Chapter 4 Salon Culinaire

Everything Breakfast Session

Author : manlylittledeer

Casts : Luhan, Oh Sehun, Younha, Kim Jongdae, Kim Jongin and many else

Inspired by : Salon Culinaire Competition on May 2015

Length : Chaptered

Disclaimer :Every casts belong to God and their parents. This story is pure from my imagination. I hate plagiarism!

.

.

.

Happy Reading Readernim^^

.

.

.

/previous chapter/ kalo lupa karna kelamaan gaupdate hehehe

"Kalian kenapa diluar?" Jongin dan Jongdae memandang penampilan Luhan dengan prihatin

"Meeting baru saja selesai Lu. Kami memaklumi kau melupakan meeting tersebut" Luhan masuk kedalam mobil tersebut

"Aku sungguh menyesal tidak bisa mengikuti meeting yang sangat penting tersebut" Jongin tersenyum memaklumi

"Tidak apa-apa Luhan" Jongin menatap Jongdae seperti meminta ijin

"Kami ingin memberitahukan sesuatu, kau jangan kaget" Luhan menatap Jongin dan Jongdae penasaran, "Presiden Direktur mengatakan bahwa ada satu juri yang akan ditambahkan dalam Salon Culinaire" Luhan mengernyitkan keningnya

"Bagaimana bisa? Itu terlalu mendadak untuk para peserta lainnya" Jongin menghembuskan nafasnya kasar

"Aku juga berfikir seperti itu Lu" Jongdae mengusap wajahnya kasar, "Juri itu merupakan anak tunggal dari Presiden Direktur itu sendiri Lu"

"Siapa nama juri tersebut Kai?" Jongin dan Jongdae saling tatap menatap

"Nama juri tersebut—".

...

.

"Nama juri tersebut Yura, Lu" Luhan yang mendengar hal tersebut mengernyitkan keningnya

"Seorang yeoja?! Presiden Direktur gila?" Jongdae menghela nafasnya kasar sambil mengangguk

"Entahlah, besok kita akan rapat berempat dan menjelaskan dari awal kepada Yura-ssi tentang segala hal yang berhubungan dengan penjurian di dalam Salon Culinaire" Luhan semakin membelalakkan matanya

"DARI AWAL?!" Luhan menyenderkan badannya sambil menggeleng tidak percaya, "Gila, ini terlalu tiba-tiba Kai,Chen" Chen menyalakan mesin mobilnya

"Kita tidak bisa membantah perintah dari Presiden Direktur, Lu" Chen mulai menjalankan mobil tersebut, "Sekarang kita keapartmentku untuk mempersiapkan apa saja yang akan kita jelaskan besok kepada Yura-ssi. Aku sudah mencatat email Yura-ssi kita bisa mengirimkan email bahan-bahan untuk penjurian untuk ia pelajari sehingga setidaknya besok kita tidak menjelaskan benar-benar dari awal" Luhan mengangguk mengerti. Lihat? Masalah baru sudah datang kedalam hidupnya.

.

.

.

/at Jongdae's apartment/

Saat ini Jongdae, Jongin dan Luhan benar-benar kelimpungan dan sibuk. Salon Culinaire sudah lewat tiga session dan mereka harus merangkumnya untuk dijelaskan kepada Yura besok pagi. Mereka membagi tugas masing-masing menjelaskan satu session. Jongdae selaku tuan rumah menyediakan makanan dan cemilan bahkan soju agar mereka bersemangat

"Jongdae, boleh aku pinjam printer?" Jongdae hanya mengangguk dan tidak melepaskan pandangannya dari depan laptop, ia benar-benar konsentrasi saat ini. Luhan berjalan kearah printer, menyambungkan laptopnya dengan printer Jongdae. Luhan duduk sambil memperhatikan Jongdae dan Jongin yang terlihat sangat sibuk

"Kalian masih banyak ya?"

Hening

"Jongin, Jongdae"

Hening

"Mau kubantu?"

"Mau Lu!" jawab Jongin dan Jongdae berbarengan, Luhan yang melihat tingkah temannya tertawa kecil. Jongdae dan Jongin saling menatap sinis

"Luhan membantuku bukan kau, kau kerjakan saja sendiri pekerjaanmu" ucap Jongdae sambil menarik Luhan, Jongin yang melihat hal langsung menarik tangan Luhan satunya

"Luhan, kau membantuku kan bukan chen jelek itu?" Jongin menatap Luhan memelas membuat Luhan tertawa kecil

"Tenang saja aku akan membantu kalian berdua, jja jadi mana yang bisa kubantu chingu?" Jongin dan Jongdae langsung tersenyum lebar

.

