Wing's Tales

.

.

.

Disclaimer: They are belongs to God, themselves, their family, their fans, and also SM Entertainment.

Cast: Cho Kyuhyun and Lee Hyukjae.

Pair: KyuHyuk

Genre: Romance, a bit Fantasy I think.

Rate: T

Warning: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari Avatar: The Legend of Aang.

Don't like? I beg you to don't read!

.

.

.

Chapitre 1

Bulan purnama yang penuh bersinar di langit kelam. Tak ada satupun bintang yang terlihat, karena bintang enggan menyaingi sang bulan yang sedang bersinar dengan begitu terangnya. Cahayanya yang keperakan menyinari permukaan sebuah danau yang tenang dan tidak beriak, merefleksikan langit dimana bulan menggantung di tengah-tengah cabang-cabang pepohonan yang terjalin.

Kunang-kunang yang berkelap-kelip, karena malam itu adalah malam musim panas, ikut meramaikan suasana. Ranting-ranting pohon yang saling berkait membentuk jerat yang seakan saling bergandengan tangan membingkai sang Penguasa malam.

Suasana begitu sunyi. Tak terdengar desauan angin, maupun nyanyian burung hantu. Begitu hening dan sakral.

Malam itu sangat indah dan terasa romantis, tetapi tak sanggup menjadi pelipur lara namja yang mendatangi tempat dengan pemandangan memukau yang tersembunyi itu.

Hyukjae, nama namja itu, mengeratkan mantelnya. Meski tidak dingin—angin enggan berhembus bahkan untuk merayu dedaunan untuk berdansa sekalipun—dia menuju ke danau dengan permukaan bak cermin itu.

Sesampainya di tepian danau, namja yang selalu salah dikira sebagai yeoja itu, karena perawakan dan wajahnya, melepas sepatunya diikuti semua pakaian yang melekat di tubuhnya.

Dan begitu semua pelindung tubuhnya terlepas, Hyukjae menceburkan dirinya ke danau.

Orang-orang yang sekarang melihat namja cantik itu pasti mengira namja itu gila. Mana ada orang yang sukarela menceburkan diri ke danau tengah malam?

Suara kecipak air terdengar saat Hyukjae asyik bermain air sendirian.

Tidak, dia tidak gila. Dia juga tidak dalam usaha untuk bunuh diri. Hyukjae hanya membutuhkan air dan suasana sunyi untuk membantu mendinginkan kepalanya. Membebaskannya sejenak dari kungkungan masalah yang tengah dia hadapi.

Puas berenang, Hyukjae berdiri di tepian danau yang dangkal. Rambutnya yang kemerahan terurai di punggung dan dadanya. Dia mendongak, menatap sang dewi malam.

Siapapun yang melihatnya sekarang pasti akan menebak jika Hyukjae adalah bidadari yang tersesat di danau itu.

"Wahai Rembulan… apakah kau bisa membantuku?" bisiknya. Setetes air mata meleleh, melewati matanya yang dibingkai bulu mata panjang dan menganak sungai di pipinya yang putih.

"Dewa… kumohon… lepaskan aku dari takdir ini..."

Hyukjae memejamkan mata. Tangannya terangkat memeluk dirinya sendiri. Dan tanpa bisa ditahan, Hyukjae terisak hingga tubuhnya bergetar.

Hyukjae terus menangis hingga berjam-jam. Dia tak peduli tubuhnya kini sudah membiru dan menggigil kedinginan, tetapi air matanya tak kunjung berhenti. Takdir yang diembannya begitu berat untuk dipikul.

Takdir yang mengharuskan bahwa dia, Jung Hyukjae, putera pertama Klan Pengendali Air Jung, harus menikah dengan Putera Mahkota Kekaisaran Api.

Bukan maunya menjadi mempelai klan pengendali api yang dikenal bengis dan kejam itu.

Dunia kini sudah tidak seperti dulu, dimana empat klan pengendali elemen dan kerajaan bukan-pengendali hidup seimbang dan damai. Koryo berubah saat Kekaisaran Api mulai berperang dengan kerajaan-kerajaan manusia bukan-pengendali. Perang ini sudah berlangsung bertahun-tahun, hingga membuat tiga elemen lain turun tangan. Bukannya merundingkan terlebih dulu, tiga elemen ini langsung melawan Kekaisaran Api. Mereka menyalahkan sang api karena sudah bertindak di luar batas.

Masyarakat pengendali dan bukan-pengendali kini dicekam ketakutan karena berada dalam bayang-bayang Kekaisaran Api. Kekaisaran Api memiliki kekuatan untuk menghancurkan dunia. Perang sudah pecah di beberapa negara, menghasilkan korban yang tak sedikit. Karena perang itu, banyak anak kecil telantar, menangis di tengah puing-puing kotanya yang hancur akibat serangan Kekaisaran Api. Tak hanya itu, beberapa kerajaan kecil musnah. Kebudayaan mereka juga ikut lenyap seiring hilangnya kerajaan. Banyak penduduk menjadi gelandangan bahkan diperjualbelikan sebagai budak. Populasi dari klan pengendali pun menurun drastis, karena sekarang mansia bukan-pengendali membenci klan pengendali atas apa yang telah dilakukan Kekaisaran Api.

