airi shirayuki : iya ini emang ga elit /krai/ sebenernya itu nomer sendal kontroversial kemarin ...ayo kita foto/gabisa

Alifah537 : hoho makasih,tp selera humor kan relatip kan yak /? haha lel

well ini chapter terakhir, douzo onegaishimasu~~~


Cinderella mengupas buah-buahan untuk makan. Maria dan Ellies membantu menata saja. Sementara Caester mancing ikan di sungai.

Kenapa jadi gini ceritanya?

Maria dan Ellies baru menyadari jika Cinderella terampil mengurus rumah tangga. Ia bisa mencuci, memasak dengan enak, dan sebagainya. Sedangkan mereka cuma pinter nego di pasar aja.

"Buahnya kurang banyak, ya?" Tanya Ellies, gak enak kalo cuma mantengin doang. Dia juga mau nyari buah.

"Gak kok. Ini sudah cukup. Nah, kak Maria, kak Ellies..silahkan makan.." Cinderella mempersilahkan kedua saudara tirinya. Ia beranjak dan menghampiri Caester yang termenung di pinggir kali menanti ikan barang seekor.

"Ayah! Buahnya sudah dikupas, Cinderella gantiin mancingnya sebentar, ayah makan dulu.." Cinderella menepuk bahu Caester. Caester mengangguk dan memberi pancingan kepada anak tirinya itu.

Sudah beberapa hari mereka berada di hutan, tanpa tau kapan bisa kembali ke rumah yang nyaman.

Gegana rasanya.

"Aku ingin begini, aku ingin begitu...ingin ini itu banyak sekali.." Cinderella karoke sembari menunggu di pinggir kali dengan sabar. Berharap akan ada ikan nyangkut di kailnya. Ia sedikit melamun memikirkan kejadian semalam..

..utangnya gimana? Kalo ibu peri nyariin dia gimana? Mampus. Dia gak punya duit banyak. Nanti dia dikutuk jadi kodok, gimana? Ah!

"Cinderella!" Terdengar teriakan dari tempat keluarga tiri berada. Cinderella meninggalkan pancing di pinggir kali dan langsung berlari. Apa buahnya kurang enak, ya?

Jauh dari ekspetasi, ia melihat keluarga tirinya ditahan oleh beberapa pasukan kerajaan.

"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan mereka!" Cinderella memasang kuda-kuda.

Dari balik prajurit, muncul seseorang yang diketahuinya semalam. Cowok pemulung ganteng.

"Halo, Cinderella?" Giovanni tersenyum.

"Pangeran TPA, apa maksud semua ini?!" Cinderella tapi penasaran juga darimana sang pangeran mulung tau namanya.

"Coret TPA-nya! Gue pangeran asli! Oh, ehem..kenalin, gue Giovanni, pangeran mahkota negeri Anoreksi.."

Cinderella naik darah. Darah kok dinaikin?

"Peduli banget lo siapa! Cepet lepasin saudara sama ayah tiri gue!" Cinderella emosi.

Oh, gadis itu menarik juga. Giovanni gak nyesel menuruti saran ibu peri.

"Akan gue lepasin saudara elo..dengan satu syarat.." Jeda "Lo harus mau nikah ama gue.." Giovanni ngelirik, mau tahu reaksi Cinderella.

Cinderella mengambil sendal swallow yang tersisa di kakinya, bersiap menghantam pangeran Giovanni.

"Kita harus bicara! Bicara!" Giovanni gak mau wajah gantengnya kena attack on swallow lagi.

"Bicara apalagi?! Pangeran TPA!"

Perempatan imajiner muncul di jidat Giovanni.

"Gue ini pangeran mahkotaaaa!" Giovanni sebel juga. Geregetan..jadinya geregetan..apa yang harus Gio lakukan...

"Lepasin gak?!" Cinderella menghiraukan perkataan Giovanni.

"Oi!" Giovanni sakit hati karena gak didengerin.

"Ehem.." Sebuah deheman menghentikan perdebatan konyol ini. Ibu peri.

"Biar gue yang jelasin..."

Lalu ibu peri meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi selama ini.

.

Di istana, Raja dan Ratu yang kini cemas karena Giovanni belum balik dari siang. Hari sudah sore dan ini waktunya gerbang ditutup.

