FALL-FELL-FALLEN
Pairing:
Yunjae
Rated:
M
Genre:
Comedy, Romance
.
.
.
Hai hai hai hai hai….. maxy datangggggggg… ada yang kangen? Hehehehe
Dan
Muach..muachhh untuk yang sudah bersedia luangin waktu untuk baca dan review FFF ini… maxy sayang kalian semua.. #hug
rizqicassie, SiDer Tobat, gwansim84, lanarava6223, Dipa Woon, manize83, TitaniumSP, nunoel31, princesssparkyu, yoon HyunWoon, Sora Hwang, Dee chan - tik, BlaueFEE, hanasukie, zhe, cminsa, Eun Blingbling, kitybear, 3kjj, Yjboo, nickeYJcassie, hoshidissy, Park July, kyoarashi57, snowdrop1272, Chris1004, haruko2277, Lady Ze, IrNana, ifaparunda, Dennis Park, FiAndYJ, Himawari23, wiendzbica, hexsaa, leeChunnie, simijewels, CuteCat88, Yuu si fujoshi, ShinJiWoo920202, Jung Jaehyun, dhian930715ELF, queen harkyu, miszshanty05, chibiechan01, Kim Eun Seob, YunHolic, opahfumi, aliensparkdobi, vherakim, KimsLovey, kim shendy, michomichobaby, Nee-chan CassieBigeast, Vic89, cindyshim07, meirah1111, pujochi exo, RedsXiah, Andini010196, RlyCJaeKyu, nin nina, vampireyunjae, Hana - Kara, Nakahara Grill, chocho mami, Vivi, hi-jj91, jaena, BooBear, merry jung, Ria, WineMing, lopeYunjae, Elzha luv changminnie, diamond's, Naritha, lee sunri hyun, Eternal YunJae, ajid yunjae, rie, blacklemon, han min jie, TriaU-KnowHero, JungJaema, Jaelupme, okoyunjae, novanoba, min, chamimin, pikachu, YunJae Love Me, insun taeby, Jenny, dan para guest.
Gomawo masih sabar menunggu maxy… #deep bow n hug
Yuk langsung aja…
Oiya.. bacanya pelan-pelan aja ne… biar lebih nendang… #Cuma saran… tidak ada unsur pemaksaan… hehehe
Happy reading all…
And don't forget to give your lovely review… ^_^
I love u…. Chuuuu ~ ~
.
Preview:
"Jadi karena ini kau tidak masuk kerja hari ini Presdir Kim?" suara wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu itu.
"Umma.." gumam Jaejoong
Yunhopun menjadi tegang ketika tahu siapa yang berdiri disana.
Mrs. Kim
.
.
Chap 4
.
.
Mrs. Kim mendekati Jaejoong dan Yunho. Ahra diam mematung di tempatnya, ia tak jadi pergi. Ia sangat penasaran apa yang akan diperbuat Mrs. Kim.
Jaejoong seketika berdiri, beranjak dari pangkuan Yunho. raut wajah Yunho juga menegang, iapun berdiri dan membungkuk memberikan hormat kepada Mrs. Kim.
"Umma, kenapa umma bisa disini?" gumam Jaejoong
Mrs. Kim menatap tajam ke arah Jaejoong. "Kenapa umma bisa disini? Apa kau tak sadar telah meninggalkan rapat penting dengan dewan direksi? Semua orang mencarimu untuk mengambil keputusan Jae dan Junsu bilang kau ada urusan penting dengan Changmin.. Urusan apa?
Jaejoong diam.
"Kau tahu seberapa penting rapat hari ini?"
Jaejoong mengangguk kecil namun ia masih diam... Ummanya tidak akan suka menerima bantahan.. Terlebih jika ia memang salah seperti sekarang ini.. Terlepas dari sikap ummanya yang agak 'aneh' tapi ummanya sangat disiplin, terlebih semenjak kematian appanya.
