Frozen chapter 3
sesuai janjiku kmrn aku publish chap 3
.
.
happy reading :)
.
.
- Keadaan ini salah. Cukup hanya aku yang terluka. Jangan dirimu terluka. Mungkin kau benar, ini yang namanya cinta butuh pengorbanan- Jung Yunho
*Note all Yunho POV
Chapter sebelumnya
'Sudah lama aku tidak tertawa seperti ini. Terima kasih banyak yoochun junsu' Kataku dalam hati
Tak lama setelah itu, tanpa kusadari jae masuk kedalam ruanganku dan melihat junsu, yoochun dan aku tengah tertawa.
"Maaf mengganggu" Ucapnya pelan
"Owww kau sudah datang jae?" Tanya junsu lembut
"Iaaa sudah, tapi sepertinya aku menganggu kalian" Jawabnya pelan
"Tidak, kau tidak menganggu. Masuklah. Banyak hal yang perlu kita bicarakan denganmu" Jawab junsu lembut
"Su-su kau mengundang dia hari ini? Ada apa?" Tanyaku pelan
Aku tentu tidak mungkin bersikap dingin kepada junsu dan yoochun. Biar bagaimanapun junsu dan yoochun sudah seperti saudaraku.
"Banyak hal yang kau dan kau perlu bicarakan. Aku tidak mau tahu kalian perlu baikkan" Jawab junsu lembut
"Aku?! Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" Jawabku dingin
"Yun... Ayolah... Aku tahu banyak hal yang perlu kalian bicarakan. Aku tahu jika aku dan yoochun tinggalkan kalian maka kalian tidak akan bicara jadi, kuputuskan bahwa aku dan yoochun akan ikut dalam pembicaraan kalian" Jawab junsu tegas
"Terima kasih junsu-sshi" Jawab jae pelan
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku dan apa itu junsu-sshi, panggilah aku dengan sebutan junsu atau su-su seperti yunho memanggilku" Jawab junsu lembut
"Ah~ aku mengerti" Jawab jae pelan
Aku pun memandang junsu dengan tatapan dingin
Keadaan pun mendadak hening, aku junsu yoochun menunggu kata-kata keluar dari mulut jae. Permintaan maafnya, mungkin.
"Baiklah... Boleh aku bicara?" Tanya yoochun pelan
"Kau tahu jae, kami tidak bermaksud menyudutkanmu atau apapun itu. Kami hanya ingin kau tahu bahwa ayahmu itu adalah seorang kejam dan tega. Dia meninggalkan yunho dan ibunya" Jawab yoochun pelan
"Yaaa aku tahu, kemarin yunho sudah mengatakannya kepadaku. Aku minta maaf, aku sungguh tidak tahu. Dia tidak pernah menceritakannya kepadaku dan ibuku" Jawab jae pelan
"Jadi pengecut itu tidak pernah menceritakannya kepadamu? Cih... Dia pasti menutupi jejaknya" Jawabku kesal
"Yun... Mianhae... Dulu kata-kataku keterlaluan padamu" Jawab jae pelan
"Yun... Sudahlah, kau marah-marah seperti itu tidak akan menyelesaikan masalahmu" Jawab junsu bijak
"Lalu aku harus bagaimana? Memaafkannya? Never" Jawabku kesal
"Yunhooo..." Teriak junsu
"Wah-Wah ada bebek mengamuk" Kataku sambil bercanda
"Cepat cium jae dan katakan bahwa kau memaafkannya" Jawab junsu galak
"Mwo?!" Ucap jae kaget
"Apa?! Kenapa aku harus menciumnya?!" Pekikku kaget
"Cepatlah yun kau lakukan sebelum su-suku mengamuk lagi yun" Pinta yoochun
"Mwo?! Tapikan tidak harus pakai cium-cium segala" Jawabku pasrah
"Kau tahukan jika su-suku sudah mengamuk bagaimana" Jawab yoochunn pelan
"Haishh... Fine... Baiklah... Aku memaafkanmu jae" Ucapku pasrah
"Sekarang cium dia yun, cepatlah..." Seru junsu tidak sabar
Aku pun menghela nafas pelan dan perlahan-lahan mendekatkan diriku dengan jae. Perlahan tetapi pasti pun aku mendekatkan diriku dengannya dan mulai menciumnya lembut. Ciuman lembut dan tak menuntut untuk dibalas.
