Frozen chap 5...
-Kuharap kebahagian ini akan selamanya meskipun aku tahu bahwa tidak pernah ada kata selamanya- Jung Yunho
*Note all YUNHO pov
"Tapi tidak disini" Bisikku lembut sambil mengecup telingaku lembut.
Segeralah aku bangkit berdiri setelah melepaskan tanganku dari holenya.
"Baiklah, terserah padamu lagipula tempat ini tidak aman" Ucapnya sambil cemberut
"Kau ini, sepertinya tidak sabar yaa saat aku menumbruk holemu dengan ganas" Bisikku pada telinganya
Jae pun hanya bersemu merah saat aku berkata seperti itu.
Segeralah kami melangkah pergi menuju sebuah vila yang tak jauh dari pantai tersebut.
.
.
Begitu kami tiba disana, datanglah seorang pria menghampiri kami. Reflek Jae merangkul lenganku mesra.
"Tuan yunho kau sudah datang?" Tanya pria itu ramah
"Aku datang, bagaimana keadaan disini baik-baik sajakah?" Tanyaku ramah
"Baik-baik saja tuan, semuanya" Ucanya ramah
Kami pun saling tersenyum sambil aku terus menanyakan keadaan disekitar sini. Saat sedang asyik kami sedang ayik mengobrol, tanpa kusadari ada seseorang yang berteriak padaku
"Yunho oppa" Teriaknya
Segeralah aku menoleh dan mendapati sesosok gadis yang tampak manis dan cantik. Jae yang segera menyadari hal tersebut malah mengeratkan rangkulannya.
"Kau sudah datang yunho oppa" Ucap gadis itu ramah
"Ahra yaa, kau apa kabar? Kau tampak manis sekarang, berbeda dengan dulu" Ucapku ramah
"Baik oppa, kukira oppa tidak akan datang kesini lagi. Aku kan manis hanya untukmu oppa" Ucapnya malu-malu
Aku hanya tersenyum mendengarkan, sedangkan jae dapat kurasakan dia kini merangkulku posesif
"Tapi oppa, siapa yang bersama denganmu itu?" Tanya ahra penasaran
"Ahra, kenalkan ini jae. Nah jae ini ahra. Ahra sudah seperti adikku sendiri" Ucapku seraya mengenalkan jae dengan ahra
"Jae..." Ucap jae dingin
"Ahra..." Ucapnya dingin
Dapat kurasakan dari nada jae ataupun ahra ada nada tidak suka dari masing-masing mereka saat berjabat tangan
"Ahra, jae ini adalah..." Ucapku lembut
Saat aku ingin mengatakan jae adalah kekasihku ahra memotongnya...
"Aku tahu oppa, dia hanya temanmu kan. Kau tidak perlu mengatakannya" Ucap ahra menggodaku
"Dan kau tidak perlu menggodanya ahra-sshi" Ucap jae cemburu
"Kau itu hanya temannya yunho oppa, jadi kau tidak perlu cemburu" Ucap ahra sinis
"Kau..." Ujar jae geram
"Sudah-sudah ahra jae aku perlu 'istirahat' bersama jae. Kalau begitu kami permisi dulu" Ucap yunho pelan
Aku dan jae segera memasukki vila sedangkan ahra dengan ayahnya hanya menatap kepergian kami
.
.
"Yun aku tidak suka kau dekat-dekatnya" Ucap jae masih kesal
"Dia sudah seperti adikku jae, mengertilah" Ucapku lembut
"Tapi dia menggodamu" Ucap jae masih kesal
"Sudah-sudah kita kesini untuk 'itu' bukan?" Ucapku seraya menggodanya
"Tapi yun sebelum itu, bagaimana dengan kim corp?" Tanya jae harap-harap
"Aku bisa saja membantumu tapi seperti yang kau tahu, aku harus menghancurkan kim corp" Ucapku kembali dingin
"Lalu kau akan bagaimana?" Tanya jae penasaran
"Begitu aku membantu kim corp, kita menikah" Ucapku lembut kembali
"Menikah? Kita? Tapi bukankah kita saudara?" Ucapnya bahagia
"Kau mau kita menantang bahaya untuk hal ini?" Tanyaku penasaran
"Yun..." Ucapnya ragu
"Kalau kau ragu sebaiknya kau kembali ke appamu dan mengatakan 'appa aku siap untuk dijodohkan' kau mau seperti itu?" Tanyaku kesal
"Tidak yun.. Aku tidak mau" Ucapnya yakin
"Kalau begitu kau siap atau tidak?" Tanyaku memastikan
"Aku mencintaimu, jika itu yang menurutmu terbaik maka lakukan" Ucapnya lembut
"Baiklah..." Ucapku sambil menjilat telinganya
Segeralah aku menelepon yoochun untuk membantu kim corp .