"Tuan Han juga menelpon umma karena tak bisa menemuimu di kantor. Ada berkas penting yang harus kau tanda tangani tapi kau malah santai disini. Beberapa kepala bagian juga mengeluhkan kinerjamu yang akhir-akhir ini sering tak bisa ditemui setelah jam makan siang? Kemana kau sebenarnya? Bukankah katamu kau sibuk? Kau bahkan tak sempat mengunjungi umma dirumah? Sibuk apa sebenarnya?" Mrs. Kim mengomel
Jaejoong masih diam.
Tiba-tiba Mrs. Kim memandang Yunho, "Kau?"
Yunho sedikit kaget dengan telunjuk Mrs. Kim yang tiba-tiba didepan wajahnya.
Yunho sedikit membungkuk, tanda hormat.
"Siapa namamu?"
"Jung Yunho imnida" ucap Yunho dan sekali lagi membungkuk
Mrs. Kim mengamati Yunho dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Apa hubunganmu dengan Jaejoong hingga kau berani membuat putra semata wayangku itu mendesah dipangkuanmu?"
OH GOD
Pertanyaan macam apa ini?
Mrs. Kim melihat semua kejadian tadi?
Benarkah?
'Oh God, umma.. mulutmu…' gumam Jaejoong dalam hati. Ia harus segera menghentikan ummanya sebelum semakin banyak kata-kata aneh yang keluar dari bibir tipis ummanya itu. "Umma… sungguh… ini…"
"Diam kau Kim.."
"Ck…" Jaejoong berdecak.
"kau kekasih Jaejoong?"
DEG
Bagaimana Yunho harus menjawab, jika ia menjawab tidak, maka sia-sia sudah acting yang selama ini mereka lakukan karena Ahra masih berada disana, diambang pintu dan sedang menatapnya. Tapi jika ia berkata iya, dia sama sekali bukan kekasih Jaejoong. lalu bagaimana ini? Yunho melirik Jaejoong yang juga sedang memandangnya.
"Hmmm?" Mrs. Kim mendesak.
"Ne, Mrs. Kim" kata itu yang akhirnya terucap dari bibir Yunho.
Jaejoong melihat Yunho dengan sedikit kaget.
"Dia benar kekasihmu Jae?"
Jaejoong menghembuskan nafas beratnya, "Ne umma" gumam Jaejoong pasrah. Jaejoong mundur sedikit dan menutup telinga, ia sudah tahu apa yang akan dilakukan ummanya setelah ini.
.
1
.
2
.
3
.
"YAAAHHHHH…. Kenapa tidak bilang kalau kau sudah memiliki kekasih? Aigooo tampan sekali.. Sungguh kau berselera tinggi Jae.. Sudah umma bilang namja tampan dan bertubuh seksi lebih cocok untukmu" ucap Mrs. Kim sambil memandang Yunho intens.
DUANGGGG
Benar dugaan Jaejoong, ummanya akan heboh ketika tahu ia sudah memiliki kekasih. Pasalnya, sejak beberapa minggu yang lalu ummanya selalu mendesak untuk segera mencari pendamping. Tapi masalahnya ia dan Yunho tidak benar-benar berpacaran. Lalu bagaimana ini?
Sedangkan Yunho, Yunho sangat kaget melihat respon Mrs. Kim. Ia tak menyangka jika Mrs. Kim akan percaya begitu saja dan malah akan bersikap seperti ini..
Ahra?
Entahlah... Dia sudah tak berada diruangan... Ia sangat shock melihat semuanya.. Sudah saatnya untuk menyerah. Mungkinkah?
"Berapa lama kalian berpacaran?"
DEG
Pertanyaan Mrs. Kim membuat Yunho dan Jaejoong terperanjat. Jaejoong sedang berpikir keras bagaimana ia harus menjawab pertanyaan itu. Setidaknya, meskipun ia berbohong tapi haruslah masuk akal... Beberapa minggu yang lalu Jaejoong baru putus dengan Jihye.. Berarti Jaejoong harus mengakui hubungannya dengan Yunho baru terjalin dalam waktu dekat ini. Tapi belum sampai Jaejoong membuka mulut sudah terdengar suara.
"Mereka bahkan akan menikah ahjumma" ucap Changmin menginterupsi.
