Preview
''k—kyungsoo?'' ucap Sehun sedikit terbata.
''bisakah aku bicara denganmu? Ini menyangkut Jongin''
Deg~
'Jongin? kenapa Kyungsoo berbicara seperti ini? ada apa dengannya?' batin Sehun
''bisa?'' tanya Kyungsoo lagi, dan Sehun mengangguk setuju.
''ikut aku'' ucap Kyungsoo, kemudian berjalan didepan dengan Sehun yang berada dibelakangnya.
.
.
.
.
Wtbwy 8
.
.
.
.
Udara sejuk yang menampar kulit, namun tak terasa sakit sedikitpun. Pohon-pohon yang besar menyelimuti sekeliling, bunga-bunga berguguran dari dahannya, diterpa angin daun-daun pun ikut menari kesana kemari.
Juga, disekeliling dipenuhi bebatuan-bebatuan berwarna abu, tanda salib yang menancap disetiap ujung atas batu itu, taburan bunga-bunga kering diatasnya.
Kini, Jongin tengah berada ditempat, dimana eommanya beristirahat untuk selamanya. Entah, Jongin benar-benar tidak tahu kenapa eommanya bisa pergi secepat ini. ya, itu karna sang Kuasa sudah mengambil alih kehidupan eommanya untuk kembali.
Jongin tidak tahu apa penyebab, kenapa eommanya bisa pergi, mungkin ia akan menuntut penjelasan kepada appanya. Jongin sedang sendiri, appanya menunggu dimobil dijarak kejauhan kurang lebih 20meter dari makam itu.
Jongin menatap nanar batu nisan usang itu, sudah berapa lama eommanya pergi?
Lihatlah, yang ada disekelilingnya hanya rerumputan liar yang setiap harinya tumbuh dan semakin banyak, serta daun-daun kering yang ikut meramaikan makam itu. Perlahan tangan Jongin mencabuti rerumputan itu, dia membersihkannya, eommanya cantik! Makamnya juga harus cantik!
Setelah beberapa menit, dan dirasa cukup Jongin berhenti memberrsihkan itu, tangannya mengusap batu nisan itu rasa sedih, bersalah, penyesalan entah kenapa sangat menyelimuti hatinya.
Tersenyum miris, matanya memanas, sedikit cairan bening memupuk dimatanya, tak tahan air matapun itu jatuh. Oh tidak! Dia tidak boleh bersedih, pasti eommanya akan bersedih juga. Jongin menghapus kasar air matanya, lalu ia beralih pada samping kirinya, perlahan ia merauk bunga-bunga yang tadi ia beli sebelum kesini. Jongin menaburkan dengan penuh arti, kemudian ia menaruh sebuket bunga mawar putih yang indah.
Selama dimakam, Jongin hanya diam. Tak sanggup untuk mengeluarkan kata sedikitpun. Sudah cukup, ia juga tak boleh berlama-lama ditempat keramat seperti ini. ia pun berdiri melenggang pergi, sebelumnya sempat melihat batu nisan itu dan tersenyum.
.
.
.
.
.
''kurasa disini bagus'' ujar Kyungsoo,
''hei ayo kemari'' Kyungsoo memanggil Sehun, mengajaknya mendekat. Sehun mendekat, sungguh ia gugup.
Mereka tengah berada dihamparan padang rumput yang indah, siapapun yang melihat kupastikan akan terpesona. dan sungguh, Sehun menatap Kyungsoo bingung tak mengerti.
''baiklah, lalu ada apa?'' tanya Sehun penasaran, Kyungsoo tersenyum manis.
''duduklah dulu'' ujarnya sembari menepuk rerumputan sebelahnya. Sehun tersenyum simpul dan mengikuti apa yang Kyungsoo bilang.
Kyungsoo menoleh pada Sehun, memperhatikannya begitu dalam. Sehun yang merasa ditatap menoleh perlahan, memberi tatapan ada apa?
