FALL-FELL-FALLEN
Pairing:
Yunjae
Rated:
M
Genre:
Comedy, Romance
Disclaimer:
Semua karakter milik Tuhan dan milik mereka sendiri.. maxy cuma minjem nama… ide cerita murni dari pemikiran maxy dan ini semua hanya fiksi… ^_^
Warning:
Bagi yang sudah punya SIM NC mari merapat, bagi yang belum maxy benar-benar minta maaf. Boleh di skip… mianhe jika ada yang tidak berkenan.. #bow
.
.
Peluk sayang dari maxy bagi teman-teman yang sudah membaca dan memberi review.
sakuranatsu90, gothiclolita89, yoshiKyu, Elzha luv changminnie, YunHolic, shanti cassiopeia, 3kjj, haruko2277, Mayasari, shippo chan 7, yoon HyunWoon, FiAndYJ, meirah 1111, justyunna, nunoel31, ajid yunjae, Nee-chan CassieBigeast, leeChunnie, okoyunjae, ifa p arunda, HANMINJIE, Cho Sungkyu, wiendzbica, gdtop, Lady Ze, LopeYunjae, Dee chan - tik, rizqicassie, boobear, lee sunri hyun, KimsLovey, urfan, luthfieannha aryhanhiiey, hi-jj91, Jung Jaehyun, hlyjs, lipminnie, lanarava6223, CuteCat88, hanasukie, hanna cho, BooBear, min, dhian930715ELF, cminsa, Chris1004, Aegya NewYear and Both, hoshi dissy, Himawari23, jae sekundes, Nam Min Seul, opah fumi, shanzec, mrspark6002, quinniee, diamond's, Angel Muaffi, 6002nope, Vic89, lia, fane, wereyeolves, aliensparkdobi, kim shendy, cho ri rin, juu, princess yunjae, Dipa Woo, farla 23, lovgravanime14, nickeYJcassie, hongkihanna, RedsXiah, Aaliya Shim, Vivi, yui hiruma, Naritha, ShinJiWoo920202, Dennis Park, miszshanty05, Huang Yoori, diniyunjae, nin nina, Eternal YunJae, cindyshim07, mimi2608, WineMing, Jenny, Yuu si fujoshi, Haiiro-Sora, kyoarashi57, vampireyunjae, Andini010196, Kim Eun Seob, NDM, yunny adja 9, Ria, insun taeby, Kitukie, simijewels, Rly C JaeKyu, AmyKyuMinElf, narayejea, Zheyra Sky, irengiovanny, FNPcassieyj, shinkirara, uknowme2301, collitha, Dei YunJae, misschokyulate2, rinayunjaerina, redyna90, dan para guest.
Terimakasih bagi teman-teman yang sudah bersedia menunggu epep ini, support kalian membuat maxy semangat melanjutkan FFF. THANKS A LOT GUYS... #big hug
And welcome new readers... selamat datang di maxy area.. #hug
Yuk dah Capcus... bacanya jangan cepat-cepat ne.. biar lebih nendang.
.
.
Preview
"Kau tahu akibatnya jika membangunkan beruang tidur?" ucap Yunho sambil mengigit pelan hidung Jaejoong.
Jaejoong terkikik, "Aku hanya ingin tahu seberapa kuat beruang itu" ucap Jaejoong dengan memberikan penekanan di beberapa kata. Benar-benar menggoda
"Kau ingin tahu?"
Jaejoong mengangguk antusias
"Persiapkan dirimu"
.
.
.
Part 6
.
.
.
.
.
"mmmpphhh… ckkmmmpp…" desahan dan decakan keluar dari kedua bibir Yunho dan Jaejoong. Bibir mereka bergerak seirama, saling menghisap dan melumat.
Jaejoong mengalungkan lengannya di leher Yunho dan sedikit meremas rambut Yunho membuat ciuman keduanya semakin dalam.
Yunho menggigit bibir bawah Jaejoong, Jaejoopun segera membuka mulutnya. Ciuman merekapun semakin intens, saling menggigit dan saling menyesap. Tak ada yang ingin mengakhiri. Merekapun berciuman dalam waktu yang sangat lama.
"Angghh.. hahh.." keduanya terengah saat mereka melepaskan tautan di bibir mereka.
Yunho menatap wajah Jaejoong yang memerah dengan bibir membengkak. Mereka sedang berusaha mencari oksigen.
Mata Yunho menatap Jaejoong dalam. Sungguh ia mencintai namja ini.
Yunho mengusap kening Jaejoong yang sedikit berkeringat, ia menyibakkan rambut Jaejoong yang menutupi kening.
Jaejoong tersenyum, dia sangat senang karena Yunho memperlakukannya dengan sangat lembut.
Yunho merundukkan tubuhnya dan menundukkan kepalanya, memeluk tubuh Jaejoong. Yunho meletakkan bibirnya ditelinga Jaejoong.
