Boboiboy © Animonsta Studio, Malaysia

WARNING!
Fang x fem!Boboiboy
Gopal x Yaya
Stanley x Ying

Boi & Fani, Ling & Lee, Iqbal (OCs) by me


Petals of Love - Gopal and Yaya

Yaya hanya diam dalam senyumnya memperhatikan anak bersama teman-teman dan sahabatnya bermain kembang api dengan ceria. Malam hari yang ceria membuat suasana hati wanita berjilbab tersebut begitu rindu. Rindu akan kisah di mana ia melahirkan buah hatinya yang begitu mirip dengan Gopal…


Langkah kaki terburu sepasang suami istri menggema di lorong Rumah Sakit yang tenang. Nuansa putih dan wangi antiseptik yang memenuhi lorong membuat mereka semakin merasa tegang menghampiri sebuah ruangan dengan pintu tertutup. Keduanya ragu untuk masuk. Robot kuning bulat yang terbang mengikuti mereka juga hanya bisa memutar-mutar dalam bingung

"Fang… Apa lebih baik kita ketuk pintunya saja…?"

"I, iya, Fang… Aku khawatir kalau kita tak diijinkan masuk…"

"Sebentar… aku kirimkan pesan pada Gopal saja kalau kita sudah di depan pintu…," Fang buru-buru mengetik pada layar smartphone-nya. Tangan yang lain dari pria bersurai gelap tersebut tak melepas genggaman sang istri tersayang. Boboiboy tak hentinya memperhatikan pintu yang masih tertutup di hadapan mereka, berharap cepat terbuka mengijinkan mereka masuk. Ochobot juga hanya bisa berusaha mengintip dari balik kaca buram pada pintu.

Doanya terkabul.

Muncul seorang pria gemuk sahabatnya dengan wajah begitu panik yang langsung meminta ketiganya masuk. Kedua suami istri dan robot yang masih di luar ruangan hanya saling berpandangan. Fang akhirnya bertanya berusaha meyakinkan diri, "Gopal… kau yakin kami boleh masuk ke sana…?"

"Aish! Cepatlah! Yaya yang minta supaya…!"

"GOPAAAAAL! KAMU NGAPAIIIIN? SURUH MEREKA MASUK! CEPAAAAT!"

Fang, Boboiboy, dan Ochobot langsung panik mendengar jeritan Yaya yang tertahan. Gopal semakin pucat dan buru-buru menyuruh kedua sahabatnya masuk.

Yaya tengah terbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi bagian perutnya yang besar hingga ke bawah. Boboiboy langsung mendekati sambil mengelus peluh dan menggenggam tangan sahabat berjilbabnya yang berusaha terus menggapai-gapai dirinya sejak masuk ke ruang bersalin.

"Boboiboooooy…!"

"Istighfar, Ya… Istighfar…, " Boboiboy membimbing Yaya mengucapkan kalimat-kalimat penuh doa dan pujian untukNya agar rasa sakit tak semakin berat. Wanita berambut hitam pendek tersebut tak mempedulikan betapa kencang sahabatnya menggenggam tangannya.

Dokter mulai bekerja dengan para suster menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk proses persalinan dan jika bayi sudah lahir nanti. Gopal menggenggam tangan Yaya yang satu lagi sambil merangkul istrinya yang galak menjadi semakin galak.

"Oke… siap, ya… tolong terus didorong, ya, bu…," ujar dokter santai. Pekerjaan yang sudah biasa bagi pria tersebut sama sekali tak membuat Yaya semakin tenang menghadapi rasa sakit luar biasa dalam melahirkan.

"HNGGGGGHHHH!"

"Sabar, Ya… Sabaaar… Istighfar…"

"SABAR GIMANA MAUMU, HAH? AKU UDAH ISTIGHFAR DARI TADEEEEE…!"

Fang nyaris ketawa melihat Gopal meringkuk ketakutan menghadapi istrinya yang galak bukan main kalau tidak disikut Boboiboy dengan sebal. Ochobot juga hanya bisa memutar matanya melihat ulah Gopal dan Fang, "Kalian ini… padahal lagi kritis begini…"

"Yaya… Gopal hanya berusaha menenangkanmu… Istighfar, Ya… tarik napas… hembus lagi… Ayo, didorong…"

"HHNGGGGHHHH…! HHNGGGGHHHH! HUFFFF…! HUFFF…!"

