FALL-FELL-FALLEN
Pairing:
Yunjae
Rated:
M
Genre:
Comedy, Romance
.
Hai.. hai… hai…. Maxy dataaaang… ^^
Terimakasih banyak teman-teman… hug hug hug
Maxy sangat senang melihat antusias teman-teman membaca fict maxy…#menangis haru…
Maxy sayang kalian semua… ahihihihi
Seperti biasa hug n kiss untuk teman-teman yang sudah bersedia memberikan sepatah dua patah atau berpatah-patah katanya untuk maxy…
Krisslyd, YunHolic, shanticassiopeia, Vic89, luthfieannhaaryhanhiiey, Yjboo, princesssparkyu, missjelek, gwansim84, Izca RizcassieYJ, Dipa Woon, srwang4, 6002nope, Jung Jaehyun, alvida the dark knight, Apple KyuMin, icha junsu, nunoel31, myeolchi gyuhee, jae sekundes, Cho Sungkyu, EMPEROR-NUNEO, ichigo song, riska0122, xia-phie-CJHLover, irengiovanny , simijewels, Lady Ze, opahfumi, cindyshim07, yf123, lanarava6223, mako47117, ShinJiWoo920202, Mimi-ah, zhe, ifaparunda, Chris1004, Zhie Hikaru, yyyjjj5, Versya seyra, dhian930715ELF, JungJaema, Hana - Kara, cminsa, Yuusan90, DarkLiliy, yoon HyunWoon, nickeYJcassie, JustYunjae, IrNana, JUNG YONGKI, okoyunjae, Siapaya, yoshiKyu, akiramia, Eternal Yunjae, Vivi, Ryukey, bearnya jung, aISiTi, kyoarashi57, Juuunchan, jema agassi, hana sukie, Naritha, tria, vampireyunjae, hana sukie, Dennis Park, rizqi casshiper, Mayasari, min, RedsXiah, mimi, rly c jaekyu, jaena, Himawari Ezuki, Fha, Elzha luv changminnie, CuteCat88, futari chan, Park July, diamond's, sungminlee, insun taeby, Nee-chan CassieBigeast, meirah.1111, dan paraGuest.
.
Yuk langsung aja deh…
Saran aja sih: bacanya jangan cepat-cepat biar lebih berasa nendangnya… ahihihihi ^^
Semoga teman-teman suka
Happy reading n don't forget to give your lovely review… ^^
Chu..~.~.~
.
Preview
.
.
"Mian ahra… inilah mengapa aku tidak bisa menerimamu… aku sangat mencintainya… aku mencintai kekasihku… Kim Jaejoong" ucap Yunho kemudian mengeratkan pelukannya dipinggang Jaejoong.
Tanpa berkata apapun, Ahra kemudian keluar dari ruangan Changmin. sedangkan Suasana berubah menjadi sedikit canggung diantara 3 namja yang tetap berada diruangan itu.
Sungguh ide gila Changmin memang menjadi penyelamat Yunho. Tapi apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Ahra pasti akan terus membuntuti Yunho dan Jaejoong untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar sepasang kekasih dan akan menikah. Lalu apa yang akan Yunho dan Jaejoong lakukan selanjutnya?
.
.
Part 2
"Changmina… kau tak mengerti betapa ahra sangat mengerikan. Kenapa kau malah mengeluarkan ide seperti itu?" tanya Yunho meminta penjelasan setelah ahra keluar dari ruangan Changmin.
"kata itu meluncur begitu saja hyung.." ujar Changmin innocent
"Aku yakin kalau dia tidak akan menyerah begitu saja. Lalu apa yang harus aku lakukan dengan ide gilamu itu? Aiiisshhh kau ini" Yunho masih heboh, bagaimana tidak, ia tahu betul bagaimana sifat ahra. Dan ide Changmin tadi memang benar-benar harus dipikir ulang lagi. meski hari ini berhasil tapi bagaimana dengan hari berikutnya?
"Mudah saja hyung"
"Maksudmu?"
"Tinggal teruskan saja acting kalian saat Ahra ada didekat kalian. Atau nikah saja sekalian kan beres" Jawab Changmin enteng
PLETAAKKKK
"Beres kepalamu" ujar Jaejoong yang mulai ikut bicara setelah memukul kepala Changmin,
"Awww. Hyung…" rintih Changmin, "Aku kan hanya membantu Yunho hyung mengatasi masalah yang selalu dikejar oleh Yeoja." Changmin masih mencoba memberikan alasan yang rasional.
