Chapter 3 Salon Culinaire
Carving Session 2
Author : manlylittledeer
Casts : Luhan, Oh Sehun, Younha, Kim Jongdae, Kim Jongin and many else
Inspired by : Salon Culinaire Competition on May 2015
Length : Chaptered
Disclaimer :Every casts belong to God and their parents. This story is pure from my imagination. I hate plagiarism!
.
.
.
Happy Reading Readernim^^
.
.
.
Semua pandangan mata terarah kearah telunjuk Lay
"Hey! Aku bahkan tidak termasuk dalam peserta yang akan tereliminasi" protes Kris, Lay menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Memang aku tidak boleh memilih kau?" Kris mendengus sambil menggelengkan kepalanya
"Lay-ssi kau hanya boleh memilih antara Baekhyun dan Suho bukan peserta yang lain" ucap Luhan mengingatkan Lay. Sepertinya Lay benar-benar ingin menguji kesabaran orang
"Aku memilih.. Suho mianhae" Lay menatap Suho dengan pandangan meminta maaf, Suho mengerjapkan matanya. Ia tidak menyangka ia hanya bisa sampai disini
"Baiklah jadi kau sudah memilih Suho, Lay-ssi. Maka maaf untuk Suho-ssi kau bisa melepaskan apron itu sekarang dan tinggalkan ruangan ini" ucap Jongdae sambil membenarkan letak kacamatanya. Suho dengan perlahan melepaskan apron yang ia pakai, membungkukkan badannya kemudian meninggalkan ruangan itu. Peserta tersisa 8 orang.
"Lay-ssi kau tidak usah terlihat tertekan seperti itu, aku senang kau sudah bisa jujur" ujar Jongin yang melihat Lay hanya menundukkan kepalanya, "Dan untuk semuanya kami sangat bangga dengan kegigihan dan prestasi kalian sampai saat ini. Ini sudah termasuk pencapaian yang luar biasa, sungguh kalian sangat kreatif" Luhan, Jongin dan Jongdae bertepuk tangan diikuti para peserta
"Untuk The Best of Carving Session, apa kalian penasaran siapa yang akan terpilih?" Seluruh peserta langsung berbisik-bisik penasaran tapi terkecuali Sehun yang daritadi hanya diam, "Mohon tenang, apa kalian bisa menebak siapa yang akan menjadi The Best of Carving Session? Baekhyun-ssi menurutmu siapa yang akan menjadi The Best of Carving Session?" tanya Jongdae. Baekhyun terlihat berfikir sejenak
"Xiumin-ssi? Legoland yang ia buat sangat menarik dan lucu menurutku" Luhan mengangguk kecil mendengar penuturan Baekhyun
"Kalau menurutmu Sehun? Siapa yang akan menjadi The Best of Carving Session?" Luhan menatap Sehun intens, Sehun menatap balik Luhan
"Menurutku," Sehun menatap satu persatu peserta yang ada disitu, "Tao" Tao yang mendengar hal itu terpekik senang
"Ah kau bisa saja Sehun-ssi, milikku tak sebagus yang kau kira" Tao tersenyum senang, ia sangat berharap bisa menjadi The Best of Carving Session
"Salah" Luhan mengatakannya dengan tegas yang langsung membuat senyum di wajah Tao luntur seketika, "Baekhyun-ssi dan Sehun-ssi salah menyebutkan" Luhan menatap satu persatu peserta kemudian berbisik ke Jongin dan Jongdae. Jongin dan Jongdae mendengarkan dengan seksama kemudian mengangguk tanda mengerti
"Aku akan memberitahukan siapa yang akan menjadi The Best of Carving Session" Jongin tersenyum ke arah Kyungsoo, "Selamat Kyungsoo-ssi kau menjadi The Best of Carving Session kali ini" Kyungsoo yang mendengar hal tersebut terbelalak kaget
"N-ne? Benarkah?" Jongin mengangguk sambil tersenyum