Deru napas Yunho di telinga Jaejoong membuat Jaejoong harus memejamkan mata.
"Jae…" bisik Yunho
"Ngghhh…" bukannya menjawab, Jaejoong malah mendesah.
Yunho tersenyum, ia tahu sekarang jika titik sensitif Jaejoong ada di telinganya. "Aku menginginkanmu sekarang" bisik Yunho seduktif
Jaejoong tersenyum, menarik leher Yunho dan mendekatkan bibirnya di telinga Yunho. "Kalau begitu miliki aku sekarang... jangan menahan diri lagi" bisik Jaejoong tak kalah seduktif.
.
Yunho mulai mencium telinga Jaejoong membuat Jaejoong harus memejamkan matanya.
Pelan tapi pasti Yunho mulai beranjak dari telinga Jaejoong menuju leher Jaejoong, membuat getaran aneh menjalar di sekujur tubuh Jaejoong.
Jaejoong menggigit bibir bawahnya, berusaha untuk menahan desahannya.
Yunho terus mencium, menjilat dan menggigit bahu dan dada Jaejoong. Beberapa kissmark tercipta dengan sempurna.
"Ahhh..mmhhh.." Jaejoong tak bisa lagi menahan desahannya.
Lidah dan bibir Yunho yang mulai menari di kulit mulusnya membuat Jaejoong tak henti-hetinya mengeluarkan desahan. "nmmpphhh... nngghhhh..."
Yunho mulai mengulum nipple Jaejoong.
"Yunnhhh… Arggghhh…" desahan Jaejoong semakin menjadi
Jemari Jaejoong meremas rambut dan sedikit menekan kepala Yunho, seolah meminta untuk berlama-lama disana.
Yunho menjilat dan menggigit kecil nipple Jaejoong.
"Ahhhmmmm… ngghhh… Yunnn..aahhhhh" Jaejoong semakin meracau
Setelah puas dengan nipple Jaejoong, lidah Yunho terus menjelajah tubuh Jaejoong. Memberikan beberapa kissmark di perut Jaejoong.
Jaejoong semakin menggeliat karena perlakuan Yunho.
Sedangkan Yunho semakin lama semakin bergerak turun. Jaejoong tak henti-hentinya melenguh. Perlakuan Yunho yang lembut membuatnya seolah melayang, degupan jantung Jaejoong semakin menjadi ketika tangan Yunho mencoba membuka ikat pinggangnya.
Namun tiba-tiba
KRRIIINGGGGGG
Ponsel Jaejoong berdering
Membuat Yunho berhenti sejenak.
"Abaikan.. ngghhh" gumam Jaejoong disela desahannya
Yunho kembali membuka celana Jaejoong, ia menemukan junior Jaejoong yang sudah menegang sempurna.
Belum sampai Yunho memberikan kenikmatan pada Junior Jaejoong, ponsel Jaejoong berdering kembali.
KRIIINGGGG
"DAMN.." umpat Jaejoong
BRAAKKK
Jaejoong meraih ponselnya dan melemparkan begitu saja ponsel itu ke lantai. Ponselpun mati seketika, Jaejoong tak peduli. Ia benar-benar tak mau diganggu. Sungguh bunyi ponselnya telah merusak suasana yang telah terbentuk.
Melihat Jaejoong yang nampak kesal, Yunhopun kemudian merangkak naik. Ia tersenyum melihat Jaejoong yang sedang mempoutkan bibirnya.
CUP
Yunho mengecup bibir cherry yang sudah sedikit membengkak itu.
Mata Jaejoong menatap mata Yunho.
Yunho tersenyum, ia kemudian mulai mencium bibir Jaejoong kembali, mencoba mengembalikan suasana.
Jaejoong merespon positif, iapun membalas ciuman Yunho dengan semangat atau malah bisa dikatakan cukup ganas karena Jaejoong mencium Yunho seolah tidak ada hari esok. Jaejoong mendominasi ciuman kali ini, lebih menuntut dan lebih intens.
"Ngghhh.." Lenguh Yunho disela ciumannya.
Jaejoong mulai mengeratkan pelukannya di leher Yunho ketika tangan Yunho mulai bergerak naik turun, memberikan kenikmatan pada juniornya.
"Anggghhh...Yunhhhh... aahhh..." Racau Jaejoong yang merasakan nikmat
Yunho terus mempercepat gerakan tangannya, mata Jaejoong terus terpejam dengan bibir yang terus mengeluarkan desahan.
Sekali lagi Yunho mencium bibir Jaejoong, menyesap dan menggigit bibir menggoda itu.
"Arrgghhh... akuhhh... akan.. keluarrr" ucap Jaejoong disela ciumannya
Bibir Yunho mencium leher dan bahu Jaejoong secara bergantian seiring dengan gerakan tangannya yang semakin cepat.
