I want you call me baby

.

.

Author : Sanbaenim

Main cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun

Other cast : exo member

Genre : School life,Yaoi

Rated : T - M

(29 / 04 / 2015)

.

.

.

Ga suka yaoi

.

.

Gasuka cerita nya

.

.

Close aja okey

Are you ready? GO!

.

.

.

.

.

'terlihat menarik' gumam seseorang yang sedang memperhatikan dua sejoli itu sedari tadi.

TRENGG TRENGG

"Ya pelajaran hari ini sampai disini, jangan lupa pelajari lagi yang tadi saya ajarkan. Mengerti?"

"Baik seongsaenim"

Setelah Kim Seongsaenim keluar, anak anak pun berbondong bondong untuk ke kantin karna sedari tadi perut mereka mengadakan konser besar besaran. Tetapi tidak berlaku dengan Baekhyun yang masih saja anteng dengan lamunan nya, entah lah dia sedang melamunkan apa.

"Baekhyun-ssi?"

"..."

"Baekhyun-ssi, kau baik baik saja?"

"..."

"Astaga, ada apa dengan mu Baekhyun-ssi" Kyungsoo yang merasa khawatir langsung saja menguncang bahu Baekhyun yang sedari tadi melamun saja 'apa jangan jangan dia kerasukan?' tanpa sadar Kyungsoo mengeleng gelengkan kepalanya. Wow mereka seperti orang yang aneh.

'Aku akan membenci mu, BYUN BAEKHYUN' gumam seseorang.

.

.

.

"Hey dude, ada apa?" Tanya seseorang yang berkulit tan.

"Muka mu semakin jelek jika seperti itu hyung"

"Sialan kau, Oh Sehun!"

"Ada apa dengan mu Yeol?" Tanya Kris.

"Aku sudah mencium seorang namja"

"MWO?" Kata ketiga namja itu.

"Apa kau gila hyung?" Ucap Jongin dan Sehun berbarengan.

"Kau sudah merubah orientasi seksual mu?" Tanya seseorang yang tingginya diatas rata rata, Kris.

"Diam! dan dengarkan dulu penjelasan ku"

"Okey dude, slow down jangan marah marah seperti itu, kau jadi mirip seperti yeoja yang ku pakai dan tidak ku bayar" Mendengar itu Sehun langsung menyikut perut Jongin.

"Diam lah Kim Kai" Ucap Kris dengan penuh nada penekanan.

"Okey okey"

"Tadi ada anak baru dikelas-"

"Dan kau mencium nya?"

"Shit! Dengar aku dulu hitam!"

"Okey maaf, ayo lanjutkan"

"Dia terlalu berisik dan hmm"

"Dan hmm? apa maksudmu idiot?" Ucap Kris galak karna sedari tadi si idiot Chanyeol menjelaskan sangat ambigu.

"Apa aku harus memberitahu kalian juga"

"Tidak hyung, beritahu saja penjaga sekolah yang tua itu!" Sedari tadi Sehun yang sabar menjadi tersulut juga emosi nya, apa apaan hyung nya yang satu ini!

"Bibir dia itu sangat menggoda, dan asal kalian tau aku membencinya!"

"Kenapa? kenapa kau menjadi membencinya? harusnya kau bersyukur!" Kali ini Jongin berucap dengan sedikit masuk akal.

"Apa kalian bisa bayangkan, bibir nya itu kissable, manis, menggoda aku seperti kecanduan oleh bibirnya! dan aku tidak mau menjadi GAY!"

"Aku tidak bisa membayangkan nya" Kali ini Sehun di toyor oleh Jongin karena tidak bisa di ajak serius. Hey kamjong apa kau pernah serius?

"Kau ini, tinggal bayangkan saja dengan santapan 'si Rusa kecil' mu itu"

"Kalian bisa diam tidak Oh Sehun,Kim Jongin?" Kali ini Kris sangat lelah mendengar suara mereka, rasa nya ingin sekali dia membuang mereka ke jurang.

"Jadi Yeol kita harus bagai mana?"

"Aku tidak tau Kris"

"Bagaimana kalau kita memberi sedikit pelajaran"

"Maksudmu Kai?

"Kau kencani saja dia hyung" Ucap Jongin kelewat santai tetapi tidak dengan Chanyeol, ekspresinya jauh dari kata santai.