"Sudahkan... Lalu sekarang apa lagi?" Tanyaku pasrah
"Katakan sekarang apa yang kau butuhkan jae. Kami siap membantumu" Jawab junsu lembut
"Soal kim corp... Bantu aku... Kalau kau tidak membantuku maka aku akan dijodohkan" Jawab jae pelan
"Kau dijodohkan?" Tanya yoochun pelan
"Iaaaa aku dijodohkan. Aku tidak mau" Jawab jae pelan
"Apa?! DIJODOHKAN?!" Pekikku kaget
"Lebih baik aku tidur denganmu yun daripada aku harus dijodohkan" Jawab jae pelan
"Mianhae... Kalau soal kim corp aku tidak bisa membantumu." Jawabku pelan
"Wae yun wae... Kau mau apa?" Pinta jae memelas
"Aku tidak bisa. Biar bagaimanapun ayahmulah faktor penyebabnya. Kau pasti tahu bahwa aku tidak mungkin memaafkannnya" Jawabku pelan
"Yun... Apa perlu aku tidur denganmu dulu baru kau membantuku?!" Jawabnya pasrah
"Jae tolong jangan seperti ini" Jawab junsu lemah
"Kita masih bisa memikirkan bagaimana jalan terbaiknya" Jawab yoochun pelan
"Selamat berpikir... Maaf aku tidak mampu membantumu" Jawabku lemah
"Bisa tinggalkan kami berdua, junsu yoochun?" Tanya jae pelan
"Baiklah... Kau jangan macam-macam. Kalau butuh bantuan, kami ada didepan" Jawab junsu lemah
Perlahan tetap pasti junsu dan yoochun pun keluar dari ruanganku. Tinggalah aku dan jae kini.
Tanpa kusadari jae pun mendekatkan dirinya kepadaku.
"Aku tahu kesalahan-kesalahanku sudah terlalu banyak. Aku juga tidak terlalu berharap bahwa kau akan memaafkanku. Tapi aku mohon padamu bantu aku" Pinta jae memelas
"Kalau aku membantumu, apa yang akan kudapatkan?" Tanyaku dingin
"Apapun yun apapun. Kau meminta apapun akan coba ku kabulkan" Jawab jae pasrah
"Termasuk hatimu dan tubuhmu kah?" Tanyaku dingin
"Yaaa apapun itu" Jawab jae pelan
Jae mencoba memelukku dan bersandar didadaku. Entah apa yang dipikirkannya, sambil sesekali mengeratkan pelukkannya padaku dan menenggelamkan kepalanya di dadaku.
.
.
Langit sore hari ini tidaklah mendung namun juga tidak tampak cerah. Mungkin kondisi nya cukup mengambarkan kondisi hatiku. Aku bingung disatu sisi tidak bisa ku bohongi aku masih mencintainya, masih ada rasa sayangku kepadanya. Namun disisi lain luka yang ditorehkan cukup menyakitiku, melukaiku. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
"Apa yang kau pikirkan yun?" Tanya yoochun pelan menatapku
Aku seakan tersadar sambil memandang proposal kerja sama antara kim corp dan jung corp.