.

Akhirnya setelah berjuang hampir sehari penuh, Jongin Jongdae dan Luhan bisa bersantai. Mereka sudah mengirimkan data-data tersebut keemail Yura dan sudah menentukan tempat dimana besok mereka akan bertemu untuk membahas kembali hal-hal yang Yura tidak mengerti dari email tersebut. Luhan menenggak soju untuk keduakalinya

"Ya chen apa kau pernah melihat Yura?" Jongdae menggeleng

"Aku tidak tahu apapun tentang Yura, yang pasti kurasa ia sangat cantik, langsing" Jongdae terlihat berfikir sejenak, "Dan elegan. Wah daebak aku jadi tidak sabar bertemu dia besok" Jongin langsung memberikan 'hadiah' jitakan untuk Jongdae

"Kau ini jangan asal, dia itu anak dari Presiden Direktur ingat itu" Jongdae mencebikkan mulutnya

"Aku tau Kai, tapi hanya kagum tidak apa-apa bukan?"

"Bukannya kau suka dengan Xiumin, Chen?" Jongdae memasang muka sendu saat Luhan menyebutkan nama Xiumin

"Xiumin bahkan tidak ada kabar sampai saat ini Lu. Sudahlah jangan bahas dia lagi, okey?" Jongdae mengambil biskuit dan memakannya dengan perlahan, sepertinya dia galau /apasih/

"Mian Chen aku tidak tahu kau masih menyimpan rasa dengan kakak sepupuku itu. Bagaimana kalau sekarang kita memasak saja? Sudah lama sekali kita tidak memasak bersama" usul Luhan. Jongin terdiam sejenak

"Ide yang bagus, tapi aku sangat lelah Lu" Jongin memeluk boneka bebek milik Chen

"Aku juga sangat lelah Lu, lain kali saja ne?" Luhan hanya menghelas nafas maklum melihat teman-temannya yang terlihat sangat kelelahan

"Baiklah, aku tidak ingin kalian sakit"

.

.

.

/skiptime/

"Lu, kau dimana? Aku, Kai dan Yura sudah menunggu 15menit lebih" Luhan yang berusaha mengangkat telpon sambil memakai pakaiannya terlihat kelimpungan

"Aah mianhae Chen aku kesiangan, aku akan sampai disana 5 menit lagi" Terdengar helaan nafas dari seberang telpon

"Baiklah, jangan terlalu lama arraseo?"

"Neee" Luhan langsung mematikan sambungan telpon . Ia mengambil jas asal kemudian langsung berlari keluar. Luhan terus melirik arlojinya, ia memberhentikan taksi. Tak sampai lima menit Luhan sampai karena Luhan meminta supir taksi untuk mempercepat laju kendaraan. Luhan masuk kedalam cafe dengan penampilan yang jauh dari kata rapi

Luhan menyapukan pandangannya keseluruh cafe, ha itu dia. Luhan berjalan kearah Jongin,Jongdae dan Yura yang sepertinya belum sadar akan kedatangan Luhan.

"Joesonghamnida,aku telat" ucap Luhan sambil menundukkan badannya kemudian duduk disebelah Yura karena hanya disitu tempat yang kosong, "Maaf Yura-ssi pertemuan pertama aku sudah memberikan kesan yang buruk" Yura tersenyum

"Tidak apa-apa yang penting sekarang kau disini,baiklah kita mulai dari mana diskusi kita kali ini?" Akhirnya mereka berempat pun diskusi mengenai Salon Culinaire

.

.

.

/Sehun's side and Sehun POV/

Aku tidak habis pikir, apa maksud Chen hyung berkata seperti itu? Jika ia merasa terganggu tidak usah berusaha untuk menghancurkan hubungannya dengan Younha! Tapi aku sedikit penasaran, dengan Luhan. Ia sama sekali tidak merasa bersalah saat melihatku! Cih, dia kira dia siapa? Sudah melakukan kesalahan sefatal itu dan dia masih bisa memasang tampang tak berdosa?!

