Boboiboy © Animonsta Studio, Malaysia
WARNING!
Fang x fem!Boboiboy
Gopal x Yaya
Stanley x Ying
Boi & Fani, Ling & Lee, Iqbal (OC) by me
Angel's Little Flower
Hari sudah malam, jam menunjukkan pukul delapan. Namun seorang tua sama sekali tak bisa menutup matanya. Tok Aba hanya duduk-duduk di sofa ruang televisi sambil iseng memijit-mijit remote tak tentu.
"Atok belum tidur...?"
Tok Aba menggeleng kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi, membiarkan Adu Du yang memegang gelas di tangannya duduk di samping, "Aku tak bisa tidur... Seharusnya sebentar lagi Boboiboy sampai... Aku mau menunggu sebentar lagi..."
Tiba-tiba Probe mendekati boss alien dan boss-nya sebagai pegawai kedai dengan piyama lengkap dengan topi tidur dan guling di pelukannya, "Aduuuh... mereka lama sekali...! Aku tak sabar...!"
"Kalian berdua kenapa belum tidur juga...? Apa mau menemani Atok menunggu Fang dan Boboiboy?" sang kakek terkekeh geli melihat Probe mondar-mandir dekat tangga.
Adu Du dan Probe nyengir sambil mengangguk. Kenyataannya mereka juga tak sabar sejak tadi siang.
Perlahan, suara mesin mobil terdengar mendekat di depan rumah. Orang tua, alien hijau, dan robot yang telah menunggu lama itu langsung berhambur ke teras depan, mendapati mobil yang mereka tunggu-tunggu. Probe langsung membukakan garasi agar mobil bisa langsung masuk. Begitu mesin berhenti, Boboiboy dan Fang keluar dari mobil dengan perlahan.
Adu Du dan Probe sudah mau berseru memanggil nama kedua sahabat mereka, tapi Fang dan Boboiboy buru-buru meletakkan ujung jari mereka di depan bibir sambil tersenyum, tak mau membangunkan Boi dan Fani yang sudah terlelap.
Akhirnya mereka cekikikan sambil berbisik-bisik melepas rindu. Tok Aba memeluk kedua suami-istri yang baru datang dengan erat. Probe dan Adu Du membantu Ochobot yang menerima nasib menjadi bantal Boi dan Fani di belakang selama perjalanan. Perlahan-lahan Probe menggendong Boi di atas kepalanya, dan Boboiboy menggendong Fani yang tak pernah melepaskan boneka Dino dari pelukannya.
Kamar lama Boboiboy telah direnovasi menjadi sebuah kamar dengan tempat tidur ukuran besar, agar jika Fang dan Boboiboy datang menginap bersama anak-anak mereka ada kamar yang bisa digunakan. Sementara kamar tamu di bawah ditempati Adu Du. Probe yang mudah bosan selalu berpindah tempat. Terkadang bersama incik boss-nya, terkadang di ruang tengah sambil nonton televisi, terkadang di laboratorium Adu Du yang terletak di samping rumah Tok Aba, bahkan terkadang iseng di atap rumah karena ingin menikmati bintang-bintang di langit yang berujung ia jatuh dari atap ke atas rerumputan.
Begitu Boi dan Fani terbaring pulas di kasur, Boboiboy menyiapkan air panas untuk Fang agar ia bisa mandi setelah lelah dalam perjalanan. Ochobot mengobrol seru dengan Probe dan Adu Du di ruang tengah bersama Tok Aba. Sungguh rindunya robot kecil itu dengan Tok Aba. Fang bergabung setelah ia selesai mandi, bergantian dengan istrinya.
"Kalian pasti lelah sekali perjalanan dengan mobil... minumlah teh panas ini... duduk sini bersama kami...," Tok Aba menepuk bahu Fang.
"Hhh, yang paling melelahkan sebenarnya karena Boi yang terus-terusan bertanya 'apa sudah sampai?' setiap menitnya...," Fang tertawa mendengar keluhan Ochobot. Adu Du dan Probe turut terkekeh mengingat bertapa hiperaktifnya anak lelaki itu.
Tiba-tiba terdengar langkah kecil dari tangga. Para pria di ruang tamu menoleh dan mendapati Fani memeluk bonekanya sambil menuruni tangga dengan hati-hati, "Mamaaaa...," rengekan mungil sang gadis kecil membuat Fang langsung mendekati anaknya lalu menggendong Fani. Namun Fani belum berhenti merengek meski Fang berusaha menenangkannya.
"Mamaaa... Mama manaaa...?"
"Shh, shh... sayang, mama lagi mandi sebentar, ya...? Kita udah sampe, nih, sayang... Tuh ada Atok, Adu Du dan Probe... Salim dulu, ya...?"
Sayangnya, Fani justru mulai mengeluarkan air matanya karena tak menemukan sang ibunda begitu ia membuka mata setelah tidur, "Hiks... ma, mau mamaaaa... Fani mau mamaaaa... hiks, nnng...! Hueee...!"
Atok dan Adu Du buru-buru membantu Fang menenangkan Fani yang memeluk erat leher ayahnya sambil menangis. Probe dan Ochobot terbang di balik punggung Fang berusaha menghibur Fani. Tapi gadis kecil itu tak mengangkat wajahnya dan terus menangis sesenggukkan.
"Fani, sayang... Cep cep cep... mau coklat panas, nak? Atok bikinkan, yah...?"
"Fa, Fani... jangan nangis... Mamamu lagi mandi aja, kok... nanti juga selesai..."