Jae yang melihat aku menelepon yoochun segera memelukku dari belakang. Setelah selesai menelepon, segeralah aku menaruh telpon dimeja dan jae masih asyik memelukku dari belakang.
"Yunnie... Kapan kau akan memilikiku?" Tanyanya menggodaku
Aku pun segera membalikkan badanku dan menghadapnya
"Kau tidak sabar? Hmmmm" Bisikku sambil menjilat telinganya
"Yunnnnn... Ahhh... Jangannnn menggodakuuuu... Ahhhh" Desahnya lembut saat tangan nakalku menyelusup kedalam celana dan mengelus juniornya.
Segeralah jae mendorong tubuhku untuk menjauh sesaat.
"Yunnie, aku ingin kita melakukannya dengan sesuatu berbeda" Ucapnya menggodaku
"Berbeda bagaimana?" Tanyaku penasaran
Jae pun segera menarik tanganku menuju kamar.
"Kau tiduranlah diranjang yunnie" Ucapnya masi menggodaku
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanyaku penasaran sambil menyaksikan 'acara'nya.
Tanpa aba-aba segeralah jae membuka seluruh bajunya dan menghampiriku. Kali ini dia langsung menurunkan celanaku dan membuangnya kesembarang tempat
"Benda ini sangat mengangguku" Ucapnya nakal saat melemparkan celana dalamku
" Kau mau apaaa... Nghhhhh" Tanyaku sambil berusaha meredam desahanku
Tanpa aba-aba jae mengemut juniorku yang besar itu, dia mengemut tampak seperti mengemut lolipop.
"Nghhhhhh jae ahhhh... Apaaaaa yanggg kauuu lakukannnnn..." Tanyaku disela-sela desahanku
Ahommmmm
Jae mengemut juniorku sambil sesekali memainkan twinsballku.
"Jaee... Arghhhh" Desisku saat jae dengan sengaja mengigit ujung juniorku.
Jae terus saja mengecup dan mengigit juniorku.
"Lepaskan jae... Arghhhh" Desahku.
Jae yang merasa aku akan segera keluar karena juniorku tengah membesar dalam mulutnya, segera melepaskan juniorku dan memasukkan kedalam holenya.
"Arghhhh yunnnn" Desisnya sakit saat juniorku menerobos masuk kedalam holenya yang kecil, sempit dan nikmat itu.
Crottt
Keluarlah spermaku yang merembes disela-sela pahanya.
"Kau nakal sayang" Bisikku, kini jae tengah duduk diatasku dengan juniorku yang masih berada didalam holenya
"Kau sukakan jika aku 'nakal' kepadamu. Anggap saja ini balasan kepadaku karena sudah menolakmu dulu" Bisiknya pada telingaku
"Suka, Kau seperti bitch" Ucapku menggoda sambil menggerakkan juniorku pada holenya.
"Ahhhhh... Yunnnnn... Ahhh..." Desahnya nikmat saat aku menghujam holenya dengan gerakkan cepat. Tanpa aba-aba pula, jae menggerakkan pinggulnya naik turun.
"Arghhhhh yunnn... Ahhhh... Sentuhhh diaaaa yunnn..." Desahnya lembut saat tangan kanannya mengarahkanku untuk menyentuh nipplenya dan tangan kirinya menyentuh juniornya.
Segeralah aku menyentuh nipplenya menggoda, dan tangan kananku mengelus sambik sesekali mengocok juniornya.
"Yunnnnn ahhhhh... Kauuuuuuu hebatttttt... Ahhhhhh" Desahnya nikmat saat aku menghajar nipple, junior serta holenya secara bersamaan
"Kauuuuu sukaaa sayanggg arghhh" Desahku saat aku menggerakkan juniorku dengan kasar
"Arghhhh.. Yunnieeeeee arghhhh..." Desah jae nikmat. Aku pun segera melepaskan junior serta nipplenya dan memfokuskan pada hujaman holenya.