"Entahlah chun, banyak hal. Aku ingin memaafkannya, tapi aku juga tidak ingin dia melukaiku. Aku harus bagaimana?" Ucapku pelan
"Ikuti kata hatimu. Biarlah dia yang menuntunmu" Jawab yoochun bijak
"Aku tidak tahu chun. Semua terasa menyesakkan. Semakin aku memikirkannya, maka akan semakin terasa sulit" Jawabku lemah
"Bagaimana jika kau menenangkan dirimu dulu. Berlibur? Belibur berdua dengan jae" Tanya yoochun pelan
"Mwo?! Berlibur berdua? Bagaimana bisa?!" Tanyaku kaget
"Tentu bisa, akan kuusahakan untuk teman terbaikku" Jawab yoochun jahil
"Maksudku, bagaimana dengan kerjaanku dan bukan bagaimana dia dan aku bisa berlibur berduaan" Jawabku tanpa menyadari maksud yoochun
"Gampang yun, tinggal kau katakan bahwa kau akan berbulan madu dengannya. Aku yakin beberapa rapat dapat kau tunda" Jawab yoochun jahil
"Mwo?! Berbulan madu? Kau gila chun. Aku saja tidak tahu apa dia menyukaiku atau tidak. Atau bisa saja dia terpaksa melakukan semua ini." Tanyaku pelan
"Tinggal kau pastikan bahwa dia menyukaimu dan mencintaimu. Kau tentu tahu kan bagaimana caranya" Jawah yoochun jahil
"Memang bagaimana caranya?!" Tanyaku polos
Pletakk
Yoochun pun memukul kepalaku
"Haishhhh kau kenapa memukulku?!" Sewotku
"Kau itu bodoh, bloon atau polos sih sebenarnya. Tinggal kau pastikan, masa kau lupa caranya" Ucap yoochun kesal
"Baiklah-baiklah aku akan memastikannya tapi bagaimana caranya?" Tanyaku pelan
"Kau ini. Tinggal kau panas-panasi saja dia" Jawab yoochun kesal
"Nanti kalau dia kepanasan bagaimana chun, bagaimana jika badannya yang mulus itu menjadi gosong, hitam begitu" Jawabku polos
"Haishhhh... Maksudku bukan memangang dia yunho pabooo" Jawab yoochun kesal
"Lalu apa maksudmu memanas-manasi dia chun kalau bukan memanganggnya" Tanyaku polos
"Kau buat dia cemburu yunhoku sayang" Jawab yoochun kesal
"Ah~ bilang kek dari tadi chun, tidak perlu memakai bahasa yang berbelit-belit" Jawabku pelan
"Haishh... Kau bodoh sekali yun untuk hal seperti ini, pantas saja jae dulu menolakmu" Jawab yoochun sebal
"Tidak, dan kali ini tidak ada yang mampu menolak pesonaku. Pesona seorang jung yunho" Jawabku sambil menyeringai.
Tak lama kemudian junsu dan jae pun masuk kedalam ruanganku, mereka terlihat bahagia sambil sesekali tertawa pelan
"Baby apa yang kau bicarakan?" Tanya yoochun pelan
"Anni hanya membicarakan masa lalu" Jawab junsu pelan
"Aku curiga kalian membicarakanku" Sewotku
"Nah itu kau tahu" Jawab junsu keceplosan
"Mwo?! Kalian membicarakanku?!" Tanyaku pura-pura marah
"Tidak, kami hanya membicarakan kau dulu terlihat tampan, yaa meskipun sekarang tetap terlihat tampan" Jawab jae pelan
"Diamlah aku tidak berbicara denganmu" Ketusku
Jae menghampiriku dan memelukku
"Cieeeeeeeeee... Cuat cuit... Pasangan baru nich" Goda junsu
Jae pun tersenyum mendengar godaan junsu dan aku hanya terdiam mendengarkannya.
'Aku berharap bahwa ini nyata. Sungguh berharap bahwa kau akan mencintaiku dan membalas perasaanku. Aku sungguh berharap kau tidak akan mengecewakanku lagi' Kataku dalam hati
Brak...
