.

"Yang jelas, aku tidak mau kerjaan ku semakin menumpuk nantinya." Jawab Shiho.

"Dasar, gadis itu. Padahal ada yang mau ku tanyakan padanya."

-TBC-

Balasan Review

raralarhas : kita liat aja nanti, :)

SaniaMiyano : Absolutely. ini di lanjut :)

M4dG4rl : begitulah, sbnrnya karakter Saguru & Shiho menurutku terlalu OOC disini. Entahlah habis bingung juga, soalnya mereka blm pernah ketemu di manga aslinya. *biarkanlah namanya juga cerita fiksi* :)

lo gin : Ok, ini di lanjut. :)

uchiha azaka : arigatou, kita liat aja nanti kelanjutannya. :)