Comment reply:
sherrysakura99 : lmaoooo tipe fujoshi yang begitu ya. enaknya dipair sama siapa dong ? Chara X reader isn't my style *dihajar*
Yah... Pokoknya, ini chap 3 ~
Naoya terkejut melihat Minato yang mendekatinya. Mustahil, anak yang menjadi alasan hidupnya selama bertahun-tahun ini, yang dia besarkan sendiri nyaris tanpa bantuan, yang ia lindungi dengan segala yang ia miliki , adalah seorang Persona user !? Sudah begitu, bagian dari unit khusus Persona user yang ditugaskan di Gekkoukan untuk bertarung di Tartarus ?! Benar-benar, deh. Para orang dewasa yang tak bertanggung jawab itu, melakukan percobaan mengerikan kepada anak-anak, lalu membuat anak-anak membereskan kesalahan mereka... Sungguh menjijikkan, sungguh kejam, sungguh rendah. Inilah kenapa Naoya bersukarelawan untuk misi ini, supaya tidak ada lagi yang menderita seperti Maki. Tetap saja, apa yang dlihatnya mengalihkan perhatiannya sehingga Naoya pun lengah sehingga salah satu Shadow pun berhasil menyerangnya . Naoya pun segera mendapatkan kembali konsentrasinya, dan menendang Shadow tersebut sebelum Shadow itu bisa menyerangnya lagi, dan menanyakan pertanyaan yang sudah dihafalkannya kepada Minato.
" Arisato ?! Mengapa kau ada di sini... Tempat apa ini !? Aku sedang mengerjakan dokumen-dokumen di ruang guru... Dan tiba-tiba sekolah berubah menjadi tempat mengerikan ini ! Dan apa-apaan makhluk-makhluk ini !? "
"Narumi-sensei... Aku ada di sini untuk menyelamatkanmu. Dan penjelasannya... Harus menunggu sampai kita keluar dari sini ! "
Jawab Minato tenang, karena pertanyaan ini biasa diajukan oleh mereka yang terperangkap dalam Tartarus, sampai-sampai dia hafal jawabannya. Tetap saja, kenyataan bahwa Naoya sepenuhnya sadar saat Minato menemukannya, belum lagi Naoya baru saja memperlihatkan bahwa dirinya bukan pemula dalam pertarungan. Sepertinya Naoya punya potensi untuk jadi Persona-user ? Terlepas dari itu, sekarang tugas Minato adalah mengeluarkan Naoya dari sini. Minato pun mengarahkan Evoker ke kepalanya sendiri, siap memanggil Orpheus.
"Arisato, apa yang-"
"PERSONA! " Teriak Minato sembari menarik pelatuk Evoker , dan persona Minato, Orpheus pun termaterialisasi dari kabut biru yang keluar dari Evoker. Naoya kembali membatu . Minato benar-benar seorang Persona-user... Salah di mana dia, sehingga Minato pun harus menjalani jalan ini ?
Minato pun merapalkan Maragi kepada para Shadow itu, dan setelah itu, Magaru. Setelah dua serangan kelompok, Minato pun berhasil menyapu bersih para Shadow kacangan itu. Atau begitu yang ia kira. Cowok berambut biru pun berbalik dan mencoba mendekati pria yang lebih tua, tetapi sebelum Minato bisa melakukannya, Shadow lain pun muncul dan mencoba menyerangnya. Minato mencoba menghindar, tetapi serangan Shadow tersebut tetap mengenai pergelangan dari tangan yang memegang Evoker , dan Evoker Minato pun terpental ke sisi Naoya. Yakin Naoya punya potensi sebaga Persona-user, sembari bertahan dengan pedangnya Minato pun meminta Naoya untuk mengambil dan menggunakan Evoker tersebut. Ini dia, ini kesempatan bagi Naoya untuk menyusup ke dalam SEES. Tanpa pikir panjang lagi Naoya pun mengambil Evoker tersebut dan mengarahkannya ke kepalanya sendiri.
"PERSONA! "
Kemudian, ultimate persona Naoya, Amon-Ra, pun termaterialisasi dari kabut biru yang keluar dari Evoker.
I AM THOU... THOU ART I...
FROM THE SEA THY SOUL FORTH...
I AM AMON-RA
THE KING OF GODS...
Naoya berkedip. Aneh, apakah memanggil Persona dengan Evoker berarti memperbaharui kontrak sehingga personanya mengatakan sesuatu yang hanya dikatakan persona pada saat pemanggilan pertama? Tapi bukan itu masalahnya sekarang. Minato pun tercengang dengan kekuatan dahsyat Amon-Ra. Naoya pun merapalkan Agidyne , menghancurkan Shadow yang sebelumnya menyerang Minato, dan mengelus pipinya, sementara tangan yang lain ditaruh di atas bahu cowok yang lebih muda.