Tapi pikiranku benar-benar teralihkan dengan Luhan, Younha yang sibuk menceritakan sahabatnya yang akan berulangtahun sama sekali tidak kudengarkan hanya sesekali mengangguk kecil dan menggumam. Aku melihat wajah Younha, bagaimana bisa gadis secantik ini adalah adik kandungku? Aku tetap akan berusaha,aku akan berusaha menikahi Younha suatu saat nanti

"Hun, Sehun!" Aku tersentak, Younha menatapku khawatir, "Kau baik-baik saja? Kau terlihat melamun dari tadi" Aku tersenyum kecil kemudian mengusak pucuk kepalanya dengan lembut

"Aku tidak apa-apa Younha, bagaimana kalau kita membeli bubble tea? Rasanya sudah lama sekali aku tidak meneguk minuman favoritku itu" Younha menggelengkan kepalanya

"Aish itu minuman anak kecil Oppa! Masa kau masih minum minuman seperti itu?" Aku mengangkat alisku bingung

"Memang kenapa? Bubble tea itu enak menurutku" Younha mengernyitkan dahinya tidak suka

"Oppa kau itu keren, maskulin lalu minum Bubble Tea? Lebih baik kita membeli kopi mungkin? Bagaimana?" Aku menghela nafas, tidak apa-apa yang terpenting Younha senang

"Baiklah ayo kita ke kafe"

.

.

.

/at Kafe/

"Ada yang bisa saya bantu?" Younha membolak-balik menu, aku tidak menyentuh buku menu sama sekali. Toh nanti Younha yang akan memilihkanku minuman

"Dua black coffe ya" Aku menatap Younha bingung

"Black coffe? Aku tidak suka minuman pahit Younha" Younha tersenyum

"Tidak pahit Oppa, percaya padaku" Aku hanya mengangguk saja,aku memandang sekeliling kafe. Interior kafe ini bagus juga

"Oppa, bagaimana Salon Culinaire? Kau sudah ada persiapan untuk session selanjutnya?" Ah ya aku hampir lupa dengan Salon Culinaire karena terlalu pusing dengan hubunganku dan Younha, dan Luhan yang sangat menjengkelkan

"Kau tenang saja Younha, Oppa sudah mengurus semuanya" Younha terlihat senang, aku akan memenangkan Salon Culinaire untukmu Younha. Setelah itu Younha kembali bercerita tentang teman-temannya sedangkan aku hanya terkadang tersenyum kecil sambil memperhatikan sekeliling kafe ini. Loh tunggu, itu kan si namja gay menjijikkan itu? Cih, lihat sekarang ia bahkan menyukai dan menggoda wanita di sebelahnya

"Oppa? Kau lihat siapa?" Younha bertanya sambil melihat kearah pandanganku, "Loh itu kan Jongdae oppa dan Kai! Oppa, kau tidak mau menyapa?" Aku menggeleng kecil

"Tidak perlu" Younha memajukan bibirnya sambil menggeleng

"Itu sangat perlu Oppa, siapa tahu kau bisa terpilih menjadi pemenang karena kau ramah" Aku memutar kedua bolamataku, itu sama sekali tidak berpengaruh Younha sayang

"Aku malas Younha lagipula.." Ucapanku terpotong karena waiter yang datang mengantarkan black coffee, "Ya, terimakasih" Aku meneguk coffee itu, baru satu tegukan aku rasanya sudah mau memuntahkannya! Pahit sekali sungguh

"Astaga, Younha tolong pesankan aku minuman manis sekarang" Younha mengernyit bingung

"Aish Oppa kau itu harus belajar meminum black coffee. Selain bisa menambah stamina kau juga bisa terlihat lebih maskulin!" Aku hanya menghela nafas menahan kesal, karena dia Younha maka aku akan memaksa minum kopi pahit yang bahkan lebih pahit dari obat ini.

"Ini untukmu. Aku tahu kau tidak bisa minum pahit" Aku menoleh kearah suara. Hell, apa-apaan dia?

"Aku tidak butuh" Luhan hanya tersenyum miring kemudian meletakkan segelas chocolate bubble tea itu didepanku, "Aku bilang aku tidak butuh bodoh" Younha yang mendengarkan ucapanku langsung melotot menatapku

"Oppa! Dia itu jurimu!" bisik Younha, aku memutar kedua bolamataku malas. Aku tidak peduli dia juri, dia bos, dia siapaku. Yang penting aku tidak suka namja ga—oh salah bukan gay tapi biseksual!

"Aku yakin kau mau. Minumlah" Setelah mengucapkan hal tersebut Luhan kembali duduk ditempat duduknya disebelah wanita tersebut. Lihat? Bahkan dia sengaja duduk disebelah wanita tersebut! Lagipula siapa wanita itu? Menjengkelkan sekali

"Oppa jangan pernah minum minuman seperti ini, arraseo?" Aku melihat Younha memanggil pelayan untuk membuang minuman itu, aku memandang bubble tea tersebut. Aku sebenarnya heran dengan Younha untuk kesekian kalinya

.