"Yunho chagiiiii..." Panggil seseorang
Junsu, yoochun, jae dan aku pun menoleh mendapati sosok wanita, yang mungkin dapat dikatakan glamour masuk kedalam ruanganku
"Ada apa eomma? Tumben kau datang" Ucapku pelan
"Kau tidak merindukan eomma chagi?" Tanya eommaku manja
"Eomma, aku bukanlah appa jadi eomma tidak perlu manja-manja seperti itu" Kataku sebal
"Haishhh kau itu, eomma kan hanya merindukanmu chagii" Jawabnya sebal
"Lalu katakan apa yang membawa eomma kemari?" Tanyaku pelan
"Upsss eomma tidak menyadari bahwa ada junsu dan yoochun juga diruanganmu. Annyeong... Tapi dia siapa?" Tanya eommaku penasaran
"Halo, aku kim jaejoong" Sapa jae ramah
"Kau terlihat seperti familiar... Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya eommaku penasaran
"Eomma dia adalah anak dari ayah kandungku. Tentu mukanya familiar" Jawabku tanpa beban
"Mwo?! Kau adalah anak dari sih keparat itu?! Haishhh bagaimana kau bisa ada disini?" Tanyanya kesal
"Sudahlah eomma, dia bahkan tidak tahu bahwa ayahnya sudah menghamili eomma. Jadi kalaupun eomma mau menyalahkannya, percuma" Kataku masih tanpa beban
Tanpa menyadari bahwa aura eommaku berubah menjadi kelam. Tatapan membunuh selalu dilayangkan kepadanya. Jae pun mengeratkan pelukkannya kepadaku.
"Jadi sih keparat itu tidak pernah menyadarinya bahwa sudah menghamiliku?!" Tanya eomma marah
"Aku bisa mempertemukan kalian, jika anda mau" Ucap jae takut
Melihatnya ketakutan seperti itu membuatku jadi ingin bertanya
"Kau takut pada eommaku?" Bisikku pelan
"Tentu, kau tidak lihat tatapan membunuhnya itu. Rasanya seperti ingin menerkamku hidup-hidup" Bisik jae pelan
"Bagus pertemukanku dengan keparat itu agar aku bisa membunuhnya" Jawab eommaku marah
Jae pun menghela nafas perlahan
Dia tahu mungkin ini tidak akan mudah untuknya.
Aku pun menghela nafas. 'Selamat datang jae diduniaku' Kataku pelan
"Oiyaaa jae mulai hari ini kau tinggalah denganku" Ucapku pelan
"Mwo?! Untuk apa?!" Tanyanya pelan
"Kau tentu tau konsekuensi dari kata-katamu barusan"Ucapku sambil menyeringai
"Kata-kataku yang barusan itu kah?" Tanyanya memastikan
"Aku akan membantumu asal kau mau melakukannya. Kau mau kan 'menyerahkan' semuanya untukku" Ucapku sambil menunjukkan menyeringai
'Kita lihat saja jae, apa kau akan mampu menghadapi napsuku yang besar' Kataku dalam hati
TBC._.
Chap depannya NC yaaa ;;) hihihi
Gothiclolita89 : iaaa kan sebenernya jae sama yunho sodara, mereka kan satu 'sumbernya' ._.
Yunholic : Ayo jitak yunhonya, smangatt (?)
Kim anna : sebenernya unn, pas di word ku, tiap ada pergantian waktu dan tempat di aku ada tanda bacanya. Aku gak tahu begitu aku publish, tanda bacanya gak kebaca :(. Sippo hihihi gpp unn :) aku usahain yaaa makin baik :) thank you :).
Everadit : hello :) iaaa gomawo yaa :)
narayejae : Iaa kita liat yaa nanti kalo jae makin menderita, yunho masih ketus apa kagak :)
Exindira : iaaa memang diawal-diawal belum koq, tapi nanti pasti ada ;)
Maxy yunjae : hellow maxy ;;) aduh ff ku masi ancur sangat u.u iaaa yunho ngambek sama jae u.u ada alsannya koq, tenang aj ;) kan yunho sama jae satu 'sumbernya' cuma beda 'keluarnya' ._. jadi ayahnya sama cuma beda ibu gitu u.u
Makasih yaa yang udah review, ngefav sama ngefollow ffku, aku seneng :)
FFku ini masih jauh dari kata sempurna jadi, jika ada salah-salah kata mohon dimaafin yaaa :)
and also Silent reader, thanks yaa :)
makasih udah sempet-sempetin baca :)
