Dengan akhirnya Ia melihat seseorang yang menelponnya tadi. dilihatnya wanita paruh baya yang diketahui ialah yang menelpon Jongin tadi, karna Jongin kini menghampiri wanit paruh baya tersebut.

Wanita paruh baya ini terlihat bersyukur karna akhirnya orang yang ditunggunya datang. Terlihat naas diwajahnya tampang kesedihan membuat Jongin yang melihatnya semakin Cemas.

''ada apa dengannya?''tanya Jongin khawati

''dia hiks, penyakitnya, kambuh Jongin'' jawab wanita itu, dan kini memeluk wanita itu yang sedang menangis.

'maafkan aku tak bisa menjagamu' batin Jongin.

.

.

.

Wtbwy Chapter 5

By Dep Jung..

.

.

.

Jongin mengentikan tindakannya yang terlihat bodoh hanya diam berdiri mematung dengan pikiran yang berkecamuk menyesali mengapa ia tidak menjaga sahabatnya itu dengan baik? Aish!bodoh!

Ia memasuki sebuah ruangan inap lebih tepatnya ICU. Ia berjalan perlahan menghampiri tirah baring tersebut, meratapi dengan pandangan sendu melihat apa yang sedang berada dihadapannya. Seorang namja sedang terbaring lemas tak berdaya dengan infusan ditangannya beserta selang oksigen dihidungnya guna untuk membantu pernapasannya.

Mengenggam tangannya erat, tak disadari air bening sudah berkumpul dipelupuk matanya menetes dan mengalir perlahan di pipi Jongin. tidak tega melihat sahabatnya seperti ini, kenapa bukan dia saja yang mengalami hal seperti ini? pikirnya.

Dia merasa dia bukanlah orang yang baik yang bisa menjaga Kyungsoo sahabatnya itu. Tapi Jongin berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan sebisa mungkin menjaga Kyungsoo bagaimana pun itu, ia berjanji tidak akan meninggalkan Kyungsoo lagi, ia tidak ingin melihat Kyungsoo berada di tirah baring seperti ini tak berdaya.

Jongin menyeka air matanya, ia berjanji untuk menemani Kyungsoo disini. Jongin tertidur disamping tirah baring Kyungsoo dengan keadaan yang masih mengenggam erat tangan Kyungsoo.

.

.

.

.

.

Hari ini begitu cepat rasanya berlalu, rasanya baru tadi pagi dan sekarang pagi itu telah menjadi malam. Sehun keluar pergi ke atap rumah, Sehun berpikir tak nyaman melihat Jongin seperti itu, ada apa dengannya? Setelah tadi pagi Jongin mengungkapkan kalau ia hanya membantu menyelesaikan masalahnya, lalu ia meninggalkan Sehun dalam keadaan panik. Itu membuat keyakinan Sehun semakin kuat bahwa, Jongin hanya sekedar membantunya, tidak lebih dari itu. Belum lagi Jongin tak memberi kabar padanya seharian ini, walau hanya sedikit. Ah, ingatlah Sehun kau bukan siapa-siapa yang harus mengetahui setiap apa yang sedang di alami Jongin!

Sehun berjalan mundur, menjatuhkan dirinya perlahan pada dinding didekatnya. Ia terduduk dengan kaki yang ia lipat didepan dan memeluknya. Ia menenggelamkan kepalanya pada lutut yang ia peluk tersebut, sesekali ia mendongakkan kepalanya melihat bulan yang kini tak terlalu bersinar terang memancarkan cahayanya, sama seperti Sehun saat ini.

Bulan begitu dingin, tidak ada tempat untuk bersandar. Sehun memejamkan matanya yang kini telah basah karna air matanya sendiri. 'Aku mencari cinta yang akan merangkul pundakku ini, apa kau tahu hatiku? Sendiri.. tidak ada yang di sisiku. Begitu sakit dimana aku yang tertawa dan menangis dalam kebahagiaan. Tapi sekarang? aku lemah menjadi yang terluka oleh cinta parut. Aku percaya pada cinta untuk terakhir kalinya jika cinta itu adalah kau, Jongin. itu adalah pemikiran pertamaku, tapi ternyata aku salah, kau bukan cinta yang terakhir. Tak bisakah kau mengetahui hatiku saat ini? hh mana mungkin! Lagi pula aku tahu kau pasti mencintai orang itu, walau aku tidak tahu siapa orang itu' ucapnya sendiri.

