Chapter 2 Salon Culinaire
Carving Session 1
Author : manlylittledeer
Casts : Luhan, Oh Sehun, Younha, Kim Jongdae, Kim Jongin and many else
Inspired by : Salon Culinaire Competition on next May 2015
Length : Chaptered
Disclaimer :Every casts belong to God and their parents. This story is pure from my imagination. I hate plagiarism! J
.
.
HOLLAA AKHIRNYA FF INI UPDATE SETELAH MENCARI INSPIRASI KEMANA-MANA HUEHUEHUE. Sudahlah mending langsung baca ajee wkwk
.
HAPPY READING YEOROBUN!
.
.
.
"Oke Oppa? Kau harus memenangkan lomba ini Oppa," Younha membenarkan kerah kemeja Sehun, "Jika kau ingin membuatku bahagia, menanglah Oppa" Sehun tersenyum teduh, ia mengusak rambut Younha yang begitu lembut
"Ne,ne,ne kau sangat cerewet" Younha langsung cemberut sedangkan Sehun terkekeh, "Tenang saja, Oppa akan memenangkannya untuk kau seorang, Younha"
Luhan, Jongdae dan Jongin sedang berada disebuah mobil menuju tempat Salon Culinaire, berdiskusi kembali tentang buah yang akan diberikan kepada masing-masing peserta. Saat Luhan melihat buah yang akan dicarving oleh Sehun, ia terpaku
"Kai, Chen? Kau.." Jongin hanya tersenyum teduh
"Kita harus menghilangkan phobianya agar ia ingat dengan sendirinya" Luhan menghela nafasnya
"Dia tidak akan bisa konsentrasi Kai, dia akan terlalu sibuk dengan rasa phobia yang ia miliki" Jongdae menggeleng dengan tegas
"Ini sudah keputusan kita Ge, kau tidak boleh menggantinya" Luhan menghembuskan nafas dengan kasar, ia memandang keluar jendela
'Kuharap kau bisa mengikuti Carving Session ini Sehun..ani Sehunnie"
.
.
.
Seluruh peserta Salon Culinaire sudah berdiri didepan para juri, semua peserta terlihat was-was akan buah apa yang akan mereka dapatkan namun tentu saja kecuali Lay yang telah memilih watermelon dan tomato untuk buah yang akan ia carving dan Sehun yang terlihat sangat atau mungkin TERLALU percaya diri.
"Kami sudah meletakkan masing-masing dua buah disetiap meja, disana terdapat nomor. Kalian bisa lihat sendiri bukan?" Seluruh peserta otomatis langsung menoleh kearah meja dibelakang mereka kemudian mengangguk, "Kami akan membacakan nomor dari masing-masing kalian terkecuali untuk Lay karena ia memang sudah kami beri hak spesial untuk memilih sendiri buah yang ingin ia carving" Jongin melihat sejenak catatan yang ada ditangannya
"Chanyeol, nomor satu. Sehun, nomor dua. Baekhyun, nomor tiga. Lay, kau mendapat meja disebelah Baekhyun. Kyungsoo nomor lima" ucap Jongin
"Kris nomor enam. Tao nomor tujuh. Suho nomor delapan. Xiumin nomor sembilan. Kami sudah menyediakan knife khusus untuk carving, kalian bisa mengambilnya di sebelah kami. Setelah kami mengijinkan kalian mengambi knife, time has running. Jadi, bagi waktu kalian sebaik-baiknya" ucap Luhan. Luhan sangat menyadari bahwa Sehun memandang Luhan dengan tajam namun sebaliknya Luhan terlihat khawatir dengan Sehun
"Kalian sudah boleh mengambil knife dalam hitungan ke hana, dul, SET!" Para peserta langsung berlarian mengambil pisau dan menuju ketempat masing-masing. Terdengar teriakan senang karena puas akan buah yang ditentukan namun tak sedikit yang murung melihat meja mereka. Sedangkan Sehun?
