Salon Culinaire Chapter 1

Main Course Session 2

Author : manlylittledeer

Casts : Luhan, Oh Sehun, Younha, Kim Jongdae, Kim Jongin and many else

Inspired by : Salon Culinaire Competition on next May 2015

Length : Chaptered

Disclaimer :Every casts belong to God and their parents. This story is pure from my imagination. I hate plagiarism!

.

.

.

Sometimes you need to leave the thing you have and do the new ones to make the better result

.

.

.

.

Jongin memandang dengan tatapan datar, "Bisakah kau tidak memanggilku dengan embel-embel hyung? Aku adalah juri saat ini dan kau adalah peserta" Jongdae memberikan segelas air putih kepada Luhan yang berusaha keras menahan emosi yang ada didalam dadanya serta rasa pedas yang begitu menyiksa di bibirnya, lidahnya maupun tenggorokannya. Sehun terkekeh kecil

"Terserah kau saja. Jadi apa kau masih mengijinkan ku masuk ke babak selanjutnya? Jika aku harus melepas apron ini sekarang aku rela" Sehun hendak melepas apron yang menandakan ia masih menjadi peserta namun terhenti dengan ucapan Luhan

"Jongdae, Jongin aku tahu kau berdua pencinta rasa pedas, jadi bisa kau bantu aku mencicipi masakan Sehun-ssi?" Jongin dan Jongdae bertatapan sejenak kemudian mengambil sendok, mencicipi hasil masakan Sehun. Raut wajah Jongin dan Jongdae benar-benar tidak tertebak, Jongdae mengambil tisu yang telah disediakan

"Aku tahu rasa masakan mu yang sebenarnya sangatlah lezat, sungguh disayangkan karena rasa balas dendam konyolmu itu kau harus menambahkan lada sebanyak ini. Aku," Jongdae menatap Jongin sejenak, meminta persetujuan dengan hal yang akan dikatakannya. Jongin mengangguk kecil

"Maaf Sehun-ssi kami tidak bisa memberitahukan apakah kau bisa melanjutkan kebabak selanjutnya apa tidak. Jika kau lulus pada babak ini, dibabak selanjutnya tema yang kita ambil adalah Extraordinary Carving Compilation of Fruits. Jadi, kau belum tentu lulus dan belum tentu juga tidak lulus"

/fyi/ (Yang dimaksud istilah Carving dalam gastronomy /ilmu memasak/ itu adalah mengukir. Contoh, semangka yang dicarving menjadi bunga atau dibuat tulisan ucapan selamat. Banyak sayuran dan buah yang bisa di carving contohnya, semangka, pepaya, melon, wortel, tomat dan lain-lain. Bagi yang penasaran gimana coba cara ngukir semangka, wortel, tomat dan lain-lain? Mending cek di youtube :3) /back to story/

Sehun menggelengkan kepalanya, menatap Luhan, Jongdae dan Jongin satu persatu dengan tatapan tidak percaya, "Apa kalian gila? Atau memang ingin kubodohi?" Luhan memasang smirk di bibir tipisnya

"Maaf Sehun-ssi. Kami bukan ingin dibodohi atau apa. Walaupun kau benar-benar membuatku jengkel dan membuatku ingin membuatmu babak belur saat ini juga tapi aku akan tetap bersikap profesional" Sehun tertawa sambil menggelengkan kepalanya

"Terserah kalian, para juri terhormat" Sehun keluar dari ruangan itu dengan muka datar, apa-apaan mereka itu. Sehun adalah peserta terakhir tadi sehingga semua peserta yang sudah menyerahkan hasil masakannya bisa duduk diruang tunggu, menanti hasil penjurian. Sehun menghempaskan dirinya disebuah sofa

"Oppa, bagaimana tadi?" Sehun menoleh kearah Younha yang sudah duduk disebelahnya, ia tersenyum lembut

"Jongin dan Jongdae hyung sangat mengesalkan, kau tahu bukan aku tidak pernah akur dengan mereka berdua?" Younha terkekeh membayangkan Sehun, Jongin dan Jongdae yang selalu bertengkar