''hh apa, apa kau benar-benar menaruh hati dengan Jongin?'' tanyanya
''ap-apa?'' Sehun sudah jelas semakin bingung, keringat seperti mengalir deras dari pelipisnya padahal tidak. Ya, dia hanya gugup. Sehun tampak berpikir, ya memang diakui Sehun menaruh hatinya penuh harap pada Jongin. tapi, jika ia mengaku dengan Kyungsoo.. apa yang akan Kyungsoo lakukan atau katakan selanjutnya? Tapi dalam hati kecilnya seperti ada dorongan dia harus jujur, dia harus berani, apapun resikonya. Toh, hanya mengaku bahwa ya benar dia menaruh hati dengan Jongin.
''Sehun, jawab aku'' Sehun menatap Kyungsoo kembali, dan ia mengangguk meng-iyakan pertanyaan Kyungsoo tadi. kyungsoo menunduk dan tertawa kecil, Sehun melihat itu, ada apa dengannya?
''aku tahu'' ujar Kyungsoo sembari mendongak, memandang rerumputan didepannya.
'Tahu? Tahu apa? apa? apa?' batin Sehun berbicara penasaran.
''aku tahu kau menaruh perasaan padanya, sudah kuduga dan wah ternyata benar, aku tidak salah untuk itu. Dan aku senang karna kau yang menaruh hati pada Jongin bukan orang lain. Kau tahu kan tentang apa yang sedang ku alami? Tentang penyakit, ya kau tahu itu. kupikir, aku.. aku tak bisa berlama-lama dengan Jongin, bisa saja aku hanya punya waktu seminggu sebelum aku pergi kesana'' ujarnya sambil menunjuk langit nan indah dengan awan disekelilingnya.
''kyungsoo jangan bicara seperti itu!'' Sehun menanggapi apa yang diucapkan Kyungsoo barusan dengan nada sedikit tinggi, bisa-bisanya Kyungsoo berbicara seperti itu astaga.
Kyungsoo tersenyum simpul sebelum membalas ucapan Sehun.
''cepat atau lambat aku akan pergi Sehun, dan aku pasti bahagia disana. Sehun, kau mau berjanji satu hal padaku?'' tanya Kyungsoo, Sehun dengan sigap mengangguk sebagai jawaban. Kyungsoo meraih tangan Sehun dan mengenggamnya erat.
''aku mau kau menjadi milik Jongin, begitupun sebaliknya, kalian harus melengkapi satu sama lain. Kau harus memiliki Jongin seutuhnya, begitupun sebaliknya. Arra?''
Darah berdesir mengalir cepat keseluruh tubuh Sehun, gelisah dahsyat namun terselip perasaan senang didalamnya. Ingat Sehun, kau sudah janji dengannya dan kau harus menepati janjimu itu. tapi, jika ia menjawab iya apa Kyungsoo tak akan merasakan sakit? Dihatinya? Bagaimana bisa? Dan bagaimana kalau Jongin sebenarnya hanya menaruh hati pada Kyungsoo? Tidak untuknya. Ayolah Oh Sehun, kau harus berpikir dengan jernih.
''Sehun kumohon'' pinta Kyugsoo, Oh God Sehun takkan bisa menolak. ''t tapi''
''aku tak marah padamu, aku yang merelakannya untukmu. Kalaupun aku bisa hidup lebih lama dengan penyakit ini, aku juga tidak akan menikah dengan Jongin karna aku tak mau Jongin memiliki pendamping hidup yang punya penyakit sepertiku, itu bisa merusak hatinya sendiri. Bagaimana jika aku menikah lalu tak lama aku mati? Hah bunuh saja aku sekarang, aku takkan rela jika butiran-butiran air berharga keluar dari mata Jongin. dan aku yakin, sangat yakin Jongin juga cinta padamu Sehun, percayalah''
Benarkah?
'jongin mencintaiku?' batin Sehun, percaya tidak percaya. Lihatlah, Kyungsoo sangat mencintai Jongin jika dilihat dari ucapan-ucapannya barusan. Tak tergores kesedihan diwajahnya, tapi kau tak tau kan bagaimana hatinya?
''maaf, aku tak bisa Kyungsoo'' ucap Sehun lirih, ''kenapa?''