.

.

/skiptime/

/Salon Culinaire Everything Breakfast Session part 1/

/Author POV/

Seluruh peserta Salon Culinaire terlihat penasaran dengan keberadaan Yura disitu namun terkecuali Sehun karena ia mengira itu adalah pacar Luhan. Kebetulan Yura berdiri disebelah Luhan

"Selamat kepada para peserta disini yang sudah berhasil lolos sampai ke session tiga. Sebelum saya menjelaskan tentang session kali ini, saya persilakan Yura-ssi untuk memperkenalkan diri" Luhan menoleh kearah Yura sambil tersenyum, Yura mengangguk

"Annyeonghaseyo, Yura imnida. Saya disini sebagai juri keempat dalam Salon Culinaire Competition. Saya tahu mungkin kalian kaget, namun saya akan berusaha keras untuk menjadi juri yang baik dan tentu saja jujur" Yura terdiam sambil memperhatikan ekspresi wajah para peserta, "Untuk kali ini saya yang akan menjelaskan tentang session kali ini, boleh Luhan-ssi?" Luhan mengangguk sambil tersenyum. Sehun yang melihat hal itu mendecih, sempat-sempatnya mereka menebar kemesraan!

"Untuk Kyungsoo-ssi sendiri mungkin sudah tau tentang session kali ini. Session kali ini ialah Everything Breakfast Session dimana kalian harus memasak satu macam breakfast yang dipadukan dari berbagai macam ciri khas breakfast dari negara lain. Kalian boleh memadukannya dengan bumbu, rempah-rempah dan breakfast ala korea namun kalian tidak boleh memasak breakfast ala korea. Apakah ada pertanyaan?" Seluruh peserta terlihat berfikir dan memikirkan masakan apa yang akan mereka buat. Sehun menatap Yura dan Luhan bergantian

"Kita harus memadukan ciri khas breakfast dari berapa negara?" Jongin mengangguk mendengar pertanyaan Sehun

"Pertanyaan yang bagus, itu bebas. Tapi semakin banyak paduan breakfast tidak berpengaruh untuk penilaian. Yang kami lihat adalah rasa yang baru dan unik, plating dan lain-lain. Apakah ada pertanyaan lagi?"

"Ah ya untuk menambahkan, jika terjadi kontaminasi silang. Kalian akan langsung gugur saat itu juga, karena dari segi Sanitasi dan Hygiene* juga kami lihat" tambah Jongdae. Seluruh peserta menganggukkan kepalanya mengerti

"Baiklah kalian bisa memasak dalam hitungan ke hana, dul, set! Time is running now!" Seluruh peserta langsung berlari ke tempat persediaan bahan, ada yang masih terlihat bingung. Ada yang langsung membawa seluruh ingredients ke station. Yura memperhatikan para peserta sambil menganggukkan kepala

"Disini mereka sangat dilatih untuk berpikir dengan cepat ya" Jongin mengangguk setuju

"Tentu, karena sebuah restoran maupun hotel akan kacau jika chef tidak bisa berfikir dengan cepat. Baiklah sekarang kita perhatikan cara memasak para peserta, jika ada kontaminasi silang peserta tersebut akan langsung gugur" Yura dan Luhan berjalan kestation kanan dan Jongin Jongdae ke station kiri. Yura sesekali tersenyum jika peserta meliriknya, ia tahu pasti kedatangannya membuat para peserta agak cemas

"Kalian tidak usah panik, manage your time properly" Luhan yang berdiri didekat Yura tersenyum melihat Yura yang menyemangati peserta. Yura menoleh kebelakang dan berdiri disamping Luhan yang sangat kebetulan disamping station Sehun

"Mereka sangat bersemangat. Aku senang melihatnya" Luhan mengangguk setuju

"Salon Culinaire kali ini para pesertanya sangat bersemangat dan cukup mengejutkan karena keunikan dan kehebatan mereka masing-masing" Luhan memperhatikan kerja Sehun, "Aku sebenarnya tidak rela jika harus menggugurkan mereka apalagi disession ini akan ada dua orang yang gugur" Yura menghela nafas

"Hal tersebut sangat disa—"

BRAKK!

"Lay-ssi!" Jongin yang berada didekat station Lay langsung menggotong badan Lay yang terkulai lemah. Luhan dan Yura yang melihat hal tersebut langsung mendatangi Jongin dan Lay

"Ada apa Kai?" Luhan terlihat khawatir melihat Jongin dan Jongdae yang menggotong Lay

"Saat ia sedang memegang sepanci air panas ia tiba-tiba pingsan dan air panas tersebut mengenai tidak ini mengerikan"lirih Jongdae.

