FALL-FELL-FALLEN

.

.

Pairing:

Yunjae

Disclaimer:

Semua karakter milik Tuhan dan milik mereka sendiri.. maxy cuma minjem nama… ide cerita murni dari pemikiran maxy dan ini semua hanya fiksi… ^_^

Rated:

M

Genre:

Comedy, Romance, genre bertambah sewaktu-waktu

.

TING TUNG….

Tadaaaaa….

Maxy datang…. Ehehehhe

Peluk sayang dari maxy untuk teman-teman yang bersedia membaca dan mereview FFF…

yoshiKyu, lanarava6223, yoon HyunWoon, kyoarashi57, Dipa Woon, Dee chan - tik, meirah1111, insun taeby, Yjboo, 6002nope, NaraYuuki, Vic89, Himawari23, ifa p arunda, 3kjj, haruko2277, kitybear, dhian930715ELF, simijewels, Yuu si fujoshi, justyunna, Jung Jaehyun, wella choi, Nee-chan CassieBigeast, nunoel31, nin nina, hexsaa, CuteCat88, FiAndYJ, YunJae Love Me, princesssparkyu, luthfieannha aryhanhiiey, hanasukie, opah fumi, cminsa, shanti cassiopeia, YunHolic, Lady Ze, BlaueFEE, chibiechan01, cindyshim07, aliensparkdobi, kim shendy, Jenny, rizqicassie, zhe, ShinJiWoo920202, Jihee46, JungJaema, jae sekundes, RedsXiah, My beauty jeje, KimsLovey, Kim Eun Seob, pujochi exo, hongkihanna, Dennis Park, queen harkyu, nickeYJcassie, Hana - Kara, lovgravanime14, Rly C JaeKyu, MAXNYUS, yjs, sirayuki gia, jaena, novanoba, princess yunjae, Mayasari, okoyunjae, Elzha luv changminnie, Vivi, lee sunri hyun, mega, ajid yunjae, SunnyHeells, TriaU-KnowHero, fane, LopeYunjae, diamond's, LenJea, sani, min, vampireyunjae, WineMing, Eternal YunJae, Ria1, Ria2, xeya, BooBear, Naritha, peachpetals, Que, juu kyuu, Angel Muaffi, Zheyra Sky, Fleurette Serena, mimi2608, dan para guest.

Dan annyeong bagi reader baru… wellcome to maxy area… semoga suka dengan karya-karya maxy yang aneh dan gak jelas ini… wkwkwkkwk

Oiya, kemarin ada sedikit kesalahan. Pas pengen upload chap 2 IYMK, ternyata maxy keliru naruh update chap 2 di ep ep yang Forever with u.. maxy baru sadar setelah 15 menit upload, alhasil meskipun uda di hapus tetep aja pemberitahuan update forever with u masuk. So.. bagi temen-temen yang kemarin bingung kok kayaknya pernah baca yang sama? emang itu sama ama yang dulu hanya terjadi human error di diri maxy… mianhe #bow

Warning:

Siapin SIMNC.. ^_^

Bagi teman-teman yang baru berada di maxy area, begitu maxy bilang siapin SIMNC (Surat Ijin Membaca NC) berarti siap-siap untuk membaca content 18+. Bagi yang kurang berkenan boleh di skip dan mianhe… #bow

Yuk dah langsung aje…

Don't forget to give your lovely review… love u all.. #hug

Saran: bacanya pelan-pelan aja ya, perhatikan tanda bacanya biar lebih nendang…. ^_^

.

.

.

Preview:

"Kau bersama temanmu?" tanya namja itu dan menatap Jaejoong yang masih menatapnya dalam diam.

Jaejoong seperti tersadar, iapun melepaskan pandangannya. "Oh… kenalkan… ini Jung Yunho, kekasihku…" ucap Jaejoong memperkenalkan Yunho.

Seketika raut wajah namja itu berubah. Ia memandang Yunho tak percaya.

"Dan Yun, kenalkan ini kakak kelasku dulu waktu SMA, dia Choi Siwon" ucap Jaejoong berusaha tenang.

Yunho hanya memberikan tatapan datar pada Jaejoong dan namja yang duduk merapat didepan matanya itu.

.

.

.

Part 5

.

.

.

Ketiga namja yang bersama dalam satu meja inipun diam membisu. Yunho dan Siwon baru saja berjabat tangan sebagai tanda perkenalan tapi tatapan mata keduanya menyiratkan sesuatu yang sulit dijelaskan.

Yunho menatap Jaejoong yang sedang menatapnya. Jaejoong memberikan tatapan minta maaf kepada Yunho, di kencan pertamanya ini benar-benar tidak romantis. Pertama ia telah membuat Yunho menunggu lama dan kedua Siwon tiba-tiba datang dan membuat suasana menjadi canggung seperti ini. Sungguh kencan pertama yang jauh dari harapan.

Tak bisa dipungkiri jika Jaejoong memang sangat terkejut dengan kedatangan Siwon yang tiba-tiba. Tapi sungguh bukan itu yang dikhawatirkannya. Jaejoong takut jika Yunho akan salah paham. Apalagi sekarang, sangat sulit bagi Jaejoong untuk menebak apa yang sedang dipikirkan Yunho karena Yunho terlihat sangat tenang. Jaejoong mencoba menendang pelan kaki Yunho yang berada di bawah meja tapi Yunho tak bereaksi sama sekali.

Ketiganya masih diam.

"Kau sendirian hyung?" Jaejoong mencoba mulai berbicara. Ia mencoba mencairkan suasana.

Siwon langsung menatap Jaejoong dan tersenyum, "Ne.."

"Kau dari mana?"

"Aku tadi sedang ada perlu di sekitar sini dan ingin makan siang. Tak tahunya malah bertemu denganmu.. aku beruntung sekali…" ucap Siwon sambil tersenyum.

Jaejoongpun ikut tersenyum meskipun terlihat sedikit kaku dan canggung.

"Apa kau juga baru sampai?"

Jaejoong mengangguk kecil.

"Kau tak keberatan kan jika aku ikut makan siang bersama kalian?"

CRAAPPP

Pertanyaan Siwon sukses membuat Jaejoong memandang tajam ke arahnya. 'Apa yang diinginkan Siwon sebenarnya? Mengganggu makan siangnya? Mengganggu kencannya? Datang dengan tiba-tiba dan bersikap biasa seperti ini. Apa ia lupa, apa yang sudah dilakukannya dulu?' tanya Jaejoong dalam hati. Sungguh ia sudah berusaha bersikap biasa dari tadi tapi ia sudah tak tahan lagi.

"Hyung…"

"Silahkan saja" ucapan Yunho membuat Jaejoong tak jadi melanjutkan kalimatnya.

Sungguh Jaejoong tak tahu apa yang dipikirkan Yunho sekarang. Bukankah ia tahu jika Siwon adalah mantan pacarnya yang telah menyakitinya? Namun jaejoong hanya bisa menatap Yunho dengan tatapan tak percaya.

