Flashback on
.
.
"Hiks.. Obaasan... Ojisan..."tangis seorang gadis , berambut pink itu sambil memeluk mayat Obaasan dan Ojisan nya yang sudah meninggal.
Orang-orang yang hadir di acara pemakaman itu pun hanya bisa memandang gadis itu dengan tatapan iba, sambil mencoba menenagkan gadis itu.
"Kenapa? Hiks... kenapa kalian meninggalkan ku! Hiks~"
"Obaasan... Ojisan.. bangun! Jangan tinggal kan aku.. hiks~" teriak gadis itu sesegukan
Di belakang gadis itu, tampak seorang pemuda berwajah baby face memeluk gadis itu dari belakang dan menenagkan nya.
"Jangan menangis lagi Sakura, kau tidak ingin kan Obaasan dan Ojisan mu sedih melihat kau menagis seperti ini? Nanti kalau kau tidak berhenti menagis, mereka tidak akan bisa pergi dengan tenang" bisik pemuda itu lembut, sambil memeluk gadis itu dari belakang.
"Tapi—"
"sesssh apapun yang terjadi, aku akan selalu ada di samping mu Jadi kau jangan menagis lagi ya Sakura" bisik pemuda itu di telinga si gadis musim semi.
"Sasori-kun janji tidak akan meninngal kan ku? Hiks" tanya gadis itu sambil masi terisak pelan.
"Aku janji" balas pemuda itu mantap sambil memeluk erat tubuh si gadis.
Sambil terus mengumbar janji nya pada si gadis musim semi, si pria tidak tau bahwa hari ini lah yang akan menentukan nasip mereka selanjut nya. Karena hari ini lah, si gadis akan pergi jauh meniggal kan nya sampai si pemuda pun kelak tidak akan mampu menepati janji nya.
.
.
Flashback off
.
.
.
Disclamer
Naruto Masashi Kishimoto
My geisha is my love Uchiha Lizzy
.
.
.
Pagi ini setelah selesai sarapan, Sasuke membawa sakura ke Dokter kandungan untuk memeriksa keadaan calon anak mereka.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Sasuke melihat seorang Dokter berambut pirang yang tadi memeriksa istri nya keluar dari ruangan pemeriksaan itu.
"Bagaimana? " tanya Sasuke datar pada Tsunade, Dokter yang telah selesai memeriksa keadaan kandungan Sakura.
"Ikut aku" ucap Tsunade tak kalah datar.
Sasuke pun hanya diam dan mengikuti wanita itu dari belakang.
"Bayi nya sehat, istri mu hanya perlu istirahat yang cukup dan menjaga pola makan nya agar nutrisi bayi yang ada di dalam kandungan nya cukup" jawab Tsunade menjelas kan.
"hn" balas Sasuke datar.
"Cih kau sama sekali tidak berubah bocah" ucap Tsunade melihat tingkah dingin dan irit bicara Uchiha yang ada di hadapan nya ini. Tsunade adalah sahabat dari Uchiha Mikoto ibu Sasuke, jadi tidak heran Tsunade terlihat begitu mengenal Sasuke, apalagi Sasuke adalah sahabat dekat dari keponakan nya Uzumaki Naruto.
"Ah ku dengar, kau membeli seorang gadis dari tempat pelacuran dan menikahi nya apa itu benar?" tanya Tsunade tenag, jangan heran dia tau berita ini dari mana, sipa lagi kalau bukan mulut ember Naruto lah yang menyebabkan berita ini sampai ke telingga Tsunade.
"Hn seperti yang kau lihat, perempuan yang tadi kau periksa itu lah perempuan yang aku beli di tempat pelacuran itu" jawab Sasuke tenang.
"Wah kau cukup berani ya bocah, menikahi perempuan seperti itu. Apa kau tidak khawatir oarang-orang dan rekan bisnis mu akan mengatai mu tidak bermoral karena menikahi seorang pelacur eeh?" tanya Tsunade sambil menekan kan kata pelacur di kalimat nya.
"Hn sayang nya hanya beberapa orang yang mengetahui bahwa aku menikahi seorang pelacur" jawab Sasuke datar menaggapi pertanyaan Tsunade.
"Oh benarkah? Ah dan yang aku dengar perempuan itu adalah kekasih sahabat mu kan bocah? Ah kalau tidak salah nama nya Akasuna Sasori apa itu benar bocah?" tanya Tsunade.