"Hey Kamjong dia ingin membencinya bukan malah memacarinya" Ucap Kris yang tidak mengerti jalan pikiran Jongin itu apa sebenarnya.

"Makanya dengarkan dulu aku Kris hyung, aku tidak sebodoh yang kau fikirkan hyung!"

"Oh ternyata kau sadar"

"Terserah kau, nah jadi kau kencani dia terus kau buat dia suka kepada mu,pacari dia dan kau tinggal kan dia. Jangan lupa sedikit main main hahahaha"

"Hey Jongin jika Chanyeol hyung masuk dalam perangkapnya sendiri bagaimana? kau ini bodoh ya" Ucap Sehun takut takut gagal rencana yang si hitam buat.

"Aku akan menjamin ini akan berhasil, jika gagal kalian boleh meminta apapun dari ku"

"Deal!" Kata Sehun dan Kris berbarengan. Kan lumayan apapun yang diinginkan secara gratis. Walaupun mereka golongan orang kaya kalo ada yang gratis kenapa tidak?

"Bagai mana Chanyeol?"

"Entah lah,aku tidak yakin"

"Sudah lah aku anggap deal, berarti kita akan melancarkan aksi ini kapan?" Tanya Jongin sang profokator.

"Lusa bagaimana?" Tanya si albino Sehun.

"Okey"

Tetapi sedari tadi Chanyeol tidak fokus dengan yang mereka obrolkan dan malah asik melamun, entah lah apa yang Chanyeol lamunkan hingga dia menyeringai secara tiba tiba seperti itu, menyeramkan.

"Hey apa dia sudah gila?" Tanya si kulit tan.

"Entahlah dia aneh" Jawab Sehun acuh.

"Dan hey Kris hyung mana?" Sehun hanya bisa menggidikan bahunya acuh dan meninggalkan Jongin dan Chanyeol.

"Hey jangan tinggal aku dengan orang gila ini! Sehun tunggu aku!"

Ayo kita tinggal kan saja Chanyeol yang sedang menyeringai tidak jelas ini.

.

.

.

The same place

"Kyungsoo-ssi maaf kan aku tadi telah bersikap dingin kepada mu"

"Ah? Oh soal itu tidak apa-apa mungkin tadi kau kebawa emosi karna mencari kelas Baekhyun-ssi"

"Ahaha maaf ya sekali lagi Kyungsoo-ssi, aku jadi sedikit canggung"

"Tidak apa Baekhyun-ssi, oh iya Baekhyun-ssi apa kau baik baik saja duduk bersama teman mu itu?"

'Sial kenapa dia membahas tentang tiang listrik itu' gumam Baekhyun, raut wajah Baekhyun seketika menjadi berubah dan Kyungsoo menyadari itu.

'Pasti ada yang tidak beres' gumam Kyungsoo sambil memasang rawat wajah menyelidik.

"Baekhyun-ssi,apa terjadi sesuatu? kau bisa ceritakan kepada ku"

"Ah aku baik baik saja, iya aku baik baik saja haha" Kata Baekhyun ketawa canggung untuk menghilangkan gugup.

"Apa benar kau baik baik saja?"

"Iya Kyungsoo, dan jangan panggil aku dengan embel embel ssi"

"Baiklah Baekhyun"

.

.

.

"Kyungsoo apa kau juga tinggal di asrama?"

"Baekhyun inikan sekolah khusus namja dan kita memang harus tinggal di asrama" Kata Kyungsoo dengan wajar kelewat datar.

'Ah pantas saja tidak ada yeoja yeoja yang berteriak histeris, pabboya kau Baek' mungkin jika ada yeoja juga tidak akan meneriaki mu Baek.

"Ah jinjja? eomma ku tidak menitip pesan apapun" 'Dan aku tidak menyadari sedari tadi tidak ada yeoja' Sambung nya dalam hati.

"Hah..kau kan murid baru, jadi kau tinggal di asrama nya mulai besok Baek"

"Okey gomawo Kyungsoo, bye aku duluan!"

"Hah kau ini Baek" gumam Kyungsoo.

Skip time

"Aku pulang!"

