Wing's Tales
.
.
.
Disclaimer: They are belongs to God,themselves, their family,their fans, and also their representative agency.
Cast: Cho Kyuhyun and Lee Hyukjae.
Pair:KyuHyuk (main)
Genre:Romance, Fantasy
Rate: T
Warning: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari Avatar: The Legend of Aang. Oiya, Fem!Heechul.
Sori kalo ada typos. Saya capek banget soalnya.
Now playing: Saya punya sealbum OST-nya The Moon That Embrace The Sun. Semua lagu di album itu cocok buat ff ini.
Don't like? Just don't read!
.
.
.
Chapitre 7
Hyukkie chagi, perkenalkan. Dia ini adalah Choi Kyuhyun, Putera Mahkota Kekaisaran Api yang juga akan menjadi suamimu.
Hyukjae tak percaya aka apa yang dia dengar.
Jenderal Kim... adalah Putera Mahkota? Pikirnya. Hyukjae terpaku. Dia tak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Semua perasaan bercampur menjadi satu. Antara kesal, marah, kecewa, panik, terkhianati... dan setitik kecil rasa bahagia. Rasa bahagia yang dia abaikan.
"Aku ingin kalian bersama malam ini," kata Heechul. Senyum menghiasi wajahnya.
Hyukjae terbelalak. "Ma-maksud Eommoni..."
Heechul tertawa. "Ne~ festival yang cantik ini cocok dinikmati oleh pasangan muda. Aku dan Siwonnie tak akan mengganggu kalian. Dengan begitu, kau bisa lebih mengenal Kyunnie, Hyukkie chagi," dendang Heechul.
"Ta-tapi..." gagap Hyukjae.
Heechul langsung meraih tangan Hyukjae dan tangan Kyuhyun, lalu menautkan keduanya. Hyukjae ingin menepis genggaman Kyuhyun, tapi tangan Heechul membuatnya tak bisa bergerak.
"Jaga Hyukkie baik-baik, Kyu. Jika terjadi sesuatu pada puteriku kau yang akan menanggung akibatnya," pesan Heechul setengah mengancam.
Kyuhyun sesaat mengalihkan pandangan dari Hyukjae ke ibu kandungnya. "Tanpa kau pesan pun aku akan menjaga Hyukkie, Umma."
"Bagus. Sampai nanti, anak-anakku~ Hyukkie, pulanglah dengan Kyu nanti~" ujar Heechul ceria dan melangkah meninggalkan mereka berdua.
"Eo-Eommoni—!"
Heechul pergi sambil terkikik. "Anak muda..." gumamnya riang.
Hyukjae tak bisa berkata apapun. Namja manis itu melirik ke tangannya yang digenggam erat Kyuhyun, lalu melirik ekspresi namja tampan itu. Kyuhyun masih memandangnya dengan dalam. Tanpa memberitahu Kyuhyun dia langsung menepis tangan Kyuhyun hingga genggaman itu lepas.
"Jangan sentuh aku," gumam Hyukjae dengan suara bergetar. Dia menolehkan wajah, tak ingin namja yang telah membohonginya ini melihat wajahnya.
Melihat keadaan Hyukjae, Kyuhyun didera rasa bersalah. Dia mencoba menggenggam tangan tunangannya itu lagi, tetapi Hyukjae keburu menarik tangannya.
"Hyukkie, aku bisa jelaskan—"
"Tidak. Aku tidak ingin mendengar apapun," kata Hyukjae dan berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun langsung mengejarnya. "Baiklah. Aku minta maaf, Hyukkie. Aku melakukan ini semua karena ada alasannya," dia terdengar panik dan putus asa, tapi Hyukjae tetap tak mau berhenti dan mendengarkannya.
Hyukjae merasa tubuhnya bergetar karena amarah. Dia menggigit bibir sambil mempercepat jalannya. "Kumohon tinggalkan aku, Yang Mulia," kata Hyukjae.
"Aku takkan meninggalkanmu. Kumohon Hyukkie, berhenti dan dengarkanlah aku sejenak!" Kyuhyun nyaris berteriak.