''aku tidak ingin ada pihak yang tersakiti disini, dan Jongin tak mencintaiku. Dia hanya mencintaimu''
''justru jika kau seperti ini, pihak yang tersakiti lebih banyak. Kau, aku, dan Jongin. kau yang tak bisa bersatu dengan Jongin, dan aku yang kecewa karna kau tak mau berjanji padaku. Percayalah, Jongin tak mencintaiku selama ini. jadi, berjanji padaku arra? Kau tak usah khawatir, aku tak kan marah. Aku akan selalu mendukung hubungan kalian, aku janji'' ucap Kyungsoo riang sambil menunjukkan kedua jarinya membentuk peace.
Sehun tersenyum simpul dan kemudian mengangguk kecil. Kyungsoo merekahkan senyumannya, akhirnya dia berhasil membujuk Sehun untuk berjanji padanya.
''Kyungsoo, lalu selama ini kau kemana saja?''
''aku dirumah'' jawab Kyungsoo santai, dan tentu Sehun bingung. Bukankah beberapa waktu lalu ia dan Jongin mengunjungi rumah Kyungsoo tapi tidak ada tanda-tanda manusia didalamnya?
Seakan tahu pikiran Sehun, Kyungsoo pun menjawab lagi.
''aku tahu kau dan Jongin mencariku, lalu kalian kerumah ku kan? Dan itu aku ada didalam. Aku ingin menenangkan pikiranku, aku tak ingin bertemu siapapun. Aku juga melarang eomma membukakan pintu untuk siapapun itu''
.
.
.
.
.
.
Klek
Pintu mobil terbuka, menampakkan pria jangkung—Chanyeol. dengan tangan kiri yang masih mengenggam ponsel seperti orang yang menunggu telpon dari seseorang diseberang sana.
Kini hari telah menjelang sore, kurang lebih sekarang sudah jam 5.25 waktu Korea. Chanyeol tengah berdiri disebuah bangunan rumah mewah berwarna putih menjulang tinggi keatas namun tak dapat menggapai awan.
'kring'
Ponsel Chanyeol berbunyi menandakan pesan masuk dari ponselnya. Chanyeol segera membaca isi pesan tersebut, kemudian ia merapihkan pakaiannya sebentar lalu ia berjalan memasuki gerbang rumah mewah itu.
Perlahan kakinya menapak sejurus dengan tatapannya menuju pintu berwarna coklat tua itu, dekat dan semakin mendekat sehingga ia kini telah sampai tepat didepan pintu. Pintu segera terbuka otomatis tanpa ia berbicara apapun seperti ada orang yang sudah mengkoordinasinya. Dan tentu saja orang itu pasti mengenal Chanyeol.
Chanyeol masuk begitu saja, begitu masuk ia langsung disambut dengan Yunho yang tengah duduk disopa panjang diruangan itu. chanyeol tersenyum kecil dan menghampiri Yunho.
''Selamat Sore'' ucap Chanyeol, Yunho berdiri dan memberi tepukan kecil pada bahu Chanyeol.
''ahjussi Junsu tadi menelponku dan dia bilang aku disuruh kesini? Ada apa? katamu aku tidak boleh lagi kesini karna alasan bodohmu waktu itu'' Chanyeol bersungut pada Yunho. Yunho tertawa kecil,
''aku akan mengenalkanmu pada kakakmu'' skakmat! Mata Chanyeol membulat, apa itu tadi? kakak? What?!
Yunho memetikan jarinya, dan langsung dihampiri oleh seorang ahjusii—Junsu. Junsu seolah mengerti langsung menaiki tangga seperti sedang memanggil seseorang. Yunho menyuruh Chanyeol duduk dulu, tak elit jika sopa mahal hanya dipajang tanpa diduduki kan?
Tap
Tap
Terdengar derapan kaki dari tangga sedang menuju ke bawah.
Chanyeol menoleh dan siapa dia? Tapi.. sepertinya ia pernah melihatnya sesekali.
'''ah Jongin, cepat kesini aku akan mengenalkanmu padanya'' ucap Yunho tanpa menoleh pada Chanyeol, Jongin pasti tahu orang yang dimaksud Yunho siapa.