Pinggang Jaejoong terangkat, menandakan ia akan klimaks sebentar lagi.
Yunho semakin mempercepat gerakannya
Tiba-tiba
KRIIIINGGGGGG
Kali ini ponsel Yunho yang berbunyi
"AAAARRRGGGGHHHHH" Teriak Jaejoong kesal. Bunyi ponsel membuatnya urung mencapai klimaks.
Yunho tertawa kecil dan berhenti sejenak ketika Jaejoong merogoh ponsel yang ada di saku belakang celananya.
MRS. KIM
Jaejoong mengerutkan dahinya ketika mengetahui nama yang tertera dilayar ponsel Yunho.
Seolah mengerti, Yunho ikut menoleh ke arah layar ponselnya yang masih setia berdering itu.
Jaejoong menatap mata Yunho sedangkan Yunho mengangkat bahunya, ia juga tak tahu kenapa Mrs. Kim menelponnya.
"Yobseyo" ucap Jaejoong setelah menggeser tombol reply
"Kau bersama Yunho, Jae?"
"Ne.." Jawab Jaejoong dingin, ia kesal sekali dengan ummanya karena telah merusak suasana.
Yunho tersenyum melihat tingkah Jaejoong. Ketika ia akan beranjak, tiba-tiba tangan Jaejoong menarik lengan Yunho.
Yunho memandang Jaejoong, tapi Jaejoong malah mulai membuka ikat pinggang Yunho dengan salah satu tangan yang tak memegang ponsel.
"Ne.. umma.. aku tahu..." ucap jaejoong berbincang dengan ummanya sambil tangannya terus mencoba membuka ikat pinggang yang ternyata sangat sulit, maklum saja Jaejoong membuka ikat pinggang hanya dengan satu tangan.
"Jae.." gumam Yunho mulai khawatir, bagaimana tidak.. Jaejoong mencoba membuka celananya disaat ia masih berbincang dengan Mrs. Kim.
Namun Jaejoong hanya tersenyum, membuat Yunho tertawa tak percaya, "Kau benar-benar nakal, Jae" gumam Yunho tanpa suara.
Jaejoong masih berusaha membuka ikat pinggang Yunho, namun Yunho menghentikan tangan Jaejoong, "Akan sangat berbahaya melakukan ini ketika kau sedang berbicara dengan umma" gumam Yunho.
Gurat kecewa tergambar di wajah Jaejoong. Seolah mengerti perasaan Jaejoong, Yunho mulai mencium leher dan bahu Jaejoong. Yunho tahu, akan sangat sakit jika klimaks yang akan di capai tertahan begitu saja. Dan sekarang, Yunho sedang mencoba membantu Jaejoong mencapai klimaksnya yang tertunda itu.
"Aku sudah menyerahkan berkas itu kepada Mr. Kwon.." ucap Jaejoong menjawab pertanyaan ummanya.
Jaejoong mencoba untuk tak mendesah ketika Yunho sudah mulai mencium perutnya.
"Ne umma... Mr. Han sudah aku.. Arrghhh.." Jaejoong mendesah ketika Yunho mulai mengulum juniornya
"Jae.. gwenchana?" Mrs. Kim terdengar panik
"nan.. ngghhh.. gwenchana.. ummm..mmaa" Jaejoong tak bisa menahan desahannya ketika Yunho semakin mempercepat gerakannya.
"Dimana Yunho?"
"NNgg? Yunho? Di kamar mandi... arrghh" Jawab Jaejoong disela desahannya, ya.. ia berbohong. Jaejoong tak cukup gila menjawab pertanyaan ummanya dengan jawaban, 'Yunho sedang mengulum juniorku'. -.-'
Yunho tersenyum, sungguh Jaejoong benar-benar bad boy. Yunho mempercepat gerakannya. Jaejoong menggigit bibirnya, ia berusaha meredam desahannya.
"Umma... aku.. aku akan.. menelponmu.. nngghhh.. sebentar lagi"
PIP
Secara sepihak Jaejoong menutup telpon karena ia tak bisa lagi menahan desahan akibat ulah Yunho yang terus mempercepat gerakan memaju-mundurkan mulutnya di juniornya.
"Angghh... aahhh... ngghhh.." Desah Jaejoong yang merasakan juniornya semakin berkedut.
Yunho semakin mempercepat gerakannya. Jaejoong memejamkan matanya, peluhnya terus menetes dan degupan jantungnya semakin cepat.
"ARRGGGHHHH" Jaejoong mendesah lega ketika cairannya menyembur keluar di mulut Yunho.
.
.
.
"Ne.. umma.. iya.. yang itu.. berkas yang aku tanda tangani tadi... ne... ne..." Ucap Jaejoong yang masih terlihat sibuk berbincang dengan Mrs. Kim melalui ponsel Yunho.
