Frozen... Chap 2

warning boys love/yaoi/incest

Ini ff ku, ff yang masi teramat banyak kekurangan, jadi kalo ada salah" mohon dimaafkan :)

*note all yunho POV

Chap sebelumnya

"Aku akan memaafkanmu asal kamu mau tidur bersamaku" Jawabku sambil menyeringai

"Mwo?! Kau gila yun? Aku tidak mau tidur denganmu" Jawabnya kaget dan shock

Aku sudah tahu reaksinya akan seperti ini, aku sudah mampu untuk menebaknya.

"Aku tahu, kau tidak ingin" Jawabku dengan nada dingin dan tidak suka

"Lalu kau tetap memintaku untuk tidur denganmu? Kau gila" Desisnya marah

"Kalau begitu simpanmu maafnya kim jaejoong-sshi karena sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu. Jika kau tidak ada urusan lagi disini, lebih baik kau pergi tinggalkan rumahku sekarang." Jawabku dingin

"Tapi bagaimana dengan kerja samanya yun tidakkah kau bisa memikirkannya lagi?" Tanya jae memelas

"Aku tidak akan pernah mau untuk bekerja sama dengan anda kim jaejoong-sshi. Bisakah anda keluar sekarang, kurasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan." Jawabku dingin ketus

'Maafkan aku joongie, kau melukaiku hingga terdalam jadi jangan salahkan aku' Kataku dalam hati

Keadaan mendadak hening, dia memandangku dengan tatapan bantu-aku

aku bergegas meninggalkannya seorang diri.

Malam harinya. Malam ini tidak seperti malam-malam sebelumnya.

"Kim jaejoong, kenapa kau belum meninggalkan rumahku?" Tanyaku dingin melihat jae masih tetap diposisinya.

"Maafkan aku yun, aku bersalah padamu" Jawabnya menyesal

"Sudah kukatakan bukan, bahwa simpan maafmu. Aku tidak butuh. Kalau tidak ada yang ingin kau katakan lebih baik kau pergi. Aku muak melihatmu disini." Jawabku dingin

"Yun.. Apa hatimu beku seperti es? Tidak bisakah aku mencairkannya?" Jawab jae sendu

"Dalam mimpimu jae. Sudahlah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" Jawabku dingin

Pagi ini. Aku sampai kantor terbilang cukup pagi. Biasanya jam 7 aku sampai, kini pukul 06.30 aku sudah sampai di kantorku, ruanganku lebih tepatnya.

"Yunho kau sudah datang?" Tanya yoochun kaget melihatku sudah datang

"Sudah chun. Kemarin dia datang kerumah dan berusaha membujukku agar kita mau bekerja sama" Ucapku pelan

"Dia? Nugu? Kim Jaejoong maksudmu?" Tanya yoochun kaget

"Yaa dia memangnya kau mau siapa lagi? Aku bahkan memintanya jikanya dia mau ku maafkan, dia harus mau tidur denganku" Jawabku pelan

"Biar kutebak yun. Dia tidak mau kan? Dia pasti mengatai kau gila" Tebak yoochun

"Tebakkanmu tepat chun. Bagaimana kau tahu?" Ucapku penasaran

"Aku sudah mampu menebaknya. Dulu saat kau menyatakan cintamu, dia menolakmu kan" Jawab yoochun pelan

"Yaa, kau benar. Dia sudah melukaiku. Bagaimana aku bisa memaafkannya" Jawabku pelan

"Aku tau yun dalam hatimu, kau bukanlah orang pendendam. Kau hanya tidak suka jika orang yang sudah melukaimu, kembali melukaimu dengan mudahnya" Jawab yoochun pelan

Dan aku pun tersenyum mendengarnya.

Langit senin sore hari ini tampak mendung. Aku masi berada diruanganku dengan map kerja sama antara kim corp dan jung corp

'Andai kau tidak melukaiku, mungkin sekarang aku tidak akan sekejam ini padamu' Kataku dalam hati

"Yoo yunho, aku bawa berita untukmu" Seru yoochun tiba-tiba

"Kau bisa tidak mengetuk dahulu yoochun, membuatku kaget" Jawabku kaget

"Maaf yun, aku sudah mengetuk tapi kau tidak mendengar" Jawab yoochun pelan

"Yaa sudah, katakan apa yang membawamu kemari" Tanyaku penasaran

"Soal ayahmu yun... Ayah kandungmu... Dia punya seorang putra... Waktu itu aku tanpa sengaja bertemu dengannya saat menemani junsu berjalan-jalan ke taman" Jawab yoochun pelan