"Iya, tapi tidak dengan memberikanku masalah yang baru" sahut Yunho
"siapa bilang aku menambah masalah baru? Aku mengatasi masalah tanpa masalah hyung… percayalah..." ucap Changmin sambil menatap Jaejoong dan Yunho secara bergantian
Diam.
"Owh… come on… hyung… nikmati sajalah… bukankah ini bagus? Kalian sama-sama jomblo kan? Cobalah gunakan kesempatan ini untuk saling dekat, siapa tahu cocok" ucap Changmin asal.
NGEEEKKK
Yunho dan Jaejoong seketika mentoyor kepala Changmin, "Awww… aiiissshhhh… kalian ini… percayalah kepada ideku ini… Kalau Yunho hyung terbukti gay, pasti semua yeoja akan mundur dengan teratur. Aku yakin itu" Changmin membela diri sambil mengusap kepalanya yang sedikit nyeri.
"Kalau mereka tahu ini hanya sandiwara?"
"aigooo Yunho hyung … ya jangan sampai tahu kalau ini sandiwara"
"Kau belum tahu ahra, dia tidak akan mudah menyerah tanpa bukti yang jelas"
"mudah saja.. tinggal acting ciuman di depannya kan beres"
"MWO?!" Yunho dan Jaejoong
Changmin seketika langsung terbahak, "Aigooo… lihatlah wajah kalian… ahahahhaha"
"Kau gila" gerutu Jaejoong, bagaimana mungkin berciuman sembarangan.
"bukankah kau masih gay Jae hyung? Dan bukankah kau memang gay Yunho hyung? Bukankah ini pertanda bagus? Dan dengan begitu tidak masalah kan jika kalian ciuman?"
CRAP
"YAAHHH…. SHIM CHANGMIN….Hentikan omongkosongmu…. Kau sungguh mengerikan" gerutu Jaejoong sambil melemparkan vas bunga ke arah Changmin. untung saja Changmin sempat menghindar.
Changmin hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Yunho dan Jaejoong hanya bertukar pandang, sedikit canggung.
Pertanyaan macam apa itu? Siapa yang masih gay dan memang gay? kenapa Changmin sok tahu sekali. Changmin benar-benar gila (?)
.
.
.
"mianhe, kau jadi ikut terlibat dalam masalah ini" ucap Yunho sambil berjalan di koridor menuju ke tempat parkir.
"Tidak apa-apa… Semoga setelah ini Ahra tidak mengganggumu lagi "Jaejoong tersenyum.
Yunho mengangguk dan membalas senyuman Jaejoong.
"Aku sempat kaget dengan ulah Changmin tadi… terkadang idengan sangat mengerikan" ucap Jaejoong sambil terkikik.
Yunho ikut tertawa sambil memandang Jaejoong, tak sadar sedari tadi matanya tak pernah lepas dari Jaejoong.
Jaejoong masih terkikik, punggung tangannya menutupi mulut, khas sekali. Jaejoong selalu melakukan itu ketika tersenyum ataupun tertawa.
Menawan… begitulah kira-kira yang ada di pikiran Yunho tentang Jaejoong
Tiba-tiba mata mereka tak sengaja bertemu.
DEG
Entah mengapa ada debaran aneh yang dirasakan keduanya saat mereka bertemu pandang.
Jaejoong berhenti tertawa, begitu juga dengan Yunho.
Mata mereka saling menatap
Diam
Kecanggungan tiba-tiba menyergap
"mmm… aku pulang dulu" ucap Jaejoong memecah keheningan. Tak terasa mereka berdua sudah berada di tempat parkir.
"Ah.. ne… hati-hati…" sahut Yunho
Hening
"Ok… aku pergi" Jaejoong bergumam sambil memberikan senyum yang sedikit kaku. Entah ada apa dengan dirinya kali ini.
"Jae… sebentar…" tangan Yunho menghentikan Jaejoong.
Yunho memegang pergelangan tangan Jaejoong.
DEG
Jaejoong menoleh
"Gomawo…"
Jaejoongpun tersenyum mendengar ucapan Yunho. ia kemudian mengangguk.
Hening
"Aku pergi" ucap Jaejoong kemudian
"Oh ne…" Yunho tersenyum
"mmm.. Yun… itu… tanganku…" gumam Jaejoong ragu sambil menunjuk tangannya
"Huh? Tangan?" Yunho bingung, ia kemudian melihat tangan Jaejoong yang ternyata sedari tadi masih digenggamnya.