"Benar Kyungsoo-ssi" jawab Jongdae, "Baiklah untuk seluruh peserta jangan kecewa kami yakin kalian pasti akan menjadi menjadi The Best di session-session selanjutnya. Kalian tidak boleh berbangga diri dahulu kalau kalian masih bisa bertahan sampai Session ini, mungkin saja disession berikutnya kalian akan gugur seperti Suho-ssi. Baiklah seluruh peserta boleh meninggalkan ruangan ini terkecuali untuk Kyungsoo. Kyungsoo akan kami berikan bocoran atas apa yang akan kalian lakukan minggu depan. Terimakasih atas kerjasama kalian" Seluruh peserta perlahan keluar, tinggal tersisa Kyungsoo yang sudah berdiri dihadapan Luhan,Jongin dan Jongdae
"Congratulations Kyungsoo-ssi! Kami sangat bangga dengan prestasi ini" Luhan tersenyum sangat manis,"Apa ada yang ingin kau sampaikan kepada kami, para juri atas terpilihnya kau menjadi The Best of Carving Session?" Kyungsoo terlihat gugup
"Aa.. aku sangat berterimakasih atas..eee.. peng-penghargaan ini" Luhan mengerjapkan matanya begitu pula Jongin dan Jongdae
"Heey, kau tidak perlu gugup. Kau pemenang saat ini bukan peserta yang akan tereleminasi" Jongin terkekeh melihat tingkah Kyungsoo yang begitu lucu, "Baiklah kami langsung ke inti saja. Minggu depan kami mengambil tema 'Everything Breakfast Session' maksudnya adalah kalian, para peserta harus membuat dua macam sarapan dari berbagai negara yang unik. Bisa kalian kombinasikan dengan masakan Korea, tapi syaratnya adalah kalian tidak boleh memasak sarapan yang biasa orang Korea makan. Kalian harus memasak masakan luar negri tetapi jika ingin dikombinasi dengan bumbu-bumbu korea itu diperbolehkan" Kyungsoo mendengarkan dengan seksama, sesekali ia terlihat berfikir kemudian mengangguk kecil
"Session minggu depan sangat susah, kami akan mengeleminasi 2 orang sekaligus. Kau sangat beruntung Kyungsoo-ssi karena mendapatkan waktu untuk berfikir dan mencari resep dari sarapan orang luar negeri itu sendiri. Jangan beritahukan siapapun jika kau memberitahukan peserta lain itu berarti kau merugikan dirimu sendiri" Kyungsoo mengangguk paham
"Baiklah kau bisa keluar dari ruangan ini" Kyungsoo membungkukkan badannya sambil berterimakasih kemudian keluar meninggalkan ruangan tersebut. Luhan menghela nafas
"Salon Culinaire tahun ini sangat membingungkan" Jongdae mengangguk setuju
"Dari tahun ke tahun para peserta Salon Culinaire semakin mengejutkan dari cara berfikirnya" Jongin membenarkan letak duduknya, "Tadi kulihat Sehun terlihat sangat menderita, kurasa ia akan depresi untuk beberapa hari kedepan?" Luhan mengusap wajahnya kasar
"Jika itu terjadi kalian harus bertanggung jawab. Itu ide kalian, aku sudah mengingatkan namun kalian tidak menggubrisku Chen,Kai" Jongdae memutar kedua bolamatanya malas
"Luhan, orang yang memiliki phobia sesekali harus dihadapkan dengan hal yang ia takuti agar phobia tersebut secara berangsur bisa menghilang"Luhan menopang dagunya
"Aku tau itu Chen tapi saat ini ia sedang dalam perlombaan. Itu bisa membuat konsentrasi dan kefokusan Sehun menurun" Jongin menatap Luhan malas
"Kalaupun Sehun tidak sedang dalam perlombaan kau pasti akan memberikan beribu alasan lain bukan?" Jongin merapikan rambutnya sejenak, "Kau terlalu baik kepada Sehun, Lu" Luhan menyenderkan kepalanya dikursi, ia menerawang keatas
"Kurasa," Luhan menggantungkan kalimatnya, "Kalian benar"
.
.
.