''dia adikmu'' Jongin berhenti sebentar, adik? Apa Yunho menikah lagi dengan orang lain selain eommanya?
''annyeong, namaku Chanyeol'' tringggg seperti alarm yang bertengger dikepala Jongin, Chanyeol? apa ini Chanyeol yang dimaksut Sehun? Selama ini Jongin belum pernah tau seperti apa rupa Chanyeol karna Sehun tak memberitahunya entah karna alasan apa
''aku Jongin'' ucap Jongin sembari ikut duduk disopa itu, mereka butuh penjelasan kenapa ini semua bisa terjadi. Yunho menceritakan dari awal dimana waktu itu Yunho mengadopsi Chanyeol dari panti asuhan karna saat itu ia sedang berkunjung ke panti asuhan dan berpikiran untuk mengangkat Chanyeol sebagai anaknya, waktu itu umur Chanyeol sudah 16tahun dan Jongin 18tahun saat dimana mereka—orang tua Jongin berpisah.
Yunho juga mengangkat Chanyeol sebagai anak karna, dia tertarik dengan Chanyeol dan itu mengingatkannya pada Jongin, dan karna juga pada waktu itu Jongin telah memutuskan untuk hidup sendiri, ia tak mau ikut tinggal dengan salah satunya—ayah ibu Jongin.
Setelah bercerita mereka mengangguk paham, lalu Yunho pun berdiri meninggalkan mereka berdua katanya sih biar Chanyeol dan Jongin akan akrab.
''Chanyeol'' panggil Jongin, oh sungguh ia ingin menanyakan hal ini pada Chanyeol sedari tadi.
''ya hyung?'' jawab Chanyeol. jongin tampak berpikir sebentar dan ya.. dia harus menanyakan ini..
''hmm apa kau kenal Sehun?'' tanya Jongin hati-hati. Chanyeol sedikit tersentak ketika Jongin berbicara seperti itu, tidak lebih tepatnya menyebut nama Sehun, apa ia kenal? Pikir Chanyeol.
''hm ya aku mengenalnya dia temanku hyung, dan kau mengenalnya? Kenapa kau menanyakan ini padaku?'' Chanyeol penasaran.
''jadi kau yang pernah menyakiti hatinya?'' Jongin mengabaikan pertanyaan Chanyeol, ia lebih memilih bertanya tentang pertanyaan-pertanyaan yang mengiang diotaknya.
''apa maksudmu hyung? Aku tidak mengerti'' jawab Chanyeol dengan nada sedikit meninggi, Jongin menyeringai kecil melihat tingkah laku Chanyeol yang gugup seperti itu.
''kau berselingkuh kan dari Sehun'' dan Chanyeol pun tersentak,
''bahkan aku sekarang sudah tidak punya kekasih'' Chanyeol menjawab sedikit menunduk, karna mengingat Baekhyun. Jongin tampak heran, ia tidak salah orang kan? Ini Chanyeol yang dimaksut Sehun kan?
''kenapa?'' tanya Jongin penasaran, Chanyeol mendongak dan menghela napasnya sebentar sebelum menjawab ''dia akan dijodohkan oleh pilihan eommanya'' Jongin tertawa kecil sebelum menanggapi ucapan Chanyeol.
''itu karma karna kau sudah berani selingkuh, menyia-nyiakan Sehun yang tulus padamu''
''apa Sehun masih emm mencintaiku?'' tanya Chanyeol hati-hati, Jongin berdiri beranjak pergi sebelum ia melangkah kaki kembali ke kamar ia sempat menjawab ''aku tidak tahu''
Lalu Jongin pergi begitu saja meninggalkan Chanyeol yang tengah berpikir disopa, ia berpikir bagaimana Jongin bisa mengenal Sehun? Chanyeol memang seperti melihat Jongin beberapa kali sedang bersama Sehun dan apa Sehun masih emm mencintainya?
.
.
.
.
''Baek? Baekhyun?'' seseorang memanggil nama Baekhyun, Baekhyun yang tengah berdiri didepan kaca menoleh kebelakang siapa yang masuk kedalam kamarnya, walau Baekhyun sudah tahu yang masuk adalah sang eomma.