Sehun menarik rambutnya kesal! Mengacak-ngacaknya kasar. Kenapa?kenapa ia harus kembali merasakan sakit yang kini datang lagi disini, dihatinya! Apa ia tidak pantas mendapatkan cinta yang seutuhnya?

Sehun selalu saja larut dalam kesedihan! Kenapa? Kenapa!

Sehun rasa takkan ada gunanya menangis disini, toh Jongin sampai kapanpun tetap akan berniat membantunya. Tak lebih dari itu.

.

.

.

.

Baekhyun menangis didalam kamarnya, ia.. ia mencintai Chanyeol. Tapi ia harus mengakhiri ini semua, karna ia sudah dijodohkan oleh pilihan eommanya. Tapi rasanya ini baik, ia ingin Chanyeol kembali pada Sehun karna Baekhyun merasa bersalah pada Sehun walaupun disisi lain ia menyakiti hati Chanyeol, dan juga hatinya sendiri.

Tapi Baekhyun tidak memperdulikan rasa sakit dihatinya, salah sendiri ia yang telah mencintai Chanyeol begitu saja dan..dan menyakiti hati Sehun. Rasanya memang pantas mendapatkan rasa sakit hati ini, mungkin ini setimpal dengan ia yang menyakiti Sehun karna Chanyeol. Baekhyun menerima dengan senang hati jika ia harus dijodohkan oleh pilihan sang eomma. Karna, mungkin dengan perlahan ia akan melupakan Chanyeol, dan mungkin suatu saat ia akan melihat Chanyeol bahagia tentunya bersama Sehun. Baekhyun memaksakan senyumnya sendiri dengan air mata yang masih tinggal dipipi putihnya, ia meyakini dirinya untuk mempersatukan Chanyeol dengan Sehun kembali. Baekhyun mengusap matanya kasar, melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 20:20 waktu Korea, Baekhyun segera beranjak dari tempat tidurnya mengambil jaket dan mengenakan jaket itu, ia berniat pergi ke suatu tempat.

.

.

.

.

.

Chanyeol merasa ini semua adalah karma untukknya, setelah menyakiti hati Sehun. Kenapa Baekhyun melakukan ini padanya? Seolah-olah Baekhyun mempermainkannya. Tapi di sisi lain, Chanyeol tahu bahwa Baekhyun juga terpaksa mengatakan itu tadi pagi terlihat jelas nampak diraut wajah Baekhyun yang begitu menampakkan kesedihannya karna menangis seperti itu. Pikiran ini, ucapan Baekhyun, dan berakhirnya hubungan ini selalu terngiang didalam pikiran dan dirinya. Tak habis pikir dengan jalan pikiran Baekhyun, belum lagi.. apa tadi Baekhyun bilang? Dijodohkan dengan pilihan eommanya? Alasan macam apa itu! Tapi Chanyeol tahu, Baekhyun tidak akan mengatakan hal seperti itu tanpa alasan.

''Arghhh! Sial!'' gerutunya sembari menegukkan segelas bir sampai habis dan mengenggam gelas tersebut menampakkan kekesalan yang berkecamuk dihatinya dan pikirannya. Ya, Chanyeol sedang berada di sebuah bar. Ia sudah jarang ketempat ini, biasanya jika ia kesini itu tandanya ia sedang kesal, dan segalanya atau lebih tepatnya frustasi.

''tak bisakah kau mencabut ucapanmu tadi Baekhyun! Setelah banyak hal yang telah dilalui sekarang k-kau? Argghh!'' ucapnya sendiri semakin geram. Dan sepertinya malam ini ia akan mabuk berat jika dilihat dari raut wajahnya yang sekarang terlihat konyol karna perbuatannya sendiri yang sedari tadi meminum segelas bir, ah tidak, lebih tepatnya bergelas-gelas.

.

.

.

.

.

.

Jongin tersenyum menatap Kyungsoo yang terbaring ditirah baring, namun sekarang sudah agak lebih baikkan karna ia telah tersadar sedari tadi sore. Dan dalam hati Kyungsoo, ia sangat berterima kasih pada Jongin yang menjaganya..

