FALL-FELL-FALLEN

Pairing:

Yunjae

Rated:

M

Genre:

Comedy, Romance

Deep bow bagi teman-temanku tersayang yang sudah bersedia mampir dan memberikan sepatah dua patah kata untuk maxy.

lanarava6223, Dipa Woon, yoshiKyu, princesssparkyu, nunoel31, Kim Eun Seob, Himawari23, YunHolic, hanasukie, gwansim84, Vic89, Yjboo, 3kjj, sirayuki gia, BlaueFEE, FiAndYJ, Kim Eun Seob, yoon HyunWoon, FiAndYJ, vampireyunjae, hexsaa, Versya seyra, Park July, azahra88, AKTForever, hexsaa, AKTForever, meyy-chaan, ShinJiWoo920202, ichigo song, chantycassie, Jung Jaehyun, CuteCat88, insun taeby, cindyshim07, yewonmjeje, Nee-chan CassieBigeast, JungJaema, gdtop, opahfumi, queen harkyu, dhian930715ELF, Hana - Kara, kim shendy, ifaparunda, RedsXiah, cminsa, winniejjkyu, okoyunjae, Lady Ze, Elzha luv changminnie, Dennis Park, wiendzbica, diamonds, Vivi, Jungsooah, BooBear, WineMing, shygles, WineMing, PhantoMiRotiC, min, haruko2271, erza, RlyCJaeKyu, Eternal YunJae, Park JaeMin, icha junsu, Juuunchan, jgpmgpajgptwgm, rizqicassie, Oya, Ria, jaena, Yoo, hi-jj91, sweetyYeollie, SunnyHeells, lee sunri hyun, mako47117, Naritha, heeli, jae sekundes, pujochi exo, Dina, dan para guest.

.

.

Sebelumnya maxy minta maaf karena keterlambatan update… beneran maxy tak ada niatan update lama tapi apalah daya… maxy benar-benar tak bisa… T_T

Kemarin malah sempet mampet ide gegara sudah kelamaan… mianhe… dan semoga teman-teman masih belum kabur dari maxy… hehehehe

Yuk dah langsung aje…

Happy reading all

Don't forget sepatah dua patah katanya ya…. Love u all.. muach…muach… ^^

.

.

.

Preview:

"Yah Yunhoya…" Jaejoong mulai panik ketika tetap tak ada sahutan dari Yunho

"…"

"Yun.. Yunho…" Jaejoong menggoyang bahu Yunho tapi tetap tak ada jawaban

Jaejoong menjadi panik, ia memegang kening Yunho dan barulah ia sadar jika suhu tubuh Yunho semakin memanas.

"Aiisshhhh… kenapa kau tetap masuk kalau kau sakit begini" gerutu Jaejoong dan dengan segera Jaejoong menancapkan gas, menuju ke apartemen mewahnya.

.

.

Chap 3

Jaejoong memakirkan dengan kasar mobilnya di parkir apartemen, ia segera memapah Yunho menuju kamarnya, 'Aigooo… kau berat sekali' gumam Jaejoong sepanjang perjalanan menuju apartemennya.

.

Jaejoong merebahkan tubuh Yunho di tempat tidurnya. Kemudian bergegas mengambil air es dan handuk kecil. "Aissshhhh… kenapa bisa begini. Kenapa harus memaksakan masuk kerja jika kau sakit?" gumam Jaejoong sambil meletakkan handuk kecil di kening Yunho.

"demammu tinggi sekali" Jaejoong terus bergumam sendiri, ia juga melepas sepatu dan sedikit membuka kemeja Yunho.

DEG

Jaejoong menelan salivanya, tanpa sadar dan tertegun memandang Yunho. Tubuh Yunho benar-benar sangat bagus.

"YA… YA.. YAAHHH.. Pabbo Jaejoong… kenapa malah memikirkan hal yang aneh-aneh disaat yang seperti ini" ucap Jaejoong dengan menggelengkan kepalanya, mencoba sebisa mungkin membuang pikiran anehnya. Segera Jaejoong menutupi tubuh Yunho dengan selimut tebal.

.

Waktu baru menunjukkan pukul 5 sore.. sudah hampir 2 jam Jaejoong merawat Yunho. Jaejoong duduk di kursi yang diambilnya beberapa saat yang lalu dan meletakkanya didekat tempat tidur. Raut cemas tergambar jelas di wajahnya. "Apa aku sebaiknya memanggil dokter?" gumam Jaejoong sambil memandang Yunho.

Jaejoong kembali mencelupkan handuk kecil yang sudah tak dingin, memasukkannya ke baskom yang berisi air es dan meletakkan kembali di kening Yunho. sesekali ia mengecek suhu tubuh Yunho, "panasmu belum turun juga… aku harus menelpon dokter sekarang" gumam Jaejoong mengambil keputusan.

"Jae… gajima" gumam Yunho menghentikan Jaejoong

"Eh?" Jaejoong seketika menoleh ke arah Yunho, 'benarkah Yunho memanggilnya?Bukankah dia tadi tidur?' tanya Jaejoong heran.

"jangan tinggalkan aku" Yunho bergumam sekali lagi dengan mata yang masih tertutup. Tangan Yunho seperti hendak menggapai Jaejoong.

"A..aaku hanya ingin menelpon dokter untukmu Yun… demammu tak kunjung turun aku kawatir kalau.."

"aku hanya ingin kau disini"

DEG

Jaejoong mematung mendengarkan ucapan Yunho. apa benar yang didengarnya barusan?

"Gajima…" ucap Yunho semakin lemah

"Yun…"

Tak ada jawaban

Hanya suara napas yang sedikit cepat.

Jaejoongpun menghembuskan nafas dalamnya, ia perlahan duduk kembali di kursi sambil mengamati Yunho yang sedang tidur. Mau tak mau ia menuruti ucapan Yunho, meskipun ia juga tidak tau Yunho mengatakan semua itu dengan sadar atau tidak. Orang bilang, ketika demam tinggi seseorang akan mengigau. "Apa kau juga sedang mengigau?" gumam Jaejoong yang tak lepas memandang Yunho.