BLUSSHHHH
Pipi kedua namja inipun langsung memerah. Seketika Yunho melepaskan tagan Jaejoong, "mm-mian.. aku hanya…"
"Gwenchana Yun.." Jaejoong berusaha tersenyum dengan tenang, padahal perasaannya sudah membuncah seperti gunung yang mau meletus.
Yunho melemparkan senyuman, sedikit kaku.
"Baiklah… aku pergi" ucap Jaejoong dengan segera dan sedikit membungkuk. Ia kemudian secepatnya berjalan meninggalkan Yunho.
.
.
Jaejoong langsung menghembuskan nafas beratnya sambil bersandar didalam mobil. Ia memegang dadanya, jantungnya berdegup sangat kencang. "Aiigooo kenapa aku ini…" ia menepuk-nepuk pipinya.
"Jantungku serasa ingin copot ketika berada di dekatnya" gumam Jaejoong sambil menggelengkan kepala berusaha membuang pikiran anehnya.
Jaejoong menghembuskan nafas beratnya sekali lagi, ia menoleh spion mobilnya dan ia menemukan Yunho yang masih berdiri ditempat yang sama, tiba-tiba jantungnya berdegup semakin kencang.
"Kenapa ini? Jantungku seolah tak mau tenang… bukankah perasaan ini seperti… jangan-jangan aku… OMO…."
DEG
Jaejoong langsung berfikir yang tidak-tidak. Bukan hal sulit bagi Jaejoong untuk mendeteksi perasaan apa yang dirasakannya sekarang ini. 12 yeoja dan 1 namja setidaknya sebanyak itu pengalaman Jaejoong dalam hal mengalami perasaan yang diduganya sekarang ini, meski ini adalah pertama kalinya ia merasakan perasaan itu dengan sangat cepat.
"Aiiissshhh tidak tidak tidak … tidak mungkin… ini terlalu cepat untuk merasakan perasaan itu…ANDWEE …" Jaejoong semakin kencang menggelengkan kepalanya… benar-benar pikirannya kali ini membuatnya bergidik ngeri. Jaejoongpun akhirnya bergegas menstarter mobilnya.. ia segera ingin pulang ke apartemen dan berendam dengan air hangat, menenangkan pikirannya yang semakin menggila ini.
Sedangkan Yunho hanya memegang dadanya sambil melihat mobil Jaejoong yang meninggalkan tempat parkir, "Ada apa dengan diriku? Mungkinkah aku?" gumamnya.
.
.
Jaejoong dengan segera melepaskan semua pakaiannya begitu memasuki kamar mandi apartemennya.
Namun beberapa detik sebelum kemejanya terlepas dari tubuh, ia mencium aroma yang lain di kemejanya. Ia mencium sekali lagi kemejanya.
DEG
Jantung Jaejoong berdegup semakin kencang namun Jaejoong merasakan kenyamanan. Sekali lagi ia mencium kemejanya.
Bau Yunho
Itulah yang menempel di kemeja Jaejoong.
Ya setelah beberapa saat tadi Yunho sempat memeluknya ketika mencoba memanas-manasi ahra, ternyata bau Yunho tertempel juga di kemeja Jaejoong.
BLUSH
Pipi Jaejoong semakin memerah ketika ia semakin memperdalam menghirup udara dari kemejanya, senyumnya mengembang lebar dan matanya terpejam. Bau Yunho sangat enak dan membuatnya nyaman.
DEG
"YAAHHHH…. Apa aku sudah gila…" teriak Jaejoong sendiri sambil melempar kemejanya asal. Ia baru menyadari bahwa pikiran dan sikapnya sudah semakin mengerikan.
Dengan segera Jaejoong melucuti pakaiannya dan masuk kedalam bak mandi.
Matanya memandang kemeja yang tergolek tak berdaya di ujung kamar mandi.
Jaejoong menghembuskan nafas beratnya.
Jaejoongpun akhirnya menggosok tubuhnya agar tidak berpikir yang aneh-aneh lagi.
Tapi ketika tiba saat Jaejoong menggosok pergelangan tangannya tiba-tiba pikirannya kembali lagi ke beberapa waktu yang lalu saat tangan Yunho memegang tangannya.
BLUSHHHH
Pipi Jaejoong memerah tanpa harus disuruh si empunya. "HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" Jaejoong berteriak histeris dan menenggelengkan kepalanya di bak mandi. Ia harus segera menghilangkan pikiran anehnya ini… secepatnya.
.
.