"Owww jadi sekarang dia punya keluarga baru dan meninggalkan aku dan eomma seorang diri" Jawabku pelan

"Iaaa yun... Mereka terlihat bahagia yun... Dan kau tahu siapa putranya..." Jawab yoochun pelan

"Siapa?" Tanyaku penasaran

"Kim jaejoong putranya. Dunia ini begitu sempit kan" Ucap yoochun pelan

'Baguss... Baguss... Sekalian saja aku hancurkan mereka berdua' Kataku dalam hati

"Bagus... Tinggal ku hancurkan saja mereka berdua. Jadi sekali kerja bukan, dan aku tidak perlu memusingkannya lagi" Jawabku pelan

Yoochun mendengarnya sambil menganggukkan kepala

"Jadi bagaimana rencana kita selanjutnya?" Tanya yoochun penasaran

"Perlahan tetapi pasti kita hancurkan kim corp..." Jawabku pelan

Aku pun beranjak bangun dari tempat dudukku sambil memandang kearah luar

'Aku sudah tidak peduli, jika kau menyebutku kejam. Pada kenyataannya kalian yang kejam padaku' Kataku dalam hati

Yoochun langsung menghampiriku sambil menepuk bahuku

"Apapun yang kau lakukan, aku tetap mendukungmu... Kau sudah seperti saudara bagiku dan junsu" Ucap yoochun yakin

Aku pun tersenyum mendengar perkataannya.

Headline berita pagi ini...

"KIM CORP DIKABARKAN TENGAH MENGALAMI KEMUNDURAN"

Aku melihat koran berita pagi ini sambil tersenyum

'Lihatlah... Ini baru awal... Selanjutnya kalian menikmatinya saja' Kataku dalam hati

Tanpa kusadari kim jaejoong masuk kedalam ruanganku

"Yun ada hal yang perlu kubicarakan padamu" Ucapnya pelan

Aku bisa mendengar ada nada marah untukku

"Jika ini soal kerja sama, sebaiknya kau bermimpi. Aku tidak mau untuk bekerja sama dengan perusahaan yang akan ku hancurkan" Jawabku dengan nada dingin

"Yun please, jika ini ada kaitannya dengan dulu, maafkan aku yun. Aku tidak bermaksud" Jawab jae memelas

"Sudah ku bilang, simpan maafmu. Aku tidak butuh. Mungkin sebaiknya kau bersiap akan ada kejutan special dariku untukmu dan ayahmu" Kataku dingin

"Yun bisakah kau tidak melibatkan ayahku? Dia tidak bersalah" Jawab jae memohon

"Dia tidak bersalah? Kau salah... Kau dan ayahmu bersalah atas penderitaanku selama ini." Ucapku marah

"Apa maksudmu?" Tanya jae penasaran

"Dulu ayahmu berteman dengan ibuku. Suatu hari ayahmu bertengkar dengan kekasihnya sehingga membuat ayahmu mabuk dan tanpa sengaja ayahmu bertemu dengan ibuku. Apa kau tahu jika ayahmu telah menghamili ibuku. Namun apa yang ayahmu lakukan, ayahmu pergi meninggalkannya. Ibuku tampak kebingungan sampai datanglah tuan jung yang bersedia membantunya." Jawabku dingin

"Yun..." Jawab jae pelan

"Dan kau tahu siapa anak yang ditinggal ayahmu... Itu aku jae... Itu aku" Jawabku marah

"Yun... Aku..." Jawab jae lemah

"Jika kau berharap aku memaafkan kalian maka sebaiknya kau simpan maafnya. Aku tidak butuh. Karena maafmu dan ayahmu itu tidak akan merubah keadaan yang ada" Jawabku marah

Jae mencoba memelukku

"Maafkan aku yun... Aku tidak tahu" Ucapnya pelan sambil memelukku

"Lepaskan aku. Jika tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi maka silahkan pergi dari ruanganku." Jawabku dingin

Jae menangis seraya pergi meninggalkan tempatku. Aku langsung menitikkan air mata.