/sehun and younha's side/
Pandangan mata Sehun kosong, ia tidak mendengarkan semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Younha. Ia masih terlalu shock karena carving barusan. Younha yang melihat hal itu merangkul lengan Sehun dan menahan Sehun untuk berhenti berjalan
"Oppa, sebenarnya ada apa tadi didalam? Ceritakan padaku" Sehun menoleh kearah Younha masih dengan tatapan kosong
"Tidak ada apa-apa Younha" Younha menghembuskan nafas kasar
"Oppa! Kau seperti ini tidak mungkin tidak ada apa-apa!" Sehun menarik tangan Younha untuk duduk dikursi didekat mereka berdiri. Younha hanya megikuti Sehun dengan patuh, tiba-tiba Sehun memeluk Younha dengan erat
"Younha" Younha yang masih terbelalak kaget hanya menggumam membalas panggilan Sehun,"Terimakasih untuk waktu itu, saat ini aku hanya mempunyai haraboji dan kau" Younha terpaku sejenak
"Y-ya Oppa, tenang saja aku dan haraboji tidak akan meninggalkanmu" Sehun tersenyum dalam pelukannya, ia tidak akan membiarkan siapapun mengambil Younha dari sisinya
BRAK! Pelukan Sehun dan Younha terlepas karena suara barang terjatuh tersebut. Sehun menoleh keasal suara. Terlihat Luhan berusaha untuk mengambil berkas-berkas dokumen yang jatuh berserakan. Younha yang melihat hal itu berinisiatif untuk membantu namun ditahan oleh Sehun
"Sudah, biarkan saja. Tidak ada untungnya kau membantu dia" Luhan yang sedang sibuk memungut dokumen-dokumen tersebut tersenyum pahit mendengar ucapan Sehun
"Aish oppa! Dia jurimu, bagaimana kalau misalnya dia mengeleminasi oppa karena oppa bersikap seperti ini?" Younha berbisik kepada Sehun dengan was-was namun masih bisa didengar oleh Luhan
"Tidak akan, dia tidak mungkin melakukan hal itu. Kalau sampai ia melakukan hal itu berarti dia chef yang tidak berpendidikan dan tidak mempunyai otak" Sehun menatap Luhan tajam, Luhan yang mendengar hal itu langsung meninggalkan tempat tersebut. Dari arah berlawanan muncul Jongin dan Jongdae, Luhan menabrak Jongin dan Jongdae
"Hey hey hey ada apa Luhan? Hey kau kenapa menangis?" Luhan menggelengkan kepalanya dan memberi isyarat kepada Jongin agar tidak berkata bahwa ia menangis kemudian berlari meninggalkan Jongin dan Jongdae yang kebingungan. Jongdae menoleh kearah Sehun dan Younha
"Sebenarnya Luhan kenapa? Dia masih harus mengikuti rapat dua jam lagi" Jongdae menatap Sehun dan Younha intens
"Kurasa aku tahu siapa penyebabnya Kai," Jongin mengikuti arah pandang Jongdae. Ah, jadi mereka? Jongin dan Jongdae mendekati Sehun dan Younha
"Sudah puas menyakiti Luhan," Jongin menggantungkan kalimatnya, "Younha-ssi?" Younha berlindung dibalik Sehun, ia menunjukkan mimik wajah ketakutan. Sehun yang melihat hal itu langsung mendelik tidak suka
"Maaf, tapi Younha sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan namja cengeng barusan" Jongin mengeraskan rahangnya, ia tidak memperdulikan Sehun. Jongin memandang Younha dengan tatapan menusuk
"Kau sadar bukan bahwa Sehun adalah kakak kandungmu?" Jongdae membenarkan letak kacamatanya, "Kalian mempunyai hubungan yang dilarang oleh masyarakat Korea" Sehun memandang Jongdae dengan pandangan meremehkan
"Siapa yang perduli? Kami yang menjalani. Jika kau tidak suka pergi dari hadapan kami" Jongin dan Jongdae memandang sepasang 'kekasih' tersebut prihatin , "Lagipula namja menjijikkan tersebut juga menentang adat dan tradisi Korea yaitu menyukai sesama jenis! Dia lebih menjijikkan dan memuakkan dibandingkan dengan aku dan Younha" Jongin menatap Sehun tajam
"Kau akan menyesali apa yang sudah kau katakan Sehun" Sehun tertawa kecil
"Never ever regret it" Jongin menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Sehun
"Ayo Jongdae aku sudah muak diam disini" Jongin pergi meninggalkan Sehun dan Younha yang langsung diikuti Jongdae. Namun sebelum pergi Jongdae membisikkan sesuatu kepada Sehun
"Ingat itu Sehun" Sehun mengepalkan tangannya. Younha melihat kepergian Jongin dan Jongdae kemudian memeluk Sehun dengan erat
"Oppa, aku takut" Sehun membalas pelukan Younha lebih erat
"Tidak usah takut, selama kau bersamaku. Kau akan aman Younha" Younha yang mendengar hal itu mengangguk dalam pelukannya
.