Siwon tersenyum, "Gomawo ne" ucapnya sambil tersenyum ke arah Yunho yang sedang menatapnya dengan tatapan datar.

Siwon yang menyadari bahwa Jaejoong terus memandang Yunho, kemudian berusaha mengalihkan perhatian. Ia sedikit menggeser tempat duduknya supaya lebih dekat dengan Jaejoong.

"Eh Jae, kau tahu… akhir tahun ini SMA kita mengadakan reuni"

Usaha Siwon sukses. Jaejoong mengalihkan pandangannya dari Yunho dan menoleh ke arah Siwon yang sekarang sudah sangat dekat dengannya.

"Oh.. mmm? Benarkah?" Jaejoong menjawab seadanya sambil sedikit menggeser tempat duduknya agar tak terlalu dekat dengan Siwon.

Siwon seolah tak memperdulikan wajah canggung Jaejoong, terus berusaha mengajak berbicara.

"Apa kau berencana untuk ikut?"

"Aku belum tahu hyung." Jaejoong tersenyum dan menggeleng

"Aku rasa acaranya akan sangat seru"

Jaejoong hanya tersenyum, ia sebenarnya tak begitu ingin menanggapi ucapan Siwon. Mata dan pikiran Jaejoong tertuju pada Yunho yang terlihat masih tenang.

"Jika aku ikut, apa kau mau menemaniku Yun?" tanya Jaejoong tiba-tiba, ini adalah kesempatan bagi Jaejoong untuk mengajak Yunho terlibat dalam pembicaraan.

Siwon terlihat sedikit kecewa melihat sikap Jaejoong. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.

"Yun" panggil Jaejoong yang melihat Yunho terdiam dan tak segera menjawab pertanyaannya.

"Entahlah…" Jawab Yunho yang terkesan dingin.

Jaejoong sedikit tersentak dengan jawaban Yunho.

"Akan ada pentas seni pada akhir tahun, aku terlibat didalamnya. Aku khawatir kalau tidak bisa menemanimu karena waktu yang bersamaan" lanjut Yunho mencoba menjelaskan dengan tenang ketika melihat perubahan wajah Jaejoong.

Yunho sedang berusaha tak cemburu sekarang, ia harus konsisten dengan keputusannya. Ia sendiri yang mengijinkan Siwon untuk tetap berada di sana, tapi sungguh ini sangat sulit.

"Oh…" hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut Jaejoong. Jaejoong mengangguk sambil tersenyum kecil. Senyum yang sebenarnya terlihat kaku, mungkin efek shock akibat ucapan Yunho yang terkesan dingin.

Berbagai pertanyaan menyeruak dibenak Jaejoong, matanya memandang Yunho yang kembali diam, 'Kau marah? Kenapa tidak langsung marah saja? Kenapa malah mengijinkannya makan bersama kita? dan kenapa malah bersikap tenang dan seolah tidak apa-apa seperti itu? Sikapmu yang seperti itu malah menyiksaku Yun' batin Jaejoong.

"Yun…"

"Jika Yunho tak bisa, kau bisa pergi bersamaku Jae" tawar Siwon memotong ucapan Jaejoong.

Sontak membuat Jaejoong kaget.

Sepertinya Siwon mulai menabuh genderang perang.

Yunho sedikit tersenyum dan mendengus mendengar ucapan Siwon. Ia bukan anak kecil yang tak tahu maksud dibalik ucapan Siwon. Mengijinkannya untuk duduk disana dan 'mengganggu' kencan pertamanya bukanlah hal yang dilakukan Yunho tanpa alasan. Ia sebenarnya penasaran, seperti apa sosok Siwon itu. Tapi ia tak menyangka jika Siwon malah akan memulai 'peperangan' secara terang-terangan seperti ini.

"Aku bisa menjemputmu kalau kau mau" imbuh Siwon yang seolah tak menyadari ketegangan diantara mereka bertiga.

.

SRAAKKK

.

Tiba-tiba Yunho mulai beranjak dari tempat duduknya.

Gerah

"Kau mau kemana?" tanya Jaejoong sambil menahan tangan Yunho yang berada di meja. Jaejoong terlihat panik. Ia tak ingin Yunho kemana-mana, ia tak ingin Yunho salahpaham dan meninggalkannya. Jaejoong benar-benar tak ingin semua itu terjadi.

"Aku mau memesan makanan Jae… lihatlah, kau belum memesan apa-apa daritadi... bukankah kau lapar? Minumanku juga sudah habis. Kita harus memesan sesuatu…" ucap Yunho sambil tersenyum.

Jaejoong mengeratkan genggaman tangannya, seolah berkata kepada Yunho agar tak meninggalkannya.

Yunho tersenyum, ia mengerti kekhawatiran Jaejoong.

Yunho kemudian memegang tangan Jaejoong yang menggenggam erat pergelangan tangannya, "Nan gwenchana…" ucapnya

"Yun…"

"Berbicanglah dulu… bukankah kalian sudah lama tak bertemu?"

"…"

"Aku akan segera kembali.."

"Yunho.."

"Apa yang ingin kau pesan?"

Jaejoong hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. Jaejoong merasa Yunho memang sengaja membiarkanya berdua dengan Siwon.

Tak sadar Jaejoong mempoutkan bibirnya.

"Jae…"

Jaejoong menatap Yunho

Yunho balik menatap Jaejoong.

Sekali lagi Jaejoong menghela nafas

Yunho tersenyum, tangannya mengacak pelan rambut Jaejoong. "Aku tahu yang kau pikirkan.. berhentilah berpikiran aneh… nan gwenchana.. jeongmal.." ucap Yunho sambil memukul-mukul pelan kening Jaejoong dengan telunjuknya.

Jaejoong akhirnya tersenyum. Ia mulai tenang. Setidaknya ia tahu jika Yunho memahami kegelisahannya sehingga Yunho tak akan salah paham.

"Jja.. kau mau pesan apa?"

"Pesankan yang sama untukku… aku akan menyukai apa yang kau sukai" ucap Jaejoong dengan senyum manisnya.

Yunhopun mengangguk pelan.

Siwon hanya bisa melihat pemandangan romantis didepannya itu dalam diam.

"Kau mau pesan sesuatu hyung?" Pertanyaan Yunho mengagetkan Siwon, begitu juga dengan Jaejoong. Jaejoong tak menyangka jika Yunho akan bersikap sebiasa ini kepada Siwon.

Tak ada jawaban dari Siwon

"Hyung" panggil Yunho sekali lagi.

"Coffee latte, selebihnya terserah kamu saja" ucap Siwon.

"Oke…" Yunhopun kemudian berjalan menuju pelayan yang berada di counter.

Tak bisa dipungkiri jika Yunho merasa cemburu melihat Siwon yang mencoba mendekati Jaejoong. Tapi ia tak bisa mempermalukan Jaejoong jika harus memukul Siwon disana sekarang juga. Untungnya Jaejoong terlihat berada dipihaknya sehingga membuat Yunho sedikit tenang.