1 minggu kemudian
"Bisakah kau tidak menggangguku" gerutu Yunho sambil membereskan berkas-berkasnya. Ia sudah mau pulang. Jam masih menunjukkan pukul 2 siang namun ia memang berniat pulang lebih awal, karena ia merasa kurang enak badan, flu yang satu hari lalu menyerangnya nampaknya semakin parah saja. Kepalanya pusing sekali.
"Yun… kau tidak mungkin akan menikah dengan Jaejoong kan? Ini semua bohong kan?" pertanyaan ini lagi yang terlontar dari mulut yeoja yang sudah sejak satu minggu yang lalu.
Semenjak kebohongan Changmin waktu itu, Ahra memang masih saja tak percaya. Ia terus mendatangi tempat kerja Yunho, terlebih lagi Jaejoong juga sama sekali tak pernah terlihat mendatangi Yunho lagi sejak kejadian waktu itu.
Jaejoong memang tak pernah terlihat lagi semenjak kejadian waktu itu, ia sedang berada di Jepang untuk beberapa hari dan itu cukup membuat Yunho dan Changmin kerepotan. Changmin terpaksa harus berbohong lagi dan lagi begitu juga dengan Yunho.
"Dia tak pernah terlihat lagi menemuimu.. apa kalian sudah putus? Atau hubunganmu dengannya sedang dalam masalah? Atau kau berbohong kepadaku? Hubungan kalian palsu kan?" Ahra terus mencerocos, memberondong Yunho dengan berbagai pertanyaan.
Yunho memutar bola matanya, Jengah… "Ahra… sudah berapa kali lagi aku menjelaskan, apa kau tak capek bertanya hal yang sama? Jaejoong sedang di Jepang, ia bekerja… Sudahlah jangan menggangguku lagi… Hatchiii…" Yunho mengakhiri keluhanya dengan bersin, ia benar-benar harus pulang sekarang.
"Putuskan saja dia Yun… atau berselingkuhlah denganku selama dia berada di Jepang" Ahra masih mendesak
Yunho melotot mendengar ucapan Ahra, "Kau gila?"
"Ayolah… Yun…"
"Putuskan dia Yun"
"Tidak"
"Wae? Aku lebih baik darinya"
"Kata siapa? Kau lebih baik darinya? Huh? Jangan bermimpi… dia lebih baik dari siapapun yang ada di dunia ini dan yang terpenting, aku mencintainya…" ucap Yunho sambil memegangi keningnya. Ia sendiri sudah tak ambil pusing dengan apa yang dikatakannya. Yang ia tahu, ia hanya ingin segera pergi dari sini karena denyutan di kepalanya semakin terasa.
Ahra yang kesal mendengar ucapan Yunho hanya bisa merengek, "Yunhoya…"
"Ck.. sudahlah… aku pulang" Yunho mulai menyampirkan tasnya dan sudah siap untuk beranjak. Semakin lama meladeni Ahra, semakin pusing kepalanya.
"Yunhoya… sebentar… Aku masih ingin bicara…" ucap Ahra sambil mengikuti derap langkah Yunho yang semakin cepat menuju lift.
"Jangan mengikutiku" gerutu Yunho sambil memangi keningnya dan berjalan semakin cepat menuju lift
"Kau sakit?"
"Bukan urusanmu!"
"Aiggooo… kekasih sakit, eh malah ke Jepang… kekasih macam apa itu.. sudahlah Yun.. putuskan saja dia.. dan jadilah kekasihku… aku akan merawatmu dan selalu memberikan perhatianku kepadamu"
"Sudahlah… jangan mengganggu lagi" Yunho mulai kesal.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku"
"Tapi aku tak menginginkan hal yang sama"
"Aku mencintamu Yun, aku menginginkanmu, apapun akan aku lakukan untukmu, aku benar-benar tertarik padamu"
"Tapi aku tak tertarik padamu" Sebenarnya Yunho terus bersikap dingin kepada Ahra dan memang selalu bersikap seperti itu sejak dulu tapi entah kenapa Ahra tak kunjung menyerah juga.
Yunho memang sedang apes sekarang, biasanya ia sedikit beruntung karena ada bantuan dari Changmin. namun kali ini ia harus mengatasinya sendiri karena beberapa jam yang lalu Changmin berpamitan untuk menghadiri pernikahan saudaranya.
"Hatchiiii…." Sekali lagi Yunho bersin. Sungguh ia sedang sakit sekarang, kepalanyapun juga terasa semakin pusing mendengar Ahra yang masih tak berhenti berbicara sampai sekarang.