Jongin sedang memegang semangkuk bubur, yang mana bubur itu memang untuk Kyungsoo. Jongin sedari tadi menyuapkan sedikit demi sedikit bubur itu ke dalam mulut Kyungsoo, dan sekarang hanya tinggal satu suapan lagi.

Kyungsoo menelan makanannya dan tersenyum menatap Jongin sebelum ia mengucapkan sesuatu pada Jongin ''aku, aku sangat berterimakasih padamu Jongin''

Membalas tatapan Kyungsoo, tak lupa dengan senyumnya. ''bukankah itu sudah kewajibanku untuk menjaga mu? Makanlah, ini satu suapan lagi'' ujarnya sembari menyodorkan sendok bubur terakhir pada Kyungsoo. Kyungsoo sudah kenyang sebenarnya, yah namun yang menyuapinya adalah Kim Jongin ia tidak bisa menolaknya~kkk.

Cleck,

Pintu terbuka perlahan, membuat kedua namja menoleh pada pintu yang hanya menampakkan sesosok kepala eomma Kyungsoo. Eommanya tersenyum dan menghampiri mereka,

''syukurlah Kyungsoo kau tidak selemah tadi pagi, dan eomma rasa kau sudah lebih baik'' ucapnya yang dibalas anggukan mengiyakan ucapan eommanya. Mata eommanya beralih pada Jongin, mengisyaratkan agar Jongin keluar karna ia ingin berbicara pada Jongin diluar. Jongin mengerti akan hal itu, membuatnya sigap berdiri dan menatap Kyungsoo dengan senyumnya.

Melihat Kyungsoo yang langsung menatap Jongin dan mengenggam lengan Jongin dengan penuh rasa bahwa ia tidak ingin Jongin meninggalkannya, segera Jongin kembali menatap Kyungsoo dengan penuh pengertian dan memberi keyakinan pada Kyungsoo bahwa Jongin tak akan kemana-mana, semuanya akan baik-baik saja. Kyungsoo mengerti, perlahan ia melepaskan genggamannya pada lengan Jongin walau sebenarnya ia tak mau melepaskan itu.

Jongin berjalan ke arah pintu, yang hanya ditatapi oleh Kyungsoo dibaliknya dan Jongin menghilang dibalik pintu tersebut.

''sudahlah Kyungsoo, dia tak akan kemana-mana mungkin ia hanya mencari angin diluar karna sedari tadi ia menjagamu'' Kyungsoo hanya mengangguk, ''jadi lebih baik kau berisitrahat sekarang'' ujarnya.

''tapi—'' belum melanjutkan, eommanya sudah memotong ucapannya. ''semua akan baik-baik saja, percayalah'' ucap eommanya tersenyum, sembari menaikkan selimut Kyungsoo ke dadanya, dan mengusap surai Kyungsoo lembut. ''tidurlah, eomma akan segera kembali. Eomma harus menemui dokter'' ujarnya sembari mengecup lembut pipi sang anak.

Eommanya keluar dari pintu kamar inap Kyungsoo, Kyungsoo tahu semuanya saat ini apa yang dikatakan eommanya salah, semuanya tidak sedang baik-baik saja. Menghela napas sekali, mencoba untuk tidur dengan cara menenggelamkan kepalanya didalam selimut. Namun, ia tidak bisa! Akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk tidur, dan sekarang bertujuan untuk mengikuti eommanya yang entah kemana, namun Kyungsoo rasa eommanya akan membicarakan sesuatu yang cukup penting dan seharusnya ia mengetahui akan hal ini, tapi kenapa eommanya malah berusaha untuk menyembunyikannya? Ini membuat Kyungsoo semakin yakin kalau semuanya sedang tidak apa-apa.

Dengan gerak-gerik perlahan sambil membawa alat infusnya yang membuatnya kesal sendiri dan menggerutu sesekali ''kenapa kau sangat merepotkan hah!'' ucapnya kesal pada infusan yang entah sudah beberapa kali ia mengucapakan itu pada infusannya.

Dengan langkah sedikit goyah namun ia masih dapat berjalan, mengikuti eommanya yang kini telah berhenti disebuah taman rumah sakit tersebut dilihatnya juga Jongin yang sedang berada disana, membuat Kyungsoo semakin ingin mendekat mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Tanpa dosa, dan tanpa berpikir panjang Kyungsoo segera mendekatkan dirinya dengan mereka namun masih dengan langkah perlahan, ia bersembunyi dibalik tembok dan segera ia menajamkan pendengarannya tersebut.