JETAARRRRR
"OMO… Benarkah?" mata Mrs. Kim berbinar seketika.
Sungguh komentar Changmin membuat Yunho dan Jaejoong melotot ke arahnya. Namun bukan Changmin namanya jika tidak jail. Changmin malah cekikikan sendiri.
'Akan kubunuh kau setelah ini Changmina' gumam Jaejoong geram dalam hati.
Sedangkan Yunho hanya menatap tajam ke arah Changmin dengan segala umpatannya. Bagaimana bisa Changmin mengatakan itu didepan Mrs. Kim, memang benar ia dan Jaejoong akan menikah, tapi itukan kebohongan yang dilakukannya didepan Ahra saja. Kenapa Changmin mengatakan itu juga di depan Mrs. Kim? dan parahnya Mrs. Kim terlihat antusias. 'Aigooo… bagaimana ini bisa terjadi sampai sejauh ini? Awas kau Changmin' gumam Yunho dalam hati.
.
.
.
"Kopi?"' gumam Yunho yang menyodorkan sekaleng kopi ke arah Jaejoong.
Jaejoong mendongak dan tersenyum, "gomawo".
Yunho kemudian duduk disebelah Jaejoong.
Mereka berdua sedang berada di atap gedung sekolah tempat Yunho bekerja. Yunho dan Jaejoong ingin berbicara 4 mata. Dan atap gedunglah tempat yang pas untuk membicarakan hal yang serius tanpa ada yang mengganggu. Mereka memang harus membicarakan sesuatu yang cukup serius berkaitan dengan kepulangan Mrs. Kim dengan senyum bahagianya beberapa waktu yang lalu..
Ya… Mrs. Kim sudah pulang 30 menit yang lalu setelah Yunho berjanji akan datang ke rumah Mrs. Kim 2 hari lagi. apalagi kalau bukan untuk membicarakan pernikahannya dengan Jaejoong. setelah ulah Changmin yang seenak jidatnya berbicara bahwa ia dan Jaejoong akan menikah membuat Yunho dan Jaejoong kelabakan.
Jaejoong memandang hamparan luas kota seoul dari atap gedung. Angin semilir menerpanya, sungguh menenangkan sekali. Ia memejamkan matanya, mencoba merasakan hembusan angin dan mengurangi penat pikirannya.
Yunho yang duduk disamping Jaejoong dengan menyandarkan punggungnya di pagar atap gedung hanya bisa memandang Jaejoong yang sedang memejamkan matanya. Sungguh pemandangan yang sangat indah.
Mereka berdua masih diam
Tak ada yang mengeluarkan suara
15 menit berlalu dalam diam.
"Jae" suara Yunho membuat Jaejoong membuka matanya dan menatapnya.
"mmm?"
"mianhe"
Jaejoong mengangkat kedua alisnya
"Mianhe telah mengatakan aku adalah kekasihmu, aku tak tahu harus menjawab apa. Ahra masih disana dan…"
"Gwenchana.." Jaejoong tersenyum
Yunho terdiam
Keduanya hening
Tak ada yang berbicara.
Yunho dan Jaejoong sama-sama memandang jauh ke depan. Terlarut pada pikirannya masing-masing.
15 menit berlalu dalam diam
"mengenai 2 hari lagi…"
Jaejoong menoleh, menatap Yunho yang tiba-tiba mengeluarkan suara. Tapi Yunho tak meneruskan kalimatnya. Ia malah menghembuskan nafas beratnya. Sepertinya pikirannya sedang berkecamuk.
"Yun… mianhe… ummaku membuat semuanya menjadi sulit" gumam Jaejoong
Yunho menoleh, "Bukan… bukan seperti itu maksudku"
"Yun…" Jaejoong memberikan tatapan teduh ke Yunho.
"Hmm?", Yunho balas memandang Jaejoong.
"Kita bicara saja kepada umma, apa yang sebenarnya terjadi"
DEG
Bukan ini yang Yunho mau. Setelah perdebatan batin yang dirasakan Yunho beberapa waktu yang lalu, akhirnya ia sudah memutuskan tindakan apa yang akan dia ambil.
