Hari ini dalah hari yang begitu membahagiakan bagi Sasuke karena,hari ini adalah hari di mana ia bisa memiliki gadis itu secara sah di mata hukum.
Begitulah pikir Sasuke. Namun berbeda dengan Sakura, gadis itu kini terlihat murung. Walaupun kini ia tengah memakai gaun yang begitu indah dan wajah nya pun sudah di dandani secantik mungkin namun, tetep saja itu semua tidak bisa menyembunyikan raut wajah nya yang murung.
'Tuhan, apakah ini memang nasip ku? Menikah dengan pria yang tidak aku cintai. Padahal aku sudah menemukan nya tapi, kenapa kenapa kau memisahkan kami' batin Sakura sedih.
"Wah anda begitu cantik nona" puji pelayan yang mendampingi Sakura kagum.
"Terimakasih" jawab Sakura singkat.
Tak lama kemudian seorang pelayan yang lain datang memanggil Sakura untuk segera menuju altar. Karena sebentar lagi upacara pernikahan nya akan segera di mulai. Setelah itu,Sakura segera keluar dari kamar rias nya di iringi pengiring yang mendampingi nya menuju altar. Di ujung altar itu tampak Sasuke yang berdiri menunggu nya dengan Tuxedo hiatam nya, yang membuat nya semakin tampan.
Setelah itu mereka mengucap kan sumpah pernikahan mereka.
"Baiklah, jika tidak ada yang setuju dengan pernikahan ini bicara sekarang Atau diam selama nya" ucap pendeta itu tenang.
"AKU TIDAK SETUJU" teriak pria berambut merah berwajah baby face itu dan segera berlari ke arah Sakura, memeluk gadis itu di depan Sasuke dan semua tamu yang ada di gereja itu. Tak ayal perbuatan nekat Sasori ini membuat upacara pernikahan itu menjadi kacau.
"Karena, gadis ini terpaksa menikah dengan pemuda itu. Sebenar nya dia mencintai ku dan kami saling mencintai jadi, pernikahan ini tidak sah!" ucap Sasori lantang.
Membuat suasana di gereja itu semakin tegang. Sasuke yang sedaritadi diam pun kini tampak kesal dan marah pada pemuda itu. Dia ingin sekali menghajar wajah pemuda merah itu sekarang juga.
"Itu semua tidak benar! Sakura mau menikah dengan ku karena ia memang mencintai ku. Kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada nya" ucap Sasuke sinis.
"Sakura, kau mencintai ku kan? Sebenarnya kau tidak ingin menikah dengan Uchiha itu kan Sakura? Kau dipaksa oleh nya kan? Katakan Sakura, katakan kalau kau mencintai ku dan pernikahan ini adalah ulah licik Uchiha itu yang memaksa mu" ucap Sasori sambil menguncangkan bahu Sakura.
Sakura terdiam mendengar pernyataan pemuda itu. Memang benar pernikahan ini bukan keinginan nya dan dia masi sangat mencintai Sasori. Rasa nya ia ingin sekali ia berteriak pada semua orang yang ada di gereja ini bahwa ia hanya mencintai Sasori dan bukan Sasuke. Tapi, itu semua tidak akan terjadi, sampai kapan pun itu hanyalah sebuah mimpi yang tak akan pernah terhujut.
'Maaf' batin Sakurasedih
"Aku emncintai Sasuke. Aku sungguh mencintai nya. Dan, aku menikah dengan nya bukan karena paksaan dari nya, ini semua murni keinginan ku" ucap Sakura tegas.
Walaupun terlihat tenag, sebenar nya saat ini Sakura ingin sekali menagis dan memeluk pria merah itu. Mengatakan pada nya bahwa yang iaucap kan tadi itu bohong. Tapi apa daya semua nya sudah terlambat.
Sasori pun membelalakkan mata nyamendengar ucapan Sakura. Ia yakin, sangat yakin malah kalau Sakura itu sama sekali tidak mencintai Sasuke tapi, kenapa gadis itu tidak mau mengatakan nya. Sementara itu Sasuke hanya tersenyum meremehkan ke arah Sasori saat mendengar ucapan gadis nya itu.
"Tidak kau pasti bohong Sakura! Tatap mata ku Sakura! Jawab aku apa kau tidak mencintai ku! Jawab aku Sakura!" teriak Sasori sambil menguncang bahu Sakura.
Sakura tidak tau harus berbuat apa lagi. Ia sudah menguat kan seluruh hati dan perasaan nya untuk mengucapkan kata-kata itu. Tapi, kalau ia harus mengucap kan nya sambil menatap wajah pria itu, ia tak bisa.
"Sudah lah Sasori kau sudah dengar sendiri kan kalau Sakura itu benar-benar mencintai ku dan dia samasekali tidak di paksa untuk menikah dengan ku. Jadi, bisakah kau pergi dari sini. Kau sungguh menganggu Sasori" ucap Sasuke sinis.
Sasori tidak tau lagi harus berbuat apa. Tampa kata pria itu langsung pergi meninggalkan gereja itu. Meniggalkan gadis nya yang kini telah menjadi milik orang lain. Ia masi tidak terima semua ini harus terjadi pada nya.