.

''Jongin'' terdengar suara memanggil namanya, Jongin menoleh pada orang tersebut. Di dapati eomma Kyungsoo yang sekarang berjalan menghampirinya.

''jadi ada apa?'' tanya Jongin khawatir yang tiba-tiba saja mendapati raut wajah sendu wanita paruh baya itu.

Eomma Kyungsoo, menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum ia mengucapkan sesuatu ''kau tahu kan Kyungsoo mengidap penyakit apa?'' tanyanya. Jongin hanya mengangguk dan wanita itu melanjutkan lagi ucapannya ''apa kau tahu sudah stadim berapa?'' tanyanya lagi. Jongin hendak menjawab namun ia diam beberapa saat sebelum menjawab itu ''yang ku tahu, penyakitnya sudah berada di stadium dua. Dan itu masih ada kemungkinan untuk disembuhkan kan?'' jawabnya sembari bertanya.

Wanita itu menggeleng kuat membuat Jongin semakin bertanya-tanya ada apa sebenarnya? Tolong jelaskan ini semua padanya.

''dia..dia sudah berada distadium akhir Jongin hiks'' ucapnya sesegukan. Jongin terkejut mendengar itu semua, tak percaya apa yang baru saja diucapkan wanita paruh baya ini.

''kau tahu, hiks stadium akhir itu sangat sulit untuk kemungkinan sembuh dan dia akan menghabiskan sisa hidupnya di usia yang hiks masih sangat muda. Dia anakku satu-satunya, seharusnya yang merasakan ini adalah aku, aku eommanya yang pantas merasakan penderitaan Kyungsoo. Masa depannya masih panjang hiks, jalan hidupnya untuk bahagia terbuka lebar tapi hiks t-tapi kenapa? Oh Tuhan, kenapa'' jongin tak tega melihat wanita itu menangis, sekilas mengingatkan bayangan eommanya yang entah sekarang berada dimana. Jongin memeluk wanita itu, menganggap itu adalah eommanya sendiri.

''aku percaya, ia akan sembuh. Semua akan baik-baik saja, jika memang kemungkinan sembuh itu sulit aku yakin ia akan bertahan hidup lebih lama. Dia kuat, aku percaya itu'' ucap Jongin yang tak disadari sebenih cairan bening menetes dari pelupuk matanya.

''dia tidak akan kuat jika kau tak bersamanya Jongin'' ucap wanita itu sembari melepaskan pelukkan Jongin padanya. Jongin tersenyum yang sedikit di paksa, karna tidak mungkin di saat keadaan seperti ini ia tidak menangis atau mungkin tersenyum bahagia? Itu adalah pemikiran bodoh.

''kau tenang saja, aku akan menjaganya. Menguatkan dirinya, aku akan selalu berada disisinya. Percaya kan lah itu padaku'' ucapnya. Eomma Kyungsoo tersenyum simpul, ia percaya pada Jongin.

''aku rasa aku harus pulang dulu, aku akan kembali esok hari'' ucap Jongin.

''ne, hati-hati dijalan dan terimakasih banyak Jongin'' balasnya dengan sambil tersenyum.

Jongin berjalan ke luar, wanita itu juga berjalan masuk membalikkan badannya namun ia mendapati sang anak sedang menatapnya dengan dera penuh air mata di pelupuk matanya dan telah membahasi pipinya itu..

Deg!

''k-kyungsoo''

Eommanya bungkam melihat anaknya, jelas tertampang diwajah Kyungsoo yang dilumuri oleh air matanya menjelaskan bahwa Kyungsoo telah mendengar semuanya, mendengar pembicaraannya dengan Jongin.

Kyungsoo merasa lututnya bergetar lemas sehingga ia terjatuh lemas dengan lutut yang menjadi penyangganya dan alat infusan yang ikut tekapar jatuh ke lantai. Sang eommanya sontak segera berlari menuju anaknya yang terjatuh seperti itu, sangat membuat eommanya khawatir.

''kau tidak apa sayang?'' tanya eommanya cemas.

''k-kenapa eomma? Kenapa eomma tak memberi tahuku sudah seberapa parahnya penyakit ku? Kenapa?!'' bentaknya, sedikit meringis karna Kyungsoo merasakan sakit pada kepalanya.

