Chapter 2

Title : Want To Be With You

Cast : Oh Se Hun, Kim Jong In, Park Chan Yeol,

Byun Baek Hyun, D.O Kyungsoo.

Genre : Romance, Hurts

Length : Chaptered

Rate : T

Disclaimer : The original of my thinking

warning : yaoi, typo(s), sometimes crackpair,

AU,OOC.

Don't like don't read, no bashing no copas

I'm alone back to me please

.Enjoy this fic.


Ponsel sehun berdering kembali tanda ada yang menelponnya, tersenyum dan sekilas terlintas dipikiran sehun itu adalah jongin. Namun senyum sehun berubah menjadi tatapan kesedihan saat melihat nama diponselnya itu. ''untuk apa lagi dia menghubungiku'' gumam sehun sambil menyeka air matanya.

Sehun mengangkat ponselnya, tapi sehun hanya berani mengangkatnya. Sehun tidak kuasa mengucapkan sepatah katapun, hanya terdengar suara namja diseberang sana dia mengatakan 'aku ingin bertemu denganmu, kutunggu kau dicafe biasa tempat kita bertemu. Ku tunggu kau jam 5 nanti' tut tut tut

-Sehun POV

Bertemu denganku? untuk apa? meminta maaf? atau menyakiti hatiku lagi? Apa belum puas dia menyakiti hatiku. Apa yang harus kulakukan, apa aku harus menemuinya? Ya Tuhan, aku tidak kuat untuk melihatnya.

-end sehun POV

''sehunnnn, eomma sudah selesai masak''

Sehun yang mendengar teriakan eommanya segera mengusap air matanya kasar, mengatur nafasnya agar tidak ketahuan sang eomma kalau dia baru saja menangis.

''hun? Apa kau mendengar teriakan eomma ini? eomma sudah selesai memasak''

''ne eomma''

''apa kau sehat sehunnie?'' tanya sang eomma khawatir

'' hmm ne eomma''

''tapi kenapa matamu merah dan hitam? Kau habis menangis?''

''ani eomma, aku hanya kurang tidur saja'' sehun terpaksa berbohong, dia tidak mau eommanya tambah khawatir padanya

''baiklah, cepat habiskan makanmu dan segera beristirahat''

''ne eomma''

Selesai makan, sehun kembali ke kamar dan berbaring sambil menatapi sekeliling kamarnya sampai titik matanya berhenti tertuju pada sebuah foto dimana ia dan kekasihnya masih bersama. Betapa bahagianya saat itu, yang kini telah berakhir dengan menyedihkan. Sehun tidak ingin larut dalam kesedihan yang lama, ia pun menghubungi jongin untuk meminta pendapatnya apa ia harus menemui kekasihnya itu?

''yeoboseyo jongin''

''nado sehun, ada apa? Kau rindu padaku eoh?''jawab jongin diseberang sana

''kau fikir kau siapa? Kekasihku hah? aku hanya butuh pendapatmu''#sehunpouting

''kalau kau mau aku bisa menjadi kekasihmu, kekeke. Pendapat tentang apa? tentang membunuh kekasihmu atau tidak?kau yakin akan melakukannya?'' jongin terus berbicara diseberang sana tanpa henti, membuat sehun kesal dan sedikit merona dengan ucapan pertamanya.

''bisakah kau tidak sok tahu dan berhenti berbicara jongin?lagipula aku tidak akan membunuhnya, aku tidak sejahat yang kau bilang. Huh kau tahu? Kekasihku mengajakku bertemu nanti sore jongin, aku bingung apa aku harus menemuinya '' ucap sehun panjang lebar

''temui saja, selesaikan masalahmu dengannya''

''kau enak berbicara seperti itu, aku tak kuat melihatnya untuk saat ini. Bagaimana jika nanti ia menyakiti hatiku lagi jongin? Tentunya aku akan menangis lagi, aku tidak ingin menangis lagi''

'' Ketika ia menyakitimu lagi, aku akan datang padamu memberikan pundakku padamu untuk bersandar karna aku tau kau akan menangis nanti. Aku akan bersamamu, menemanimu sehun-ahh'

''j-jongin hiks, kau'' sehun mulai menangis

''apa aku salah bicara padamu? Aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis, aku akan merasa bersalah sekali karna telah membuatmu menangis''

''tidak jongin, aku akan datang nanti sore hiks. Jemput aku dirumah dan temani aku, terimakasih jongin''

Sehun langsung memutuskan telponnya dengan jongin, menaruh ponselnya dan mulai tertidur. Sehun tidur dalam tangis.