'Kenapa kau begitu kejam pada ku Tuhan' batin Sasori.
Sementara itu, sepeninggal Sasori Sakura sudah terisak mengeluarkan seluruh rasa sakit nya dengan menagis. Menagisi kepergian pria itu.
'Maaf kan aku Sasori. Aku masi sangat mencintai mu' batin Sakura menagis.
Sepeninggal Sasori, upacara pernikahan itu pun berjalan lancar. Sekarang mereka pun sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
-000-
"Kau tau, dia menikah hari ini. apa kau tidak ingin melihat nya?" tanya Karin pada Itachi yang sedari tadi sibuk melamun.
"Tidak. Aku tidak ingin di usir oleh Sasuke kalau sampai aku menampak kan wajah ku lagi di hadapan nya. Tapi, aku berharap dia bahagia bersama gadis itu" ucap Itachi tulus.
Karin pun hanya mampu terdiam mendengar ucapan Itachi. Ia tak menyangka sampai sekarang pun Itachi masi menyayangi Sasuke, walaupun Sasuke sangat membenci nya.
'Benar-benar sosok kakak yang baik' batin Karin.
-000-
Sementara itu, di kediaman Sabaku. Gaara tampak sibuk bercakap-cakap di telpon itu dengan seseorang.
"Hn jadi Sasori datang kesana dan mengacaukan pernikahan itu?" tanya Gaara.
'Benar tuan' jawab orang di sebrang telpon itu.
"Lalu, apa mereka tetap jadi menikah?" tanya Gaara lagi.
'Setelah ganguan dari tuan Sasori, pernikahan mereka pun berjalan lancar samapai akhir tuan' jawab orang itu.
Tampa kata Gaara langsung memutus panggilan nya. Ia tak habispikir Sasori begitu nekat melakukan hal itu. Ia memang berpikir akan melakukan hal yang sama dengan Sasori tapi, ia tidak mau melakukan hal ceroboh yang sia-sia seperti yang Sasori lakukan. Ia berencana akan menghancurkan pernikahan itu sedikit-demi sedikit dari dalam.
"Sebentar lagi permainan ini akan di mulai Uchiha. Aku harap kau bisa menjaga istri mu agar tidak lari meninggalkan mu" ucap Gaara sambil menyeringai licik.
-000-
Malam pun tiba, namun kediaman Uchiha masi ramai oleh tamu yang ingin mengucapkan selamat atas penikahan pemilik Uchiha group itu. Tak sedikit para tamu rekan bisnis Sasuke yang memberikan hadiah pernikahan yang mewah untuk mereka berdua.
"Selamat atas pernikahan anda tuan. Istri anda sunguh cantik" ucap rekan bisnis Sasuke sambil memuji kecantikan Sakura.
"Terimakasi" balas Sasuke ramah.
Akhirnya setelah beberapa jam berlalu, pesta itu pun selesai. Sasuke dan Sakura pun segera pergi ke kamar mereka untuk istirahat. Dan mungkin untuk menikmati malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri.
"Apa kau masi lelah?" tanya Sasuke pada Sakura. Mengigat keadaan gadis itu yang kini tengah hamil muda.
"Saya baik-baik saja Sasuke-sama" jawab Sakura.
Sasuke yang mendengar Sakura yang masi bebicara formal dan masi memakai embel-embel sama di belakang nya menjadi agak sedikit geram. Pasal nya mereka kan baru menikah, harus nya Sakura tidak usah memanggil nya 'Sasuke-sama' lagi dan berhenti berbicara formal pada nya. Lalu dengan cepat Sasuek menatap Sakura dengan pandangan dingin.
"Berhenti bersikapa formal dengan ku! dan mulai sekarang kau harus memanggil ku Sasuke-kun! kau mengerti?" tanya Sasuke pada Sakura atas perintah nya tadi.
"Ha'i Sasuke-sa- ah maksud ku Sasuke-kun" jawab Sakura canggung.
"Hn" jawab Sasuke datar. Padahal dalam hati nya ia sungguh senag karena, gadis itu mau memanggil nya dengan embel-embel 'Kun'. Dan semoga saja gadis itu bisa berhenti bersikap formal dan canggung pada nya, agar ia bisa lebih akrap dengan Sakura.
"Baiklah malam ini kau istirahat saja" printah Sasuke.
"Ha'i Oyasumi Sasuke-kun" ucap Sakura sambil merebahkan diri nya tidur di samping Sasuke.
Untuk beberapa saat Sasuke hanya mampu terdiam karena, ini pertamakali nya ada seseorang yang mengucap kan selamat tidur pada nya setelah kematian kedua orang tua nya.
"Hn oyasumi Sakura" balas Sasuke sambil tidur memeluk Sakura.
Semoga, dia akan selalu bersama mu sampai maut memisah kan kalian nanti. Setidak nya bukan manusia lah yang memisah kan kalian. Seperti apa yang telah kau lakukan pada nya dan Sasori kini eh Sasuke.
T*B*C
REVIEW please.