"Kurasa, ini hari terakhir aku bisa memakai apron ini," Younha menyentuh apron yang dipakainya, senyum perlahan sirna dari wajahnya,"Aku memang bodoh, tidak bisa mengendalikan emosi saat panik. Sampai-sampai main course ku tadi hanya medium, betapa bodohnya aku Oppa" /fyi/ (Yang dimaksud medium disini adalah tingkat kematangan sebuah makanan didalam istilah masak memasak. Rare untuk masakan yang masih mentah, medium untuk setengah matang dan well done untuk matang. Main course itu adalah makanan inti seperti fried rice etc. Apron itu celemek yaa ^^) /back to story/

Sehun memeluk Younha dengan erat, "Itu bukan salahmu, itu salah para juri yang begitu tololnya hanya memberi waktu 1 jam untuk membuat main course" Younha tertawa kecil mendengar umpatan Sehun, ia mempererat pelukannya pada Sehun

"Aish oppa ini, sudah jelas aku yang salah tidak bisa membagi waktu. Buktinya, kau bisa menyelesaikannya dengan cepat oppa" Younha mempoutkan bibirnya membuat Sehun mati-matian menahan rasa gemas melihat tingkahnya

"Yayaya, jangan seperti itu. Kau ingin kucium saat ini juga?" Younha mencibir mendengar perkataan Sehun

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya semua peserta Salon Culinaire dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan, Jongin, Jongdae dan Luhan sudah duduk menunggu seluruh peserta. Seluruh peserta duduk dihadapan juri dengan rasa was-was. Setelah dirasa seluruh peserta sudah masuk kedalam ruangan, Jongin berdeham agar para peserta tidak berisik

"Baiklah, kami bertiga sudah mengetahui siapa yang layak masuk ke babak selanjutnya dan siapa yang SANGAT tidak pantas untuk masuk ke babak selanjutnya,"Jongin menekankan kata 'sangat' agar atmosfir yang tercipta semakin tegang. Luhan dan Jongdae memperhatikan satu persatu raut wajah peserta. Sungguh jika ini tidak sedang dalam suasana serius, mereka berdua akan tertawa terbahak-bahak karena mimik wajah para peserta yang begitu ketakutan seakan mendengar hukuman kematian. Namun, hanya satu peserta yang terlihat begitu percaya diri, kau tahu bukan itu siapa? Ya, dia Sehun

"Tema hari ini adalah main course. Aku salut dan bangga dengan pemikiran kreatif kalian, "Jongdae berdeham sejenak, "Namun dengan bodohnya karena kekreatifan kalian itu membuat kalian melupakan inti dari masakan tersebut. Salah satu dari kalian membuat Lamb Spaghetti with Red Wine, bagi yang merasa membuat masakan itu bisa berdiri disamping kami" Seorang namja mungil berjalan dengan senyum tertahan, ia merasa dirinya aman

"Dia adalah salah satu peserta yang sangat teliti akan cita rasa, tingkat kematangan dan nilai tambah kami berikan kepadanya karena plating yang sangat unik" Luhan melihat sejenak catatan yang sudah ia rundingkan dengan Jongin dan Jongdae, "Lay-ssi selamat atas keberhasilanmu. Kau sudah bisa kupastikan maju ke babak selanjutnya"

Sehun menatap Luhan, Jongin dan Jongdae bergantian. Ia sungguh penasaran, apakah ketiga juri idiot ini akan tetap meloloskan dirinya kebabak selanjutnya? Luhan, Jongin dan Jongdae berbisik, agak lama. Luhan akhirnya mengangguk paham dan menyetujui usulan Jongdae

"Baiklah untuk peserta lainnya, kami ingin bertanya kepada kalian. Kalian tentu tahu bukan apa yang dimasak oleh masing-masing peserta?" Seluruh peserta mengangguk menjawab pertanyaan dari Luhan, "Baiklah dari seluruh peserta yang ada dihadapanku, kalian akan kami berikan lima menit untuk merundingkan siapa yang tidak pantas untuk maju ke babak selanjutnya" Seluruh peserta terlihat kaget dengan penuturan Luhan, salah seorang dari mereka mengangkat tangan dengan perlahan

