COMPLICATED

chapie 5

Naruto by Masashi Kishimoto

Rated T

Genre: Romance (?)

Pair: NaruHina and other

Warning :Typos, OOC, mbulet, gaje, and other

Hinata Hyuuga: 22 tahun

Sasuke Uchiha: 22 tahun

Naruto Uzumaki: 16 tahun

Konohamaru,Hanabi,Kyuu: 12 tahun

enjoy please :)

.

.

.

.

.

.

Naruto mengikuti Hinata dari belakang, memperhatikan bagaimana tangan kanan gadis eh ralat, wanita itu yang digenggam oleh jemari bocah berambut orange mencolok mata itu. Ia memperhatikan bagaimana Hinata mengajak Kyuu mengobrol dengan seru, bahkan Kyuu bisa tertawa lebar dan tersenyum lembut dan terkadang bisa tersipu.

"What the fvck?", gerutu Naruto kaget melihat Kyuu yang terkenal sebagai bocah keren itu luntur kerennya.

Logikanya, kalau 2 orang baru kenal biasanya canggung kan?, nah ini nggak. Naruto berpikir, sikap Kyuu dan sikapnya waktu pertama kali kenal dengan wanita itu sama, seperti sudah lama kenal. Naruto tersenyum lembut.

Ha'ah, wanita ini memiliki sesuatu yang membuat orang ingin lebih jauh mengenalnya.

"Nah, selamat datang", ujar Hinata ketika sampai di sebuah rumah tua?

Naruto bergidik melihat bangunan besar dan kelihatan tua itu. Jendela-jendelanya sudah reyot dan hampir lepas. Cat-nya sudah terkelupas, tapi walaupun sudah malam Naruto dapat melihat bagaimana rumput dan tanaman disekitar rumah ini dirawat dengan baik.

"Rumahmu?", tanya Naruto pada Hinata yang tengah berjalan ke arah pintu.

"Iyalah", gerutu Hinata.

Hinata membuka pintu dengan tenang lalu berteriak.

"Aku pulang"

"Kakak"/"Kak Hinata", Suara bersahut-sahutan dari arah dalam dan segerombolan anak-anak kecil datang ke arah Hinata dan memeluk-meluk pinggang atau kaki Hinata. Yang lebih besar berada di belakang memperhatikan.

Naruto melotot, anak-anak itu berjumlah sekitar 15 anak. Ia hanya bisa melihat dengan takjub.

Disisi lain, Kyuu-pun memberikan pandangan sama ke arah anak-anak kecil itu. Ia terjebak bersama Hinata di pintu depan karena anak-anak kecil ini berebut untuk mendapatkan pelukan Hinata. Ia tersentak ketika sebuah tangan menariknya dari kerumunan dan membuatnya berada di dalam rumah.

Ia melihat siapa gerangan yang menariknya.

"Hei kau tak papa kan?", ujarnya melepaskan tangannya.

"Hm", jawab Kyuu cuek.

"Hah?, apa artinya itu", tanya orang dihadapannya.

"Iya", jawab Kyuu malas.

"Kau punya bahasa yang sulit ya", tawa orang itu.

Kyuu hanya meliriknya dengan malas. Orang itu mengulurkan tangannya.

"Kenalkan aku Hanabi Hyuuga, adik kak Hinata"

Mendengar kata 'adik kak Hinata', membuat Kyuu dengan semangat menyalami Hanabi. Hanabi hanya melihatnya dengan aneh.

'Perasaan tadi dia cuek, sekarang kok semangat?', batinnya.

"Ekhem.. dan disebelahku ini bernama Konohamaru", jelas Hanabi merangkul bocah disebelahnya. Kyuu tadi tidak memperhatikan, tapi sekarang ia jadi melihat bocah yang sepertinya berusia sama dengannya dan Hanabi.

"Salaman bodoh!", bisik Hanabi ke Konohamaru yang sukses membuat Konohamaru mengulurkan tangannya.

"Konohamaru"

"Kyuu"

"Calon suami kak Hinata"

"Calon perebut kak Hinata dari calon suaminya"

Dan keduanya telah menabuh genderang perang.

Hanabi geleng-geleng, baru kenal kok gini?