''Kyungsoo, kenapa—''

''jawab aku eomma!'' eommanya diam sejenak sebelum mengucapkan sesuatu ''eomma akan memberitahumu tapi, tidak sekarang. Setidaknya besok sembari eomma membawamu ketaman membicarakan ini semua'' ucapnya. Dan Kyungsoo tak menjawab karna ia merasakan sakit dikepalanya bertambah, dan bahkan sekarang sesuatu cairan kental merah telah keluar dari hidungnya. Ia semakin lemas, eommanya sangat cemas pada apa yang dilihatnya, Oh tidak! Anaknya mengalami kesakitan lagi. Segera sang eomma berteriak memanggil para suster atau siapapun itu untuk membantunya karna sekarang anaknya telah jatuh pingsan dipangkuannya.

.

.

.

.

.

.

Tok,

Tok

Baekhyun mengetuk pintu rumah, ia baru saja tiba karna jarak rumahnya dengan sang pemilik rumah yang rumahnya sedang ia datangi cukup jauh. Beberapa saat sang pemilik rumah tersebut masih belum membuka pintunya. Apa ia sudah tidur? Hei, ini baru jam sembilan malam. Atau mungkin ia kembali besok pagi? Tapi sangat sayang jika melihat perjuangannya menuju rumah ini cukup lama, dan masa iya dia tidak mendapat apa-apa? atau apalah itu yang Baekhyun inginkan. Kali ini Baekhyun mengetuk pintu itu beberapa kali dengan cukup keras.

Tok tok tok tok...

Tak lama sang pemilik rumah membuka pintunya perlahan dan sang pemilik rumah sedikit terkejut mengetahui siapa yang datang kerumahnya. Baekhyun tersenyum semanis mungkin,dan sedikit mengernyit karna mendapati ekspresi sang pemilik rumah seperti itu. Hei, ayolah ia bukan hantu! Mengapa ekspresinya seperti itu? Apa aku begitu tampak menyeramkan sampai ekspresinya seperti itu? Lihat lah baik-baik aku ini namja yang sangat tampan!

Baekhyun menghela napasnya, dan memutar bola matanya malas.

''hh, ayolah Sehun jangan seperti itu. Kau tak tahu aku sangat tampan? Bisakah kau tidak memasang raut wajah seperti itu?''

Ya, Baekhyun tengah berada di rumah Sehun. Dalam hati, Sehun bertanya-tanya. Apa yang Baekhyun lakukan malam-malam begini? Tahu dari mana alamat rumahnya? Dan satu lagi, apa.. dia bersama Chanyeol?

Sehun menggelengkan kepalanya, dan tersenyum kikuk melihat Baekhyun. Tersadar, segera ia mempersilahkan Baekhyun untuk masuk kedalam rumahnya karna cuaca malam semakin dingin dan ya,, dia tidak enak jika membiarkan Baekhyun di luar begitu saja.

Dan jelas Baekhyun tidak menolak ketika Sehun mempersilahkannya masuk dan duduk di sofa empuk yang berada diruang tamu tersebut.

''apa kau haus? Aku akan membuatkanmu minum'' ucap Sehun sedikit kaku.

''terimakasih, tapi kau tak perlu membuatkan minum, kurasa aku disini tak lama'' jawabnya dengan tersenyum.

''lalu ada apa Baekhyun?'' tanyanya herasn.

Baekhyun tersenyum selalu, karna ia datang kesini baik-baik dan Sehun pun juga menerimanya dengan cara yang baik. Ia terdiam sesaat, seraya berpikir sebelum menjawab pertanyaan Sehun.

''aku dan Chanyeol'' Baekhyun memberi jeda pada ucapannya, semakin membuat Sehun penasaran. Apa mereka akan menikah? Sungguhkah itu adalah kabar bahagia? Tentu. Sehun akan menerima dengan lapang jika Baekhyun mengatakan akan menikah dengan Chanyeol, karna Sehun telah rela dengan semua ini meskipun Chanyeol menyakiti hatinya saat itu. Namun saat itu walau sakit terasa didada, Sehun masih bisa berpikir, Chanyeol pantas dengan yang lainnya. Chanyeol pantas bahagia walau bukan dengannya. Toh, sekarang Sehun tak lagi mengharapkan Chanyeol, membiarkan Chanyeol yang tengah memadu kasih dengan bahagia. Tapi, jika Baekhyun ingin memberitahu padanya tentang sebuah pernikahan kenapa dia tak bersama Chanyeol? apa dia di luar hanya berada didalam mobil? Namun sepertinya Baekhyun tidak bersama Chanyeol.