Yunho memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Jaejoong. Ia sudah tak peduli 11 yeoja dan 1 namja yang menjadi mantan Jaejoong. Yunho merasa ini adalah waktu yang tepat, sebelum semuanya semakin salah. Acting yang awalnya tak disengaja tapi sekarang sudah berjalan semakin jauh. Tak hanya acting yang ia lakukan, tapi Yunho juga membubuhkan cinta didalamnya. Ditambah ucapan Changmin yang ditanggapi dengan serius oleh Mrs. Kim, ini memang benar-benar tak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Tapi bagaimana mengawalinya? Yunho tak tahu bagaimana harus mengatakannya.
"Jae.."
"mmm?"
"Kau tahu, kau membuatku jantungan hari ini"
"Eh?" Jaejoong sedikit kaget dengan ucapan Yunho.
"Aku tidak menyangka jika kau mempunyai kekasih sebanyak itu." Sungguh Yunho tak pintar merangkai kata-kata. Bagaimana ini, ia malah mengucapkan kata yang seperti itu. Yunho hanya bisa tersenyum kecil.
Jaejoongpun tersenyum, "Aku sungguh tak beruntung. Selalu gagal bahkan beberapa hari setelah jadian" ucap Jaejoong kemudian tertawa kecil.
Yunho ikut tertawa kecil. "tapi aku juga tak menyangka jika kau pernah berpacaran dengan namja sebelumnya"
Perkataan Yunho membuat senyum Jaejoong menghilang.
"Dia.." gumam Jaejoong berusaha ingin menjelaskan tapi Yunho sudah memotong kalimat Jaejoong.
"Dan aku lebih kaget lagi ketika kau menciumku tadi"
DEG
"Itu…" Jaejoong semakin kehilangan kata-kata. Jika dipikir-pikir acting yang dilakukannya dengan Yunho selama ini memang sudah melenceng jauh. Berawal dari ide gila Changmin kemudian berlanjut hingga ciuman tadi dan puncaknya 2 hari lagi Mrs. Kim menunggu kedatangan Yunho untuk datang ke kediaman Kim. Bukankah ini sudah melenceng sangat jauh?
"Semua ini membuatku kaget Jae"
"Yun… sebenarnya aku ingin me…"
"Apa kau masih mencintainya?" tanya Yunho tiba-tiba
Jaejoong menatap Yunho kaget. Ia tak jadi melanjutkan ucapannya.
"namja itu.. apa kau masih mencintainya?" tanya Yunho sekali lagi.
Jaejoong terdiam, ia menghembuskan nafas beratnya dan menunduk. sepertinya ia sedang berperang dengan pikirannya sendiri.
Yunho tak mengalihkan pandangannya dari Jaejoong yang menunduk dan terdiam itu. Ia menunggu Jaejoong mengucapkan sesuatu, sesuatu yang sangat Yunho ingin ketahui tentang namja itu. Tentang perasaan Jaejoong kepada namja itu.
Tapi sepertinya Jaejoong tak kunjung mengucapkan sesuatu.
"Kalau kau…"
"Namanya Siwon, Choi Siwon.. dia kakak kelasku dulu waktu masih SMA" Jaejoong mulai bercerita, memotong ucapan Yunho.
Yunho diam, mendengarkan dengan seksama
"Aku sangat mempercayainya"
"…"
"Aku memberikan apapun yang aku punya untuknya"
"…"
"Jantungku berdetak menggila ketika berada di dekatnya"
"…"
"karena aku sangat mencintainya" lanjut Jaejoong sambil memandang jauh kedepan seolah flashback ke beberapa tahun yang lalu. Ke tahun dimana ia sempat depresi bahkan hampir bunuh diri.
DEG
Sakit
Itulah yang dirasakan Yunho saat ini
"Perasaan itu terus membayangiku, bahkan mungkin sampai sekarang" lanjut Jaejoong
Perih
Yunho tiba-tiba merasakan perih di hatinya mendengar ucapan Jaejoong. ia tak mampu mengucapkan sepatah katapun.