Ia terpaku ditempatnya, tangannya gemetar saat hendak mengambil buah tersebut. Seluruh peserta sudah mulai peeling buah yang mereka punya, sedangkan Sehun hanya melihat buah yang ia punya. Luhan yang sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi, mendekati Sehun
"Sehun-ssi, kau tahu bukan bahwa waktu terus berjalan" Sehun melirik Luhan tajam, ia memejamkan matanya. Dengan tangan gemetar ia menyentuh buah tersebut, mengambil pealer dan membuka matanya perlahan
"Menjauh dariku" desis Sehun yang sedang bersusah payah mengupas buahnya. Luhan menjauh perlahan dari Sehun, berjalan mendekati peserta lain
"Bagaimana Tao-ssi dengan buah yang kau dapatkan?" Tao mengangguk senang sambil sibuk dengan buahnya
"Aku sangat berterimakasih karena kalian para juri memilihkanku buah ini. Aku sangat menyukai labu dan lobak! Aku yakin aku yang akan menjadi The Best of Carving Session!" Luhan terkekeh mendengar ucapan Tao yang begitu optimis
"Aku harap kau bisa membuktikan perkataanmu, Tao-ssi" Tao mengacungkan jempolnya dengan senyum sumringah. Luhan mendekati beberapa peserta lainnya kemudian mendekati Jongin dan Jongdae yang juga sudah berkeliling melihat situasi para peserta
"Hey, peserta disana yang bernama Kyungsoo terlihat sangat terampil. Kurasa ia yang akan memenangkan session ini" ujar Jongin tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyungsoo, Jongdae langsung menggeleng dengan tegas
"Peserta yang bernama Xiumin lebih kreatif. Saat kutanya apa yang akan ia buat, ia mengatakan ia akan membuat Lego Land dengan satu buah labu dan pepaya. Tadi ia bertanya apakah ia boleh menggunakan biji pepaya tersebut, tentu saja aku langsung menjawab iya. Dia langsung terlihat begitu senang" Jongin mencibir
"Kau suka dengan dia ya?" Jongdae mendelik kesal
"Hey, aku masih menyukai yeoja yang mempunya rambut panjang dengan dua buah dada!" Luhan memutarkan kedua bola matanya malas
"Aku sungguh penasaran dengan hasil carving Sehun" Luhan memperhatikan Sehun yang terlihat sudah bisa mengendalikan phobianya, "Ia terlihat begitu menderita Kai-ah" Kai dan Chen hanya tertawa kecil
"Biarkan saja, biasanya toh dia yang membuat orang menderita," Luhan memandang Jongdae bingung, "Kau contohnya?" Luhan mencibir
"Dia tidak membuatku menderita"
"Aku sudah mengenalmu selama hampir sepuluh tahun lebih, kebiasaanmu saat berbohong adalah mengusap-usap telingamu Lu" Luhan yang mendengar perkataan Jongin langsung menurunkan tangannya
"Sialan kau Kkamjong" Jongin hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Satu jam berlalu, tersisa tiga puluh menit lagi untuk para peserta menyelesaikan carving session. Baekhyun mengecek jam dengan panik, hasil carvingnya masih setengah jadi. Karena terburu-buru tangannya tergores pisau dengan sangat tidak elit Baekhyun berteriak dengan kencang
"AWW APPO!" Chanyeol yang mendapat meja didepan Baekhyun, merasa sangat terusik dengan teriakan Baekhyun
"Kau berisik bodoh" Baekhyun memandang Chanyeol dengan kesal
"Kau tidak tahu ini sakit dobi idiot" Chanyeol hanya memandang Baekhyun tidak peduli kemudian melanjutkan hasil carvingannya. Jongdae langsung mendekati meja Baekhyun dengan kotak P3K
"Ini, ambillah. Kau tidak akan bisa meneruskannya jika tidak memakai plester ini" Baekhyun mengambil plester yang diambil Jongdae
"Kamsahamnida Jongdae-ssi" Jongdae hanya tersenyum kemudian kembali ketempat dimana Luhan dan Jongin berada
"Kau tidak usah sok perhatian Chen, aku mual melihatnya" Jongdae memandang Luhan dengan malas
"Hey, kita sebagai juri harus perhatian kepada setiap peserta" Luhan mengangkat bahunya malas
"Terserah kau sajalah"
Akhirnya tiga puluh menitpun berlalu, seluruh peserta sudah berdiri didepan para juri. Seluruh hasil carving dibiarkan dimasing-masing meja agar tidak terjadi kerusakan yang tidak diinginkan. Luhan memperhatikan Sehun yang sudah sangat pucat pasi karena phobianya tersebut