"Everything Breakfast session tetap dilanjutkan. Aku mohon kepada kalian berdua untuk menghandle suasana yang kacau tadi. Terutama kau Luhan, aku mempercayakannya kepada kalian" Luhan mengangguk memandai kesanggupannya, "Aku dan Jongdae akan mengantarkan Lay-ssi kerumah sakit. Kalian kembali keruangan, okey?"Yura dan Luhan langsung kembali keruangan meninggalkan Jongin dan Jongdae yang sedang membawa Lay kerumah sakit. Luhan memandang suasana yang sudah kacau, Baekhyun dan Kyungsoo mendekati Luhan dan Yura dengan cemas

"Luhan-ssi bagaimana keadaan Lay-ah? Ia akan baik-baik saja bukan? Sekarang ia dimana?" Baekhyun bertanya dengan beruntun membuat Luhan kewalahan sendiri

"Lay-ssi akan baik-baik saja, sekarang kembalilah kestationmu. Okey?" Baekhyun dan Kyungsoo berjalan dengan lemas kembali kestationnya. Yura dan Luhan berdiri dihadapan semua station

"Maaf untuk kekacauan tadi. Kami para juri memutuskan untuk tetap melanjutkan session kali ini, kami mohon untuk kembali kestation masing-masing dan melanjutkan masakan kalian" ujar Yura berusaha menutupi kecemasannya. Seluruh peserta melanjutkan masakan mereka dengan kecemasan yang meliputi hati mereka. Yura masih terlihat sangat cemas dan panik melihat keadaan Lay tadi, Luhan yang melihat hal itu menepok bahu Yura dengan lembut

"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja" Luhan tersenyum hangat, Yura yang melihat senyum Luhan tanpa sadar ikut tersenyum

"Baiklah, sekarang kita harus tetap memperhatikan kinerja para peserta. Terimakasih Luhan-ssi atas perhatiannya" Luhan hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan kestation peserta. Luhan mendekati station Kyungsoo

"Bagaimana D.O-ah? Kau pasti sudah mempersiapkan session ini dengan matang bukan?" Kyungsoo tersenyum kecil

"Tentu Luhan-ssi aku sudah mempersiapkannya. Aku yakin kau pasti kaget melihat masakanku nanti" ujar Kyungsoo dengan penuh percaya diri, Luhan tersenyum senang

"Aku senang kau masih bisa mengatur pikiran dan suasana hatimu setelah kejadian Lay tadi" Kyungsoo menghela nafas kasar

"Itu memang sudah seharusnya kulakukan Luhan-ssi" Kyungsoo mulai memasukkan berbagai ingredients "Kuharap Lay baik-baik saja"

"Tentu, baiklah tetap semangat D.O-ssi" Kyungsoo tersenyum lebar disemangati. Luhan pun berjalan kestation peserta lain, ia mengangguk senang karena melihat perpaduan breakfast yang unik. Luhan berhenti tepat didepan station Sehun

"Sehun-ssi, apa yang kau buat?" Sehun hanya melirik Luhan sekilas tidak menjawab pertanyaan Luhan. Luhan yang melihat sikap Sehun hanya tersenyum pahit, "Baiklah, kuharap kau bisa menjadi The Best of Session kali ini" Luhan pun berjalan meninggalkan station Sehun mendatangi station peserta lain

Dua jam berlalu, seluruh peserta telah menyelesaikan masakannya. Luhan dan Yura berdiri dihadapan para peserta sambil berdiskusi. Luhan menganggukkan kepalanya mendengar pendapat Yura

"Baiklah, saya sangat sangat sangat senang sebagai juri keempat disini karena melihat semangat kalian yang luar biasa membuat hari pertamaku disini menyenangkan namun sayang salah satu dari kalian mengalami kecelakaan yang cukup parah. Jongin dan Jongdae selaku juri yang mengantarkan Lay kerumah sakit sudah memberi kami kabar tentang keadaan Lay" Seluruh peserta menatap Yura penuh penasaran, "Sampai saat ini Lay belum sadarkan diri, karena kepalanya juga terbentur cukup keras dengan panci yang ia pegang. Maka kami memutuskan Lay sudah tidak akan mengikuti Salon Culinaire kembali" Baekhyun dan Kyungsoo yang mendengar itu tidak percaya