TING
Suara lift disusul dengan pintu lift yang terbuka
Yunho melangkah masuk , begitu juga dengan Ahra yang ikut masuk dan masih juga mencecar Yunho dengan berbagai pertanyaan.
NGUNG NGUNG NGUNG NGUNG NGUNG… Suara Ahra bagaikan suara lebah yang mengitari kepala Yunho
"Yun…" panggil Ahra karena sedari tadi ucapan dan pertanyaannya tak mendapat perhatian dari Yunho.
"Aiiissshhhh…bisakah kau diam? Kepalaku semakin bertambah pusing mendengar kau tak berhenti berbicara" ucap Yunho sambil memandang Ahra tajam.
Seketika Ahra terdiam
Yunho kemudian menghembuskan nafas beratnya, tangannya memijit-mijit keningnya mencoba mengurangi rasa pusing yang semakin menderanya. Ia heran, kenapa Ahra masih juga tak menyerah… apa yang harus ia lakukan?
GREPPP
Tiba-tiba Ahra memeluk erat perut Yunho.
Jelas ini membuat Yunho melotot
Sungguh… ini di lift… tempat umum… bagaimana jika ada seseorang yang masuk ke dalam lift dan melihat mereka, pasti akan muncul salah paham. Yunho berusaha melepaskan pelukan Ahra
"YAH.. Ahra… lepaskan… apa-apaan kau ini"
"Jadilah pacarku, aku baru akan melepaskan pelukan ini" Ahra mempererat pelukannya.
"Jangan gila… ini memalukan sekali" Yunho mencoba meronta.
DING
Benar saja, ketika pintu lift terbuka di lantai 2.. beberapa murid dan pegawai sekolah musik masuk lift. Mereka memandang aneh ke arah Ahra yang masih memeluk Yunho erat.
Yunho memandang berpuluh pasang mata yang sedang memandangnya itu dengan memberikan senyuman kaku sambil berusaha melepaskan pelukan Ahra.
"Ahra.. aku mohon lepaskan… ini memalukan" gerutu Yunho
Ahra hanya menggelengkan kepala
"OH GOD… Changminaaaa…." Teriak Yunho dalam hati, frustasi. Seberapa banyak ia memanggil nama Changmin, Changminpun juga dapat dipastikan bahwa ia tidak akan datang.
Yunho masih berusaha melepas tangan Ahra yang melingkar erat di perutnya. Susah sekali. kepalanya semakin berdenyut, semakin pusing.
Yunho sudah hampir putus asa, ia tak tahu harus bagaimana lagi. tiba-tiba pikirannya terlintas nama Jaejoong, tapi jelas tidak mungkin ia memanggil nama jaejoong… tidak ada alasan bagi Jaejoong untuk datang ke tempat Changmin apalagi disaat Changmin tidak ada seperti ini. lagipula mereka juga tak pernah bertemu lagi sejak saat itu dan kalaupun bertemu, Yunho masih tak yakin bahwa ia bisa mengendalikan dirinya. Jantungnya seakan mampu runtuh sewaktu-waktu ketika berada di dekat Jaejoong dan tahukah ia sudah seminggu ini menjadi gila.
Gila?
Huh?
Kenapa?
Ya… ia gila karena telah memajang kemejanya yang beraroma Jaejoong selama satu minggu. Semenjak pertemuannya dengan Jaejoong waktu itu, membuat aroma Jaejoong tertinggal di kemejanya. Dan entah kenapa, mencium aroma Jaejoong sangatlah menenangkan bagi Yunho. ia menyukai aroma Jaejoong, itu membuatnya nyaman. Oleh karena itu, ia tak mencuci bajunya, menggantungkan baju itu didekat lemari pakaiannya dan selalu menciumi kemeja itu sebelum dan sesudah kerja.
Gila bukan?
Mungkin itu juga yang membuatnya menjadi flu sekarang.
Aigooo Yunhoyaaa…. -.-'
"Yun… kenapa kau diam saja.. huh?" suara Ahra mengembalikan Yunho dari lamunannya.
Yunho menghembuskan nafas beratnya, "Oh God.. kirimlah dewa penolongmu sekarang" Pinta Yunho akhirnya, tiada lain tiada bukan ia sedang berdoa sekarang. Berharap ada seseorang yang menolongnya.
DING
Pintu lift terbuka di lantai parkir. Semua orang keluar dari lift termasuk dengan Yunho dan Ahra, hanya saja Ahra masih menempel seperti lintah di perut Yunho.
"Ahra..please… ini sangat memalukan.." gerutu Yunho yang terasa semakin sulit berjalan karena sikap Ahra.