"Baiklah, kalian sudah melewati Extraodinary Compilation of Fruits pada hari ini dengan seluruh kreatifitas dan kemampuan kalian. Kami sangat bangga melihat hasil carving kalian semua, itu sungguh menarik. Kami ingin satu persatu dari kalian menjelaskan kepada kami apa hasil dari carving kalian. Dimulai dari Chanyeol, meja pertama" ujar Jongdae. Chanyeol yang mendengar dirinya menjadi orang pertama langsung berjalan kebelakang para peserta dan berdiri didepan mejanya
"Kali ini, saya mendapatkan kyuri dan carrot untuk carving session.Saya membuat sebuah kue kecil dengan miniatur seorang chef diatasnya. Carrot saya potong berbentuk macedoine (berbentuk kubus) kemudian disambung dengan tusuk gigi satu persatu, kyuri pun saya potong berbentuk macedoine namun tidak semuanya. Setelah karikatur kue jadi, saya mulai mengukir untuk karikatur chef ini" ujar Chanyeol sambil menunjuk karikatur chef
"Saya membuat karikatur chef ini menggunakan carrot dan badannya saya memakai kyuri. Saya menamakan hasil carving saya ini dengan nama, "KyuriCarrot ChefCake"" Seluruh peserta bertepuk tangan setelah Chanyeol selesai menjelaskan
"Kau sudah mengusahakan yang terbaik Chanyeol-ssi. Selanjutnya.. Sehun-ssi" ucap Luhan. Sehun berjalan menuju mejanya
"Dengan buah apel merah dan cabai yang saya dapatkan, saya membuat sebuah tengkorak dengan rambut keatas yang terbuat dari cabai. Saya menamakan hasil carving saya ini dengan nama "I'll never fogive you!"" Seluruh peserta dan juri terdiam cengo dengan penjelasan Sehun yang sangat singkat padat namun misterius, Jongin yang menyadari atmosfir tidak enak langsung berdeham
"Baiklah, selanjutnya Baekhyun" Baekhyun yang mendengar namanya dipanggil tersenyum senang kemudian mendekati mejanya
"Saya diberikan watermelon dengan honeydew. Saya sangat sangat senang dengan buah yang telah diberikan. Saya membuat sebuah wajah wanita dan laki-laki dengan setengah hati dimasing-masing buah sehingga jika disatukan, " Baekhyun menyatukan watermelon dan honeydew tersebut, "Akan terbentuk sebuah hati dan seakan-akan mereka sedang berciuman" Luhan yang pertama kali bertepuk tangan sambil tersenyum langsung diikuti seluruh juri dan seluruh peserta
"Ide yang menarik Baekhyun-ssi" ucap Luhan, Baekhyun langsung membungkukkan badannya sambil mengucapkan kata-kata terimakasih. Seluruh peserta menjelaskan hasil karya carving mereka satu persatu /gamungkin aku jelasin satu-satu kan?-_- makin lama update entar huehuehue/
Akhirnya sampailah dimana para juri harus menentukan siapa dua orang yang akan tereliminasi disession ini. Seluruh peserta dipersilahkan untuk keluar sebentar sementara para juri merundingkannya.
"Sungguh, Sehun mengeluarkan aura yang menyeramkan tadi" Jongin langsung mengangguk setuju mendengar penuturan Jongdae
"Sangat! Lihat saja itu," Jongin menunjuk hasil carving Sehun yang masih ada diatas meja kedua,"Mengapa ia membuat karya yang begitu rumit namun menyeramkan bahkan ia sangat phobia dengan warna merah" Luhan menghela nafas
"Sekarang lebih baik kita merundingkan siapa yang akan gugur pada session ini" Luhan menatap Jongin dan Jongdae, "Kau tahu bukan ini sangat sulit menentukan" Jongdae menggigit bibir bawahnya
"Bagaimana kalau kita menyebutkan salah satu nama dari sembilan peserta ini kemudian kita gabungkan?" Luhan dan Jongin terlihat berpikir sejenak kemudian mengangguk setuju
"Ehm Not bad. Kurasa aku memilih karya Suho-ssi lah yang akan gugur di session ini /jeongmal mianhae joonmyeonT.T/ , kau lihat saja ukiran dia terlihat kasar walaupun cukup menarik" ucap Jongin. Luhan melihat kembali hasil karya para peserta dari jauh
"Sungguh aku tidak tahu siapa yang akan gugur" Luhan menyenderkan badannya kekursi, "Kali ini Salon Culinaire dipenuhi para peserta yang unik dan kreatif" Jongdae mengangguk setuju
"Akupun begitu, namun kita sebagai juri harus menentukannya, Lu" Jongdae menopang dagunya sembari berpikir, "Aku memilih hasil Baekhyun-ssi karena menurutku itu tidak terlalu menarik dan inovatif"