Namja tampan itu mencengkeram pergelangan tangan Hyukjae dan mendorongnya hingga punggung Hyukjae membentur dahan pohon momiji terdekat. Hyukjae mendesis karena punggungnya terasa sakit.
Kyuhyun memenjarakan tubuh feminim itu dengan tubuhnya. Tangannya dia letakkan di sisi wajah Hyukjae. Jarak antara mereka begitu tipis, hingga Hyukjae bisa merasakan hembusan napas Kyuhyun yang putus-putus menerpa pipinya.
Kyuhyun memandang sayu namja dalam kungkungannya.
"Maafkan aku," katanya penuh penyesalan. Kyuhyun bisa melihat Hyukjae yang menunduk bergetar.
"Pembohong," ucap Hyukjae tiba-tiba dan mendongak.
Jantung Kyuhyun bagai teriris saat mendengar kata itu. Apalagi, Sang Putera Mahkota melihat mata yang indah itu tergenang air mata.
Kyuhyun merasa jantungnya bagai dicerabut paksa saat melihat pujaan hatinya menangis, terlebih itu karena dirinya.
Hyukjae terisak. Tubuhnya bergetar hebat. Tangannya terangkat dan menyeka kasar air yang membasahi wajahnya. Dia tak tahu mengapa dia bisa menangis.
Kyuhyun merengkuh tubuh itu. Dia memeluk erat Hyukjae dan berbisik betapa dia menyesal karena membohonginya.
"Maafkan aku, kumohon maafkan aku," bisik Kyuhyun.
Hyukjae tak membalas pemintaan maaf Kyuhyun. "Le-lepaskan aku," katanya.
"Tidak."
"Kumohon... rasanya se-sesak..." isak Hyukjae. Kyuhyun sedikit melonggarkan pelukannya. Dia mengusap-usap punggung punggung namja yang dicintainya, berharap sentuhan sederhana itu menenangkan Hyukjae.
"Mencintai seseorang yang seharusnya tak kau cintai itu menyakitkan, Hyukkie," bisik Kyuhyun. Hyukjae, yang sudah agak tenang, hanya diam.
"Dia berasal dari klan yang membenci klanku... dia telah memiliki pasangan takdirnya sendiri... tapi aku, yang memiliki secercah harapan untuk merengkuhnya, melakukan segalanya untuk bisa bersanding dengannya. Bahkan jika aku harus menggunakan cara kotor sekalipun," cerita Kyuhyun.
"Dia terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan. Makanya, sejak aku menaruh pandangan mata padanya, semua perhatian dan bahkan hatiku telah menjadi miliknya."
Entah mengapa, Hyukjae merona mendengar cerita Kyuhyun.
Apa yang terjadi pada tubuhnya?
Hyukjae merasa jika Kyuhyun kembali memandanginya dengan dalam, lagi. Hyukjae memberanikan diri untuk mendongak dan membalas pandangan Sang Putera Mahkota, dan namja manis itu menyesali keputusannya.
Kyuhyun memandangnya dengan sayu, tapi sorot matanya begitu penuh perasaan. Hyukjae tidak berani menafsirkan ati pandangan Kyuhyun. Dia takut jika dia mengetahui arti tatapan sang Calon Kaisar, dia akan tersesat di dalamnya.
Kyuhyun memandangi Hyukjae seakan Hyukjae adalah makhluk terindah di Koryo. Dan bagi Kyuhyun memang Hyukjae-lah manusia terindah yang pernah dia temui.
Namja tampan itu melepaskan pelukannya, lalu mengangkat kedua tangannya dan menyentuh pipi Hyukjae. Hyukjae terpaku.
"Aku mencintaimu... terlalu mencintaimu hingga meskipun kau menolak segenap perasaanku dan meludahiku, aku akan tetap mencintaimu," bisik Kyuhyun.
Dada Hyukjae seakan meledak mendengar pengakuan Kyuhyun.
Be-benarkah? Benarkah semua yang dikatakannya? Pikir Hyukjae.
"Mengapa?" bisik Hyukjae setelah diamnya. Kyuhyun memiringkan kepala.
"Mengapa kau bisa mencintaiku?"
Kyuhyun tersenyum. Jemarinya menelusuri pipi Hyukjae, membuat pola melingkar disana.
