Shiro Rukami : iya ini udah lanjut hahahahaha /apa/ wah ketopraknya udah abis..hehe
keumcchi : haha gitu ya? emang sih nurun faktor asupan lawak saya juga turun/heh/ ya semoga kali ini nambah dikit say/apalo/ kamu juga tetep bikin humor ya..aku berada di pihakmu sepenuhnya /apanya
Yuira Kurohime : iya ini dah lanjut haha semoga cocok lawaknya/?
Alifah537 : hoho..menurutmu ini kilat ga? kalo kurang kilat besok saya apdetnya pake JNE /ga
thanks for all.
.
Fajar telah tiba, fajar telah tiba..hore! hore! hore!
Sang pangeran yang sedang menyilangkan kaki di kursi goyang, memberi titah untuk mencari siapa pemilik sebelah sendal swallow ini kepada para prajurit yang ia panggil tadi.
"Gue gak mau tau! Cari ampe ketemu! Gak bakal gue maafin tuh cewek!" Pake mendongak lagi, songong amat lu jadi pangeran.
"Siap, pangeran!" Para prajurit membungkuk hormat dan memulai pencarian berdasar instruksi.
Sang Raja, yaitu Charlotte -cuma bisa ngelus dada. Kayanya anaknya bakat jadi diktator deh...sementara Catherine masih penasaran siapakah dalang di balik semua ini. Karena rasa-rasanya ia mengenali seseorang semalam. Mungkin itu Ki Narto Sabdo.
Giovanni geram. Pret lah kalo mikir dia sempet terpesona ama kunti bule itu, sekarang enggak. Makhluk itu jadi TO satu negeri Anoreksi.
Giovanni juga tak mengerti saat high heels itu berubah menjadi sendal swallow seusai fajar. Apa dia menggunakan sihir?
Ah, sihir ya?
Miss Take or Mistake : Cinderella
Warn : penistaan chara(?)
.
.
Sihir ibu peri benar-benar menghilang saat subuh. Kini Cinderella, serta keluarga tirinya berada di tengah hutan karena kabur dari kejaran pasukan kerajaan.
"Apa..sekarang kita jadi buronan, ayah?" Maria dan Ellies bertanya pada Caester. Caester menggigit bibir bawahnya sendiri. Harusnya rencananya lebih matang sebelum menyerang, dan tidak membawa serta anak-anaknya tercinta.
Yang paling diherankan Caester, apa yang terjadi dengan Cinderella?
Cinderella kembali mengenakan piyama oranye plus satu sendal swallow di kaki kanan yang masih terpakai. Yang sebelahnya ketinggalan karena semalem dipake nemplokin wajah tamvan pangeran.
"Cinderella...kenapa kau melakukan semua ini?" Tanya Caester.
"Aku gak bisa liat ayah dan saudaraku jadi penjahat. Aku terlambat mencegahnya. Harusnya aku datang lebih cepat mumpung ibu peri memberiku kesempatan..." -juga hutang.
Cinderella termangu. Maria dan Ellies diam, tak percaya alasan Cinderella menolong mereka. Oh, apakah sejahat itu mereka pada Cinderella? Btw, ibu peri itu siapa? Maria dan Ellies saling melirik tidak tahu.
"Maaf ya Cinderella, kami selalu bersikap buruk padamu..." Ellies angkat bicara.
"Ya kami sangat menyesal..." Imbuh Maria. Cinderella hanya tersenyum manis.
"Sudahlah, sekarang kita harus menyusun rencana..."
Ibu peri nyamperin rumah Cinderella ketika matahari terbit -mau nagih utang semalam. Tapi ia tak kunjung dibukakan pintunya. Ibu peri lalu nyelonong masuk ke rumah Cinderella, namun tak menemukan seorang pun disana.
"Hola? Buenos dias?" Ibu peri menjelajah sebentar rumah Cinderella, tapi tetap tak ada siapapun di dalam. Bahkan tikus-tikus pun tak ada.
Ibu peri berpikir sebentar, lalu dia pergi ke istana, tempat terakhir yang -mungkin- Cinderella datangi semalam.
.
Giovanni berjalan kesana kemari menunggu kabar soal cewek pemilik sendal swallow ini. Ia resah karena hingga siang, tak ada kabar pasti soal dimana kunti bule itu.
Seorang prajurit masuk dan menghadap pada Giovanni yang asyik ngulet sambel di dapur kerajaan. Karena lapar mengubah orang.
"Pangeran, kita kedatangan seorang tamu." Ujar prajurit itu.
Giovanni berhenti dari acara ngulet sambelnya.
"Hah? Tamu? Ya udah deh, suruh masuk aja. Kuker (kurang kerjaan) nih.." Giovanni menyetujui dengan alasan sebagai penghilang bosan.
Prajurit itu berjalan keluar. Giovanni mencuci tangan dan bergegas menuju ruang utama.