.
.
Luhan's side
Tanpa sadar Luhan sudah berada didepan rumah keluarganya, ia tadi berlari tanpa arah dan langsung masuk kedalam sebuah taksi. Luhan menatap rumah tersebut dengan miris, ia menggelengkan kepalanya. Luhan hendak menghentikan kembali taksi yang lewat namun sebuah teriakan menghentikannya
"Luhan! Kau pulang nak?" Luhan menolehkan kepalanya, ia tersenyum senang. Luhan langsung berlari mendekati appanya tersebut. "Appa, apa kabarmu? Aku sangat merindukanmu" Appa Luhan memeluk Luhan erat, ia menepuk punggung Luhan dengan penuh kasih sayang
"Appa baik-baik saja Luhan, kenapa kau tidak masuk Luhan?" Luhan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit, Appa Luhan yang melihat hal itu langsung teringat sesuatu, "Tenang saja Eommamu sedang tidak ada. Kau bisa masuk rumah, apa kau tak rindu dengan rumah ini?" Luhan tersenyum senang
"Benarkah? Eomma tidak ada?" Appa Luhan mengangguk
"Kau bisa masuk Luhan, Appa yakin Eommamu akan pergi dalam waktu yang lama" Luhan memeluk kembali Appanya
"Baiklah, ayo masuk Appa" Luhan masuk kerumah tersebut dengan rasa bahagia yang membuncah, sudah sekitar lima tahun lebih ia tidak pulang kembali. Luhan langsung disambut dengan para maid. Ternyata tidak ada maid yang diganti masih sama seperti dulu saat Luhan meninggalkan rumah. Luhan memandang rumah ini dengan tatapan rindu
"Luhan, akhirnya kau pulang!" Luhan menolehkan kepalanya, senyum sumringah langsung terukir diwajahnya
"Ailee Noona! Aku sangat merindukanmu" Luhan tersenyum senang namun langsung terbelalak kaget karena Ailee memeluknya sangat erat, "Hey hey aku tidak bisa bernafas noona" Ailee melepaskan pelukannya sambil nyengir
"Mian,mian Lu. Aku sangat senang melihatmu disini" Luhan tersenyum penuh percaya diri
"Tentu saja, adikmu yang tampan ini pasti membuat semua orang rindu" Ailee mencibir namun langsung teringat sesuatu
"Kau datang diwaktu yang tepat Lu, Eomma baru saja pergi kekantor untuk mengikuti meeting" Luhan menganggukkan kepalanya
"Ayo kita duduk diruang keluarga saja, Appa ingin mengobrol denganmu Lu" Luhan menganggukkan kepalanya patuh , ia mengikuti Appanya dan Ailee dari belakang. Luhan duduk di single sofa sedangkan Ailee dan Appa Luhan duduk berdua
"Bagaimana dengan karirmu Lu? Kudengar Salon Culinaire sudah mulai masuk ke session keempat?"