"Tapi Yura-ssi, itu kecelakaan. Bagaimana bisa Lay digugurkan begitu saja?" tanya Kyungsoo tidak terima

"Bagaimana kalau Lay minggu depan sudah sembuh dan bisa mengikuti kembali Salon Culinaire?" tambah Baekhyun, sungguh ia tidak terima jika sahabatnya sendiri digugurkan begitu saja karena ia tahu benar bagaimana tekad dan kemauan Lay mengikuti Salon Culinaire ini. Yura menggelengkan kepalanya sedih

"Maaf Baekhyun-ssi dan Kyungsoo-ssi. Saat ini keadaan Lay bisa dibilang cukup parah, untuk mengikutsertakan kembali Lay untuk session minggu depan rasanya itu tidak mungkin. Dan juga Lay tidak gugur tapi kami menganggap ia mengundurkan diri secara terhormat" Baekhyun dan Kyungsoo menggelengkan kepalanya sedih mendengar hal tersebut

"Baiklah, sekarang kita berfokus kepada session kali ini. Saya dan Yura-ssi akan mencoba dan menilai perpaduan breakfast siapa yang paling unik, dan mempunyai platingan yang bagus akan lolos kesession selanjutnya dan mungkin saja menjadi The Best of Everything Breakfast Session. Keuntungan menjadi The Best of Everything Breakfast session kali ini sangat berguna untuk kalian, jadi kita lihat siapa yang akan menjadi The Best of Everything Breakfast Session" terang Luhan.

Akhirnya Yura dan Luhan pun mulai mencicipi satu persatu masakan dari para peserta, Yura dan Luhan terlihat sesekali menikmati makanan tersebut kemudian berdiskusi. Akhirnya Yura dan Luhan mencicipi makanan Kris, kening mereka berkerut kemudian mencari tisu untuk memuntahkannya kembali

"Kris, pancakemu belum matang dan daging ini medium, apa ini memang kreasimu atau bagaimana?" Kris yang mendengar penuturan Luhan kaget

"Benarkah? Tadi aku sudah yakin kalau pancake itu matang dan daging ini sudah well done?" ucap Kris bingung. Luhan yang mendengar hal tersebut menatap Kris

"Jadi ini terjadi karena ketidaksengajaan?" Kris terdiam mendengar pertanyaan Luhan, ia merutuki dirinya didalam hati, "Baiklah, aku anggap ini ketidaksengajaan Kris-ssi" Luhan dan Yura pun kembali mencoba masakan peserta lain. Setelah mencoba seluruh masakan para peserta, Luhan dan Yura mempersilakan para peserta keluar agar Luhan dan Yura bisa bebas berdiskusi

"Jadi bagaimana menurutmu Yura-ssi?" Yura memutar pulpen ditangannya dengan bingung

"Untuk yang akan gugur, ada dua orang tidak termasuk Lay atau hanya satu saja?" Luhan membaca data-data juri Salon Culinaire

"Karena kita menganggap Lay itu mengundurkan diri bukan gugur maka kita tetap akan menggugurkan dua peserta Yura-ssi"Yura yang mendengar jawaban Luhan terlihat kecewa

"Baiklah untuk peserta yang akan gugur aku sudah mempunyai dua nama dan untuk The Best of Everything Breakfast Session aku belum menemukan yang paling terbaik dari mereka semua" Yura terlihat menulis sesuatu, "Lagipula ini sangat susah menentukannya karena keuntungan yang diperoleh kali ini bisa dibilang sangat besar" Luhan menganggukkan kepalanya mendengar penuturan Yura

"Aku sudah mempunyai nama siapa yang akan menjadi The Best of Everything Breakfast Session dan siapa yang akan gugur. Bagaimana kalau kita menyebutkan nama peserta tersebut kemudian berdiskusi siapa yang akan kita pilih?"

"Menurutku yang akan gugur adalah.."

Setelah Yura dan Luhan saling menyebutkan siapa yang akan gugur dan menjadi The Best of Everything Breakfast Session mereka saling menatap tidak percaya

"Kau dan aku memiliki pemikiran yang sejalan Luhan-ssi"

.

.

.