Yunho baru keluar dari kamar mandi, ia sudah memakai pakaian lengkap. Yunho baru saja menyelesaikan 'masalahnya' sendiri di kamar mandi kemudian ia segera mandi. Sedangkan Jaejoong dengan wajah BT-nya masih bersandar di sandaran tempat tidur sambil memegang ponsel Yunho dan tubuh hanya tertutupi selimut dari kaki hingga ke pinggang.
"Wait.. umma... Tidak bisakah ini diselesaikan di kantor besok? Aku capek sekali" Ucap Jaejoong nada yang masih terdengar kesal. Ummanya seolah tak mengerti keadaannya, sedari tadi ummanya terus mengajaknya berbicara mengenai hasil rapat tadi pagi. Maklum saja, rapat tadi adalah rapat yang sangat penting, dan parahnya Jaejoong tak langsung memberikan laporan kepada ummanya karena terburu-buru untuk segera makan siang dengan Yunho. Dan sekarang ia harus menjelaskan kepada ummanya mengenai semua hasil rapat.
Jaejoong memberikan senyuman sekilas ketika Yunho mulai naik ke atas tempat tidur dan ikut bersandar disamping Jaejoong.
5 menit berlalu
Jaejoong masih sibuk berbincang di telpon.
Yunho mulai menguap, rasa kantuk perlahan menyerangnya. Aktivitasnya seharian ini membuatnya lelah.
Jaejoong menoleh, memandang Yunho. Jaejoong memberikan tatapan minta maaf. Sejujurnya Jaejoong ingin membuat kencan pertama mereka sangat berkesan, tapi apalah daya, setelah tadi siang Siwon mengganggu acara makan siangnya dan sekarang ummanya mengganggu acara 'inti'. Poor Yunjae
Melihat wajah sendu Jaejoong, membuat Yunho tersenyum.. entah bagaimana caranya, Yunho seolah mengerti maksud Jaejoong. "Gwenchana" gumam Yunho tanpa suara karena ia tak ingin suaranya terdengar oleh Mrs. Kim.
Tapi tatapan mata Jaejoong masih terlihat tak enak, ia benar-benar telah merusak kencan pertama mereka.
CUP
Yunho mencium pipi Jaejoong, "Nan gwenchana... Jongmal" bisik Yunho
Pipi Jaejoong memerah, sungguh ia sangat beruntung memiliki kekasih seperti Yunho. Sangat pengertian.
"JAE... kau masih disana?" suara Mrs. Kim terdengar oleh Yunho.
Membuat Jaejoong tersentak dan kembali meladeni Mrs. Kim. "Umma... berhentilah berteriak... kau membuat telingaku berdengung" gerutu Jaejoong
Yunho tertawa kecil mendengar Jaejoong mengeluh. Yunhopun mulai menyandarkan kepalanya di bahu Jaejoong, tangannya menggenggam erat tangan Jaejoong. Yunho merasa sangat nyaman sekarang, perlahan matanya terpejam.
.
.
.
1 jam kemudian
"Yun..." panggil Jaejoong setelah selesai berbincang dengan ummanya.
Tak ada sahutan
"Apa dia sudah tidur?" gumam Jaejoong, iapun kemudian menggeser sedikit bahunya sehingga bisa melihat Yunho dengan jelas.
Jaejoong memandang Yunho yang sudah tidur dengan wajah yang nampak lelah. Tak lama kemudian iapun tersenyum, Yunho tertidur dibahunya dengan tangan yang masih menggenggam tangannya.
Perlahan Jaejoong merebahkan tubuh Yunho. Yunho nampak sedikit bergeliat membuat Jaejoong berhenti sejenak, takut jika gerakannya membuat Yunho terbangun. Setelah dirasa aman, kemudian Jaejoong menutupi tubuh Yunho dengan selimut tebal yang sedari tadi dipakainya.
Mata Jaejoong tak lepas memandang Yunho.
"Kau benar-benar orang yang baik... Aku beruntung memilikimu.. Saranghae" ucap Jaejoong sambil memberikan kecupan di bibir Yunho. Iapun kemudian merebahkan tubuhnya disamping Yunho, memeluknya dan tak lama kemudian iapun tertidur. Sepertinya malam ini Jaejoong akan memperoleh mimpi yang indah.
.
.
Jaejoong mengerjapkan matanya, Yunho sudah tak ada disampingya. Bajupun sudah terpakai sempurna dibadannya, seingatnya kemarin ia tidur tanpa memakai atasan. Lagipula ini juga bukan kemejanya. Ini milik Yunho.. aroma Yunho sangat menempel di kemeja ini. Apakah Yunho yang memakaikannya? Jaejoong kemudian tersenyum sambil memegangi dan menghirup kemeja Yunho. Matanya terpejam, aroma Yunho sungguh menenangkan.