"Mungkin itu juga yang membuatku tak pernah berhasil menjalin hubungan dengan semua yeoja itu"
Yunho terus mendengarkan Jaejoong, ia meneguk kopi dalam kaleng minum yang sedari tadi dibawanya. Ia mencoba mendinginkan hatinya yang tiba-tiba panas.
Jaejoong masih memandang jauh kedepan. Ia menghembuskan nafas beratnya sekali lagi.
Yunhopun menunduk, melepaskan tatapannya yang sedari tadi terpusat pada Jaejoong. Iapun meletakkan kaleng kopi yang sudah kosong, tiba-tiba ia merasa sangat penat. Jika Jaejoong masih mencintai Siwon, lalu bagaimana dengan perasaan yang baru disadarinya? apakah masih ada kesempatan untuknya?
Jaejoong memandang Yunho yang menunduk dan terdiam.
"selama ini, selama aku dengan semua yeoja itu, jantungku tak pernah berdetak cepat, secepat saat aku disampingnya"
Semakin perih Yunho mendengarnya
"pikiranku tak pernah sesak, sesesak saat aku bersamanya"
Yunho ingin menjatuhkan dirinya dari atap gedung sekarang juga, andai itu bisa ia lakukan.
Jaejoong tersenyum ketika melihat Yunho yang hanya diam dan menunduk. Sulit mengartikan ekspresi Yunho sekarang.
"Apa ucapanku tadi menyakiti hatimu?" tanya Jaejoong memberanikan diri
Seketika Yunho memandang Jaejoong dengan tatapan kaget. 'Sangat sakit Jae.. sangat-sangat sakit' batin Yunho, tapi kata itu hanya tercekat di tenggorokannya tanpa bisa terucap sehingga hanya senyum yang mampu diberikannya kepada Jaejoong.
"Yun… apa aku boleh menanyakan sesuatu kepadamu?"
"mmm" gumam Yunho sambil mengangguk, ia mencoba tersenyum.
"Jika jantung seseorang berdetak sangat cepat bahkan hanya dengan memikirkan orang tersebut, apa seperti itu bisa dinamakan jatuh cinta?"
Yunho menaikkan kedua alisnya, ia sedikit tak mengerti dengan ucapan Jaejoong. mengapa ia harus menanyakan hal yang menurutnya sudah pasti itu.
"Menurutku iya" jawab Yunho berusaha tenang.
Jaejoong tersenyum, "Jika mencemaskan seseorang melebihi mencemaskan dirinya sendiri, apa itu juga bisa disebut cinta?"
Yunho mengangguk, ia semakin tak mengerti kemana arah ucapan Jaejoong.
"Jika pipi memerah karena mendengar pujiannya, apa itu juga bisa disebut cinta?"
Yunho mengangguk
"Jika ingin selalu bersamanya, apa itu juga disebut cinta?"
"Jae.. apa yang…"
"Jika aku merasakan itu semua, apa berarti aku jatuh cinta?"
DEG
"Jae… kau…"
"Jika kau yang membuatku merasakan semua itu, apa itu berarti aku jatuh cinta padamu?"
Jantung Yunho seolah berhenti sekarang. Apa ia tak salah dengar?
Jaejoong tersenyum memandang Yunho yang menatapnya kaget.
"Mungkin ini terdengar konyol, tapi sepertinya aku mencintaimu Yun" ucap Jaejoong sambil tersenyum kecil
Yunho masih memandang Jaejoong tak percaya.
"Mian.. jika aku membuatmu kaget dan mungkin takut… kita memang baru saling mengenal dan ini terdengar sangat konyol tapi sungguh aku hanya ingin membuat semuanya jelas. Aku menyadari perasaanku dan aku tak ingin memendamnya lagi. Aku harus mengutarakannya sebelum semuanya semakin sulit." Ucap Jaejoong yang masih memandang Yunho.
Yunho masih mencoba mencerna semua kalimat Jaejoong.
Jaejoong memberanikan diri memegang tangan Yunho, Yunho cukup kaget tapi ia tak mengelak.