"Maaf Luhan-ssi. Tapi apa maksud anda kita harus merundingkan bersama siapa yang tidak pantas maju kebabak selanjutnya dari antara kita semua?" Luhan mengangguk dengan mantap mendengar pertanyaan tersebut

"Ya, belajarlah untuk mengatakan tidak kepada hal yang memang tidak pantas. Maka pada babak ini Salon Culinaire akan melatih kerja sama kalian sesama peserta, kekompakan kalian dan kejujuran kalian sebagai chef. Kalian semua boleh keluar dari ruangan ini dan merundingkannya, Setelah lima menit kami akan memanggil kalian semua kembali kedalam"

Seluruh peserta membungkukkan badannya kemudian keluar dari ruangan tersebut terkecuali Lay. Lay sebagai pemenang dalam kompetisi ini akan mendapatkan bocoran apa yang akan ia dapatkan untuk carving di babak selanjutnya. Lay berdiri di hadapan Luhan, Jongin dan Jongdae dengan senyum lebar, memperlihatkan kedua lesung pipit yang membuat wajahnya semakin manis. Luhan berdiri dan memberikan salam selamat kepada Lay atas keberhasilan menjadi The Best of Main Course Session. Setelah bersalaman Luhan duduk kembali

"Baiklah Lay-ssi aku sebagai juri sangat bangga dengan perpaduan rasa yang sangat kaya didalam masakanmu. Sebenarnya kau hampir tergusur oleh seseorang, namun" Luhan terdiam sejenak, "Sayang, ia merusak cita rasa masakan yang ia punya" Lay menatap Luhan dengan bingung dan penasaran, siapa orang itu?

"Kau tidak perlu tahu siapa dia Lay-ssi. Baiklah sekarang kami akan memberikan hak spesial kepadamu, session minggu depan adalah Extraordinary Carving Compilation of Fruits. Kau boleh memilih sendiri fruit apa yang akan kau carving untuk minggu depan" ucap Jongin sambil menulis sesuatu disebuah catatan. Lay terlihat berfikir, mempikirkan kira-kira buah apa yang hendak ia pilih. Setelah tiga menit, memilih dan menimang-nimang akhirnya Lay menemukan buah apa yang akan ia carving minggu depan

"Baiklah Luhan-ssi, Jongin-ssi dan Jongdae-ssi aku akan memilih watermelon dan tomato sebagai buah" ucap Lay dengan mantap, ia benar-benar yakin dengan pilihannya. Jongdae menatap Lay dengan intens

"Kau yakin dengan pilihanmu itu, Lay-ssi?" Lay mengangguk dengan mantap

"Ya chef!" Jongdae mengangguk kemudian menulis sesuatu disebuah catatan

"Baiklah, kau bisa mempersiapkan dirimu dengan baik untuk Extraordinary Carving Compilation of Fruit di session selanjutnya agar kau bisa menjadi yang terbaik kembali" ucap Jongdae. Lay tersenyum sangat lebar, ia membungkukkan badannya dengan terus mengucapkan kata terimakasih.

.

/Sehun's side but not Sehun POV/

"Baiklah kita hanya diberi waktu lima menit untuk merundingkan hal ini, lebih baik satu persatu dari kita menyebutkan salah seorang nama dari kita semua yang memang tidak pantas untuk maju ke babak selanjutnya" usul Chanyeol yang kemudian langsung disetujui beberapa peserta, "Baiklah kalau aku merasa masakan milik Baekhyun-ssi sangatlah buruk karena ia memasak main course yang cukup aneh" Baekhyun yang mendengar hal itu mendelik kesal

"Mwo?! Aku sangat bersusah payah memikirkan masakan khas Austria tersebut yakni Wiener Schnitzel! Dan kau dengan seenaknya mengatakan masakanku aneh?" Chanyeol memandang Baekhyun tidak suka

"You don't need to complain. Baiklah selanjutnya Kyungsoo-ssi, kau memilih siapa?" Kyungsoo terlihat berpikir sejenak, ia memandang satu persatu peserta

"Menurutku Younha-ssi lah yang sangat tidak pantas maju kebabak selanjutnya, ia bahkan tidak bisa menentukan tingkat kematangan dari masakan tersebut bagaimana ia bisa pantas disebut seorang chef?"