"Kau sangat menyukai aromaku?" Suara Yunho membuyarkan fantasy Jaejoong.
CRAAAPPPP
Mata Jaejoong melotot, dia tertangkap basah.
Jaejoong mematung
Yunho tersenyum melihat eskpresi Jaejoong, kemudian ia berjalan mendekati Jaejoong.
CUP
Kecupan pagi yang manis mendarat tepat di bibir Jaejoong, "Aku bisa cemburu jika kau menciumi kemejaku seperti itu" bisik Yunho seduktif.
Pipi Jaejoong memerah sempurna.
Yunho terkikik melihat ekspresi Jaejoong.
"Jja.. mandilah... bukankah kau ada rapat pagi ini?" ucap Yunho sambil mengacak rambut Jaejoong.
Jaejoong hanya bisa mengangguk. Entah kenapa ia merasa sangat malu sekarang, pipinya tak bisa berhenti untuk terus blushing sedangkan jantungnya terus berdetak kencang, dan hatinya seakan menjadi taman bunga. Ia bahagia sekali.
.
.
"Aku akan menjemputmu setelah rapat selesai"
Yunho tersenyum dan mengangguk, "Ne"
Jaejoong segera menginjak pedal gas menuju kantor, mata Yunho memandang mobil Jaejoong yang semakin hilang dari pandangan kemudian Yunho masuk menuju ruangannya.
.
.
.
"Ahahahahhaha… kau tak jadi melakukannya karena ahjumma Kim menelpon? Ahahahhaa" Changmin terus menerus menertawakan Yunho yang sedang menghabiskan istirahat siang di ruangannya.
Yunho hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Lain kali matikan ponsel sebelum beraksi" canda Changmin disela tawanya.
Yunho terkikik, "Aku akan selalu mengingatnya"
.
.
"Eh Hyung, kapan kau memberitahu keluargamu?" tanya Changmin sambil berjalan menuju ruangan. Ia dan Yunho baru saja selesai makan siang.
"Secepatnya Changmina... Mungkin besok.. setelah aku menemui Mrs. Kim terlebih dahulu"
"Kau yakin?"
"Aku rasa semakin cepat, semakin baik..."
Changmin mengangguk kecil
"yang aku takutkan adalah appa"
"mmm?"
"Appa termasuk salah satu orang yang belum begitu memahami hubungan seperti ini. Aku hanya takut jika appa menentang"
Changmin menghembuskan nafas beratnya, ia tahu jika tak semua orang mau memahami dan mengerti hubungan seperti ini. "Setidaknya kau berusaha menjelaskan, hyung" hanya itu kata yang mampu Changmin ucapkan. Ia sendiri tak tahu bagaimana harus memberikan saran.
Yunho tersenyum, "Mungkin akan lebih baik jika aku memberitahukan masalah ini kepada Jaejoong terlebih dahulu. Aku takut kalau dia akan kaget melihat sikap appa yang mungkin akan sedikit berbeda"
Changmin mengangguk, "Kau benar hyung... Aku rasa Jae hyung akan mengerti"
.
.
.
.
"Jadi kapan rencana kalian menikah?" tanya Mrs. Kim sangat antusias. Siang ini Yunho dan Jaejoong bertandang ke rumah Mrs. Kim. Baru saja mereka sampai tapi sudah di serang dengan pertanyaan-pertanyaan Mrs. Kim
"Umma.. bukankah ini terlalu terburu-buru? Harus ada persiapan terlebih dahulu"
"Bukankah kata Changmin kalian akan segera menikah?"
"Jangan percayai ucapannya... mulutnya bertindak lebih cepat dari otaknya" ucap Jaejoong kesal
Yunho dan Mrs. Kim tertawa
"Kalau begitu kapan kalian berencana menikah?"
"Aku akan mengajak Jaejoong menemui orangtuaku terlebih dahulu, umma.. setelah itu baru kita bisa membicarakan pernikahan"
Jaejoong menoleh ke arah Yunho kaget sedangkan Mrs. Kim tersenyum senang.
"Ne.. ne.. kau benar Yun... kalau begitu segera ajak Jaejoong ke rumahmu dan segeralah menikah.. aku tak sabar ingin segera memiliki menantu tampan sepertimu"
"Ah.. ne.. umma" ucap Yunho malu
Sedangkan Jaejoong hanya memutarkan bola matanya, jengah.. ummanya selalu bersikap seperti ini ketika berhadapan dengan namja tampan.
.
.
.
"Apa ini tidak terlalu cepat, Yun?"
Yunho menoleh dan tersenyum, "Anni.. aku ingin segera mengenalkanmu kepada mereka"
Jaejoong meremas tangannya sendiri, ia cemas.
"Wae?"
"Aku takut"
CKITTTTT
Yunho segera menepikan mobilnya. Ia menggenggam tangan Jaejoong.