-Jongin POV

Sehun, mengapa kau membuatku menaruh rasa tak tega padamu? Mengapa aku sangat peduli padamu? Sulit rasanya untuk tidak peduli padamu, kau hanya seorang namja yang baru ku kenal namun entah mengapa kau seperti orang yang sudah lama dekat denganku. Jika kau tersakiti, pasti hatiku juga terasa sakit sampai-sampai aku berfikir bahwa kita seakan ditakdirkan untuk bersama.

end jongin POV

Waktu korea sudah menunjukan jam 4.30 sore, setengah jam lagi sehun akan bertemu dengan kekasihnya dicafe. Sehun rasa, ia harus tegar didepan sang kekasih. Ia segera beranjak keluar dari kamarnya menuju halaman rumahnya menunggu jongin datang menjemputnya, tak lama sehun menunggu akhirnya jongin tiba dengan mobilnya.

''annyeong sehun ahh, apa kau sudah siap'' tanya jongin semangat, sehun merasa bingung dengan perkataan jongin karna jongin sangat semangat menanyakan itu

''hhh kenapa kau begitu semangat''tanya sehun heran

''karna kalau tidak semangat, kau juga tidak akan semangat'' jawab jongin mantap

''baiklah, kau tidak menyuruhku untuk masuk kemobilmu?''

''apa kau sangat menginginkan masuk ke mobilku?'' jongin menggoda sehun, sehun mulai kesal dengan jongin

''kalau kau tidak mau mengantarku yasudah'' sehun berbalik dan berjalan menuju pintu rumahnya, bermaksud untuk tidak jadi bertemu dengan kekasihnya. Jongin yang melihat sehun berbalik langsung turun dari mobilnya, mengejar sehun yang sudah ingin memegang gagang pintunya seketika jongin langsung menarik tangan sehun dan membuat sehun berbalik menatapnya.

''sehun ahh, mian. Ayo masuk mobilku, kau harus menemuinya menyelesaikan masalahmu ne''

''...'' tak ada jawaban dari sehun selain anggukan darinya yang berarti iya.

*in the cafe*

''apa dia sudah datang?''tanya jongin, sedangkan sehun memperhatikan disekeliling cafe mencari orang yang dia cari sampai akhirnya titik pusat matanya berhenti tertuju pada orang yang dimaksud sehun.

''itu dia, dia sudah datang'' ucap sehun datar, sambil menunjuk orang tersebut

''aku akan menunggumu disini''

''ne'' sehun menghela nafas panjang dan berjalan menghampiri kekasihnya

Aku harus tegar, aku harus bisa menatap matanya. Aku tidak ingin terlihat lemah dihadapannya.

''ada urusan apa kau ingin bertemu denganku?''tanya sehun ketus

''duduklah, aku ingin menyelesaikan semua ini dengan cara yang baik-baik''jawab seorang namja

''hh ne, jadi apa maksudmu bertemu denganku '' sambil duduk dikursi didepan namja itu

Namja tinggi, bernama chanyeol dengan suara bassnya yang khas tak mengurangi ketampanannya menghela nafasnya panjang sebelum berbicara dengan sehun

''sehun, mianhae. Aku sudah melukai hatimu, aku tak tau apa kau bisa memaafkanku atau tidak. Dan aku rasa, kita tidak bisa bersama lagi karna aku sudah mempunyai kekasih selainmu. Aku lebih mencintainya dibandingkan denganmu''ucap namja tersebut yang kini membuat sehun memasang wajah kecewa.

''aku mengerti hyung, kau lebih pantas mungkin bersamanya dibandingkan denganku. Kurasa ia jauh lebih baik dariku''sehun menjawab dengan nada bergetar

''sehun-ahh jangan menangis, aku tau ini adalah akhir yang buruk. Tak seharusnya aku melakukan hal ini padamu'' chanyeol menyeka airmata sehun yang hampir terjatuh dengan tangannya

''kau jahat hyung hiks''

''apa kau tidak rela jika aku bahagia dengan yang lain?'' tanya chanyeol seakan membuat sehun sesak, bingung harus menjawab apa

''a-aku rela hyung, sangat rela. Tapi kau melakukan ini disaat yang tidak tepat, disaat aku mulai mencintaimu sangat mencintaimu kau malah membuat hatiku hancur. Betapa sakitnya hyung yang aku rasa hiks hiks'' sehun menangis sesegukan

''aku tau aku jahat, sangat jahat. Aku telah menyakiti hati seseorang yang sangat tulus padaku''

''lalu kenapa kau melakukan itu hyung hiks''

''...'' tak ada jawaban dari chanyeol, pertanyaan sehun benar-benar membuat chanyeol bungkam seketika chanyeol bingung harus menjawab apa

''tunggu disini sebentar, aku akan kembali''

Chanyeol berjalan meninggalkan sehun sesaat menuju sebuah meja dimana disitu terdapat seorang namja putih dengan mata sipitnya. Chanyeol mengajak namja tersebut untuk ikut bersamanya dihadapan sehun.