"Ani Appa, session ketiga baru minggu depan" koreksi Luhan yang langsung dibalas Appa Luhan yang manggut-manggut mengerti
"Melihatmu dilayar televisi terlihat jauh berbeda dengan bertemu langsung" Luhan mengangkat alisnya, "Kau terlihat lebih jelek disini" Luhan mencibir
"Eyy aku ini manly noona" Ailee terkekeh
"Kau manly darimananya Tuan Luhan?" Ailee memandang Luhan dari atas kebawah
"Sepatu merah muda soft, kemeja merah muda juga bahkan tasmu juga berwarna merah muda. Itu kau bilang manly Lu?" Luhan mencibir
"Memangnya merah muda hanya milik yeoja?" Ailee memutar kedua bolamatanya malas
"Ya,ya,ya kau manly" ujar Ailee mengalah, Luhan nyengir lebar. Appa Luhan mengulum senyum melihat tingkah kedua anaknya
"Lu, bagaimana ka—"
"SEDANG APA KAU DISINI?!" Luhan, Ailee dan Appa Luhan sontak menoleh kebelakang. Eomma! Tangan Luhan terlihat bergetar, Luhan meneguk salivanya pelan. Eomma Luhan berjalan mendekati Appa Luhan
"Kenapa kau memasukkan makhluk ini lagi ke rumah ini?!" bentak Eomma Luhan kepada Appa, "Kau mau rumah kita kotor karena dia?!" Luhan mengepalkan tangannya kesal
"Ailee! Dia sudah bukan saudaramu lagi! Dia adalah seorang pembunuh dan gay yang sangat menjijikkan! Aku sangat menyesal pernah mengangkatmu sebagai anak, pelacur!" Luhan menundukkan kepalanya, perlahan demi perlahan air mata Luhan turun
"Eom-eomma aku bisa menjelaskannya kepadamu, kumohon jangan mengejek Luhan seperti itu" Ailee merasa sangat kasihan melihat Luhan yang daritadi menundukkan kepalanya. Eomma Luhan menggeleng heran
"Apa lagi yang harus dijelaskan Ailee? Sejak saat itu dia bukan lagi anggota keluarga kita!" Luhan mengangkat kepalanya perlahan, wajahnya berlinang air mata
"Eomma—"
"Aku bukan eommamu!" tukas Eomma Luhan tanpa mau memandang Luhan yang kini sedang menatapnya. Luhan tersenyum pahit
"Ahjumma, aku datang kesini sebagai teman Ailee" Luhan melihat Ailee yang kaget mendengar penuturannya, "Tapi sepertinya urusanku dengan Ailee sudah selesai. Ailee aku pulang" Luhan bangkit dari tempat duduknya,ia sekilas tersenyum kepada Appanya dan Ailee kemudian membalikkan badanya. Berjalan menjauh dari ruangan tersebut
"Eomma! Kau ini sangat menyebalkan!" Eomma Luhan mengernyitkan keningnya
"Lihat, bahkan kau sudah berani mengataiku karena namja pelacur tersebut" Emosi Ailee sudah diubun-ubun namun ia masih menghormati dan menghargai eommanya. Ia lebih memilih berjalan meninggalkan Eommanya kemudian masuk kedalam kamarnya diakhiri dengan bantingan pintu daripada terial-teriak dihadapan eommanya. Appa Luhan yang sedaritadi diam, akhirnya membuka suara
"Kau masih belum berubah" Eomma Luhan duduk dengan angkuhnya
"Aku tidak peduli, dia memang tidak pantas berada dirumah ini! Kau masih menganggap dia anak?!" Appa Luhan menatap Eomma Luhan tajam
"Dia anak dari sahabatmu, kau sangat tega" Eomma Luhan mendecih
"Sahabat? Aku bahkan tidak pernah menganggap Hyuna sebagai sahabatku! Dia yang membuat oppaku menderita! Dan sekarang harus aku yang menanggung beban untuk mengurus anak haram itu?!"Appa Luhan menggelengkan kepalanya
"Kau wanita berhati iblis" Eomma Luhan tertawa meremehkan
"Aku tidak peduli kau menganggapku apa. Toh tanpa aku kau tidak mungkin bisa merasakan kenyamanan dan kemewahan seperti saat ini, kau hanya namja tua lapuk yang sangat tidak berguna!" Appa Luhan tersenyum pahit
"Aku kekamar" pamit Appa Luhan yang tidak digubris Eomma Luhan
.
.
.
/Jongin and Jongdae's side/
"Kurasa Luhan tidak mungkin mengikuti meeting kali ini" Jongin mengusap wajahnya kasar, ia terlihat berfikir sejenak
"Bagaimana kalau kita keapartement nya saja?" Jongdae menggelengkan kepalanya mendengar usulan Jongin
"Tidak mungkin Kai, rapat dimulai lima menit lagi" Jongin menghembuskan nafasnya kasar
"Kuharap ia baik-baik saja" Jongdae mengangguk setuju
/ini Cuma numpang lewat doang wkwkwk/
.
.
.
/Luhan's side/
Luhan saat ini berada didalam sebuah taksi, air mata terus meleleh dari sudut matanya. Ia memilih untuk kembali keapartmentnya untuk menenangkan diri. Luhan menghembuskan nafas pelan, ia sungguh tidak mengerti dengan lika liku hidupnya. Luhan mengambil handphonenya, terdapat 12 missed call dari Jongin dan Jongdae. Luhan terdiam seperti teringat akan sesuatu. Luhan menepuk dahinya, astaga ia lupa kalau ia ada meeting hari ini!