"Katakan dulu kau mau jadi pacarku"
"Ck… jangan bertingkah kekanakan seperti ini.. lepaskan"
Ahra menggeleng keras, "Katakan dulu" ahra sangat keras kepala
"Aiiissshhhh….tidak akan… lepaskan…." Yunho berteriak frustasi
Namun tiba-tiba mata Yunho melotot tak percaya, ketika ia melihat sesosok orang yang sudah satu minggu tak di temuinya sedang berjalan ke arahnya.
Jaejoong
Benarkan itu Jaejoong atau hanya halusinasi Yunho semata?
Yunho mengucek matanya, mencoba memastikan. Sosok itu semakin lama semakin mendekat ke arahnya. Membuat jantung Yunho semakin berdegup kencang.
"Eh? Kk…kau kenapa Yun? Kau tidak apa-apa?" Ahra memandang Yunho dengan cemas, ia takut kalau sakit Yunho semakin parah karena ia tiba-tiba merasakan degupan jantung Yunho semakin kecang.
Yunho masih mematung, 'Aku tidak sedang berhalusinasi kan?' gumam Yunho dalam hati dan tak menggubris pertanyaan Ahra.
Sosok itu semakin mendekat…
semakin mendekat…
dan sekarang berdiri memandangnya, tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Ahra shi… bisakah kau tidak menempel ditempat yang seharusnya aku tempati itu?"
Suara itu bagaikan angin segar bagi Yunho, ia tidak sedang berhalusinasi sekarang. Jaejoong berada didepannya dan ini nyata.
Ahra seketika melepaskan pelukannya, ia menoleh ke arah suara, dibelakangnya.
Jaejoong
Dan ia sedang berkacak pinggang, menatap tajam ke arahnya..
Yunho langsung saja menghambur memeluk Jaejoong. ia sedikit kaget mendengar ucapan Jaejoong, sungguh ucapan Jaejoong yang spontan itu sering terdengar lucu. Namun Yunho sudah tak memperdulikannya. Toh dengan begitu, ia akan terbebas dari Ahra.
Yunho mendekap Jaejoong, erat. Mencoba beracting di batas kekuatannya sekarang.
DEG
Keduanya tersentak dengan pikiran masing-masing
Aroma ini…
Cukup lama mereka terpaku , hingga mata Jaejoong memandang Ahra yang terlihat kesal. Iapun tersenyum dalam hati, 'it's time' gumam Jaejoong dan mulai beracting.
Jaejoong mengusap punggung Yunho, "Kau merindukanku?" tanya Jaejoong yang sengaja dibuat sekeras mungkin agar ahra yang berdiri tak sampai satu meter didepannya itu mendengar ucapannya.
Yunho mengangguk, ia hanya bisa mengangguk karena pusing kepalanya semakin menjadi. Jaejoong sedikit merasa aneh dengan sikap Yunho yang hanya diam seperti ini, tapi ia tak mau ambil pusing. Tujuannya sekarang adalah membantu Yunho.
"Mianhe, aku meninggalkamu cukup lama" Jaejoong menggeser kepalanya di bahu Yunho sambil melirik Ahra yang sudah memajukan bibirnya hampir 1 meter itu.
Degupan aneh menyergap keduanya dan semakin menjadi. Tapi rasa pusing di kepala Yunho membuat Yunho tak begitu memperhatikan degupan itu, Yunho malah semakin mempererat pelukannya kepada Jaejoong, "Bantu aku Jae… aku pusing sekali… …bantu aku… pleaseee" gumam Yunho yang lebih mirip seperti igauan, mungkin karena demamnya yang semakin tinggi.
Jaejoong tertegun mendengar ucapan Yunho, ia merasakan suhu tubuh Yunho memang sedikit panas, "kau sakit?" gumam Jaejoong
"mmm… flu.. pusing…." gumam Yunho sambil menganggukkan kepalanya yang berada di bahu Jaejoong. entah kenapa Yunho merasakan kenyamanan yang tiada tara. Berada di pelukan Jaejoong ternyata sangat nyaman.
Jaejoongpun melepaskan pelukannya, ia memegang bahu Yunho dan meletakkan punggung tangannya di kening pria tampan itu.
Panas, atau lebih tepatnya sangat panas.
Jaejoongpun memandang kaget ke arah Yunho tapi Yunho malah menarik Jaejoong lagi, memeluknya sekali lagi, mencoba menemukan kenyamanan yang beberapa saat lalu ia rasakan. Yunho menyandarkan kepalanya yang terasa berat di bahu Jaejoong.