''jangan terlalu dipikirkan Baek, oh ya ini eomma membawa jas untukmu. Kau harus memakainya besok malam, karna kita akan bertemu dengan calon pendampingmu'' ujar eommanya. Baekhyun hanya menatap nanar pada jas putih dengan sedikit garis hitam dibagian kerah. Tidak, ia tidak ingin memakai ini, dia tidak mau dijodohkan. Tapi, apa yang harus ia lakukan?
Eommanya tersenyum, mengelus rambut halus Baekhyun. Kemudian melenggang pergi keluar dari kamar Baekhyun, setelah sebelumya menaruh jas itu diatas kasur. Baekhyun tak bergeming, yang ia pikirkan.. haruskah ia melakukan ini?
.
.
.
.
''ah ternyata bermain bersamamu sungguh mengasyikan ya'' ujar Kyungsoo sambil tetawa kecil, Sehun pun ikut tertawa kecil. Mereka, semenjak pembicaraan tadi, mereka sekarang terlebih terlihat akrab. Mereka menjalin hubungan pertemanan yang baik.
Mereka seharian ini menghabiskan waktu berjalan-jalan, berbicara kecil, lalu Kyungsoo mengunjungi eomma Sehun yang sedang sakit.
''kita bisa berbincang kecil setiap hari jika kau mau'' ucap Sehun sambil tersenyum, Kyungsoo mengangguk semangat. Ia melihat jam yang bertengger ditangannya.
''baiklah kurasa aku harus pulang sekarang, kalau tidak nanti eomma ku akan mengomel-ngomel dan itu membuatku pusing'' ujarnya, Sehun mengangguk paham pada Kyungsoo.
''sampai jumpa besok Sehun, dan jangan kau lupakan janjimu itu'' ucap Kyungsoo sambil tersenyum. Sehun tersenyum simpul dan kemudian mengucapkan sampai jumpa juga, lalu Kyungsoo pun berjalan, Sehun memandang punggung sempit itu yang lama kelamaan menghilang dari pandangannya.
'aku sudah berjanji, aku pasti bisa' batin Sehun.
.
.
.
.
Pagi ini Yunho memberi jas hitam yang terlihat mewah, Jongin yang melihat itu semua tentu saja bingung. Sebelum ia bertanya, Yunho sudah berbicara duluan seperti ia sudah tahu apa yang ada dipikiran Jongin.
''kau pakai ini nanti malam'' ujarnya,''untuk apa?'' tanya Jongin yang sudah jelas penasaran.
''kau akan bertemu dengannya'' Yunho mengembangkan senyumannya.
''dengannya? Siapa? Tolong jelaskan dengan benar appa'' Jongin berkata dengan tidak sabaran.
Yunho menghela napasnya sebentar sebelum berbicara ''kau akan kujodohkan dengan anak dari Tuan Byun, namanya Byun Baekhyun dia laki-laki yang cantik, pintar dan pasti kau akan menyukainya''
''bagaimana bi—''
''dulu waktu kau masih bayi, begitupun dengan Baekhyun. Keluarga kita dengan keluarga Byun sangat dekat. Dan dulu kita pernah berbicara tentang masa depan kau dan Baekhyun. Lalu eomma Baekhyun bilang suatu saat nanti jika kalian sudah besar, kalian harus menjalin hubungan seperti pernikahan. Kau memang tak mengenal Baekhyun karna sewaktu Baekhyun berumur setahun, keluarganya memutuskan untuk ke Jepang dan sekarang mereka telah kembali ke Korea''
''aku tidak bisa'' jawab Jongin dengan nada penuh amarah, hei Jongin sudah besar dan tentunya bisa menentukan yang mana yang nantinya jadi pendamping hidupnya. Pernikahan bukanlah permainan, pernikahan harus didasari cinta yang tulus agar dapat menjalin rumah tangga yang baik dimasa mendatang.
''aku tidak mau tahu, aku kau dan Chanyeol akan kerumahnya malam ini. tidak ada penolakan, eommamu juga dulu setuju dengan hal ini dan dia sangat senang. apa kau tidak tahu seberapa besar kecewanya eommamu jika kau menolak ini'' ucap Yunho panjang lebar.