"YA APA MAKSUDMU!" Bukan, itu bukan Younha. Itu adalah Sehun yang menatap Kyungsoo dengan tatapan paling tajam yang ia miliki.

"Sudah,sudah. Ini bukan saatnya bertengkar. Selanjutnya, Sehun-ssi kau memilih siapa?" Sehun menatap Chanyeol dengan malas

"Aku memilih.." Sehun menggantungkan perkataannya, "Aku" Seluruh peserta menatap Sehun dengan bingung

"Apa maksudmu Sehun-ssi?" tanya Baekhyun bingung

"Aku memilih diriku sendiri. Apa masih kurang jelas?" Seluruh peserta menggelengkan kepalanya melihat sikap Sehun yang cuek, mungkin karena Sehun adalah yang termuda dari seluruh peserta? /termuda kedua setelah Younha/

"Aku memilih Younha karena kerjanya yang sangat lambat dan ia melakukan kesalahan yang sangat fatal yakni menghidangkan makanan yang medium" ujar Tao

"Aku juga berpikir seperti Tao-ssi" ucap Kris. Sisa peserta yang lain yakni Minseok, Suho pun menyetujui bahwa Younha lah yang tidak pantas maju kesession selanjutnya. Memang hanya Younhalah yang menjadi peserta wanita karena sebelum mengikuti Salon Culinaire peserta memang diaudisi secara ketat sehingga hanya Younhalah satu-satunya wanita yang lolos dari audisi tersebut

"HUH! AKU MEMILIH CHANYEOL-SSI!" teriak Baekhyun ditelinga Chanyeol dengan penuh emosi. Chanyeol yang kaget mendengar suara Baekhyun yang sangat luar biasa mengepalkan tangannya kesal

"Kau! Bisakah kau tidak berteriak ditelingaku?!"

"TIDAK! DAN TIDAK AKAN BISA!"

"Dasar namja gila!"

"KAU UTUSAN PERI DOBI BURUK RUPA!"

"KAU!" Chanyeol menahan emosi, ia memejamkan matanya. Dadanya bergemuruh menahan rasa kesal didada. Sehun yang melihat hal itu memutar kedua bola matanya dengan malas

"Kalian semua sungguh bodoh. Younha hanyalah terlalu panik sehingga ia tidak bisa mengendalikan tingkat kematangan masakannya!" Kyungsoo menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Sehun

"Seorang chef harus pintar membagi waktu, rasa dan tingkat kematangan dari sebuah masakan. Apapun yang terjadi" Kris menganggukkan kepalanya, menyetujui penuturan Kyungsoo

"Kau, Kris-ssi hanya membuat Beef and Puding Yorkshire tapi kau sangat meremehkan Younha!" Tao menatap Sehun

"Sehun-ssi kau tidak perlu membela temanmu. Dia memang salah"

"Dia bukan temanku! Dia adikku bodoh!"Merasa suasana semakin memanas, Chanyeol dan Baekhyun berusaha melerai mereka

"Sudah—"

"Ya! Ka—" Baekhyun dan Chanyeol saling melihat satu sama lain dengan tatapan tidak suka

"Apa-apaan kau!" ucap Baekhyun dengan penuh emosi. Chanyeol mendelik kesal

"Kau yang apa-apaan!" Seluruh peserta memandang malas kepada dua namja tersebut

"Sudah,sudah. Kami mohon maaf Younha, kau terpaksa kami sebutkan untuk menjadi peserta yang tidak pantas untuk maju ke babak selanjutnya" Younha yang mendengar perkataan Kyungsoo menunduk sedih, ia akui ia memang tidak pantas untuk maju ke babak selanjutnya. Sehun yang mendengar perkataan Kyungsoo mengepalkan tangannya, apa-apaan namja cilik ini!