Mereka terlihat sangat mesra.
Tak dapat dipungkiri lagi, degupan aneh semakin menjalar di dada Jaejoong. Ini adalah pertemuan ketiganya dengan Yunho jika dihitung dari awal ia bertemu ditaman waktu itu. Pertemuan keduanya satu minggu yang lalu sudah cukup membuatnya gila dan sekarang sepertinya ia benar-benar gila. Apakah benar degupan didadanya ini sama dengan degupan yang pernah ia rasakan kepada namja itu? yang beberapa tahun yang lalu pernah membuatnya sakit hati yang teramat sangat. Tapi apa mungkin perasaan itu datang secepat ini? Bagaimana jika perasaannya sekarang bertepuk sebelah tangan? Aigoooo….
Yunho semakin mempererat pelukannya, membuat Jaejoong sedikit tersentak dari lamunannya, posisi mereka sangat aneh sekarang, berpelukan di tempat parkir dan saling diam. Tapi entah mengapa ia tak merasa risih dengan perlakuan Yunho Ia juga tak bisa mengelak jika ia malah merasakan kenyamanan dengan pelukan Yunho saat ini. Ia benar-benar sudah gila.
Yunho menggeser kepalanya, terasa hembusan nafas Yunho sedikit menerpa leher Jaejoong, membuat Jaejoong merinding. "Bantu aku Jae" gumam Yunho sekali lagi yang merasakan kepalanya semakin pusing
'damn… ini sungguh gila' umpat Jaejoong dalam hati ketika merasakan degupannya semakin tak terkendali. Hembusan nafas Yunho dilehernya membuatnya bereaksi. Membuatnya semakin menyadari bahwa ia masih (?) gay, sama seperti yang dikatakan Changmin waktu itu. Hari ini ia memang berencana bertemu dengan Changmin, tapi sepertinya keputusannya kali ini sedikit meleset, tak tepat sasaran.
"Jae…" gumam Yunho sekali lagi
"mmm…? ayo pulang, aku akan mengantarmu" ucap Jaejoong sambil menepuk pelan punggung Yunho.
Tak sadarkah mereka bahwa mereka masih berpelukan di tempat parkir? Dengan suara yang rendah, mirip orang berbisik itu, membuat siapapun yang melihatnya merasa sangat romantis sekali, mereka terlihat sangat mesra.
"Kajja… kita pulang" ucap Jaejoong yang kemudian melepaskan pelukan Yunho, Yunhopun terpaksa (?) melepaskan pelukan itu.
Jaejoong kemudian menggandeng lengan Yunho, mencoba memapahnya karena Yunho terlihat sangat lemah, sedari tadi Yunho hanya menunduk dan tak mengucapkan sepatah katapun. Yunho dan Jaejoong mulai beranjak dari tempat mereka sekarang.
"Hei kalian mau kemana?" teriak Ahra
Jaejoong tersadar bahwa Ahra ternyata masih eksis disana, Oh God.. pelukan Yunho sudah membuat Jaejoong lupa segalanya.
Jaejoong menoleh ke arah Ahra… "Wae?" Jaejoong memandang jengah. Ahra benar-benar tak mudah menyerah seperti yang dikatakan Yunho waktu itu. Aigooo… yeoja ini merepotkan sekali, saatnya dia melakukan serangan yang lebih bombastis lagi.
"Mau kemana kalian?"
"Pulang… kenapa? Kau mau ikut? Ayo ikutlah kalau kau memang mau ikut… tapi jangan salahkan aku jika kau akan melihat adegan yang tak ingin kau lihat" Jaejoong menabuh genderang perang. Ia terkikik dalam hati karena sukses membuat Ahra geram.
"Kau…" geram Ahra sambil mengeratkan genggaman tangannya.
"Ya sudah aku pulang dulu… aku sudah tak sanggup lagi menahan diri, aku sangat merindukannya" Jaejoong mengerlingkan matanya ke arah Ahra, ia semakin menjadi mengerjai ahra.
"YAH… KIM JAEJOONG!"
"Baby… kau ingin pulang sekarang? Apartemenku atau apartemenmu? Aku meginginkanmu sekarang. Kau menginginkanku juga kan?" bisik Jaejoong dengan nada yang dibuat manja kepada Yunho, meskipun berbisik tapi cukup bagi Ahra untuk mendengar kalimat itu.
Yunho tak menjawab, ia hanya memejamkan matanya karena kepala yang semakin pusing, tapi ia merengkuh pinggang Jaejoong sebagai jawabannya. Ia tetap berjuang untuk acting di sisa tenaganya.