Jongin tertegun tak bergeming. Eommanya juga menginginkan ini? jongin ingat, dia belum pernah membahagiakan eommanya semasa eommanya hidup dan ini saatnya, tapi haruskah dengan menikah dengan seorang yang bernama Baekhyun?
'tunggu! Apa tadi? Baekhyun? Kenapa nama itu terasa familiar ditelingaku?' batin jongin, Yunho meninggalkan Jongin yang tengah berkalut dengan pikirannya sendiri.
'bagaimana dengan perasaan ini? aku hanya ingin emm Sehun'
.
.
.
.
Sehun menemani eommanya hari ini, dua hari lagi eommanya sudah bisa dibawa pulang kerumah. Sungguh senangnya, eommanya juga pasti rindu suasana dirumah. Iyakan?
''Kyungsoo itu teman barumu?'' tanya eommanya. Sehun menggeleng
''tidak juga''
''bertemu dengannya dimana?''
''beberapa waktu lalu dia juga masuk rumah sakit ini eomma, dan aku sering melihatnya ditaman bersama Jongin. dia.. dia teman dekat Jongin semenjak kecil, lalu Jongin mengenalkan kami dan yah seperti yang eomma tahu, aku sudah berteman baik dengannya.''
''lalu kau bagaimana dengan Jongin? apa kau sudah menjadi keka—''
''ah eomma! Aku lupa! kau belum makan kan? Kau harus makan agar cepat pulang. sebentar akan ku panggilkan suster yang biasa membawakan makanan untukmu, hahhh kenapa dia lama sekali. Tunggu disini aku akan kembali'' setelah berkata Sehun langsung melesat pergi, membuka pintu untuk keluar dan menutupnya dengan tidak sabaran. Eommanya seakan tahu, Sehun selalu saja mencari cara untuk mengindari pertanyaannya.
Sehun berdiri didepan pintu ruang inap eommanya, dia menunduk menatap sepatunya. Dia sengaja menghindari pertanyaan itu, dia sedang ingin tenang dengan tidak adanya Jongin dan mencoba memikirkan janjinya.
'Jongin! ahya dia kemana? Tumben sekali tidak mengabariku. Aishh apa yang kau pikirkan Oh Sehun!' rutuknya dalam hati, dan melenggang pergi memanggil suster yang biasa membawakan makanan untu eommanya.
.
.
.
.
.
.
''kau sudah siap?'' tanya yunho dari ambang pintu, melihat Jongin yang berdiri didepan kaca dengan balutan jas hitam mengkilat, membalut kulitnya, menampakkan sosok maskulin. Sungguh Jongin tampan.
Jongin mengangguk kecil, Chanyeol tiba-tiba datang dan masuk menghampiri Jongin.
''wah hyung! Lihat dirimu, calonmu pasti akan langsung terbang kesana'' Chanyeol berucap antusias terhadap Jongin.
''terbang kemana?'' tanya Jongin, oh sungguh pertanyaan bodoh.
''ke atap rumah! Ya sudah jelas kelangit! Lalu akan terjatuh dan mendarat tepat dihatimu!'' Jongin menyeringai, mendapati adik tirinya yang seperti ini, dia tidak pernah membayangkan punya adik seperti ini.
''sudah sudah, lebih baik kita cepat berangkat. Keluarga Byun pasti sudah menunggu'' Yunho berucap dan melenggang pergi, diikuti Chanyeol dan Jongin dibelakangnya.
.
.
Selama dijalan, Jongin hanya diam menatapi pemandangan yang mereka lewati disetiap sudut jalan kota Seoul, berbeda dengan Chanyeol yang terus mengoceh bersama appanya, membicarakan hal-hal yang tidak jelas.
Jongin tak memperdulikan mereka, ia hanya fokus pada apa yang ia lihat disetiap jalan hingga
'itu Kyungsoo!' Jongin memekik dalam hati, sambil menyipitkan matanya melihat kebelakang dan dia tidak salah lihat itu adalah Kyungsoo, sedang apa dia berjalan sendiri malam-malam begini?, pikir Jongin.