"Kau, "Sehun memberikan deathglare terbaiknya untuk Kyungsoo, "Jangan seenaknya mengambil keputusan!" Kyungsoo mengangkat bahunya sambil menggeleng

"Berdasarkan voting sudah jelas Younha lah yang keluar, Sehun-ssi" Seluruh peserta menganggguk menyetujui perkataan Kyungsoo. Sehun menghembuskan nafasnya dengan kesal, ia memeluk Younha yang sudah menangis. Tak terasa lima menit berlalu mereka pun dipanggil untuk masuk kembali kedalam ruangan

"Jadi, kalian sudah menemukan siapa yang akan keluar di Main Course Session hari ini?" Seluruh peserta menganggukkan kepalanya. Jongdae memperhatikan Sehun yang memeluk Younha dengan erat sedangkan punggung Younha terlihat bergetar seperti menangis

"Sepertinya tanpa kutanya aku pun sudah tahu siapa yang kalian putuskan untuk keluar pada session ini" Jongdae bangun dari tempat duduknya, mendekati Sehun dan Younha. Sehun yang melihat kedatangan Jongdae langsung memeluk Younha lebih erat

"Ow,ow relax. Jadi diantara kalian berdua, siapa yang akan keluar?" Kyungsoo pun angkat bicara melihat Sehun dan Younha yang hanya diam

"Setelah kami merundingkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan kami berfikir Younha-ssi lah yang ak—"

"TIDAK! AKULAH YANG AKAN KELUAR!" Seluruh peserta tercengang mendengar teriakan Sehun yang sangat luar biasa tak terkecuali Luhan, Jongin maupun Jongdae. Jongdae sedikit mundur menjauhi Sehun dan Younha, ia memberikan aba-aba kepada seluruh peserta agar sedikit menjauhi Sehun yang sepertinya akan mengamuk ditempat

"Sehun-ssi, tidak bisakah kau bersikap profesional untuk saat ini?" Younha yang mendengar hal itu, perlahan melepaskan pelukan Sehun. Ia membungkukkan badannya didepan seluruh peserta, Jongdae yang masih setia berdiri serta Jongin dan Luhan yang duduk dimeja juri. Younha mengusap air mata yang terus menerus turun

"Akulah yang akan keluar pada session ini" Sehun yang mendengar hal itu hendak membela namun Younha menghentikannya, "Oppa, sudahlah. Aku memang tidak pantas untuk maju ke session selanjutnya" Jongin yang memperhatikan sedari tadi bertepuk tangan

"Drama yang sangat mengharukan. Baiklah Younha-ssi kau bisa melepaskan apronmu sekarang" Younha dengan sedikit tidak rela melepaskan apron tersebut.

"Kau bisa keluar dari ruangan ini, Younha-ssi" ucap Luhan. Sehun yang melihat hal itu berusaha menahan Younha namun ditepis oleh Younha

"Oppa, sudah. Kau tidak bisa memaksakan keadaan" Sehun memejamkan mata menahan emosi didada, "Jebal Oppa" Sehun dengan tidak rela melepaskan Younha, ia memandang sedih punggung Younha. Sehun kembali berbaris dibarisan peserta

"Baiklah peserta tersisa 9 orang. Untuk session selanjutnya, Salon Culinaire mengambil tema Extraordinary Carving Compilation of Fruits" terdengar teriakan senang namun juga terdengar desahan kecewa yang keluar dari mulut peserta, "Untuk Lay-ssi yang berdiri disebelah kami, ia mendapatkan hak spesial yaitu bisa memilih sendiri buah yang akan ia carving untuk session selanjutnya. Untuk kalian semua, kalian akan kami tentukan buah apa yang akan kalian carving dan kami akan memberitahukannya di session selanjutnya" terang Luhan. Seluruh peserta membelalakkan matanya tidak percaya

"Persiapkan diri sebaik-baiknya. Mungkin kau tidak akan menyangka buah apa yang akan kami tentukan. Prestasi kalian pada Main Course Session hari ini akan menentukan buah apa yang akan kalian dapat untuk session selanjutnya. Apa kalian semua mengerti?"

"Ya chef!" Luhan menganggukkan kepalanya

"Baiklah, kami ucapkan selamat atas keberhasilan kalian bisa lolos ke session selanjutnya. Kami berharap kalian bisa mengeluarkan semua kemampuan kalian untuk Extraordinary Carving Compilation of Fruits session. Kalian tahu sendiri dari nama session selanjutnya bukan? Kreatif lah, eksplorasi seluruh imajinasi kalian. Buatlah sesuatu yang luar biasa dan gila yang tidak pernah kami temui sebelumnya" ucap Jongin sambil memandang satu persatu dari sisa peserta.