'Aku ingin kau dan ayahmu merasakan bagaimana penderitaanku dulu.' Kataku dalam hati

Tak berapa lama berselang, yoochun datang dengan junsu

"Kami tahu yun... Kau tidak akan sanggup menghancurkannya." Ucap junsu lembut

"Tapi mereka melukaiku... Mereka kejam padaku. Ayahnya yang meninggalkan ibuku, lalu jae menolakku dengan kata-kata yang melukaiku" Jawabku lemah

"Kami tahu dihati kecilmu. Kau tidak ingin ini terjadi tapi kau tetap melakukannya. Bukan karena kau dendam pada mereka tapi karena kau iri. Iri karena ayahnya jae lebih memilih hidup, tinggal bersama kekasihnya dan itu bukan ibumu. Iri karena jae tidak perlu mengalami seperti yang kau alami. Kau sempat tidak diakui kan oleh tuan jung. Iri karena kau tidak bisa seperti anak-anak lain yang merasakan bahagianya bersama keluarga tapi kau sudah dihadapkan pada kenyataan yang ada. Dan saat kau menyukai jae, kau berharap dia akan menyambut perasaanmu tapi yang ada malah dia melukaimu. Jika sekarang kau belum memaafkan mereka itu wajar tapi suatu hari nanti kau perlahan akan memaafkan mereka." Ucap junsu panjang lebar

Aku terdian mendengarkan perkataan junsu...

'Kurasa junsu ada benarnya' Kataku dalam hati

"Kau benar su... Terus aku harus bagaimana?" Tanyaku lemah

"Ikutilah kata hatimu. Biar dia menuntunmu." Ucap junsu bijak

Segeralah memeluk junsu. Junsu sudah seperti eommaku.

"Hei... Hei... Sampai kapan kau akan memeluk baby junsuku" Kata yoochun dibuat sekesal mungkin

"Hahahahaha kurasa jika junsu belum memutuskan menikah denganmu. Aku belum jatuh cinta dengan jae maka aku bisa jatuh cinta dengan junsu" Ucapku bercanda

"Mwo?!" Pekik yoochun kaget

Kemudian diruanganku pun tawa... Aku, junsu dan yoochun tertawa lepas.

'Terima kasih Tuhan. Kau mengirimkan yoochun dan junsu kepadaku. Aku merasa beruntung mengenal mereka. Mereka sudah seperti saudara kandung untukku. Apapun yang terjadi, susah senang kami lalui bersama. Tanpa mereka mengeluhkan atau meninggalkanku. Mereka selalu ada disetiap aku membutuhkannya. Terima kasih.' Kataku dalam hati tulus

"Terima kasih kalian selalu ada untukku dan tidak meninggalkanku." Ucapku tulus

"Sudahlah kami bahagia jika kau bahagia yun." Jawab junsu lembut

Yoochun pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju

Dan kemudian diruanganku pun dipenuhi kembali gelak tawa

'Sudah lama aku tidak tertawa seperti ini. Terima kasih banyak yoochun junsu' Kataku dalam hati sambil menatap mereka lembut.

TBC.. ._.

Dan yunho jae belum nc-an karena kurasa momentnya belum tepat.

Tapi nanti mereka pasti nc-an koq ;;)

Tenang saja ;;)

Maaf dulu sebelumnya, pas di chap 1 aku lupa tambahin incest. Sorry yaaa ff ini memang incest, jadi yg gak suka gak usah baca yaaa :).

Aku tahu chap ini membosankan makanya besok kuusahakan untuk update chap 3 nya :).

Thanks yaaa yg udah ngereview, ngefav sama ngefollow ff abal-abalku. Aku tahu ff ini masi banyak kekurangan koq, dan masi kuusahakan untuk memaksimalkan tulisanku. Thanks yaa :-D

Balasan review

Yunholic : owww salah yaaa hahaha, maklum ak pan sotoy"an gitu ;;) terima koq ;;)

DahsyatNyaff : iaaa daddy gitu *bangga *salah iaa daddy kan akan memaafkan mommy ;;)

Huang zi lien : masi kecepatan? :O kasian jae? Aku senang menistakan jae (?) *ditendang... Btw gomawo yaa ^^

Exindira : Gomawo yaaa ^^ smoga ffku gak diapus lagi aj sama ffn :)

Kim anna : mommy nya c tega sama daddy huhuhu, daddy gitu unn maonya pasti itu dunk *tebar kolor daddy... Aminn unn ^^ kuusahakan yaa :)

Narayejae : mwo? Makasih yaaa udah suka hihihi, iaaa yunho agak ketus kan dulunya dia dilukai sama jae, gomawo yaa ^^

Shinjiwoo920202 : hihihi daddy ceritanya masi sakit gitu kali yaaa ;;) jae nya belum sepertinya tapi nanti mereka pasti saling cinta koq ;;)

Pandamyp : yups mpreg koq :)

Endeh.N : yaaa sayangnya mereka blum nc-an momentnya belum tepat ;;)

Boobear : daddy gitu lhow~ always ;;)

And also silent readers, thanks yaa udah nyempet"in baca ffku yg abal-abal :).

Mind to review?