Pasukan gabungan antara tiga klan pengendali elemen yang bersatu demi melawan Kekaisaran Api juga seakan tak memiliki semangat untuk berperang. Perang sudah berlanjut selama hampir tiga tahun, dan semua orang sudah lelah. Kapan perang ini berakhir? Orang-orang sudah berputus asa dan berhenti percaya akan apa yang bernama harapan.

Setelah dunia berada dalam kegelapan akibat berperang, akhirnya setitik harapan muncul ketika para raja kerajaan bukan-pengendali dan pemimpin tiga klan pengendali membuat perundingan dengan Kaisar Api. Sang Kaisar bersedia menghentikan peperangan dengan satu persyaratan. Para raja bukan-pengendali dan pemimpin klan pengendali akhirnya dapat menghela napas lega mendengar tawaran itu.

Tetapi apa yang diminta Sang Kaisar membuat semua pemimpin, terutama Pemimpin Klan Air, terbelalak. Sang Kaisar menginginkan putera pertama Pemimpin Klan Air, Jung Hyukjae, untuk menjadi mempelai puteranya. Bukan main terkejutnya Jung Yunho, pemimpin Klan Air, saat mengetahui hal ini. Anaknya yang diminta untuk menjadi 'tumbal.'

Semua pihak mendesak Yunho untuk menyerahkan Hyukjae, tanpa mempedulikan perasaan Yunho dan Hyukjae. Yunho dilema, antara perdamaian atau nasib puteranya.

Sedangkan Hyukjae, begitu mengetahui persyaratan perdamaian perang adalah dirinya, terhenyak. Mengapa hal ini bisa terjadi padanya? Mengapa dirinya yang harus menjadi persyaratannya?

Dia tidak tahu mengapa Sang Kaisar dan Putera Mahkota Api menginginkan dirinya. Hyukjae juga ingin peperangan ini segera berakhir, namun dia juga sebenarnya tidak mau menyerahkan dirinya. Hyukjae hanya menangis, meratapi takdirnya yang begitu dilematis.

Untuk menyelamatkan dunia, tidak harus semua orang berkorban. Jika seorang saja bisa, kenapa bukan seorang itu saja yang berkorban?

.

.

.

Jung Hyukjae lahir dalam keluarga terpandang. Lahir dari seorang appa yang memimpin Klan Air dan umma yang merupakan klan khusus, Suku Nomaden Angin, membuat darah garis Hyukjae istimewa.

Hyukjae bisa mengendalikan air dan angin sekaligus. Meski begitu, dia kurang bisa bela diri, karena gerakan pengendalian air dan angin seperti gerakan tarian. Hyukjae hanya bisa menggunakan senjata panah dan busur. Tetapi, dia juga mewarisi bakat unik sang appa, Jung Yunho, yang merupakan Penyembuh terhebat sepanjang masa. Hyukjae bahkan menemukan satu lagi cabang pengendalian elemen, yaitu es.

Tak hanya tiga bakat diatas, Hyukjae masih memiliki satu lagi keistimewaan: dia namja tetapi bisa mengandung, seperti ummanya. Jung Hyukjae juga memiliki sifat lembut dan baik hati. Dia ramah, ceria, suka menolong anggota klan yang dipimpin appanya, dan tak segan-segan membela yang tertindas. Wajahnya juga cantik laksana yeoja.

Mungkin karena 'kesempurnaan' diatas membuat banyak lamaran berdatangan untuk Hyukjae dari klan atau kerajaan lain untuk pangeran-pangeran mereka bahkan saat Hyukjae masih kecil. Dan Jung Yunho juga Jung Jaejoong menolak semua pinangan itu. Karena Hyukjae telah memiliki jodoh hidupnya sendiri, yaitu pemilik tanda-lahir pasangan dari Hyukjae. Yunho juga Jaejoong tak mau menghapus keberadaan tanda-lahir Hyukjae. Appa dan umma Hyukjae sangat menjunjung tinggi keberadaan tanda-lahir itu. Mereka bertemu juga karena tanda itu.

Keluarga Jung memiliki tiga putera. Si sulung adalah Jung Hyukjae, anak tengah adalah Jung Jinki, dan bungsu adalah Jung Taemin.

Seharusnya, Hyukjae-lah yang akan menggantikan Yunho kelak. Tetapi Hyukjae terlalu lemah lembut untuk menjadi seorang pemimpin klan. Hyukjae juga sadar jika Jinki adiknya lebih berbakat dibanding dirinya. Jinki juga lebih kuat, lebih tegas, dan lebih dari mampu untuk mengemban tugas appanya.