Lama Jaejoong memegang tangan Yunho dalam diam. Yunho memandang tangannya yang digenggam oleh Jaejoong.
"Lalu perasaanmu pada siwon?" Yunho mulai berbicara
Jaejoongpun tersenyum, "Mungkin aku memang mencintainya tapi aku merasa sanggup memberikan cinta yang lebih untukmu melebihi cintaku padanya. Mungkin akan sulit melupakan dia, tapi jika itu denganmu aku merasa sanggup melakukannya. Dia membuatku gila tapi kau lebih bisa membuatku gila. Dia masa laluku Yun, dan masa depanku ingin aku rajut denganmu. Dia…"
GREPPPP
Yunho tiba-tiba memeluk Jaejoong, membuat Jaejoong menghentikan kalimatnya.
"Berhenti membicarakannya.." ucap Yunho
"Hmmm?"
"Aku tak mau kau membicarakannya lagi" gumam Yunho yang memeluk Jaejoong erat.
Jaejoong yang sempat kaget ketika mendapat pelukan dari Yunho tapi kemudian ia membalas pelukan itu. Jaejoong meletakkan tangannya di punggung Yunho dan tersenyum. "Arra…" gumam Jaejoong. "Mianhe" lanjutnya.
"Jae.."
"mmm?"
"Saranghae"
DEG
"Saranghae Kim Jaejoong" ucap Yunho sekali lagi
"Yun…"
"Aku tak peduli masa lalu seperti apa yang kau miliki dengannya, aku hanya ingin kau bahagia sekarang dan nanti… denganku tentunya… hanya denganku, tidak boleh dengan orang lain" lanjut Yunho.
"Kau ternyata posesif Mr. Jung" canda Jaejoong
"Aku hanya melindungi milikku"
"Siapa yang menjadi milikmu?"
"Kau"
Jaejoong terkikik, "Sejak kapan?"
"Sejak aku memelukmu tadi."
Jaejoong tertawa
Yunho merenggangkan pelukannya. Ia memegang kedua pipi Jaejoong dan menatap matanya lekat. Membuat Jaejoong terpaksa harus berhenti tertawa.
"Wae?" gumam Jaejoong sambil menatap kedua mata Yunho.
"Aku mencintaimu Jae, sangat…"
DEG
Jaejoong terpaku.
"Kau adalah yang pertama bagiku… aku tak pernah berpacaran sebelumnya… mungkin akan sedikit aneh tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu… Apa kau mau menerimaku yang amatir ini?" ucap Yunho sambil terkikik.
Jaejoong tersenyum dan mengangguk kecil, pipinya memerah sempurna.
"Apa ini berarti kita jadian?" gumam Yunho dengan senyum yang merekah.
"menurutmu?" Jaejoongpun ikut memegang kedua pipi Yunho dan menempelkan keningnya di kening Yunho.
Pipi Yunho memerah.
Jaejoongpun tersenyum, ternyata Yunho benar-benar masih amatir.
"Aku milikmu sekarang… nanti, dan selamanya" gumam Jaejoong yang sukses membuat Yunho tak bisa berkutik lagi.
Jaejoong terkikik melihat ekspresi Yunho.
"Apa aku terlihat begitu amatir?"
"Aku suka yang amatir" canda Jaejoong
Yunhopun tersenyum, "Jae…"
"mmm?"
"Apa aku boleh… mmmm" Yunho sedikit ragu mengucapkannya.
"Menciumku?" tebak Jaejoong
Yunho terlihat kaget. Bagaimana bisa Jaejoong menebak isi pikirannya.
Jaejoong tersenyum dan menggoyang pipi Yunho dengan gemas. "Hei. Tuan Jung… bukankah aku sudah menjadi milikmu? Kau kekasihku… dan aku mencintaimu… lakukan apa yang kau mau… tak perlu meminta ijin terlebih dahulu. Arachi?"
Yunho mengangguk lucu.
Jaejoongpun terkikik, "Aigooo… kau lucu sekali" gumam Jaejoong.
Yunhopun mulai menarik pipi Jaejoong.