Yunho tak ragu meninggalkan Jaejoong berdua bersama Siwon. Bukankah kemarin ia sudah berjanji bahwa akan percaya kepada Jaejoong? Dan sekarang janjinya sedang di uji.

Yunho berdiri di dekat counter, ia memesan beberapa minuman dan makanan.

Pelayanpun masuk ke dapur untuk meletakkan beberapa pesanan Yunho.

Yunho bersandar di counter, menatap ke arah Jaejoong dan Siwon yang duduk lumayan jauh dari tempat berdirinya sekarang. Cukup jelas bagi Yunho untuk melihat apa yang dilakukan Jaejoong dengan Siwon meski ia tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Jaejoong dan Siwon sedang terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius. Raut wajah Jaejoong yang mengerutkan keningnya membuat Yunho menyimpulkan hal demikian.

Yunhopun mengurungkan niatnya untuk kembali ke kursinya dengan segera. Ia sadar, jika ada hal yang mungkin tak bisa Siwon dan Jaejoong bicarakan ketika ia disana. Yunho tahu jika diantara keduanya masih ada yang mengganjal, belum berakhir dan segera ingin diselesaikan. Semua tersirat jelas pada ucapan Jaejoong kepadanya kemarin.

Setelah perdebatan yang cukup panjang dengan pikirannya sendiri, akhirnya Yunho berinisiatif untuk memberikan kesempatan kepada Jaejoong dan Siwon untuk berbicara berdua. Yunho hanya bisa berharap jika keputusannya tepat.

"Permisi, ini minumnya" ucap seorang pelayan membuyarkan lamunan Yunho.

Yunho menoleh, "Ne gomawo…" ucap Yunho sambil tersenyum membuat pipi pelayan tersebut memerah.

"Kau duduk di meja mana? Biar aku mengantarnya" ucap pelayan dengan sopan sembari mengangkat nampan berisikan 3 gelas minuman.

Yunho seketika menahan tangan pelayan itu, "Biarkan dulu disini, aku akan membawanya sendiri"

Melihat tangan yang dipegang Yunho membuat pelayan itu segera meletakkan nampan di atas counter dan menarik tangannya. Pelayan itu menunduk, jantungnya berdetak sangat cepat.

Yunho menaikkan kedua alisnya. 'Ada apa dengan pelayan ini?' pikir Yunho

"Gwenchana?" tanya Yunho yang melihat pelayan itu terus menunduk

"mmm… apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya pelayan tersebut dengan malu-malu.

"Kepadaku? Tentu saja" ucap Yunho

"Apa, kau sudah punya kekasih?"

EEH?

"Mianhe jika aku menanyakan hal pribadi, tapi sungguh aku ingin mengetahuinya"

Yunho tersenyum dan sedikit tak percaya atas apa yang didengarnya.

"Aku melihatmu beberapa bulan yang lalu. Aku sering melihatmu melewati café ini. Kau bekerja disekolah musik itu kan? Aku tahu kau orang baik dan sepertinya aku menyukaimu." ucap pelayan itu mencoba menjelaskan.

Yunho semakin tak tahu harus berbicara apa.

Sebagian besar rekan kerja, para murid, ahra, dan sekarang pelayan café inipun tak ragu menyatakan cintanya kepada Yunho. Pesona Yunho sungguh tak pernah padam.

Yunho memandang pelayan itu, dan sekali lagi pelayan itu tertunduk malu.

Yunhopun tersenyum, sekilas ia melihat ke arah Jaejoong yang ternyata sedang memberikan deathglare ke arahnya.

"Mianhe…" ucap Yunho kepada pelayan itu dan mengabaikan deathglare dari Jaejoong

DEG

Pelayan itu memandang Yunho seketika.

Yunho tersenyum, "Kau sungguh yeoja yang baik. Tapi mianhe… aku sudah menjadi milik seseorang"

Wajah pelayan itu terlihat tak percaya, "benarkah? Apa dia rekan kerjamu? Sepertinya aku tak pernah melihatmu jalan bersama yeoja"

Yunho sedikit kaget dengan ucapan pelayan ini, seberapa jauh pelayan ini mengikutinya? Tapi Yunho kemudian tersenyum, mendekatkan kepalanya ke arah pelayan itu. "Kau lihat namja yang disebelah sana? Yang sedang memakai kemeja biru muda.. dan sedang memasang wajah marahnya ke arah kita?"

Pelayan itu mengangguk kecil

"Aku mencintainya dan aku sudah menjadi miliknya"

"k-kau?"

"Ne…" Yunho mengangguk dan tersenyum seolah tahu apa pertanyaan yang akan pelayan itu lontarkan. "Aku menyukai namja itu. jadi mianhe aku tak bisa menerimamu"

Pelayan itu mengangguk lemah. Ia harus mengakui kekalahannya dari namja cantik yang baru saja dilihatnya itu.

.

.

.

.

"Jangan memandangnya terus… dia tidak akan hilang" canda Siwon

Jaejoong terpaksa mengalihkan pandangannya dari Yunho.

"Pelayan itu berusaha menggodanya" gumam Jaejoong lemah tapi terdengar juga oleh Siwon.

Siwon terkikik melihat tingkah Jaejoong, "Kau ternyata posesif sekali. kau seharusnya menunjukkannya saat berpacaran denganku dulu"

Jaejoong mengerutkan alisnya dan menatap Siwon, membuat Siwon harus berhenti tertawa. "Katakan padaku, apa sebenarnya yang kau inginkan hyung?"

"Apa maksudmu?" Siwon balik bertanya seolah tak mengerti.

"Kau sengaja melakukannya kan?"

"Melakukan apa?" ucap Siwon seolah tak tahu maksud Jaejoong.

Jaejoongpun tersenyum, "Jangan kau kira aku tak tahu maksudmu." Ucap Jaejoong dingin

Siwonpun yang semula kaget kemudian tertawa, "Kau masih mengenaliku dengan baik Jae" ucap Siwon sambil menepuk bahu Jaejoong.

Jaejoong mengibaskan tangan Siwon yang berada dibahunya. "Aku tak keberatan jika kau muncul lagi dihadapanku, tapi berhentilah menggangguku"

"Jae…"

"Aku hanya tak ingin kau bersikap seperti tadi didepan Yunho. Aku tak mau dia salah paham"

Siwon tersenyum, "Kau mencintainya?"

"Tentu saja"

"Melebihi cintamu padaku?"

"hyung"

"Apa kau begitu membenciku, Jae?"

"Sudah tidak ada gunanya membencimu" ucap Jaejoong sambil mengalihkan padangannya dari tatapan Siwon.

"Aku tahu kau masih mencintaiku"

Jaejoong kembali menatap Siwon dan tersenyum tipis, "Kau sangat percaya diri sekali"

"Kau tahu Jae?"