Jaejoongpun tersenyum riang memandang Yunho. acting yang sempurna sekali
Sedangkan Ahra semakin mengeratkan kepalan tangannya, ia geram... sangat-sangat geram melihat Jaejoong bertingkah seperti itu dihadapannya
"Ayo kita pulang" ucap Jaejoong dengan semangat 45, meninggalkan ahra sendiri.
Tapi baru beberapa langkah berjalan, Jaejoongpun berbalik lagi, memandang Ahra, "Oh ya, Ahra shi… ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"
Ahra memandang tajam ke arah Jaejoong
"Selama aku pergi, apa kau masih sering mengejar dan menggodanya?"
Ahra melotot
Jaejoong tersenyum, "Jangan lakukan itu lagi ne? aku benar-benar tak suka, jangan membuatku marah… karena akan sangat menakutkan" Jaejoong sedikit berbisik di kalimat terakhir tapi cukup jelas di dengar Ahra.
DAAANNGGG
Ahra semakin melotot
Jaejoong tersenyum menang ke arah Ahra dan kembali memapah Yunho menuju mobilnya. Kalaupun Yunho sedang sehat sekarang, mungkin ia sudah tersiksa karena menahan tawa. Tapi tidak dengan kondisinya sekarang, ia bahkan tak mampu menegakkan kepalanya, kepalanya terasa berat dan pusing, suara Jaejoongpun sudah mulai samar-samar terdengar.
.
Keadaan Yunho berbanding terbalik dengan Jaejoong. Jaejoong sudah sangat ingin tertawa terbahak-bahak karena tingkahnya, tapi itu jelas tidak mungkin ia lakukan sekarang. Nanti… ia akan menyimpan tertawanya ketika sudah menjauh dari ahra. Pikir Jaejoong saat itu. Benar-benar usil.
Setelah sampai, Jaejoong menyandarkan Yunho di kursi mobilya, kemudian ia bergegas menuju depan kemudi.
Jaejoong duduk
Diam
.
1
.
2
.
3
.
"BWAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA" Jaejoong tertawa terbahak-bahak, ia menutupi mulut dan memegang perutnya.
"Yunhoya… kau harus lihat wajahnya… ia mirip seperti bom yang hendak meledak… aahahahaha" Jaejoong masih belum bisa menghentikan tawanya
"…"
"Yun… kau sedang tak ingin membahasnya? oh.. ok… kita pulang, dimana alamat apartemenmu? Aku akan segera mengantarkanmu pulang" ucap Jaejoong yang mengira Yunho sedang tak ingin membicarakan Ahra.
"…"
"Yun..
"…"
"Yah Yunhoya…" Jaejoong mulai panik ketika tetap tak ada sahutan dari Yunho
"…"
"Yun.. Yunho…" Jaejoong menggoyang bahu Yunho tapi tetap tak ada jawaban
Jaejoong menjadi panik, ia memegang kening Yunho dan barulah ia sadar jika suhu tubuh Yunho semakin memanas.
"Aiisshhhh… kenapa kau tetap masuk kalau kau sakit begini" gerutu Jaejoong dan dengan segera Jaejoong menancapkan gas, menuju ke apartemen mewahnya.
.
.
.
.
TBC
.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.
Bagaimana? Masih tertarikkah di lanjut? Seru gak? Atau ngebosenin?
Sebelumnya maxy minta maaf… jika maxy telat upload.. sebenarnya ini file sudah seminggu yang lalu siap rilis, bersamaan dengan endingnya IABR… tapi maxy gak ada waktu buat uploadnya… maxy benar-benar repot banget… suer… jatah tidur maxy aja juga berkurang drastis… -.-'…. coba maxy punya asisten… pasti gak begini ceritanya .. ada yang minat jadi asistennya maxy? Nti maxy kasih tahu fict-fict yunjae yang baru… maxy sedang ada ide gila lainnya lho… berminat gak? Ayo daftar langsung jadi asisten maxy… #plakkkk ngarep… ehehehehhee ^^
Oiya untuk iabr masih maxy edit… maunya maxy upload bareng ini jugatapi setelah maxy cek, ternyata maxy merasa aneh di beberapa part jadi dipending dulu… moga aja besok bisa maxy upload… maxy usahain gak lama kok… jangan marah ama maxy ne… maxy sayang kalian semua.. #hug hug hug
Jangan lupa untuk review… Chuuuu ~.~.~.~