Sehun masih menunggu lanjutan perkataan Baekhyun, Baekhyun sangat lama berpikir dan bertele-tele, pikirnya.

''tentang hubungan kami, semua sudah berakhir'' lanjut Baekhyun. Sehun membulatkan matanya agak tak percaya, tapi mau bagaimana lagi? Baekhyun kini tengah berkata jujur padanya.

''b-bagaimana bisa?'' tanyanya ragu. Baekhyun menatap Sehun sekilas dan menoleh ke jendela hendak berniat memalingkan wajah. Baekhyun menyeringai kecil sebelum menjawab itu semua ''eomma telah menjodohkan ku dengan pilihannya'' Sehun mengerti sekarang kenapa semua bisa terjadi, tapi Sehun masih tidak mengerti apa maksutnya dengan menceritakan ini semua? Apa ini semacam curhat? Bagaimana bisa Baekhyun yang sama sekali tak dekat dengannya tiba-tiba datang ke rumahnya dan menceritakan tentang hubungannya yang berakhir. Pasti.. ada maksut lain dibalik itu semua. Dan membuat Sehun langsung saja bertanya pada Baekhyun

''lalu, apa maksudmu datang ke rumahku? Dan menceritakan ini semua? Bukannya aku tidak suka denganmu, tapi aku hanya heran dan tak mengerti tiba-tiba kau datang padahal kau dan aku tak begitu dekat. Maaf aku berbicara seperti ini, habis kau begitu bertele-tele Baekhyun dan aku tahu selain bercerita ada maksud tertentu dibalik itu semua'' Sehun berkata agak lebih santai dari sebelumnya.

Baekhyun terlihat menatap Sehun lagi namun ia kembali memalingkan pandangannya ke jendela.

''hh kau benar Sehun, baiklah sebenarnya aku'' lagi-lagi memberi jeda. 'ayolah Baekhyun cepat katakan apa maksudmu itu?' batin Sehun tak sabaran.

''aku ingin, kau dan Chanyeol kembali lagi seperti dulu'' ucapnya sedikit kaku. Sehun membelakakan matanya, mulutnya seakan terkunci rapat dan tenggorokkannya terasa kering karna mendengar pernyataan dari Baekhyun.

Membuat Sehun semakin bingung, apa tadi Baekhyun bilang? Kembali? Pada Chanyeol? tidak!tidak sama sekali ia berpikir ingin kembali pada Chanyeol. cukup sudah! Lagi pula ia sama sekali tak mengaharapkan Baekhyun mengatakan itu semua.

Sehun mengerjap ngerjapkan matanya, serta menggelengkan kepalanya kuat kembali menatap Baekhyun meminta pernyataan yang lebih jelas lagi dari Baekhyun.

''aku tidak tega jika harus meninggalkan Chanyeol begitu saja, aku tahu dia pasti sangat terluka. Aku ingin kau bahagia bersamanya, aku tahu ini pemikiran bodoh yang ada di pikiranku. Aku ingin kau bersamanya karna disisi lain aku tahu Chanyeol masih menyimpan rasa padamu. Aku ingin melihatnya bahagia, dan melihatmu bahagia juga tentunya'' tak sadar air mata Baekhyun telah lolos dari pelupuk matanya.

''tidak dengan cara seperti ini Baekhyun, tidak! Apa kau pikir dengan seperti ini aku bahagia bersamanya begitupun sebaliknya? Kau salah Baekhyun, sangat salah! ku akui jika memang Chanyeol masih menyimpan rasa untukku, itu kemungkinan sangat kecil. Karna ternyata, ia mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Lagi pula aku sama sekali tak mengharapkannya kembali, aku sudah merelakannya dengan sangat rela. Berharap kau dengannya akan menjadi salah satu pasangan yang bahagia didunia ini'' jelas Sehun dengan penuh penekanan disetiap katanya.

