Chapter 5 Salon Culinaire

Everything Breakfast Session part 2

Author : manlylittledeer

Casts : Luhan, Oh Sehun, Younha, Kim Jongdae, Kim Jongin and many else

Inspired by : Salon Culinaire Competition on May 2015

Length : Chaptered

Disclaimer :Every casts belong to God and their parents. This story is pure from my imagination. I hate plagiarism!

.

.

.

Happy Reading Readernim^^

.

.

.

/previous chapter/

"Baiklah tersisa lima peserta yaitu Kris, Sehun, Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo. Apa kalian merasa penasaran siapa yang menjadi The Best of Everything Breakfast Session?"

"Tentu saja Luhan-ssi!" Baekhyun dan Kyungsoo terlihat sangat bersemangat dari kelima peserta yang tersisa tersebut

"Baiklah kami tidak akan bertele-tele" Luhan terdiam sejenak, "Sebenarnya Kris lah yang akan menjadi The Best of Everything Breakfast kali ini" Kris yang mendengar hal itu tentu saja kaget

"Namun karena kelalaiannya, Kris tidak jadi menjadi The Best of Everything Breakfast Session. Kami sebelumnya memutuskan Kris menjadi The Best of Everything Breakfast karena ia sama sekali tidak menggunakan bumbu-bumbu khas Korea dan itu menjadi nilai tambah. Maka yang akan menggantikan Kris ialah.."

.

.

"Selamat kepada Sehun-ssi. Kau terpilih menjadi The Best of Breakfast Session kali ini" ujar Luhan, Sehun yang mendengar hal itu terlihat sedikit kaget namun langsung bisa menutupinya dengan wajah datar, "Kau akan mendapatkan Safety Card sehingga bisa dipastikan kau akan lolos untuk session berikutnya"

"Wah kau beruntung sekali Sehun-ssi" ujar Baekhyun sedangkan Sehun hanya diam saja

"Baiklah untuk sisa peserta lainnya bisa keluar dari ruangan ini dan mempersiapkan diri untuk session selanjutnya. Dan Sehun-ssi kau akan kami jelaskan tentang Session berikutnya" Satu persatu para peserta keluar dari ruangan tersebut, tersisa Sehun, Luhan dan Yura

"Wah selamat ya Sehun-ssi kau—"

"Kenapa?" Luhan dan Yura menatap Sehun bingung, "Kenapa aku bisa menjadi The Best of Everything Breakfast?"

"Tentu saja karena masakanmu yang sangat unik Sehun-ssi. Aku sangat menyukai rasa masakanmu" Yura tersenyum lebar sedangkan Sehun hanya terdiam. Luhan yang melihat sikap Sehun yang sepertinya tidak suka dengan keberhasilannya merasa jengkel

"Lalu kau menyesal menjadi The Best of Everything Breakfast?" Sehun menatap Luhan intens

"Aku tidak berkata seperti itu. Aku hanya bertanya alasan kalian memilihku menjadi The Best of Everything Breakfast" Luhan menghela nafas kesal

"Sudah, pokoknya untuk session minggu depan kita mempunyai tema "Danish Pastry Session" para peserta boleh berkreasi seperti apapun asalkan berbahan dasar Danish Pastry. Sudah, kurasa kau tidak butuh banyak penjelasan toh kau juga sepertinya tidak peduli" Sehun menatap Luhan dan Yura datar kemudian langsung keluar dari ruangan itu. Yura yang melihat sikap Sehun melongo

"Kenapa dia marah?" Yura menatap Luhan meminta penjelasan

"Dia memang seperti itu" jawab Luhan sambil membereskan berkas-berkasnya, Yura terlihat berfikir

"Kalian mempunyai masalah pribadi ya?" Pergerakan Luhan langsung berhenti mendengar pertanyaan Yura

"Tidak, bukan seperti itu" Luhan kembali membereskan berkas-berkasnya,Yura yang melihat reaksi Luhan malah makin meyakini kalau mereka pasti ada sesuatu

"Dulu sebagai kekasih kemudian karena kesalahpahaman, kalian memutuskan untuk berpisah namun kalian masih saling cinta. Prediksi ku benarkan?" Luhan menghela nafas

"Yura-ssi yang terhormat, lebih baik kau membantuku membereskan berkas-berkas ini daripada menerka-nerka hal yang tidak pernah terjadi" Yura mengangkat bahunya kemudian membantu Luhan. Sepertinya ia harus mengetahui apa yang terjadi antara juri dan peserta ini

.

.

.