Sehun memperhatikan chanyeol sedari tadi saat ia pergi meninggalkannya, dan sekarang chanyeol menuntun seorang namja menujunya.

Kenapa dia membawa namja itu? Apa iya kekasih chanyeol? chanyeol kumohon jangan, aku tidak siap jika itu benar aku tau dia pasti lebih baik dariku tapi cukup yeol kau memberi rasa sakit ini kumohon jangan menambahkan rasa sakit ini lagi.

''sehun-ahh, ini baekhyun kekasihku'' tanpa basa basi dari chanyeol, chanyeol langsung mengenalkan kekasihnya pada sehun

D E G

Hati sehun benar-benar hancur, sesak rasanya. Chanyeol sepertinya ingin membuat hati sehun hancur, benar-benar hancur.

''annyeong sehun'' sapa baekhyun pada sehun, sekuat hati sehun menahan rasa sakitnya dan mencoba membalas sapaan dari baekhyun. Kini air mata sehun telah kering, beruntung air matanya sudah kering sehingga baekhyun tidak melihat ia menangis.

''nado annyeong baekhyun'' sehun menyapa baekhyun dengan tersenyum, meski hatinya kini menangis.

''sehun-ahh, baekhyun lah alasanku'' chanyeol mengucapkan itu pada sehun, dan sehun pun akhirnya mengerti apa yang dimaksud chanyeol.

Sehun tak tahan melihat semua ini, segera ia beranjak dan mencari alasan

''ne dia lebih baik dariku, apa sekarang sudah selesai? Aku rasa aku harus segera pulang, eomma sudah menungguku dirumah''

''tapi apa kau sudah memaafkanku?'' tanya chanyeol dengan hati-hati, chanyeol takut sehun tidak akan memaafkannya.

''tentu saja, aku mengerti hyung dengan semua ini'' jawab sehun dengan senyum (palsu) nya.

''terimakasih sehun ahh'' senyum chanyeol mengembang begitu saja, chanyeol tidak mengerti dengan arti senyuman sehun.

''baiklah sampai jumpa hyung, baekhyun'' saat menyebut nama baekhyun, entah mengapa rasa sesak selalu ada ketika menyebut nama itu

''sehun mianhae, tak ada maksudku untuk merebut chanyeol darimu''

''ne, aku mengerti. Tak apa baekhyun''

Sehun pergi meninggalkan mereka, sehun berjalan menuju mobil karna ia tahu bahwa jongin sudah berada didalam mobil. Tatapan sehun kini kosong, membuat jongin takut jika terjadi sesuatu pada sehun.

'Clek' sehun membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya

''sehun-ahh gwenchana?'' tanya jongin pada sehun, jongin sangat khawatir pada sehun

''...'' tak ada jawaban dari sehun, yang ada hanyalah cairan bening dipelupuk mata sehun yang kini mulai mengalir dipipi sehun.

''sehun-ahh jangan menangis seperti ini. hmmm aku akan membawamu kesuatu tempat yang mungkin akan membuatmu agak tenang''

Sehun hanya diam saja, jongin yang melihat sehun seperti itu mengerti bahwa saat ini hatinya sehun sangat sakit. Memang tak ada jawaban dari sehun, namun jongin mengartikan bahwa ajakannya kesuatu tempat disetujui oleh sehun.

Jongin langsung menjalankan mobilnya, melaju secepat mungkin ketempat tujuannya. Jongin ingin segera sampai, menenangkan sehun. Didalam mobil berkali-kali jongin mengajak ngobrol sehun, tapi sehun mengabaikannya sehun terus menangis dalam diam.

''sehun-ahh apa kau tidak lelah menangis terus?'' ucapan jongin kali ini membuat sehun mengeluarkan sesuatu kata dari mulutnya

''bukankah kau pernah bilang padaku, menangislah sampai aku merasa puas''

jongin baru ingat dia pernah berbicara itu pada sehun. Disitulah mereka berdua mulai diam diperjalanan

*Arrived*

jongin dan sehun sudah sampai ditempat yang ia tuju senyum jongin mengembang, segera ia keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk sehun.

'clek'

''sehun-ahh kita sudah sampai, ayo turun dan ikuti aku'' ajak jongin semangat

Masih dalam tatapan kosong, namun sehun mendengar dan mengerti apa yang diucapkan oleh jongin. Sehun keluar dari mobil, dan mengikuti jongin.