''salah satu pasangan yang bahagia didunia ini katamu?'' tanyanya mengulangi ucapan Sehun, Sehun mengangguk kecil dan kemudian Baekhyun menyerigai dan terkekeh kecil yang ia tahu kekehannya adalah sebuah penekanan rasa sakit yang sekarang tengah melanda hati Baekhyun.

''hahaha, pasangan bahagia? Setelah tahu pada kenyataannya bahwa aku adalah orang ketiga? Aku adalah orang yang merusak kebahagiaan orang lain! Pantaskah aku mendapatkan kebahagiaan itu bersama orang yang dulunya tengah berbahagia dengan orang lain bernama Oh Sehun? Tiba-tiba seorang Byun Baekhyun datang dan merusak itu semua! Membuat hati seorang Sehun hancur berkeping-keping! Yang harusnya menjadi salah satu pasangan bahagia di dunia ini adalah kau Sehn! Kau! Dan apa kau tak tahu bahwa aku selalu sangat merasa bersalah padamu selama ini?'' ucapnya bergetar dan tangis Baekhyun pun pecah setelah mengatakan itu semua. Sehun tercengang, merasa tak kuat menahan benih-benih bening yang telah terkumpul dipelupuk matanya kini telah terjatuh perlahan mengaliri pipi tirusnya yang putih.

Sehun memeluk Baekhyun agar Baekhyun tak terlalu bersedih namun sia-sia saja Baekhyun bertambah memecahkan tangisannya.

'Baekhyun ku mohon jangan seperti ini, aku..aku menjadi merasa bersalah dan kini membuat hati seorang Byun Baekhyun sakit, sangat sakit' batin Sehun.

Merasa Baekhyun yang dalam pelukannya sudah agak lebih tenang ia pun melepas pelukannya pada Baekhyun, menangkup ke dua pipi Baekhyun, menatap Baekhyun penuh arti.

''maaf—'' ucap Baekhyun.

''tidak, aku yang harusnya minta maaf. kau tak salah, aku telah membuat luka disini'' ujarnya sembari menunjuk dada Baekhyun.

''tapi, maukah kau menuruti permintaanku?'' Baekhyun mengucap penuh dengan tatapan yang Sehun pikir itu adalah sebuah tatapan harapan. Membuat Sehun benar-benar beku tak bisa berkutik, rahangnya rasanya mengeras, bibirnya tertutup rapat, pikirannya? Tentunya berkecamuk karna pernyataan Baekhyun tadi. Sehun benar-benar tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Baekhyun tapi suka tidak suka, mau tidak mau ia tetap tegas mengatakan tidak akan kembali dengan Chanyeol bagaimana pun juga. Karna.. disisi lain Sehun menyimpan rasa tapi bukan dengan Chanyeol melainkan dengan Jongin.

Sehun menggeleng pelan menolak halus sambil melepaskan rangkupan tangannya pada wajah Baekhyun dan jawaban Sehun tentunyaa membuat Baekhyun sedikit memasang raut wajah kecewa. Baekhyun pun tidak bisa memaksa Sehun, karna jika ia memaksa Sehun malah akan membuat Sehun nantinya tak bahagia dan itu akan membuat Baekhyun merasa bersalah lagi pada Sehun.

Baekhyun mengerti dan memasang fake smilenya, ia pun berdiri beranjak dan pamitan pulang pada Sehun. Sehun memegang tangan Baekhyun,bermaksud untuk agar Baekhyun bermalam dulu disini karna tak terasa sudah jam sepuluh malam. Tak baik jika seorang Baekhyun menyetir malam-malam seperti ini.

Tapi, Baekhyun menolak halus sembari melepaskan tangan Sehun darinya. Ia ingin pulang saja karna ia rasa setelah ini, ia akan pesta air mata di dalam kamarnya mungkin. Tak mungkin jika ia harus bermalam disini, menangis sesegukan disini. oh tidak!

Sehun mengantarnya hingga ke depan pintu, mereka saling memandang satu sama lain dan tersenyum bersama-sama berkata 'maaf' sebelum keduanya tersenyum kembali. Ucapan sampai jumpa, selamat malam, hati-hati dijalan, sampai bertemu lagi. Semua sudah terlontarkan dari masing-masing bibir mereka. Baekhyun pun pergi dengan cepat disetiap langkahnya dan memasuki mobilnya lalu menoleh pada Sehun dan tersenyum, Sehun pun membalas senyumannya dan lagi-lagi Baekhyun berkata maaf dari kejauhan sana namun Sehun mengetahui ucapan Baekhyun karna gerak-gerik setiap kata Baekhyun ia perhatikan sedari tadi.

