ki-chaaan :ceritanya lucu apalagi orangnya /g :::: Rika miyake : wegh padahal itu guyon ngawur :5 action? masa sie?/deketin/ soal ost gw cetek/yha :::: Hanazawa Yuki : ya dan semoga suka chap ini *senyum jahat* ::: Shiro Rukami jangan lupa yg chap ini juga dikomenin/ngarep ::::
thanks buat smwa yg baca deh
A/N : ini cinderella story versi saya, jadi mohon maaf kalo banyak penyimpangan dan kekurangan.
.
.
.
.
.
Heloh, gue ibu peri! Tau peri gak? Kalo gak tau berarti masa kecil lo kagak bahagia! Cucian deh loe!
Oya, berhubung gue cantik, baik, rajin menabung dan tidak songong, gue mau jelasin langkah-langkah membasmi kejahatan nih! Dijamin tokcer!
Langkah Pertama : Coba buat daftar orang-orang mencurigakan di sekitar kamu.
Cinderella mengingat poin pertama. Tapi dia bingung, ada seseorang berpakaian bagus namun membawa karung goni. Itu mencurigakan sekali.
"PANGERAN!"
Cinderella melihat seseorang datang menghampiri 'pemulung' itu. Wajahnya cantik.
Tunggu, apa katanya tadi? Pangeran?
Pemulung itu pangeran?! Pangeran TPA?!
WTS?! What the S―!
"Ada apa, nona Sharon?" Giovanni mengenali wanita bergaun merah itu, dia datang dari negeri sebelah seusai mendaki gunung dan menyeberangi lautan kolam susu. Ajib bener nih setting.
Hm..wanita gaun merah itu juga mencurigakan. Cinderella mencatat dalam hati dan mengingat-ingat wajah orang-orang gaje itu.
Langkah kedua :
Udah dapet siapa orang mencurigakan di sekitar kamu? Nah, poin ini adalah penentu! Kamu harus ngikutin kegiatan mereka diem-diem! Stalker! Muahahahaha!
Itu kenapa ketawanya juga ditulis? =,=
Ok, cuma ngikutin kan, ya? Dia bakal ngikutin pangeran ala pemulung itu. Hm...
Kemudian Sharon menjelaskan dengan nada panik,
"Pangeran! Istana gosong kena mercon!"
Jleger. Gluduk. Gluduk. Gluduk.
Suara petir imajiner terdengar entah darimana. Dan pangeran berkarung goni(?) itu pun tanpa banyak cangcimen langsung cabut ke istana bareng tamu negeri seberang. Cinderella ngambil buku panduan, terus ikutin mereka diem-diem.
Langkah ketiga : Temukan barang bukti.
Kudu nemuin barang bukti ya. Biar meyakinkan aja! Misalnya mergokin pas kejahatan sedang terjadi!
Si pangeran TPA itu memasuki istana dengan langkah terburu bersama nona bergaun merah. Cinderella ngejer sampai ke dalem dan ngeliat pemandangan yang…gosong?
"HAHAHAHA!" Caester lagi ketawa jahat seraya melempar-lempar mercon yang ia bawa. Dibantu oleh Maria dan Ellies. Semua prajurit juga gosong dan telentang berjajar bagai ikan sarden kalengan. Cinderella yang melihat itu terkejut. Gawat. Ayah tiri plus saudara sepaketnya itu dengan riang menebar mercon.
"Caester! Apa yang kau lakukan?!" Sharon gak bisa mendekat coz takut kena mercon. Kena kaki sih mending, kalo kena kepala bisa bochor..bochor...
Cinderella menembus di antara sela-sela mercon yang beterbangan. Dengan efek slow motion, dirinya perlahan mendekat menuju tempat boke -ehem, maksud saya bokap tiri.
Langkah keempat :
Jika kau sudah menemukan kejanggalan, lalu melihat tindakan konkrit yang menguatkan dugaan, saatnya kamu pake kolor di luar! Yah, gak juga sih. Cari jubah atau apa biar kerenan. Jangan lupa topeng piyo-piyonya. Nanti kamu jadi TO penjahatnya lagi.