"Aku tidak tahu, Hyukjae. Mungkin ini takdir? Kau tidak melakukan apapun, tetapi, seperti yang kukatakan sejak awal, begitu melihatmu aku langsung terjatuh akan pesonamu," gumam Kyuhyun. Dia perlahan menyandarkan tubuh makin mendekat, menjulang di depan tubuh feminim Hyukjae.
"K-kau selalu mengatakan sejak awal bertemu... dan aku ya-yakin maksudmu bukan saat kau ke Sui untuk menjemputku, kan?" gumam Hyukjae tergagap. Karena, dia menyadari jika Putera Mahkota di hadapannya ini bergerak mendekat, semakin meniadakan jarak antara tubuh mereka.
Hal itu membuat dirinya gugup dan malu luar biasa.
Kyuhyun menghela napas. "Kau tidak mengingatnya, Hyukkie?" dia menunduk, menyamakan posisi wajahnya dengan wajah manis pemilik hatinya.
"Me-mengingat apa?" gugup Hyukjae. Kumohon, jangan bergerak lebih dekat lagi! Pikir Hyukjae malu.
"Kita pernah bertemu, bahkan sebelum semua perang dan kekacauan ini terjadi," kata Kyuhyun lembut.
Hyukjae menggeleng. Kyuhyun hanya memberinya senyum pedih. Dilupakan oleh cinta pertamanya membuatnya sakit.
"Mungkin suatu saat kau akan mengingatnya lagi, chagi."
Hyukjae merona mendengar panggilan Kyuhyun untuknya.
Keduanya tidak saling bertukar kata lagi. Mungkin mereka tetap bertahan dalam posisi itu beberapa jam, atau mungkin baru beberapa detik.
Yang tak mereka tahu, keduanya saling memandang tepat ke dalam kolam emosi masing-masing, tidak mematahkan kontak itu.
Meniadakan jarak mereka yang memang hampir tidak ada, dan mempertemukan bibir mereka.
Mereka tak tahu siapa yang memulai sentuhan itu. Tapi sentuhan itu begitu sempurna, begitu tepat, tak ada yang salah dengan ciuman itu, seakan memang ditakdirkan untuk mereka.
Kupu-kupu api di sekitar mereka memercikkan bunga api, menjadikan latar belakang berkerlap-kerlip merah keemasan. Percikan api itu menggambarkan hati Hyukjae, bagaimana jantungnya seakan membuncah.
Tangan Kyuhyun menelusup di pinggang Hyukjae, memeluknya erat seakan tak ingin melepasnya.
Tanda-lahir Hyukjae terasa menggelitik saat Kyuhyun menekankan bibirnya ke miliknya sendiri.
.
.
.
Senyum hangat dan genggaman tangan yang erat tak mampu menghapus rona merah di wajah Hyukjae. Bahkan namja manis ini khawatir jika kulit wajahnya tak akan bisa kembali seperti semula.
Dalam hati dia merutuki dirinya sendiri atas tindakan yang dia lakukan barusan.
Mengapa kau membiarkan namja ini mengambil ciuman pertamamu? Kau seharusnya membencinya, Hyukkie! Karena namja inilah kau harus meninggalkan segala yang kau cintai di Sui! Protes hati Hyukjae.
Hyukjae memandang pemilik tangan yang menggenggamnya. Kyuhyun dengan riang tapi lembut menariknya menuju kembali ke kota, untuk menikmati Festival. Senyum bahagianya membuat wajahnya makin tampan.
Hyukjae kembali merona. Tapi kau menyukai Jenderal Kim, Hyukkie. Dan Jenderal Kim ternyata adalah Sang Putera Mahkota, calon suamimu sendiri. Kau tidak salah. Bukankah itu hal yang bagus? Protes sisi hati Hyukjae yang lain.
"—kkie! Hyukkie!" panggil Kyuhyun.
Hyukjae tersadar dari perdebatan di hatinya. Dia mendongak, memandang Kyuhyun yang terlihat khawatir.
"N-ne?" katanya.
"Kau tidak merespon saat aku memanggilmu. Apakah kau sakit?" kata Kyuhyun.