"Percayalah, tidak akan apa-apa" ucap Yunho menenangkan
GREEBBB
Jaejoong memeluk Yunho erat, "Berjanjinlah untuk tetap bersamaku"
Yunho tersenyum dan mengangguk, "Ne.. Kita akan berusaha membuat appa mengerti"
Jaejoong melepaskan pelukannya, menangkupkan kedua tangannya di pipi Yunho, "Aku sangat mempercayaimu"
CUP
Yunho mengecup bibir Jaejoong. "Saranghae"
BLUSSHHH
Pipi Jaejoong memerah sempurna. Jaejoong hanya bisa tersenyum namun pikirannya masih saja tak tenang. Yunho telah bercerita mengenai keluarganya, terutama appanya. Itulah mengapa ia terlihat tak tenang dan terus gelisah. Ia hanya bisa berdoa agar hubungannya direstui keluarga Yunho meski mungkin sedikit butuh perjuangan.
Semoga
.
.
.
.
Mobil Yunho terparkir di depan pagar rumah sederhana. Sudah pukul 10 malam, perjalanan panjang selama 5 jam membuat Yunho dan Jaejoong sedikit lelah. Yunho memandang gang yang sudah nampak sepi, iapun segera bersiap untuk turun dari mobil.
"Jae.."
Jaejoong tersenyum kaku, ia tak bisa menutupi kegugupannya.
Tak menunggu waktu lama bagi Yunho untuk mencium bibir Jaejoong. Jaejoong dengan segera menyambut lumatan bibir Yunho, jantungnya tak berhenti berdegup kencang. Kedua tangan Jaejoong menarik kerah kemeja Yunho, meminta Yunho untuk semakin memperdalam ciumannya. Seolah mengerti Yunhopun kemudian memegang kedua pipi Jaejoong dan menciumnya dalam.
Bibir Yunho dan Jaejoong bergerak seirama, hingga tak lama kemudian Jaejoong nampak sudah mulai tenang. Yunho melepaskan ciumannya, nafasnya sedikit terengah. Begitujuga dengan Jaejoong.
"Percayalah padaku"
Jaejoong mengangguk
"Kajja, mungkin Yoochun masih belum tidur"
"Yoochun?"
"Dia adik angkatku, Park Yoochun... ah anni.. sekarang Jung Yoochun"
Jaejoong tertawa kecil mendengar ucapan Yunho
"Dia sangat baik, dia menjadi bagian dari keluargaku sejak aku berusia 5 tahun. Dia selalu memperkenalkan dengan nama aslinya dan keluargaku tak pernah keberatan. Terlepas dari semua itu, Yoochun pandai bergaul, dia ramah dan suka bercanda. Kau pasti akan cepat akrab dengannya."
Jaejoong mengangguk
"Jja.. kita masuk..." ucap Yunho yang kemudian membuka pintu mobil
Tak lama setelah itu, Jaejoongpun memasuki halaman rumah Yunho. Halaman ini tak begitu luas tapi tertata apik dan rapi. Terlihat rumah sederhana dengan cat berwarna coklat natural.
Jaejoong mengeratkan genggaman tangannya setelah Yunho memencet bel rumahnya.
Yunho menoleh dan tersenyum
Tak lama kemudian pintu rumah Yunho terbuka. Nampak seorang namja muda yang tampan sedang membuka pintu.
"Hyung" ucap namja tampan itu dengan wajah yang terkejut
GREEBBB
Namja itupun langsung memeluk Yunho erat. Yunho nampak tertawa
"Hei.. kau membuatku sesak, Yoochuna" ucap Yunho
Yoochun melepaskan pelukannya dan tersenyum, "Aku merindukanmu hyung... kenapa kau tak memberitahu dulu kalau mau datang? Umma dan appa sudah tidur"
Jaejoong hanya memandang diam 2 namja yang sedang melepas rindu ini.
"Oh.. Yoochuna.. kenalkan ini Jaejoong" Yunho memperkenalkan Jaejoong kepada Yoochun.
"Annyeong... Park Yoochun imnida"
"Kim Jaejoong imnida"
Yoochun dan Jaejoong berjabat tangan serta saling melempar senyum.
.
.
.
"Wuaahhh.. benarkah Jae hyung? Kau seorang presiden direktur? Wuaahhh" Yoochun berdecak kagum setelah hampir 30 menit berbincang dengan Jaejoong. Yunho benar, Yoochun adalah orang yang sangat friendly.
"Mainlah ke Seoul sesekali" ucap Jaejoong
"Aku sangat ingin, hanya saja sulit untuk meminta ijin dari atasanku"
"Kau bekerja di perusahaan apa?"
"Hanya perusahaan kecil di daerah sini, hyung"
"Bekerja di bagian apa?"