Hinata akhirnya berhasil menggiring anak-anak itu kedalam. Dan Naruto mengikuti Hinata, Naruto mencari-cari Kyuubi dan ia-pun melihat Kyuu yang tengah bersalaman dengan bocah laki-laki berambut coklat dan saling menghantarkan pandangan benci.

"Kalian sudah makan?", tanya Hinata pada anak-anak itu.

"Sudah", jawab mereka serempak.

"Hanabi, Konohamaru. Giliran siapa yang memasak hari ini?", tanya Hinata pada Konohamaru dan Hanabi.

"Aku kak", Hanabi menjawab bangga dengan menepuk dadanya. Membuat Konohamaru membuang muka kesal.

"Masak apa kau buat adek-adekmu?", tanya Hinata.

"Corn Soup, dan Chicken Tandori kak", jawab Hanabi.

"Pilihan yang bijak", ujar Hinata manggut-manggut.

Hinata menarik tangan Naruto.

"Jangan diam saja, kenalkan dirimu pada mereka", bisik Hinata pada Naruto.

Naruto gugup, bagaimana ia memperkenalkan diri dengan 15 pasang mata bulat yang memperhatikannya dengan seksama.

"Ha-hai, namaku Naruto, kalian bisa panggil aku Kak Naru", ucap Naruto kikuk.

"Hai Kak Naru!", anak-anak itu berucap berbarengan membuat Naruto tersenyum hangat.

"Ayo-ayo kalian kan sudah makan, kerjakan PR kalian", giring Hinata dan membuat anak-anak kecil itu berlarian masuk ke kamar mereka, meninggalkan 5 orang di ruang tamu.

"Selamat datang di surgaku Naruto", ujar Hinata sambil tersenyum miring.

Hinata mengajak-ajak Naruto mengelilingi rumah dan menyuruh Hanabi dan Konohamaru membawa Kyuu.

"Jadi ini seperti panti asuhan?", tanya Naruto melihat seisi rumah.

Rumahnya memang terlihat tua dari depan, tapi ketika kau masuk rumah ini sangat bersih dan sederhana. Hanya berlantai 2 tapi sangat lebar kebelakang. Hinata sudah menunjukkan ruang tengah yang hanya berisi ruangan dengan satu tv tanpa kursi atau meja. Naruto juga sempat melihat-lihat kamar anak-anak itu. Mereka memakai kasur tidur bertingkat dan dalam satu kamar selalu ada meja persegi yang dibuat beramai-ramai belajar. Kamar mandi ada 2, yang itu berarti harus bergantian. Lebih kebelakang, Hinata menarik tangan Naruto.

"Ini tempat favoritku",ujar Hinata membawa Naruto ke arah taman belakang.

Disana ada sebuah pohon besar dengan dahan melengkung keatas seperti membentuk sebuah kursi panjang.

"Duduk", perintah Hinata. Naruto duduk sesuai perintah.

Hinata melepas topinya beserta jaketnya dan meletakkannya disebelah duduknya.

"Kau belum menjawabku tadi, ini seperti panti asuhan?"

"Iya kau benar, ini panti asuhan"

"Kau yang mengurusnya?", Naruto takjub.

"Iya,aku yang mengurusnya", jawab Hinata kalem.

Apa sekarang Naruto harus mengakui bahwa Hinata mengesankan?, ya dari dulu mungkin.

"Kau ingat pertama kali kita bertemu?", Hinata bertanya pada Naruto, dan hanya dijawab anggukan oleh Naruto.

"Aku sedang dikejar orang yang mengaku donatur dan ternyata seorang penipu!, ia menyuruhku untuk membuat proposal meminta bantuan pemerintah untuk anak-anak ini, dan ternyata disetujui. Tapi dengan brengseknya laki-laki itu malah mencoba merebut dana itu", jelas Hinata sedikit emosi.

"Maksudmu cek itu?"

"Iya"

"Dan bagaimana sekarang orang itu?"

"Aku baru melihat tv tadi pada waktu pulang di resto, dan dia sudah tertangkap!, Gotcha rasakan itu, hahaha"

"Syukurlah"

"Kau bisa main kesini jika kau ingin bertemu aku, jika tidak kau bisa bertemu aku di restaurant chinese itu", ujar Hinata.