Rahang tegas, dada bidang, wajah tampan, dan bibir yang menawan. Setidaknya itu yang terbersit dibenak Jaejoong tentang Yunho. Jaejoong melihat tangan Yunho yang tadi hendak meraihnya, "kau mempunyai tangan yang bagus" gumam Jaejoong sambil tersenyum.

Dengan berani Jaejoong menyentuh tangan Yunho dengan telunjuknya, telunjuknya bergeser dari jemari yang satu ke jemari Yunho yang lain.

Tiba-tiba

GREPPPPP

Tangan Yunho menggenggam erat tangan Jaejoong dan meletakkan jemarinya di sela jari Jaejoong.

DEG

Jaejoong tersentak dengan sikap Yunho. Kenapa Yunho menggenggam tangannya dengan erat? Sungguh ini membuat dadanya semakin berdegup kencang. Jaejoong berusaha melepaskan tangannya tapi tidak bisa, Yunho memberikan perlawanan, ia menggenggam tangan Jaejoong semakin erat.

"YAH… kau ini sakit atau apa? Kenapa tenagamu masih kuat sekali" gerutu Jaejoong namun tak ada jawaban dari Yunho, matanya tetap terpejam dengan hembusan napas yang tenang.

"Aiisshhhh…" gerutu Jaejoong sekali lagi namun akhirnya dia pasrah jika tangannya di genggam oleh Yunho sekarang.

.

Jaejoong memandang tangannya yang masih juga digenggam Yunho sejak lebih dari 30 menit yang lalu, sekali lagi Jaejoong menghembuskan napas beratnya. "Kau benar-benar menyebalkan" gumam Jaejoong sambil memandang Yunho yang sedang tidur. Jaejoong mengamati makhluk yang sudah menyesaki pikirannya selama 1 minggu ini.

Aneh memang, dan mungkin terlalu cepat, ia bahkan baru mengenal Yunho, tapi sepertinya ia sudah terpikat pada namja tampan yang satu ini. Jaejoong sendiri sebenarnya masih belum yakin, ia masih takut akan perasaannya. Apakah ia benar? Apakah ia yakin perasaannya tak salah? Apa yunho tak akan menjauhinya jika tahu kalau Jaejoong memiliki ketertarikan kepadanya? Dan sebenarnya Jaejoong juga masih takut menjalin hubungan dengan namja lagi, takut jika nanti ia akan ditinggalkan karena akan lebih memilih yeoja. Seperti waktu itu.

Ironis..

Namja semempesona Jaejoong memiliki ketakutan seperti itu.

Jaejoong melirik arlojinya,

05.45.

"Hoaammmm…" Jaejoong mulai menguap. Badannya sangat lelah, seharian ia bekerja sangat keras.

Sekali lagi Jaejoong memandang tangan yang masih di genggam Yunho, iapun tersenyum. "Kau takut aku akan pergi? Kenapa memegang tanganku seperti ini? Kau membuat jantungku serasa berhenti berdetak.. kau tahu? Ini sungguh gila.." Gumam Jaejoong

BLUSHHHH

Pipi Jaejoong memerah setelah bergumam.

Changmin benar, sepertinya ia masih 'gay'.

"Aigooo… you're end Kim" lanjut Jaejoong kemudian menempelkan kepalanya di tempat tidur.

Tak terasa Jaejoong malah tertidur dengan tangan yang masih di genggam Yunho.

.

Yunho mulai membuka matanya, awal ia lihat adalah suasana kamar yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Ia kemudian berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi tangannya terhenti. Yunho seketika menoleh ke samping.

Jaejoong

Ia melihat Jaejoong tertidur di sebelahnya dengan posisi duduk dan tangan yang digenggamnya erat. Yunho yang awalnya kaget kemudian malah tersenyum. Ia melihat handuk kecil di keningnya dan sebaskom air yang diyakini Yunho tadinya itu adalah air es namun sudah mencair dan tak dingin lagi sekarang. Ia melihat jam di nakas, pukul 02.00.. sekarang sudah dini hari..

Yunho memegang keningnya, ia sudah tak sedemam tadi. Sepertinya demamnya sudah menurun. "Gomawo ne" gumam Yunho sambil mengeratkan genggamannya di tangan Jaejoong.

Desiran halus berubah menjadi degupan kencang saat Yunho mulai mengelus rambut Jaejoong.

Halus sangat halus.

Rambut Jaejoong sungguh sangat halus.

Setidaknya itu yang di rasakan Yunho.

Tiba-tiba Jaejoong bergerak dan terbangun.

Jaejoong yang tak sadar tangan Yunho berada di kepalanya kemudian bergerak seperti orang bingung. Jaejoong langsung naik ke tempat tidur, melewati Yunho begitu saja kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur tanpa memperdulikan Yunho yang sudah memasang wajah shock. Bagaimana tidak? Jaejoong sekarang tidur di sebelahnya, menempel di bahunya. Apa Jaejoong sadar dengan yang dilakukannya? Sepertinya tidak, ia bahkan mungkin lupa jika Yunho disana.. aigooo….

"Ngghhh.." Jaejoong melenguh, bergerak dalam tidurnya. Jantung Yunho semakin berdetak kencang ketika Jaejoong semakin mendekat kepadanya. Napas Jaejoong menerpa leher Yunho dengan tangan yang melingkar sempurna di perut Yunho.

"Jae…" gumam Yunho

Tapi Jaejoong tak menjawab, hanya hembusan nafas yang tenang di rasakan Yunho di lehernya. Jaejoong benar-benar terlelap. Yunho kemudian tersenyum sendiri. "Kau ini menakutkan sekali. kau pasti tak sadar telah memelukku seperti ini. bagaimana aku bisa bergerak. Aigooo" ucap Yunho dalam hati.

Yunho tak bisa tidur sekarang. Ia sedikit menoleh.

Hidungnya menempel di hidung Jaejoong. Yunho mengamati wajah Jaejoong sedekat ini. Benar-benar sungguh menawan. Detak jantungnya seolah sedang diajak lari marathon, berdetak sangat cepat.