"Perencanaan pembangunan"
"Kau arsitek?"
"Bisa dibilang seperti itu" ucap Yoochun sedikit malu.
"Woaaa..." Jaejoong berucap kagum, "Salah satu cabang perusahaanku sedang membutuhkan seorang arsitek, kalau kau mau, kau bisa bekerja disana"
"Benarkah?"
Belum sampai Jaejoong menjawab, terdengar suara dari arah belakang.
"Yunho"
Ketiga namja yang sedang asyik mengobrol di ruang tengah menoleh ke sumber suara
"Umma.. appa" ucap Yunho kemudian menghambur memeluk kedua orangtuanya yang sudah lama tak ia jumpai itu.
"Aigoo.. kau semakin tampan. Kenapa tidak membangunkan umma kalau kau datang" ucap Mrs. Jung lembut
"Aku hanya tak ingin mengganggu istirahat umma" ucap Yunho sambil tersenyum
"Kau membawa teman?" kali ini Mr. Jung mulai berbicara
"Ne.. appa..." ucap Yunho sambil mengangguk. "Jae.. kemarilah" lanjut Yunho memanggil Jaejoong
Jaejoong berjalan mendekati Mr. Dan Mrs. Jung. "Annyeonghaseyo, Kim Jaejoong imnida"
Mrs. Jung tersenyum. Sedangkan Mr. Jung hanya memandang Jaejoong diam.
Jaejoong terdiam, ia tak tahu harus bersikap bagaimana di depan Mr. Jung.
Ketegangan mendadak menghampiri beberapa orang yang sedang berada dalam satu atap ini.
"istirahatlah... sudah malam... lanjutkan berbincang besok pagi" ucap Mrs. Jung memecah keheningan.
"Ne umma... kami akan segera istirahat" ucap Yunho yang tak mau membuat ketegangan diantara mereka semakin parah. Ia segera mengajak Jaejoong menuju lantai 2, kamar tidurnya.
.
.
.
.
"Yun"
"mmm?"
"Bagaimana kalau appamu tidak setuju?"
Yunho memiringkan tubuhnya dan menghadap Jaejoong yang sedang berbaring disampingnya. Mereka tidur bersama di dalam kamar Yunho karena memang dirumah Yunho tak ada kamar tamu. Tak begitu banyak ruangan dirumah Yunho, keluarga Yunho benar-benar sangat sederhana, tak seperti dirinya.
"Aku sangat takut, appamu membuat bulu kudukku berdiri" Jaejoog terus bergumam
Yunho tersenyum, meletakkan dagunya di bahu Jaejoong dan memeluk Jaejoong erat.
"Appa adalah orang yang baik.. kita hanya perlu membuatnya mengerti.."
Jaejoong mengangguk, tapi tetap saja ia tak tenang.
"Kau akan baik-baik saja, kita akan baik-baik saja dan semua akan baik-baik saja, sekarang tidurlah... kau pasti capek setelah beraktivitas seharian" gumam Yunho sambil memejamkan mata.
Jaejoong menoleh Yunho yang sudah menutup matanya dan iapun tersenyum.
CUP
Jaejoong mengecup hidung mancung Yunho
Yunho tersenyum namun masih memejamkan matanya dan Jaejoongpun ikut memejamkan mata setelah itu, tak banyak percakapan diantara mereka namun gerak tubuh mereka menggambarkan jelas bahwa mereka ingin saling memiliki dan saling mencintai.
Ketika Jaejoong sudah terlihat mulai tertidur, Yunho membuka matanya.. menatap makhluk indah yang sedang berada didepan matanya itu. Yunho menatap Jaejoong dalam diam, sungguh ia tak ingin kehilangan namja didepannya ini. Banyak hal yang Yunho pikirkan, namun Yunho kemudian menghembuskan nafas beratnya dan memejamkan mata.
.
.
.
"Aku tak menyangka jika kau pintar memasak Jae..."
"Aku lama tinggal sendiri, ahjumma... jadi mau tidak mau, aku harus bisa memasak untuk diri sendiri" ucap Jaejoong sambil tersenyum ke arah Mrs. Jung yang sedari tadi sedang memujinya.
"Aku pasti senang bisa memiliki putra sepertimu"
DEG
Mendadak Jaejoong terdiam namun kemudian ia tersenyum memandang Mrs. Jung yang sedang memandangnya. Andai Mrs. Jung tahu bahwa ia sebentar lagi akan menjadi putra dalam arti yang sesungguhnya, apakah Mrs. Jung masih bisa seramah ini?
"Woaahhh... aroma masakannya wangi sekali" komentar Yoochun yang baru saja selesai mandi dan berhenti di depan counter dapur.
"Kha pergilah.. kau mengganggu" ucap Mrs. Jung sambil memukul bahu Yoochun.