"A-aniyo... aku baik-baik saja," gugup Hyukjae.
"Baiklah," Kyuhyun tersenyum lagi, "ayo kita mencari tempat yang bagus, sebentar lagi kembang api akan dinyalakan," ajaknya.
Hyukjae hanya mengangguk. Dia membiarkan dirinya ditarik oleh Kyuhyun.
Sekitar Alun-alun kota Hi'en sangat padat. Karena sebentar lagi kembang api akan dinyalakan, banyak penduduknya langsung membanjiri sekitar Alun-alun tersebut.
Tak berkonsentrasi pada langkahnya, Hyukjae menabrak seseorang. Hal itu sangat wajar, mengingat banyaknya orang yang memadati Alun-alun. Orang itu memandang Hyukjae, lalu namja manis itu buru-buru meminta maaf. Melihat jika tubuh calon istrinya yang feminim itu akan mudah terhimpit, Kyuhyun langsung melepaskan genggaman tangannya. Hanya untuk menarik pinggang Hyukjae agar tubuhnya mendekat dengannya, menjaganya dan memastikan bahwa Hyukjae tak akan tertabrak siapapun lagi.
Hyukjae yang diperlakukan seperti itu hanya menunduk. Tak berani lagi untuk melihat ke arah Kyuhyun. Apalagi tubuh mereka yang begitu dekat hingga dia bisa merasakan terpaan napas Kyuhyun di telinganya mengingatkannya akan ciuman mereka beberapa menit yang lalu.
Darah Hyukjae berdesir cepat.
Setelah berdesakan dengan orang-orang, Kyuhyun dan Hyukjae akhirnya menemukan tempat untuk melihat kembang api secara sempurna. Sebuah jembatan bata yang melintasi jalan yang menanjak namun tak banyak penduduk Hi'en yang berada disana. Kyuhyun mendudukkan diri disana, dengan Hyukjae duduk di pangkuannya.
Hyukjae tidak berkomentar apapun. Dia terlalu gugup dan salah tingkah. Dia hanya menunduk, mengalihkan perhatian pada riak sungai di bawah sana yang membiaskan bayangan lampion dan kupu-kupu api. Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum. Dia memainkan ujung rambut Hyukjae yang sewarna api.
Alun-alun Utama yang digunakan untuk festival berada di arah utara dari letak jembatan mereka. Dan saat Hyukjae mendongak, kembang api pertama dinyalakan dari arah Alun-alun sana.
Bunga api berwarna-warni itu membelah langit malam yang hitam dan bunyinya yang memekakkan mengalahkan segala suara. Bentuknya yang disihir oleh pembuatnya berupa buurng phoenix raksasa. Burung phoenix itu berwarna merah dan emas, bergerak bagaikan terbang melayang layaknya burung sungguhan, meraung nyaring dan kemudian memudar.
Hyukjae terkesiap. Dia berdiri diikuti Kyuhyun.
Namja keturunan Suku Pengendali Air itu begitu terpesona. Setelah kembang api phoenix itu, disusul ribuan kembang api lain, dengan beraneka warna dan bentuk. Beberapa penduduk Hi'en yang juga berada di sekitar mereka berdecak kagum, begitupun Hyukjae.
Dia begitu terhipnotis oleh keindahan kembang api yang mengacak-acak keheningan malam itu, hingga Hyukjae tak sadar jika Kyuhyun berdiri di belakangnya, menelusupkan tangan di pinggang Hyukjae, dan mengaitkan jemari tangan Kyuhyun di perut Hyukjae. Namja itu bukannya melihat ke arah langit seperti orang lain, malah mengamati tiap mili wajah manis namja dalam rengkuhannya.
Ekspresi Hyukjae yang terpesona dan terhanyut akan keindahan malam itu mengalahkan keindahan kembang api bagi Kyuhyun. Apalagi tubuhnya bermandikan cahaya berwarna-warni dari kembang api dari langit sana.
Bagaimana bisa ada manusia secantik ini, namun bukan seorang dewi? Pikir Kyuhyun. Napasnya tertahan melihat perwujudan kecantikan seorang dewi dalam rengkuhannya.