"Cih itu bukan urusan mu" jawab sasuke sinis menangapi pertanyaan Tsunade yang tidak penting, menurut nya.
Mengabai kan perkataan Sasuke, Tsunade pun kembali mengajukan pertanyaan pada Sasuke.
"Ah dan yang ku dengar lagi, perempuan itu sama sekali tidak mencintai mu! dia masi mencintai Sasori dan karena kau tidak rela membiarkan perempuan itu kembali pada Sasori kau sengaja menghamili nya, membuat perempuan itu mengandung benih mu kemudian kau tekan dia kau paksa dia agar bersedia menikah dengan mu dengan alasan bayi yang ada di perut nya itu kan bocah?" tanya Tsunade tak kalah sinis.
Untuk sesaat sasuke agak terkejut karena Tsunade mengetahui semua nya, ya semua nya! semua yang pria itu sembunyikan yang bahkan Naruto pun tak tau sampai sejauh ini. Sebenar nya dari mana Tsunade tau tentang semua ini? Sasuke pun menatap Tsunade dengan pandangan yang menusuk. Yang membuat semua yang melihat nya akan berlari ketakutan tapi, sayang itu tak berlaku bagi Tsunade.
"Kau tidak perlu menatap ku seperti itu bocah, itu hal mudah bagi ku untuk mengetahui masalah yang sedang di hadapi oleh anak dari sahabat ku yang manis ini" ucap Tsunade sambil tersenyum manis yang di buat-buat ke arah Sasuke.
"Cih berheti memanggil ku bocah!" decih Sasuke kesal.
"Hahh aku sedikit kasihan pada perempuan itu dia harus menikah dengan laki-laki licik dan egois seperti dirimu hingga harus rela berpisah dengan pria yang dia cintai" desah Tsunade memikir kan perempuan itu.
"Ah aku lupa, kudengar si Sabaku itu juga mengiginkan gadis itu kan?"
Pertanyaan Tsunade itu pun hanya di anggap angin lalu oleh Sasuke, dia hanya diam mendengarkan pertanyaan itu tampa mau menjawab.
"Ah pantas saja kau sampai memakai cara kotor untuk mendapatkan nya, karena saingan mu cukup berat ya kan bocah? Kalian semua terlihat seperti Pedofil bagi ku karena mati-matian memperebutkan perempuan berumur 16 tahun di umur kalian yang sekarang ini Ha...ha..ha.." ucap Tsunade tertawa lebar yang membuat Sasuke risih.
"Ha...ha...ha.. Dasar om om tua taktau diri ha..ha.." ucap Tsunade tertawa semakin keras.
Perkataan Tsunade yang tadi itu sukses membuat Sasuke mendelik ke arah nya karena telah berani mengatai nya Pedofil dan apa itu om om tua tak tau diri!? Cih walau pun jarak Sasuke dan Sakura itu rumayan jauh tapi, pria itu merasa ia masi tampan dan cocok bersanding dengan Sakura. (Cih dasar kepedean# BUGHH)
"Tapi"
Ucap Tsunade dengan nada yang serius, yang mau tak mau Sasuke pun mulai mendengar nya dengan serius apa yang akan di katakan wanita itu kali ini.
"Ku harap kau atau siapapun tidak membuat perempuan itu tertekan dan setres karena, itu bisa mempengaruhi kandungan nya" ucap Tsunade serius.
"Kau cukup berani untuk menghamili perempuan yang masi berumur 16 tahun itu untunk mengandung benih mu Sasuke, karena ada kemungkinan perempuan itu masi belum siap untuk menjadi seorang ibu di usia nya yang masi sangat muda ini jadi, ku harap kau bisa menjaga nya dengan baik" ucap Tsunade serius.
"Hn aku mengerti, kau tak perlu khawatir aku akan menjaga anak dan istri ku dengan baik" ucap Sasuke penuh keyakinan.
Tsunade cukup terkejut ats ucapan Sasuke, ia tak menyangka bocah tengil yang dulu di kenal nya kini telah berubah menjadi sosok pria dewasa yang bertanggung jawab. Dari tadi Tsunade memang sengaja memancing Sasuke dengan pertanyaan tadi untuk membuktikan apa Sasuke benar-benar mencintai perempuan itu atau hanya sekedar rasa egois tak mau kalah sesat untuk memperebut kan perempuan itu tapi, ternyata ia salah nyata nya Uchiha Sasuke benar-benar tulus mencintai perempuan itu.