Yunho terus memandang wajah tenang Jaejoong yang sedang tertidur pulas.

CUP

Yunhopun mengecup bibir Jaejoong dan kemudian terkikik sendiri. "You're end Jung… kau sepertinya harus bertekuk lutut dengan namja yang satu ini. " ucap Yunho sambil tersenyum.

Changmin benar, ternyata Yunho memang 'gay'.

Pantas saja, selama ini Yunho tak pernah merasa tertarik kepada yeoja manapun. Semua yeoja yang mengejar Yunho tak pernah ada yang mampu membuat jantungnya berdegup seperti ini. itulah mengapa Yunho tak pernah mau berpacaran dengan yeoja-yeoja itu. ia tak ingin main-main dalam menjalin hubungan. Ia hanya akan berpacaran lalu menikah dengan orang yang sama. Jika Yunho sudah tahu bahwa ia mencintai Jaejoong. Lalu, apakah Yunho akan memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Jaejoong?

Yunho kemudian menggerakkan tangannya untuk memegang tangan Jaejoong yang ada diperutnya. Tak lama kemudian iapun ikut tertidur.

.

.

.

Jaejoong masih enggan membuka matanya ketika ia merasakan sinar matahari mengenai matanya. Ia hanya bergerak sedikit dari tidurnya, namun apa yang ia sadari berikutnya membuatnya membelalakkan mata tanpa harus merasa kantuk lagi.

Ia tidur memeluk Yunho dengan tangan yang digenggam Yunho. seketika iapun mendongak, mencoba mengecek, apakah Yunho sudah bangun atau belum.

"Kau sudah bangun?" suara husky itu terdengar

CRAPPP

Pipi Jaejoong memerah sempurna. Ia melihat Yunho sedang tersenyum ke arahnya. "Kkau sudah bangun? Sejak kapan kau bangun?" Jaejoong balik bertanya dengan gugup

Melihat Yunho yang hanya tersenyum, jelas ini membuat jantung Jaejoong semakin berdetak tak karuan. Bagaimana bisa ia dalam posisi seperti ini? ia bahkan tak ingat jika kemarin berpindah ke tempat tidur. Yang dia ingat, dia duduk di dekat Yunho dan tertidur. Aigooo….

Yunho bergerak, memiringkan tubuhnya menghadap ke Jaejoong. entah kenapa tubuh Jaejoong membatu sekarang, ia tak mampu bergerak. Ia merutuki dirinya sendiri karena tak mampu bergerak sedikitpun. Sungguh jarak mereka sangat dekat sekarang hingga hembusan nafas Jaejoong terasa menerpa di leher Yunho.

"Jae"

"mmm?"

"gomawo"

"Aku hanya membantu sebisaku" gumam Jaejoong

"Boleh aku mengucapkan ucapan terimakasih?"

"mmm?"

GREEPPP

DEG

Yunho tiba-tiba memeluk Jaejoong.

"Yun…" gumam Jaejoong

"Gomawo… sudah merawatku"

Jaejoong terdiam. Seharusnya ia meronta.. tapi kenapa ia malah diam saja.

Hening kembali

"Apa kau akan ke sekolah hari ini?" tanya Jaejoong memecah keheningan. Masih dalam posisi yang sama.

"mm" Yunho mengangguk

"Istirahatlah dulu, kau sepertinya belum sembuh benar"

"Kau mengkhawatirkanku?"

"Ah.. mmm.. tidak… aku hanya…"

Yunho terkikik, "Aku akan tetap masuk Jae… akan ada pentas akhir tahun ini, jadi aku harus mempersiapkan diriku dan muridku untuk acara itu"

"Tapi kau masih sakit"

"Kau khawatir"

"Aku bilang aku tidak"

"Jangan bohong."

"Aiisshhh…"

"Hari ini ikutlah denganku" usul Yunho

"Kenapa aku harus ikut?"

"agar kau tak khawatir lagi…"

"YAAHHHH"

Yunhopun terkikik. Entah kenapa percakapan yang awalnya biasa saja berubah menjadi pertengkaran kecil yang justru terlihat romantis ini.

Jaejoong hendak melepaskan pelukan Yunho tapi Yunho malah mengeratkan pelukan itu.

"Hei.. lepaskan, mau sampai kapan kau memelukku?"

"5 menit lagi.. aku janji… 5 menit lagi, biarkan aku seperti ini" gumam Yunho sambil mengeratkan pelukannya.

"YAHHHH… JUNG YUNHOOO" Protes Jaejoong

Tapi Yunho diam, ia malah memejamkan matanya.

Jaejoongpun akhirnya pasrah… '5 menit bukan waktu yang lama bukan?' pikirnya.

Diam

Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Jaejoong berusaha meletakkan tangannya di dada Yunho, mencoba memberi jarak agar pelukan mereka tidak terlalu dekat, tapi… ia malah merasakan degupan jantung Yunho yang hampir sama gilanya dengan degupan jantungnya… mata Jaejoong melotot, 'Apa Yunho juga merasakan hal yang sama dengan dirinya?' banyak pertanyaan muncul dibenak Jaejoong.

Tanpa Jaejoong sadari, Yunho tersenyum. Ia sepertinya mulai meyakini sesuatu sekarang. Mengenai perasaannya dan perasaan Jaejoong kepadanya.

.

.

.

"makanlah dulu bubur ini, setelah ini aku akan mengantarmu" ucap Jaejoong sambil menyodorkan semangkuk bubur hangat di depan Yunho.

Mereka berdua sudah selesai mandi, keduanya terlihat sangat fresh.

Yunhopun tersenyum, "Gomawo"

Yunho kemudian memandang semangkuk bubur yang ada didepannya. Bubur itu tersusun apik dengan taburan bawang goreng, irisan daging ayam dan daun seledri diatasnya. Benar-benar tertata rapi. Sebenarnya, penataan bubur dimanapun juga tak jauh berbeda, tapi entah kenapa Yunho merasa ini sangat bagus, membuatnya merasa sayang untuk memakannya.