"…"

"Aku juga masih mencintaimu"

DEG

Jaejoong hanya bisa diam mendengar ucapan Siwon. Jantungnya berdetak sangat cepat. Sungguh susah payah ia bersikap tenang menghadapi Siwon sedari tadi, tapi mendengar ucapan Siwon membuat benteng pertahanannya runtuh seketika.

"Aku masih mencintaimu Jae.. sama seperti dulu"

Jaejoong diam.

"Apa aku sudah terlambat?"

"…."

"Apa sudah tak ada kesempatan lagi?"

"…"

"Aku ingin kita memulainya kembali"

"…"

"Berhentilah menatapnya karena aku berbicara serius denganmu Kim Jaejoong" ucap Siwon yang mulai habis kesabaran karena sedari tadi Jaejoong hanya terdiam sambil memandang ke arah Yunho.

Jaejoong terpaksa mengalihkan pandangannya dari Yunho. "Apa hakmu membentakku?" desis Jaejoong dengan tatapan tajam.

"Jae… mianhe… aku…"

"Hyung… mengertilah… kita hanya masa lalu"

"Tidak Jae, kau masa depanku"

"Tapi masa depanku adalah dengannya"

"Jae…"

"Hyung… mengertilah"

"Berikan aku kesempatan Jae"

"Berhentilah membual… bukankah kau juga sudah punya istri dan anak?" tanya Jaejoong dengan nada yang mulai kesal

"Aku akan bercerai"

Jaejoong nampak shock

"Aku sedang dalam proses perceraian"

"Jadi karena ini kau muncul kembali padaku?"

"…"

Jaejoong tersenyum miris melihat Siwon yang hanya diam, "Kau meninggalkanku demi dia dan setelah kau ditinggalkannya, kau ingin kembali kepadaku sekarang? Kau anggap apa aku ini hyung?"

Siwon menatap Jaejoong sendu, "Kau adalah segalanya bagiku Jae"

"…"

"Dia menceraikanku karena ia tahu kalau aku masih mencintaimu"

DEG

"Aku tak pernah lagi menyentuhnya sejak malam itu"

"…"

"Aku melakukan kesalahan yang fatal Jae.. aku melukai dirimu, dirinya dan bahkan diriku sendiri. Aku ingin mengakhirinya… aku ingin dia bahagia… dan aku tak bisa memberikan kebahagaiaan kepadanya…"

"…"

"Aku tahu dia mencintaiku. Tapi aku mencintaimu…"

"…"

"Malam itu aku sangat mabuk di pesta ulang tahun temanku"

"…"

"Aku tak sadar sejak kapan aku berada di kamar dengannya. Yang aku ingat aku bersamamu, di apartemenku. Dan aku merasa melakukannya denganmu. Tapi keesokan harinya, barulah aku tersadar kalau dia bukan kau. Bukan kau yang berada di apartemenku malam itu Jae."

"…"

"Aku mencoba menutupi semuanya, aku tak ingin kau membenciku dan meninggalkanku"

"…"

"Tapi semua berakhir saat hari itu. hari dimana ia datang menemuiku dengan membawa keterangan dari dokter bahwa dia hamil."

"…"

"Sungguh aku tak menyangka Jae. Aku mencintaimu tapi dia mengandung anakku. Aku berada di antara pilihan yang sulit Jae"

"…"

"Aku putra tunggal keluarga Choi.. Appa mendesakku menikahinya demi nama baik keluarga"

"…"

"Aku tahu aku salah"

"…"

"Pernikahanku dengannya tak pernah harmonis sejak awal. Aku membencinya… aku bahkan tak mampu mencintai anakku sendiri. sungguh rasa bersalahku kepadamu membuatku tak bisa tenang Jae…" Pengakuan Siwon semakin memilukan

"…" Jaejoong tetap diam

"Dia menggugat cerai karena sudah tak tahan lagi"

"…"

"Kembalilah padaku Jae.. kita mulai lagi dari awal"

"…"

"Jae…"

"Sudah terlambat hyung" Jaejoong akhirnya mengeluarkan suaranya

DEG

"Jae, maafkan aku… aku mohon…"

"Minta maaflah pada istrimu"

"…"

"dan jangan menyakitinya lagi"

"Aku akan lebih menyakitinya kalau aku terus bersamanya"

"Kau tidak boleh melukai perasaan anakmu. Dia tak bersalah…"

"…" Siwon tergagap, tak mampu berkata apa-apa.

"Kita sudah tak bisa lagi bersama. Jangan memaksakan diri hyung"

"Apa karena dia?"

Jaejoong mengangguk, "Aku mencintainya"

GREEPPP

Siwon memegang pergelangan tangan Jaejoong, "Jae… aku akan memperbaiki…. "

"Tak ada yang perlu diperbaiki lagi diantara kita" ucap Jaejoong memotong pembicaraan Siwon.

Siwon menatap Jaejoong kaget

"Aku tidak bisa lagi bersamamu, Aku miliknya dan aku mencintainya…" Jaejoong tegas menjawab. Nafas Jaejoong memburu. Ia sudah berada di batas kesabarannya.

Tak lama setelah itu.

Genggaman tangan siwon yang berada di pergelangan tangan Jaejoong terlepas perlahan, "Apakah aku benar-benar sudah terlambat?" gumam Siwon

Jaejoongpun mengangguk, "Mianhe.." ucap Jaejoong akhirnya.

Jaejoong menghela nafas beratnya. Akhirnya ia mampu mengatakannya, Jaejoong benar-benar sudah bisa tegas dengan perasaannya sendiri. Setelah cukup lama ia terdiam dan berdebat dengan pikirannya sendiri. Mencoba mengenali perasaannya dan apa yang sebenarnya ia inginkan. Akhirnya Jaejoong mengetahui apa yang ia inginkan.

Yunho

Itulah yang Jaejoong inginkan.

Tak bisa dipungkiri jika ia cukup kaget dengan semua perkataan Siwon. Setelah bertahun-tahun merasa sakit hati, dihianati dan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena memang saat itu Jaejoong sudah tak mau lagi bertemu Siwon setelah kabar Siwon yang tiba-tiba menikah dengan teman yang sedang mengandung anaknya kala itu. Jaejoong memilih untuk tak mau tahu apapun lagi tentang Siwon, ia berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan bantuan keluarga dan sahabat dekatnya, Changmin.

Setidaknya, penjelasan Siwon membuat Jaejoong tahu… tahu akan hal yang tak diketahuinya selama ini.

Jaejoong tahu jika kejadian dulu bukan sepenuhnya salah Siwon.

Jaejoong tahu jika ternyata cintanya dulu memang tak bertepuk sebelah tangan.

Jaejoong tahu jika Siwon juga sama tersiksa seperti dirinya selama ini.

Jaejoong tahu jika Siwon ternyata masih mencintainya sampai sekarang

Tapi Jaejoong juga tahu,

Jika semuanya sudah terlambat.

Ia tak bisa lagi mencintai Siwon seperti dulu

Tak bisa lagi bersama Siwon seperti dulu.