"Ah uri Baekhyunie sudah pulang~~" Sapa seorang yeoja baruh baya tetapi tetap cantik, sedang membaca majalah nya di ruang tamu. Segera bangkit dan menghampiri anaknya.

"Eomma, apa aku akan tinggal di asrama?"

"Iya, ada apa baby bertanya seperti itu?"

"Ah tidak, apa yang harus aku bawa?"

"Eomma sudah siapkan, cepat mandi dan...tunggu ada apa dengan bibir mu?" Nyonya Byun menatap anaknya dengan tatapan menyelidik.

"Uh?a-hh itu a-aku tadi makan yang pedas..."

"Makan yang pedas apa habis berciuman?" Ucap Nyonya Byun dengan seringai menggoda.

"Sudah lah eomma, aku cape byee!"

"Huh anak ini" gumam Nyonya Byun menatap ke punggung anak nya.

.

.

"Baekhyun bangun sayang, kau ingat hari ini kau harus urusi kepindahan mu ke asrama kan?"

"Hmmm"

"Ayo sayang bangun" Kata Nyonya Byun sambil mengecup pipi anaknya dengan gemas dan juga emm...brutal.

"Iya eomma, ugh hentikan eomma. Aku akan bangun"

"Cepat mandi, eomma tunggu di ruang makan untuk sarapan"

Setelah membangunkan Baekhyun, Nyonya Byun kembali ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Jika kau bertanya di mana Ayah Baekhyun, dia bekerja beberapa bulan yang lalu di jepang dan akan segera pulang beberapa minggu lagi. Baekhyun sedang mengeliat diatas kasur dan bergegas untuk mandi.

Setelah selesai mandi dan sudah siap semua, Baekhyun beranjak turun ke ruang makan yang sudah ada Nyonya Byun menunggu nya. Acara sarapan itu hening sampai Nyonya Byun memecah keheningan tersebut

"Baekhyun, apa kau akan baik baik saja?"

"Iya eomma jangan khawatir,aku ini sudah besar"

"Iya kau sudah besar, aku merasa baru saja kemarin kau berumur tiga tahun"

"Eomma jangan seperti itu"

"Yasudah, ayo nanti kau akan telat sayang"

"Eomma jaga diri baik baik okey, aku akan merindukan mu"

"Eomma akan merindukanmu Baek, jaga diri baik baik juga. Jika terjadi sesuatu telfon eomma"

"Okey eomma, aku pergi dulu" Dan tidak lupa Baekhyun mencium ibunya.

"Jaga diri baik baik Baek!"

"Eomma juga!"

.

.

.

"Nomer kamarnya 92" Gumam Baekhyun sambil mencari dimana letak kamarnya. Baekhyun mendapat kunci ini hasil kerja kerasnya menghadapi kepala asrama yang cerewet minta ampun hufft menyusahkan batin Baekhyun.

Baekhyun masih saja bergumam '92 92 92' beberapa kali layaknya seperti jimat yang sangat ampuh, dan sesekali dia juga bergumam 'kamar ku dimana aish' 'sialan' dan masih banyak umpatan lain nya. Setelah mencari dengan susah payah akhirnya dia menemukan kamar nya 'pantas saja sulit di temukan, ternyata paling ujung' tetapi Baekhyun tidak memperdulikannya, tujuan utama nya adalah ke kasur untuk beristirahat sementara.

Setelah sampai di depan pintu dia mencoba membuka pintu itu barangkali tidak terkunci karna sudah ada orang di dalam, dan cklek ternyata benar tidak terkunci Kkaebsong!. Tidak peduli tas dan koper yang dia bawa berada di mana Baekhyun terlalu lelah dan istirahat. Dan Baekhyun tidak menyadari jika sedang ada seseorang di dalam kamar mandi.

.

.

.

.

.

Tbc~

Maafin aku ya,ff nya berantakan soalnya aku perdana bikin ff mianhae^^ trs gimana chapter ini? Masih berantakan apa mendingan hehe. Oiya chap 3 kalian mau panjang apa pendek*kok ambigu* itu terserah kalian. Makasih yang sudah review,follow dan fav ff ini,karena kalian bikin aku semangat ngelanjutin. Kamshamida nde~~ review kalian berharga bagi ku,apapun bentuk nya^^ xoxo

Thanks for all review