"Kau bekerja sebagai koki kan?, berarti kau jago masak?", tanya Naruto yang membuat Hinata tersenyum lebar.

"Tidak terlalu, tapi aku selalu mengajari Konohamaru dan Hanabi resep-resep yang kutau", terang Hinata.

"Kau tadi menanyakan menu yang Hanabi memasak?, berarti Hanabi dan Konohamaru pandai memasak?", kejutan lagi untuk Naruto.

"Yah mereka harus bisa memasak, karena jika tak ada aku siapa yang memasak?"

"Ohh begitu", Naruto manggut-manggut.

"Apakah anak-anak itu bersekolah?", tanya Naruto lagi.

"Tentu saja", jawab Hinata.

"Tapi Konohamaru dan Hanabi kadang mencari uang setelah pulang sekolah", lanjut Hinata.

Kejutan demi kejutan Naruto dapatkan hari ini. Tak sadar Naruto terus menerus bertanya tentang kehidupan Hinata dan Hinata-pun menjawabnya. Lama mereka mengobrol hingga lupa waktu.

Drrt.. Drrt

Getar ponselnya membuat Naruto berhenti sejenak dan merogoh saku seragam sekolahnya.

From : Teme

Subject: Dobe telat

Dobe, ini sudah jam berapa?, kenapa kau belum memulangkan Kyuu.

"Mampus", Naruto menepuk jidatnya sendiri.

"Kenapa?", Hinata heran.

"Aku harus pulang"

Hinata mengecek jam tangannya, dimalam seperti ini kedua mata Hinata bersinar sangat indah. Mungkin ini alasan Naruto betah berlama-lama menatapnya.

"Iya sudah malam, ayo kuantar", ujar Hinata.

"Eh?, kau antar naik kereta?"

"Nggak, naik motorku"

dan

Kejutan lagi kan..

Sepeda motor sport berwarna hitam itu mengerem mendadak di depan sebuah apartemen mewah. Naruto, korban perboncengan Hinata berwajah pucat dan berkeringat dingin. Dengan sangat erat kedua tangannya memeluk Kyuu dari belakang.

'Kupikir aku mati', batinnya lebay.

"Kyuu sudah tidur ya?", Hinata berbicara tanpa melepas helmnya.

"Hah?", Naruto mencoba melihat Kyuu. Ia tertidur dengan tangan memegang perut Hinata dengan erat. Naruto tak habis pikir, bagaimana ada bocah yang bisa tidur dibonceng dengan kecepatan cahaya seperti tadi.

"Sebentar", ucap Naruto kepada Hinata. Dengan perlahan ia melepas pegangan Kyuu pada Hinata. Dan dengan pelan membopongnya.

"Kak.. kak Hinata", Kyuu bergumam disela-sela tidurnya.

"Wah padahal tidur tetap bergumam namaku ya, ahahaha. Sepertinya ada posisi kakak yang tersingkir nih", ujar Hinata jahil.

"Berisik kau setengah wanita"

"Apa-apaan itu Kuning bodoh?!"

"Sstt.. berhenti berhenti", Naruto berbisik kecil.

"Aku ingin menciumnya, kemarikan dia", perintah Hinata judes.

Naruto cengo, namun ketika Hinata membuka helm-nya lalu memajukan tubuhnya ke arah Kyuu ia tambah cengo lagi. Hinata mencium pipi Kyuu. Tak taukah Hinata, bagaimana irinya Naruto?.

Naruto melongo, ketika kedua saphire-nya menatap kearah pearl Hinata. Dan Hinata mendekatkan dirinya pada Naruto.

'Cup', mengecup pipi bergaris Naruto singkat lalu mendekat lagi.

"Terimakasih untuk hari ini ya kekasihku", bisiknya pelan.

Dan Naruto hanya bisa membatu, bahkan tak sadar ketika Hinata sudah berlalu dengan tawa jahil meninggalkannya dengan deru suara motor berisik.

'Ap-apa itu tadi?, itu tadi apa?, tadi apa itu?', batin Naruto

.

.

.

.

TBC

Halo semua Lyreinata-chan disini xD maaf ya kalau gak bisa bales review, karena lagi-lagi sayah update lewat hp haha.

Thanks yang uda review kemarin.

jadi, bersediakah review lagi? xD