"Uhuk..gimana ini buk...uhuk.." Raja masih batuk-batuk. Ratu di sebelahnya cuma sibuk nyariin kutu di kepala suaminya, "Ambil kresen kali pak..."

Mereka menunggu sampai hampir lumutan, namun berteriak senang ketika melihat Giovanni datang -tapi..siapa itu yang di belakang Giovanni? Banyak bener. Temannya ya?

"Uhuk..kenapa baru uhuk pulang, nak? Uhuk.." Raja bertanya.

Giovanni membungkuk hormat pada ayahnya. Lalu dia memperkenalkan orang-orang di belakangnya.

"Ini pak Caester, neng Maria, neng Ellies, dan Cinderella. Sebelumnya, Gio mau tanya sama ayah...dulu ayah pernah memecat seorang prajurit yang diduga membunuh kucing ayah?"

Sang Raja berusaha mengingat. Ia lalu mengangguk.

"Pak Caester ini lah orangnya. Tapi, tunggu, biar Pak Caester menjelaskan semuanya. Silahkan, pak." Giovanni mempersilahkan.

"Ehem.." Caester menyiapkan mental sebelum bicara di depan Yang Mulia. "Saya Caester, mantan pasukan kerajaan dulu. Saya dipecat atas tuduhan tak berdasar; yaitu pembunuhan kucing baginda. Namun yang sebenarnya terjadi adalah, kucing anda terlindas roda gerobak sayur kerajaan yang melintas dekat saya..saya merasa tak mendapatkan keadilan hingga merencanakan pemerconan semalam. Saya minta maaf..." Caester membungkuk dalam.

"Ohok...begitu kah ohok..?"

"Ya, Yang Mulia."

"Ng? Siapa namamu tadi? Caester?" Ratu bertanya.

"Ya, permaisuri."

"Aku minta maaf atas kejadian dulu. Dan sebenarnya kami gak memikirkan pemerconan semalam...karena terlihat lebih seru. Di pesta rakyat tahun depan mungkin kita bisa menambahkan pesta mercon di agenda..tapi tidak di indoor.." Ratu berbicara.

Caester menegapkan badannya kembali.

"Terima kasih, Yang Mulia, permaisuri!"

"Ehem.." Giovanni memotong acara sejenak sebelum iklan.

"Ada apa, Giovanni?" Ratu bertanya.

"Ayah, ibu..aku..telah memutuskan siapa pendamping hidupku kelak..." Ratu berbinar senang, "Siapa nak? Siapa?" -akhirnya bisa mantu juga. Orang tua mana yang gak seneng, coba.

Giovanni menarik Cinderella beberapa langkah ke depan.

"Aku ingin menikahi gadis ini."

"UHUKOHOKAHUKOHOEK.." Batuk hebat langsung menyerang sang Raja kala mendengarnya.


.

Omake 1

Rion, Piko, Rana dan Aoki sekarat di jalan.

"Ha..us.."

Omake 2

Ibu peri ngambil tempat di barisan depan demi melihat jelas pernikahan Giovanni dan Cinderella. Akhirnya! Ini yang paling ia tunggu dalam sejarah keperiannya!

Setelah mengucapkan janji sehidup semati dan seran- ah, lupakan. Giovanni tersenyum ke arah Cinderella, begitu pula sebaliknya. Lalu, Cinderella membisikkan sesuatu ke telinga Giovanni, dan membuat wajah pangeran itu memucat seketika. Pantes ibu peri mau bantuin dia. Ada jengkol dibalik semur rupanya.

"Berhubung elo dah jadi suami gue, bayarin utang gue ke ibu peri, ya?"

TAMAT

A/N :

Terima kasih untuk semua yang telah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. maaf banyak kegajean dan kesalahan. Banyak kekurangan juga =A= Mohon dimaafkan karena panda hanyalah manusia biasa (_ _) /jadielupandaapamanusiatong

Panda punya project serupa, parody Disney seperti ini. Ditunggu saja. Hng..mungkin mau milih?/ga

1. Sleeping Beauty

2. Beauty and The Beast

3. Snow White

Panda Dayo, de wa.