Jaejoong berhenti tertawa. Meski ini bukan ciuman pertamanya, tapi jujur saja jantungnya berdegup sangat kencang.
Yunhopun memiringkan kepalanya. Bibirnya semakin mendekat ke bibir Jaejoong.
Tak menunggu waktu lama bagi keduanya untuk saling menyatukan bibir tersebut.
Yunho memberikan ciuman yang sangat lembut, menyesap bibir Jaejoong dengan pelan. Sangat berbeda dengan yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu diruangan Changmin. Ciuman yang sekarang lebih terasa romantis dan sangat manis.
Yunho melepaskan ciumannya, "Saranghae Kim Jaejoong" ucap Yunho
"Nado saranghae, Yunhoya"
.
.
.
"Kau sudah datang? Mianhe… aku terlambat… rapat yang membosankan itu tak selesai-selesai. Kau sudah menunggu lama?"
"Sangat" goda Yunho
"Mianhe" ucap Jaejoong yang terdengar sangat menyesal
Yunho terkikik, "Hei… nan gwenchana… aku hanya menggodamu"
"Tapi aku benar-benar merasa bersalah"
Hari ini Yunho dan Jaejoong berencana untuk makan siang bersama di café dekat tempat Yunho bekerja. Mereka sudah menjadi sepasang kekasih selama 1 hari. Dan ini adalah first date bagi mereka berdua, tapi Jaejoong sudah terlambat di acara yang penting ini. Sungguh membuat Jaejoong tak enak hati.
Yunho tersenyum, "cepatlah kemari… aku merindukanmu"
BLUSSHHHH
"Berhentilah menggodaku"
Yunho terkikik
"Segeralah kemari kalau kau tak ingin para pelayan ini semakin lama menggodaku" ucap Yunho yang memang sengaja menggoda Jaejoong
"YAAAHHHHH… Kalau sampai kau bermain mata dengan para pelayan disana, akan aku cincang kau…" Jaejoong terdengar kesal
Yunho semakin terkikik.
Dan Jaejoong terdiam
"Jae…" panggil Yunho ketika sadar Jaejoong tak bersuara
"Yun…"
"mmm?"
"Kau tidak benar-benar menggoda yeoja disana kan?"
Yunho tersenyum, ternyata Jaejoong menanggapi candaanya dengan serius. "Aigooo… Jae… kenapa aku harus menggoda yeoja kalau aku sudah punya kau. Lagipula, meskipun mereka semua menggodaku, tapi hanya kau yang mampu membuatku tergoda"
BLUSSHHH
"Kau semakin pintar membual"
"Jja… segera tutup telponnya dan kemarilah…"
"Ne.. tunggu aku disana"
"mmm" Yunho mengangguk seolah Jaejoong dapat melihatnya, "aku akan menunggumu disini, aku tidak akan pergi kemana-mana" lanjut Yunho
"20 menit lagi aku sampai"
"Ne… hati-hati dijalan.."
"Ne… baiklah aku tutup teleponnya"
"mmm" Yunho mengangguk sekali lagi
"Bye.."
"Eh Jae…" panggil Yunho beberapa detik sebelum Jaejoong mematikan ponselnya.
"Wae?"
"Saranghae"
BLUSSHHHH
"Nado Saranghae Yunhoya…"
Yunho dan Jaejoong tersenyum bersamaan meskipun berbeda tempat sekarang.
Dan
PIP
Sambunganpun terputus, keduanya saling memegang dada mereka sendiri.
"Beginikah rasanya punya orang yang spesial?" gumam Yunho
"Kau membuatku gila" gumam Jaejoong
.
.
20 menit berlalu dengan cepat
Yunho menatap ke arah pintu sambil sesekali melihat jam tangannya. "kenapa ia lama sekali" gumam Yunho.
Jus yang dipesannyapun sudah mau habis. Maklum ia menunggu Jaejoong sudah lebih dari 1 jam.
Yunho mengetuk-ngetuk jemarinya dimeja.
Wajah Yunho seketika berbinar ketika melihat pintu café terbuka.