"Wah.. kau sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa ya bocah, baiklah sebaik nya kau dan istri mu itu segera pulang karena aku masi memiliki banyak pasien yang harus ku periksa" usir Tsunade.
Sasuke pun hanya bisa mendelik kesal melihat kelakuan seenak nya sahabat ibu nya itu 'Cih dasar nenek peot menyebalkan! Kalau bukan gara-gara kau yang menahanku dengan pertanyaan bodoh mu itu aku sudah pulang dari tadi!' teriak iner Sauke kesal.
"Aku dengar itu bocah" ucap Tsunade menimpali iner Sasuke.
"Cih"
Setelah itu tampa mengucapkan apa-apa Sasuke langsung keluar dari ruangan itu dan bergegas untuk menjemput istri nya pulang.
'Anak bungsu mu ternyata sudah menjadi pria dewasa sekarang Mikoto, ku harap ia tak mendapat kan banyak masalah karena telah jatuh cinta pada perempuan itu dan ku harap perempuan itu bisa menerima Sasuke dan belajar untuk mencintai nya' batin Tsunade sambil memandag pungung Sasuke yang perlahan menjauh.
.
.
.
Di lain sisi seorang pria berambut merah bertato 'Ai' di kening nya kini tengah sibuk memandagi foto gadis kecil manis berambut pink itu.
Gaara Pov :
'Aku merindukan mu sayang, kapan kau akan menjadi milik ku? Aku sungguh mencintai mu sayang. Bagaimana pun cara nya dan apapun yang harus ku korban kan aku tak peduli! Walaupun aku harus mengorbankan sahabat ku demi diri mu aku tak peduli! Yang aku pedulikan hanya dirimu'
'Kau lah yang memberi hidup ku yang suram ini cahaya, tampa dirimu hidup ku ini terasa kelam bagi ku, aku bertahan hidup di dunia ini hanya untuk mu Cherry' batin Gaara sedih sambil mengenag gadis itu, mengenal awal pertemuan mereka hingga Gaara tak mampu melepaskan diri dari jerat pesona sang gadis musim semi.
Gaara kembali teringat akan kejadian 4 tahun yang lalu, kejadian yang memper temukan nya dengan gadis musim semi itu untuk yang pertama kali nya. Kejadian dimana ia sempat menganggap dirinya aneh dan memiliki kelainan karena telah jatuh cinta pada gadis berusia 12 tahun.
Flashback on
4 tahun yang lalu
.
.
Pagi itu, pria bertato 'Ai' di kening nya itu berencana untuk jalan-jalan sebentar mengelilingi desa Suna, untuk sekedar menenagkan pikiran nya sejenak dari masalah tentang orangtua nya, perusahaan, saudara nya yang bermasalah dan semua masalah yang membuat nya pusing akhir-akhir ini.
Bagaimana tidak pusing? Beberapa minggu yang lalu kedua orangtua nya dikabarkan meniggal karena kecelakaan dan semenjak itu perusahaan 'Sabaku group' terancam bangkrut. Karena ada nya orang dalam yang berkhiyanat membocorkan rahasia perusahaan pada perusahaan lain, sehingga membuat saham perusahaan nya turun derastis dan terancam bangkrut.
Begitu pula dengan kedua saudara nya yang bermasalah itu, siapalagi kalau bukan Temari dan Kankuro! Kelakuan mereka berdua sunguh tak mencerminkan diri mereka sebagai seorang kakak yang baik bagi pria berambut merah itu.
Kankuro beberapa hari yang lalu setelah orangtua mereka meninggal, ia di tangkap oleh polisi atas tuduhan penyalah gunaan obat-obatan terlarang dan juga sebagai pengedar.
Sedangkan Temari terlibat pergaulan bebas dan kabur pergi entah kemana bersama seorang lelaki aneh dengan wajah penuh princingan.
Dan kini tinggal lah ia sendiri, mengurusi maslah perushaan bangkrut itu sendirian.
Sebenar nya ia sudah leleha dengan semua ini, ia berencana ingin mengakhiri semua ini dan akan menetap di Suna, tampa perlu kembali ke Konoha untuk mengurus perusahaan yang terancam bangkrut itu.
Karena terus berjalan sambil melamun, pria itu tak sadar ada seorang gadis kecil yang berlari kencang ke arah nya sehingga gadis itu menabrak nya dengan keras dan gadis itu jatuh tepat di pangkuan nya.
"Agrrh kau! Apa kau tidak punya mata hah!" teriak pria itu memarahi gadis berambut pink yang jatuh di pangkuan nya.