Tanpa kusadari, aku pun segera membalikkan keadaan, kini jae berada dibawahku dengan kaki yang merentang membuat huruf M. Tangannya kini mengenggam sprei erat saat aku menghujam holenya dengan cepat, kasar, dan ganas.
"Yunnnnn arghhhh yunnn... Deeeppppperrrrrr ahhhh... Fasterrrrrrrrrr yunnnniiiieeee" Desahnya nikmatt
"Iniiiiiiii nikmatttt jaeeeeee arghhhhh" Desahku nikmat
Segeralah aku merendahkan badanku agar mudah menciumnya. Ciuman yang saling melumat satu sama lain. Perlahan jae pun segera melingkarkan kedua tangannya padaku.
"Mmmmmmmcccccckkkkkppppp" Desahnya disela-seka ciuman kami.
Tanpa menghentikan hujamanku pada holenya perlahan aku bangkit berdiri. Segeralah aku mengangkat jae. Kini posisinya aku tengah berdiri diatas ranjang sambil mengendong jae.
"Yunnnnnnnn ahhhh... Yunnnnn" Desahnya nikmat
"Kauuuuuuu sukakannnn uhhhh..." Desahku disela-sela tanyaku
"Sukaaaaaaaaaa arghhhh yunnieeeeee... Fassttterrrrr..." Desahnya nikmat saat aku menghujam holenya dengan cepat dan kasar
Perlahan jae pun menaruh kepalanya dipundakku, hingga menunjukkan lehernya yang penuh dengan tanda yang kubuat kemarin.
Tak ingin menyia-yiakan kesempatan segeralah aku mengecup dan mengigit lehernya hingga menimbulkan tanda merah dan keunguan untuk menambah koleksi dilehernya.
"Yunniiieeeeee arghhhh terusss yunnnnnn" Desahnya nikmat
Aku terus mengecup, dan menggigit lehernya sedangkan jae terus mengerang kenikmatan. Hujamanku pada holenya pun terus berlangsung dengan kasar dan cepat.
"Yunnieeeeee aku... Arghhhhhh keluar... Ahhhh" Ucapnya pelan. Segeralah jae mengambil nafas secara perlahan dan aku menghentikan perlahan hujaman pada holenya agar dia mengambil nafas.
Jae pun perlahan turun dari gendonganku dan segera menunging.
"Masukkan lagi yun.. Aku tahu kau belum keluar" Ucapnya menggodaku
Kini didepanku tampaklah pinky hole yang menggodaku.
"Kau menggodaku lagi, sayang" Bisikku seraya menurunkan badanku
Kini aku bertumpu pada kedua lututku.
Segeralah aku mengecup telingga dan punggungnya, sambil memasukkan juniorku pada holenya.
"Arghhhhh yunnnn" Desisnya sakit saat menghentakkan juniorku pada holenya
Perlahan-lahan aku menghujam holenya jae dengan pelan dan lembut.
"Yunniiiiieeeeee ahhhh... Uhhhhhh... Fasssssterrrrr... Jangannnnn mengggooodaaakuu... Ahhhhh" Desahnya nikmat saat lidahku kini bekerja mengecup lehernya, sedangkan kedua tanganku bekerja pada nipple serta juniornya
Segeralah aku mempercepat hujamanku pada holenya.
"Yunnnnn arghhhh arghhhh..." Desahnya nikmat
"Jaeeeee... Ahhhhh... Holeeeeeeeemuuu hangatttt" Bisikku di sela-sela desahkan
"Terusssss yunnnn ahhhhhh" Desah jae nikmat
"Jaeeee ahhhh aku... Mau keluarrrrr arghhhh" Eranganku
Crottt
Segeralah aku keluar sambil aku mengigit bahu jae.
'Damn it! Ini adalah yang klimaks yang ternikmat yang pernah ku alami' Kataku dalam hati. Perlahan-lahan aku membaringkan tubuhku disamping jae. Segeralah jae menaruh kepalanya didadaku dan memelukku.