Mungkin dia terlihat tenang dari luar, tetapi dengan keadaan dimana cintanya dalam rengkuhannya ini membuat ketenangan yang selama ini dipuji banyak orang lenyap, hilang tak berbekas. Karena Hyukjae mengobrak-abrik baik kerja otak maupun tubuhnya, menyisakan Kyuhyun logika yang telah teruntuhkan dan tubuh yang bereaksi tak keruan.
Mungkin Hyukjae terbawa suasana, hingga dia meletakkan tangannya di atas tautan tangan Kyuhyun di perutnya. Gestur sederhana ini langsung memicu jantung Kyuhyun untuk berdetak tak terkendali.
Akhirnya, sadar jika dipandangi Kyuhyun lama, Hyukjae menoleh. Wajahnya tepat menghadap wajah Kyuhyun.
"N-ne?" kata Hyukjae gugup. Pikirannya yang sebelumnya terpaku pada keindahan kembang api teralihkan pada wajah Kyuhyun begitu saja.
Kyuhyun terlihat begitu serius. Dia membuka bibirnya, hendak mengatakan sesuatu.
"Maukah kau menikah denganku, Hyukjae?"
Mendengar itu, telinga Hyukjae hanya menangkap sebaris kalimat Kyuhyun, namun tuli akan bunyi-bunyi lain di sekitarnya.
.
.
.
Hyukjae tak bisa tidur malam itu.
Dia hanya menatap nyalang ikatan kelambu tengah-tengah puncak tempat tidurnya. Tangannya mencengkeram selimut. Hyukjae sudah mencoba tidur ke samping kanan, samping kiri, telungkup, bahkan bergelung dalam selimut, namun keturunan Jung itu tak juga terbuai alunan mimpi. Matanya tetap terbuka lebar.
Dia malah terngiang-ngiang kalimat sakral yang dikatakan Ki—Choi Kyuhyun tadi saat di festival.
"Maukah kau menikah denganku, Hyukjae?"
Suaranya yang dalam dan pandangannya matanya yang membuat siapapun percaya akan kata-katanya membuat Hyukjae tak bisa berpikir hingga saat ini.
Dia bahkan tidak tahu bagaimana dia bisa kembali ke sini, dalam paviliunnya sendiri, setelah mendengar lamaran tadi.
Kata 'lamaran' menghantam kesadaran Hyukjae. Tiba-tiba pipi dan tubuhnya memanas, dia langsung meloncat dari tempat tidur, dan membuka jendela lebar kamarnya. Dia mendudukkan diri di balkon.
"Apa yang kupikirkan?" gumam Hyukjae.
Merasa pikirannya sudah kembali, dia teringat semua kejadian setelah Kyuhyun mela—uhuk—melamarnya tadi.
Namja itu hanya tersenyum melihat respon Hyukjae atas lamarannya, yang mana Hyukjae terlalu kaku dan diam layaknya patung. Kyuhyun lalu memilih mengantarkan Hyukjae setelah kembang api selesai, hingga ke paviliunnya ini.
Hyukjae juga akhirnya ingat bahwa yang membantunya melepaskan semua pakaian adalah Kyuhyun, karena Sang Putera Mahkota melarang Hyoyeon untuk melakukannya. Kyuhyun bahkan mencium pipi Hyukjae sebagai ucapan selamat malam, setelah itu sang Calon Kaisar kembali ke paviliunnya sendiri.
Hyukjae ingin membenturkan kepalanya ke pembatas balkon. Tetapi dia tak melakukannya. Namja itu malah mendongak ke atas, yang sayang Sang Penguasa Malam masih enggan menemani dirinya.
"Apakah yang aku rasakan ini salah, Umma?" kata Hyukjae.
Dia tersenyum miris. Menertawakan kebodohannya sendiri karena telah jatuh cinta pada orang yang salah.
Tidak. Dia tidak boleh jatuh cinta semudah ini pada Kyuhyun.
Setidaknya namja itu harus berjuang terlebih dulu... dan juga bangsa ini harus menepati janjinya terlebih dulu.
.
.
.