Persetan!
Cinderella sudah terlambat mencegah ayah tiri berbuat kejahatan, tapi masih ada alternatif lain. Dia harus menyelamatkan keluarganya. Kata almarhumah ibunya dulu, keluarga itu nomor satu. Gak peduli salah apa enggak, tapi Caester, Maria, dan Ellies adalah keluarganya sekarang. Ia harus bisa melindungi mereka.
Cinderella menyetop tangan sang bapak tiri yang mau nebar mercon lagi. Mercon itu terbuang sia-sia. Maria dan Ellies pun menghentikan acara BBM- Bagi Bagi Mercon -mereka ketika melihat seorang wanita entah siapa menahan Caester.
"Woi! Napa sih? Apa masalah loe?!" Caester melepaskan tangannya dengan mudah, tidak mengenali sosok anak tirinya yang udah henshin 180 derajat itu. Lalu bersiap mengambil mercon lagi dari dalam dus kecil di dekat kakinya, namun si pangeran ganteng menjatuhkan tubuh Caester segera.
"Insyaf om, insyaf!" Lah kok ada insap-insapan segala?
"Lu gak ngerti rasa sakit ati gue, bocah! Minggir lu!" Caester membalikkan posisi hingga Giovanni berganti di bawahnya.
"Saya emang gatau om! Tapi, kalo om tebar mercon gini itu salah! Soalnya bikin panik semua orang!" Giovanni bijak mode on. Namun Caester memutar posisi lagi.
"Lu gak tau soalnya elo pangeran! Gue cuma rakyat jelata yang mau meriahin pesta!"
"Ohokohokhoekohok!" Batuk legendaris itu muncul di tengah keramaian (atau kemeriahan?) dari pesta mercon dadakan.
"Apa yang terjadi, nak?!" Sang Ratu datang bersama Raja dari lantai atas. Mereka kemari soalnya denger suara gaduh dari tadi.
"Dor! Dor! Dor!"
Orang-orang masih ngumpet di bawah meja. Mercon kembali ditebar oleh Maria dan Ellies. Membuat seisi ruangan hancur. Bodo amat, ini kan bukan rumah mereka.
Cinderella menarik Giovanni menjauh dari sang bapak tiri. Caester gak ngerti mengapa Cinderella kemudian menarik tangannya.
"Pak, ini Cinderella ! Ayo pergi lewat belakang! Nanti bapak, Maria, dan Ellies bisa digantung di pohon toge!"
Maria dan Ellies panik ketika mendapati mercon persediaan telah habis, mereka ikutan ngacir di belakang Caester yang ditarik Cinderella. Gak tau siapa cewek itu, tapi berhubung ayah mereka dibawa Cinderella, ya ngikut lah.
Caester terdiam. Ah, bener juga..kenapa ia gak mikirin anaknya? Duh, khilaf.
Disaat satu keluarga itu kabur keluar istana, Giovanni mencoba mengejar. Makin jantungan, Cinderella memilih mendahulukan Caester dan kedua saudara tirinya. Ia menunjuk ke arah kereta labu yang lagi parkir tak jauh dari sana. Caester, Maria, dan Ellies berlari kesana cepat-cepat untuk naik. Sementara Cinderella ngelemparin muka tamvan Giovanni pakai salah satu high heels-nya sebagai penahan sementara.
Tuuuiiiinnngggg -melayang ala parabola.
Tak! -mendarat sempurna di jidat Giovanni hingga Giovanni terjatuh ke belakang. Segera, Cinderella berlari ke arah kereta menyusul keluarga tirinya. Tak lama kemudian, kereta kencana itu telah pergi entah kemana...
Langkah Terakhir :
Disaat kau ketahuan tapi gak mungkin memenangkan pertandingan, larilah sejauh yang engkau bisa untuk kembali menyusun strategi.
Bersambung..
A/n : ko jadi surem -_- ga lucu? Hahaha -_- kurang asupan acara lawak nih saya -_- mau liat ILC aja sering ketiduran yaowoh -_- wkwkw