Tak bisa lagi membiarkan Siwon menyakiti istrinya lebih dari ini

Tak bisa lagi membiarkan Siwon menghancurkan keluarganya sendiri.

Tak bisa lagi membiarkan Siwon membuat rumit hubungan yang baru dijalinnya dengan Yunho.

Karena,

Semua sudah berubah

Jaejoong telah menyerah

Jaejoong telah menyerah terhadap perasaannya kepada Siwon.

Benar-benar menyerah

Jaejoong memiliki kehidupan yang baru sekarang, bersama seseorang yang sangat penting bagi hidupnya.

Jaejoong tak ingin kehilangan orang itu.

Meskipun,

Orang itu baru dikenalnya.

Tapi,

Orang itu sudah sering membuat jantung Jaejoong berdetak tak karuan.

Orang itu sudah sering membuatnya salah tingkah.

Orang itu sudah sering membuatnya tersenyum dan tertawa

Orang itu juga yang sudah berhasil membuatnya tak lagi terjebak pada perasaan masa lalunya

Ya… orang itu.

Orang yang sekarang membuat darah Jaejoong mendidih karena sedang berbicara akrab dengan pelayan restauran.

Ya.. orang itu.

Orang itu adalah namja.

Namja bermarga Jung.

Lebih tepatnya adalah Jung Yunho.

Ya..

Jung Yunho

Mungkin ceritanya akan berbeda ketika Siwon menemui Jaejoong sebelum Jaejoong bertemu dengan Yunho. Tapi tidak dengan sekarang. Meski cinta Jaejoong kepada Siwon masih belum hilang tapi ia benar-benar tak bisa mengabaikan cintanya kepada Yunho. Cintanya kepada Yunho mungkin belum begitu dalam karena memang baru saja bertemu tapi Jaejoong yakin jika cintanya kepada Yunho benar dan tulus. Jaejoong juga yakin Yunho adalah orang yang tepat baginya, tak akan menyakitinya dan Jaejoong yakin akan menghabiskan sisa umurnya bersama Yunho. Sehingga tak mungkin bagi Jaejoong untuk kembali kepada Siwon karena akan melukai banyak orang termasuk dirinya dan Siwon sendiri.

"Aku benar-benar tak menyangka kalau kau benar-benar sudah berubah Jae" ucap Siwon sambil tersenyum miris.

Baru saja Jaejoong ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba Yunho datang. Yunho meletakkan coffe latte didepan Siwon dan strawberry float didepan Jaejoong sedangkan ia sendiri membawa gelas yang sama seperti Jaejoong. Tak lama setelah itu pelayan restauran membawakan beberapa makanan ke meja Yunho.

Siwon yang awalnya memandang Jaejoong intens, mau tak mau harus mengalihkan pandangannya. Nampak wajah tegang diantara Siwon dan Jaejoong yang menunjukkan bahwa sebelumnya mereka tengah memperdebatkan sesuatu tapi Yunho hanya memasang wajah tenang seolah tak terjadi sesuatu.

Diam

Semua diam

Yunho mulai menyeruput strawberry float yang dipesannya dengan tenang.

Tiba-tiba ponsel Jaejoong berdering. Membuat Jaejoong terpaksa beranjak dari tempat duduknya. Jaejoong meninggalkan Yunho dan Siwon berdua. Ia meminta ijin sebentar untuk menerima telepon.

Yunho memandang ke arah luar dari jendela di sebelahnya.

Mata Siwon mengamati Yunho dengan detail.

Dari pakaiannya, Siwon sudah tahu jika Yunho bukan dari kalangan seperti dirinya dan Jaejoong. Ia sungguh tak menyangka jika Jaejoong menambatkan hatinya kepada pria sederhana seperti Yunho.

"Kau sudah bekerja?" tanya Siwon memulai percakapan.

Yunho mengalihkan pandangan dari pemandangan luar, memandang Siwon tenang, "mmm" angguk Yunho

"Kerja dimana?"

"Di sekolah musik dekat sini" jawab Yunho seperlunya.

"Apa milik tuan Go?"

Yunho mengangguk

"Aku juga memiliki teman disana"

"Siapa?"

"Changmin, dia sahabat Jaejoong"

"Owh, dia… aku juga mengenalnya baik"

"Owh…" gumam Siwon sambil mengangguk kecil.

Yunho memilih untuk diam

"Sudah lama mengenal Jaejoong?" lanjut Siwon.

"Baru beberapa minggu" jawab Yunho tenang.

Siwon tampak kaget, 'beberapa minggu berkenalan tapi sudah menjadi kekasih Jaejoong? Dan membuat Jaejoong bersikap seperti sekarang ini? Seberapa hebat kau Jung?' pikir Siwon dalam hati.

Yunho seolah tak peduli dengan ekspresi kaget siwon, ia malah mulai menggulung-gulung spaghetti yang dipesannya dengan garpu dan memasukkannya kedalam mulut beberapa detik kemudian.

"Apa dikenalkan Changmin?" berbagai pertanyaan terus meluncur dari bibir Siwon. Jujur saja, ia masih sangat penasaran terhadap Yunho.

Yunho diam, ia masih sibuk mengunyah.

"Bisa dibilang seperti itu.. tapi sebenarnya aku pernah bertemu dengan Jaejoong sebelumnya hanya saja baru berkenalan saat di tempat Changmin" ucap Yunho setelah menelan makanannya.

Siwon mengangguk kecil.

Yunho kembali menggulung spaghettinya. Ia terlihat sangat tenang.

Siwonpun terus mengamati gerakan Yunho dalam diam.

"Kau…" ucap Siwon memecah keheningan, tapi ia sepertinya masih ragu untuk melanjutkan kalimat yang ingin dikatakannya.

"Kenapa?" Yunho batal memasukkan spaghetti kedalam mulutnya.

"Apa… mmmm… kau tahu hubunganku dengan Jaejoong?" ucap Siwon sedikit ragu

"Tentu saja, kalian berteman" jawab Yunho tenang kemudian memasukkan spaghetti yang sempat tertunda tadi.

"Selain itu?"

"Maksudmu?" Yunho terpaksa menghentikan kegiatan makannya.

"Apa kau tahu kalau aku dulu dan Jaejoong pernah…" ucapan Siwon menggantung di kata terakhir

Yunho tersenyum, "berpacaran maksudmu?"

Siwon nampak semakin kaget.

"Aku tahu.."

Siwon tak percaya atas apa yang baru didengarnya.

"Aku juga tahu kalau kau meninggalkannya karena memilih yeoja lain" ucap Yunho tenang tapi tepat sasaran

Siwon semakin kaget, 'Seberapa jauh Yunho tahu tentangnya? Lalu kenapa dia terlihat sangat tenang sedari tadi?' batin Siwon dalam hati.

"Aku harap kau datang hanya sekedar ingin berteman dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Berbahagialah dengan keluargamu karena Jaejoong sudah bahagia denganku" Ucap Yunho memasang 'benteng pertahanan'. Akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulut Yunho. Jujur saja, Yunho takut jika Siwon akan merebut Jaejoong kembali, maka dari itu ia harus membuat pertahanan dari sekarang.