/Jongin and Jongdae situation/ /Hospital/

Jongin dan Jongdae menunggu didepan kamar rawat inap, didalam Lay masih terbaring lemah belum sadarkan diri namun keadaannya sudah mulai stabil. Jongin bangkit berdiri dan mengintip dari jendela kecil di pintu

"Chen, kita akan menunggu dia sampai sadar?" Jongdae mengangguk

"Kita selaku juri Salon Culinaire harus menjelaskan apa yang terjadi dengannya sebagai peserta Salon Culinaire" Jongin duduk disebelah Jongdae sambil menghela nafas

"Aku takut dia stres atau tertekan. Kulihat dia mempunyai semangat yang tinggi dalam mengikuti Salon Culinaire" Jongin mengacak rambutnya, "Aku kalau menjadi dia akan tertekan Chen"

"Kita tidak bisa berbuat apapun untuk menolong dia Kai, keadaan tubuhnya belum memungkinkan jika kita ikut sertakan kembali minggu depan" Kai menatap dinding datar, "Apa sudah ada kabar dari Luhan dan Yura siapa yang menjadi The Best of Everything Breakfast Session?" Kai menggelengkan kepalanya

"Belu—"

Drtrrrt! Drrrtr!

"Ah ini dia Luhan menelponku. Yoboseyo"

"Kai, kau sekarang berada dirumah sakit mana? Baekhyun-ssi dan Kyungsoo-ssi daritadi merengek kepadaku agar aku mengantar mereka" Kai tersenyum mendengar suara berisik Kyungsoo dan Baekhyun dari telpon

"Aku berada di Seoul Hospital. Lay-ssi berada dikamar nomor 88"

"Baiklah aku akan segera kesana" Luhan langsung mematikan sambungan telpon padahal Kai ingin bertanya tentang Everything Breakfast tadi

"Luhan sepertinya buru-buru, mungkin nanti dia akan menjelaskannya kepada kita" Jongdae mengangguk mengerti

"Tentang Sehun dan Luhan.."

"Chen, jangan bahas masalah itu" Jongdae menghembuskan nafasnya kasar

"Sampai kapan Kai? Sampai kapan Luhan akan menutupi kenyataan tersebut? Sampai kapan kau membiarkan Luhan menderita? Aku tidak sanggup melihatnya" Jongin memejamkan matanya, ia juga sebenarnya kesal dengan Luhan yang selalu menutupi kenyataan. Yang selalu membuat dirinya sendiri disalahkan. Yang selalu berpura-pura tegar. Kai benci dengan sikap Luhan yang terlalu baik

"Ini keinginan Luhan, kita tidak bisa memaksakan dirinya untuk membuka kenyataan. Dia..." Kai menyenderkan badannya ke dinding rumah sakit yang dingin, "Dia terlalu baik Chen, aku tidak tega"

"Luhan tidak ingin Sehun menderita mengetahui kenyataan tersebut" Jongdae tersenyum pahit, "Dia mencintai Sehun, Kai. Aku bisa melihatnya dari tatapan yang ia berikan kepada Sehun"

Tanpa Jongdae dan Jongin sadari Luhan,Kyungsoo dan Baekhyun sudah sampai dan berjalan menghampiri mereka

"Annyeonghaseyo, Jongin-ssi, Jongdae-ssi" Kyungsoo dan Baekhyun membungkukkan badannya bersamaan, "Terimakasih sudah mau mengantarkan sahabat kami kerumah sakit"Jongin tersenyum kecil

"Ne, cheonmaneyo. Kami senang bisa membantu kalian. Jja, kalian boleh masuk kedalam, Lay masih belum sadarkan diri tapi keadaannya sudah cukup stabil" Kyungsoo dan Baekhyun membungkukkan badannya sekali lagi kemudian masuk kedalam kamar rawat inap. Luhan duduk disebelah Jongdae

"Jadi?" Luhan mengangkat alisnya bingung

"Apa?"

"Siapa yang menjadi The Best of Everything Breakfast? Dan dimana Yura?" Luhan menatap Jongin dan Jongdae bergantian

"Yura ada urusan mendadak dengan kekasihnya dan yang menjadiThe Best of Everything Breakfast itu.." Luhan menggantungkan kalimatnya membuat Jongin langsung mengerti

"Sehun?" Luhan menganggukkan kepalanya

"Untuk yang gugur?" tanya Jongdae, "Kau tetap menggugurkan dua orang bukan?"

"Iya, aku dan Yura sepakat menggugurkan Tao dan Xiumin. Xiumin masakannya terlalu dominan Korea dan Tao melakukan kesalahan fatal yaitu melakukan kontaminasi silang" Jongin dan Jongdae menganggukkan kepalanya mengerti

"Berarti tersisa 5 peserta lagi?"