"Kau ini bodoh, milik Baekhyun-ssi malahan yang sangat menarik menurutku" bela Luhan sedangkan Jongdae memutar kedua bolamatanya malas
"Kau tidak usah membela karya salah satu peserta Lu, kita sebagai juri harus netral" Luhan mencibir
"Arra,arra! Aku memilih karya Suho-ssi, alasanku sama dengan Kai"
"Okey berarti peserta yang akan gugur di session ini antara Suho-ssi dan Baekhyun-ssi"
"Lalu siapa yang akan menjadi The Best of Carving Session?" tanya Luhan. Mereka terlihat berfikir sejenak kemudian memandang salah satu hasil carving peserta
"Kurasa kalian akan sependapat denganku bukan?" Tanya Jongin senang
/Contestant's side/
"Sungguh, jariku masih perih" Baekhyun meniup jari yang terluka secara perlahan, Suho yang melihat hal itu mendekati Baekhyun
"Apa jarimu tertusuk sampai dalam? Sini coba aku lihat" Suho menyentuh luka Baekhyun yang membuat sang empunya berteriak /lebay/ kesakitan
"Urgh kau ini, sakit tahu!" Suho hanya terkekeh
"Hehehe mian-mian" Chanyeol yang melihat kegaduhan tersebut menjadi penasaran dan mendekat
"Hanya luka gores saja berlebihan, dasar manja" Baekhyun mendelik kesal namun langsung memasang wajah datar
"Kau ini, untuk apa mendekat ketempatku dan Suho? Ingin ikut mengobrol dengan kami?" desis Baekhyun, Chanyeol yang mendengar hal itu merasa tidak terima
"Mwo? Untuk apa? Tidak ada untungnya bodoh!" Baekhyun memandang Chanyeol tajam
"Yasudah, pergi dari sini"
"Ka-kau!" Baekhyun memutar kedua bola mataya malas
"Suho-ssi sepertinya ada yang ingin mencari perhatian disini" Chanyeol benar-benar membelalak kesal
"Apa maksudmu?!" Baekhyun memandang Chanyeol dengan polos
"Kenapa Chanyeol-ssi? Merasa tersindir? Memangnya aku menyindir kau ya? I don't think so" Chanyeol mendengus kemudian meninggalkan Suho dan Baekhyun yang tertawa kecil. Disisi lain Sehun masih pucat pasi karena phobia yang masih dirasakannya, Kris yang menyadari hal itu mendekati Sehun
"Hey, kau baik-baik saja?" Sehun memandang Kris malas sambil mengangguk kecil
"Aku baik-baik saja, tak usah kau perdulikan" Kris mengangguk sambil mengangkat bahunya
"Bytheway hasil carving mu sangat aneh Sehun-ssi. Menyeramkan kurasa"
"Begitukah?" Kris mengangguk mantap
"Kau tidak lihat para juri juga seakan terpaku tadi? Kurasa kau akan menjadi The Best of Carving session" Sehun menggosok-gosokkan kedua tangannya, menghilangkan rasa takut yang masih dirasakannya
"Hem. Aku tidak terlalu berharap banyak"
Setelah beberapa saat para peserta dipersilahkan masuk kembali, Luhan Jongin dan Jongdae masih terlihat mendiskusikan sesuatu kemudian mengangguk setuju
"Baiklah, kami sebenarnya susah untuk menentukan siapa yang akan keluar" Jongdae menatap satu persatu seluruh peserta, "Namun kami harus tetap menentukan dua orang kalian semua"
"Dan, peserta yang akan keluar pada session ini adalah," Luhan menggantungkan kalimatnya,"Maaf untuk Suho-ssi dan Baekhyun-ssi ada kemungkinan kalian akan keluar dari session ini, kami mohon kalian maju kedepan" Suho dan Baekhyun benar-benar tidak menyangka dirinya akan keluar dari Salon Culinaire. Muka Baekhyun sudah pucat menahan rasa kecewa sedangkan Suho tatapan matanya kosong
"Tenang saja, Baekhyun-ssi dan Suho-ssi salah satu dari kalian masih mempunyai kesempatan untuk maju ke session selanjutnya" Baekhyun dan Suho langsung mendongakkan kepalanya mendengar penuturan Jongdae, "Baiklah Baekhyun-ssi bisakah kau membuat kami para juri dan seluruh sisa peserta lainnya mengakui dan meyakinkan bahwa semestinya kau tidak keluar pada session ini?" Baekhyun memandang Jongdae bingung, ia terlihat berpikir dengan keras
"Saya membuat hasil carving saya dengan mengeluarkan seluruh kemampuan saya. Saya ingin menyampaikan makna cinta dari hasil carving saya ini. Saya sudah memikirkan ide ini dari sejak pertama kali saya mengetahui bahwa session kali ini adalah carving. Jadi saya mohon kepada para juri dan para peserta untuk mengijinkan saya maju untuk kesession selanjutnya" Baekhyun menggigit bibir bawahnya dengan panik, ia benar-benar tidak ingin gugur di session kedua ini.