"Fani...! Cilukbaaa...!"
"Cup cup cup, Fani anak pintaaar..."
Usaha para pria tersebut sia-sia. Fani hanya menginginkan mamanya tersayang ada di situ bersamanya.
Tak lama kemudian, Boboiboy muncul dengan daster putih panjang dengan sweater krem menghangatkan dirinya. Rambutnya masih sedikit basah namun wajahnya lebih segar seusai mandi. Sosok malaikat cantik tersebut langsung menghentikan tangisan Fani begitu Boboiboy mengangkat tangannya bersiap memeluk Fani yang meraih-raih dari gendongan ayahnya, "Mamaaa... huks, nnng... hik hik..."
"Oh, sayang... udah bangun, ya... Fani sayangnya mama, cep cep cep, sayang...," begitu Fani menjatuhkan dirinya dari gendongan Fang, Boboiboy memeluk erat tubuh mungil anaknya sambil mengelus rambut dan punggung Fani. Perlahan dengan lembut Boboiboy menimang anaknya sambil menyenandungkan lagu. Fani akhirnya menjadi tenang sambil menghapus air matanya. Tangan mungil sang gadis kecil mengelus lembut pipi ibundanya yang tersenyum hangat, tak segan mencium pipi sang malaikat yang begitu cantik. Malaikat ratu negeri dongeng yang begitu disayang oleh Fani.
"Fani udah salim sama Atok, sayang...?" bisik Boboiboy lembut, dijawab gelengan kecil. Akhirnya Boboiboy menurunkan Fani perlahan-lahan, membimbing anaknya untuk salim mencium tangan Atoknya, lalu pada Adu Du dan Probe yang telah lama tak mereka jumpai.
Tok Aba, Adu Du dan Probe tertawa kecil sambil mengusap kepala Fani yang menyalami mereka lalu kembali memeluk kaki ibundanya. Betapa maklum mereka akan sifat Fani yang begitu manja pada ibunda tercintanya.
Boboiboy berlutut sambil memeluk Fani, "Fani mandi dulu, yuk, sayang... Mama udah siapin air hangat...," anggukan dari Fani diiringi kedua tangannya yang seraya memeluk leher mamanya dengan manja. Boboiboy mencium pipi Fani sambil menggendongnya.
"Aku mandikan Fani dulu, ya...," Fang mencium pipi istrinya sebelum Boboiboy menuju kamar mandi bersama Fani. Akhirnya istri dari pria berkacamata itu berjalan perlahan meninggalkan ruang tamu sambil menggendong Fani, yang melambaikan tangannya yang mungil pada ayah, buyut, serta alien dan kedua robot dari gendongan sang bunda. Probe dan Adu Du begitu antusias membalas lambaian tangan kecil Fani yang mengintip dari pelukan ibundanya.
Fang kembali duduk santai dan mengobrol bersama Tok Aba dan ketiga sahabatnya. Banyak yang mereka bicarakan sementara waktu terus berjalan dan semakin malam, hingga akhirnya Tok Aba menyarankan agar Fang beristirahat, "Kita lanjutkan saja besok pagi... kau pasti lelah sekali...," Fang nyengir diikuti Adu Du, Probe, dan Ochobot. Mereka benar-benar lupa waktu.
Boboiboy kembali menghampiri suaminya bersama Fani di gendongannya yang sudah segar dan mengenakan daster tidur. Nampaknya gadis kecil tersebut juga mulai mengantuk kembali setelah terkena air hangat. Berbeda dengan Boi, yang terus terlelap setelah lelah dalam perjalanan. Ochobot berpamitan untuk tidur bersama Tok Aba... seperti dahulu.
Di kamar, Fang dengan hati-hati menggantikan baju Boi dengan kaos yang bersih dari koper. Bocah tersebut sama sekali tak terbangun, malah lebih erat memeluk guling dan terus terlelap. Fani kembali berbaring di samping abangnya sambil memeluk boneka Dino-nya. Boboiboy menyelimuti kedua anaknya dengan selimut lebar.
Boboiboy dan Fang berbaring mengapit kedua anak mereka di tengah. Fang menguap sambil merenggangkan tangannya, "Selamat tidur, ma..."
"Selamat tidur, pa... Selamat tidur, malaikat-malaikat kecilku...," dengan lembut Boboiboy mencium kening Boi dan Fani, mengantar mereka ke alam mimpi yang indah.
"Papa nggak dicium...?" ujar Fang usil. Boboiboy menghela napas sambil tersenyum. Perlahan ia turun dari tempat tidur, membuat Fang menaikkan alisnya penasaran, namun kembali tersenyum begitu istrinya tercinta memeluk tubuh dan mencium bibir sang suami dengan mesra.
"Selamat tidur, pa... Terima kasih sudah mengendarai mobil dengan hati-hati hingga kita sampai dengan selamat... Aku mencintaimu, Fang...," Fang bersumpah ia kembali jatuh cinta kesekian kalinya pada bidadari yang tersenyum padanya. Boboiboy begitu menikmati tubuhnya dipeluk erat oleh Fang.
"Aku mencintaimu, Boboiboy... terima kasih sudah membuatkan bekal yang sehat dan nikmat serta menyiapkan air panas untuk kami..."
Dalam pelukan kedua orang tua mereka, Boi dan Fani tertidur pulas dengan kehangatan dalam naungan rumah Tok Aba yang penuh dengan kenangan masa kecil Fang dan Boboiboy.
Kenangan termanis yang menjadi saksi bisu cinta mereka.
tbc