"Yunnie, kau tidak menggunakan kondom lagi kan?" Tanyanya lembut
"Tidak sayang..." Ucapku sambil mengecupnya kening
"Yunnie... Yunnie kau bahagia?" Tanyanya mesra
"Bahagia? Aku baru bahagia jika sudah menghancurkan kim corp dengan tanganku" Ucapku pelan
"Kenapa kau mau menghancurkan perusahaanku yunnie?" Tanyaku penasaran
"Kau tahu gara-gara appamu, aku sempat tidak diakui oleh appa jung. Aku tidak bisa menikmati masa kecilku dengan bahagia, sedari kecil aku selalu dihadapkan masalah perusahaan. Kau tahu, aku bahkan tidak pernah merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga" Ucapku pelan
Jae pun langsung menatapku dengan tatapan sedih
"Kau tidak perlu bersedih seperti itu. Ini adalah kesalahan orang tua kita" Ucapnya sambil mengecup pipiku.
Tanpa kusadari tangan nakalnya masuk kedalam selimut dan mengelus juniorku.
"Ahhhhh jaeeeee... Apppaaaaa yangggg kauuuuu lakukaaannnn ahhhhh" Desahku nikmat saat tangan nakalnya mengelus juniorku.
"Bagaimana jika kita melakukannya lagi?" Pintanya manja
"Kau mau?" Tanyaku terengah-engah saat jae berhenti mengelus juniorku.
Jae hanya menatapku dengan tatapan polos dan lugunya.
"Aku mau yunnie..." Ucapnya sambil memelukku dan menenggelamkan kepalamya didadaku.
Dan kami kembali melakukannya hingga keesookan harinya.
.
.
Keesokan harinya aku seolah melakukan apa yang yoochun katakan padaku.
Aku, jae dan ahra berjalan bersama-sama didaerah dekat pantai.
Kami bertiga tertawa sambil sesekali bercanda. Masih dapat kurasakan kecanggungan antara jae dengan ahra, karena mereka berdua mencoba menarik perhatianku. Entah mengapa setiap mereka memperebutkan sesuatu, mereka terlihat manis dan tampak masih seperti anak sekolahan.
"Ini milikku... wekkk" Ucap jae menjulurkan lidahnya didekat ahra sambil mengambil barang yang ada digengaman ahra
"Ini milikku oppa jelek" Ucap ahra tidak terima barangnya direbut, langsung saja merebut barangnya
"Milikku..." Ucap jae tidak mau mengalah
"Milikku..." Ucap ahra yang masih kekeh tidak mau mengalah
aku yang sedari memperhatikan mereka berdua, mereka terlihat lucu dan sedikit mesra. Bukannya aku ingin cemburu, namun sungguh jika aku bukanlah orang yang dicintai jae dan ahra maka mereka terlihat cocok. Cocok dalam artian untuk menjadi teman dan mungkin saudara. Mengingat kata saudara, bukankah aku dan jae saudara tapi sungguh aku tidak ingin menjadi saudara. Bisakah ku minta pada ahra menggantikan posisiku sebagai saudara sehingga aku tidak perlu repot-repot memikirkan umma appaku dan appa jae.
"Yunnie barangku dimabil oleh ahra bonrks barbie" Ucap jae mengadu padaku sambil mempoutkan bibirnya
'Shitt! kau menggodaku baby!' Kataku dalam hati
"Memangnya barang apa lagi yang kalian perebutkan? Tadi bukankah sudah celana baju untukku dan sekarang apalagi?" Tanyaku tenang tanpa mau memikirkan apapun
"Tentu saja celana dalammu yunnie" Ucap jae malu-malu
"HA?!" Ucapku dengan muka terbengong
"Yunho oppa... lihatlah aku membawa beberapa celana dalam untuk oppa pakai ketika dipantai" Ucap ahra malu-malu seraya menyerahkan beberapa potong celana
"Kalian... kenapa harus celana dalam? kenapa tidak boxer?!" Ucapku kaget dan pasrah menerima beberapa potong celana dalam yang diberikan ahra
Sungguh rasanya aku ingin menceburkan diri ke laut, jadi sedari tadi mereka berebut celana dalam untukku di toko. Untung toko ini masih belum begitu ramai dikunjungi, bagaimana jika dikunjungi oleh banyak orang dan melihat mereka merebutkan celana dalam untukku.