"Arisato, kau tak apa-apa, kan ? "
"Ya... Sepertinya yang barusan itu sudah semua untuk malam ini. Sensei, ayo kita-"
Sebelum Minato bisa menyelesaikan kalimatnya, Naoya pun memeluknya dengan erat. Begitu eratnya sampai dengan sekali lihat saja cukup untuk tahu kalau Minato adalah alasan Naoya untuk hidup.
"Syukurlah... Kalau terjadi apa-apa padamu, aku tak tahu apa yang harus kulakukan berikutnya. Oh, iya ! Kita harus keluar dari sini secepatnya ! "
"Nii-san, apa keadaan di sana baik-baik saja ?" Tanya seorang gadis dengan banyak jepit rambut, rambut coklat kemerahan, yang membawa sebuah tombak. Ketika ia melihat Naoya da sebaliknya, situasi menjadi hening, dan Minato segera memecah keheningan tersebut.
"Aaaahhhh ! Ampun deh, kalian berdua ! Tak bisakah kalian menunggu sampai kita keluar dari sini !? "
Mereka pun akhirnya keluar dari Tartarus, dan kembar Arisato pun membawa Naoya ke ruang komando SEES. Minako terus saja memperhatikan Minato, mendesak kakaknya untuk memberinya penjelasan atas keberadaan Naoya. Ah, ada Iori, Takeba, dan juga sang pewaris Kirijo itu sendiri... Dua cowok di sebelahnya, sepertinya sebaya dengannya... Eh, tunggu! Itu yang pakai jaket jingga, anak SD kan ?! Dan kenapa ada anjing disini !? Batin Naoya.
Akihiko, Shinjiro, Mitsuru dan Ken pun memperkenalkan diri mereka , dan Ken juga memperkenalkan Koromaru. Tak lama kemudian, Ikutsuki pun muncul, dan menjelaskan apa-apanya setelah mereka duduk.
"Sekarang.. Darimana sebaiknya kita mulai, Narumi-sensei ?"
"Kurasa sebaiknya kita mulai dari mengapa gedung SMA berubah menjadi tempat mengerikan itu." Jawab Naoya. Nah, sebenarnya dia tahu kenapa SMA Gekkoukan bisa berubah jadi Tartarus. Tapi di saat seperti ini dia harus berpura-pura tak tahu, kan ?
"Untuk menjelaskan hal tersebut, kita harus menjelaskan apakah itu "Dark Hour" terlebih dahulu. "
"A... Apakah itu, Ikutsuki-san ?"
"Sehari sebenarnya terdiri dari 25 jam, bukan 24. Pada waktu itu, langit berubah menjadi hijau, orang-orang menjadi peti mati, dan sekolah berubah menjadi Tartarus, tempat mengerikan itu."
"Kenapa SMA Gekkoukan, dari semua tempat di dunia ini ? " Naoya pun menjatuhkan bomnya, mengetahui kalau ini akan mendiamkan, atau setidaknya, membuat Mitsuru dan Ikutsuki merasa bersalah. Mitsuru pun mengambil alih.
"Itu... Aku tak bisa jelaskan dengan rinci... Tapi 10 tahun lalu, ada kecelakaan disini, dan dalam kecelakaan itu keluargaku pun punya peran... Itulah mengapa aku bertarung disini. Sebagai seorang Kirijo, aku harus membayar dosa keluargaku..."
Naoya melihat rasa bersalah dan kemantapan yang jelas di mata Mitsuru, dan menepuk bahu gadis itu dengan lembut.
"Tidak seharusnya kau merasa bersalah. Kesalahan orangtua bukanlah kesalahan anak. Dan itu juga yang aku mau tanyakan. Kenapa anak sekolahan yang bertarung disini ?"
"Narumi-Sensei , Anda lihat kan makhluk-makhluk hitam itu ? Kami menyebutnya Shadow. Dan apa yang kami sebut Persona ?"
Kali ini, Minato yang bertanya. Naoya mengangguk.
"Ya ? Biar kutebak, para Shadow itu hanya bisa dibunuh dengan Persona, ya ? Kalau begitu, masalahnya ada di Persona ini. Jangan bilang aku Persona user dewasa yang kalian temui. "
"Sayangnya memang begitu, Narumi-sensei. Kami mencoba mencari Persona user untuk bertarung melawan Shadow disini, tapi yang kami temukan hanya anak-anak muda ini. Persona adalah perwujudan diri yang lain, mimpi dan keinginan... Dan mereka yang masih kecil memiliki mimpi yang lebih besar dari orang dewasa, itulah mengapa kami pikir tak ada Peraona-user dewasa... Sampai kami bertemu dirimu, Narumi-sensei. " Ikutsuki mengambil alih lagi. Naoya menundukkan kepalanya , hilang dalam lamunan. Memang benar Naoya sendiri membangkitkan Personanya pada saat dirinya masih remaja, sebaya dengan Minato sekarang, tapi dia yakin para Persona-user dari Sumaru membangunkan Persona mereka di saat umur mereka 20-an, atau begitulah yang mereka katakan. Apakah mereka berbohong padanya ? Memikirkan kepribadian pasangan Suou, kecil kemungkinannya. Eh, tunggu dulu. Eriko pernah memberitahunya kalau Philemon melemah. Apakah itu sebabnya ?