"Maaf Pak kita balik arah ke SC Building" Supir taksi tersebut mengangguk patuh, langsung membalikkan arah mobil. Luhan menyenderkan badannya, jika dibilang ingin menyerah ia sudah cukup lelah menghadapi kehidupan ini. Luhan menatap jalanan melalui jendela dengan tatapan kosong, ia sangat menyesal melewati meeting yang meeting ini
"Pak bisa lebih cepat sedikit?" Laju mobil lebih cepat, Luhan mengirimkan pesan singkat kepada Jongin
To : Kai Jongin
Kai, apa aku masih bisa ikut meeting? Mianhae aku lupa hari ini ada meeting
-sent-
Akhirnya Luhan sampai didepan SC Building, Luhan membayar kepada supir taksi sesuai dengan jumlah argo. Luhan keluar dengan terburu-buru, mukanya sangat kacau karena sudah menangis dua kali. Luhan akan masuk kedalam gedung namun terhenti
"Luhan! Luhan!" Luhan menoleh kearah suara. Kai! Chen! Luhan berlari menghampiri Jongin dan Jongdae yang sedang duduk didalam mobil, kaca jendela dibuka
"Kalian kenapa diluar?" Jongin dan Jongdae memandang penampilan Luhan dengan prihatin
"Meeting baru saja selesai Lu. Kami memaklumi kau melupakan meeting tersebut" Luhan masuk kedalam mobil tersebut
"Aku sungguh menyesal tidak bisa mengikuti meeting yang sangat penting tersebut" Jongin tersenyum memaklumi
"Tidak apa-apa Luhan" Jongin menatap Jongdae seperti meminta ijin
"Kami ingin memberitahukan sesuatu, kau jangan kaget" Luhan menatap Jongin dan Jongdae penasaran, "Presiden Direktur mengatakan bahwa ada satu juri yang akan ditambahkan dalam Salon Culinaire" Luhan mengernyitkan keningnya
"Bagaimana bisa? Itu terlalu mendadak untuk para peserta lainnya" Jongin menghembuskan nafasnya kasar
"Aku juga berfikir seperti itu Lu" Jongdae mengusap wajahnya kasar, "Juri itu merupakan anak tunggal dari Presiden Direktur itu sendiri Lu"
"Siapa nama juri tersebut Kai?" Jongin dan Jongdae saling tatap menatap
"Nama juri tersebut—"
.
.
.
-tobecontinued-
Hallooo lama sekali updatenya asliii hahahaha maaf yaa author lagi sibuk tugas trus mau siapin interview buat PKL^^ doain yaa semoga dapet tempat PKL yang baguss
Bagaimaana chapter ini? Ngebosenin? Ngejengkelin?Ngebetein? Review yaaa
Thanks a lot for
Kimyori95 : Makasi reviewnya^^ tetott saalaah bukan Sehun^^ tapi Kris
..58 : waah kenapa yaa phobia sama merah? Terjawab dichapter selanjutnya mungkin?^^
Uchiharuno Rozu : cubit aja laaynya biar tembem hehehe iyaa dia phobia warna merah. Iya tuh si Chanyeol malumalu kambing diaa hehehe
Xandeer : hahaha emang sengaja endingnya kayak gitu^^ tetep baca terus yaa sekalian bisa author bagi ilmu masak memasak :p /alaaahh/
ThehunLuhanieYehet : udah kejawabkaan? Lay pilih Kris^^
Jikyonee : tetep baca teruss pasti ngerti ^^ makasi banyaak
Xdhinnie0595 : maaf baru update sekarang yaa^^ iya tuh sehun luhan kenapa sihhh hrrhh hehhe
Noonalu : sudah update^^
SehunieHunHAN : aaaa ini dia author favoritkuuu makasi banyaaaak udah mau baca ff abalku ini^^ yaampun aku tuh suka banget sama ff buatan kamu^^ iya ini sengaja nyari yang disukai Sehun cewe biar berasa aja gituu hehehe yah Sehun jangan dibunuh kasian dia hehehe
YWALin7 : hehehe iya Luhan jadi juri ini sudah update nih iyaa makasii
POKOKNYAA MAKASI SEMUANYA YANG FOOLLOW,FAVOURITE DAN REVIEWWWW
SARANGHAEEEE AKU USAHAIN UPDATE SECEPATNYA^^