.
.
.
.
Mobil pun berhenti, sebuah rumah klasik nan elegan menyapa mata sang pengunjung. Mereka membuka pintu mobil dan segera berjalan menuju pintu putih itu. jongin gugup, haruskah ini ia lakukan?
'ting nong' Yunho memencet bel dan itu semakin membuat Jongin gugup. Gagang pintu bergerak menandakan seseorang tengah membuka pintu dari dalamnya. Mereka disambut dengan maid yang menyapa dengan ramahnya. Mempersilahkan masuk dan memberitahu keluarga Byun tengah berada diruang yang khusus untuk pertemuan tamu special.
Jongin dan Yunho berjalan mengikuti arah sang maid menunjukinya jalan, sedangkan Chanyeol? dia diam berpikir,Ia tahu tempat ini, inikan rumah Baekhyun.. ia tidak salah, sedari tadi semenjak dijalan ia memerhatikan arah jalanan dan benar-benar jalan menuju rumah Baekhyun. Terpampang jelas bentuk rumah ini dari luar, ini rumah mantan kekasihnya.
''oi Chanyeol kenapa diam, cepat sedikit'' Jongin membuyarkan Chanyeol yang tengah berkalut dengan pikirannya. Ia melangkah secepat mungkin untuk mensejajarkan langkahnya dengan Jongin yang sudah didepan agak jauh dari tempat ia berdiri.
.
.
''selamat malam'' ucap Yunho, keluarga Byun yang tengah menunggu menoleh ke pintu dimana Yunho berdiri, tentu saja mereka langsung berdiri dan menghampiri Yunho.
''selamat malam juga, silahkan masuk'' ucap nyonya Byun. Mereka menyapa dengan ramah mempersilahkan duduk terlebih dahulu,
''dia akan turun sebentar lagi, dia pasti akan menyukaimu Jongin.'' Jongin hanya tersenyum kikuk mendapati dirinya yang seperti orang bodoh, yang mau saja menerima perjodohan ini.
Tap, suara derapan sepatu terdengar. Chanyeol segera melesatkan matanya kepintu bermaksut untuk melihat siapa yang datang.
Tap, suara derapan itu semakin mendekat. Membuat Chanyeol semakin penasaran,
Tap, sebelah sepatu sudah nampak didekat pintu. Selangkah lagi orang itu akan menunjukkan seperti apa rupanya, semoga saja bukan..
Tap, langkah terakhir yang menampakkan sosok itu. dan Chanyeol seperti membeku, ia tidak percaya dengan ini, lidahnya kelu, matanya seperti ingin keluar, dan dadanya sesak. Mata Chanyeol bertemu dengan matanya—
—Byun Baekhyun..
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Mian update lama waktu itu menjelang ujian, dan hiatus nulis dulu. maaf nemuin beribu typo dan alurnya agak kecepetan .waktu itu aku juga sempet hftttt nyebelin sebenernya ngebahas ini yang rumornya Kris mau leave.
Hah sedih T^T kita jangan percaya selagi belom ada pernyataan langsung dari SM maupun Krisnya. Dan yang katanya Kris kena penyakit aku lupa namanya, pokonya kelainan otot jantung gitu kalo gasalah. Aku si gatau dan gamau tau tentang itu.
Sempet gimana gitu pas dio ngomong kalo gasalah ''This is start of EXO'' pas diacara apa tuh aduh sumpah gua lupa, terlalu banyak acara mereka entah m countdown mbc atau apalah ya pokonya itu. itutuh kata yang simple, tapi artinya dalem. Dio diem diem nyimpen beribu kata yang dalem ya.. oke udahan.
Huhhh semoga masih ada orang yang mau baca fic gaje ini, sangat berterimakasih sekali saya^^ makasih favs, follow, reviewnya. Yang sider, ayolah jangan jadi sider aku sedih nih hhuhhuuu.
Reviewnya? Makin banyak review, aku tambah semangat nanti, ayo dong^^
SALAM OVERDOSE~EXO OT12~