"Kenapa hanya dilihat saja?"

Yunho diam

"Apa kau masih pusing?"

Yunho masih memandang bubur didepannya itu.

"Mau aku suapi?"

"Kau mau?"

"EEHHHH?"

CRAAPPP

'kau menggali kuburanmu sendiri Jae' gumam Jaejoong dalam hati

"Bukankah kau tadi menawari diriku untuk menyuapimu?"

"Kapan?"

"Barusaja"

"Tidak"

"benarkah?"

BLUSSHHH

Jaejoong tak mampu lagi menjawab, pipinya memerah.

Yunhopun kemudian tertawa melihat Jaejoong mempoutkan bibirnya. Sejak kejadian tadi pagi, Yunho mulai tak canggung lagi berada di dekat Jaejoong. Setelah ia memahami perasaannya dan mulai bisa menerka perasaan Jaejoong kepadanya. Jadi ia setidaknya ingin mulai bertindak, sebelum semua terlambat.

"Kenapa kau begitu menyebalkan sekarang?" gerutu Jaejoong sambil mengambil mangkok bubur Yunho. bagaimanapun ia menggerutu, ia tetap saja mau menyuapi Yunho.

Yunho tertawa menang, "Kau menyesal telah menolongku?" goda Yunho

"Tentu saja, kalau tau begini, akan aku biarkan kau pingsan di pelukan yeoja kegatelan itu" gerutu Jaejoong sambil menggeser kursi dan duduk persis di depan Yunho. Ia bersiap untuk menyuapi Yunho.

DEG

Mata mereka bertemu

Yunho menatap intens Jaejoong yang sudah berada didepannya itu.

"Wae?"

Yunho masih menatap Jaejoong intens

"Hei… kenapa memandangku seperti itu?"

Yunho tetap diam dan terus memandangnya.

"YAAHHH… YUNHO… Kau ini kenapa? Seperti ingin menerkamku saja… menakutkan sekali" gerutu Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya.

Jujur saja, dipandang Yunho dengan tatapan seperti itu membuat degupan jantungnya menggila.

Yunho akhirnya tersenyum, "Terimakasih karena selalu menjadi penyelamatku"

Jaejoong hanya tersenyum dan mulai menyendok bubur dan meniup pelan.

"Jae"

"mmm?" Jaejoong menatap Yunho

Yunho mendekatkan wajahnya,

Semakin dekat

Dekat

Hingga beberapa centi didepan wajah Jaejoong

Jaejoongpun mulai memejamkan matanya

"Jae.. aku…" gumam Yunho, hembusan nafas Yunho menerpa wajah Jaejoong.

"…"

"Aku…"

"…" Jaejoong tak mampu membuka matanya

"Aku lapar… segeralah menyuapiku"

DAAANNNNGGGGGG

"YAAHHHH.. JuNG Yunho…." Jaejoong seketika membuka matanya, ia melihat Yunho sedang terkikik di depannya.

"Kau benar-benar menyebalkan" gerutu Jaejoong

Yunho tersenyum.

"Seharusnya aku sadar dari awal jika teman Changmin pasti tak jauh beda dengan Changmin.. sama-sama menyebalkan… cepat buka mulutmu" Jaejoong terus menggerutu dan menyodorkan sesendok bubur ke arah Yunho.

Yunho melahap bubur itu dengan senang. Jaejoong menyuapinya dengan telaten. Meski disertai omelan dan gerutuan, tapi Jaejoong menyuapinya hingga bubur itu habis. 'Jae, kalau aku mengungkapkan perasaanku, apa kau akan menerimaku?' ucap Yunho dalam hati sambil memandang Jaejoong yang sedang menyuapinya.

.

.

.

"Kau bisa duduk disini Jae, tunggu hingga Changmin datang.. baru kau bisa ke ruangannya" ucap Yunho sambil menyodorkan kursi yang biasanya ia pakai ke arah Jaejoong. tak banyak kursi di ruangan itu. ini adalah ruang latihan dance.

Ya, meskipun sambil mempoutkan bibirnya, tapi Jaejoong mengikuti Yunho ke sekolah musik juga. Ia bolos hari ini, ia sudah mengirimkan pesan kepada Junsu, sekretarisnya dan memberitahukan bahwa ada hal penting dengan Changmin sehingga ia tak bisa masuk. Bohong, ya… Jaejoong berbohong.

Sebenarnya, bisa saja ia membiarkan Yunho begitu saja, tapi entah kenapa itu tak dilakukannya. Ia lebih memilih membuntuti Yunho, karena jujur saja rasa khawatir masih membuncah di benaknya.

"Kenapa masih sepi?" tanya Jaejoong yang belum melihat satu muridpun datang.

"Sebentar lagi, ini masih kurang 10 menit" Yunho keluar dari balik lemari, ia telah berganti pakaian yang akan nyaman digunakan untuk dance. Yunho memang menyimpan beberapa bajunya di tempat kerja.

Sesaat Jaejoong terpana melihat Yunho, kaos putih yang terlihat longgar namun tetap menimbulkan kesan sexy, celana selutut berwarna hijau tua dengan memakai sepatu sport sudah tentu membuat Yunho eyecatching sekali kali ini.

"Yun"

"mm?"

"OPPAAAAA… aku dataaannngggg" teriak beberapa murid yeoja memasuki ruangan, membuat Jaejoong urung mengatakan sesuatu kepada Yunho.

Mereka nampak memasuki ruangan dengan senyum mengembang lebar, namun senyuman itu menguncup seketika ketika melihat Yunho dan Jaejoong sedang berada di pojok ruangan dan terlihat sangat akrab.

"Oh, kalian sudah datang?" timpal Yunho dengan melemparkan senyum mautnya.

Tapi murid Yunho hanya bisa menggerutu dan berbisik.

"Hei..hei… kenapa wajah kalian seperti itu?"

"Kenapa kekasih oppa ada disini juga?" tanya salah seorang yeoja.

Yunho dan Jaejoong seketika menahan tawa, 'it's time to acting Kim… tak ada salahnya menggoda anak kecil kan? Ini akan menyenangkan.' ide jail Jaejoong muncul.