"Aku paham kalau ini adalah masalah yang sangat rahasia. Biarpun begitu, sebagai guru, yang seharusnya menjadi orangtua murid di sekolah, meilhat anak-anak bertarung seperti ini, untuk membayar atas apa yang sebenarnya bukan salah kalian, benar-benar menyakitkan hatiku. Aku menjadi guru untuk mencegah anak-anak didikku tersesat ke jalan yang salah. Karenanya, aku akan merasa sangat berterimakasih kalau kalian mengizinkanku masuk ke dalam grup ini, untuk melawan para Shadow itu dan melindungi semua yang ada di area ini, atau bahkan ke skala yang lebih besar, dunia ini. "
Ikutsuki nampak bimbang sejenak, tapi kemudian ia mengangguk . Pria berkacamata pun mengulurkan tangannya kepada pria berambut keunguan sambil tersenyum .
"Kalau begitu, selamat bergabung ke SEES, Yuya Narumi-sensei! "
" SEES ? "
'Singkatan dari Special Extracurriculum Execution Squad, nama unit khusus yang bergerak pada saat Dark Hour ini. Selamat bergabung, Sensei ! " Timpal Junpei sambil menepuk punggung Naoya, dan sepertinya semuanya menerima Naoya sebagai anggota baru SEES. Minako, yang masih kebingungan dengan kehadiran pria berambut ungu tersebut, mencuri pandangan kepada kembarannya. Tahu kembarannya akan meminta penjelasan, Minato pun berbisik kepadanya.
"Sudahlah, kita ke Velvet Room saja. Cuma kita yang bisa kesana, kita mau ngomong apa juga aman."
"Selamat datang di Velvet Room. Apa yang bisa kami bantu, Master Minato, Mistress Minako ?" Tanya Elizabeth ketika mereka tiba. Minato mengangguk.
"Ya, ada. Igor, bisakah kau perlihatkan padaku surat kontraknya lagi ? Aku ingin memastikan sesuatu."
Igor pun menyerahkan surat kontrak kepada Minato. Minato pun membaca nama-nama yang tertera di kertas tersebut. Benar, dirinya bukan kontraktor pertama. Sebelum dia, masih ada beberapa nama di atas namanya di kertas tersebut. Maya Amano. Tatsuya Suou. Tapi yang lebih penting lagi... Nama yang ada bagian paling atas kontrak itu rasanya sangat akrab bagi Minato. Naoya Toudou. Ini bukan pamannya, kan ? Cuma orang bernama sama, kan ? Minato ingat Igor pernah bilang "First Contractor" adalah Persona-user terkuat yang pernah ada. Dan mustahil pamannya, Naoya yang itu adalah "First Contractor" . Igor juga pernah bilang sudah lama ia tak mendapatkan pengunjung... Bahkan ada kemungkinan Naoya sudah jadi Persona-user bahkan SEBELUM "kecelakaan itu." ... Tidak, ini mustahil, kan ?
"Hei, Igor."
"Ya, anak muda ?"
"Apakah... Apakah "First Contractor" punya rambut hitam keunguan, mata beda wara, merah di kanan dan kuning di kiri, serta anting di telinga kiri ? "
"Mengapa tidak kau tanya orangnya sendiri ? Dan lama tak jumpa, "First Contractor." Bagaimana kabarmu ?" Jawab Igor tenang sambil mengalihkan pandangannya ke pintu, , dan di sebelah pintu ada pria berambut ungu yang baru saja dibicarakan, melipat tangannya dan menyandarkan dirinya ke pintu, menatap kembar Arisato dengan tatapan sedih sekilas, kemudian berbalik ke Igor dengan tatapan marah.
Minato dan Minako kaget dengan apa yang mereka lihat, dan sebelum mereka bisa mengatakan apa-apa, Naoya pun menjawab pertanyaan Igor. Nada bicaranya memang tenang, tapi dari matanya saja kau tahu dia sedang marah.
"Kacau. Aku benar-benar kaget keponakan kesayanganku yang sudah kubesarkan dan kulindungi selama 10 tahun menjadi Persona-user, begitu pula kembarannya, sudah begitu jadi kontraktormu pula. Maya-san memang benar, majikanmu Philemon memang pantas ditinju."
Yesss! Chapter 3 selesai ! Ampun deh si om, pantes Minato stres punya om nephew complex hahahaha XD . Kayaknya deket sama Katsuya nih XD . DAN YAAAAYY NAOYA MASUK SEES! Dan pakai Ultimate Persona pula... Hei, jangan tatap aku seperti itu, bukan cuma aku yang menggambarkan Naoya OP !
BTW author nemu MMD model Naoya cantik banget di Nico masa. Kalau gak punya acc Nico, coba cek di youtube author, DraceEmpressa. Kalau ada yang punya, kasih tau, author PENGEN BANGET ! XD