Seorang namja dengan kemeja biru dan terlihat sangat rapi sedang berjalan dan tersenyum ke arahnya. Yunhopun membalas senyuman itu.
"Mianhe… aku membuatmu menunggu lama"
Yunho menggeleng, "gwenchana" ucap Yunho sambil memegang tangan Jaejoong.
Jaejoongpun tersenyum.
Mereka berdua kemudian duduk saling berhadapan.
"Kau mau pesan apa?" tanya Yunho kemudian
"Pilihkan menu yang kau suka untukku.. aku akan menyukai apapun yang kau sukai" ucap Jaejoong dengan nada menggoda
Yunho terkikik mendengar ucapan Jaejoong. "Kau menggodaku?"
"Kau merasa tergoda?"
Keduanya kemudian tertawa bersama.
"mmmm… Yun.. mengenai besok…."
"Wae?"
"Umma menanyakannya…"
"Aku pasti datang Jae…" ucap Yunho tersenyum sambil menggenggam tangan Jaejoong yang berada diatas meja.
"Apa kau akan siap jika umma menyuruh kita menikah?"
Yunho diam sejenak. Inilah yang dipikirkannya dari kemarin. Bagaimana jika Mrs. Kim benar-benar menyuruhnya menikah secepatnya? Sedangkan ia masih harus menyelesaikan kuliah S2nya, ia bukan berasal dari keluarga yang kaya, ia hanya sebagai dancer dan pelatih dance. Dan yang lebih penting, ia belum memberitahukan masalah ini dengan orangtuanya. Ini bukan keputusan yang mudah.. ia tak akan main-main dengan hubungannya ini, tapi ia juga butuh waktu untuk menjelaskan hubungan yang sedikit 'berbeda' ini dengan orangtuanya.. Sungguh sebenarnya ia ingin segera menikah dengan Jaejoong tapi ia butuh persiapan.
"Jae… aku…"
Ucapan Yunho terhenti ketika tiba-tiba datang seorang namja tampan yang menepuk bahu Jaejoong.
"Kim Jaejoong? ini benar kau? Aku ragu kalau itu kau, tapi sepertinya aku tak salah.. kau Kim Jaejoong kan?" ucap namja itu dengan semangat
Jaejoong mematung,
Wajahnya terlihat kaget.
Bahkan sangat kaget.
"Omo… aku tidak menyangka jika kita akan bertemu lagi disini" ucap namja itu yang tak menghiraukan wajah kaget Jaejoong.
"Kau benar-benar sudah berubah Jae… kau semakin menawan…" cerocos namja itu.
Tanpa ragu namja itu langsung duduk di dekat Jaejoong. Sementara Jaejoong masih terdiam.
"Kau bersama temanmu?" tanya namja itu dan menatap Jaejoong yang masih menatapnya dalam diam.
Jaejoong seperti tersadar, iapun melepaskan pandangannya. "Oh… kenalkan… ini Jung Yunho, kekasihku…" ucap Jaejoong memperkenalkan Yunho.
Seketika raut wajah namja itu berubah. Ia memandang Yunho tak percaya.
"Dan Yun, kenalkan ini kakak kelasku dulu waktu SMA, dia Choi Siwon" ucap Jaejoong berusaha tenang.
Yunho hanya memberikan tatapan datar pada Jaejoong dan namja yang duduk merapat didepan matanya itu.
.
.
.
Tbc
.
.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.==.=.=.=.=
JANG JANG….
Bagaimana?
Sepertinya ada yang maxy lupakan…
Tahu?
Kenapa bang uchun belum keliatan sampai sekarang? Hwaaaaa…..
OMG… Durhaka dah gua…. #sungkem ke bang uchun…
Ya sudah… maxy mau cari wangsit dulu…
Permisi teman-teman…
CLINGGGG
#ngilang.. :D
.
Review pleaseee… ^^
Oiya… nanti sore yang I'm Your Man, King (IYMK) mau update.. tunggu ya… tinggal dikit lagi selesai ngetiknya… #minta cium donk biar maxy semangat nyeleseinnya… hohohohohoho…. #plaakkkkkkk….. ^.^