/Peserta Salon Culinaire talk/

Kris mengusap mukanya kasar, dia kecewa dengan dirinya. Bagaimana bisa ia seceroboh itu? Kejadian ini mengingatkan dirinya dengan Younha, peserta yang gugur karena main course yang ia buat medium. Tao yang melihat keadaan Kris mendekatinya

"Kau tidak akan gugur Kris, aku yakin itu" Kris melirik Tao yang sudah duduk disebelahnya, ia menghembuskan nafas

"Terimakasih atas dukungannya" Tao tersenyum tipis

"Jika kau memenangkan Salon Culinaire, apa yang akan kau lakukan?" Tao menatap lurus kedepan, "Apa kau akan mempunyai restoran sendiri misalnya? Kemudian membuat resep sendiri?" Kris menggelengkan kepalanya

"Aku akan menjadi chef disebuah hotel bintang lima dan membuat hotel itu semakin terkenal karena masakan dan resep yang aku ciptakan. Setelah mempunyai banyak pengalaman aku akan mengumpulkan uang kemudian tour keliling dunia untuk mencicipi makanan dari berbagai negara dan kemudian mencoba membuatnya dengan ketajaman indra perasa yang kupunya" Tao yang mendengar impian Kris terlihat antusias

"Wah, impianmu sangat bagus Kris. Kuharap kau bisa membuatnya menjadi kenyataan" Kris tersenyum mendengar penuturan Tao

"Ah ayo masuk. Sepertinya para juri sudah selesai berdiskusi"

Seluruh peserta akhirnya masuk kembali kedalam ruangan Salon Culinaire. Terlihat Yura dan Luhan masih berdiskusi, kemudian membaca kembali data Salon Culinaire. Luhan dan Yura pun mengangguk

"Sebelum memberitahu siapa yang akan gugur dan menjadi The Best of Everything Breakfast Session saya akan menjelaskan keuntungan menjadi The Best of Everything Breakfast Session. Kalian akan mendapatkan 'Safety Card' untuk session berikutnya. Apa itu 'Safety Card'? Itu adalah sebuah kartu yang akan melindungi kalian, kalian tidak akan gugur walaupun makanan kalian gagal. Dan keuntungan yang kedua seperti biasa kalian akan tahu session apa yang akan kita ambil selanjutnya" Luhan memperhatikan ekspresi para peserta yang terlihat antusias, terkecuali Sehun sepertinya

"Dan untuk siapa yang akan gugur saya akan menggugurkan dua orang sekaligus" ucapan Yura sontak membuat para peserta kaget, "Saya tahu ini terlalu gila namun semakin lama Salon Culinaire akan semakin susah dilewati dan tentu memberikan tantangan yang menarik bukan?"

"Maaf untuk.." Yura sengaja menggantungkan kalimatnya, "Maaf untuk Tao dan Xiumin kalian tidak bisa melanjutkan session selanjutnya. Silahkan lepas apron kalian dan letakkan dimeja ini" Tao dan Xiumin yang masih belum bisa memproses pernyataan Yura melongo

"A-aku?" Xiumin menunjuk dirinya tidak percaya, Yura mengangguk, "Kenapa aku? Kenapa dengan masakanku? Aku sudah yakin sekali meraciknya dengan pas" Luhan tersenyum teduh

"Betul sekali Xiumin-ssi, masakanmu sangat enak. Namun masakanmu terlalu dominan dengan bumbu korea walaupun kau sudah memadukannya dengan breakfast ala English. Kami sudah bilang bukan bahwa kalian boleh mencampur dengan bumbu-bumbu Korea namun tidak boleh menjadi yang dominan" Xiumin yang mendengar hal itu menggeleng tidak percaya, "Dan untuk Tao-ssi saya juga akan menjelaskan kenapa kau bisa gugur disession ini, kau sudah membuat makanan yang terkontaminasi silang. Apa kau sadar Tao-ssi?" Tao yang mendengar pertanyaan Luhan mengernyitkan dahinya bingung

"Aku yakin sekali tidak melakukan kontaminasi silang Luhan-ssi" Luhan dan Yura tersenyum penuh arti

"Memang banyak sekali orang yang memasak terlalu terburu-buru sehingga tidak menyadari bahwa ia melakukan kontaminasi silang Tao-ssi" Tao menatap Yura bingung, "Apa kau ingat kau menggunakan cutting board berwarna hijau (talenan) untuk makanan yang sudah matang? Untuk memotong sausage yang matang" Tao terdiam mengingat sesuatu

"Oh shit" gerutu Tao

"Kau mungkin berfikir bahwa kami tidak melihat hal tersebut karena kami tidak langsung menggugurkanmu bukan? Karena kami ingin melihat sejauh mana kau mempunyai Sanitasi dan Hygiene sebagai seorang chef" Tao menunduk menyesali perbuatannya. Xiumin dan Tao maju kedepan melepas apronnya kemudian meninggalkan ruangan tersebut

"Baiklah tersisa lima peserta yaitu Kris, Sehun, Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo. Apa kalian merasa penasaran siapa yang menjadi The Best of Everything Breakfast Session?"