Sayang sekali bagi Gopal, Yaya hanya mau menurut pada Boboiboy. Sungguh apa salah suami Yaya hingga mendapat amarah sang istri yang tengah berjuang melahirkan. Fang menepuk pundak Gopal sambil berusaha menahan nyengir meledek yang sayang justru jelas terlihat di wajahnya. Gopal jadi sebal bukan main, akhirnya menginjak kaki Fang hingga temannya meringis kesakitan tanpa menghilangkan nyengir ledekan di wajah. Kembali, Ochobot menggeleng takjub pada ulah konyol kedua sahabat tersebut, "Hoi… kalian ini…"

"Ayo, terus, bu… kepalanya sudah mulai terlihat…," Dokter sibuk di bagian bawah tubuh Yaya yang tertutup selimut dari pengelihatan para sahabat yang berada di samping sang wanita berjilbab. Fang penasaran jadi ingin mengintip apa yang terjadi di bawah sana…

"FANG! JANGAN NGINTIP ATAU KUBUANG KAMU KE LAUT!"

Fang jadi otomatis kembali ke samping istirnya tersayang yang lebih penyabar. Boboiboy menggelengkan kepala. Gopal ngakak puas melihat Fang ketakutan dibentak Yaya.

"APA KAMU KETAWA-KETAWA, HAH!? SENENG LIAT AKU BEGINI!? HAH?" Yaya menarik kerah suaminya sendiri yang mulai sakratul maut sesak napas dicengkeram.

"Ya…! Ya…! Ya…! Gak… bisa… napas… huek!"

"Yaya…! Istighfar, Ya! Astaghfirullahal'Adzim…! Yaaa…!" Boboiboy semakin panik begitu sahabatnya ngamuk.

"Yaya! Kasian Gopal, Ya! Ntar kamu ngejanda sebelum anakmu lahir!" Fang ingat jelas ketika Gopal memperingatkan dirinya dan Boboiboy mengenai Yaya yang bisa menjadi singa ketika mereka masih SD dahulu. Ya… buktinya amat sangat jelas sekali.

Ochobot dan Fang berusaha membantu Gopal melepaskan diri dari cengkeraman maut nan ganas Yaya.

Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka lebar dan muncullah Ying… sambil menyeret suaminya yang tak kalah menderita ditarik-tarik sampai wajahnya membiru. Stanley akhirnya bisa menarik napas lega begitu istrinya melepas cengkeramannya dari sang suami setelah mereka berdiri di samping Yaya.

"Yayaaa! Tenang, Ya! Aku udah di sini…! Ayo, Ya! Berjuanglaaaah sahabatkuuuu…!"

Suster yang terkaget ria kini hanya bisa menggeleng kepala sambil menutup pintu melihat ruang bersalin jadi ruang pandu sorak. Belum lagi Fang dan Ying mulai berdebat masalah tekhnik pernapasan. Boboiboy berusaha terus menyemangati Yaya sambil menengahi suami dan sahabatnya yang rajin sekali berdebat sejak kecil dahulu. Stanley kalang kabut bingung harus ngapain akhirnya berusaha menyemangati Gopal yang takut-takut di samping istrinya sementara Yaya sudah seperti singa kelaparan siap menelan suaminya sendiri hidup-hidup, "Sabar, Gopal… hidup itu harus slow…," Gopal makin pundung.

Pintu kembali terbuka lebar, dan masuklah Adu Du serta Probe. Suster kembali terheran melihat alien dan robot kini semakin memeriahkan ruangan. Bahkan Gopal yang menggenggam erat tangan Yaya malah justru jadi adu panco dengan istrinya sendiri. Probe jadi terbawa suasana, "Ayo, Gopaaaal! Kamu bisaaaa! Doroooong! Kalahkan Yayaaaaa!"

Adu Du menggeplak Probe dengan sudip elektrik yang kini rajin dibawanya ke mana-mana demi menjitak kepala robot ungu tersebut, "HEH! Ini malah main-main!"

"Eh, maaf, incik boss... terbawa suasana..."

"HNGGGGHHHH! ASTAGHFIRULLAHAL'ADZIIIIM…! HHHNGGGH!"

"Dorong, Yaaaa…! Doroooong!" Gopal kembali berusaha menyemangati istrinya.