Sori kalo adegannya banyak yang sama dengan Now and Forever. Saya masih kebayang FF satu itu soalnya. Iya, saya emang gak kreatif.
Balesan review.
XiFa Cho: ini udah lanjuuut. Iya, coba kalo dibuat drama dengan aktor KyuHyuk, saya pasti langsung setuju! Makasih udah review~
Kim hyun: Harus ada konflik dong ya, di chapter ini muncul malah. Ini dah cukup romantis belum? Kalo belum, tabok Kyu. Makasih udah review~
Augesteca: iya, si Kodok itu naksir Hyukkie. Dan buat hint karena kamu nebaknya bener, iya, Kyu itu takdirnya Hyukkie. Nah, seneng gak dapet bocoran? Makasih udah review~
NovaPolariself: Saya emang ngebuat Heechul buat ganggu KyuHyuk kekeke. Supaya si Kyu gak cabulin Hyukkie~
Kim Lonely:Iya, Kyu nyamar buat jemput istrinya sendiri. Dasar posesif /tunjukKyu/ dan Kyu gak punya kembaran, saya paling males kalo ada kembaran tiba-tiba nongol gitu. Kesannya sinetron Indonesia banget. Cobaannya masih rahasia~ makasih udah review~
Hyukkiss oktap: Hyukkie itu puteri. Percaya ma gua.
OceanBlue030415: Kyu itu emang mesum, lebih lagi kalo sama Hyukkie. Dia enggak dibunuh... malah dikasih cium tuh /tunjuk atas/ dan SORI KALO ADEGAN CIUMNYA LAME BANGEEET! Gua lagi gak dapet feel~ kamu dah baca Now and Forever yang last chapter, kan? sori ya kalo ngecewain :) makasih udah review~
Ahahyuk: makasih pujiannya~ ini dah lanjut. Makasih udah review~
Azihaehyuk: ini dah lanjut, santai aja ya :D makasih udah review~
Nuna: makasih sarannya... dan akhir2 ini FFN gampang dibuka kok. Dan lagi, si Kodok Minho emang mau ngerebut Hyukkie. Tapi bisakah dia? Jeng jeng... stay tune aja~ makasih udah review~
Ravenilu597: kamu tersinggung? Silakan aja kekeke~ gua kagak peduli~ eh nggak, bercanda doang ini. Lagian kapan kamu review? Kalo kamu review pas chapter terakhir update pasti dibales, cuman kalo review chapter yang awal2 enggak dibales. Emang kamu review chapter berapa?
Ini masih panjang, jadi nyante aja... dan sedih ato nggaknya, itu tergantung mood saya~ yang Now and Forever udah tamat. Dah baca belom? Dan Mitos... er... anyway thanks udah review! Dadah!
Bluerissing: ini dan lanjut... dan makasih udah biang suka ffku!
Larasxo: ini enggak saya telantarin... dan lagi ini bukan HaeHyuk, tapi KyuHyuk babe :D Makasih udah review~
Kyuhyuk07: ini dah lan to the jut... makasih udah nunggu en ngasih review juga~
Chochorhyukie: buat bagaimana kisah mereka ke depan lagi, stay tune ajah! Makasih udah review~
ukeHyuk line: Minho emang suka sama Hyuk... iya, saingannya banyak. Ini dah lanjut :D makasih udah review~
isroie106:ini dah lanjut... makasih udah review~
69912052:gua pusing baca uname loe... ganti balik lagi aja gih. Loe nunggu mpe jenggotan? Tuh, gilette banyak /iklan/ DAN GUA LAGI PERCOBAAN BIKIN FANART KYUHYUK PAKE BAJU KAYAK GITUUUU~ udah jadi, cuman belum diwarna... loe kepo gak? Gua baru search huahuayaolong... itu manga yadong banget sih? Gua gak tahan... ukenya manly banget soalnya. Anyway, thanks udah review~
Ps: jangan komentar mengenai adegan kisseu mereka diatas. Jangan.
Baby baekkie: gak udah review... ini dilanjut, santai aja. Ini masih panjang kok. Makasih udah dibilang baik~ kamu imut banget dah hahahaha :D
Aduh, gua capek.
August 12,
Rain drops lover,
Raito^^