"Iya Chen, dan kita akan menggugurkan dua peserta dalam dua session terakhir" Jongin terlihat antusias

"Aku tidak sabar mengetahui siapa yang akan memenangkan Salon Culinaire tahun ini" Jongdae menjentikkan jarinya

"Bagaimana kalau kita secara personal antara juri dan peserta memberikan pemenang Salon Culinaire tahun ini hadiah?" Jongin dan Luhan terlihat berfikir

"Ide yang menarik! Kita berikan kesan tersendiri untuk Salon Culinaire tahun ini" ujar Luhan senang. Pintu kamar rawat inap Lay terbuka, Kyungsoo keluar dan mendekati Luhan,Jongin dan Jongdae

"Joesonghamnida mengganggu, bisakah kalian membantu kami? Lay terlihat tertekan, Baekhyun didalam berusaha menghiburnya" Luhan yang mendengar penjelasan Kyungsoo langsung masuk kedalam kamar rawat inap Lay, Luhan menatap Baekhyun miris. Baekhyun terlihat berusaha menghibur Lay yang menangis histeris

"Lay-ah kau masih bisa mengikuti Salon Culinaire tahun depan, ne? Jebal, uljima" Lay sama sekali tidak menghiraukan ucapan Baekhyun, ia masih berteriak histeris tidak karuan. Lay benci dengan dirinya sendiri yang begitu lemah! Luhan mendekati Lay dengan perlahan

"Lay-ssi" panggil Luhan, Lay yang berteriak histeris sontak diam dan menoleh menatap Luhan

"Lu-Luhan ssi a-aku tidak digugurkan bukan? Aku masih bisa mengikuti session berikutnya kan?" Lay menatap Luhan dengan penuh harap. Luhan yang melihat keadaan Lay tidak bisa berkata apa-apa, Luhan menoleh kebelakang meminta bantuan Jongin dan Jongdae untuk membantu menjelaskan kenyataan yang ada kepada Lay. Jongin mendekati Luhan dan Lay

"Jo-jongin ssi, kumohon. Katakan kalau aku masih bisa mengikuti session minggu depan. Kumohon Jongin-ssi" Lay memegang erat pergelangan tangan Jongin, ia menatap Jongin dengan tatapan memelas. Jongin memejamkan matanya sebentar, ia harus memberitahu kenyataan yang harus Lay hadapi

"Maaf Lay-ssi, tapi kau sudah kami anggap mengundurkan diri secara terhormat karena kondisi badanmu yang tidak memungkinkan untuk mengikuti session berikutnya" Lay terpaku mendengar penjelasan Jongin

"TI-TIDAK! ITU TIDAK MUNGKIN JONGIN-SSI! JONGDAE-SSI KUMOHON KATAKAN KALAU JONGIN-SSI HANYA MEMBUAL, KUMOHON" Baekhyun langsung memanggil dokter saat melihat keadaan Lay yang semakin histeris. Dokter segera datang dan memberikan obat penenang kepada Lay. Kyungsoo terisak melihat keadaan sahabatnya yang biasanya selalu tersenyum dan tertawa sekarang terlihat begitu menderita

"Untuk sementara Lay-ssi tidak akan histeris seperti tadi, jadi kumohon jangan bicarakan segala sesuatu yang menyangkut tentang Salon Culinaire didepan dia. Didalam dirinya dia merasa sangat tertekan" jelas Dokter. Setelah dokter keluar, Baekhyun dan Kyungsoo mendekati Lay dengan perasaan terluka

"Aku baru kali ini melihat Lay sehisteris itu.." gumam Baekhyun. Luhan, Jongin dan Jongdae saling melihat satu sama lain

"Maafkan kami Baekhyun-ssi, Kyungsoo-ssi. Kami tidak bisa membantu teman kalian, kalau dipaksakan Lay sendiri yang akan sakit" ujar Jongin dengan menyesal. Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk mengerti

"Kami mengerti" Luhan senang Baekhyun dan Kyungsoo bisa mengerti keadaan mereka sebagai Juri

"Baiklah sekarang kami akan pulang, aku harap Lay bisa cepat sembuh" Jongin, Jongdae dan Luhan pamit kemudian berjalan keluar kearah tempat parkir

"Lu, kau mau langsung keapartmentmu atau bagaimana?" tanya Jongin saat sudah sampai didepan mobilnya

"Aku naik taksi saja, aku ingin belanja bulanan. Stok makanan diapartmentku sudah menipis" Jongin menggelengkan kepalanya

"Ani, kau kuantar saja" Luhan ingin menolak namun langsung didorong Jongdae dan Jongin masuk kedalam mobil, "Tidak ada penolakan, kita juga ingin kesupermarket" Akhirnya Luhan hanya tersenyum kecil dan mengikuti keinginan dua sahabatnya ini

.