"KAMU KIRA AKU TRUK, HAH!? DIDORONG-DORONG!?"

"Yaya…! Gopal hanya berusaha menyemangatimu…! Astaghfirullahal'Adziiiim... Ayo, Yaaaa...!"

Sekarang suster kembali dibuat takjub dengan suasana pertengkaran suami-istri yang jelas-jelas menunjukkan sang istri lebih galak luar biasa. Boboiboy, Ochobot, dan Ying berusaha menenangkan keganasan Yaya. Sementara Fang, Stanley, Adu Du, dan Probe menghibur Gopal yang merasa dirinya begitu terhina dina, padahal ia bermaksud baik.

"Iya, terus, bu…!" Dokter memberikan aba-aba agar wanita berjilbab tersebut mendorong napasnya yang terkuat dan kembali didampingi Gopal sambil menahan sakit luar biasa karena dicengkeram keras oleh Yaya, dan…

"Oweeeeeeek…!"

Semua orang bernapas lega luar biasa sambil hura-hura.

Gopal memeluk erat istrinya yang telah berjuang penuh di atas pembaringan ruang bersalin sambil menangis penuh haru melihat bayi mereka yang terus menangis, kemerahan dan masih dipenuhi darah di tangan dokter.

Stanley dan Fang pelukan berhip-hip hura bagai lepas menonton pertandingan sepak bola dan dimenangkan oleh tim yang mereka dukung. Pakai acara ber-high five segala. Boboiboy memeluk sahabatnya yang dibanjiri peluh sambil mengelap dahi Yaya yang dipenuhi keringat dengan handuk. Ying dan Probe dibanjiri air mata mengangkat tinggi-tinggi kedua tangan Yaya sambil bersorak, "HIDUP YAYAAAAA…! MERDEKAAA...!"

Ochobot dan Adu Du tak bisa menyembunyikan rasa takjub mereka melihat sahabat-sahabat ini bertingkah tak kalah konyol dibanding ketika masih kecil dahulu, "Memang… yang namanya sifat kadang nggak bisa diubah oleh umur…"

Begitu bayi berada di pelukan Yaya, Gopal langsung mengumandangkan Adzan di dekat telinga anak laki-lakinya. Ia begitu terharu menjadi seorang ayah, Yaya begitu bahagia menjadi seorang ibu. Suasana yang penuh haru kebahagiaan di antara para sahabat. Boboiboy mengelap air matanya yang mengalir sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Fang yang merangkul dirinya. Ying terus-terus meminta tissue dari Stanley untuk mengelap air mata dan ingus yang mengalir. Ochobot, Adu Du, dan Probe juga turut mengalirkan air mata haru.

Suster dan dokter membereskan segala peralatan. Gopal buru-buru menghampiri sang dokter yang telah membantu persalinan istrinya untuk mengucapkan terimakasih. Namun begitu ia melihat darah berceceran dari hasil persalinan tadi… tubuh gempalnya ambruk di atas lantai.

BRUK!

Semua orang hanya bisa diam melihat Gopal pingsan tak tahan melihat darah. Yaya menggelengkan kepala, "Dasar suami payah…"


"Mama! Ayo, ikut main…!"

Yaya tersadar dari lamunannya mendengar suara sang anak. Ia tersenyum cerah dan menghampiri Iqbal sang buah hati yang lahir delapan tahun lalu. Kelahiran yang dipenuhi suasana bahagia, haru, serta persahabatan yang erat.

Kembang api bersinar menerangi halaman rumah Tok Aba yang dipenuhi canda tawa.

Gopal berdiri di samping Yaya sambil merangkul sayang istrinya. Keduanya berpandangan sambil tersenyum melihat Iqbal begitu bahagia menggenggam gagang kembang api yang ada di tangannya.

"Terima kasih kau sudah bersabar padaku… dan terus mendampingiku…"


tbc

GopalYa adalah pairing fave yang paling pertama begitu pertama kali saya menonton Boboiboy ^^ Kedua anak ini begitu manis kalau berjejer atau bahkan berdebat xD Dan jengjeng... lahirlah Iqbal!

Fic ini saya persembahkan bagi kalian yang hatinya sudah terluka gara-gara gambar angst saya di FB xD

Mohon maaf lahir batin semuanya ^^7