"Baiklah Suho-ssi, sekarang kau yakinkan kami dan buat kami menyesal bahwa kami memilih kau untuk gugur di session ini" Suho mengangguk dengan mantap
"Saya membuat sebuah graffiti diatas pepaya ini dan saya membuat berbagai hiasan menggunakan kyuri. Kalian bisa lihat sendiri bahwa graffiti ini tertulis, 'TOGETHER' dari tulisan ini saya berharap kita semua akan bersama melewati rintangan selama menjadi peserta Salon Culinaire. Jadi kumohon, percayalah. Saya akan meningkatkan kemampuan saya dalam memasak dan menunjukkannya dalam session selanjutnya"
"Wah, persaingan yang ketat eoh? Lalu bagaimana apa kalian penasaran dengan siapa yang akan menjadi The Best of Carving Session?" Luhan melihat wajah para peserta sangat penasaran, "Aku akan memberitahunya setelah kalian memilih diantara Baekhyun-ssi dan Suho-ssi siapa yang tidak pantas maju kesession selanjutnya" Seluruh peserta tercengang, apa-apaan ini? Apa mereka ingin membuat kita saling bermusuhan antar peserta?
"Dimulai dari aku sendiri, aku memilih Suho" ujar Luhan, Suho yang mendengar hal itu sudah menunduk
"Aku memilih Suho juga" lanjut Jongin
"Ow,ow,ow Suho tenang. Aku memilih Baekhyun" ucap Jongdae
2:1
"Silahkan dilanjutkan Chanyeol-ssi"
"Aku memilih.." Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Suho saja deh"
3:1
"Aku memilih Baekhyun" ucap Kris
3:2
"Hey ingat ini yang menurut kalian tidak pantas untuk maju kebabak selanjutnya okey?" tanya Luhan. Seluruh peserta mengangguk
"Aku memilih Baekhyun" ujar Tao
3:3
"Aku memilih Baekhyun" ujar Xiumin. Baekhyun benar-benar rasanya sudah menggila saat
Ini
3:4
"Aku memilih Suho" ucap Sehun yang langsung dibalas ucapan terimakasih Baekhyun
4:4
Tinggal satu orang lagi maka sudah bisa diketahui siapa yang akan maju kesession selanjutnya dan siapa yang akan gugur. Seluruh peserta dan juri menatap Lay yang terlihat kebingungan dengan pilihannya
"Eee.. a-aku memilih.." Lay menggantungkan kalimatnya, ia menggarukkan kepalanya bingung, "Aku bingung" Seluruh peserta memandang Lay dengan gemas
"Ayo Lay-ssi kaulah penentu siapa yang akan gugur disession ini. Pilihlah dengan bijak" jelas Luhan yang dibalas helaan nafas Lay
"Kenapa aku terakhir sih" dumel Lay kecil. Lay memegang kepalanya bingung
"Aku.. aku.."
.
.
.
.
"Aku tidak tahuu aku bingung!" Semua orang yang ada disitu benar-benar gemas dengan tingkah Lay
"Lay-ssi" tegur Jongin yang sedaritadi benar-benar gemas
"Uh, baiklah aku memilih, " Lay menatap Baekhyun dan Suho yang memandangnya dengan penuh harap, "Aku memilih... dia" Lay menunjuk orang tersebut
.
.
-tobecontinued-
Gimana?gimana? mengecewakan? Ngeselin? Bosenin? Reviewnya doloo
Thanks to :
Xandeer (review udah aku bales lewat pm kan? :3) /
PandaYehet88 (makasii emang cerita kayak gini langka yaa? Ini sudah update:3) /
xdhinnie0595 (iya gapapa kok baru review yang penting kamu langsung review aku udah seneng :3. Masalah hubungan Sehun,Luhan,Chen,Kai itu masih dirahasiakan :p) /
.58 (gomawo atas reviewnya J masalah mereka nanti tiap chapter bakal dibahas :3) /
luhanaddict (nee ini sudah lanjutt) /
mralbino (wah sama aku juga bingung hehe rahasia yaa) /
Uchiharuno Rozu (Heeey makasihh :3 syudaah mereka sudah saling kenaal, ini aku udah lanjutt. Bisa dibilang begitu aku anak boga tapi masih pemula :3)
Untuk chapter selanjutnyaa ditunggu yaa yeorobun :* paipaaii
SARANGHAE YEOROBUNNNN! KAMSAHAMNIDAAAA!