"Yunho oppa harus memakainya saat berada dipantai, oppa pasti terlihat sexy, menggoda dan hot" Ucap ahra malu-malu
"Tidak boleh... Yunnie harus memakainya saat hanya berdua denganku" ucap jae tidak terima
"Dipantai yunho oppa, biar semua orang melihat betapa sexy nya yunho oppa" Ucap ahra sambil membayangankan aku mengenakannya
"Tidak boleh, pokoknya tidak boleh. Aku tidak rela jika yunnie dilihat oleh banyak orang" Ucap jae tidak rela
"Apa oppa memakainya sekarang saja yaa? ayolahh oppa" Pinta ahra manja tanpa mengindahkan kalimat jae
"HA?! Kalian ini..." Ucapku pasrah sambil menggelengkan kepala
"Ayolah oppa... Apa perlu kubantu?" Ucap ahra malu-malu
"Tidak boleh... Yunnieeeee" Teriak jae kesal
"Mengapa kau melarangnya? Kau cemburu yaaa jae oppa karena aku lebih memilihkan untuk yunho oppa" Ucap ahra jahil menggoda jae
"Yaaaa! kau gila?! Aku cemburu padamu karena hal itu? Yang benar saja boneka barbie" Ucap jae kesal
"Akui saja jae oppa. Aku tahu jae oppa menyukaikukan sedari pertama kita bertemu. Kulihat oppa malu-malu koq denganku" Ucap ahra jahil
"Aku menyukaimu? Kau adalah orang tergila yang pernah kutemui. Aku tidak menyukaimu boneka barbie" Ucap jae kesal
"Jae oppa kau so sweet sekali memanggilku boneka barbie. Aku memang manis koq oppa seperti barbie tapi maaf oppa. AKu hanya menyukai yunho oppa sedari dulu" Ucap ahra jujur
"Kau..." Ujar jae kesal
"Sudah-sudah aku lapar sedari tadi berjalan-jalan, aku mau makan. kalian mau ikut?" Ucapku melerai pertengakaran mereka
"Ayoo yunho oppa"
"Ayoo yunnie"
Ucap mereka berbarengan dan bersamaan. Entah mengapa disaat-saat seperti ini, aku merasa seperti kehangatan. Hangatnya memiliki sebuah ikatan keluarga seperti ini, bisa bercanda riang antara yang satu dengan yang lain.
Jae dan ahra seolah tidak mau saling mengalah, mereka sama-sama mengenggam tanganku.
Kami berjalan-jalan hingga malam hari
"Yunho oppa kita makan yukk, disana" Ucap ahra ramah sambil menunjuk suatu kedai yang cukup ramai
"Kedai itu ahra?" Tanyaku memastikan
"Kau ingat oppa, kedai itu kedai yang biasa kita makan jika oppa tengah berlibur." Ucap ahra menggoda
"Dan kau tidak perlu menggodanya ahra-sshi" Ujar jae kesal
"Maaf iaaa oppa jae, aku tidak tertarik menggodamu" Ucap ahra kesal
"Dan aku sama sekali tidak tertarik dengan boneka barbie berjalan sepertimu" Ujar jae kesal
"Sudahlah, ayoo kita makan" Ujarku melerai.
Segeralah aku melepaskan gengaman tangan mereka secara perlahan dan meninggalkan mereka sambil melangkahkan kakiku menuju kedai tersebut. Mereka yang menyadari aku pergi meninggalkan mereka, segeralah menyusulku.
"Kenapa kau meninggalkanku oppa?" Ucap ahra terengah-engah
"Yunnie kenapa kau meninggalkanku?" Tanya jae terengah-engah
Mereka pun menanyakan hal yang sama dan berbarengan.
"Kalian sudah selesai berantemnya?" Tanyaku pelan
"Kami tidak berantem, iaaa kann oppa jae" Ucap ahra pura-pura manis
"Iaaa koq yunnie" Ucap jae sama, pura-pura
"Dan kalian sebaiknya tidak usah pura-pura" Ucapku kesal
Jae yang menyadari auraku berubah, langsung memelukku
"Tidak yunnie... Percaya padaku" Bisiknya lembut
"Jae oppa tidak usah memeluk yunho oppaku seperti itu" Ucap ahra tidak suka
"Sudahlah ayoo kita makan, aku sudah memesan makanan selagi kalian bertengkar tadi. "Ucapku pelan
Dan kami pun makan dalam keadaan hening, karena aku tidak menyukai jika ada keributan saat makan. Saat makan hanya yang bersuara adalah suara dentingan sendok, pisau dan garpu saja. Jika ada yang berbicara maka dapat kupastikan, aku segera melenggang pergi.