Pantai, yakk jongin membawa sehun ke pantai untuk melihat betapa indahnya sunset. Waktu sekarang menunjukkan jam 5:40 waktu korea.

''hhh apa kau senang berada disini? Lihatlah, sunset yang sangat indah kan''

''hiks'' sehun menangis (lagi)

''aigooo sehun-ahh mengapa menangis lagi huh''

''chanyeol pernah mengajakku seperti ini jongin, mengapa kau mengingatkanku padanya'' ucap sehun dengan bergetar

Jongin tidak tahu bahwa ini akan membuat sehun teringat lagi pada chanyeol, jongin memeluk sehun dan mengusap rambut sehun dengan penuh kasih sayang.

''mian, aku tak tahu hun. Jika kau pernah melakukan ini pada chanyeol, bukan berarti kau harus teringat terus dengannya. Kau ini sedang bersamaku, jadi kali ini jangan mengingatnya lakukanlah besamaku. Melihat matahari yang tenggelam disana, merasakan ketenangan yang ada. Aku akan bersamamu sehun-ahh'' ucap jongin menenangkan sehun

''terimakasih jongin kau selalu menenangkanku''

Sehun melepaskan pelukan jongin, dan tersenyum pada jongin. Membuat jongin senang karna ia rasa ia telah berhasil membuat sehun tenang.

''aku senang melihatmu senyum''

''aku lebih senang karna kau selalu ada untukku jongin''

~chup~

Sehun mengecup bibir jongin singkat, pipi sehun merah malu karna telah mencium jongin. jongin hanya diam dengan apa yang barusan terjadi, sehun langsung menciumnya begitu saja dan jongin pun tersenyum.

''baiklah, ayo jongin kita pulang. Hari sudah mulai gelap dan sudah mulai dingin disini'' ucap sehun sambil beranjak lari meninggalkan jongin menuju mobil

*arrived at sehun house*

'clek' sehun membuka pintu mobil sendiri tanpa jongin bukakan.

''jongin terimakasih telah menemaniku'' sehun tersenyum mengembang

''ne sama-sama, aku senang melihat kau bahagia''

''soal tadi, aku nggg minta maaf anggap saja itu adalah ucapan terimakasih ku''

''tidak apa, aku suka. Lain kali jika ingin melakukan itu, bilang dulu padaku biar aku bersiap-siap'' jongin menggoda

''hh kau ini bicara apa jongin'' sehun pouting

''sudah masuklah, dan beristirahat''

''ne, hati-hati jongin'' sehun membalikkan tubuhnya

''sehun'' sehun menoleh kembali pada jongin

''mwo?'' sehun membulatkan matanya #wew

''kau tidak ingin memberiku kecupan lagi?'' jongin menggoda sehun lagi kkk~

''hhhh lebih baik kau pulang dan beristirahat''

Sehun membalikkan tubuhnya kembali dan berlari menuju pintu rumahnya, sehun malu dengan ucapan jongin, membuat sehun senyum-senyum sendiri. Jongin yang melihat tingkah laku sehun seperti itu tertawa geli.

Sebentar sehun menoleh pada jongin sebelum ia masuk rumah, tersenyum dan mengucapkan 'terimakasih jongin' walau suara sehun kecil, tapi jongin mengerti apa ucapan sehun~

To Be Continue

Annyeong, pendek/panjang? Maaf kalau masih pendek T_T

Makasih banget yang udah review fic ini *deep bow*

Balasan review ku~

sayakanoicione : sip sudah

kikikyujunmyun : maksut kamu? ._.

sehunnoona : iya bener, kok tau? Sip deh

byuncrackers : iyaa, terimakasih. Jempolnya aku simpen dikulkas(?) okesip, makasih banyak yaa^^

rainrhainyrianarhianie : aihhh bener kaihun, aku sukanya mah kaihun. Okesip, kritikannya membantu banget. Apa chap ini sudah lebih baik? Terimakasih^^

wahyuthetun : gemesin deh *alay#plakk nanti aku panjangin kaya jln panarukan(?)

.56 : masa iya sehun mau ama sooman? U.u luhan terlalu polos kaya aku buat dijadiin karakter begitu #plakkk iya amiinn, aku akan berjuang dengan sekuat tenaga menjadikan mereka sampai akhir

bbuingbbuingaegyo : iya *hug sehun* kaihun dongggg3

Ayupadma28 : chanyeol, masih mau ngepites? U.u iyadong hehe

.please leave your review on this fic.

~WTBWY~