.

.

.

.

.

T B C

.

.

.

.

Ini adalah Chp terpanjang yang pernah dep bikin selama 4chp terakhir. Sengaja sih emang, kenapa? Karna harus hiatus (lagi) gatau nih hiatus mulu, dep juga bosen! Tapi, ya berhubung bentar lagi ujian.. tau kan ujian itu apa? ituloh sarapan yang arghhh bikin geregeutan semoa ourang. Dep harus belajar, memahami soal-soal ujian dan besok nih ya tanggal 17feb dep melaksanakan UCUN 1, tau dong apa itu? Hh nyebelin kan dia emang-_- tapi di sisi lain, dep gamau ngebuat ortu yang selalu pengen anaknya sukses ini tiba-tiba kecewa karna hasil yang gak memuaskan (jangan sampe). Ini jadi curhat ya? Anggep aja pengen lebih deket sama readers disini, dan dep juga ganti pen name yang tadinya kaesungyoung jadi dep jung. Karna dep nama panggilan singkat author dan jung nama marga fav dan juga tentunya pengen lebih akrab sama readers.

Sebenernya ini chp mau lebih panjang lagi, tapi berhubung capek dan nanti kalo kepanjangan readersnya juga bosen baca panjang-panjang. Dan chp apa ini? mana KAIHUN momentnya? Ini kan ff KAIHUN! Yaa mungkin itu di chp selanjutnya tunggu aja, tunggu. OKE?

Silahkan bertanya-tanya sendiri tentang ff yang gaje ini-_- dan siapa hayoooo yang bisa nebak kyungsoo sakit apaan eaa? #pertanyaanOncom! Mana gue tahoookk! Tunggu chp selanjutnya^^

Last, saatnya bales review tapi sebelumnya mau promosi ff baru nih! Yakali minat baca._. kan ga ada yang tahu, serahkan semua pada Tuhan *ini ngomong apa ya? .. ff baru judulnya ''Island Farewell'' EXO OT 12 . HunHan . karna sejujurnya dep kangen BUANGET sama yang namanya HunHan Moment~ mereka yang dulu kemana ya? Hmm.. .. ohya yang minat baca cek aja di my stories tapi kalo gamau baca ya gapapa, ga maksa kok. OKE?

Oke saatnya bales review karna sedikit banyak yang bertanya-tanya, dan ya salah paham antara Jongin sehun ..ekhem.. and sorry for typo..

.

Titan18 : The best sih the best, tapi udah bikin hati sehun 'potek'. Iya kyungsoo kesian ya? Hmm u,u

Mr. Jongin albino : kan udah terungkap siapa orang spesialnya..

rainrhainyrianarhianie : iya, minggu lalu gak terlalu sibuk eon^^ tapi sekarang kembali sibuk #sosibukdih. Suka ga ya? Sedikit bocoran nih, udah pasti suka dong. Kkk di chpt selanjutnya, tunggu~

daddykaimommysehun : jongin gak jahat, cius . bocoran sedikit nih, cinta kok. Emaknya kyungsoo itumah yang dirumah sakit..

SehunBubbleTea1294 : bocoran dikit, suka kok. Si Kyungsoo noh, mau ngapain emangnya kalo kyungsoo ternyata spesial orang jongin?

nhaonk : aissh jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat, belum tentu itu benar? Tunggu ya tunggu..

wonkyuhae : kai selalu jujur. Kesi tau gak ya hmm? Tunggu aja gimana selanjutnya

BIG THANKS TO

Utsukushii02 . wonkyuhae . nhaonk

SehunBubbleTea1294 . daddykaimommysehun

bbuingbbuingaegyo . rainrhainyrianarhianie

Mr. Jongin albino . Titan18 . azloef . sehunnoona

sehunWind . Dhedey . Guest . jung yeojin

Ayupadma28 . .56

Wahyuthetun . byuncrackers . kikikyujunmyun . sayakanoicione

AND OTHER'S PEOPLE

THANKS TO READ AND LEAVE UR REVIEW ON THIS FIC

SO

Mind to review?