"Aku hanya ingin melihat kekasihku latihan, apa tidak boleh?" goda Jaejoong dengan suara khasnya.

"Aiisshhh…" gerutu para yeoja.

Jaejoong semakin terkikik, "Baby, segeralah latihan dan ingat, jangan nakal" pesan Jaejoong sedikit keras, ia hanya memastikan murid Yunho mendengarnya. Yunho yang tahu sikap jail Jaejoong, segera ikut ambil bagian.

"Ne… Joongie…" Yunho tersenyum

Dan

CUP

Bibir Yunho mendarat di pipi Jaejoong. Jaejoong melotot,ingin berteriak, tapi Yunho sudah melenggang menuju tengah ruangan.

"Dasar memanfaatkan kesempatan…" gerutu Jaejoong tapi diakhiri dengan senyum.

Senyum?

Pertanda apakah ini?

.

.

Musik mulai dinyalakan

Yunho mulai menggerakkan tangannya, tubuhnya kemudian kakinya. Gerakan yang energik, penuh power, didukung body yang spektakuler dari seorang Jung Yunho, peluh menetes di pelipis, kaos putih yang sedikit basah membuat Yunho terlihat, So damn sexy dimata Jaejoong.

Jaejoong harus meneguk ludahnya berulangkali ketika melihat Yunho melakukan gerakan, sesekali Jaejoong merasa Yunho sedang menatapnya dari cermin yang ada di depan Yunho itu. jelas itu membuat jantung Jaejoong berdetak tak karuan.

Jaejoong menghembuskan nafas beratnya, "pantas saja para yeoja itu tak mau pergi darimu Yun… you're so fucking hot" gumam Jaejoong dengan mata yang tak lepas dari Yunho. mata Jaejoong menatap intensif dengan bibir yang tak henti-hentinya mengucapkan kata ohhh.. dan waaahhh…

Jaejoong melirik arlojinya ketika musik sudah berhenti. 45 menit terlewatkan dengan cepat. Melihat Yunho dan muridnya latihan benar-benar membuat waktu berlalu begitu saja. Jaejoong lupa jika ia berencana menunggu Yunho di ruangan Changmin.

"Hei, kau bosan?" tanya Yunho yang sudah berada di dekatnya.

"Eh… oh… tidak" Jaejoong yang tersadar dari lamunannya kemudian menggeleng dan memberikan senyuman.

Yunho terkikik melihat tingkah Jaejoong, "Apa yang kau lamunkan pagi-pagi begini? Kau ini" komentar Yunho.

"Tidak ada" elak Jaejoong, "Kau mau minum?" lanjut Jaejoong sambil menyodorkan sebotol air mineral

"Gomawo" ucap Yunho sambil mengambil botol yang ditawarkan Jaejoong.

"Aihh.. keringatmu tak henti-hentinya mengucur" gerutu Jaejoong yang reflek menghapus keringat di kening dan pelipis Yunho.

DEG

"oops.. mian" ucap Jaejoong reflek, ini bukan bagian dari acting.

"Gwenchana…" ucap Yunho kemudian tersenyum

Mereka berdua sudah mirip sepasang kekasih, membuat murid Yunho hanya bisa mengigit jari dan mempoutkan bibir mereka di kejauhan.

"Aku akan ketempat Changmin sebentar lagi" ucap Jaejoong

"mmm" angguk Yunho

"Kau masih lama?"

"mungkin 2 jam lagi. tunggu aku disana ne?"

Jaejoong mengangguk dan Yunhopun tersenyum.

Sungguh mereka berdua sudah mirip sepasang kekasih.

Yunhopun kembali latihan dan Jaejoong mulai beranjak menuju ruangan Changmin

.

.

"Hyung…" teriak Changmin yang sedikit kaget dengan kedatangan Jaejoong.

Jaejoong menghempaskan dirinya di sofa

"Kau darimana? Kenapa pakaianmu casual sekali? kau tak kerja?"

Jaejoong menggeleng

"kau kenapa?"

"Bagaimana ini?"

"Bagaimana apanya?"

"aiiisshhhh…" Jaejoong mengacak rambutnya yang tak gatal

"Kau darimana sebenarnya?" Changmin mendekati Jaejoong

"dari ruangan Yunho"

"Eh? Sepagi ini?"

Jaejoong mengangguk

"Kenapa?"

"dia kemarin sakit dan menginap di apartemenku."

Changmin hanya mengangkat kedua alisnya ketika Jaejoong menghembuskan nafas beratnya. Pasti sebentar lagi Jaejoong mengatakan sesuatu.

Dan benar saja, Jaejoong menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil bergumam, "Ini sungguh gila. Jantungku serasa sudah tak berada ditempatnya ketika aku berada di dekat Yunho… aigoooo" Jaejoong menghembuskan nafas beratnya sekali lagi di akhir kalimat.

Jangan sebut Changmin jika tak peka terhadap hal semacam ini. Meskipun Jaejoong baru menjelaskan sedikit, tapi itu sudah cukup bagi Changmin untuk mengenali 'penyakit' apa yang menghampiri Jaejoong sekarang. Bukan hanya setahun dua tahun Changmin bersahabat dengan Jaejoong, Jadi tak sulit bagi Changmin untuk mendeteksi apa yang terjadi pada sahabatnya itu.

Jaejoong sedang Jatuh Cinta. Atau lebih tepatnya Jaejoong jatuh cinta kepada Yunho.

Dan itu membuat Changmin senang. Akhirnya Jaejoong jatuh cinta lagi. meski Changmin tahu bahwa Jaejoong sudah berpacaran dengan lebih dari 10 yeoja, tapi Jaejoong tak pernah menunjukkan tanda-tanda yang sama seperti yang dirasakannya saat ini.

Dulu… dulu sekali Jaejoong merasakan hal seperti ini. lebih tepatnya saat Jaejoong menjalin hubungan dengan namja itu. Namja yang sempat membuat Jaejoong depresi bahkan hampir bunuh diri… ya.. namja itu, Changmin bahkan tak mau menyebut namanya. Jika Jaejoong merasakan hal yang sama bukankah ia jatuh cinta untuk kedua kalinya dan berhasil move on?