"Kau tahu semuanya? Tentangku?" tanya Siwon tak percaya

Yunho tersenyum

"Jaejoong yang menceritankannya?"

Yunho mengangguk

"Seberapa jauh?"

Yunho kembali tersenyum, "Entahlah… aku tak tahu sejauh apa yang kau maksud.. tapi yang jelas dia juga menceritakan bahwa dia masih mencintaimu"

DEG

"Dan kau masih bisa bersikap sebiasa ini kepadaku?" tanya Siwon yang tak habis fikir dengan sikap Yunho.

Yunho menyandarkan punggungnya disandaran kursi, menghembuskan nafas beratnya. "Lalu apa yang kau inginkan dariku? Memukulmu?" Yunho tersenyum sambil memandang Siwon.

Siwon diam menatap Yunho

"Aku bahkan mampu membunuhmu sekarang juga. Tapi itupun akan sia-sia" ucap Yunho tenang

Siwon mengerutkan alisnya.

"Kau hanya masa lalunya"

Siwon terlihat kaget

"Apapun yang aku lakukan, aku tak akan bisa menghapus kenangan masa lalunya. Dia pernah bahagia bersamamu…"

"…"

"dulu"

"…"

"Bahagia bersamamu dimasa lalu adalah hak Jaejoong"

"…"

"Seberapapun aku ingin marah, aku tetap tak akan bisa merubahnya."

"…"

"Tapi yang jelas, dia telah bahagia bersamaku sekarang…"

"Kau terlihat sangat mencintainya?"

Yunho tersenyum, "Aku mencintainya dengan semua masa lalunya"

Siwon tertawa mendengar ucapan Yunho yang meluncur dengan indahnya itu.

Yunho memandang Siwon yang terus tertawa

"Sekarang aku tahu kenapa dia memilihmu" ucap Siwon disela tawanya.

Yunho menaikkan kedua alisnya.

"Kau tahu, aku tadi mengungkapkan perasaanku kepadanya?"

"dan"

"Dia menolakku"

"baguslah"

Siwon semakin tertawa melihat reaksi Yunho

Yunho masih memandang Siwon, tenang.

Tak lama kemudian Siwon diam dan tertunduk. "Aku rasa, aku terlalu percaya diri… aku menganggap dia masih mencintaiku seperti yang dulu" gumam Siwon

"…"

"Tapi aku salah… "

"…"

"Dengan tegas dia mengatakan bahwa dia mencintaimu" ucap Siwon sambil medongakkan kepalanya, memandang Yunho.

Yunho tersenyum

"Berapa banyak yang harus aku korbankan untuk mendapatkannya sekarangpun tak akan mungkin membuatnya kembali kepadaku"

"…"

"Aku sedang dalam proses perceraian"

Yunho terlihat kaget

"Aku tak bisa lagi menyakiti istri, anak dan diriku sendiri. Aku masih mencintai Jaejoong. tapi ternyata dia menolakku sekarang"

"…"

"Hal yang paling aku sesali adalah meninggalkannya. Tapi dia mengatakan kepadaku bahwa aku sudah terlambat"

"…"

"Kau begitu hebat Jung" puji Siwon sambil memandang Yunho dan berusaha tersenyum

"…"

"Aku rasa, aku bisa tenang sekarang karena Jaejoong telah bersama orang yang tepat"

Siwon tersenyum sambil memandang ke arah luar melalui jendela disebelahnya. Matanya berkedip-kedip dengan wajah sedikit mendongak. Mungkin ia menahan agar air matanya tak tumpah. Entah… sulit digambarkan perasaan Siwon sekarang ini.

Yunho memandang Siwon, entah kenapa ia seperti merasakan sakit yang Siwon rasa.

"Kau hanya terlalu serakah" gumam Yunho yang membuat Siwon menoleh.

"Kau sudah memiliki keluarga kecil, seharusnya kau bahagia memiliki semua itu." lanjut Yunho

"…"

"Terkadang kita melakukan kesalahan yang tak kita inginkan. Tapi bukankah seorang namja akan mempertanggungjawabkan perbuatannya?"

"…"

"Kau adalah pilihanmu sendiri."

"…"

"Bagaimana adanya kau sekarang adalah dari apa yang kau pilih di masa lalu… Terlepas dari benar tidaknya pilihanmu di masa lalu, yang jelas… kau hanya bisa bertahan dan mencoba berjalan kedepan… "

"…"

"kalau kau ingin kembali…. Pasti akan terlalu jauh dan sangat melelahkan.. lagipula belum tentu akan memperoleh hasil sama.."

Siwon mencerna semua ucapan Yunho. Meski ia lebih tua, tapi Yunho ternyata memiliki pemikiran yang matang. Siwon semakin mengakui kekalahannya dari Yunho.

"Kau membuatku iri Jung" ucap Siwon sambil tersenyum

"…"

"Aku menyerah" Siwon mengangkat kedua tangannya dan tertawa.

Yunho tersenyum, "kita bahkan belum bertanding"

"Aku mengaku kalah sebelum bertanding… kau keberatan?" ucap Siwon sambil bercanda

Siwon menatap mata Yunho

Yunhopun melakukan hal yang sama.

Merekapun kemudian tertawa bersama

"Aku tak akan menyesal menyerah kepadamu. Kau pria hebat. Jangan sia-siakan dirinya. Atau kau akan seperti diriku" pesan Siwon

Yunho mengangguk, "tentu saja"

"Apa ini berarti kita berteman?"

"Kau mau berteman dengan rivalmu?"

"Aku adalah musuh dalam selimutmu.. ingat itu! aku akan merebut Jaejoong kembali kalau kau menyakitinya" canda Siwon kemudian tertawa

Yunhopun tersenyum, ia tak menyangka jika ia malah akan berteman dengan Siwon. Kedua namja ini sangat besar hati. Mereka benar-benar namja sejati.

Yang kalah mengakui kesalahan dan kekalahannya

Sedangkan yang menang, memaafkan kesalahan.

Pria sejati tak harus mengatasi masalah dengan kekerasan bukan?

Tak lama kemudian jaejoong datang.

Jaejoong bingung karena baik Yunho maupun Siwon terlihat sangat akrab bahkan tertawa bersama. 'Apakah terjadi sesuatu diantara keduanya saat ia pergi? Kenapa mereka bisa akrab seperti ini?' pikir Jaejoong

Yunho dan Siwon saling bertukar pandang ketika melihat kebingungan Jaejoong.

Jaejoong mengerutkan alisnya

Siwon dan Yunho tertawa

"Wae? Apa terjadi sesuatu?" tanya Jaejoong

Yunho menoleh

"Kau tahu Jae… Siwon hyung adalah orang yang sangat baik.." ucap Yunho sambil tersenyum.

"Mwo?" Jaejoong kaget.