Dan gadis itu pun hanya bisa menunduk tampa berani menatap mata orang yang meneriaki nya tadi, gadis itu ketakutan mendengar suara pria yang membentak nya tadi.
"Ano maaf kan saya tuan, saya tidak sengaja" ucap gadis itu dengan kepala yang masi menunduk ketakutan.
Pria berambut merah itu geram melihat gadis itu berbicara sambil menunduk tampa mau melihat wajah nya! merasa tersinggung, dengan geram ia lalu menarik dagu gadis itu agar mau menatap wajah nya dan meminta maaf pada nya dengan cara yang sopan! Begitulah pikir nya.
Tapi
Saat menatap wajah gadis itu, untuk sesaat pria itu terpesona akan keindahan dan kecantikan rupa gadis itu. Ia merasa tak bisa mengalihkan pandagan nya dari wajah cantik dan manis itu, walau pun gadis itu terlihat ketakutan menatap nya dengan mata yang berkaca-kaca dan pipi yang memerah menahan tangis tapi, itu semua membuat peria itu semakin terpesona pada gadis kecil itu.
'Gadis ini begitu cantik dan manis, ini pertama kali nya aku melihat gadis secantik ini! Walaupun ia terlihat menahan tangis ketakutan tapi, ia terlihat semakin manis dan menggemaskan di mataku' batin pria itu terpesona pada gadis itu.
"Maaf tuan?" tanya gadis itu dengan nada yang ketakutan, karena pria itu sedari tadi menatap nya dengan tatapan yang aneh dan menakut kan? menurut nya.
"Hn siapa nama mu?" tanya pria dengan nada lembut, yang membuat gadis yang di hadapan nya ini terkejut.
Bagai mana gadis itu tidk terkejut? Tadi pria ini seenak nya saja marah dan membentak gadis itu tapi sekarang, pria itu malah menayai nama nya dengan nada yang err lembut?
"Na- nama saya Haruno Sakura tuan, saya minta maaf karena telah menabrak anda dan membuat anda terjatuh" ucap gadis itu memohon maaf pada pria itu.
Dan pria itu pun hanya diam mendengar kan permohonan maaf dari gadis yang bernama 'Haruno Sakura' itu.
"Ka- kalau bigitu saya permisi tuan" ucap Sakura sambil berdiri namun, saat kaki nya melangkah rasa nya pergelangan kaki nya terkilir dan membuat Sakura jatuh terduduk kembali.
"Ah.." erang Sakura merintih kesakitan sambil menyentuh pergelangan kaki nya yang terkilir.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya pemuda bertato 'Ai' itu lembut.
"Ano seperti nya kaki saya terkilir tu—"
"Gaara, Sabaku Gaara kau bisa memanggil ku Gaara" terang Gaara memperkenal kan diri nya.
"Hn sepertinya kau tidak akan bisa pulang dengan kaki yang seperti itu" ucap Gaara sambil memperhatikan pergelagan kaki Sakura yang terlihat bengkak membiru.
"Aku akan menggendong mu sampai rumah ayo naik" ucap Gaara sambil membelakangi sakura menyuruh gadis itu agar naik ke punggung nya.
"Ta- tapi tu—"
"Sudah ku bilang panggil aku Gaara! Dan aku tak menerima penolakan gadis kecil!" ucap Gaara dingin.
Karena merasa tak ada pilihan lain, akhirnya Sakura pun naik ke atas punggung Gaara yang menggendong nya sampai tiba di rumah nya.
"Terima kasi banyak Gaara-san" ucap Sakura tulus sambil menunduk kan kepala nya.
"Hn" jawab Gaara dingin.
"Apa kau tinggal disini sendirian? Dimana orangtua mu?" tanya Gaara khawatir melihat rumah Sakura kosong.
"Ah saya tinggal sendiri Gaara-san, dulu saya tinggal bersama Paman dan Bibi saya di sini tapi, dua tahun yang lau mereka meninggal dan saya tidak tau orang tua saya dimana" ucap Sakura sedih mengigat tentang Paman dan Bibi nya yang begitu baik hati pada nya.
"Maaf" ucap Gaara tak enak karena telah mengungkit kenangan sedih gadis itu.
"ah tak apa Gaara-san" jawab Sakura sambil tersenyum tulus.
Yang membuat Gaara merona.
"Berapa umur mu apa kau tidak sekolah?" tanya Gaara mengalihkan pembicaraan.