"Congratulation hyung" ucap Changmin semangat.

Jaejoong menaikkan kedua alisnya

"Kau sedang jatuh cinta"

Jaejoong diam

"Aku yakin itu" lanjut Changmin

"Aku tahu, tapi…" sahut Jaejoong dan menggantung di kalimat terakhir

"kau takut?"

Jaejoong diam, tanda iya

"Yunho hyung tidak seperti dia" komentar Changmin

DEG

Jaejoong memandang Changmin, bagaimana bisa pikirannya dibaca Changmin.

"Dulu waktu kau bersama namja itu, aku bahkan tak menyetujuinya. tapi kalau kau bersama Yunho hyung, aku akan membantumu. Yunho hyung orang baik" komentar Changmin.

Memang benar, Changmin dulu tak setuju jika Jaejoong berpacaran dengan namja itu. Changmin yakin ia bukan orang yang tepat untuk Jaejoong. tapi Jaejoong yang terlihat bahagia akhirnya mau tak mau menerima keputusan Jaejoong tapi nyatanya, namja itu malah menyakiti Jaejoong. Tapi sekarang Changmin yakin, Yunho tidak akan seperti itu, Yunho akan melindungi dan menyayangi Jaejoong.

"Aku tak yakin, Yunho menyukaiku atau tidak"

"Aku rasa kau hanya perlu membuktikan itu"

"bagaimana caranya?"

"mudah saja" gumam Changmin kemudian membisikkan sesuatu kepada Jaejoong.

"MWOOOO? KAU GILAAAA!" teriak Jaejoong.

"Kau memang harus membuktikannya hyung, sekarang sudah terlambat untuk mundur" Changmin terkikik melihat ekspresi Jaejoong.

"Sekali saja, keluarkan idemu yang normal.. apa kau tak bisa?"

"Ahahhahaha… hyung… ini adalah ide ternormal yang muncul dipikiranku"

"Kau memang benar-benar gila" gerutu Jaejoong

"Aku akan lebih gila jika kau mencoba berpacaran dengan yeoja lagi… kau hanya akan membuang-buang waktu saja"

PLAAAKKKKK

Pukulan keras mendarat di kepala Changmin.

"Awww… ahahahahahaha" Changmin kesakitan tapi juga tertawa.

Changmin memang sudah tahu jika Jaejoong tak akan pernah berhasil menjalin hubungan dengan yeoja, sampai kapanpun itu. Ada sisi dominan dalam diri Jaejoong untuk meminta dilindungi, bukan melindungi, untuk merawat bukan dirawat, untuk bersandar daripada disandari, untuk shoping daripada bekerja, untuk perawatan diri daripada duduk di kantor.

Memang sisi namja Jaejoong masih terlihat namun sisi itu akan mengecil dengan sendirinya tanpa disadari si empunya jika Jaejoong bertemu dengan namja yang kadar ke-namja-annya lebih tinggi dan yang terpenting telah memikat hatiya. Setidaknya seperti itulah pengamatan Changmin selama ini.

.

.

KLIK

.

.

Pintu ruangan terbuka, Yunho masuk ruangan beserta 'pengikutnya' siapa lagi kalau bukan Ahra. Changmin dan Jaejoong harus menghembuskan nafas beratnya.

"Sudah aku bilang, aku kesini bersama Jaejoong, kau masih tak percaya?" ucap Yunho kemudian duduk di dekat Jaejoong

"Kenapa lagi?" tanya Jaejoong enggan

"Yunho kemarin tidur di apartemenmu?"

"tentu saja.." jawab Jaejoong santai

"Ck.." decak Ahra

"Sebenarnya ada apa lagi?"

Ahra tersenyum, "berhentilah berpura-pura"

DEG

"Apa maksudmu?" Jaejoong masih tenang, mencoba tak terprovokasi.

"Kau hanya berpura-pura berpacaran dengan Yunho kan?" ucap Ahra to the point.

Tiga namja yang ada diruangan menatap Ahra kaget.

Ahra tersenyum bangga, "Lihatlah, wajah kalian… kenapa? Kaget kalau aku mengetahuinya?" tanya Ahra semakin memojokkan.

"Darimana kau bisa mendapatkan kesimpulan gila seperti itu" Jaejoong masih berusaha tenang.

"Ahra.. ada apa sebenarnya? Jangan berbicara yang tidak-tidak.. aku…."

"Yunhoya… aku tak menyangka jika kau melakukan ini. tapi untungnya aku tidak akan terkecoh lagi. dia bukan kekasihmu kan? Kalian hanya berpura-pura?"

"Kau mengigau" ucap Jaejoong

"Huh? Mengigau?" Ahra tersenyum, "Kim Jaejoong shi, Kau pasti masih ingat yeoja bernama Jihye kan?" lanjutnya

DEG

Raut wajah Jaejoong seketika berubah dan itu membuat Ahra semakin tertawa lebar, "Sungguh dunia ini sempit sekali"

Jaejoong masih terdiam memandang Ahra, tak bisa dipungkiri dia kaget mengetahui Ahra menyebutkan nama mantan kekasihnya itu.

"bukankah Jihye kekasihmu yang baru beberapa minggu lalu memutuskanmu?" lanjut Ahra sambil tersenyum menang

CRAPPP

SKAK MATT

100 persen benar

Jaejoong tak bisa menjawab. Memang beberapa waktu lalu Jihye memutuskannya.

"Jihye adalah dongsaengku waktu kuliah dulu dan kemarin aku bertemu dengannya. Sungguh diluar dugaan dia bercerita tentangmu. Bukankah ini yang namanya takdir? Dan takdirku adalah bersama Yunho.. bukan kau!" ucap Ahra yakin.

Ketiga namja itu benar-benar tak bisa berkutik sekarang.

Jaejoong berpikir keras, ia harus cepat bertindak. Tapi bagaimana caranya?

"Kau tidak benar-benar gay, Kim Jaejoong." ucap Ahra semakin yakin.