"Kalian boleh keluar dari ruangan ini" ucap Jongdae yang telah duduk ditempat juri. Seluruh peserta perlahan keluar sambil membungkukkan badannya terkecuali Sehun. Ia memandang sinis Luhan. Kau mau bermain-main denganku huh?

.

/jury's side/

"Sungguh, Sehun sepertinya semakin gila dengan Younha. Apa yang harus aku lakukan agar ia sadar?" keluh Jongin sambil mengusak rambutnya yang semakin menambah kesan seksi. Luhan menghela nafasnya

"Sulit Kai, dia sudah benar-benar salah paham kurasa" Jongdae menatap Jongin dan Luhan dengan sedih

"Semenjak kejadian itu.."

"Cukup Chen, jangan bahas itu lagi" Jongdae menghembuskan nafasnya kesal

"Tak bisakah kau jelaskan tentang hal itu kepadanya? Kau tega membiarkan dirinya seperti ini terus Luhan?" Luhan memejamkan matanya, mengingat lembaran-lembaran memori masa lalu

"Tidak untuk saat ini" Jongin memandang Luhan maklum

"Baiklah, jika kau belum siap kau bisa menunggu sampai hatimu siap menjelaskan tentang hal itu kepada Sehun" Luhan hanya terdiam mendengar penuturan Jongin

Bahkan dirinya sendiripun tidak tahu kapan saat itu tiba..

.

.

/Sehun and Younha's side/ /skiptime/

Younha memandang Sehun yang hanya diam sedari tadi, "Oppa, kau masih marah?" Sehun mendengus kesal mendengar pertanyaan Younha

"Kau masih bisa bertanya tentang hal itu nyonya Younha?" Younha menghela nafasnya pelan

"Sudahlah Oppa. Ini memang sudah seharusnya terjadi. Aku terlalu ceroboh" Sehun mendekap Younha erat, ia hanya menggumam membalas perkataan Younha

"Oppa"

"Hm?"

"Bisakah kau berjanji padaku?"

"Berjanji apa?"

Younha membalas dekapan Sehun, "Menanglah dalam Salon Culinaire. Gantikan aku Oppa" Sehun terdiam, mempertimbangkan ucapan Younha

"Baiklah, Oppa berjanji" Younha tersenyum senang sedangkan Sehun ia sibuk memikirkan apa yang akan terjadi kedepan

Tenang saja Younha, demi kau aku akan memenangkan lomba sialan itu!

.

.

.

-tobecontinued-

Hallooo walaupun review cuma 6 tapi rasanya seneng banget astaga : nah disini aku akan membahas masakan Baekhyun dan Kris diatas tadi

Masakan Baekhyun : Wiener Schnitzel

Itu tuh makanan khas Austria, aku sih belom nyoba tapi masakan ini lumayan populer ;. Wiener Schnitzel itu daging sapi yang dilapisi tepung roti trus digoreng dengan metode deep frying (kayak di mcd*nalds waktu goreng kentangnya :3) biasanya disajikan dengan saus lemon gituu trus ditambah daun parsley. Biasanya orang sana makannya pake kentang atau nasi

Masakan Kris : Beef and Puding Yorkshire

Ini tuh hidangan nasional masyarakat Inggris. Biasanya sih disiram pake saus gravy gitu (warnanya coklat gitu deh) trus ada roti puding nya masih hangat gitu kayaknya sih rasanya enak aku belom nyoa :p hehehe

.

.

.

Huwaah akhirnya setelah mencoba nyolong wifi sana-sini /eh/ wkwk serius deh aku tuh nyariin wifi dimana-mana akhirnya ini berhasil jugaT.T sebenernya aku tuh udah mau post sejak kamis lalu-_-

buat yang udah review, favourite maupun follow loveyoumuahuah :p buat sider, yasudah takapa semoga kau tobat nak hahaha. AKu kayaknya gak bakal nargetin review karena aku sadar tulisan aku masih jauh dari kata bagus :)

Keep review, your review make me excited and give me strength to make the next chapter! :3

Saranghae yeorobunn!