.

.

/at supermarket/

"Aku kedaerah bahan makanan mentah dulu, ne?" Jongin dan Jongdae mengangguk, mereka juga sudah mulai sibuk kesana kemari mencari kebutuhan mereka. Luhan mendorong trolinya perlahan, ia memilih dengan teliti bahan-bahan yang sekiranya ia butuhkan. Ayam, daging, sayur-sayuran, bumbu, rempah dan segala macam Luhan masukkan kedalam trolinya. Ia ingin memasakkan sesuatu yang lezat untuk Lay.

"Oh? Annyeonghaseyo Luhan-ssi" Luhan menoleh, ah Chanyeol peserta Salon Culinaire

"Ye, annyeonghaseyo. Senang bertemu denganmu disini" Chanyeol tersenyum lebar

"Kau sepertinya ingin memasak besar-besaran?" tebak Chanyeol melihat troli Luhan yang sudah setengah terisi dengan bahan-bahan makanan, Luhan tersenyum

"Ya begitulah, aku ingin memasak. Terkadang menjadi juri saja tapi tidak memasak itu rasanya kurang lengkap" Chanyeol mengangguk setuju, "Kau sendiri Chanyeol-ssi?"

"Aku hanya jalan-jalan saja sekalian mencari inspirasi yang mungkin aku perlukan untuk session selanjutnya" Luhan melihat sekeliling tidak jauh dari mereka berdiri banyak berbagai macam kue danish pastry

"Ya, mungkin memang benar bisa menambah inspirasimu" Chanyeol mengikuti arah pandang Luhan kemudian tersenyum senang

"Gomawo Luhan-ssi, Gomawo" Luhan tersenyum kecil, rupanya Chanyeol mengerti maksud yang ia berikan, "Aku akan kesana, sekali lagi gomawo" Luhan menganggukkan kepalanya kemudian melanjutkan memilih bahan makanan

Setelah dirasa cukup untuk bahan makanan mentah, Luhan mendorong trolinya kearah tempat snack dan minuman. Tangannya terulur untuk mengambil snack-snack favoritnya

"Aha, ini dia. Tapi apa tidak ada rasa coklat?" Luhan meneliti rak didepannya, namun ia tidak menemukannya, "Hah, sudahlah rasa strawberry sa—" Ucapan Luhan berhenti karena ada seseorang yang menyodorkan snack rasa coklat yang ia cari didepan wajahnya. Luhan menoleh kesamping

"Kau memang terlalu bodoh, mencari snack saja tidak bisa" Luhan masih diam, tidak menerima snack yang disodorkan oleh Sehun. Ia masih terlalu kaget, "Kau tidak mau?" Luhan langsung tersadar kemudian mengambil snack coklat tersebut

"Gomawo Sehun" Sehun hanya diam kemudian berjalan menjauhi Luhan, Luhan menatap punggung Sehun yang menjauh dan menghilang. Luhan benci dengan dirinya..

Luhan benci dengan jantungnya yang selalu berdetak tidak karuan jika berdekatan dengan seorang namja bernama.

.

.

Oh Sehun.

-tobecontinued-

HAAALLLLOOOOO! HAHAHAHAHAHAHAHA /ketawatanpadosa/ maaafff yaaaa udah lama banget galanjut-_- So Park or Byun juga ngaret-_-iya tau ini pendek iya tau ini gajelas maap ;(

Ini karena rasa bersalah yang makin besar akhirnya sempet-sempetin sebelum PKL bikin ff ini Cuma dua jam bikinnya jadi pendek

Aku sempetin SPOB besok update yaaa kalo SPOB ¼ udah jadi tinggal lanjut kalo ini aku bikin dari 0 word-_-

Maaf juga gabisa balesin review kalian sekarang lagi sempit banget waktunya huhuhu pengen sekolah lagi jadinya biar bisa bebas mau nulis kapan aja tapi semua review kalian pasti aku baca kok itu yang membuat aku bersemangat bikin ff

Untuk chapter ini aku fokusin kekehidupan sehari-hari dulu kalo chapter depan baru fokus keSalon Culinairenya :3

Untuk yang gatau danish pastry : itu tuh semacam kue-kuean yang ada layernya. Layer itu kayak lapisan-lapisan gitu didalemnya. Ke breadtalk atau breadlife atau tous les jours /ceritanyadisensor/ ada tuh banyak danish pastrry :3

Sekali lagi maaf untuk keterlambatan updatenya semoga masih ada yang mau baca kalo chapter ini yg review dikit gapapa aku tetep lanjut karena ini juga kan kesalahanku

Saranghae yeorobun~