Ahra terus tersenyum melihat ketegangan diantara ketiga namja tersebut, namun tiba-tiba terdengar suara tawa.

Jaejoong

Jaejoong tertawa dan membuat ketiga orang disekitarnya menatapnya penuh tanya.

"A-apa yang kau tertawakan?" Ahra mulai panik.

"Ahra ssi… jika kau menyelidiki sesuatu, sebaiknya selidikilah dengan lengkap, jangan sepenggal-sepenggal seperti itu" ucap Jaejoong disela tawanya.

"A-apa maksudmu?" Ahra semakin panik

"Darimana kau tahu kalau aku tak menyukai namja?"

Wajah Ahra menegang

"Kau tahu? Sebelum aku bersama Jihye, aku telah berpacaran dengan 11 yeoja yang lain."

DEG

Changmin mulai tersenyum, ketegangan diwajahnya luntur seketika. Ia tahu apa yang akan diperbuat Jaejoong selanjutnya. 'GREAT HYUNG' Ucap Changmin dalam hati

Yunho?

Ia bingung dan bengong. Ia tak menyangka jika Jaejoong berpacaran dengan yeoja sebanyak itu.

"Dan apa kau tahu siapa pacarku sebelum dengan ke-12 yeoja itu?" jaejoong mulai berani menatap mata Ahra yang terlihat semakin tegang

Bibir Ahra bergetar, namun ia tak mengeluarkan satu katapun. Jaejoong tahu jika Ahra sedang shock sekarang. Jaejoong semakin tak bisa membayangkan apa yang akan Ahra lakukan jika setelah mendengar kata yang beberapa detik lagi akan ia ucapkan.

"Sebelum aku berpacaran dengan 12 yeoja tadi, aku berpacaran dengan NAM-JA" ucap Jaejoong tenang dengan penekanan di kata terakhirnya.

DEG

Ahra semakin tegang.

"K-kau?"

"Ya.. dari awal aku memang lebih tertarik pada namja… itulah sebabnya aku tidak pernah cocok dengan semua yeoja itu." ucapan Jaejoong sambil tersenyum ke arah Ahra. Menang …

Ucapan Jaejoong tak hanya membuat Ahra shock tapi juga membuat Yunho tercekat. Sungguh ini baru Yunho ketahui.

Wajah Ahrapun semakin memerah. Sungguh ia tidak tahu jika Jaejoong pernah berhubungan dengan namja sebelumnya. Ia tak mempercayai ini.

Ahra terus menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin"

"Apanya yang tidak mungkin?" tanya Jaejoong tenang

"Kau tidak benar-benar kekasih Yunho"

"Apa kau perlu bukti?" Changmin menyela. Ide cemerlangnya muncul.

"Tentu saja!"

"Ahraya… jebbal… ini sungguh sudah keterlaluan" ucap Yunho mencoba menengahi. Ia sendiri sebenarnya masih mencoba tersadar dari shocknya, ia berusaha menerima kenyataan bahwa Jaejoong pernah berpacaran sebanyak itu, dan dengan namja pula… ini sungguh mengangetkannya.

"Buktikan kalau kalian memang sepasang kekasih!" ucap Ahra lantang, ia sudah mirip orang kesurupan.

"Apa setelah ini kau akan berhenti menganggu mereka?" Changmin memberikan pertanyaan yang tepat.

Ahra melotot ke arah Changmin.

"Aku hanya ingin memastikan jika setelah ini kau akan berhenti mengganggu mereka"

Ahra menatap Changmin dengan tatapan iritasi.

"Kau setuju?" Changmin mulai mendesak

"Baiklah.." ucap ahra sedikit ragu sebenarnya.

"Oke.. hyung… lakukan apa yang biasanya sepasang kekasih lakukan" ucap Changmin santai.

Jaejoong memicingkan matanya ke arah Changmin. Haruskah ia melakukan hal yang dibisikkan Changmin beberapa waktu yang lalu? bagaimana kalau Yunho marah dan menjauhinya? Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Jaejoong.

"Tunggu apa lagi hyung.." ucap Changmin sengaja memprovokasi.

Jaejoongpun akhirnya harus memberanikan diri, ia mulai bergerak mendekati Yunho. Yunho menatap Jaejoong bingung.

GREPPPP

Belum sampai Yunho berhenti memikirkan apa yang akan dilakukan Jaejoong, Tanpa disangka, Jaejoong sudah duduk di pangkuannya. Jantung Yunho serasa ingin copot.

'I know that you're a bad boy hyung' batin Changmin terkikik. Beberapa saat yang lalu ia memang sempat menyuruh Jaejoong membuktikan perasaan Yunho kepadanya lewat ciuman. Tapi tidak dengan duduk dipangkuan seperti itu. Dasar Jaejoong terlalu pintar untuk berimprovisasi.

Jaejoong yang sudah berada di pangkuan Yunho kemudian memandang Ahra dengan memberikan smirk, terlihat ketegangan di wajah Ahra.

"Aku harap kau bisa menepati janjimu setelah ini Ahra ssi" ucap Jaejoong kemudian mengalungkan tangannya di leher Yunho.

Yunho memandang mata Jaejoong yang juga sedang menatapnya.

Jaejoong mendekatkan kepalanya ke kepala Yunho, "Sorry, let's talk after this" gumam Jaejoong yang didengar jelas oleh Yunho. disusul dengan menarik leher Yunho agar mendekat kepadanya dan…

KISS

Jaejoong mencium bibir Yunho dengan tangan yang mengalung erat di leher Yunho.

Nafas Yunho tercekat, entahlah.. sulit baginya menyadari bahwa ini nyata. Jaejoong duduk dipangkuannya dan sedang menciumnya sekarang.

Yunho terdiam, pikirannya berkecamuk. 11 yeoja itu, 1 namja sebelum 11 yeoja, dan bahkan perasaan kepada Jaejoong yang baru diyakininya kemarin. Membuat pikiran Yunho berkecamuk.

Namun kekalutan Yunho tiba-tiba buyar tatkala bibirnya di gigit oleh Jaejoong seolah pertanda 'balas ciumanku'.