"Kenapa memasang wajah seperti itu.. duduklah…" pinta Yunho

Jaejoong menatap Siwon dan Yunho bergantian sambil menggeser tempat duduk di dekat Yunho. berbeda dari tempat duduknya tadi.

"Kau duduk disitu sekarang?" protes Siwon yang mencoba menggoda.

Yunho hanya tersenyum.

Jaejoong terlihat semakin bingung, "Apa sebenarnya yang terjadi pada kalian?"

"Aku dan Yunho berteman Jae" ucap Siwon

"Mwoya?!"

"Yun.. kau tahu bahwa dia.."

"Ne…" Yunho memotong ucapan Jaejoong. "Nan gwenchana… dia tidak akan berani macam-macam denganmu Jae… atau aku akan membunuhnya" ucap Yunho kemudian tersenyum.

Siwon tertawa mendengar ucapan Yunho

Dan Jaejoong masih bingung atas apa yang terjadi.

Yunho dan Siwon semakin tak kuat menahan tawa karena melihat ekspresi bingung Jaejoong.

Mereka bertiga akhirnya makan siang dengan bahagia.

Tak bisa dipungkiri bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah misteri. Awalnya lawan, kemudian menjadi kawan. Awalnya orang asing, kemudian menjadi pendamping. Sungguh tak ada yang tahu kapan semua itu terjadi karena hidup adalah misteri.

.

.

.

"Maaf, ini sangat berantakan" ucap Yunho sambil mengambil kemeja dan kaos yang berserakan di sofa dan tempat tidur apartemennya.

Apartemen Yunho sangatlah sederhana. Dapur, tempat tidur dan ruang TV tak ada penyekat. Hanya penataannya saja yang rapi sehingga terlihat luas padahal sebenarnya apartemen ini hanya sebesar sepertiga apartemen Jaejoong.

Setelah mereka selesai makan siang tadi, Jaejoong dan Yunho memutuskan untuk berjalan-jalan. Jaejoong sengaja mengosongkan jadwalnya, begitu juga dengan Yunho. Mereka harus mengisi memori kencan pertama mereka dengan hal-hal yang indah. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke apartemen Yunho setelah malam tiba.

Jaejoong melihat Yunho yang sibuk mengambil kemeja dan kaos yang memang berserakan dimana-mana. Sesekali Yunho hampir terjatuh karena tergesa-gesa.

"Kau benar-benar payah" Jaejoong terkikik sambil duduk di sofa.

Yunho sesegera mungkin memasukkan baju-bajunya ke keranjang tempat baju kotor. "Jja… selesai" ucap Yunho lega

Jaejoongpun tersenyum memandang Yunho.

"Kau mau minum apa?" tawar Yunho sambil berjalan menuju lemari es.

"Kau punya soju?"

"Kau ingin mabuk?"

"Hanya sedikit tidak akan membuatku mabuk"

Yunho membuka lemari es dan membawa dua botol soju mendekati Jaejoong.

Yunho berhenti di belakang sofa yang Jaejoong duduki. Ia merunduk, mendekatkan bibirnya di telinga Jaejoong. "Jangan sampai kau mabuk" bisik Yunho sambil sekilas mencium pelipis Jaejoong. Yunho kemudian meletakkan sebotol soju di meja depan Jaejoong dari arah belakang.

Desiran halus menyerang Jaejoong. Pikirannya mulai menggila. Ia bahkan sudah merasa mabuk sebelum minum soju.

Jaejoong mabuk tatkala nafas Yunho mengenai telinganya.

Jaejoong mabuk tatkala bibir Yunho mencium pelipisnya.

Jaejoong mabuk tatkala aroma Yunho yang sedang berada dibelakangnya menyeruak hidungnya.

Jaejoong benar-benar sudah mabuk sekarang

Jaejoong mencoba sekuat tenaga untuk tak bereaksi. "Memangnya kenapa kalau aku mabuk?" ucap Jaejoong yang berusaha tenang sambil mengambil botol soju didepannya.

Yunho tersenyum dan beranjak dari belakang Jaejoong. Yunho berjalan dan duduk disebelah Jaejoong. Memandang mata Jaejoong lekat.

"Wae?" tanya Jaejoong

CUP

Yunho mengecup bibir Jaejoong.

"Akan sangat berbahaya jika kau mabuk di dekatku" gumam Yunho yang sukses membuat pipi Jaejoong memerah.

Jaejoong harus benar-benar berpikir ulang, apakah Yunho benar-benar belum pernah pacaran? Apa Yunho amatir? Sikap Yunho selalu membuat Jaejoong grogi dan terus blushing padahal Jaejoong sudah berpacaran lebih dari sepuluh kali. Apa yang salah dengan dirinya? Apa gaar-gara waktu pacaran Jaejoong yang terlalu singkat karena mudah putus bahkan disaat kencan pertama? Who knowa.. ^_^

Yunho kemudian menyalakan televisi didepannya. Mencoba mengganti-ganti chanel, mencari acara yang bagus. Sesekali ia menenggak soju yang ada di meja.

Namun tiba-tiba Jaejoong menyandarkan kepalanya di bahu Yunho, membuat Yunho kaget dan menoleh.

"Kau lelah?" ucap Yunho sambil mencium rambut Jaejoong.

Jaejoong mengangguk kecil

"Kau mau tidur?"

Jaejoong menggeleng

Yunho tersenyum, ia kemudian kembali mengganti-ganti channel.

"Nyaman sekali"

"mmm?"

"Sangat nyaman bisa bersandar di bahumu"

Yunho tersenyum kemudian merangkulkan tangan kirinya ke pinggang Jaejoong, menarik sedikit sehingga Jaejoong lebih merapat. Jaejoongpun tersenyum sambil menggerakkan kepalanya supaya memperoleh posisi yang nyaman di bahu Yunho.

Jaejoong suka mendapat perlakuan seperti ini dari Yunho. ia memejamkan matanya, merasa sangat nyaman.

Yunho memandang ke arah televisi meski pikirannya tak tertuju kesana. Melihat Jaejoong yang manja seperti ini membuat Yunho harus berjuang keras untuk menahan gejolak diri.

Keduanya terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Yun"

"mmm?"

"gomawo"

"untuk?"

"Semuanya"

Yunho tersenyum.

Jaejoong membuka matanya, menyandarkan dagunya di bahu Yunho. matanya melihat wajah Yunho dari samping. Darimanapun ia melihat Yunho, Yunho tetaplah sangat tampan. Betapa beruntungnya Jaejoong telah memiliki Yunho.

"Gomawo telah percaya kepadaku"

Yunho menoleh, hidungnya menempel di hidung Jaejoong

"Gomawo telah mengatakan kepada Siwon hyung kalau kau mencintaiku" goda Yunho

BLUSSHH

"Kau tahu, aku sangat takut kau salah paham" gumam Jaejoong

Yunho tersenyum

"Aku takut kau akan meninggalkanku"

"Aku juga merasakan hal yang sama"

"hmm?"