Sedangkan Taemin, memiliki sifat dan perawakan seperti Hyukjae. Mereka berdua terkenal ke seantero wilayah kekuasaan Klan Air bahkan Koryo karena memiliki sifat yang lembut dan berwajah cantik. Taemin tidak seperti dua hyungnya yang bisa melakukan pengendalian, dia sama sekali awam mengenai hal itu. Taemin bahkan lebih lemah dari Hyukjae, oleh karena itu Hyukjae selalu menemani Taemin. Meskipun bertubuh lemah, Taemin memiliki bakat yang luar biasa unik: melihat masa depan.

Lewat ramalannya, Taemin tahu jika hyungnya adalah seseorang yang diinginkan untuk menjadi mempelai sang Putera Mahkota Kaisar Api. Sebelum perundingan perdamaian perang, Taemin sudah tahu jika kelak hyungnya akan pergi ke bangsa pengendali api itu. Taemin tak pernah memberitahu siapapun mengenai ramalannya. Hanya Taemin tidak menyangka jika ramalannya akan menjadi kenyataan.

.

.

.

Hyukjae sudah berhenti menangis. Hatinya kini sudah yakin. Dia berdoa semoga keputusan yang diambilnya ini tepat.

Dia memilih menjadi mempelai Putera Mahkota Kekaisaran Api demi menghentikan perang.

Hyukjae tak peduli seandainya keputusannya ini ditentang Jinki dan Taemin. Sedang umma dan appanya pasti tak bisa berkata apa-apa. Ini semua demi kedamaian.

Hyukjae tak peduli seandainya saat dia tak akan bahagia. Kebahagiaannya dia rela tukar demi kebahagiaan semua orang.

Hyukjae juga tak peduli dengan pemilik pasangan tanda lahirnya. Bila dia menikah dengan Pangeran Kekaisaran Api itu, sang pangeran pasti juga mengingkari tanda-lahir takdirnya.

Pelan dia mendongakkan kepala, menatap lurus dewi malam yang merupakan lambang kekuatan klannya. Berharap, dengan sinarnya, Hyukjae akan senantiasa dilindungi Sang Dewi Bulan.

.

.

.

Jinki berlari menuju ke hutan kediaman keluarganya. Dia tahu jika hyungnya, Hyukjae, selalu menghabiskan waktu di danau di tengah hutan itu. Sudah seharian dia dan seluruh anggota klannya mencari Hyukjae. Ini menjelang fajar, dan Jinki cemas karena Hyukjae tak kunjung ditemukan.

Jinki tak memedulikan ranting-ranting yang menggores kulitnya dan mengoyak bajunya. Yang dia pedulikan kini adalah keselamatan hyungnya.

Hyukkie Hyung, kau dimana? Pikir Jinki cemas. Dia cemas jika Hyukjae kembali diculik seperti saat mereka kecil dulu.

Dengan napas terputus-putus Jinki akhirnya sampai di danau rahasia Hyukjae. Matanya melebar melihat pemandangan di depannya.

Hyukjae, karena mendengar suara gemeresak sesemakan, menoleh ke belakang dan mendapati adik yang disayanginya berdiri dengan penampilan berantakan.

"Ah, selamat datang, Jinki-ah," lirih Hyukjae dengan senyum lembut.

Bukan, bukan sapaan Hyukjae yang terkesan terlalu lembut dan terasa salah dalam kondisi itu, tetapi Hyukjaelah yang membuat Jinki terpana.

Rambut yang jika kering berwarna kemerahan itu sekarang sekelam malam karena basah dan terurai menutupi dada, kulit putih yang halus yang seakan berpendar karena basah tertimpa sinar bulan, bibir merah seperti mawar yang merekah, dan Hyukjae memain-mainkan air dengan kemampuan pengendaliannya. Menciptakan air terjun mungil yang membiaskan sinar bulan, menghasilkan pelangi di malam hari.

Bidadari tersesat, pikir Jinki terpesona.

Rasanya dia mengerti mengapa selama ini banyak pangeran dari klan atau kerajaan lain melamar hyungnya. Dia terlalu indah, seperti bidadari kahyangan yang jatuh ke bumi.

"Jinki-ah?" panggil Hyukjae.

Jinki tersadar mendengar panggilan Hyukjae. Dirinya sangat lega melihat hyungnya selamat, tetapi amarah langsung menggantikan perasaan leganya itu. Dengan langkah yang dihentakkan dia menghampiri Hyukjae yang masih asyik dengan airnya.

"YA! Hyung, kau membuat kami semua khawatir, kau tahu?! Tak tahukah seluruh anggota klan inti mencari Hyung seharian ini?" seru Jinki.

"Mianhaeyo, Jinki-ah… aku perlu waktu untuk sendiri," jawab Hyukjae.

"Ayo pulang, Hyung! Taeminnie juga Umma dan Appa sangat cemas!" kata Jinki lagi.

Tersenyum, Hyukjae mengangguk dan berenang ke tepian. Jinki segera mengulurkan tangan untuk membantu hyungnya. Hyukjae menerima uluran tangan Jinki, tetapi ketika dia melangkah, padangannya menggelap. Pekikan Jinki adalah hal terakhir yang dia ingat.

.

.

.

Februari 26

Rain drops lover

Raito