Benteng pertahanan Yunhopun akhirnya runtuh. Ia kemudian membalas ciuman Jaejoong. kedua tangannya diletakkan di pinggang Jaejoong yang ternyata sangat ramping itu.

Yunho dan Jaejoong terus saling mengigit, menyesap dan melumat bibir satu sama lain. Bahkan tak lama setelah itu, Yunho menggigit bibir bawah Jaejoong sehingga ia bisa memasukkan lidahnya untuk menjelajahi bibir Jaejoong.

Jaejoong semakin mengeratkan pelukan di leher Yunho, bahkan ia sesekali meremas rambut Yunho sehingga membuat ciuman mereka semakin memanas.

Saking asyiknya mereka berciuman hingga tak terasa bagian tubuh mereka ada yang sedang 'excited' sekarang. Ya, ada yang sedang bereaksi di bawah sana. Apalagi dengan posisi mereka berdua sekarang. Benar-benar sungguh rawan.

"Nnnggghhhhh…" lenguh keduanya ketika bagian bawah mereka saling bergesekan. Namun bukannya berhenti, keduanya malah semakin bersemangat. Sepertinya keduanya sudah saling mencandu sekarang. Tak ada yang mau berhenti.

Tak sadarkah mereka jika Changmin dan Ahra masih berada disana?

Jaejoong malah mulai melepas beberapa kancing kemeja Yunho dengan bibir yang masih saling bertautan.

"mmphhh… "

"nggghhh.."

Lenguhan halus dan suara decakanpun terdengar jelas disela ciuman mereka. Mereka menebarkan hawa erotis di ruangan Changmin.

Apakah mereka benar-benar lupa jika masih ada orang lain diruangan itu?

"ehem… ehem… mmm… hyung…" Changmin mulai menginterupsi, ia sudah tak kuat lagi melihat pemandangan yang super duper menggoda itu.

Yunho dan Jaejoong sepertinya tak mendengar.

"HELLLOOO… YUNHO HYUNG.. JAE HYUNG…PERMISI…" Teriak Changmin

Mereka masih berciuman

Changminpun berdiri dan memukul pelan kepala Jaejoong, "Hyung, bisakah kalian lanjutkan aktivitas kalian ini nanti?" ucap Changmin sedikit keras.

DEG

Yunho dan Jaejoong membuka mata mereka masing-masing dan tentu saja nafas mereka saling memburu sekarang. Jaejoong tersenyum, ia tahu sesuatu sekarang.

Jaejoong sedikit kaget ketika melihat baju Yunho yang sudah berantakan itu, Diakah pelakunya? Jaejoong hanya bisa terkikik.

"Wae?" tanya Yunho dengan suara husky-nya.

"Mianhe" ucap Jaejoong sambil mengancingkan kembali kemeja Yunho, Yunhopun tersenyum dengan tangan yang masih berada di pinggang Jaejoong.

"Kau harus menjelaskan kepadaku setelah ini" bisik Yunho yang menempelkan keningnya di kening Jaejoong. Benar-benar pemandangan yang sangat romantis.

Jaejoong hanya tersenyum, "Jja.. sudah rapi" gumamnya ketika selesai mengancingkan kancing kemeja Yunho.

Changmin dan Ahra benar-benar terabaikan.

"Hyung" panggil Changmin yang sudah tak kuat melihat adegan demi adegan yang dilakukan Yunho dan Jaejoong. Sepertinya Changmin mulai menyesali usulnya beberapa menit yang lalu.

Bagai kembali ke dunia nyata, Jaejoong menoleh ke arah Changmin, Sedangkan Changmin mengkode bahwa Ahra masih disana.

Jaejoong kemudian memandang ke arah Ahra, "Masihkah perlu bukti yang lain?"

Jangan ditanya. Ahra sudah jaw droop, speechless. Tak tahu apa yang harus ia katakan. Antara percaya dan tidak percaya. Yunho dan Jaejoong berciuman dengan sangat HOT dan terlihat begitu romantis, sangat serasi satu sama lain.

"Ahra ssi.." lanjut Jaejoong memanggil ahra yang terlihat bengong

"Ini tidak mungkin" gumam Ahra sambil meggelengkan kepalanya.

"Apanya yang tidak mungkin?"

"Kau tidak mungkin gay… tidak…!"

Jaejoong terkikik, "Ahra shi… mungkin kau benar, aku memang tidak homoseksual… tapi yang jelas, aku Yunhoseksual" ucap Jaejoong nakal.

DANNNGGGG

Changmin seketika terkikik sendiri, sedangkan Yunho tersenyum geli. Sungguh ucapan Jaejoong selalu membuatnya tertawa. Darimana ia mendapatkan kata-kata seperti itu.

"Tidak.. TIDAK MUNGKIN…" Ahra berteriak dan memutuskan untuk keluar ruangan. Tapi ia terhenti ketika melihat ada seseorang yang berdiri di ambang pintu.

Changmin dan Jaejoong melotot,

"Jadi karena ini kau tidak masuk kerja hari ini Presdir Kim?" suara wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu itu.

"Umma.." gumam Jaejoong

Yunhopun menjadi tegang ketika tahu siapa yang berdiri disana.

Mrs. Kim

.

.

.

tbc

=.=.=.=.=.=.=.=

Jang jang… akhirnya…^^

Semakin Ahra mendekat, semakin Yunho dan Jaejoong bersatu… belum lagi ditambah ide gila dari Changmin… cocok banget dahhh…hihihihi ^^

Next part uda ada.. n tinggal ngepost.. maxy kasih tau bocorannya… chap depan itu…. romantic chap, yunjae jadian dan mmmmm…. Selanjutnya rahasia… hihihihi

Maxy akan post cepet tapi tinggal nunggu review dari teman-teman dulu… masih mau lanjut pa gak… ^^

Bagaimana? Lanjutkah?

Review pleaseee… ^^

Oiya, maxy lupa… hari ini IABR epilongnya maxy upload… bagi yang mo liat silahkan… ^^