"Tentu saja Luhan-ssi!" Baekhyun dan Kyungsoo terlihat sangat bersemangat dari kelima peserta yang tersisa tersebut

"Baiklah kami tidak akan bertele-tele" Luhan terdiam sejenak, "Sebenarnya Kris lah yang akan menjadi The Best of Everything Breakfast kali ini" Kris yang mendengar hal itu tentu saja kaget

"Namun karena kelalaiannya, Kris tidak jadi menjadi The Best of Everything Breakfast Session. Kami sebelumnya memutuskan Kris menjadi The Best of Everything Breakfast karena ia sama sekali tidak menggunakan bumbu-bumbu khas Korea dan itu menjadi nilai tambah. Maka yang akan menggantikan Kris ialah.."

-tobecontinued-

Tetoottt hahaha tbcnya abal banget ya hahaha abis mau lanjut ngetik SO Park or Byun yang sudah lama juga terbengkalai hehehe

Kayaknya gue bakal update dua minggu sekali atau satu minggu sekali tergantung gue cape apa engga abis pkl

Nah gue bakal jelasin tuh kenapa Tao bisa kena kontaminasi silang, kenapa emangnya ama cutting board warna ijo? Lebay amat?

Gini, kalo didunia boga cutting board itu talenan guys nah itu mempunyai warna masing-masing dan kegunaan masing-masing

Contohnya cutting board hijau itu untuk sayuran dan buah-buahan, cutting board coklat untuk makanan yang sudah matang kalo gasalah gue lupa-_- untuk penjelasan selanjutnya cari diinternet aja ya guysss soalnya buru-buru mau ngejar So Park or Byun biar kesampean gitu triple update hehehe sama Melody in Love

/balasan review/

Walaupun gue buru-buru review gue selalu sempetin bales B)

Khalidasalsa : udah ketauan kaan siapa yang jadi jurinya? Sebenernya sih nama Yura asal nemplok aja dikepala gue-_-

Izzycahsli755 : udah ketauan kaan ^^

Xdhinnie0595 : iya maap juga ya gue baru update sekarang-_- ff ini sudah usang kali ya hahaha tenang aja masalah sehun luhan itu urusan gampang hehehe kan itu bukan eomma kandungnya ^^

NoonaLu : baca aja terus^^

Kimyori95 : Hyunaa? Bukaaann hehehe loh Chanyeol kan peserta ^^

Lieya El : mungkin ff ini ada magnetnya makanya lu langsung ketarik hahaha. Iya nih Sehun nya dibuat songong dulu hehehe

Hwang0203 : (chp1) iya mereka dibuat kayak rival gituuu dari summary juga ketauan kan^^

(chp2) hehehe apa ya hubungan merekaaa belum terkuak nihh

(chp3) iya au dah kenapa dia phobia warna merah yaaa hmmm

(chp 4) kayaknya penasaran banget nih kayaknya ya hehehehe pernah deket ga yaaa mereka luhan sehun? /songong/

Odult : ini odultmaniac bukan? Iya maafkan daku itu lagi iseng bikin scene itu hehehe

Junia/angel/58 : btw maap nama lu titiknya gue ganti soalnya kalo diupdate nanti nama lu kepotong stengah. Wah pertanyaannya udh berasa diintrogasi nih wkwkwk baca aja yaakk nanti terkuak sendirii

Uchiharuno Rozu : hahaha ini nih reader gue yang suka bikin ngakak karena reviewnya. Lay emang dudul emang yee biarin aja wkwkwk betuul sekali mending gay tooh wkwkwk. Wah siapa yaaa yang dibunuuhh. Emang eomma luhan iblis kali ya hmm gatau dehh ehehe /songong/

YWALin7 : beeh boleh bangeeet tendang aja sekalian wkwkwk

Xandeer : iya dund harus gantung nanti gapenasaran kalo gagantung^^

He : udh uname ganiat bgt wkwkkwkk iya udh dinextt

Deerhun794 : sama gue juga kesel ama Younha noh heuhhh

Jumyunie : iya gue juga nyesek nih Younha itu gimana yaaa hmm hehehe

Buat semuanyaaa makasi reviewnyaaaaa. Maap kalo update lelet banget daaan panggil gue littledeer aja yaaa jangan author rasanya terlalu baguuus gitu buat tulisan gue ygmasih ngalor ngidul hehehehehe

See you the next chap!

Saranghae Yeorobun! :* -