Begitu kami selesai makan, jae pun meminta ijin untuk ketoilet sebentar.
"Ahra yaaa, ada yang mau kukatakan padamu" Ucapku serius saat jae tidak ada disini
"Aku tahu oppa, aku mau koq" Ucap ahra malu-malu
"He?! Kau mau apa?" Tanyaku penasaran
"Aku tahu oppa, oppa mau mengatakan bahwa oppa mencintaiku bukan?" Ujar ahra yakin
"Bukan itu ahra. Maaf sebelumnya, tapi aku sudah punya kekasih" Ujarku pasti
"Siapa dia oppa?" Tanya ahra sedih
Dapat kulihat gurat-gurat kesedihan dari wajah ahra
"Dia baik ahra, meskipun dulu aku sempat ditolaknya. Kau mengenalnya ahra" Ujarku pelan
"Siapa oppa? Aku tidak tahu" Ucapnya sedih
"Jae, ahra. Aku kekasihnya jae" Ucapku pelan. Saat aku mengatakan aku kekasih dari jaejoong, dapat kurasakan jae memelukku.
"Yunnie..." Ujarnya lembut
"Kalian?" Ucap ahra tidak yakin
"Kami memang sepasang kekasih" Ucapku yakin sambil memegang tangan jae dan mengecup telapak tangannya.
"Selamat berbahagia oppa" Ujar ahra tersenyum
Aku tahu, dari senyumannya itu senyuman tulus meskipun menyakitkan itu untuknya.
"Kami pergi ahra" Ucapku pelan seraya beranjak pergi dari kedai tersebut.
Aku dan jae segera beranjak pergi meninggalkan kedai tersebut. Tinggalah ahra diam disana.
Kemudian kami berjalan-jalan ditengah sinar cahaya bulan yang indah dan ditambah orang-orang yang berkeliling didaerah sini, menambah keindahannya.
"Yunnie... Terima kasih..." Ucap jae lembut sambil mengengam tanganku
"Terima kasih untuk apa?" Tanyaku pelan
Jae pun membalikkan badannya dan kini kami berhadapan.
"Aku mencintaimu yunho" Ucap jae yakin tanpa menjawab pertanyaanku, jae pun langsung mengecup bibirku lembut. Ciuman lembut dan tak menuntut. Tak ingin menyia-yiakan kesempatan segeralah aku mendekap pinggangnya erat agar jae mendekat kearahku sedangkan jae melingkarkan kedua lengannya dileherku.
Kamipun berciuman ditengah indahnya malam, diterangi sinar bulan dan bintang.
Tbc._.
aku kembali :D
maaf kalo updatenya agak lama... :)
makasih yaaa yang udah ngereview, ngefav, ngefollow ffku yang abal-abal *hug and kiss*
btw aku masi bingung mau ngelanjutin atau enggak ffku yang my love itu makanya aku gak tulis tbc atau end di akhirannya hehehe ._.
balasan review :
Yunholic : wah keenakkan mereka dunk yaa bisa liatin mommy daddy nc-an *mupeng (?)
Aliant2709 : thank you :) sippo :)
Narayejae : *kipasin* iaaa jae kan diajarin sama yunho gitu ;;) mereka bahagia koq, tenang saja :3
Maxyunjae : Gpplah kan mommy mau praktekkin ilmu yang dari daddy gitu ;;) hihihihi ;;) doakan yaa hihihih i love you muachhh :3
Guest 1 : ada koq alasannya kenapa jae gak mao manggil yunho hyung, ada tapi yaaa nanti di chap 7 harusnya yaa hihihi
Yunjae Heart : Bukan koq, aku masih belum dapet feelnya kalo angst ._. aku kalo inggris bacanya ff moonlite :) hehehe sedikit yaa smoga menjawab yaa :) Ada koq baby yunjae nya tapi itu proses itu masi agak panjang. iaa smangat koq :)
ny Cho Evil : Unn... NC buatanku gak sehot buatan unn ;_; aku masih butuh belajar banyak buat nc (?)
kalo ada salah kata dimaafkan yaaa :)
see you next chap :)