"Wae umma... Jae hyung boleh disana kenapa aku tidak" protes Yoochun
"Aisshhh... kha... banyak protes"
"Aww..aww... umma... Yunho hyung... umma menganiayaku" protes Yoochun melibatkan Yunho yang kebetulan lewat didepan dapur.
Yunho berhenti sejenak, ia tersenyum... matanya sedikit melirik Jaejoong yang sedang tertawa melihat tingkah Mrs. Jung dan Yoochun.
"Kajja... kita sebagai namja sejati pantang untuk berada didapur" komentar Yunho sambil menggelendeng lengan Yoochun menjauhi dapur
"YAAHHH... JUNG YUNHO... Apa maksud ucapanmu" sontak Jaejoong mengeluarkan protes yang membuat Yoochun dan Yunho tertawa evil.
Mrs. Jung hanya bisa tersenyum dan menggeleng melihat tingkah ketiga namja tampan ini. Suasana rumahnya mendadak menjadi sangat ramai dan menyenangkan.
.
.
.
Seharian Jaejoong terlibat dalam aktivitas keluarga Jung. Tak menunggu lama bagi Jaejoong untuk akrab dengan Yoochun dan Mrs. Jung. Mrs. Jung dan Yoochun adalah orang yang sangat baik.
Makan malam keluarga Jung juga berlalu dengan ceria. Banyak percakapan diantara Yoochun, Jaejoong dan Mrs. Jung, membuat Jaejoong sedikit melupakan ketegangannya. Meski tak bisa dipungkiri jika Mr. Jung banyak terlihat diam dan sampai sekarangpun Jaejoong juga masih tak begitu berani mengajak bicara Mr. Jung.
"Appa, ada yang ingin aku katakan kepada appa" ucap Yunho yang membuat semua berhenti dari aktivitasnya.
Mrs. Jung meletakkan kembali piring-piring yang hendak di bawa ke tempat cuci, sedangkan Yoochun dan Jaejoong mendadak berhenti tertawa. Jaejoong memandang Yunho sedikit panik, ia sedikit menggeleng, mendadak ia takut jika Yunho akan mengatakan perihal hubungan mereka. Baru saja Jaejoong akrab dengan keluarga Jung, ia tak ingin semua keakraban ini berlalu dengan cepat. Namun Yunho tersenyum ke arah Jaejoong seolah berkata bahwa semua akan baik-baik saja.
"Ne.. katakanlah" ucap Mr. Jung dengan suara beratnya.
"Aku ingin meminta restu kepada appa dan umma" Yunho memberanikan diri.
Mr. Jung masih diam.
Jaejoong mengeratkan genggaman tangannya dibawah meja makan sedangkan Yoochun dan Mrs. Jung masih belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku dan Jaejoong menjalin sebuah hubungan. Kami berpacaran dan ingin meminta restu kepada appa dan keluarga untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius lagi. Kami berencana akan menikah" ucap Yunho dengan sangat hati-hati
Semua hening
Termasuk Jaejoong yang hanya bisa menunduk.
BRAAKKK
Mr. Jung berdiri dari kursinya dengan kasar. Ia meninggalkan ruang makan tanpa berbicara sepatah katapun.
Jaejoong mendadak panik sedangkan Yunho masih diam.
Mampukah Yunho bertahan dengan pilihannya?
.
.
.
Tbc
.
.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.
Annyeong... #tebar confetti
Akhirnya FFF bisa update... #sujud syukur
Ide cerita sempat stuck, mian membuat teman-teman semua menunggu lama. Maxy sampai membaca berulangkali chap-chap sebelumnya untuk mengembalikan mood maxy karena maxy harus menyelesaikan cerita yang sudah maxy buat. Meski sudah lama, tapi maxy harap feelnya gak berubah dan masih bisa dirasakan teman-teman.
So, this chap for u guys.. hope u like it... :-)
Daannn
NC gagal lagi.. wkwkwkwkwk #dikeroyok readers
Yunpa ma Jaema belum bisa begituan sebelum nikah.. hohohohohoho #evil laugh
Karakter Yunpa disini memang dewasa dan penuh pengertian. Entah mengapa karakter yang seperti itu lebih cocok dengan Yunpa... menurut maxy sih... hehehhee
Dan bagaimana hubungan Yunjae selanjutnya?
Review pleasee.. kritik dan saran diterima dengan tangan terbuka... :)
.
.
Dan sekali lagi baik teman-teman di IYMK dan FFF, Sekali lagi maxy minta doa dari teman-teman untuk kesembuhan ayah maxy yang kecelakaan 2 minggu yang lalu.. inilah mengapa maxy masih belum bisa update cepat belakangan ini, sangat susah berkonsentrasi dikondisi yang sedang cemas, tapi maxy akan berusaha untuk bisa update secepatnya, maxy harap teman-teman bisa mengerti keadaan maxy... gomawo all