Tak lama kemudian prajurit itu kembali dengan sesosok -apa itu? Topi rajut merah-kuning-hijau dengan rambut dikepang semua setiap sisi. Dengan jubah hitam yang menutupi setiap tubuhnya.
Jangan bilang itu penyihir reggae.
"Siapa kau?!" Giovanni waspada, bersiap menghunuskan pisau dapur ke arahnya.
"Oi, Giovanni, lupa kau dengan diriku ini?"
Giovanni loading sebentar sebelum mengangguk. "Eum..ada apa ibu peri? Tumben?"
Nah lo, kok si Gio kenal ibu peri juga?
Dulu, waktu Gio kecemplung got, ibu peri yang nolongin. Tapi ya gitu..ujung-ujungnya duit. Gio tahu betul mak lampir berkedok peri itu mempunyai maksud terselubung.
"Aku sebenarnya cuma pengen nanya. Semalem ada orang asing masuk kesini, gak?" Tanya ibu peri.
Orang asing?
Maksudnya cewe bangke semalem itu?
"Ya, ada! Dia nemplokin muka cakep ini pake sendal swallow!" Giovanni sedikit emosi mengingatnya.
"Apa dia berambut pirang, dan bermata biru?" Ibu peri lanjut interogasi.
"Ya! Bener tuh! -eh, kok tau sih?"
"Sendal swallownya nomor berapa?"
"Ng..seri D nomor 2079.."
Sendal kontroversial, atau sendal swallow, sih?
"Bawa kendaraan gak?"
"Dia naik pake labu gede yang beroda."
Ibu peri menghela nafas. "Gio, sebenernya yang datengin kamu semalem itu Cinderella. Kamu tau gak dimana dia?" Masih nanya aja makhluk astral ini.
"Justru ini dicariin! Semalem dia melarikan pelaku pemerconan pesta rakyat!"
Ohok.
"Me..mercon?" Jangan-jangan itu ulah si Caester?
"Iya, semalem pada main lempar mercon, semua panik. Pas lagi nahan tersangka, Cinderella narik bajuku! Lalu dia kabur pake kereta labu!" Cerita Giovanni dengan menggebu-nggebu. Hm..ibu peri punya ide biar utang Cinderella sama dia lunas.
"Tapi nak Gio, menurutmu..Cinderella cantik gak?"
.
.
.
.
The wind is blowing.
Jangkrik numpang eksis sebentar.
.
"Cantik sih, tapi -ah enggak deh! Dia udah menyembunyikan pelaku pemerconan!" Giovanni menyilangkan lengannya seraya memalingkan wajahnya. Ih, kamu gemesin ,deh.
"Gini aja deh. Kita bikin perjanjian. Gue nyari Cinderella, tapi kalo udah ketemu..lu mesti nikah ama dia.." Ibu peri senyum licik.
"Kenapa harus sama dia, sih? Dia kan pen-"
"Bukan. Dia bukan penjahat." Ibu peri mengayunkan tongkat pel yang ia bawa. Ia membuat semacam ilustrasi nyata. Kini tampaklah sebuah miniatur rumah dengan beberapa patung tokoh.
"Pada hari Minggu tak kuturut ayah ke kota ,naik delman istimewa bersama Maria. Kududuk samping jendela sembari bekerja, dengan Ellies yang sedang menonton berita..hei!" Ibu peri malah nyanyi.
Giovanni swt. "Jadi, intinya apa?"
Ibu peri berdecak kesal, "Intinya, Cinderella itu anak baik! Yang mau balas dendam itu cuma ayah tirinya! Cinderella hanya melaksanakan kodrat sebagai seorang anak menyelamatkan ayahnya meski salah!"
Giovanni terdiam. Jadi..Cinderella bukan orang jahat? Dia salah sangka? Tapi-
"Semalem dia nemplokin muka ganteng ini pake sendal swallow, itu penghinaan!"
"Ish, Giovanni! Dengarkan ibu peri!" Ibu peri berdehem "Dia itu gak pernah keluar rumah, jadi dia gak tau kalo dia menghina dirimu. Pokoknya kita sepakat gak nih?"
Giovanni memandang ragu, tapi akhirnya mengangguk. Kemudian mereka berjabat tangan sebagai bentuk perjanjian.
"Mana sendal swallownya? Nanti gue cariin deh.." Ibu peri rayu mode on. Giovanni langsung memberikan barang bukti berupa sendal swallow yang tertinggal.
Ibu peri lalu duduk bersila. Ia meletakkan sendal swallow itu di depannya, dan menaburkannya kembang tujuh rupa. Ibu peri komat-kamit baca mantra-
Tunggu, ini ibu peri apa dukun? Tau ah.
Deg!
Ibu peri menemukannya.
"Aku sudah menemukan keberadaan Cinderella, pangeran Giovanni..."
.
Tsuzuku
.
Ya ampun males bener nih ngelanjutin. Maaf kalo gak lucu =,=/sujud
Panda Dayo, de wa.