"Aku takut kalau kau kembali kepada Siwon hyung"

"Aku tidak akan melakukannya"

"Aku tahu" Yunho tersenyum

Pipi Jaejoong semakin memerah.

Mata Yunho bertemu pandang dengan mata Jaejoong.

Memandang Jaejoong dalam jarak sedekat ini dengan nafas yang saling menerpa wajah masing-masing membuat Yunho harus segera mengalihkan pandangannya. Yunho mencoba untuk tak lepas kendali.

Jaejoong mempoutkan bibirnya melihat sikap Yunho.

"Yun"

"hmmm?" jawab Yunho sambil terus menatap layar TV, mencoba fokus.

"Sebenarnya apa yang kau bicarakan dengan Siwon hyung? Bagaimana bisa kalian berteman dan terlihat akrab seperti tadi?" tanya Jaejoong yang tiba-tiba teringat.

"hanya perbincangan sesama lelaki" jawab Yunho santai

"Lalu kau kira aku bukan lelaki?" protes Jaejoong yang sontak membuat Yunho menoleh dan tertawa.

"Omo… Kau lelaki?" goda Yunho

"YAH.. JUNG YUNHO"

Yunho semakin tertawa terbahak-bahak.

Jaejoong mendekatkan wajahnya kepada Yunho.

Seketika Yunho terdiam dari tawanya.

"Kau menantangku?" gumam Jaejoong persis didepan wajah Yunho.

"Anni" Yunho menggeleng

"Kau mengatakan, aku bukan laki-laki?"

"Aku hanya bercanda Jae"

Mata Yunho berkedip-kedip ketika Jaejoong semakin mendekatinya. Sungguh bibirnya berada beberapa centi didepan bibir Jaejoong.

"Apa perlu aku membuktikannya?"

"Yah.. Jae… apa maksudmu… semua orang juga tahu kalau kau namja… aku tadi Cuma bercanda" Yunho mulai panik. Sungguh ia sedang berusaha tak lepas kendali.

Jaejoong tersenyum, "bagaimana kalau aku tetap memaksa untuk membuktikannya?"

"MWO..?!" Yunho melotot

Jaejoong terus mendekatkan dirinya kepada Yunho

Yunho terus mundur

DUG

Tubuh Yunho terjatuh di sofa dengan kepala Yunho membentur pegangan sofa.

"Jae.. sungguh… jangan bercanda…" Yunho semakin panik karena Jaejoong berada di atasnya

Jaejoong menyeringai

"Yah… JAE… KIM JAEJOONG… Apa yang kau lakukan… Heiii… Yaaahhhh… bajuku…"

.

5 menit kemudian

.

"Nnghhhhh.. Jae…" desah Yunho ketika Jaejoong mencium dada dan perut Yunho. kemeja Yunho sudah terbuka sempurna akibat ulah Jaejoong.

Seolah candu, Jaejoong terus mencium dan memberikan beberapa kissmark di dada dan perut Yunho. "Aku menginginkanmu" gumam Jaejoong

"Jae, kau besok ada rapat pagi hari.. dan siangnya kita harus ke rumahmu" Yunho berusaha menahan desahannya akibat ulah 'nakal' Jaejoong.

"Lalu?" Seolah tak peduli Jaejoong masih terus menciumi dada Yunho

"Annggghhhh…" bukannya menjawab, Yunho malah mendesah ketika Jaejoong mengulum nipplenya.

Jaejoong tersenyum mendengar Yunho mendesah, ia merangkak ke atas, menatap wajah Yunho yang memerah dan berkeringat.

CUP

Jaejoong mengecup bibir Yunho

"Kau melarangku tapi desahanmu mengisyaratkan sebalikya" gumam Jaejoong menggoda.

Yunho tersenyum sambil menormalkan nafasnya. Yunho juga menyibakkan rambut Jaejoong yang menutupi keningnya. Ia tak menyangka jika Jaejoong akan se'nakal' ini.

"Kau tahu apa yang kau lakukan sekarang?"

Jaejoong mengangguk.

"aku sungguh sedang berusaha untuk tak menerkammu Jae"

Jaejoong terkikik, "Aku tak keberatan jika kau terkam"

Yunhopun tersenyum, "You're bad boy"

"Kau baru tahu?"

Yunho tertawa.

"Orang bilang ini akan sangat sakit" ucap Yunho yang mengeratkan pelukannya di pinggang Jaejoong yang sedang berada di atasnya.

"Kita tidak akan pernah tahu sebelum mencoba" Jaejoong mencoba merayu

"Kalau kau tak bisa jalan bagaimana?"

Jaejoong terkikik, "Asal kau mau menggendongku, tak masalah bagiku"

Yunho tertawa mendengar ucapan Jaejoong. Jaejoong sungguh persisten sekali.

"Ayolah…" rayu Jaejoong sambil memainkan telunjuknya di dada bidang Yunho

"Jae…"

"Kau tak mau? Kau jahat" Jaejoong mempoutkan bibirnya

"Heiii…" protes Yunho sambil terkikik

"Lakukan sekarang atau aku akan mencari namja lain?"

"Ya sudah… cari saja namja lain"

"MWO?"

Yunho terkikik, sungguh Jaejoong benar-benar 'istimewa'.

Jaejoong semakin gemas karena Yunho tak menuruti keinginannya. Jaejoongpun tak hilang akal. Jaejoong menggeser bibirnya ke telinga Yunho, "Yun… Kau benar-benar tak mau menuruti keinginanku?" bisik Jaejoong dengan nada seduktif sambil sesekali Jaejoong menggigit dan menjilat telinga Yunho.

"Nnnghh.." desah Yunho

"Ayolahhhhh" bisik Jaejoong semakin seduktif

GREEPPP

SRAAKKKK

Yunho membalikkan posisi tubuhnya, bertumpu dengan kedua sikunya agar tak menindih Jaejoong yang berada di bawahnya. Yunho benar-benar sudah tak kuat lagi menahan 'serangan' Jaejoong.

Bukannya takut, Jaejoong malah tersenyum. Ia berhasil menggoda Yunho.

"Kau tahu akibatnya jika membangunkan beruang tidur?" ucap Yunho sambil mengigit pelan hidung Jaejoong.

Jaejoong terkikik, "Aku hanya ingin tahu seberapa kuat beruang itu" ucap Jaejoong dengan memberikan penekanan di beberapa kata. Benar-benar menggoda

"Kau ingin tahu?"

Jaejoong mengangguk antusias

"Persiapkan dirimu"

.

.

.

tbc

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Jang… jang….

Maxy bubuhkan kata TBC di saat yang tepat

Kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

Wkwkwkwkwkkwkwk…. :D

No anarkis untuk Yunho dan Siwon tapi mereka tetep menyelesaikan masalah dengan 'keren'. Dan karakter Jaejoong yang cukup 'bad boy' disini.. tapi bad boy-nya cuma sama yunpa maksudnya… hehehhe… bagaimana menurut kalian?

Review pleaseee… ^^

oiya... IYMK sedang dalam proses... sabar ne... #bow ^^