"Ah umur saya 12 tahun Gaara san, saya tidak sekolah karena tidak ada yang membiyayai saya untuk sekolah" jawab Sakura jujur.
"Apa 12 tahun? Dan kau sama sekali tidak sekolah?!" teriak Gaara tak percaya.
Bagai mana tidak! ia pikir gadis itu sudah berumur 15 atau 16 tahun, karena betuk fisik nya yang cukup tinggi.
Dan lagi ia sempat terpesona dan berdebar hanya karena gadis kecil itu! itu tidak mungkin! Bagaimana mungkin seorang Sakbaku Gaara yang terkenal dingin dan selalu di puja wanita ini terpesona pada gadis kecil ini!
'Bodoh! Kenapa tadi aku sempat berdebar karena gadis kecil ini! Cih aku terlihat seperti om om tua PEDOFIL yang tepesona pada anak kecil! Agrrhh Ini memalukan!' erang iner Gaara frustasi.
"Tapi, Bibi Anko bilang ia akan mengadopsi ku dan menyekolah kan ku" ucap Sakura ceria teringat perkataan Anko, wanita yang akan mengadopsi nya.
"Anko? Siapa dia?" tanya Gaara penasaran.
"Dia adalah kerabat jauh Bibi ku Gaara-san, dia bilang karena aku tinggal sendiri jadi ia akan merawat ku menggantikan Paman dan Bibi ku yang telah tiada" ucap Sakura sambil tersenyum lembut.
Dan lagi-lagi membuat Gaara merona.
"kalau Gaara-san sendiri? Umur mu berapa?" tanya Sakura memecah lamunan Gaara.
"Ah umur ku 22 tahun" jawab Gaara.
"Hah? Ternyata Gaara-san jauh lebih tua dari ku! Harus nya aku memanggil mu Oji—"
"Jangan pernah memanggil ku Ojisan Sakura" geram Gaara tak suka jika gadis itu memanggil nya Ojisan! Hello dia kan masi muda dan tampan. (Cih dasar om om tua tak tau diri# BUGHH)
"Ah baiklah Gaara-san" ucap Sakura sambil tersenyum tak enak pada Gaara.
Setelah itu mereka pun menghabiskan waktu dengan bercerita sampai sore menjelang. Saat Gaara menghabiskan waktu bercerita bersama Sakura, hati nya terasa menghangat saat melihat senyum Sakura.
Ia tak ingin melihat gadis itu sedih, ia ingin melindungi senyum itu! Untuk partamakali nya seorang Sabaku Gaara jatuh cinta pada seorang perempuan! Dan perempuan itu adalah gadis berumur 12 tahun yang umur nya jauh di bawah nya.
Setelah itu Gaara pun pamit pulag pada Sakura dan untuk pertama kali nya seorang Sabaku Gaara berpikir akan mulai mencoba membagun kembali prusahaan itu, ia berjanji tidak akan melarikan diri lagi!
Karena sekarang ia telah menemukan malaikat kecil nya maliakat, yang memberi hidup nya yang suram ini cahaya! Ia berjanji ia akan membangun prusahaan itu kembali dan akan membawa Sakura untuk hidup bersama nya.
Ia tidak ingin hidup gadis itu menderita ia tak ingin gadis itu kesusahan, karena itu lah ia memerlukan uang untuk menjamin kesejahteraan gadis itu nanti nya.
Dan cara satu-satu nya agar di bisa mendapat kan uang adalah dengan membangun perusahaan itu kembali dan berhenti terpuruk!
.
.
Flashback off
Gaara Pov
.
"Andai saja waktu itu aku tak bertemu dengan mu, pasti sekarang aku masi terpuruk, menjadi gelandangan dan akhirnya gila"
"Ah aku bersyukur bisa bertemu dengan mu sayang" desah Gaara sambil memeluk erat foto gadis pink yang ada di pelukan nya itu.
.
End Gaara Pov
.
.
.
.
T*B*C
Maaf untuk katerlambatan update nya ya... mina! _
Dan maaf saya belum sempat balas REVIEW dari kalian semua!
Udah gitu kemaren2 chp yg saya update itu kependekan semua ya ha...ha...
Tapi sekarang saya akan berusaha panjangin words nya di setiap chp yg bakalan saya update
PS: Sekedar informasi di sini Gaara dan Sasuke berumur 26 tahun dan Sasori 28 tahun
.
REVIEW PLEASE ^_^
